perilaku organisasi

Click here to load reader

  • date post

    08-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

description

perilaku organisasi

Transcript of perilaku organisasi

  • *

  • *PERILAKUORGANISASI

  • *

  • *BACKGROUND

  • *

  • *

  • *GOALS OF ORGANIZATIONAL BEHAVIOR

  • *

    IMPROVING QUALITY AND PRODUCTIVITY MANAGING WORKFORCE DIVERSITY RESPONDING TO GLOBALIZATION EMPOWERING PEOPLE STIMULATING INNOVATION AND CHANGE COPING WITH TEMPORARINESS DECLINING EMPLOYEE LOYALTY IMPROVING ETHICAL BEHAVIOR

    CHALLENGES AND OPPORTUNITIES

  • *

  • *THE INDIVIDUAL IN THE ORGANIZATIONFOUNDATION OF INDIVIDUAL BEHAVIOR

  • *Menurut Gordon Allport (1930) nilai utama yang dianut manusia yaitu:

    Nilai Teoritik: Yaitu nilai yang memprioritaskan penemuan kebenaran melalui kenalaran dan berpikir sistematik.Nilai Ekonomik: Yaitu nilai yang memprioritaskan kemanfaatan dan kepraktisan termasuk akumulasi kekayaan.Nilai Estetika: Yaitu nilai yang memprioritaskan keindahan (beauty), bentuk, dan harmoni artistik (seni).Nilai Sosial: Yaitu nilai yang memprioritaskan orang dan cinta sebagai hubungan kemanusiaan.Nilai Politik: Yaitu nilai yang memprioritaskan kekuasaan dan mempengaruhi orang lain.Nilai Religius: Yaitu nilai yang memprioritaskan kesatuan dalam kosmos sebagai keseluruhan.

  • *

  • *

  • *HALLO EFFECT: Memberikan tambahan penilaian (judgment) kepada seseorang atau sesuatu yang masih bertalian dengan persepsi yang telah dibuat. Misalnya, orang itu malas, maka diberi tambahan persepsi, karena malas maka ia suka minta-minta.ATTRIBUTION: Adalah membuat judgment (evaluasi) atas persepsi mengenai alasan mengapa orang berperilaku seperti itu. Orang biasanya membuat atribusi sebab (causal attribution). Misalnya, mengapa ia pinjam uang, disebabkan karena kehabisan uang tunai.STEREOTYPING: Adalah memberi sifat kepada seseorang, semata-mata atas dasar sifat-sifat yang ada pada kelompok, ras, atau bangsa secara umum sebagaimana pernah didengar atau diketahui dari sumber lain. Misalnya, anda kedatangan tamu orang Cina, lalu anda menyuguhkan makanan babi. Judgment anda dalam hal ini bisa keliru.PROJECTION: Adalah bentuk mekanisme peramalan. Intinya, orang yang mempersepsi mempersiapkan diri bertahan atas apa yang akan dilakukan orang yang dipersepsi. Misalnya, Kita mempersepsi seseorang sehingga meramalkan/memperkirakan Coba saja nanti dia kan tidak setuju usulan kita ., kita harus mempersiapkan diri . Persepsi semacam ini bisa saja keliru.

  • *Kita belajar dalam bentuk (shaping) pengalaman yang kita lalui. Kalau dikatakan bahwa learning by mistake berarti kita menunjuk suatu bentuk pengalaman kita yang lalu. Selanjutnya apa yang telah kita pelajari akan menjadi modeling setelah itu.

  • *PERSONALITY AND EMOTIONSReserved vs Outgoing (Tertutup vs Terbuka).Less Intelligent vs Emotionally (Kurang cerdik vs Lebih cerdik).Affected by feelings vs Emotionally stable (Terpengaruh oleh perasaan vs Emosional stabil)Submissive vs Dominant (Penurut vs Dominan).Serious vs happy-go-lucky (Serius vs Seenaknya).Expedient vs Conscientious (Gampang menyesuaikan vs Hati-hati).Timid vs Venturesome (Takut-takut vs Petualangan).Tough-minded vs Sensitive (Keras vs Peka).Trusting vs Suspicious (Percaya vs Curiga).Practical vs Imaginative (Praktis vs Suka berangan-angan).

