Kajian Teori Pemberdayaan Masyarakat Miskin

download Kajian Teori Pemberdayaan Masyarakat Miskin

of 25

  • date post

    20-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    67
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan

Transcript of Kajian Teori Pemberdayaan Masyarakat Miskin

48

BAB IIKAJIAN TEORI EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

Dalam kajian teori ini peneliti akan membahas beberapa konsep yang terkait dengan judul penelitian. Konsep-konsep yang akan dibahas adalah konsep mengenai efektivitas, konsep efektivitas program, konsep pemberdayaan, konsep pemberdayaan masyarakat dan konsep kemiskinan. dalam membahas konsep-konsep tersebut, peneliti mengambil pendapat dari berbagai ahli dari sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya.

2.1 Konsep Efektivitas Efektivitas berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas selalu terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil sesungguhnya dicapai. Chung & Megginson (1981:506, dalam Siahaan, 1999:17) mendefinisikan efektivitas sebagai istilah yang diungkapkan dengan cara berbeda oleh orang-orang yang berbeda pula. Namun menurut Chung & Megginson yang disebut dengan efektivitas ialah kemampuan atau tingkat pencapaian tujuan dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan agar organisasi tetap survive (hidup). Dari kedua definisi yang dikemukakan oleh Drucker tersebut, maka jelaslah perbedaan antara efektivitas dengan efisiensi. Dalam kamus The New Grolier Webster International Dictionary of The English Langguage (1974, dalam Mertha 1999) memberikan pengertian efektivitas sebagai kata benda (noun) dari kata effective yang artinya producing the intended or expected result; adapted for a desired end. Artinya adalah sejauhaman hasil dan tujuan sudah dicapai. Sedangkan efisiensi dalam kamus tersebut dinyatakan sebagai competence for ones duties; power of producing intended effect in relation to cost in time, money, and energy; the ratio of resulting useful work to the energy expected. Efisiensi dalam hal ini berkenaan dengan sejauhmana penggunaan kekuatan yang berhubungan dengan waktu, biaya dan tenaga. Berdasarkan kamus tersebut terlihat jelas perbedaan antara efektivitas dengan efisiensi.Menurut Subagyo (2000) efektivitas adalah kesesuaian antara output dengan tujuan yang ditetapkan. Tingkat efektivitas program dalam hal ini menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan program yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan. Tingkat kualifikasi efektivitas menurut Keputusan Menpan No Kep./25/M/MPan/2/2004, sebagaimana yang disajikan pada Tabel II.1

24TABEL II.1TINGKAT KUALIFIKASI EFEKTIVITASNo.Nilai IntervalTingkat Efektivitas

1Dibawah 40Sangat tidak efektif

240-59,99Tidak efektif

360-79,99Cukupefektif

4Diatas 79,99Sangat efektif

Sumber : SK.Menpan No.25/M/MPan/2/2004

Efektivitas adalah suatu keadaan yang terjadi karena dikehendaki. Kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu dan memang dikehendaki, maka pekerjaan orang itu dikatakan efektif bila menimbulkan akibat atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki sebelumnya (Gie, 1997). Adapun pengertian efektivitas menurut Hadayaningrat adalah sebagai berikut: Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Handayaningrat, 1995:16). Menurut Handayaningrat efektifitas merupakan sebuah pengukuran dimana suatu target telah tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.Pendapat Arens and Lorlbecke yang diterjemahkan oleh Jusuf (1999:765), mendefinisikan efektivitas sebagai berikut: Efektivitas mengacu kepada pencapaian suatu tujuan, sedangkan efisiensi mengacu kepada sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan itu. Sehubungan dengan yang Arens dan Lorlbecke tersebut, maka efektivitas merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Supriyono mendefinisikan pengertian efektivitas, sebagai berikut:Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar konstribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilaipencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut (Supriyono, 2000:29).Oleh karena itu, dapat dijelaskan bahwa efektivitas merupakan hubungan keluaran tanggung jawab dengan sasaran yang harus di capai. Semakin besar keluaran yang dihasilkan dari sasaran yang akan dicapai maka dapat dikatakan efektif dan efisien. Suatu tindakan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dan menekankan pada hasil atau efeknya dalam pencapaian tujuan.

