TESTIMONI IKLAN PENGOBATAN TRADISIONAL ... pengobatan tradisional pada klinik pengobatan alternatif

download TESTIMONI IKLAN PENGOBATAN TRADISIONAL ... pengobatan tradisional pada klinik pengobatan alternatif

of 86

  • date post

    22-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TESTIMONI IKLAN PENGOBATAN TRADISIONAL ... pengobatan tradisional pada klinik pengobatan alternatif

  • TESTIMONI IKLAN PENGOBATAN TRADISIONAL MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    (Studi Kasus Perlindungan Konsumen pada Klinik Pengobatan Alternatif di Banda Aceh)

    SKRIPSI

    Diajukan Oleh:

    MUHAMMAD AZMI Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum

    Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah NIM : 121209391

    FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

    DARUSSALAM - BANDA ACEH 2018 M /1439 H

  • iii

    Nama : Muhammad Azmi NIM : 121209391 Fakultas/Prodi : Syari’ah dan Hukum/ Hukum Ekonomi Syari’ah Judul : Testimoni Iklan Pengobatan Tradisional Menurut Perspektif

    Hukum Islam (Studi Kasus Perlindungan Konsumen Pada Klinik Pengobatan Alternatif di Banda Aceh)

    Tanggal Sidang : 1 Februari 2018 Tebal Skripsi : 75 halaman Pembimbing I : Dr. Kamaruzzaman, M. Sh Pembimbing II : Badri, S.H.I., M.H.

    Kata kunci: Iklan Testimoni, Perlindungan konsumen, Pengobatan Tradisional,.

    ABSTRAK

    Iklan testimoni adalah iklan yang memberikan kesaksian konsumen terhadap suatu “keberhasilan” menggunakan produk barang atau jasa baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Testimoni dalam iklan adalah cara yang biasa digunakan oleh pelaku usaha dalam hal ini klinik pengobatan tradisional mengiklankan produknya agar dapat menarik minat konsumen untuk menggunakan barang atau jasa yang diproduksinya. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah apakah iklan testimoni pengobatan tradisional pada klinik pengobatan alternatif di Banda Aceh sesuai menurut Undang-undang Perlindungan Konsumen serta bagaimanakah bentuk perlindungan konsumen terhadap iklan testimoni menurut perspektif hukum islam. Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data tersebut didapatkan melalui analisis terhadap hasil kuisioner dan analisis wawancara dengan pihak-pihak terkait dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan testimoni yang digunakan pelaku usaha untuk menarik perhatian masyarakat bertentangan dengan UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Klinik pengobatan mengiklankan produknya dengan kata-kata tidak ada efek samping yang dapat ditafsirkan salah terhadap keamanannya dan menawarkan sesuatu janji kesembuhan yang belum pasti. Hal ini akan berdampak pada pasien yang sudah termakan janji iklan, dimana adanya hak-hak konsumen yang dirugikan karena hal tersebut. Dalam Islam hak-konsumen sangat dilindungi agar terhindar dari kerugian. Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa, iklan testimoni pengobatan tradisional bertentangan dengan hukum yang berlaku dan dalam perjalanannya pemerintah dan masyarakat harus berperan aktif dalam proses pengawasan terhadap iklan-iklan seperti ini agar hak-hak konsumen tetap terpenuhi.

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Dengan mengucapkan Alhamdulillah penulis sampaikan kehadirat Allah

    SWT dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.

    Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya

    yang telah menjadi tauladan bagi sekalian manusia dan alam semesta.

    Berkat rahmat dan hidayah Allah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

    dengan judul “Testimoni Iklan Pengobatan Tradisional Menurut Perspektif

    Hukum Islam (Studi Kasus Perlindungan Konsumen pada Klinik Pengobatan

    Alternatif di Banda Aceh)”. Skripsi ini disusun guna melengkapi dan memenuhi

    sebagian syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Syari’ah dan Hukum

    UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

    Penulis menyadari, bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya

    bimbingan dan arahan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak

    langsung, maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih yang tulus dan

    penghargaan yang tak terhingga kepada:

    1. Bapak Dr. Kamaruzzaman, M.Sh selaku pembimbing I dan Bapak Badri, S.HI.,

    MH, selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan

    dengan tulus , ikhlas, penuh kesabaran serta telah banyak meluangkan waktu,

    tenaga dan pikirannya dalam mengarahkan dan membimbing serta memberikan

    semangat dan petunjuk kepada penulis selama proses penulisan sehingga skripsi

    ini terselesaikan.

    2. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry yaitu Bapak Dr.

    Khairuddin S.Ag., M.Ag beserta seluruh stafnya.

    3. Kepada Bapak H. Mutiara Fahmi, Lc., M.A., selaku Penasehat Akademik yang

    telah memberikan motivasi agar terselesainya skripsi ini.

  • v

    4. Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Bapak Dr. Bismi Khalidin,

    S.Ag., M.Si dan kepada seluruh dosen dan asisten yang telah membekali ilmu

    kepada penulis sejak semester pertama hingga akhir.

    5. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ayahanda tercinta, bapak

    Zakaria Abubakar (alm) dan Ibunda tercinta, ibu Ratiah Insya yang telah

    menjadi orang tua terhebat yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan,

    semangat, nasihat serta senantiasa mendoakan kebaiakan kepada penulis.

    Kepada abang-abang dan kakak-kakak tersayang (abang Tarmizi, abang Mahlil,

    kak Maisura dan kak Fakhriah) serta adik (Muhammad Yahya) yang selalu

    memberikan semangat kepada penulis.

    6. Penulis juga berterimakasih kepada sahabat-sahabat tercinta (Adji Prakarsa,

    Sayuti Saputra Fakhri, Muhammad Furqan, Azzumar Saputra, Sayed Hafis al-

    Athas) yang selalu menyemangati dan mendoakan sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi ini dan kepada seluruh sahabat-sahabat seperjuangan

    USC, terkhusus Ony dan Aya yang banyak membantu memberikan saran dalam

    penulisan skripsi ini. Juga kepada, Wan, Rahmad, Rifai, Tharik, Toni, Haris,

    Yus, Fauzi dan Aulia yang selalu menemani dan menyemangati penulis.

    7. Semua pihak yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan

    skripsi ini.

    Penulis menyadari, bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak kekurangan

    baik dari segi isi maupun penulisannya yang sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk

    itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan, demi

    kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang, semoga Allah SWT membalas

    jasa baik yang telah disumbangkan oleh semua pihak. Amin

    Banda Aceh, 10 Januari 2018

    Penulis

  • vi

    TRANSLITERASI ARAB-LATIN DAN SINGKATAN

    Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor: 158 Tahun 1987 – Nomor: 0543 b/u/1987

    1. Konsonan

    No Arab Latin Ket No Arab Latin Ket

    1 ا Tidak

    dilamban gkan

    16 ط ṭ t dengan titik di bawahnya

    2 ب b 17 ظ ẓ z dengan titikdi bawahnya 3 ت t 18 ع ‘

    4 ث ṡ s dengan titikdi atasnya 19 غ g

    5 ج j 20 ف f

    6 ح ḥ h dengan titik di bawahnya

    21 ق q

    7 خ kh 22 ك k 8 د d 23 ل l

    9 ذ ż z dengan titikdi atasnya 24 م m

    10 ر r 25 ن n 11 ز z 26 و w 12 س s 27 ه h 13 ش sy 28 ء ’

    14 ص ṣ s dengan titik di bawahnya

    29 ي y

    15 ض ḍ d dengan titikdi bawahnya

    2. Vokal

    Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal

    tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

    a. Vokal Tunggal

    Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harkat,

    transliterasinya sebagai berikut:

  • vii

    Tanda Nama Huruf Latin

    َ◌ Fatḥah a

    ِ◌ Kasrah i

    ُ◌ Dammah u

    b. Vokal Rangkap

    Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harkat dan

    huruf, transliterasinya gabungan huruf, yaitu:

    Tanda dan Huruf Nama

    Gabungan Huruf

    ي◌َ Fatḥah dan

    ya ai

    و◌َ Fatḥah dan

    wau au

    Contoh:

    كیف : kaifa ھول : haula

    3. Maddah

    Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf,

    transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

    Harkat dan Huruf

    Nama Huruf dan tanda

    ا/ي◌َ Fatḥah dan alif atau ya

    ā

    ي◌ِ Kasrah dan ya ī

    ي◌ُ Dammah dan

    waw ū

  • viii

    Contoh:

    قال : qāla

    رمى : ramā

    قیل : qīla

    یقول : yaqūlu

    4. Ta Marbutah (ة)

    Transliterasi untuk ta marbutah ada dua:

    a. Ta marbutah hidup (ة)

    Ta marbutah (ة) yang hidup atau mendapat harkat fatḥah, kasrah dan dammah,

    transliterasinya adalah t.

    b. Ta marbutah mati (ة)

    Ta marbutah (ة) yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah h.

    c. Kalau pada suatu kata yang akhir katanya ta marbutah diikuti (ة) oleh kata

    yang menggunakan kata sandang al, serta bacaan kedua kata itu terpisah

    maka ta marbutah .itu ditransliterasikan dengan h (ة) Contoh:

    االطفالروضة : rauḍah al-aṭfāl/ rauḍatul aṭfāl

    المنورةالمدینة : al-Madīnah al-Munawwarah/

    al-Madīnatul Munawwarah

    طلحة : ṭalḥah

    Catatan:

    Modifikasi

    1. Nama orang berkebangsaan Indonesia ditulis seperti biasa tanpa

    transliterasi, seperti M. Syuhudi Ismail. Sedangkan nama-nama lainnya

    ditulis sesuai kaidah penerjemahan. Contoh: Hamad Ibn Sulaiman.

    2. Nama negara dan kota ditulis menurut ejaan bahasa Indonesia, seperti

    Mesir, bukan Misr; Beirut, bukan Bayrut; dan sebagainya.

    3. Kata-kata yang sudah dipakai (serapan) dalam kamus bahasa Indonesia

    tidak