Pengusahaan instalasi listrik

download Pengusahaan instalasi listrik

of 26

  • date post

    10-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    78
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Pengusahaan instalasi listrik

SNI 04-0225-2000 Bagian 9 Pengusahaan instalasi listrik 9.1 Ruang lingkup Bab ini mengatur pengusahaan instalasi listrik yang meliputi perancangan, pemban gunan, pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik serta pengamanannya. Pengusahaan instalasi listrik desa diatur dalam 8.17. 9.2 Izin 9.2.1 Setiap orang atau badan perancang, pemasang dan pemeriksa atau penguji ins talasi listrik harus mendapat izin kerja dari instansi yang berwenang. 9.2.2 Setiap instalasi listrik harus dilengkapi dengan rancangan instalasi yang dibuat oleh perancang yang mendapat izin kerja dari instansi yang berwenang. CATATAN Rancangan instalasi termasuk pula gambar yang diperlukan sesuai standar yang berlaku. 9.3 Pelaporan Para petugas yang ditunjuk untuk melaksanakan pemasangan, pemeliharaan, atau pelayanan instalasi diwajibkan untuk segera melaporkan secara tertulis kepada at asannya yang bertanggung jawab, segala kejadian dan keadaan yang mungkin membahayakan at au kerusakan yang diketahuinya. 9.4 Proteksi pemasangan instalasi listrik 9.4.1 Pencegahan bahaya kebakaran 9.4.1.1 Instalasi listrik harus dirancang, dipasang dan digunakan demikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya kebakaran. Bila menggunakan GPAS, lihat 3.15. 9.4.1.2 Pemasangan instalasi listrik harus dilaksanakan demikian rupa sehingga penjalaran kebakaran melalui penyekat ruang, lantai, ruang kosong atau rongga, l orong tegak, saluran ventilasi dan pengatur udara dapat dicegah dan atau dibatasi samp ai sekecil mungkin. 9.4.1.3. Jika penyekat kebakaran tertembus oleh kabel, maka lubang sekitar kabel tersebut harus ditutup dengan bahan yang memenuhi syarat tahan api. 9.4.2 Perlengkapan listrik yang diperbaiki atau diganti 9.4.2.1 Jika nilai nominal atau karakteristik perlengkapan listrik berubah setel ah diperbaiki, maka pada perlengkapan tersebut harus diberi pelat tanda pengenal ba ru, serta nama dari yang memperbaiki. Jika pelat tanda pengenal asli terlepas, maka harus dipasang pelat tanda pengena l baru yang menyatakan nama pembuat asli, beserta segala keterangan yang tercantum pada pelat tanda pengenal asli. 439

SNI 04-0225-2000 9.4.2.2 Jika perlengkapan listrik yang mempunyai kemampuan yang tepat tidak dapa t diperoleh, maka harus digunakan perlengkapan listrik yang mempunyai kemampuan ya ng lebih besar. Ketentuan ini tidak berlaku untuk proteksi, seperti pemutus daya dan pengaman le bur sebagaimana diatur dalam 4.2.8 dan 4.2.9. CATATAN Semua perubahan dan penggantian harus dicatat dalam laporan. 9.4.3 Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik 9.4.3.1 Instalasi listrik yang selesai dipasang, atau yang mengalami perubahan, harus diperiksa dan diuji dahulu sebelum dialiri listrik sesuai dengan ketentuan dalam 9.4.3.2. Penyimpangan dari ketentuan ini dapat dilakukan pada instalasi sementara dan ins talasi kedutaan asing, dengan izin khusus dari instansi yang berwenang. 9.4.3.2 Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dilakukan antara lain mengen ai hal berikut: a) Berbagai macam tanda pengenal dan papan peringatan. b) Perlengkapan listrik yang dipasang. c) Cara memasang perlengkapan listrik. d) Polaritas, sesuai dengan 2.5.2. e) Pembumian sesuai dengan 3.18. f) Resistans isolasi, sesuai dengan 3.20. g) Kesinambungan sirkit. h) Fungsi proteksi sistem instalasi listrik. Pemeriksaan dan pengujian tersebut diatas kemudian dilanjutkan dengan uji coba. 9.4.3.3 Semua perlengkapan yang dipasang pada instalasi listrik harus memenuhi s tandar yang berlaku. 9.4.4 Pemasangan gambar instalasi Untuk memudahkan pelayanannya, instalasi listrik harus disertai dengan gambar in stalasi dan bila perlu disertai pula dengan keterangan tentang cara melayani perlengkapa n listrik. 9.4.5 Pemasangan papan dan tanda peringatan 9.4.5.1 Dalam ruang di mana sentuhan terhadap penghantar atau perlengkapan listr ik dapat mengakibatkan timbulnya bahaya, harus dipasang papan atau tanda peringatan pada tempat yang mudah dapat dilihat. 9.4.5.2 Pada pintu masuk ke ruang kerja listrik dan ruang kerja listrik terkunci , dan juga ke setiap ruang yang didalamnya orang yang tidak berkepentingan tidak diperkenan kan 440