2.2 Konsep Efektivitas Program Penilaian terhadap tingkat kesesuaian program merupakan salah satu cara untuk mengukur efektivitas program. Efektivitas merupakan kriteria evaluasi yang dapat diukur bilamana suatu kebijakan program dapat mencapai hasil (efek) dan memberi pengaruh yang diinginkan (Sawicki dalam Awita, 1998).Sementara itu pendapat peserta program dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menentukan efektivitas program. Hal tersebut dinyatakan oleh Kerkpatrick yang dikutip oleh Cascio (1995) bahwa evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan dapat dilakukan, diantaranya melalui reaksi peserta terhadap program yang diikuti. Bermanfaatkah dan puaskah peserta pelatihan terhadap program. pelatihan merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur reaksi peserta terhadap program pelatihan (Tulus,1996).Budiani (2007:53) menyatakan bahwa untuk mengukur efektivitas suatu program dapat dilakukan dengan menggunakan variabel-variabel sebagai berikut :1) Ketepatan sasaran programYaitu sejauhmana peserta program tepat dengan sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya.2) Sosialisasi programYaitu kemampuan penyelenggara program dalam melakukan sosialisasi program sehingga informasi mengenai pelaksanaan program dapat tersampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan sasaran peserta program pada khususnya.3) Tujuan programYaitu sejauhmana kesesuaian antara hasil pelaksanaan program dengan tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya.4) Pemantuan programYaitu kegiatan yang dilakukan setelah dilaksanakannya program sebagai bentuk perhatian kepada peserta program.

2.3 Pemberdayaan Masyarakat 2.3.1 Pengertian Pemberdayaan MasyarakatSecara umum pemberdayaan telah didefinisikan dengan berbagai pendapat. Konsep pemberdayaan mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat people-centered, participatory, empowering, and sustainable (Chambers, 1995 dalam Kartasasmita, 1996). Menurut pendapat akademis pemberdayaan dilihat sebagai masyarakat yang mendapat kontrol. Arti dari kontrol dapat diterapkan untuk konteks tertentu tetapi umumnya menyiratkan pada menentukan pilihan dan kebebasan tindakan bagi orang lain yang terkena dampak (Somerville, 1998 dalam Lawson dan Kearns, 2010:1461). Menurut Korten (1992) pemberdayaan adalah peningkatan kemandirian rakyat berdasarkan kapasitas dan kekuatan internal rakyat atas SDM baik material maupun non material melalui redistribusi modal. Pemberdayaan juga berarti meningkatkan keadaan sosial, kesetaraan dan emansipasi (Ledwith, 2005 dalam Lawson dan Kearns, 2010;1462).Sedangkan menurut Gibson & Woolcock (2005:1) dalam Adiyoso (2009:23), pemberdayaan sebagai proses untu meningkatkan kapasitas individu dalam menentukan pilihan dan mewujudkan pilihan tersebut dengan tindakan nyata. Istilah Menurut Bank Dunia dan banyak lembaga pembangunan lainnya, pemberdayaan yaitu meningkatkan kapasitas individu atau kelompok untuk membuat pilihan dan mengubah pilihan-pilihan dalam tindakan dan hasil yang diinginkan. Penguatan masyarakat diarahkan untuk melihat peluang yang berkembang di lingkungan kelompok dan masyarakat global agar dapat dimanfaatkan bagi perbaikan kehidupan pribadi, kelompok, dan masyarakat global (UNDP, 1998 dalam Mardikanto dan Soebianto, 2012:70). Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah untuk:(a) memilki akses terhadap sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan.(b) berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka. Pemberdayaan menunjuk pada usaha pengalokasian kembali kekuasaan melalui pengubahan struktur sosial (Swift dan Levin, 1987 dalam Mardikanto dan Soebianto, 2012:27).Pemberdayaan juga dapat diartikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat luas agar mereka memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan dan mengontrol lingkungannnya agar dapat memenuhi keinginan-keinginannya, termasuk aksesbilitasnya terhadap sumberdaya yang terkait dengan pekerjaannya, aktivitas sosialnya, dll.Karena itu, World Bank (2001) mengartikan pemberdayaan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan dan kemampuan kepada kelompok masyarakat (miskin/tidak berdaya) untuk mampu dan berani bersuara (voice) atau menyarakan pendapat, ide tau gagasan-gagasannya, serta kemampuan dan keberanian untuk memilih (choice) sesuatu (konsep, metoda, produk, tindakan, dll) yang terbaik bagi pribagi, keluarga, dan masyarakatnya. Dengan kata lain, pemberdayaan masyarakat merupakan proses meningkatkan kemampuan dan sikap kemandirian masyarakat.Kemandirian mengorganisasikan diri mengandaikan suatu keadaan dimana masyarakat memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri tanpa tergantung kepada pemerintah atau penguasa tetapi juga kesadaran politik untuk selalu ikut terlibat dalam proses-proses politik melalui mekanisme kontrol terhadap kekuasaan, khususnya berkenaan dengan aturan-aturan poitik yang secara lansung bersentuan dengan mereka. Prespektif inilah yang sangat dominan dalam wacana civil society (Muhammad, 2000).Fokus dalam pemberdayaan adalah masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat sangat tergantung pada aktivitas yang dilakukan masyarakat dalam suatu kawasan permukiman. Sehingga pemberdayaan didefinisikan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampu