Lapkas GNAPS Astri

download Lapkas GNAPS Astri

of 26

  • date post

    14-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    0

Embed Size (px)

description

. PrinsipAntibodi yang terdapat pada serum sampel akan bereaksi dengan antigen pada reagen membentuk kompleks antigen antibodi yang berupa aglutinasi.b. Alat - alatAlat yang digunakan dalam pemeriksaan widal adalah:1) Spuit2) Tabung reaksi3) Centrifuge4) Pipet5) Kaca widal6) Batang pengaduk7) Kapas alkohol8) Tourniquet9) Mikro pipet10) Yellow tip11) Rotatorc. Bahan - bahanBahan yang digunakan dalam pemeriksaan widal adalah:1) Serum2) Reangen typoid O3) Reagen typoid H4) Alkohol5) EDTAd. Cara kerja1) Darah vena diambil sebanyak 2 ml dengan menggunakan spuit.2) Darah dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah berisi EDTA.3) Darah yang telah dicampur EDTA tadi diputar dengan menggunakan centrifuge selama ± 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm.4) Serumnya diambil dengan menggunakan mikro pipet sebanyak 20 ul dan diletakkan pada kaca widal A dan B

Transcript of Lapkas GNAPS Astri

BAB ISTATUS MEDIS PASIEN

1.1 IDENTITAS PASIEN Nama : An. A Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 23 Agustus 2003 Usia : 11 Tahun 10 Bulan Jenis Kelamin : Laki-Laki Agama: Islam Alamat: Jl. Prapatan Semper No.14 RT. 13, Jakarta Utara Anak ke : 5 dari 6 bersaudara Nama ayah: Tn. L Tanggal MRS: 31 Mei 2015 Nomor RM : 207926 Dokter yang merawat : dr. Primo, Sp.A

1.2 ANAMNESISAutoanamnsis Minggu, 31 Mei 2015 Keluhan utama :Bengkak pada kelopak mata dan wajah sejak hari Sabtu, 1 hari SMRS. Riwayat penyakit sekarang :Bengkak dikeluhkan pasien sejak hari Sabtu, 1 hari SMRS. Bengkak pertama kali di kelopak mata, lalu keesokan harinya bengkak pada wajah. Bengkak disadari pasien bertambah ketika pasien bangun tidur pagi hari. Selain diwajah tidak ada bengkak ditempat lain. Pasien juga merasakan nyeri tenggorokan tapi nyerinya hilang timbul. Nyeri tenggorokan dirasakan pasien sejak 2 minggu yang lalu. 2 minggu yang lalu pasien juga mengeluh demam selama tiga hari berturut-turut, demam terus menerus tidak menggigil, kemudian pasien berobat ke puskesmas diberi 3 macam obat sirup (parasetamol, dua lagi tidak tahu) tapi tidak sembuh. Selain itu pasien juga mengeluh kadang-kadang sakit kepala. Nafsu makan berkurang. BAK cokelat seperti warna coca-cola dan saat ditanya volumenya pasien mengaku tidak bisa mengira.

Saat kunjungan ke UGD pasien mengatakan bahwa ia merasakan sesak, sesak dirasakan sejak malam hari ketika tidur, membaik dalam posisi duduk atau posisi tidur miring kanan/kiri. Keluhan sesak baru disadari sejak 1 bulan terakhir. Pasien menceritakan bahwa ia tidak bisa melakukan aktivitas berat seperti lari jarak jauh serta jenis olahraga lainnya. Ketika serangan sesak muncul tubuh pasien tidak kebiruan., sejak kecil ibu pasien menceritakan bahwa anaknya tetap dapat melakukan kegiatan (bermain, lari, jongkok) seperti anak pada umumnya, tidak ada keluhan kebiruan saat menangis maupun keluhan lain. Pasien juga merasakan batuk semenjak kurang lebih 1 minggu yang lalu. Keluhan lain seperti nyeri dada, pilek, mual, muntah disangkal. Orang tua pasien juga mengatakan bahwa anaknya tidak memiliki riwayat alergi terhadap terhadap debu, cuaca, makanan serta obat.Selama sakit pasien tampak pucat dan lemah. Karena keluhan tersebut maka keesokan harinya pasien dibawa ke puskesmas oleh orang tua dan langsung dirujuk ke UGD RSIJ Sukapura serta diputuskan untuk mendapatkan pengobatan rawat inap.

