Market Perspective-Desember 2015

download Market Perspective-Desember 2015

of 12

  • date post

    10-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

description

about investmentDecember 2015

Transcript of Market Perspective-Desember 2015

  • Wealth Management Newsletter - Desember 2015

  • GREETINGS

    Nasabah terhormat,

    Terima kasih atas kepercayaan Anda menjadi Nasabah setia Commonwealth Bank.

    Pada edisi e-Market Perspective ini, kami mengulas mengenai pergerakan pasar selama bulan November 2015 yang menunjukkan bagaimana ekspektasi pasar menyambut tahun baru 2016. Memasuki bulan Desember 2015, kami melihat gejolak pasar mulai mereda seiring dengan berkurangnya ketidakpastian suku bunga The Fed. Saat materi ini disusun, pelaku pasar masih menunggu keputusan dari FOMC meeting terkait dengan arah kebijakan suku bunga The Fed. Kenaikan suku bunga dinilai justru positif oleh pelaku pasar karena dianggap sebagai salah satu bukti pemulihan ekonomi AS dan juga dapat memberi ruang untuk melakukan pelonggaran moneter apabila perlambatan ekonomi AS masih berlanjut. Selain itu, pemulihan ekonomi domestik juga mulai terlihat seiring dengan akselerasi belanja Pemerintah dan membaiknya konsumsi masyarakat. Namun, gejolak pasar masih ada seiring dengan perlambatan ekonomi China.

    Pergerakan IHSG dan Obligasi cukup sejalan dengan pergerakan di pasar global. Dengan level valuasi yang cukup menarik dan adanya beberapa katalis yang dinilai dapat mendorong pasar bergerak positif ke depan, kami melihat adanya peluang untuk memanfaatkan setiap momentum dan membangun portofolio yang ideal sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.

    Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai strategi dan rekomendasi produk-produk investasi, Anda dapat menghubungi Relationship Manager kami di cabang terdekat.

    Hormat kami,

    Rian KaslanEVP, Head of Wealth Management and Business Strategy

  • MaRKet PeRsPective | 1

    Wealth Management Newsletter | Edisi Desember 2015

    Sepanjang bulan November 2015, IHSG bergerak relatif flat pada range 4.400-4.600. Di awal November, IHSG bergerak menguat hingga ditutup di level 4.612 pada 4 November 2015. Pergerakan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari kawasan regional serta ekspektasi data ekonomi yang membaik.

    Namun pada pertengahan November, pasar dikejutkan dengan peristiwa teror di Perancis yang menyebabkan melemahnya bursa saham global dan regional. Hal ini mendorong IHSG mencapai titik terendah di bulan November di level 4.442 pada 16 November 2016.

    Serangan ini cukup menimbulkan kekuatiran investor yang akhirnya menyebabkan pasar saham global terkoreksi. Namun dampak dari serangan ini tidak berlangsung lama, seiring dengan menguatnya keyakinan pasar bahwa peristiwa di Perancis tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian global. Bahkan kejadian ini diprediksi dapat memicu ECB untuk memperluas program QE sehingga pasar kembali rebound. IHSG ditutup di level 4.446 .

    Dari grafik diatas, terlihat volatilitas atau gejolak pasar saham di bulan November relatif berkurang apabila dibandingkan dengan periode Market Bearish sejak bulan April sampai awal Oktober 2015. IHSG sempat mencapai titik terendahnya di level 4.120 pada 28 September 2015 yang merupakan titik terendah dalam 2 tahun terakhir.

    Meredanya gejolak pasar di bulan November terjadi seiring dengan langkah hati-hati yang dilakukan investor untuk mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang, seiring dengan pernyataan dari Ketua The Fed Jeanet Yellen yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga The Fed akan dilakukan di desember 2015.

    Hal ini terlihat pada grafik berikut ini, di mana pasar saham Asia berada pada posisi hati-hati sejak FOMC meeting Oktober 2015.

    MaRkET REvIEW NovEMbER 2015

    Markets are gearing up for the last Fed Meeting of The Year

    kepemilikan asing Pada obligasi Indonesia & Pergerakan Yield SUN 10 tahun.

    Sumber: Bloomberg

    Sumber: Bloomberg, diolah Commonwealth Bank

    Sumber: Bloomberg,

    Pasar juga merespon positif komitmen The Fed yang disampaikan Jeanet Yellen bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan dilakukan hati-hati dan perlahan untuk menghindari respon negatif dari pasar.

    Apabila dilihat, pergerakan IHSG di bulan November 2015 sangat sejalan dengan pergerakan di pasar global, dengan magnitude atau sensitivitas yang lebih besar. Hal ini merupakan salah satu karakteristik di Emerging Market.

    Di bulan November 2015, pasar Obligasi Indonesia kembali mengalami kenaikan, ditujukan dengan Abtrindo Index yang naik +2,41%. Padahal sebelumnya di bulan Oktober 2015, pasar obligasi telah mengalami kenaikan +4,86%. Dengan kenaikan tersebut, maka di akhir bulan November 2015 tingkat imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun turun dari level 8,82% pada 30 Oktober 2015 ke level 8,57%. Pada awal Desember 2015 yield obligasi sempat berada di kisaran 8,4%.

