13338069 Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis PIH Di Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Click here to load reader

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    170
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Studi tentang Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kota Bandar Lampung

Transcript of 13338069 Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis PIH Di Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

1

STUDI PEMBANGUNAN PASAR IKAN HIGIENIS (PIH) DI KOTA BANDAR LAMPUNG

LAPORAN PENELITIAN

OLEH : INDRA GUMAY YUDHA, S.Pi., M.Si. NIP 132231087

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2005

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

2

I. PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Propinsi Lampung memiliki panjang pantai 1.105 km2 dan luas wilayah pesisir sekitar 16.625,3 km2 merupakan salah satu propinsi dengan keragaman potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar. Keragaman potensi tersebut meliputi sumberdaya ikan, rumput laut, teripang, ubur-ubur, udang, kerang hijau, kepiting, dan sumberdaya perikanan lainnya yang tersebar di sepanjang perairan Pantai Barat, Pantai Timur, Teluk Lampung dan Teluk Semangka. Selain wilayah pesisir, propinsi Lampung juga memiliki berbagai jenis perairan umum seperti sungai, rawa, waduk, dan danau yang juga mengandung potensi perikanan air tawar yang cukup tinggi. Dengan luas wilayah perairan yang demikian diharapkan sektor perikanan dapat dijadikan unggulan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) Propinsi Lampung. Walaupun Propinsi Lampung memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup tinggi, namun tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita penduduknya masih di bawah jumlah yang dianjurkan. Konsumsi ikan rata-rata per kapita penduduk Lampung pada tahun 2003 sebesar 24,8 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah yang dianjurkan adalah 26,55 kg/ kapita/tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui perbaikan pelayanan di tingkat konsumen. Di sisi lain konsumen hasil perikanan di Propinsi Lampung masih belum terlayani kebutuhannya secara optimal. Hal ini dikarenakan model pemasaran ikan di Lampung masih tersebar pada berbagai tempat yang berbeda dengan sarana pemasaran sebagian besar masih berupa pasar tradisional yang kondisinya kumuh, becek, dan bau. Demikian pula standar teknis mutu serta higienis hasil perikanan belum secara optimal diterapkan sehingga tidak menunjang masyarakat berminat mengkonsumsi ikan;Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

3 padahal perkembangan ke depan tuntutan penerapan standar teknis mutu dan higienis merupakan kebutuhan mutlak bagi perlindungan konsumen. Berdasarkan hal tersebut maka di Propinsi Lampung pada tahun 2005 akan segera dibangun sarana dan prasarana pemasaran hasil perikanan yang memenuhi kriteria Pedoman Perencanaan dan Petunjuk Teknis Pusat Pemasaran Hasil Laut dan Ikan Terpadu (PPHLIT). Kawasan pemasaran terpadu ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang relatif lengkap untuk kebutuhan promosi dan informasi serta display penjualan hasil perikanan yang memenuhi standar teknis mutu dan higienis yang diwujudkan dalam bentuk Pasar Ikan Higienis (PIH). PIH yang akan dibangun harus dapat memenuhi konsep good and link manufacturing practice, di mana komoditas perikanan yang tersedia ditangani dan ditampilkan dengan kondisi yang bagus dan terjamin mutunya, sehingga siapa pun konsumen yang datang ke PIH akan mendapatkan jaminan. Adapun calon lokasi pasar ikan higienis tersebut terletak di Lempasing. Tujuan dibangunnya Pasar Ikan Higienis adalah :

Menyediakan sarana pemasaran hasil perikanan yang memenuhi kriteria teknis mutu. Meningkatkan pelayanan serta perlindungan kepada konsumen hasil perikanan. Meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Pembangunan pasar ikan higienis merupakan kegiatan yang diduga akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi, maupun tahap pasca konstruksi/operasi. Dampak terhadap lingkungan tersebut dapat terjadi apabila sistem pengelolaan dan pemantauan lingkungan tidak tepat, sehingga dapat terjadi pencemaran air, pencemaran tanah, serta berbagai masalah sosial, sehingga rencana pembangunan pasar ikan higienis diwajibkan untuk :

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

4 a. Menerapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. b. Mematuhi setiap peraturan dan ketentuan lindungan lingkungan yang berlaku. c. Menggalakkan kegiatan perlindungan lingkungan dalam rangka memperkecil dampak negatif akibat kegiatan usaha. d. Menciptakan kondisi kerja yang aman, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. e. Menggalang kemampuan dalam menanggulangi kejadian pencemaran, kecelakaan kerja atau keadaan darurat yang terjadi f. Mendidik dan melatih karyawan serta kontraktor tentang aspek LK3. g. Menciptakan dan memeliharan hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar kegiatan usaha, serta bersikap tanggap apabila timbul masalah yang berlaitan dengan dampak akibat kegiatan usaha. 1.2 TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Mengidentifikasi lokasi kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis yang meliputi kualitas lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, serta persepsi masyarakat tentang keberadaan pasar ikan tersebut. b. Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing terutama yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. c. Memprediksi terjadinya dampak terhadap komponen lingkungan sebagai akibat kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing d. Menyusun upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

