pedoman mekanisme kerja

download pedoman mekanisme kerja

of 37

  • date post

    02-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    113
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tentang deskripsi kerja

Transcript of pedoman mekanisme kerja

  • i

    PEDOMAN STRUKTUR, ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA

    LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH

    (MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER)

    Lembaga Penanggulangan Bencana

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah

    2012

  • ii

    SURAT KEPUTUSAN

    LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA

    PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

    Nomor: 006/KEP/I.17/B/2012

    Tentang:

    PEDOMAN STRUKTUR, ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA

    LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH

    (MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER)

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Menimbang : 1. Bahwa dalam pelaksanaan program penanggulangan

    bencana, perlu adanya pedoman struktur, organisasi

    dan mekanisme kerja Lembaga Penanggulangan

    Bencana yang mengikat di semua tingkat mulai dari

    Pusat, Wilayah dan Daerah.

    2. Bahwa pedoman tersebut perlu untuk dituangkan

    dalam surat keputusan sebagai landasan aktivitas

    penanganan bencana

    Mengingat : 1. Anggaran Dasar Muhammadiyah

    2. Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah

    3. Qaidah Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan

    Berdasar : 1. Risalah Rencana Aksi Strategis MDMC 2008-2010

    2. Pembahasan dan keputusan Rakernas Lembaga

    Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat

    Muhammadiyah tanggal 1-3 Juli 2011

    M E M U T U S K A N :

    Menetapkan : KEPUTUSAN LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA

    PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG

    PEDOMAN STRUKTUR, ORGANISASI DAN MEKANISME

    KERJA LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA

    MUHAMMADIYAH (MUHAMMADIYAH DISASTER

    MANAGEMENT CENTER)

    Pertama : Menunjuk Pedoman Struktur, Organisasi dan Mekanisme

    Kerja Lembaga Penanggulangan Bencana

    Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management

    Center) dalam lampiran surat keputusan ini sebagai

  • pedoman resmi Lembaga Penanggulangan Bencana di

    tingkat Pusat, Wilayah, dan Daerah

    Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, atau

    sampai diadakan perubahan atau dicabut kem

    Ketiga : Menyampaikan keputusan ini kepada seluruh Pimpinan

    Lembaga Penanggulangan Bencana di tingkat Pusat,

    Wilayah dan Daerah untuk menjadi pedoman

    pelaksanaan sebagaimana mestinya.

    Keempat : Apabila dikemudian hari diketahui terdapat kekeliruan

    atau kekurangan di dalam pedoman ini, maka akan

    diperbaiki atau disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di

    Pada tanggal

    Ketua,

    H. Budi Setiawan, S.T.

    Tembusan:

    - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta dan Jakarta

    iii

    pedoman resmi Lembaga Penanggulangan Bencana di

    tingkat Pusat, Wilayah, dan Daerah

    Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, atau

    sampai diadakan perubahan atau dicabut kembali.

    Menyampaikan keputusan ini kepada seluruh Pimpinan

    Lembaga Penanggulangan Bencana di tingkat Pusat,

    Wilayah dan Daerah untuk menjadi pedoman

    pelaksanaan sebagaimana mestinya.

    Apabila dikemudian hari diketahui terdapat kekeliruan

    atau kekurangan di dalam pedoman ini, maka akan

    diperbaiki atau disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Yogyakarta

    Pada tanggal : 19 Jumadil Awal 1433 H

    11 April 2012 M

    Sekretaris,

    Arif Nur Kholis

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta dan Jakarta

  • iv

    DAFTAR ISI

    1. PEDOMAN STRUKTUR, ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA

    LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH

    (MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER).

    i

    2. SURAT KEPUTUSAN LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA

    PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH ................................................

    ii

    3. Daftar Isi ..... iv

    4. Maksud dan Tujuan . 1

    5. Isi dan Ruang Lingkup . 1

    6. BAB I Pendahuluan ...... 2

    7. Sejarah ... 2

    8. Semangat Al-Maun 2

    9. BAB II Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah ... 5

    10. Prinsip Dasar .......... 5

    11. Visi, Misi dan Posisi Strategis . 6

    12. Peran, Tanggung jawab dan Nilai-nilai .. 7

    13. Pengorganisasian 7

    14. BAB III Tahap Pelaksanaan Penanggulangan Bencana ...................... 13

    15. Tahap 1 Kesiapan (Kesiagaan 13

    16. Tahap 2 Standby 13

    17. Tahap 3 Tindakan .. 13

    18. BAB IV Pembentukan Lembaga Penanggulangan Bencana Di Wilayah

    Dan Daerah

    14

    19. Ketentuan Umum . 14

    20. Pembentukan Kedudukan, Tugas dan Fungsi LPB/MDMC Wilayah/

    Daerah .

