ANATOMI FISIOLOGI

Click here to load reader

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    265
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ANATOMI FISIOLOGI

ANATOMI FISIOLOGI KARDIOVASKULER

Oleh : Imam fahrurroziFakultas keperawatan Universitas Airlangga

Jantung adalah suatu organ yang merupakan dari suatu system dalam tubuh yang ikut berperan dalam mempertahankan mekanisme homeostatis ( dari bahasa latin, homeo = sama, tidak berubah; statis = keadaan seimbang. System yang dimaksud adalah system kardiovaskuler ( dari bahasa latin cardio = jantung; vascular = pembuluh darah. System kardiovaskular juga dikenal dengan system jantung-pembuluh darah.

Jantung bukan hanya bagian dari system kardiovaskuler, melainkan secara fungsional merupakan pusat dari system kardiovaskuler. Jantunglah yang menjaga agar sistemkardiovaskuler dapat berfungsi secara normal untuk mempertahan homeostatis. Fungsi utama jantung adalah mendoronng darah agar dapat mengalir dengan lancer di dalam pembuluh darah pada system sirkulasi keseluruh tubuh. Darahlah yang membawa bahan kebutuhan pokok jariingan berupa oksigen dan nutrisi. Darah jugalah yang membawa bahan buangan yang berasal dari sisa-sisa metabolism sel dari jaringan. Selain itu, kebanyakan hormone yang diedarkan didalam tubuh juga melalui darah. Oleh sebaab itu, sangat penting darah dapat mencapai seluruh jaringan tububh untuk memenuhi semua kebutuhan dan membuang sisa-sia metabolism. Untuk itu harus ada kekuatan yang dapat medorong darah agar dapat mengalir. Kekuatan pendorong tersebut berasal dari jantung, darah dapat didorong oleh kekuatan yang timbul dari kontraksi tersebut. Dengan cara demikian , darah dapat mengalir ke seluruh pembuluh darah yang ada didalam tubuh.

1. Anatoni jantung

Jantung terletak diatas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam suatu ruangan yang disebut mediastinum ( ruanagan dianatara paru kiri dan kanan). Kira kira dua pertiga jantung terlrtak disebelah kiri midline rubuh.

Secara anatomis jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga didalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang atrium disebelah atas, dan dua ruang ventrikel disebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan individu pemiliknya. Ukurannjantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm, lebar dibagian paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram.

Secara fungsional jantung manusia terdiri atas dua bagian yang terpisah, yaitu bagian kanan dan kiri. Jantung bagian kanan dan kiri asin-masing terdiri atas dua rongga pompa yang berdenyut, yaitu atrium dan ventrikel. Fungsi atrium adalah pompa primer bagi ventrikel, yaotu membantu memasukan darah ke dalam ventrikel. Artinya atrium hanya untuk mengisi darah ke dalam ventrikel yang akan memompakanj darah tersebut keluar jantung melalui pembuluh darah balik (vena). namun, kekuatan pemompaan atrium relative lebih lemah dibandingkan dengan ventrikel; perbendaan kekuatan ini sesuai dengan fungsi atrium untuk memompakan darah sampai keventrikel saja. Darah yang masuk kedalam ventrikel kiri ini kaya akan oksigen dan akan menyuplai oksigen bagi seluruh jaringan tubuh. Darah balik dari sikulasi sistemik yang kaya CO2 masukk ke dalam atrium kanan melalui vena cava. Atrium kanan kemudian kemudian memompakan darah yang kkaya CO2 ini selanjutnya dipompakan ventrikel kanan ke trunkus pulonalis dan selanjutnya ke sirkulasi paru-paru untui dibersihkan.

1. Anatomi dan fisiologi system kardiovaskuler pada janin

1. Anatomi system kardiovaskuler pada janin

Gambar 1. Anatomi system kardiovaskuler pada janin

Kardiovaskuler mempunyai fungsi yang khusus pada proses embriologi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan oksigen dan makanan. Pada saat awal, terbentuk empat ruangan yang membentuk seperti tuba tunggal yang akhirnya berpisah.

pada janin sirkulasi darah lebih kompleks dari pada sirkulasi orang dewasa. Darah kaya oksigen datang dari plasenta menuju ke ventrikel kanan dan kiri. Bagian terbesar dari pengeluaran ventrikel kanan tidak mengadakan perfusi ke paru-paru karena pada janin paru-paru belum berfungsi secara maksimal, tetapi menghindari sirkulasi pulmonal melalui duktus arteriosus, dengan demikian langsung menuju tubuh, dan kembali keplasenta untuk oksigenasi. Dengan adanya sirkulasi pararel ini setiap organ dapat menerima darah dari kedua ventrikel. Oleh karenanya pengeluaran dari jantung janin biasanya dinyatakan sebagai pengeluaran ventricular gabungan (CVO). Pada janin normal nilai CVO kira-kira 450 ml/kg BB/menit.

Pada awal denyut dimulai pada daerah ventrikel dan pada saat perkembangan dini kontrol jantung ada pada daerah sino atrial. Kemudian saat belum terbentuknya paru, system sirkulasi paru yang berfungsi adalah plasenta, dimana arteri umbikalis mengalirkan darah yang deoksigenasi ke jaringan fetus. Kemudian ke plasenta. Darah yang deoksigenasi dan keluar ke dalam vena umbikalis. Darah oksigenasi akan mengalir kehati, sebagian akan melintasi melalui duktus venosus atau melalui vena hepatica kedalam vena kava inferior dan sisanya akan didistribusikan ke bagian hati melalui cabang vena umbikalis. Untuk sementara bagian hati menerima darah dari vena porta. Setelah itu darah memasuki atriaum kanan dan saat melewati jantung darah dibagi menjadi dua aliran oleh Krista devens. Sebagian darah dialirkan dari vena kava inferior ke atrium kiri yang bercampur dengan darah vena pulmonalis, sementaa sejumlah kecil memasuki atrium kanan yang bercampur daradari vena kava superior.

Setelah janin dilahirkan darah yang beredar harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengantarkan oksigen kejaringan tubuh. Pada saat lahir curah ventrikel kiri bayi meningkat secara drastis, yang pada awalnya hanya 150 ml/menit menjadi 350 -400 ml/kg/menit. Perubahan selanjutnya terjadi peningkatan aliran darah ke paru secara progresif, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan di atrium kiri sampai melebihi tekanan atrium kanan. Kondisi ini mengakibatkan penutupan foramen ovale juga peningkatan tekanan ventrikel kiri disertai peningkatan tekanan serta penebalan sistem arteri sistemik. Peningkatan tekanan oksigen sistemik dan perubahan sintesis serta metabolisme bahan vasoaktif prostaglandin mengakibatkan kontraksi awal dan penutupan fungsional dari duktus arteriosus yang mengakibatkan berlanjutnya penurunan tahanan arteri pulmonalis.

1. Fisiologi system kardiovaskuler

Dalam memahami jantung atau sebuah system kardiovaskular terdapat tiga komponen yang beperan yakni jantung itu sendiri sebaga alat memompa darah, pembuluh daah sebagai tempat untuk mengalirkan darah dan darah sebagai bagian yang mengatur system berjalan sesuai dengan kondisi yang ada. Jantung bekerja sebagai alat untuk mensirkulasika darah ke paru, guna pertukaran gas.

Jantung memiliki sifat dasar, yaitu

1. Irritability (bathmotropic) = peka rangrang

2. Conductivity (dromotropic) = hantar rangsang

3. Contractility (inotropic) = dapat berkontraksi

4. Rhythmicity ( chronotropic) = bersifat ritmis

1. Sirkulasi jantung

Jantung memiliki fase sirkulasi , yaitu peristiwa yang terjadi pada jantung berawal dari permulaan sebuah denyutan sampai berakhirnya denyut jantung berikutnya. Siklus jantung mencakup periode dari akhir kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) jantung sampai akhir systole dan diastole berikutnya. Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung dan pembuluh utama yang mengatur pembukaan dan penutupan katup jantung serta aliran darah yang melalui ruan-ruang dan masuk ke arteri.

II. Bunyi jantung.

Jantung menghasilkanbunyi selama berdenyut, bunyi tersebut dapat terdengar bila kita menempelkan telinga ke dinding dada dengan bantuan stetoskop. Jantung memiliki beberapa bunyi, diantaranya :

1. Bunyi jantung I (S1).

Bunyi seperti suara lub terdengar lembut. Bunyi tersebut dihasilkan oleh tekanan tiba-tiba katub mitral dan tricuspid pada saat awal systole ventrikel.

1. Bunyi jantung II (S2).

Bunyi seperti suara dubbunyi tersebut dihasilkan oleh getaran akibat penutupan katup pulmonalis dan aorta.

Terpisahnya kedua bunyi jantung pertama dan kedua adalah karena penutupan kedua katub yang tidak bersamaan sebagai akibat dari kontraksi ventrikel yang satu terjadi setelah kontraksi dengan ventrikel yang lain.

1. Bunyi jantung III (S3)

Bunyi jantung III adalah bunyi jantung yang lembut tapi lambat, terdengar setelah bunyi jantung kedua, dan pada kebanyakan terjadi pada anak-anak dan beberapa pada orang dewasa muda. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh peregangan tiba-tiba oleh katub kuspid mitral.

S1, S2, S3, S1, S2, S3

1. Bunyi jantung IV (S4)

bunyi jantung ke IV bunyi lembut yang lambat dan terdengar sebelum bunyi jantung ke I, terdengar ketika salah satu atrium berkontraksi lebih kuat dari yang lain.

S4,S1,S2,S4,S1,S2,

III. Frekuensi jantung

Frekuensi jantung normal berkisar antara 60 sampai 100 denyut per menit, dengan rata-rata denyutan 75 kali pemenit. Dengan kecepatan seperti itu, siklus jantung berlangsng selama 0,8 detik : systole 0,5 detik dan diastole 0,3 detik. Peningkatan frekuensi jantung sampai melebihi 100 denyut pe menit disebut takikadi, sedaangkan penuunan frekuensi jantung yang kurang dari 60 denyut permenit disebut bradikardi.

1. Jantung sebagai sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal dan transport gas.

1. Sirkulasi sistemik

sirkulasi sistemik adalah sirkulasi darah yang dimulai pada saat darah dipompa keluar dari ventrikel kiri melalui aorta ke seluruh tubuh, dan kembali ke atrium kanan jantung melalui vena kava superior dan vena kava inferior. Darah yang kaya akan O2 yang berasal dari ventikel kiri, melalui orta akan dihantarkan ke seluruh tubuh. Di jarigan perifer, O2 akan digunakan dan bertukar dengan CO2. Kemudian darah dengan kadae O2 rendah kembali ke jantung melalui cava. Mekanisme spesial pada