BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1.1.Pengertian Manajemen ... 2.1.1.Pengertian Manajemen Manajemen merupakan

download BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1.1.Pengertian Manajemen ... 2.1.1.Pengertian Manajemen Manajemen merupakan

of 26

  • date post

    29-Mar-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1.1.Pengertian Manajemen ... 2.1.1.Pengertian Manajemen Manajemen merupakan

  • 13

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    2.1.1.Pengertian Manajemen

    Manajemen merupakan proses yang dilaksanakan

    oleh seorang manajer agar suatu organisasi dapat

    berjalan untuk mencapai tujuan, yang terdiri dari

    perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan

    pengendalian dalam. Griffin dalam Danim dan

    Suparno (2009) mendefinisikan manajemen sebagai

    sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,

    pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya

    dalam rangka mencapai tujuan. Sejalan dengan

    definisi sebelumnya, Usman (2012) menyatakan

    bahwa manajemen adalah perencanaan, pelaksanaan

    dan pengawasan sumber daya dalam organisasi untuk

    mencapai tujuan. Kedua pendapat tokoh tersebut

    bermuara pada tujuan dalam sebuah organisasi.

    Dalam dunia pendidikan kegiatan manajerial pun

    dilakukan untun mencapai tujuan pendidikan.

    Arikunto dan Yuliana (2012) menyatakan bahwa

    manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan yang

    berupa proses pengelolaan usaha oleh sekelompok

    manusia dalam suatu organisasi pendidikan untuk

    mencapai tujuan pendidikan. Orientasi utama suatu

    kegiatan manajemen adalah untuk mencapai suatu

    tujuan yang efektif dan efisien.

  • 14

    Sejalan dengan pendapat tersebut, Daryanto

    (2011) menyatakan bahwa manajemen pendidikan

    merupakan seni dan ilmu untuk mengelola sumber

    daya pendidikan demi terwujudnya proses

    pembelajaran yang lebih baik. Proses pembelajaran

    tersebut didesain agar peserta didik mengalami

    suasana belajar yang aktif untuk mengembangkan

    potensi dirinya.

    Syarafuddin dan Nasution (2005) menjelaskan

    fungsi manajemen ke dalam empat hal, yaitu:

    Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing),

    Kepemimpinan (Leadership), dan Pengawasan

    (Controlling). Sejalah dengan pendapat tersebut,

    Usman (2006) menyatakan bahwa fungsi manajemen

    mencakup perencanaan, pengorganisasian,

    pengarahan, pengendalian. Purwanto (2012)

    menjelaskan fungsi pokok manajemen yaitu planning,

    organizing, actuating, commanding, coordinating,

    controling, dan communicating. Berdasarkan pendapat

    ketiga tokoh tersebut, manajemen memiliki fungsi

    utama yang berorientasi pada tujuan.

    2.2. Manajemen Kepala Sekolah

    2.2.1.Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah

    Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan

    tingkat satuan pendidikan yang memiliki dasar

    kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, seorang

  • 15

    kepala sekolah perlu memiliki kompetensi-kompetensi

    khusus yang dapat menunjang kinerjanya sebagai

    seorang pemimpin. kepala sekolah merupakan

    penanggung jawab utama di sekolah. Selain itu, ia

    juga berfungsi sebagai pemimpin yang menjalankan

    kepemimpinannya di sekolah.

    Dalam lembaga pendidikan formal seperti di

    sekolah, kepala sekolah memiliki bawahan yang

    berada di bawah otoritas kepemimpinannya, yaitu

    guru dan karyawan sekolah. Tidak hanya sekedar

    sebagai bawahan, namun guru dan staff karyawan

    yang ada di sekolah juga akan menjadi partner atau

    rekan bagi kepala sekolah untuk mewujudkan tujuan

    pendidikan. Oleh karena itu, kepala sekolah memiliki

    peranan penting dalam perkembangan sekolah itu

    sendiri. Untuk itu, diperlukan keahlian-keahlian

    khusus dari sosok kepala sekolah ini dalam

    menjalankan tugasnya.

    Menurut Sagala (2010) kepala sekolah akan

    mampu mencapai tujuannya apabila mampu

    membangun komitmen dan bekerja keras untuk

    menjadikan sekolah yang dipimpinnya menjadi

    sekolah yang berkualitas dan menjadi yang terbaik di

    daerahnya. Komitmen tersebut dapat ditampakkan

    oleh kepala sekolah dengan melibatkan semua pihak

    yang bertanggung jawab dalam penyelengaraan

  • 16

    pendidikan persekolahan meningkatkan kualitas

    kinerja dan motivasi dari seluruh personel sekolah.

    Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah

    memiliki tugas-tugas yang sangat strategis dalam

    upaya mencapai tujuan pendidikan. Tugas-tugas

    kepala sekolah itu adalah sebagai berikut (Herabudin,

    2009): (1) Membuat perencanan, berkaitan dengan

    program pengajaran, kesiswaan, pembinaan guru,

    pengembangan kurikulum, dan pelaksanaan

    pengembangan aktivitas siswa yang bersifat intra dan

    ektraskurikuler; (2) Pengembangan dan pemberdayaan

    kepegawaian; (3) Pengelolaan administrasi keuangan

    sekolah; (4) Pengembangan sarana dan prasarana

    sekolah.