  • *11.Forthright vs Shrewd (Blak-blakan vs Licik).Self-assured vs Apprehensive (Pasti-diri vs Khawatiran).Conservative vs Experimenting (Kolot vs Suka percobaan).Group-dependant vs Self-sufficient (Bergantung pada kelompoknya vs Mencukupi sendiri).Uncontrolled vs Controlled (Tak terkendali vs Terkendali).Relaxed vs Tense (Santai vs Tegang).

    PENENTU KEPRIBADIANKETURUNAN: Keturunan merujuk faktor-faktor yang ditentukan sejak lahir. Ritme biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dipengaruhi secara substansial oleh siapa orang tuanya. Namun demikian karakteristik kepribadian tidak sepenuhnya dipengaruhi keturunan.LINGKUNGAN: Diantara faktor-faktor yang memberikan tekanan pada pembentukan kepribadian kita adalah kebudayaan dimana kita dibesarkan. SITUASI: Situasi mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan pada kepribadian. Kepribadian individu, walaupun umumnya stabil dan konsisten, dapat berubah pada situasi yang berbeda.

  • *ATRIBUT KEPRIBADIAN UTAMA YANG MEMPENGARUHI OBLOKUS KENDALI: Persepsi seseorang tentang sumber nasibnya diistilahkan sebagai lokus kendali. Diberi label internal, jika mereka yakin bahwa mereka dapat mengandalikan nasib mereka. Sementara itu diberi label eksternal jika hidup mereka dipersepsikan dikendalikan oleh kekuatan luar.

    MACHIAVELLIANSIME: Tingkat dimana individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosi, dan yakin bahwa tujuan dapat dicapai dengan membenarkan segala cara.

    HARGA DIRI: Atau keyakinan diri (self-esteem= SE) Tingkat dimana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. Penelitian SE menawarkan sejumlah kajian penting tentang OB. Harga diri berhubungan langsung dengan harapan keberhasilan. Orang dengan SE tinggi yakin bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berhasil

    PEMANTAUAN DIRI: Ciri kepribadian yang mengukur kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya terhadap faktor-faktor eksternal situasional.

    PENGAMBILAN RISIKO: Ciri kepribadian yang berani mengambil risiko

    KEPRIBADIAN TIPE A: Keterlibatan agresif dalam perjuangan bertahun-tahun tiada henti untuk meraih lebih banyak dalam waktu yang semakin sedikit jika perlu melawan upaya-upaya orang lain atau orang lain yang menentang. Kebalikannya Kepribadian tipe B.ExerciseExercise

  • *EmotionsAdalah perasaan kuat yang diarahkan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah suatu reaksi, bukan sifat kepribadian. Emosi dapat berubah menjadi suasana hati ketika anda kehilangan fokus pada obyek kontekstual. Suatu saat anda dikritik sehingga marah, hal ini menyebabkan hari itu suasana hati menjadi tidak enak.EMOSI YANG DIRASAKAN VERSUS EMOSI YANG DITAMPILKANAgar lebih memahami emosi perlu dipisahkan antara emosi yang dirasakan versus emosi yang ditampilkan. Emosi yang dirasakan adalah emosi aktual individu. Sedangkan emosi yang ditampilkan adalah emosi yang dituntut oleh organisasi dan dianggap tepat dalam pekerjaan tertentu. Emosi semacam ini bukan pembawaan tetapi dipelajari. Manajer yang efektif belajar menjadi serius manakala harus melakukan penilaian kinerja.DAPATKAH ORANG MENJADI TANPA EMOSI Seseorang yang sulit mengungkapkan perasaannya serta sulit memahami emosi orang lain disebut sebagai alexithymia. Orang seperti inijarang menangis dan sering tak punya enerji dan dingin bagi orang lain.