    Menguatnya pasar obligasi dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Indonesia yang membaik, seperti data inflasi di bulan November 2015 turun ke level 4,89% dan data trade balance Indonesia yang surplus. Selain itu ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI dan rilis paket kebijakan ekonomi juga mendukung penguatan pasar obligasi.

    Tercapainya target penerbitan obligasi pemerintah juga menjadi katalis bagi investor untuk mengakumulasi pembelian. Per akhir November, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp19.76 Triliun. Hal ini membawa peningkatan persentase kepemilikan asing atas obligasi yang diperdagangkan dari 37,1% di bulan sebelumnya menjadi 38,15% di akhir November 2015.

    Rp Tn %560

    540

    520

    500

    480

    460

    440

    420

    12

    10

    8

    6

    4

    2

    o

    7.30 7.858.76 8.43

    8.57 8.93

    9.81

    8.80 8.628.12

    7.39 7.35 7.527.98

    Foreign ownership in Gov Bond

    12/3

    0/20

    14

    1/30

    /201

    5

    3/31

    /201

    5

    5/31

    /201

    5

    7/31

    /201

    5

    10/3

    1/20

    15

    2/28

    /201

    5

    4/30

    /201

    5

    6/30

    /201

    5

    9/30

    /201

    5

    8/30

    /201

    5

    11/3

    0/20

    15

    Yield SUN 10yr

  • 2 | MaRKet PeRsPective

    Wealth Management Newsletter | Edisi Desember 2015

    Menjelang awal tahun 2016, gejolak pasar mulai mereda. Pergerakan di bulan Desember 2015 diperkirakan mulai stabil dan dalam tren yang positif seiring dengan beberapa katalis dari pasar global yang dapat mendorong rally berkelanjutan. Berikut ini beberapa katalis positif dari pasar yang mendukung prediksi di atas.

    Sumber: Bloomberg

    Preparation For The Fed Rate Liftoff

    Entering The better Global Growth in 2016

    Rintangan kenaikan Suku bunga The Fed Mulai Teratasi, Didukung Data Unemployment Rate dan Hiring yang Membaik.

    Global Market Outlook

    Salah satu penyebab kekuatiran global adalah ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed. Sejak tahun 2014, isu kenaikan mulai berkembang namun belum terealisasi hingga memasuki penghujung tahun 2015.

    Memasuki bulan Desember 2015, ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang. Indikator ekonomi AS yang dirilis bulan November hingga awal Desember yang menunjukan pemulihan ekonomi AS. Hal ini semakin memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan diputuskan pada FOMC meeting Desember 2015.

    Selain kondisi ekonomi AS yang mulai pulih, terdapat beberapa alasan penting untuk The Fed tetap melakukan kenaikan suku bunganya di tahun 2015.

    Pertama, kenaikan suku bunga The Fed apabila ditunda lagi akan menimbulkan keraguan pada kredibilitas The Fed setelah berulang kali memberi sinyal kuat akan segera dilakukan kenaikan suku bunga The Fed.

    Kedua, kenaikan suku bunga The Fed juga diperlukan untuk memberi ruang gerak bagi The Fed apabila ditahun mendatang ekonomi AS masih melambat sehingga diperlukan pelonggaran moneter kembali.

    Ketiga, kenaikan suku bunga The Fed sangat positif dilakukan tahun ini untuk menghindari gejolak politik AS menjelan pemilihan presiden di tahun depan.

    MaRkET oUTLook DEc To JaN 2016

    Unemployment Rate mendekati level sebelum Krisis Ekonomi Global

    3 -2 - 1 - Liftoff

    Non Farm Payrolls mengalami peningkatan

    Pada grafik di atas terlihat unemployment rate di bulan November di level 5% sudah mendekat level rata-rata sebelum krisis ekonomi 2008. Selain itu, data hiring (Change in Non Farm Payrolls) November 2015 mengalami peningkatan 211k.

    Pertumbuhan lapangan pekerjaan AS diatas ekspektasi pasar (211k vs 190k ekspektasi) menambah optimisme bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan tetap dilakukan di akhir tahun ini. Pertumbuhan lapangan pekerjaan ini dianggap dapat membersihkan rintangan terakhir bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.

    Berdasarkan estimasi IMF, perekonomian dunia tahun diestimasi lebih baik dibandingkan tahun 2015. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 diprediksi tumbuh 3,6% diatas prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini diprediksi tumbuh 3,1%. Proyeksi IMF dilakukan dengan mengukur estimasi output setiap negara, berdasarkan daya beli masyarakat.

    Sumber: Data complied by Bloomberg

    Dalam pidatonya dalam The Economic Club of Washington, Jeanet Yellen berpendapat lapangan pekerjaan AS saat ini belum penuh dan masih memiliki potensi untuk tumbuh. Yellen memberikan 3 alasan untuk pendapatnya ini.

    Pertama, partisipasi angkatan kerja AS masih tertekan dan terdapat sekitar 2 juta orang yang kemungkinan kembali ke lapangan pekerjaan dengan upah yang lebih tinggi. Kedua, Yellen melihat ruang untuk menurunan part-time worker karena saat ini pertumbuhan lapangan kerja juga dikontribusi oleh pertumbuhan part-time workers. Ketiga, belum adanya pertumbuhan upah. Hal ini tentunya menambah peluang adanya stimulus tambahan AS untuk m