PPT FARMAKOLOGI HORMON TIROID DAN ANTI TIROID AKADEMI KEBIDANAN BETANG ASI RAYA PALANGKA RAYA,...

Click here to load reader

download PPT FARMAKOLOGI HORMON TIROID DAN ANTI TIROID AKADEMI KEBIDANAN BETANG ASI RAYA PALANGKA RAYA, KALTENG

of 17

  • date post

    29-Jul-2015
  • Category

    Healthcare

  • view

    709
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of PPT FARMAKOLOGI HORMON TIROID DAN ANTI TIROID AKADEMI KEBIDANAN BETANG ASI RAYA PALANGKA RAYA,...

1. KELOMPOK 3 AYENDAJUARIA DYNA MUSTIKA RANI ELDIANI EKA GUNTURA LIFIA KRISTIEN DWI ANGGRENI MASDIANTI NORAHMAH NURJANAH WARDHATILLAH 2. FARMAKOLOGI HORMON TIROID DAN ANTI TIROID 3. HORMON TIROID 4. Tiroid merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm dan terletak di leher, tepat dibawah jakun. Kedua bagian tiroid dihubungkan oleh ismus, sehingga bentuknya menyerupai huruf H atau dasi kupu-kupu. Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak teraba, tetapi bila membesar, dokter dapat merabanya dengan mudah dan suatu benjolan bisa tampak dibawah atau di samping jakun. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid. Hormon Tiroid adalah hormon yang mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh. 5. Hormon Tiroid terdapat dalam 2 bentuk : a) Tiroksin (T4), merupakan bentuk yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, hanya memiliki efek yang ringan terhadap kecepatan metabolisme tubuh. b) Tiroksin dirubah di dalam hati dan organ lainnya ke dalam bentuk aktif, yaitu tri-iodo-tironin (T3). Perubahan ini menghasilkan sekitar 80% bentuk hormon aktif, sedangkan 20% sisanya dihasilkan oleh kelenjar tiroid sendiri. 6. FUNGSI HORMON TIROID Meningkatkan metabolisme sel dan penggunaan oksigen, mendorong sintesa protein dalam sel, pertumbuhan sel, perkembangan otak / SSP distimulasi kerja jantung dan sirkulasi darah, peristaltik lambung dan usus diperkuat. 7. MEKANISME KERJA HORMON TIROID Hormon tiroid masuk ke dalam sel, dan T3 berikatan dengan reseptor di inti. T4 juga dapat berikatan, tetapi tidak terlalu erat. Terdapat 2 reseptor hormon tiroid, hTR dan hTR. Selain itu, seperti dinyatakan di atas, sebagian besar T4 dalam darah diubah menjadi T3, dan dalam hal ini T4 adalah suatu prohormon untuk T3. Kompleks hormone tiroid-reseptor kemudian berikatan dengan DNA dan meningkatkan ekspresi gen-gen tertentu. mRNA yang terbentuk mencetuskan pembentukan berbagai enzim yang mengubah fungsi sel. Riset mengenai pengikatan membuktikan bahwa 2 kompleks T3 reseptor berikatan dengan DNA atau satu kompleks T3-reseptor dan satu dari sejumlah thyroid receptor auxiliary proteins (TRAPs) juga dapat berikatan dengan elemen respons tiroid (tiroidresponse element, TRE) dalam gen yang sesuai. TRAPs mencakup reseptor asam retinoat dan reseptor-reseptor ini memperkuat pengikatan. Namun peran faali mereka masih perlu ditentukan. 8. Pada umumnya T3 bekerja lebih cepat dan 3-5 kali lebih kuat daripada T4. Hal ini disebabkan karena hormon terikat kurang erat dengan protein plasma tetapi lebih erat dengan reseptor hormon tiroid. 9. INDIKASI : Hipertiroidisme KONTRAINDIKASI : Hipersensisitif terhadap Propiltiourasil, blocking replacement regimen tidak boleh diberikan pada kehamilan dan masa menyusui. 10. ANTI TIROID 11. Zat-zat yang berkhasiat untuk menekan produksi hormon tiroid. Khususnya digunakan pada keadaan hiperfungsi kelenjar tersebut, yang sering kali disertai dengan peningkatan sekresi tiroksin. PENGERTIAN 12. Anti tiroid berfungsi sebagai penghambat sintesis hormon tiroid. FUNGSI ANTI TIROID 13. MEKANISME KERJA ANTI TIROID Antitiroid menghambat sintesis hormon tiroid dengan jalan menghambat proses pengikatan ion antitiroid juga menghambat proses penggabungan dari gugus yodotirosil untuk membentuk yodotironin. Cara kerjanya dapat dijelaskan dengan adanya hambatan terhadap enzim peroksidase sehingga oksidasi ion yodida dan gugus yodotirosil terganggu. 14. INDIKASI : Antitiroid digunakan untuk pengobatan hipertiroidisme, baik untuk mengatasi gejala klinik sambil menunggu remisi spontan, maupun sebagai persiapan operasi. Selain itu, obat ini juga dapat di- pakai dalam kombinasi dengan yodium radioaktif,dengan tujuan mempercepat timbulnya perbaikan klinis sementara menunggu efek terapi yodium radioaktif. Efek terapi biasanya baru tampak setelah masa laten yang agak panjang, dari beberapa hari sampai 1-2 minggu. KONTRANDIKASI : Hipersensitivitas 15. DAFTAR PUSTAKA Katzung, Bertram G. 2010. Farmakologi dasar & klinik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. FKUI. 2012. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. Neal, Michael J. 2006. At a Glance Farmakologi Medis. Jakarta: Erlangga. 16. TERIMA KASIH