Jamur-Jamur Subkutan

Click here to load reader

  • date post

    12-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Jamur-Jamur Subkutan

Jamur-Jamur Subkutan

Dr. Nurdin Siregar, SpMK1

1. Candida Albicans Penyakitnya dilaporkan oleh Gruby 1842 Merupakan jamur khamir Ditemukan pada manusia dan binatang sebagai saprofit Penyakitnya : Disebut Kandidiasis Dapat menyerang : - Kulit, kuku - Selaput lendir - Organ-organ dalam Pada manusia sering ditemukan - Dalam mulut orang sehat - Dalam tinja - Pada kulit 2 - Dibawah kuku

Faktor-faktor Predisposisi :1. Faktor Fisiologis - Kehamilan, umur- Siklus menstruasi

2. Faktor Non Fisiologis - Maserasi kulit- Kerusakan mukosa mulut - Gangguan nutrisi - Kelainan endokrin/ DM - Keganasan pada jaringan - Pemberian beberapa obat, seperti antibiotik - KU kurang baik - Penyakit infeksi - Defisiensi imun/ AIDS

3

Biakan Pada SGA

Tipe koloni yeast like Koloni basah/ lembek Putih seperti kapur sirih Seperti koloni Stafilokokus Pada media bisa terbentuk Pseudomycelium

4

MikroskopisPewarnaan gram dapat dilihat : o Sel, bulat/ oval, besar heterogen o Budding sel/ tunas o Mycelium o Pseudomycelium o Blastospore o Chlamydiospore o Diameter (1-5)(5-30 mikron)

5

Penyakit-penyakit Oleh Candida :

1.2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.9.

Bisa Akut/ Kronis Kandidiasis Kulit Kandidiasis Kuku Kandidiasis Selaput lendir Kandidiasis Intestinal Kandidiasis Vagina Kandidiasis Sudut mulut Kandidiasis Saluran nafas Kandidiasis Hematogen Kandidiasis Kandung kemih6

Diagnosis Lab1. Specimen : - Jaringan - Darah, abses, urine - Sputum, tinja, usap tenggorok 2. Pewarnaan Gram 3. Biakan/ Kultur SDA + Antibiotik 4. Reaksi Serologis - Tes Imunodifusi - Tes Indirect Fluorecent Antibody

7

8

2. Lobomycosis (Keloidal Blastomycosis)

-

Pertama kali dilaporkan Dr. Jorgen Lob, 1931 Infeksi kronis pada kulit Penyebabnya : Lacazia Loboi Nama lama : Loboa Loboi Natural Infection : - Manusia - Dolphins

9

MorfologiTipe koloni Yeast Like Bentuk sel, sferis/ oval Dinding sel, tebal, double refractive

ReproduksiDengan Budding Biasanya membentuk rantai sel, berhubungan dengan Tube sempit seperti jembatan

10

Epidemiologi Endemik, Amerika tengah dan selatan Saprofit, ditanah Infeksi terjadi Trauma pada kulit Banyak terlihat pada : - Petani - Pekerja tambang - Pemburu - Pekerja kebun karet

11

Gejala Klinis - Tumbuh nodul kulit, berkembang perlahan-lahanakhirnya terbentuk lesi seperti nodular keloid pada : wajah, telinga, lengan, kaki

Diagnosis Lab- Dengan pewarnaan : GMS, PAS, HE - Terlihat dinding sel hyalin berlapis dua tebal - Budding selnya harus dibedakan dari : - P. Brasiliensis - H. Capsulatum - S. Schenckii - Loboa Loboi belum dapat dibiakkan

12

13

3. RhinosporidiosisDefinisi - Suatu penyakit granulomatous pada manusia, hewan, dengan karakteristik adanya pembentukan polip terutama di : - Nasopharyng - Ocular konjunctiva Etiologi - Rhinosporidium Seeberi Agent - Ditemukan Dr. Guillermo Seeberi, 190014

Morfologi Belum dapat dibiakkan In Vitro Deskripsi morfologi Berdasarkan Sediaan Jaringan Developmental Form : 1. Sporangia + Endospora 2. Trophocyte Sporangiospore (endospore) Trophocyte Sporangium

15

Gejala Klinis

Slow Growing Polypoid atau Tumor Like Masses Mukosa hidung, conjunctiva Auto Inoculation Gejala : - Nasal Obstruksi - Perdarahan Tidak menular

Diagnosis LabTrophocyte Sporangia - HE - Mayers Mucicarmine16

4. Sporotrikosis

Jamur Penyebab : Sporotrichum Schenckii Morfologi : - Jamur Dimorfik - Pada suhu kamar - Koloni Filamen Putih - Hipa halus - Spora tersusun seperti bunga diujung konidiofora - Pada suhu 37C - Membentuk Koloni ragi - Blastospora, bulat/ lonjong17

Gambaran Klinis1. 2. 3. 4.