Riwayat penyakit dahulu :Pasien belum pernah mengalami hal seperti sebelumnya. Tidak ada riwayat pembedahan dan trauma. Pasien tidak mengkonsumsi obat jangka panjang. Riwayat penyakit keluarga :Kakak ketiga berumur 18 tahun, menceritakan bahwa ia mengalami hal yang sama. Pada saat diruangan, tampak udem pada kedua kaki kakak. Riwayat penyakit lain dalam keluarga seperti asma, hipertensi, diabetes melitus disangkal. Riwayat pengobatan : Pasien pernah berobat ke puskesmas pada saat demam, batuk dan pilek saja, namun untuk keadaan seperti sekarang ibu pasien mengaku bahwa pasien belum diberikan obat.

Riwayat alergi :Ibu pasien mengatakan, anakanya tidak ada riwayat alergi obat, makanan, cuaca dan debu. Riwayat psikososial :Tinggal di rumah bersama ayah, ibu, 5 saudara kandungnya, 1 kakak ipar dan 2 ponakan. Tinggal dipinggir jalan raya, orang tua membuka usaha warung tegal, hubungan dengan tetangga sangat baik, karena Ayah mendapat amanah sebagai ketua RT. Rumah memiliki 2 jendela. Lingkungan sekitar tempat tinggal bersih. Kondisi lingkungan rumah ramai penduduk. Jarak rumah dengan tetangga sangat dekat. Tempat pembuangan sampah tersedia. Sumber air bersih dari air tanah dan air sumur, sumber air minum dari air gallon isi ulang kadang air minum dimasak sendiri dari kran. Kesan: Secara umum lingkungan rumah bersih dan ventilasi kurang baik. Riwayat kehamilan ibu :Merupakan kehamilan dan kelahiran kelima dengan usia kehamilan 39 minggu. Selama hamil ibu mengaku tidak pernah sakit dan hanya bengkak di kaki. Tidak ada riwayat darah tinggi selama masa kehamilan. Ibu tidak mengonsumsi obat-obatan dan jamu, tidak merokok, tidak minum minuman keras selama kehamilan. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Kesan: Tidak terdapat penyulit selama kehamilan. Riwayat persalinan :Lahir melalui persalinan normal, ditolong bidan, lahir pada usia kehamilan 39 minggu (cukup bulan), menangis spontan, tidak ada cacat, warna kulit bayi tidak kuning BBL: 3700 gram, PBL: 51 cmKesan: Berdasarkan kurva lubchenko, berat lahir anak ini termasuk kategori sesuai untuk masa kehamilan (SMK) Riwayat pemberian makan : ASI sejak usia 0 6 bulan tanpa makanan tambahan lainnya. Susu formula mulai diberikan pada usia 7 bulan Makanan mulai diberikan pada usia 7 bulan berupa bubur bayi dan ibu sambil terus memberikan ASI Sekarang mengkonsumsi makanan rumah tangga Pasien makan 3x dalam sehari. Pagi: nasi 1 piring, lauk pauk (tempe, tahu, ayam, daging), sayur Siang: nasi, lauk pauk (tempe,tahu, ayam, daging, ikan, telur dadar), sayur, buah (melon, pisang, pepaya, semangka) Malam: nasi, lauk pauk (tempe,tahu, ayam, daging, sop), sayur

Riwayat imunisasi : BCG : 1x, umur 2 bulan Polio : 4x, umur Lahir,2, 4, 6 bulan Hepatitis B : 3x, umur Lahir, 1, 6 bulan DPT : 3x, umur 2, 4, 6 bulan Campak : 1x, umur 9 bulan

Kesan : Imunisasi dasar lengkap, tidak diberikan imunisasi tambahan.

1.3 PEMERIKSAAN FISIK

Status Pasien Keadaan umum: Tampak sakit sedang Kesadaran: Compos Mentis Nadi: 100 x/menit, reguler, isi lemah Respirasi: 30 x/menit Suhu: 37,1 C

Antropometri dan Status Gizi AntropometriBerat Badan: 26 kgTinggi Badan: 120 cm Status GiziIMT = 26kg/1,22m = 18,05 Kesan : Berdasarkan kurva CDC (2011) dan American Academy of Pediatric (AAP) status gizi anak kategori normal karena tepat pada persentil 50.Status GeneralisKelainan mukosa kulit/subkutan yang menyeluruh Pucat: (+) Sianosis: (-) Ikterus: (-) Perdarahan: (-) Turgor: