PERANG SUCI DONALD TRUMP - m. · PDF filelogis dari demokrasi. Sejak Donald Trump meluncurkan...

Click here to load reader

  • date post

    02-Jun-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERANG SUCI DONALD TRUMP - m. · PDF filelogis dari demokrasi. Sejak Donald Trump meluncurkan...

PERANG SUCI DONALD TRUMPAKHIR DARI GLOBAL WAR ON TERRORISM

K. Mustarom

Laporan KhususEdisi 2 | Februari 2017

ABOUT USLaporan ini merupakan sebuah publikasi dari Lembaga Kajian Syamina (LKS). LKS merupakan

sebuah lembaga kajian independen yang bekerja dalam rangka membantu masyarakat untuk

mencegah segala bentuk kezaliman. Publikasi ini didesain untuk dibaca oleh pengambil kebijakan

dan dapat diakses oleh semua elemen masyarakat. Laporan yang terbit sejak tahun 2013 ini

merupakan salah satu dari sekian banyak media yang mengajak segenap elemen umat untuk

bekerja mencegah kezaliman. Media ini berusaha untuk menjadi corong kebenaran yang

ditujukan kepada segenap lapisan dan tokoh masyarakat agar sadar realitas dan peduli terhadap

hajat akan keadilan. Isinya mengemukakan gagasan ilmiah dan menitikberatkan pada metode

analisis dengan uraian yang lugas dan tujuan yang legal. Pandangan yang tertuang dalam laporan

ini merupakan pendapat yang diekspresikan oleh masing-masing penulis.

Untuk komentar atau pertanyaan tentang publikasi kami, kirimkan e-mail ke:

lk.syamina@gmail.com.

Seluruh laporan kami bisa didownload di www.syamina.org

Daftar Isi

Executive Summary _____________________________________________________ 1

Antara Paus Urbanus II dan Donald Trump ___________________________________ 3

Fase Baru Perang Melawan Terorisme ______________________________________ 18

Violent Extremism vs Islam Radikal ________________________________________ 23

Clash of Civilizations ___________________________________________________ 36

Mengalahkan Jihad ____________________________________________________ 70

Kakistokrasi __________________________________________________________ 76

Kesimpulan __________________________________________________________ 83

01 Executive Summary

Executive Summary

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS mengejutkan banyak pihak. Saat ini,

presiden Amerika Serikat adalah seorang pria yang membanggakan diri saat

melakukan pelecehan seksual terhadap wanita. Pemimpin bangsa AS adalah

pemasok berita palsu dan teori konspirasi yang melahirkan kampanye rasis. Orang

yang paling berkuasa di dunia adalah seorang pemilik hotel yang mudah

tersinggung, arogan, suka menghina, mengintimidasi, dan narsis. Seorang selebritis

yang arogan, pendendam & suka berubah-ubah pikiran kini memimpin AS.

Trump merubah kebencian menjadi alat politik. Dia bukan yang pertama. Tapi dia

yang secara efektif mendorong dan memanfaatkan kebencian konservatifyang

memang sudah lama ada di ASterhadap Muslim dan orang-orang Latin. Dia

mengejek wartawan yang cacat. Dia mengambarkan komunitas kulit hitam bukan

apa-apa selain orang-orang kampungan yang penuh dengan kejahatan. Dia

mencela lawannya sebagai penjahat pengkhianat dan menyerukan lawannya untuk

dipenjara. Dia menghina dan berseteru secara terbuka, yah ... dengan hampir

semua orang.

Kedengkian adalah meme-nya. Ia menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi presiden

meski dengan mendobrak segala norma. Dan ini adalah salah satu konsekuensi

logis dari demokrasi.

Sejak Donald Trump meluncurkan kampanyenya, dunia mulai mencari kata yang

tepat untuk mendefinisikan pemerintahan yang akan ia pimpin. Apakah ia akan

menjadi seorang fasis? Apakah ia akan menjadi seorang demagog ataukah

diktator? Apakah pemerintahannya bersifat oligarki, plutokrasi, ataukah

kleptokrasi?

Kini, setelah ia terpilih dan memimpin Amerika, beberapa pihak merasa sudah

menemukan jawaban, bentuk pemerintahan seperti apa yang akan ia pimpin.

Jawabannya adalah semua hal di atas. Dan semua itu terangkum dalam satu kata:

kakistokrasi, yang secara harfiah berarti sebuah pemerintahan yang dipimpin oleh

02 Executive Summary

elemen terburuk dalam sebuah komunitas. Kakistokrasi adalah sebuah

pemerintahan yang dipimpin oleh orang paling tidak berkompeten atau paling

buruk dalam sebuah masyarakat.

Trump datang untuk menegaskan musuh utama Amerika. Lima belas tahun lebih

Amerika meluncurkan Global War on Terror, yang membuatnya menjadi perang

terlama yang pernah dilakukan oleh Amerika Serikat. Hampir lima trilyun dollar

sudah dikeluarkan, dengan hasil yang jauh dari harapan. Kini, Donald Trump

datang dengan membawa strategi baru.

Dengan narasi yang mirip dengan narasi Perang Salib Paus Urabanus II, Trump,

bersama sederetan tokoh anti-Islam ia bawa ke Gedung Outih, siap

mendeklarasikan sebuah perang suci, untuk membuat Amerika aman dan hebat

kembali. Di malam inagurasinya, ia menegaskan musuh utamanya, yaitu Islam

radikal, yang ingin ia tumpas dari muka bumi.

Dengan deklarasi perang sucinya, berakhirlah perang AS melawan terorisme.

