Yudha Dharmawan

Click here to load reader

  • date post

    19-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    504
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Proposal

Transcript of Yudha Dharmawan

Tugas Proposal Metodik Khusus pembelajaran ElektronikaMeningkatkan

minat siswa dalam pembelajaran di SMK

Disusun Oleh Yudha Dharmawan 5215077539

Jurusan Teknik Elektro Prodi Pend Teknik Elektronika 07 Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta 20101

Kata PengatarPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan sebaik baiknya .Kami amat bersyukur karna telah menyelesaikan Makalah ini .kami Berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu makalah ini. Dalam Makalah ini kami menyajikan secara terperinci dengan jelas di sertai bahasa yang mudah di mengerti ,sehingga memudahkan pemahaman para pembaca makalah ini . Makalah ini Menjelaskan Mulai dari pengertian teknologi secara umum hingga secara Detail.Makalah ini juga di susun beserta Gambar dan penjelasan sehingga memudahkan pemahaman. Kami juga berterima kasih kepada dosen yang telah membantu dalam memberikan petunjuk untuk menyelesaikan makalah dan membimbing kami dalam pemilihan materi.kami membuat tugas ini bertujuan untuk sebagai sumber belajar dalam mata kuliah MKPE. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam tata kebahasaaan atau ada beberapa kesalahan dalam pemilihan kata.terima kasih atas perhatian pembaca.Semoga makalah ini dapat bermamfaat dan berguna sebagai bahan referensi belajar. Jakarta, Juni 2010Penyusun

Daftar IsiKata Pengantar Bab 1 Pendahuluan Abstrak Latar belakang Tujuan Metodologi Rumusan Masalah 2 4 4 4 4 4 5

Sistematika Penulisan

Bab 2 Pembahasan

5

Masalah Pembelajaran di SMK

6

Solusi Masalah Pembelajaran a. Cara mengurangi tingkat kenakalan SMK Metode Pembelajaran yang dapat digunakan Hubungan guru dan siswa seharusnya

6 6 6 18

Bab 3 Penutup Kesimpulan Saran

19

Daftar pustaka

21

3

Bab 1 PendahuluanAbtrak Dalam proposal ini akan dibahas masalah pembelajaran di SMK ,meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran dan metode yang tepat untuk mengajar di SMK.

Latar Belakang Di era globalisasi ini kompetisi persaingan di dunia kerja semakin ketat.kebanyakan pekerja adalah lulusan SMK, Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu sekolah yang mendidik para siswanya untuk siap kerja.berbagai pendidikan dan skill di berikan di smk terutama di bidang kejuruan dan teknologi .Namun kini kerap muncul masalah pembelajaran di SMK.diantaranya Lulusan yang diminta tak sesuai standar permintaan dunia kerja.bahkan kebanyakan para Siswa sulit memahami dan menyerap mata pelajaran, oleh karna itu dalam proposal ini kami akan membahas masalah pembelajaran di SMK. Tujuan Tujuan di buatnya proposal ini adalah sebagai bahan penelitian masalah pembelajaran di SMK.di samping itu proposal ini di ajukan sebagai persyaratan mata kuliah Metodik khusus pengantar elektronika (MKPE).proposal ini di harapkan juga sebagai referensi ilmu pengetahuan tentang metode solusi pembelajaran di SMK. Metodologi penelitian Metodologi yang digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah studi pustaka dengan mencari bahan atau referensi dari internet terkait dengan solusi dari masalah pembelajaran di SMK yang akan dibahas pada proposal ini Rumusan Masalah Permasalahn pembelajaran di SMK Permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? 2. Bagaimanakah cara meningkatkan minat siswa SMK untuk belajar? Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan). Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut. a. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? b. Metode pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan

minat siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas? c. Bagaimanakah hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya?

Sistematika penulisan Pendahuluan Latar belakang Tujuan Metodologi Penelitian Rumusan Masalah Sistematika penulisan Pembahasan Penutup Kesimpulan Saran Daftar Pustaka

Bab 2 Pembahasana.Permasalahan Pembelajaran di SMK Berdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwa sebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa banyak yang bertindak sekeinginan hatinya. Kenyataan yang terjadi saat ini, ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri. Guru telah mencoba untuk mengatasinya, tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi antara guru kelas dan dosen, sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar, siswa menginginkan sebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbeda dan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahan tersebut tetap5

saja berlangsung sampai dengan saat ini. Dengan permasalahan tersebut, yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar personal guru dengan siswa SMK. Guru hanya mementingkan tugas mengajar tanpa mengikutsertakan tugas membimbingnya. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak acuh, sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Outhred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia. Mereka hanya secara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku, dan akhirnya orientasi mereka bersekolah pun menjadi lain. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan kepada tawuran dan hal-hal negatif lain. Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran. Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yang mustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK. Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitian yang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi pelajaran. Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran. Penelitian ini difokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan Solusi Pembelajaran di SMK a. Cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMK Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan, kemudian dirumuskan pemecahannya. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannya dengan guru di kelas. b. Metode pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa dalam proses pembelajaran di kelas Ada berbagai macam metode pembelajaran yang dapat di gunakan untuk meningkatkan minat siswa diantaranya adalah digunakan strategi pembelajaran kooperatif, di mana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial. Selain metode diatas ada metode lain yang dapat digunakan diantaranya adalah 1. Koperatif (CL, Cooperative Learning). Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh

ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan. 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment