BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Tentang Plumbum II.pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2. 1. Tinjauan...

Click here to load reader

  • date post

    24-Mar-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Tentang Plumbum II.pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2. 1. Tinjauan...

  • 6

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Tinjauan Tentang Plumbum

    2.1.1 Definisi Plumbum

    Logam merupakan unsur yang dapat bertindak sebagai konduktor listrik

    yang baik dan mempunyai konduktivitas panas tinggi, berkilau, lunak atau mudah

    ditempa, serta mempunyai kerapatan, kekerasan, dan keelektropositifan yang

    tinggi. Logam berat didefinisikan sebagai logam yang memiliki masa jenis > 5

    gr/cm 3 dengan nomor atom 23 sampai dengan 92 atau terletak pada bagian kanan

    bawah dari tabel periodik. Sebaliknya, logam ringan merupakan logam yang

    mempunyai berat jenis

  • 7

    logam berat berwarna kelabu kebiruan, lunak, titik leleh 327°C, dan titik didih

    1.620°C.

    Pb banyak ditemukan dalam perairan. Masuknya Pb ke dalam perairan

    terjadi melalui proses pengendapan yang berasal dari aktivitas industri, rumah

    tangga, erosi, jatuhan partikel sisa pembakaran, yang mengandung tetraetil, air

    limbah dari aktivitas pertambangan bijih Pb, dan limbah industri baterai.

    Pb adalah logam yang berwarna abu-abu kebiruan, dengan rapatan yang

    tinggi (11,48 gr/ml pada suhu kamar). Pb memiliki nomor atom 82, berat atom

    207,9, jari-jari atom 1,75 A° dan jari-jari ion (4 ± 0,76) A°. Pb mudah larut dalam

    asam nitrat dan menghasilkan senyawa Pb nitrat dan air. Partikel Pb mempunyai

    ukuran 0,045-0,33 µm. Aerosol Pb yang mempunyai ukuran 0,05 µm mempunyai

    kecepatan pengendapan 8,71 x 10 -5

    cm/s (Ulfin dalam Purnomo, 2007).

    Sifat-sifat dan kegunaan Pb adalah (a) mempunyai titik lebur yang rendah

    sehingga mudah digunakan dan murah biaya operasionalnya, (b) mudah dibentuk

    karena lunak, (c) mempunyai sifat kimia yang aktif sehingga dapat digunakan

    untuk melapisi logam untuk mencegah perkaratan, (d) bila dicampur dengan

    logam lain membentuk logam campuran yang lebih bagus daripada logam

    murninya, (e) kepadatannya melebihi logam lainnya.

    Pb merupakan salah satu logam berat non essensial yang sangat berbahaya

    dan dapat menyebabkan keracunan (toksisitas)pada makhuk hidup. Racun ini

    bersifat kumulatif, artinya sifat racunnya akan timbul apabila terakumulasi dalam

    jumlah yang cukup besar dalam tubuh makhluk hidup. Pb terdapat dalam air

  • 8

    karena adanya kontak antara air dengan tanah atau udara tercemar Pb, air yang

    tercemar oleh limbah industri atau akibat korosi pipa.

    2.1.2 Karakteristik

    Menurut Sudarwin (2008) karakteristik dari Logam Plumbum (Pb) adalah

    logam bewarna kebiru-biruan sampai abu pudar, mempunyai berat tipis yang

    tinggi dan lunak. Kelarutan Pb adalah larut dalam HNO3 encer dan pekat, sedikit

    larut dalam HCL dan H2SO4 pekat.

    Nomor/Berat : 82/207,21

    Berat jenis : 11,34

    Titik lebur : 327,4 o C

    Titik didih : 1.620 o C

    2.1.3 Penggunaan Plumbum

    Pb merupakan jenis logam berat yang secara fisik bersifat lunak, berwarna

    cokelat, serta mudah dimurnikan dari pertambangan. Logam Pb memiliki nomor

    atom 82, bobot atom 207.21, dan ev 2-4. Masyarakat mengenal Pb sebab Pb

    banyak digunakan di pabrik-pabrik seperti pabrik baterai, percetakan tinta, dan

    lain-lain. Beberapa karakteristik Pb adalah sebagai berikut:

    a. Memiliki titik lebur yang rendah, sehingga mudah digunakan an biaya

    penggunaannnya murah.

    b. Lunak sehingga mudah dibentuk

    c. Memiliki sifat kimia yang aktif, sehingga dapat digunakan untuk melapisi

    logam murninya jika dicampur dengan logam lain.

  • 9

    d. Lebih padat dibanding logam yang lain

    Baterai kendaraan bermotor merupakan produk yang menggunakan Pb

    dalam jumlah besar. Bagian baterai yang menggunakan Pb adalah elektroda

    dengan kandungan Pb sekitar 93%. Bentuk Pb yang digunakan adalah PbO2 dan

    Pb logam karena baik untuk merangsang arus listrik.

    Industri baterai menggunakan Pb untuk lead oxide sebagai bahan baku.

    Industry zat warna menggunakan Pb sebagai pewarna merah dan pewarna kuning

    pada cat. Industry pengecoran dan pemurnian menghasilkan Pb konsentrat dari

    potongan logam. Idustri bahan bakar menggunakan Pb sebagai anti knock pada

    bahan bakar berupa tetraetil lead. Industry kabel menggunakan Pb sebagai lapisan

    kabel meskipun sekarang lebih banyak menggunakan campuran logam Cd, Fe, Cr,

    Au, dan As.