    Sedangkan menurut Sagala (2010) pada sekolah-

    sekolah yang memiliki kemandirian dan otonomi

    tinggi, maka ciri kepemimpinan kepala sekolah adalah

    memiliki moral kerja yang tinggi dan visioner, yaitu (1)

    memahami secara tepat berbagai segi kegiatan sekolah

    dengan pemikiran secara kognitif, teratur, dan

    intensif; (2) responsif terhadap berbagai Ilmu

    Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK); (3) ketrampilan

    berkomunikasi secara efektif; (4) melihat kepentingan

    sekolah sebagai keseluruhan; (5) berpikir dan

    bertindak rasional secara obyektif; dan (6) mampu

    menentukan proritas secara tajam. Kemampuan

    tersebut harus dapat dipenuhi sebagian besar oleh

  • 17

    kepala sekolah guna meningkatkan kualitas

    kepemimpinannya.

    Kepala sekolah merupakan seorang manajer di

    sekolah yang bertugas untuk memanajemen atau

    mengendalikan situasi yang ada di sekolah dalam

    rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Kegiatan pokok yang harus dilaksanakan kepala

    sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai

    manajer adalah menyusun perencanaan,

    mengorganisasi sekolah, memimpin, dan

    mengendalikan (Wahjosumidjo, 2003). Akan tetapi,

    untuk menjalankan fungsinya dengan baik tentu

    dipengaruhi oleh faktor-faktor sumber daya yang ada,

    seperti para guru, staf, siswa dan orang tua dari siswa,

    dana, sarana prasarana serta suasana dan faktor

    lingkungan di mana sekolah berada. Oleh karena itu,

    seorang pemimpin perlu memiliki keahlian khusus

    untuk dapat mengatasi peramsalahan yang ada, guna

    mencapai tujuan.

    2.2.2.Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

    Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

    dalam ruang lingkup pendidikan bertujuan untuk

    meminimalkan pengendalian dari pemerintah pusat ke

    sekolah. Manajemen ini dimaksudkan agar sekolah

    lebih banyak memiliki ruang gerak secara mandiri

    untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan

  • 18

    menentukan sendiri apa yang perlu dilakukan dalam

    kegiatan belajar mengajar maupun dalam kegiatan

    mengelala sumber daya yang ada di sekolah.

    Sebagaimana tujuan dari implementasi MBS

    tersebut, kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah

    memiliki kewenangan dalam mengelola segala sumber

    daya yang ada di sekolah guna meningkatkan kualitas

    pendidikan di sekolah tersebut. Secara khusus dalam

    kegiatan pembelajaran, kepala sekolah dapat

    membantu guru meningkatkan kualitas kegiatan

    belajar mengajar dengan mengadakan kegiatan

    supervisi pembelajaran (akademik). Kegiatan supervisi

    tersebut hendaknya dilakukan secara teratur dan

    berkesinambungan oleh kepala satuan pendidikan.

    Kepala sekolah merupakan supervisor sekolah

    dalam rangka mengamati tingkat ketercapaian tujuan

    sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

    Menurut Sagala (2010) kepala sekolah sebagai

    supervisor dapat memberikan bantuan kepada guru

    dalam mengatasi kesulitan dalam kegiatan mengajar.

    Untuk itulah kepala sekolah perlu memahami program

    dan strategi pengajaran yang digunakan. Bantuan

    yang diberikan kepala sekolah dapat berupa dukungan

    dalam hal fasilitas, bahan-bahan ajar yang diperlukan,

    penguatan terhadap penguasaan materi dan strategi

    pengajaran maupun program dalam aktivitas belajar di

    kelas.

  • 19

    Sebagai seorang supervisor kepala sekolah harus

    diwujudkan dalam kemampuan menyusun, dan

    melaksanakan kegiatan supervisi pendidikan, serta

    dapat memanfaatkan hasilnya. Menurut Mulyasa

    (2012) sebagai pelaksana supervisi kepala sekolah

    harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

    Hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hierarkis, Dilaksanakan secara demokratis,

    Berpusat pada tenaga kependidikan (guru), Dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga

    kependidikan (guru), dan Merupakan bantuan profesional.

    Salim (2009) mengemukakan kepala sekolah

    sebagai seorang supervisor artinya kepala sekolah

    berfungsi sebagai pengawas, pengendali, pembina,

    pengarah, dan pemberi contoh kepada para guru dan

    karyawan di sekolah. Artinya kepala sekolah perlu

    memahami tugas dan kedudukan karyawan dan staf

    yang dipimpinnya. Dengan demikian kepala sekolah

    tidak hanya sekedar mengawasi bawahan, namun

    sekaligus membekali guru yang sedang

    melaksanakan kegiatan, terutamanya kegiatan

    pembelajaran.

    2.3. Supervisi Pembelajaran