Sporotrikosis Kulit Sporotrikosis Limfatika Lokalisata Sporotrikosis Pulmonum Sporotrikosis Diseminata

18

Diagnosis Lab

Specimen : - Nanah, aspirasi abses - Sputum, Jaringan ulkus Pewarnaan/ Pulasan : - Hematoksilin Eosin/ HE - Jamur sulit ditemukan - Pulasan Gram Jamur - Periodik Acid Schiff/ PAS Mudah - Gomori Methenamine Silver Stain Dilihat Biakan pada Medium Sabouraud, suhu kamar - Koloni filamen - Susunan konidia khas seperti bunga Biakan Suhu 37C Koloni ragi19

Percobaan binatang : - Suntikan nanah kedalam peritoneummencit jantan - Dalam waktu 1-2 minggu Orkitis - Dalam jaringan testis Blastospora bulat/ lonjong

20

5. Kromomikosis1. 2. 3.

4.5.

Jamur Penyebab : Phialophora Verrucosa Phialophora Pedrosoi Phialophora Compactum Phialophora Dermatitidis Cladosporium Carionii

21

Morfologi

Tergolong jamur dematiaceae, jamur warna gelap - Hijau keabu-abuan - Hujau kehitam-hitaman - Coklat kehitam-hitaman Membentuk koloni filamen Sporulasi tiap species berbeda

22

Diagnosis Lab

Specimen : - Kerokan kulit - Biopsi jaringan - Bahan autopsi Pewarnaan : larutan KOH 10-20% - Morfologi : - Spora tengguli, berdinding tebal - Dengan atau tanpa sekat - Spora satu-satu/ berkelompok - Spora dapat membelah jadi dua/ lebih - Dari abses tampak hipa tengguli, bercabang23

Biakan pada Agar Sabouraud : - Pada suhu kamar - Membentuk koloni filamen warna tengguli tua/ hijau kehitam-hitaman Ada 3 macam sporulasi : - Tipe Hormodendrum - Tipe Akroteka - Tipe Fialofora

24

6. Micetoma

Adalah kumpulan gejala yang disebabkan infeksi jamur pada jaringan dibawah kulit Sinonim : 1. Madura Foat 2. Maduro Mikosis Sejarah : - Pertama kali dilaporkan oleh John Gill, 1842, di madras india - Van Dyke Carter, 1860, menyebut penyakit ini micetoma, karena penyebabnya jamur25

Penyebab Micetoma1. Micetoma Aktinomikotik oleh Schizomycophyta yaitu: - Aktinomyces - Nocardia - Streptomyces 2. Micetoma Maduro Mikotik oleh Eumycophyta yaitu : - Madurella Mycetomi - Allescheria Boydii/ Monosporium Apiospermum

26

Morfologi

Didalam jaringan/ abses koloni berupa hipa-hipa jamur membentuk gumpalan disebut butir-butir jamur/ granule Warna butir-butir jamur : putih, kekuning-kuningan, tengguli hitam tergantung species jamur Penyakit disebut Micetoma Aktinomikotik Bila butir-butir jamur terdiri atas hipa halus lebar kurang 1 mikron Disebut Micetoma Maduromikotik bila terdiri atas hipa-hipa kasar lebar lebih dari 1 mikron Pada Media Agar Sabouraud : - Pada suhu kamar 27 - Jamur membentuk koloni filamen

Gejala KlinisInfeksi micetoma terjadi : - Melalui trauma/ tusukan duri - timbul kelainan pada tempat tusukan - Mula-mula tumor kecil, makin lama membesar - merusak jaringan dan tulang - kemudian membentuk abses dan fistel - Dari fistel keluar nanah - Dalam nanah dan jaringan bawah kulit membengkak ditemukan butir-butir jamur/ granula - Pembengkakan tidak terasa sakit - Proses berlangsung menahun - Micetoma banyak terdapat : - kaki/ Micetoma Pedis - Kadang-kadang pada tungkai tangan & bahu

28

Diagnosis Lab

Specimen, nanah, jaringan biopsi Nanah diambil : - Secara langsung dari fistel - Aspirasi abses Butir-butir jamur/ granula diwarnai dengan KOH 10% Pemeriksaan mikroskopis tampak : - Gumpalan hipa berwarna putih/ kekuningan - Granula halus berukuran 1-2 mm29

Macam pewarnaan untuk membedakan Jamur1. Pulasan Ziehl Neelsen - Untuk membedakan Nocardia Asteroides dan N. Brasiliensis dengan jamur lain 2. Pulasan HE - Untuk melihat hipa halus/ lebar 3. Pulasan GMS - Untuk melihat struktur jamur - Kemungkinan granula dibentuk oleh kuman (Botriomikosis) 4. Pembiakan bahan klinis : - Pada Agar Sabouraud secara aerob, suhu kamar - Jika diduga penyebabnya Aktinomyces Israelii biakan secara anaerob

30

Epidemiologi Micetoma tidak menular Infeksi terjadi karena tusukan duri/ ranting kayu yang mengandung jamur penyebab Banyak ditemukan pada : - Petani - Pekerja perkebunan

31

32

33

34

35

36