Musuh mereka sekarang bukan lagi terorisme, bukan juga violent extremism. Tapi,

di era Trump, musuh mereka adalah Islam radikal, yaitu siapapun dari umat Islam

yang meyakini supremasi hukum Islam di atas nilai-nilai dan konstitusi yang lain.

03 Antara Paus Urbanus II dan Donald Trump

Antara Paus Urbanus II dan Donald Trump

Pada bulan Nopember 1095 sebuah pertemuan besar dihelat di Clermont. Ribuan

orang dari berbagai daerah di Prancis berbondong-bondong menghadiri

pertemuan ini. Dinginnya bulan Nopember tidak menghalangi mereka untuk

mendengarkan pidato Paus Urbanus II. Mereka mendirikan kemah-kemah di ruang

terbuka. Di tengah lautan manusia, Urbanus menyampaikan pidatonya dalam

bahasa Perancis.

Wahai rakyat Frank! Rakyat Tuhan yang tercinta dan terpilih! Telah datang

kabar memilukan dari Palestina dan Konstantinopel, bahwa suatu bangsa

terlaknat yang jauh dari Tuhan telah merampas negara tersebut, negara umat

Kristen. mereka hancurkan negara itu dengan perampokan dan pembakaran.

Mereka bawa para tawanan ke negara mereka. Dan sebagian lain mereka

bunuh dengan disiksa secara sadis. Mereka hancurkan gereja-gereja setelah

sebelumnya mereka kotori dan mereka nodai. Mereka taklukkan kerajaan

Yunani (Bizantium: Penulis) dan mereka rampas wilayahnya yang sebegitu

luasnya hingga seorang musafir tidak akan selesai mengelilingi wilayah itu

dalam waktu dua bulan penuh.1

Pertama-tama pidato di atas menciptakan common enemy bagi Kristen Barat

dengan melakukan dua kali penyebutan kelompok yang berkonotasi baik dan

buruk. Pertama, kalimat rakyat Tuhan yang tercinta dan terpilih. Penyebutan

ini digunakan untuk menimbulkan rasa bangga bagi komunikan. Kedua, kalimat

bangsa terlaknat yang jauh dari Tuhan. Penyebutan ini digunakan untuk

menimbulkan rasa benci dan antipati terhadap obyek. Dengan dua penyebutan ini

terciptalah garis demarkasi yang tegas antara kita, orang baik, dengan mereka,

orang jahat, yang menjadi musuh bersama.

1 https://sourcebooks.fordham.edu/source/urban2a.html

Kita berada dalamsebuah perangdunia melawangerakan massalmesianik dariorang-orang jahat,yang sebagianbesar dari merekaterinpirasi olehideologitotalitarian, yaituIslam radikal.

04 Antara Paus Urbanus II dan Donald Trump

Selanjutnya pidato tersebut melakukan tebang pilih fakta untuk menguatkan kesan

kejahatan dan kebrutalan musuh bersama. Bahwa di suatu periode sejarah,

penguasa Muslim pernah menghancurkan gereja Makam Suci (holy spulchre)

adalah fakta. Pada tahun 1010 al-Hakim bin Amrillah, penguasa dinasti Fatimiyah,

menghancurkan gereja Makam Suci. Tetapi ada fakta lain yang berbanding terbalik.

Di bawah kepemimpinan al-hir, penerus al-Hkim, gereja Makam Suci dibangun

kembali. Durant menggambarkan bangunan baru gereja Makam Suci sebagai

bangunan luas yang bisa menampung 8000 (delapan ribu) orang.

Pembangunannya melibatkan teknik dan kecerdasan tertinggi yang ada pada saat

itu. Interiornya dihiasi tenunan sutera yang bersulam benang Emas. Di dalamnya

terdapat gambar Almasih yang sedang menunggang keledai.2

Bisa jadi benar juga bahwa para peziarah Makam Suci dari Eropa mendapat

gangguan keamanan dari penguasa Seljuk. Tetapi fakta lain menunjukkan bahwa

selama Palestina berada di bawah kekuasaan Islam, umat Kristiani yang berdomisili

maupun yang berkunjung untuk melaksanakan ziarah mendapat perlakuan yang

baik. Bahkan Durant menyebut, perlakuan buruk dari penguasa Islam hanyalah

pengecualian.3

Tebang pilih fakta di atas dikombinasikan dengan isu pencaplokan wilayah Kristen

Bizantium oleh pasukan Islam untuk menanamkan kesan bahwa bangsa Eropa

adalah bangsa yang teraniaya. Kesan ini memberikan legitimasi bagi kemungkinan

tindakan perang yang akan diambil bangsa Eropa terhadap Umat Islam.

Sejatinya isu pencaplokan bukan hal baru. Sudah sejak abad ketujuh, kekaisaran

Romawi terus menerus kehilangan wilayahnya oleh upaya perluasan yang

dilakukan pasukan Islam. Yerussalem pun sudah berada di bawah kekuasaan

kekhalifahan Islam sejak masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Karenanya, Calude

Cahen menyebut perang salib adalah respon terlambat atas gerakan perluasan

2 William James Durant, Qiat al-Harah, Terj., Dr. Zaki Najib Mahmud dkk, (Beirut: Dr al-Jl,1988), 15:12.3 Ibid, 15:11

05 Antara Paus Urbanus II dan Donald Trump

Islam.4 Bahkan jika ditarik lebih ke belakang, maka caplok mencaplok sudah terjadi

sejak sebelum Islam, ketika dua neg