BAB II LANDASAN TEORI - 2_26.pdfPDF fileBAB II LANDASAN TEORI 2.1. Akuntansi Pemerintahan Pada...

Click here to load reader

  • date post

    04-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB II LANDASAN TEORI - 2_26.pdfPDF fileBAB II LANDASAN TEORI 2.1. Akuntansi Pemerintahan Pada...

14

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Akuntansi Pemerintahan

Pada dasarnya akuntansi pemerintahan adalah suatu prosedur akuntansi yang

telah disusun sedemikian rupa agar dapat dilakukan monitoring (pemantauan)

secara terus-menerus terhadap pelaksanaan angaran dengan tujuan agar dapat

diketahui cara penciptaan, pengurusan dan pemantauan terhadap kepatuhan

penggunaan dana.

Laporan Keuangan organisasi sektor publik merupakan komponen penting untuk

menciptakan akuntabilitas sektor publik. Adanya tuntutan yang semakin besar

terhadap pelaksanaan akuntabilitas publik menimbulkan implikasi bagi

manajemen sektor publik untuk memberikan informasi kepada publik, salah

satunya adalah informasi akuntansi yang berupa laporan keuangan.

Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan

keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Akuntansi

dan laporan keuangan mengandung pengertian sebagai suatu proses

pengumpulan, pengolahan , dan pengkomunikasian informasi yang bermanfaat

untuk pembuatan keputusan dan untuk menilai kinerja organisasi.

15

Langenderfer (1973) dalam Glynn, J.J. (1993) menyatakan bahwa akuntansi

secara normatif memiliki tiga aspek, yaitu : (1) sifat informasi yang diberikan;

(2) kepada siapa informasi tersebut diberikan; dan (3) tujuan informasi tersebut

diberikan.

Lebih lanjut Langenderfer menyatakan bahwa: Akuntansi merupakan suatu

sistem pengukuran dan sistem komunikasi untuk memberikan informasi

ekonomi dan sosial atas suatu entitas yang dapat diidentifikasi sehingga

memungkinkan pemakai untuk membuat pertimbangan dan keputusan mengenai

alokasi sumber daya yang optimal dan tingkat pencapaian tujuan organisasi

(Langenderfer, 1973).

Organisasi sektor publik dituntut untuk dapat membuat laporan keuangan

eksternal yang meliputi laporan keuangan formal, seperti laporan surplus/defisit,

laporan realisasi anggaran, laporan rugi/laba, laporan aliran kas, neraca, serta

laporan kinerja yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan non-finansial.

Menurut Mardiasmo (2004), Tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik

adalah:

1. Kepatuhan dan pengelolaan (compliance and stewardship)

Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna

laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber

16

daya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan lain yang

telah ditetapkan.

2. Akuntabilitas dan Pelaporan Retrospektif (accountability and retrospective

reporting)

Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada

publik. Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kinerja dan

mengevaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati trend antar

kurun waktu, pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan, dan

membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada.

Laporan keuangan juga memungkinkan pihak luar untuk memperoleh

informasi biaya atas barang dan jasa yang diterima, serta memungkinkan bagi

mereka untuk menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya

organisasi.

3. Perencanaan & Informasi Otorisasi (Planning and authorization information)

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan

dan aktivitas di masa yang akan datang. Laporan keuangan berfungsi untuk

memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.

17

4. Kelangsungan organisasi (viability)

Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pembaca dalam menentukan

apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan

barang dan jasa (pelayanan) di masa yang akan datang.

5. Hubungan Masyarakat (public relation)

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada

organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas prestasi yang telah dicapai

kepada pemakai yang dipengaruhi karyawan, dan masyarakat. Laporan

keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi dengan publik dan pihak-pihak

lain yang berkepentingan.

6. Sumber fakta dan gambaran (source of fact and figures)

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada berbagai

kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam.

Bagi organisasi pemerintah, tujuan umum akuntansi dan laporan keuangan

adalah:

1. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan

ekonomi, social dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban

(accountability) dan pengelolaan (stewardship);

18

2. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja

manajerial dan organisasional.

Menurut Nordiawan & Hertianti (2010) Peranan pelaporan keuangan adalah

untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan

seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu

periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk

membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dengan

anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi

efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, serta membantu menentukan

ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Tujuan pelaporan keuangan menurut Nordiawan & Hertianti (2010) adalah:

1. Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan

untuk membiayai seluruh pengeluaran.

2. Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh sumber daya

ekonomi.

3. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang

digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang dicapai.

4. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai

seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya.

19

5. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas

pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka

pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak

dan pinjaman.

6. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas

pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat

kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, laporan keuangan menyediakan

informasi mengenai pendapatan, belanja, transfer, dana cadangan, pembiayaan,

aset, kewajiban, ekuitas danam, dan arus kas suatu entitas. Komponen laporan

keuangan terdiri atas : Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas,

dan Catatan atas Laporan Keuangan.

2.2. Laporan Keuangan

Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas

pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban

keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun

dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah diterima secara

umum.

20

Dalam UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, ditetapkan bahwa

laporan pertanggung-jawaban pelaksanaan APBN/APBD disampaikan berupa

laporan keuangan yang setidak-tidaknya terdiri dari laporan realisasi anggaran,

neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang disusun sesuai

dengan standar akuntansi pemerintah. Laporan keuangan pemerintah pusat yang

telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan harus disampaikan kepada DPR

selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang

bersangkutan.

UU No. 17 Tahun 2003 tersebut mengamanatkan bahwa Menteri/pimpinan

lembaga sebagai Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang kementerian

negara/lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun dan

menyampaikan laporan keuangan kementerian negara /lembaga yang

dipimpinnya (pasal 9 huruf g).

Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban

pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa

oleh Badan Pemeriksa Keuangan, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah

tahun anggaran berakhir (pasal 30 ayat 1), yang setidak-tidaknya meliputi

Laporan Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan

Keuangan, yang dilampiri dengan laboran keuangan perusahaan negara dan

badan lainnya (pasal 30 ayat 2).

21

Selanjutnya dalam UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, telah

pula diamanatkan Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/

Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang

meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan

Keuangan dilampiri laporan keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian

negara/lembaga masing-masing (pasal 55 ayat 2 huruf a), selambat-lambatnya 2

(dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir (pasal 55 ayat 2 huruf b), yang

kemudian disampaikan Preseden kepada BPK paling lambat 3 (tiga) bulan

setelah tahun anggaran berakhir (pasal 55 ayat 3). Menteri Keuangan selaku

pengelola fiskal menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat untuk

disa