5

II. METODE PENELITIAN

2.1 WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2005 di sekitar lokasi yang direncanakan akan dibangun Pasar Ikan Higienis, yaitu di Lempasing. Lokasi tersebut terletak dekat dengan lokasi Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, yang secara administrasi terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Dari pusat kota ke lokasi ini berjarak lebih kurang 3 km, dan terletak di pinggir jalan kabupaten yang menuju ke arah Kecamatan Padang Cermin, Lampung Selatan (Gambar 1). Luas lahan yang disediakan untuk rencana pembangunan PIH Lempasing beserta sarana dan prasarana pendukungnya tersebut lebih kurang 1,6 ha. 2.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup beberapa sarana pengukuran lapangan, seperti theodolite, kompas, alat-alat pengukur kualitas air, current meter, kamera, seperangkat kuisioner dan beberapa alat lainnya. 2.3 Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperoleh dapat dibedakan atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diukur secara langsung, seperti kualitas air dan udara. Data sekunder umumnya merupakan data penunjang yang telah tersedia di dinas/instansi terkait, seperti data produksi perikanan, kebijakan pemerintah setempat, data kependudukan, sosial ekonomi dan budaya, dan data lainnya. Dalam penelitian ini beberapa data utama merupakan data sekunder yang telah tersedia di Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Lampung, seperti data situasi (topografi) lokasi PIH, data analisis tanah, dan data lainnya yang telah diukur oleh pihak konsultan.

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

6

10513

10514

10515

10516

10517

10518

10519

10520

522 -

USkala 1: 93.750

523 -

524 -

525 -

526 -

527 -

528 -

529 Lokasi PIH Lempasing 530 -

Gambar 1. Lokasi Pasar Ikan Higienis LempasingStudi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

7

3. DESKRIPSI WILAYAH STUDIDeskripsi wilayah studi yang diamati meliputi informasi kualitas lingkungan dan kondisi sosial, ekonomi dan budaya, termasuk juga persepsi mayarakat terhadap keberadaan Pasar Ikan Higienis yang akan dibangun. Informasi kualitas lingkungan yang diamati pada lokasi kegiatan pembangunan meliputi kualitas air, tanah, udara, kebisingan, flora dan fauna. Informasi tentang kehidupan sosial ekonomi budaya masyarakat setempat dan persepsi masyarakat terhadap keberadaan PIH Lempasing perlu diketahui untuk memperoleh gambaran tentang kondisi sosial masyarakat saat ini dan memprediksi manfaat yang diperoleh dengan adanya rencana kegiatan tersebut. 3.1 KUALITAS AIR 3.1.1 Sumber Air Bersih Survei sumber air di lokasi PIH Lempasing berasal dari air PDAM, air sumur dangkal, dan air laut. Hasil survei kualitas air yang berasal dari air sumur dangkal menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat melimpah pada kedalaman 3-5 m, namun air tersebut mengandung sedikit garam (salinitas 1,2 ) sehingga tidak layak digunakan sebagai air bersih untuk memasak ataupun untuk mengisi bak/akuarium ikan air tawar. Dengan demikian air dari sumur dangkal ini hanya dapat diperuntukkan sebagai air saniter kamar mandi/wc dan pembersihan/ penggelontoran kios. Air yang berasal dari PDAM memiliki kualitas yang layak digunakan sebagai air bersih untuk keperluan memasak di rumah makan. Secara lengkap, hasil pengujian kualitas air disajikan pada Tabel 1 berikut.

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

8 Tabel 1. Kualitas Air Bersih di Lokasi StudiNo. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Parameter Kualitas Air pH Kesadahan (ppm) Salinitas () Turbiditas (NTU) Konduktivitas (hos/cm) Nitrat (ppm) Nitrit (ppm) Zat organik (ppm) Fe (ppm) Total Dissoved Solid (ppm) Cl (ppm) Na (ppm) SO4 (ppm) Sumber Air Uji PDAM Sumur dangkal 7,78 12,4 0,00 2,90 16,3 0,86 0,02 0,015 0,002 12,0 26,2 15,2 1,45 7,53 18,2 1,20 1,23 230,0 1,45 0,16 0,096 0,016 42,0 148,0 56,0 9,24 Baku Mutu*) 6-9 10 0,06 0,3 1000 400

Sumber data: PT Piramida Eng. Conslt. (2004) Keterangan: *) Baku mutu berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (untuk air Kelas I)

3.1.2 Air Laut Oleh karena lokasi rencana pembangunan PIH Lempasing dekat dengan laut dan tidak ada sungai yang melintasi area PIH, maka pengukuran paramete