    Logam Pb juga digunakan pada produksi logam lainnya yaitu seperti

    amunisi, kabel, dan solder. Kandungan Pb juga menjadi bahan baku atau

    campuran untuk pembuatan tinta, sekering, dan alat listrik lainnya. Logam secara

    alami terdapat di alam dan digunakan sebagai bahan bakuberbagai jenis industri

    yang memproduksi berbagai kebutuhan manusia.Benda yang berasal dari logam

    banyak digunakan dalam kehidupan seharihari antara lain untuk alat perlengkapan

    rumah tangga, memberi warnaterang pada perkakas, sebagai pelarut emas, dan

    lain-lain. Meningkatnya industrialisasi dimana banyak yang menggunakan unsur

    logam sebagai bahan baku, meningkatkan risiko terjadinyapencemaran

    lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan baik padamanusia, hewan,

    tanaman.

  • 10

    2.2 Tinjauan Tentang Pencemaran Bahan Makanan

    Logam secara alami terdapat di alam dan digunakan sebagai bahan baku

    berbagai jenis industri yang memproduksi berbagai kebutuhan manusia. Benda

    yang berasal dari logam banyak digunakan dalam kehidupan seharihari antara lain

    untuk alat perlengkapan rumah tangga, memberi warna terang pada perkakas,

    sebagai pelarut emas, dan lain-lain. Dengan meningkatnya industrialisasi dimana

    banyak yang menggunakan unsur logam sebagai bahan baku, meningkatkan risiko

    terjadinya pencemaran lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan baik pada

    manusia, hewan, tanaman.

    Efek toksik dari logam berat dapat menghalangi kerja enzim yang

    berakibat mengganggu metabolisme tubuh, menyebabkan alergi, bersifat mutagen,

    teratogen atau karsinogen baik bagi manusia maupun hewan. Masalah kesehatan

    akan timbul akibat logam ini, dokter perlu mengetahui lebih lanjut tentang gejala-

    gejala yang timbul akibat logam ini dan penatalaksanaan (Kemenkes RI, 2012)

    Logam berat bersifat tidak dapat dihancurkan oleh organisme hidup di

    lingkungan, sehingga logam berat termasuk Pb ini akan terakumulasi di

    lingkungan serta mengendap di dasar perairan membentuk senyawa kompleks

    dengan bahan organic dan bahan anorganik. Pencemaran udara oleh logam berat

    disebabkan gas buangan kendaraan bermotor. Beberapa wilayah seperti terminal

    bus dan daerah padat lalu lintas memiliki udara dengan kadar logam Pb sekitar 2-

    8 mg/m 3 udara.

    Asap kendaraan sebagai hasil dari pembakaran bahan bakar yang

    mengandung bahan tambahan Pb dapat menghasilkan emisi Pb anorganik. Logam

  • 11

    Pb dari emisi gas buangan kendaraan menyumbang 65% pencemaran udara.

    Logam berat dalam air mudah terserap dan tertimbun dalam fitoplankton yang

    merupakan titik awal dari rantai makanan, selanjutnya melalui rantai makanan

    sampai ke organisme lainnya (Alsuhendra, 2013).

    Logam berat yang terikat dalam sedimen relatif sukar untuk lepas kembali

    melarut dalam air, sehingga semakin banyak jumlah sedimen maka semakin besar

    kandungan logam berat di dalamnya. Unsur-unsur logam berat dapat masuk ke

    tubuh manusia melalui makanan dan minuman serta pernafasan dan kulit.

    Peningkatan kadar logam berat dalam air laut akan diikuti oleh peningkatan logam

    berat dalam tubuh ikan dan biota lainnya, sehingga pencemaran air laut oleh

    logam berat akan mengakibatkan ikan yang hidup di dalamnya tercemar.

    Pemanfatan ikan-ikan ini sebagai bahan makanan akan membahayakankesehatan

    manusia

    Logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan adalah

    merkuri (Hg), Pb (Pb), arsenik (Ar), kadmium (Cd), kloronium (Cr) dan nikel

    (Ni). Logam-logam tersebut dapat menggumpal di dalam tubuh organisme dan

    tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu yang lamasebagai racun yang

    terakumulasi.

    2.2.1 Tinjauan Tentang Pencemaran Bahan Makanan di Air

    Amerika Serikat ditemukan kadar Pb dalam air minum mencapai 50 µg/l

    yang disebabkan oleh pemakaian tandon dan pipa air minum yang berlapiskan Pb.

  • 12

    Indonesia juga mempunyai nilai ambang batas Pb untuk air bersih dan air minum

    berdasarkan Permenkes RI No. 416 tahun 1990 yaitu sebesar 0,05 mg/l.

    Pb yang ada di dalam air dapat masuk ke dalam organisme di perairan, dan

    jika air tersebut merupakan sumber air konsumsi masyarakat maka Pb tersebut

    tentunya akan masuk ke dalam tubuh manusia. Baku mutu Pb di perairan

    berdasarkan PP No. 20 tahun 1990 adalah 0,1 mg/l. Pada analisa kandungan Pb

    dalam tumbuhan air didapatkan 13,0 mg/kg Pb pada pajanan 10 μg/l. Akar

    tumbuhan mengandung 2,5 kali lebih tinggi dari batang.

    Air yang mengandung Pb, jika digunakan untuk menyiram tanaman akan

    menimbulkan risiko masuknya Pb ke dalam tanaman. Hasil penelitian

    pemanfaatan air Sungai Bengawan Solo yang mengandung Pb digunakan untuk

    mengairi sawah, ternyata terdapat Pb dalam padi hasil panen sebesar 13,57 mg/k