SNI 04-0225-2000 masuk, bertalian dengan adanya perlengkapan listrik yang berbahaya, harus dipasa ng papan atau tanda peringatan untuk melarang masuk mereka yang tidak berwenang. 9.4.5.3 Papan dan tanda peringatan bahaya listrik untuk tegangan menengah harus dilengkapi dengan tanda kilat berwarna merah. 9.4.5.4 Ukuran papan dan tanda peringatan sekurang-kurangnya 10 cm x 15 cm. 9.4.5.5 Kalimat peringatan harus ditulis dalam Bahasa Indonesia yang jelas dan a tau ditambahkan dengan bahasa daerah yang dikenal masyarakat setempat. 9.4.6 Pemasangan instrumen ukur dan gawai kendali 9.4.6.1 Dalam instalasi listrik untuk pembangkitan atau pengubahan daya listrik harus ada instrumen ukur dan gawai kendali yang baik dan tepat. 9.4.6.2 Instrumen ukur dan gawai kendali harus dipasang secara baik dan tepat se rta terlihat jelas. 9.4.6.3 Instrumen ukur dan gawai kendali pada PHB, yang selama dalam keadaan bekerja harus secara periodik dibaca atau diperiksa, harus dipasang sedemikian r upa sehingga dapat jelas terlihat dan mudah terbaca serta mudah dicapai. 9.4.6.4 Penghantar masuk untuk kumparan tegangan dari instrumen ukur dan gawai kendali harus diberi proteksi. 9.5 Pemasangan instalasi listrik 9.5.1 Persyaratan umum Pekerjaan pemasangan instalasi listrik di dalam atau di luar bangunan harus meme nuhi ketentuan peraturan ini, sehingga instalasi tersebut aman untuk digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan penggunaannya, mudah dilayani dan mudah dipelihara. 9.5.2 Perancang, pemasang dan pemeriksa atau penguji instalasi listrik 9.5.2.1 Perancang, pemasang dan pemeriksa atau penguji instalasi listrik harus m entaati ketentuan dalam PUIL 2000 dan peraturan lain sebagaimana dimaksud dalam 1.3. 9.5.2.2 Perancang, pemasang dan pemeriksa atau penguji instalasi listrik harus menggunakan tenaga kerja yang terlatih sebagaimana tersebut dalam 9.5.3. 9.5.2.3 Perancang, pemasang dan pemeriksa instalasi listrik wajib memenuhi keten tuan keselamatan dan kesehatan bagi tenaga kerjanya sesuai dengan peraturan perundang undangan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. 9.5.3 Tenaga kerja 9.5.3.1 Orang yang diserahi tanggung jawab atas semua pekerjaan, perancangan, pemasangan, pemeriksaan atau pengujian instalasi listrik harus ahli dibidang kel istrikan sesuai ketentuan yang berlaku, memahami peraturan kelistrikan memahami ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja, menguasai pekerjaan memasang instalasi listrik, dan memiliki izin bekerja dari instansi yang berwenang. 441

