Suhendra Karya Tulis Candi Prambanan

download Suhendra Karya Tulis Candi Prambanan

of 24

  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.673
  • download

    25

Embed Size (px)

Transcript of Suhendra Karya Tulis Candi Prambanan

Karya Tulis Ini Di Susun Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Evaluasi Belajar di Sekolah SMK BINA KARYA 1 KARANGANYAR KEBUMEN Tahun Ajaran 2010 / 2011

DISUSUN OLEH : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Rojikin Sofyan Apriyanto Sugeng Riyadi Suhendra Tofik Hartanto Teguh Riyanto Wahyu Riyanto Wasis Sukmono

KELAS : X TP 3

YAYASAN BINA KARYA KEBUMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) BINA KARYA 1 KARANGANYAR Alamat : Jl. Kartini 6 Karanganyar Kebumen (0287) 551160 54364

1

PENGESAHAN

Karya tulis ini telah diperiksa dan disetujui oleh guru pembimbing SMK Bina Karya 1 Karanganyar Kebumen

Pada :

Hari Tanggal Tahun pelajaran

: . : . : .

Guru Pembimbing

( . )

2

KATA PENGANTAR

Asalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Kami telah menyelesaikan penyusunan karya tulis ini dengan baik. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini banyak mengalami kendala, namun berkat kerja sama yang baik antara kami, guru pembimbing dan rekan rekan, kami dapat mengatasinya. Kami mengucapkan terima kasih kepada 1. Guru Pembimbing 2. Dewan Guru 3. Rekan Rekan yang telah ikut membantu tersusunnya karya tulis ini mudah mudahan karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca.

Penyusun

3

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

...........................................................................

1 2 3 4

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ........................................................................... ...........................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan ........................................................................... ........................................................................... 5 7 7

3. Manfaat / Kegunaan .......................................................................

BAB II PEMBAHASAN 1. Lokasi Candi Prambanan ............................................................... 2. Sejarah Pembangunan .................................................................... 3. Macam Macam Candi Di Prambanan ......................................... 8 8 11

BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran ........................................................................... ........................................................................... 20 20

DAFTAR PUSTAKA

...........................................................................

21 22

LAMPIRAN LAMPIRAN .......................................................................

4

BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Candi Prambanan merupakan kelompok candi yang dibangun oleh rajaraja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka 856 M Prasasti Siwargrarha sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar.Prasasti Siwargrarha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan tidak diketahui asalnya, kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti ini mulai menarik perhatian setelah J.G. De Casparis berhasil menguraikan dan membahasnya. Menurut Casparis ada 3 hal penting dalam prasati tersebut, yaitu: Bahasanya merupakan contoh tertua prasasti yang berangka tahun yang ditulis dalam puisi Jawa kuna; Isinya memuat bahanbahan atau peristiwa-peristiwa sejarah yang sangat penting dari pertengahan abas ke IX M; Didalamnya terdapat uraian yang rinci tentang suatu gugusan candi, sesuatu yang unik dalam epigrafi Jawa kuna.Dari uraian diatas yang menarik adalah peristiwa sejarah dan uraian tentang pembangunan gugusan candi. Peristiwa sejarah yang dimaksud adalah peperangan antara Balaputeradewa dari keluarga Sailendra melawan Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Balaputeradewa kalah dan melarikan diri ke Sumatera. Konsolidasi keluarga raja Rakai Pikatan itu kemudian menjadi permulaan dari masa baru yang perlu diresmikan dengan pembangunan suatu gugusan candi besar. Gambaran tentang gugusan candi seperti yang disebut dalam prasasti Siwargrarha dapat dibandingkan dengan kompleks candi Prambanan, gugusan candi yang dibangun pusatnya dipagari tembok keliling dan dikelilingi oleh

5

deretan candi perwara yang disusun bersap hanya terdapat pada candi Prambanan.Disebutkan pula candi Perwara sama dalam bentuk dan ukuran. Hal lain yang menarik adalah 2 buah candi Apit, masing-masing didekat pintu masuk utara dan selatan.Keterangan mengenai gugusan candi yang terletak didekat sungai mengingatkan pada gugusan candi Prambanan dengan sungai Opak di sebelah baratnya dan jika dari jarak antara sungai Opak dan gugusan candi Prambanan dan adanya pembelokan aliran sungai kemungkinan pembelokan tersebut terjadi diantara desa Klurak dan Bogem. Dengan demikian, tampaknya uraian yang terdapat dalam prasasti Siwargrarha tentang gugusan candi tersebut lebih cocok dengan keadaan candi Prambanan. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur berakibat tidak terawatnya candi-candi di daerah Prambanan, kondisi ini semakin parah dengan terjadinya gempa bumi dan beberapa kali meletusnya Gunung Merapi yang menjadikan candi Prambanan runtuh dan meninggalkan puing-puing batu yang berserakan. Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Candi Siwa selesai dipugar dan secara resmi dinyatakan selasai oleh Presiden Dr. Ir. Sukarno. Pemugaran candi di wilayah Prambanan terus dilaksanakan, diantaranya yaitu pemugaran candi Brahma dan candi Wisnu. Pemugaran candi Brahma dimulai pada tahun 1977 dan telah selesai dan diresmikan oleh Prof Dr. Haryati Soebandio tanggal 23 Maret 1987. Candi wisnu mulai dipugar pada tahun 1982 selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 27 April 1991. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut.

6

II. TUJUAN Karya tulis ini kami susun dengan tujuan : 1. sebagai salah satu tugas IPS 2. menyumbangkan pengetahuan kepada pembaca yang memerlukannya 3. mengaplikasikan karangan ilmiah yang berkaitan dengan pelajaran bahasa indonesia III.MANFAAT / KEGUNAAN Manfaat atau kegunaan dari karya tulis ini kita bias mengetahui latar belakang candi prambanan.

7

BAB II PEMBAHASAN

A. LOKASI CANDI PRAMBANAN Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang yang terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten. B. SEJARAH PEMBANGUNAN Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Siwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Pemugaran Candi Prambanan memakan waktu yang sangat panjang, seakan tak pernah selesai. Penemuan kembali reruntuhan bangunan yang terbesar, yaitu Candi Syiwa, dilaporkan oleh C.A. Lons pada tahun 1733. Upaya penggalian dan pencatatan pertama dilaksanakan di bawah pengawasan Groneman. Penggalian diselesaikan pada tahun 1885, meliputi pembersihan semak belukar dan pengelompokan batu-batu reruntuhan candi. Pada tahun 1902, upaya tersebut dilanjutkan kembali oleh van Erp. Pengelompokan dan identifikasi batu-batu reruntuhan dilaksanakan secara lebih rinci. Pada tahun 1918, pemugaran terhadap Candi Prambanan

8

dilanjutkan kembali di bawah pengawasan Dinas Purbakala (Oudheidkundige Dienst) yang dipimpin oleh P.J. Perquin. Melalui upaya ini, sebagian dari reruntuhan Candi Syiwa dapat direkonstruksi kembali. Pada tahun 1926, dibentuk sebuah panitia pemugaran di bawah pimpinan De Haan untuk melanjutkan upaya yang telah dilaksanakan Perquin. Di bawah pengawasan panitia ini, selain pembangunan kembali Candi Syiwa semakin disempurnakan hasilnya, dimulai juga persiapan pembangunan Candi Apit. Pada tahun 1931, De Haan meninggal dan digantikan oleh V.R. van Romondt. Pada tahun 1932, pemugaran kedua Candi Apit berhasil dirampungkan. Pemugaran terpaksa dihentikan pada tahun 1942, ketika Jepang mengambil alih pemerintahan di Indonesia. Setelah melalui proses panjang dan tersendatsendat akibat perang dan peralihan pemerintahan, pada tahun 1953 pemugaran Candi Syiwa dan dua Candi Apit dinyatakan selesai. Sampai saat ini, pemugaran Candi Prambanan masih terus dilaksanakan secara bertahap. Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini. Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang ber