Terjemahan jurnal radiologi irma unhas

Click here to load reader

  • date post

    18-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    64
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of Terjemahan jurnal radiologi irma unhas

  1. 1. BAGIAN RADIOLOGI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN Terjemahan Jurnal 24 Desember 2013 Penilaian Temporomandibular Joint Sebelum dan Sesudah Perawatan Prostetik pada Pasien Edentulous Sebagian (Pemeriksaan radiografi) Temporomandibular Joint Assessment of Pre and Post Prosthetic Treatment of Par-tially Edentulous Patient (Radiographic Examination) Nadira A Hatim, Nazar Gh Jameel, Marwah M Shehab Nama : Irma Ariany Syam NIM : J111 10 008 Dibacakan : Selasa, 24 Desember 2013 Sumber : Al Rafidain Dent J Vol. 11, No1, 2011 DIBACAKAN SEBAGAI SALAH SATU TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN RADIOLOGI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013
  2. 2. 1 Penilaian Temporomandibular Joint sebelum dan sesudah perawatan prostetik pada pasien edentulous sebagian (Pemeriksaan radiografi) Nadira A Hatim, Nazar Gh Jameel, Marwah M Shehab Abstrak Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji posisi kondilus dalam fossa temporal pada pasien bergigi lengkap dan bergigi sebagian sebelum dan setelah perawatan prostetik, dan membandingkan antara kondilus kanan dan kiri pada kedua kelompok dengan pemeriksaan radiografi. Bahan dan Metode: Dua puluh dua pasien bergigi lengkap (20-28) tahun, dan tiga puluh pasien bergigi sebagian (35-65) tahun yang memenuhi kriteria penelitian. Setiap pasien dibuatkan gigi tiruan akrilik sebagian lepasan sementara. Dengan menggunakan perangkat radiografi digital Planmeca (Finlandia), suatu radiograf yang berfungsi untuk melihat TMJ dengan teknik panoramik khusus dalam posisi mulut terbuka dan tertutup pada kedua kelompok (sebelum, sesaat, dan setelah dilakukan insersi alat prostetik). Dengan menggunakan program software Dimaxis pengukuran linear dari ruang sendi anterior dan posterior tersempit dibuat dengan menggunakan alat program, maka sudut inklinasi pada eminence artikular dalam posisi mulut tertutup juga diukur, dan analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 11.5 untuk semua data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien bergigi lengkap, 76,5 % memiliki kondilus pada posisi konsentris, pasien yang telah kehilangan gigi posterior menunjukkan dominasi pada posisi kondilus posterior dan penurunan yang signifikan pada perpindahan setelah perawatan prostodontik ( P = 0,015 untuk sisi kanan dan P = 0,032 untuk sisi kiri ) dengan tingkat signifikansi 0,05. Asimetri pada posisi konsentris dari kondilus antara kanan dan kiri, tetapi nilai signifikan P > 0,05. Ada perbedaan yang signifikan dalam sudut inklinasi eminence artikular antara pasien bergigi lengkap dan sebagian P = 0,01 untuk sisi kanan dan P = 0,005 untuk sisi kiri . Kesimpulan: perpindahan kondilus ke arah posterior berhubungan dengan hilangnya gigi posterior. Perubahan signifikan dalam posisi condylar terjadi setelah perawatan prostetik, kenyamanan pasien diperoleh ketika posisi kondilus berada pada glenoid fossa (posisi konsentris + 0.35 mm). Kehilangan gigi menyebabkan remodeling dari inklinasi articular eminence. Kata Kunci: kondilus, articular eminence, edentulous dan digital radiografi.
  3. 3. 2 PENDAHULUAN Kebutuhan untuk mengganti gigi yang hilang hingga saat ini masih diperdebatkan dan tergantung pada banyak faktor meliputi; fungsi estetika dan pencegahan dari pergerakan gigi yang tidak diinginkan. Setiap faktor tersebut penting untuk dipertimbangkan.1 Gigi menyediakan relasi vertikal dan distal yang stabil pada mandibula terhadap maksila dan memberikan petunjuk bagi piranti untuk pergerakan mandibula ke anterior dan lateral di sekitar pergerakan mandibula selama gigi berkontak. Kehilangan gigi posterior diikuti dengan hilangnya kurva oklusal yang merupakan keseimbangan dari adaptasi dengan harmoni fungsional terhadap fungsi yang tidak teratur2 . Kondilus dari mandibula dapat dipertimbangkan sebagai gambaran terjadinya gangguan fungsional dari oklusi gigi geligi3 . Hattori et al4 menyatakan bahwa lengkung gigi (lengkung gigi dengan kehilangan gigi posterior) bukan merupakan faktor risiko untuk TMD, penelitian ini menjelaskan bahwa mekanisme pengaturan neuromuskuler yang melindungi sendi dari over loading. Pasien dengan perawatan prostetik bermanfaat untuk menstabilkan oklusi dan intensitas kontak gigi berkurang memiliki efek yang lebih besar untuk menghilangkan rasa sakit dari TMDs 5-8 TMJ adalah salah satu daerah di dalam tubuh yang paling sulit digambarkan karena struktur tulang sendi kecil dan sebagian kecil dikaburkan oleh tulang tengkorak yang lebih besar9 . Pemeriksaan radiografi pada masalah TMJ, dipertimbangkan sebagai bagian dari keseluruhan penilaian terhadap pasien10,11 . Sejumlah modalitas pencitraan telah digunakan di masa lalu dan masih digunakan untuk memeriksa pasien dengan masalah TMJ12,13 . Sistem radiografi digital yang digunakan dalam praktek dokter gigi telah berhasil selama hampir dua dekade.14 . Radiografi digital adalah teknologi komputer yng telah menghasilkan sistem pencitraan yang unik (filmless) seperti radiografi gigi konvensional tidak ada film atau proses kimia yang digunakan"15 . Gambar digital sebenarnya adalah sebuah sensor solid-state dan fosfor piring sensor yang menghasilkan informasi X-ray pada layar monitor, printer atau perangkat pengamatan lain (sensor elektron dan sistem pencitraan komputerisasi)16 . Berbagai metode telah digunakan untuk menentukan posisi condylar sesuai dengan relasi dimensi ruang tulang sendi anterior dan posterior antara fossa dan permukaan condylar. Tiga jenis posisi condilus dapat diidentifikasi17 : (posisi konsentris condylar dimana ruang sendi anterior dan posterior adalah sama, posisi condylar posterior di mana ruang sendi posterior lebih kecil dari ruang sendi anterior, dan posisi anterior kondilus dimana ruang sendi posterior lebih besar dari ruang sendi anterior). Tujuan penelitian ini dengan menggunakan radiografi digital-teknik panoramik khusus untuk mengevaluasi posisi condylar di fossa temporomandibular dan sudut inklinasi articular eminence dari pasien bergigi normal dan sebagian. Posisi
  4. 4. 3 condylar di fossa temporomandibular dan sudut inklinasi eminensia artikular untuk pasien bergigi sebagian sebelum dan setelah perawatan prostodontik dengan membandingkan antara kondilus kanan dan kiri dalam posisi mulut tertutup. BAHAN & METODE Dua ratus empat puluh enam pasien dan mahasiswa didiagnosis selama periode penelitian dari klinik University of Mosul, Dentistry College menggunakan metode dasar pemeriksaan gigi 18 . Hanya 111 orang yang sesuai dengan kriteria penelitian, tetapi hanya lima puluh dua dari mereka berlanjut sampai menyelesaikan serangkaian perawatan. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama: (22) pasien bergigi lengkap (kontrol) berusia antara (20- 28) tahun, benar-benar tanpa gejala (super normal)19 , orang dengan oklusi Angle Class (I), yang tidak memiliki riwayat perawatan ortodontik, ekstraksi gigi , cor restorasi atau gigi tiruan sebagian tetap dan kesehatan umum yang baik. Kelompok kedua: (30) pasien edentulous sebagian tanpa gigi gituan, berusia antara (35-65) tahun, periode ekstraksi antara (1-5) tahun dan tanpa protesa sebelumnya. Gigi Tiruan sebagian lepasan atas dan bawah sementara (TRPD) dibuat dengan metode konvensional.20,21 Gigi tiruan telah selesai diinsersi di mulut pasien, masalah ketidaknyamanan atau rasa sakit telah dihilangkan. Penampilan dan cara berbicara dari pasien dengan TRPD juga diperiksa. Setiap subjek dalam penelitian ini digambarkan dalam dua posisi, dalam posisi mulut tertutup dan dalam pembukaan maksimum (Gambar 1 A, B) dengan menggunakan proyeksi TMJ panoramik khusus untuk sisi kanan dan kiri, dengan PLANMECA digital mesin radiografi (tipe Cephpan ) dan PLANMECA Dimaxis pro dan imaging software klasik (Finlandia). Setelah memilih pasien; pemasukan data base, dari panel kontrol perangkat dikonversi dengan kebutuhan sistem, disesuikan dengan dosis paparan radiasi untuk laki-laki dewasa (Closing 74 kVp, 72 kVp Opening) sedangkan untuk perempuan dewasa (70 kVp dan 68 kVp. Sepuluh mA dan 6,3 detik waktu ekspose untuk setiap posisi. Ketika radiografi digital terkena, gambar ditransmisikan ke prosesor komputer segera dikonversi menjadi format digital. (A) (B) Gambar 1: A: Posisi mulut tertutup. B: posisi mulut terbuka secara maksimum Radiografi diambil dalam tiga interval. Sebelum pembuatan prostesa gigi: dalam posisi mulut tertutup (relasi sentris) adalah posisi rekomendasi horizontal mandibula dapat diasumsikan secara rutin oleh pasien di bawah arahan dokter gigi (dipelajari dan direproduksi)18 . Pasien diminta untuk membuka dan menutup mandibula beberapa kali, memintanya untuk fonasi beberapa kata dengan menggunakan
  5. 5. 4 huruf /s/, setelah itu radiografi yang diambil dalam posisi relasi sentris, dan dua sampai tiga bulan Interval setelah penyesuaian akhir dari protesa. Untuk meningkatkan citra radiografi digital (Dimaxis software), empat jenis alat manipulasi yang diterapkan, radiografi normal tanpa manipulasi - skala abu-abu terbalik, pseudo-pewarnaan dan gradien. Ruang intra-artikular anterior dan posterior diukur sebelum dan setelah insersi protesa pada setiap pasien, ruang intraartikular anterior dan posterior untuk kelompok kontrol juga diukur. Penggunaan alat ukur linier dari ruang sendi terdekat dijelaskan oleh Pullinger dan Hollender19 . Pada posisi mulut tertutup diukur sebagai berikut (Gambar 2): Buatlah dua garis sejajar, satu baris tangensial dengan titik lebih menonjol dari kondilus dan garis tangensial lainnya dengan perbatasan bagian dalam dari fossa. Jarak antara dua garis sejajar adalah ukuran dan mewakili ruang intraartikular. Gambar (2) Gambar radiografi, pengukuran linier dan angular. A dan D TMJ dalam posisi tertutup, B dan C dalam posisi terbuka. A: Pengukuran angular, D: Pengukuran Linier Data yang dikumpulkan dari pemeriksaan ini diolah dalam rumus sebagai berikut: P = posterior joint space. A = anterior joint space Pengukuran inklinasi artikular