SNI 04-0225-2000 9.5.3.2 Orang yang mengawasi pemasangan instalasi listrik harus ahli di bidang kelistrikan, memahami peraturan kelistrikan, memahami peraturan keselamatan dan kesehatan kerja serta menguasai pemasangan instalasi agar jangan terjadi kesalah an yang mengakibatkan kecelakaan atau kebakaran. 9.5.3.3 Orang yang mengerjakan pemasangan instalasi listrik harus sehat jasmani dan rohani serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam pekerjaan tersebut. 9.5.4 Tempat kerja pemasangan instalasi listrik 9.5.4.1 Tempat kerja pemasangan instalasi listrik harus memenuhi syarat keselama tan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9.5.4.2 Di tempat kerja pemasangan instalasi listrik harus tersedia perkakas ker ja, perlengkapan keselamatan, perlengkapan pemadam api ringan, perlengkapan Pertolon gan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK), rambu-rambu kerja dan perlengkapan lain-lain yan g diperlukan. 9.5.4.3 Di tempat kerja pemasangan instalasi listrik apabila menggunakan perleng kapan yang dapat menimbulkan kecelakaan atau kebakaran wajib dilakukan pengamanan opti mal. 9.5.4.4 Di tempat kerja pemasangan instalasi listrik harus selalu ada pengawas sebagaimana dimaksud dalam 9.5.3.2. 9.5.5 Pamasangan rambu bahaya dan papan pemberitahuan 9.5.5.1 Tempat kerja pemasangan instalasi, yang dapat mengganggu ketertiban umum , harus diberi rambu bahaya dan papan pemberitahuan yang menyebutkan dengan jelas pekerjaan yang sedang berlangsung di situ serta bahaya yang mungkin ditimbulkann ya, dan harus dilingkupi pagar dan diterangi lampu pada tempat yang pencahayaannya kuran g. 9.5.5.2 Dalam berbagai ruang kerja listrik yang berbahaya seperti bengkel, pabri k dan sebagainya harus dipasang gambar instalasi listrik, papan peringatan dan tanda l arangan, poster keselamatan kerja, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK ), perlengkapan pemadam kebakaran dan sebagainya. 9.5.6 Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik 9.5.6.1 Jika pekerjaan pemasangan instalasi listrik telah selesai, pelaksana pek erjaan pemasangan instalasi tersebut harus secara tertulis memberitahukan kepada instan si yang berwenang bahwa pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik, memenuhi syarat protek si sebagaimana diatur dalam PUIL 2000 serta siap untuk diperiksa dan diuji. 9.5.6.2 Hasil pemeriksaan dan pengujian instalasi menurut 9.4.3, harus dinyataka n secara tertulis oleh pemeriksa dan penguji yang ditugaskan. 9.5.6.3 Instalasi listrik harus diperiksa dan diuji secara periodik sesuai keten tuan/standar yang berlaku. 9.5.6.4 Meskipun instalasi listrik dinilai baik oleh instansi yang berwenang, pe laksana instalasi listrik tetap terikat oleh ketentuan tersebut dalam 9.5.8 atas instala

si yang dipasangnya. 9.5.7 Uji coba instalasi listrik 442

SNI 04-0225-2000 9.5.7.1 Instalasi yang telah diperiksa dan diuji dengan hasil baik sesuai 9.4.3. 2, jika dipandang perlu harus diuji coba dengan tegangan dan arus kerja menurut batas ya ng ditentukan dan dalam waktu yang disyaratkan. 9.5.7.2 Pada waktu uji coba, semua piranti yang terpasang dan akan digunakan har us dijalankan, baik secara sendiri-sendiri maupun serempak sesuai dengan rancangan dan tujuan penggunaannya. 9.5.7.3 Hasil pemeriksaan dan pengujian, termasuk hasil uji coba, harus dilapork an dalam bentuk Berita Acara .