    14

    21. Hubungan antara LPB/MDMC Wilayah/Daerah dan MDMC Pusat 15

    22. BAB V Prosedur Dan Mekanisme Koordinasi . 16

    23. BAB VI Sistem Kerjasama Penanggulangan Bencana .................... 19

    24. Lembaga Dalam Lingkungan Organisasi Muhammadiyah .. 19

    25. Kerjasama dengan Pemerintah Dalam Negeri . 19

    26. Kerjasama dengan Pemerintah Luar Negeri dan Lembaga PBB .. 20

    27. Kerjasama dengan Perusahaan .. 20

    28. Kerjasama dengan Masyarakat Sipil dan Perguruan Tinggi 20

    29. BAB VII Mekanisme Pertanggungjawaban 22

    30. Mekanisme Penyelesaian Konflik 22

    31. Daftar Istilah .. 23

  • 1

    PEDOMAN STRUKTUR, ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA

    LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH

    (MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER)

    Pedoman Strukur, Organisasi, dan Mekanisme Kerja Lembaga

    Penanggulangan Bencana Muhammadiyah yang dalam bahasa Inggris disebut

    sebagai Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ini disusun

    dengan memperhatikan kondisi, persyaratan peraturan/perundangan yang

    berlaku yang terkait dengan pedoman kebijakan penanggulangan bencana di

    Indonesia serta sumber daya Lembaga Penanggulangan Bencana

    Muhammadiyah.

    Maksud dan Tujuan :

    Pedoman Struktur, Organisasi dan Mekanisme Kerja ini dimaksudkan untuk :

    1. Memberikan landasan/pedoman/acuan tentang kondisi/persyaratan

    aturan kerja dan atau hubungan kerja di lingkungan Muhammadiyah

    Disaster Management Center yang perlu dipahami, baik oleh Pengurus

    maupun pihak-pihak yang terkait di lingkungan Lembaga Penanggulangan

    Bencana Muhammadiyah.

    2. Mengatur penyelesaian perbedaan pendapat dan perselisihan yang

    mungkin timbul berkaitan dengan hubungan kerja antara pengurus dan

    pihak-pihak terkait lainnya di lingkungan Lembaga Penanggulangan

    Bencana Muhammadiyah.

    Isi dan Ruang Lingkup :

    1. Pedoman Struktur, Organisasi dan Mekanisme Kerja ini mengatur hal-hal

    yang bersifat umum, sedangkan penjabaran hal-hal yang bersifat teknis

    akan diatur kemudian/tersendiri dengan Keputusan Pimpinan Lembaga

    Penanggulangan Bencana Muhammadiyah.

    2. Pedoman Struktur, Organisasi dan Mekanisme kerja ini berlaku bagi

    semua pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah.

    Pedoman Struktur, Organisasi dan Mekanisme Kerja ini akan memperhatikan

    kemampuan Lembaga secara keseluruhan dan ketentuan minimal yang

    ditetapkan dalam peraturan perundangan-undangan penanggulangan

    bencana yang berlaku.

  • 2

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. Sejarah

    Bencana bisa memiliki dampak yang luas pada sebuah Negara,

    Pemerintah, dan rakyatnya. Karena itu, tanggung jawab utama

    penanganan bencana harus berada di tangan Negara. Sementara pihak di

    luar Negara, seperti organisasi-organisasi non-Pemerintah, sektor swasta,

    masyarakat sipil, dan Lembaga-Lembaga internasional merupakan mitra

    kerja Negara atau Pemerintah yang berperan serta dalam mempercepat

    dan menyempurnakan proses penanggulangan bencana di Indonesia.

    Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan

    merasa terpanggil untuk ikut berperan serta aktif dalam upaya

    penanganan bencana.

    Peran serta aktif dari Persyarikatan Muhammadiyah dalam menolong

    kesengsaraan perlu disusun dalam suatu sistem penanganan bencana.

    Sistem penanganan bencana tersebut haruslah sistem yang benar-benar

    lentur dan dapat meningkatkan peran serta Majelis, Lembaga, Amal

    Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), dan elemen

    penting dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Fungsi utama sistem

    penanganan bencana adalah untuk memastikan bahwa sumber daya dan

    kerja dari Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom atau Amal Usaha

    Muhammadiyah terkoordinasi dengan baik untuk melakukan usaha

    terbaik penanggulangan bencana.

    Dengan demikian, jika sistem penanggulangan bencana ini diikuti dengan

    ketat, maka:

    tidak akan ada kebingungan antara peran manajemen dan koordinasi

    yang dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana

    Muhammadiyah dan peran Majelis-Lembaga-ORTOM dan Amal

    Usaha;

    tidak akan ada kebingungan antara peran manajemen dan koordinasi

    yang dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana

    Muhammadiyah di tingkat Pusat, Wilayah dan Daerah

    dapat dihindari konflik manajemen;

    tugas-tugas penanggulangan bencana dapat dilaksanakan dengan

    efektif dan efisien; dan

    terjadi optimalisasi dan efektifitas dalam keseluruhan tindakan.

    2. Semangat Al-Maun

    Surah Al-Maun merupakan basis ideologi perjuangan yang memberikan

    landasan keberpihakan kepada kaum lemah (dhuafa) dan kaum

  • 3

    teraniaya (mustadlafin). Semangat Al-Maun merupakan dasar pijakan

    dalam pengembangan awal gerakan