  • *APLIKASI-APLIKASI OB1. Kemampuan dan seleksi: Orang yang bisa mengetahui emosinya sendiri dan bisa dengan baik membaca emosi orang lain bisa menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka.2. Kecerdasan Emosional (EI): Terdiri dari lima dimensi yaitu: (1). Kesadaran Diri, kemampuan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan; (2). Pengelolaan Diri, kemampuan untuk mengelola emosi dan rangsangan sendiri; (3). Motivasi Diri, kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi kemunduran dan kegagalan; (4). Empati, kemampuan untuk merasakan bagaimana perasaan oran lain; (5). Ketrampilan Sosial, kemampuan menangani emosi orang lain.3. Pengambilan Keputusan: Pemahaman tentang pengambilan keputusan melibatkan hati dan kepala. Orang menggunakan emosi serta proses intuitif dan rasional dalam pengambilan keputusan. 4. Motivasi: Masalah motivasi akan dibahas tersendiri. Hanya saja perlu kita pahami disini bahwa teori tentang motivasi terlalu dirasionalkan. Perlu diketahui bahwa ada banyak orang yang terlibat secara emosional dengan pekerjaannya, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional. Contohnya seperti banyak orang yang lupa makan dan bekerja sampai larut malam karena tenggelam dengan irama kerjanya.5. Kepemimpinan: Masalah ini dibahas tersendiri, disini sekedar memperkenalkan bahwa emosi dapat menjadi bagian integral dari kepemimpinan. Ungkapan emosi seorang pemimpin menjadi unsur penting yang mengakibatkan individu menerima atau menolak.6. Konflik Interpersonal: Kapan saja konflik bisa timbul, dan kita bisa memastikan bahwa emosi akan timbul. Keberhasilan menyelesaikan sebuah konflik sangat dipengaruhi kemampuan mengidentifikasikan unsur-unsur emosional.7.Perilaku menyimpang di tempat kerja: Emosi negatif dapat menimbulkan sejumlah perilaku menyimpang ditempat kerja.

  • *BASIC MOTIVATION CONCEPTSWhat is Motivation?Adalah proses yang berperan pada intensitas, arah, dan lamanya berlangsung upaya individu ke arah pencapaian sasaran.TEORI AWALTENTANG MOTIVASITEORI KONTEMPORERTENTANG MOTIVASI

  • *Teori Hierarki KebutuhanTeori ini dikembangkan oleh Abraham H. Maslow, relatif terkenal dan tertua. Maslow mengelompokkan berbagai macam kebutuhan manusia kedalam lima kategori yang tersusun secara hirarkie dari atas kebawah.ActualizationneedsEsteem needsSocial needsSafety and security needsPhysiological needs

  • *Teori X dan Teori YTeori ini dikembangkan oleh McGregor, disarankan digunakan untuk mengelola pekerja dalam perusahaan atau organisasi, yang dapat digunakan untuk memotivasi kerja karyawannya. Dasar teorinya adalah asumsi terhadap pekerja yang ia ringkan menjadi dua bua teori, yaitu: TEORI X dan TEORI Y.

  • *Teori Dua FaktorTeori ini dikembangkan oleh Frederick Herzberg, disebut juga teori Motivation-Hygiene disingkat teori M-H. Menurut Herzberg, karyawan memiliki rasa kepuasan kerja (Job Satisfaction) dan rasa ke-tidak puasan kerja (Job Dissatisfaction) dalam pekerjaannya. Namun kedua hal yang berlawanan itu tidak terletak dalam satu kontinum. Job Satisfaction bukan lawannya Job Dissatisfaction.

  • *Teori ERG

  • *Teori Kebutuhan McClelland

  • *Teori Evaluasi KognitifMenyatakan bahwa membagi ganjaran-ganjaran ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya secara instrinsik telah diberi hadiah cenderung mengurangi tingkat motivasi keseluruhan. Dengan kata lain, bila imbalan ekstrinsik (upah tinggi, promosi, hubungan penyelia yang baik, kondisi kerja yang menyenangkan) diberikan kepada seseorang untuk menjalankan tugas yang menarik, imbalan itu menyebabkan minat instrinsik (prestasi, tanggung jawab, kompetensi) terhadap tugas itu sendiri merosot.

  • *Teori Penetapan-SasaranGoal-setting Theory yang dikembangkan Edwin Locke, berpendapat bahwa keinginan (intention) yang ada dalam batin untuk mencapai goal merupakan sumber utama motivasi kerja. Misalnya: ingin menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 17.00, ingin meningkatkan produktivitas secesar 10%, ingin menyelesaikan S-2 dalam 16 bulan dsb.

  • *Teori PenguatanTeori Penguatan (Reinforcement Theory) adalah lawan pendapat dari goal-setting theory. Teori penguatan merupakan pendekatan kognitif yang mengemukakan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Argumentasinya penguatanlah yang mengkondisikan perilaku.Teori ini mengabaikan keadaan internal individu namun memusatkan semata-mata hanya pada apa yang terjadi pada seseorang bila ia melakukan tindakan. Teori ini bukanlah teori motivasi, akan tetapi karena memberikan analisis yang ampuh terhadap apa yang mengendalikan perilaku maka dipertimbangkan masuk dalam pembahasan motivasi.

  • *Teori HanyutMenurut Ken Thomas yang mengembangkan teori ini, motivasi seseorang tidak berkaitan dengan sasaran akhir. Kegiatan yang dilakukan mencapai sasaran yang tidak dibatasi waktu dan bukannya upaya untuk mencapai sasaran. Dengan demikian ketika seseorang mengalami perasaan hanyut (flow), dia benar-benar termotivasi secara intrinsik.Model Motivasi IntrinsikKelanjutan dari teori flow, bahwa imbalan yang didapat dari motivasi intrinsik data dari kerja itu sendiri dan bukannya dari faktor-faktor eksternal seperti kenaikan gaji atau pujian dari atasan. Model ini mengemukakan bahwa motivasi intrinsik dicapai ketika orang mengalami perasaan-perasaan adanya: pilihan, kompetensi, penuh arti, dan kemajuan.

  • *Teori KesetaraanTeori Kesetaraan (Equity Theory) dikembangkan oleh Adam, didasarkan atas premis bahwa motivasi dipengaruhi derajad keadilan yang dipersepsikan oleh seseorang karyawan dalam situasi kerjanya. Jika seorang karyawan merasa ia dibayar kurang dari teman kerjanya yang sederajad padahal pengorbanannya sama maka ia merasa diperlakukan tidak adil, dan akan berusaha mengurangi ketidakadilan itu dengan perbuatan tertentu.

  • *Teori PengharapanTeori Pengharapan (expectancy theory) dikembangkan oleh Vroom, semula sangat sederhana karena hanya menyatakan bahwa performance adalah fungsi daripada motivasi dan kemampuan (ability) sehinggga dirumuskan:P = f (MxA)Dari rumus itu selanjutnya dikembangkan dengan menggunakan lima variabel yaitu: expectancies (harapan), outcomes (hasil), instrumentalities (sarana), valences (nilai), dan choices (pilihan). Sehingga dapat digambarkan seperti dibawah ini:

  • * MOTIVATION: FROM CONCEPTS TO APLICATION

  • *

  • *

  • *

  • *

    ASPEKKELEBIHANKEKURANGANKARYAWANMenarik karena mereka dapat menyesuaikan tunjangan mereka dengan cakupan kebutuhan mereka sendiri.Biaya tunjangan optional sering meningkat. ORGANISASISering tunjangan fleksibel menghasilkan tabungan. Banyak perusahaan yang mengenalkan tunjangan fleksibel untuk meningkatkan pemotongan premi.Rencana ini lebih rumit dalam pengawasannya oleh manajemen dan penerapan program ini seringkali mahal.

  • *K1

  • *INDIVIDUAL DECISION MAKINGModel pembuatan keputusan yang optimal bersifat rasional. Artinya, secara konsisten membuat pilihan yang memaksimalkan nilai dalam batas-batas tertentu. Model pengambilan keputusan yang rasional ada 6 langkah sebagai berikut:

  • *MODEL KREATIFITAS TIGA-KOMPONEN

  • *KAJIAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL DALAM ORGANISASI

  • *ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN