pengertian evaluasi

download pengertian evaluasi

of 24

  • date post

    16-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    188
  • download

    1

Embed Size (px)

description

pengertian evaluasi

Transcript of pengertian evaluasi

TUGAS MK ORGANISASI MANAJEMEN

EVALUATING

Oleh : Agia Tessa Andriani ( 101144041) Yemy Ameliana (101144040) Iah Novi Maslahah (101144071)

PASCA SARJANA UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN MINAT STUDI MANAJEMEN PEMASARAN DAN KEUANGAN PELAYANAN KESEHATAN SURABAYA 2011

1.1

PENGERTIAN EVALUASI Harold Koontz (1984), pengendalian (evaluasi) adalah pengukuran dan

perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan dapat terselenggara. Evaluasi adalah suatu proses pengukuran dan pembandingan dari hasilhasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. Hasil evaluasi dimaksudkan menjadi umpan balik untuk perencanaan kembali. Evaluasi atau penilaian juga berarti fungsi organik administrasi dan

manajemen yang terakhir. (Aji dan Sirait, 1990). Comparing performance against standards to determine wether to improve, maintain or terminate a program, yang artinya membandingkan performa terhadap standar untuk mengetahui apakah program tersebut harus ditingkatkan, terus dijalankan atau dihentikan. (Provus) Gathering and combining performance data with weighted set of goal scale yaitu mengumpulkan dan mengkombinasikan data dengan standar tujuan. (Scriven) That part of the decision making process, in which information about actions and their result are systematically asses against norms and their criteria, in order to select among alternatives for the future yaitu bagian dari proses pengambilan keputusan yang informasinya meliputi kegiatan dan hasilnya dibandingkan dengan norma dan criteria, untuk memilih keputusan alternative. (Morris Scaefer) Evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan dan pengungkapan masalah kinerja program/proyek untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja program/proyek. Perlu dicatat bahwa dalam usaha mencapai tujuan selalu terdapat jurang pemisah (gap) antara tujuan dan hasil yang dicapai (achievements). Kiranya tidak salah apabila dikatakan bahwa tidak ada satu organisasi yang selalu dapat

mencapai tujuannya dengan seratus persen memuaskan, karena itu perlu usaha yang serius untuk: 1. menentukan tujuan yang realistis dan pragmatis; 2. menentukan standard kualitas pekerjaan yang diharapkan; 3. meneliti sampai pada tingkat apa standard yang telah ditentukan itu dapat dicapai; 4. mengadakan penyesuaian sesuai kondisi yang diperlukan baik

penyesuaian rencana, organisasi, cara motivasi atau pengawasan. Penyesuaian dapat pula ditujukan terhadap tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. 1.2 Tujuan Evaluasi

Tujuan diadakanya evaluasi suatu program biasanya bervariasi, tergantung pada pihak yang memerlukan informasi tersebut. Pimpinan tingkat atas memerlukan informasi hasil evaluasi berbeda dengan pimpinan tingkat menengah atau pimpinan tingkat pelaksana. Tujuan evaluasi dari setiap fungsi manajemen yang terpenting adalah agar organisasi dapat tumbuh dan berkembang, yang berarti : 1. Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuanketentuan dari rencana. 2. Melakukan tindakan perbaikan (corrective) jika terdapat penyimpanganpenyimpangan (deviasi) 3. Tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya. 4. Organisasi semakin mampu meningkatkan produktifitasnya; tidak berhenti pada suatu status quo efisiensi; 5. Organisasi semakin terlihat organization performance yang makin efisien; tidak mudah goyah oleh up and down situasi sekelilingnya; 6. Cepat mengambil manfaat dari perkembangan di luar organisasi, terutama perkembangan dalam bidang teknologi.

1.3

Manfaat Evaluasi memperlihatkan keberhasilan atau kegagalan proyek menunjukkan di mana dan bagaimana perlu dilakukan perubahanperubahan menentukan bagaimana kekuatan atau potensi dapat ditingkatkan. memberikan informasi untuk membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. membantu untuk dapat melihat konteks dengan lebih luas serta implikasinya terhadap kinerja pembangunan. Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan tetapi

berusaha

untuk

menghindari

terjadinya

kesalahan-kesalahan

serta

memperbaikinya jika terdapat kesalahan-kesalahan. Jadi pengendalian dilakukan sebelum proses, saat proses dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui. Evaluasi, sebagaimana halnya dengan fungsi organik administrasi dan fungsi manajemen yang lain, diilakukan pada dua tingkatan konsepsional.

Pertama, pada tingkat admistrasi dilakukan administrative evaluating yang bersifat menyeluruh dan mecakup semua tingkatan hierarki dan aspek kegiatan. Kedua, pada tingkat manajemen, terutama di tingkat middle and supervisory managements- dilakukan managerial evaluating. Evaluasi manajemen (Manajerial evaluating) lebih sempit ruang lingkupnya apabila dibandingkan dengan administrative evaluating karena lebih tertuju kepada fungsi sebagai seoerang Manajer, dalam hal ini terkait fungsi POSDCORB(E) (Lihat Gambar 1).

Fungsi Manajer

Planning,

Organizing

Staffing

Directing

Coordinating

Reporting

Budgeting.

Feed Back

EVALUASI MANAJERIAL

Gambar 1. Hubungan Fungsi Evaluasi Manajerial dengan Fungsi Pokok Manajer

Ditinjau dari segi hubungan fungsi evaluasi dengan fungsi organik lainnya, dapat dikatakan bahwa fungsi evaluasi lebih penting daripada fungsi organik yang lain, sebab fungsi evaluasi akan dapat menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa. Misalnya, mengapa rencana tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Atau, mengapa organisasi tidak berjalan lancar? Mengapa produktifitas para pegawai rendah? Mengapa sering timbul keluh-kesah pegawai? Mengapa disiplin kerjanya merosot? Mengapa sistem pengawasannya tidak berjalan lancar? Dan sebagainya. (Handolo, 1997) Karena fungsi evaluasi berusaha untuk menemukan jawaban tersebut, maka evaluasi ditujukan kepada semua orang di dalam organisasi yang mencakup semua aspek kegiatan, semua sarana, semua sistem dan prosedur kerja, serta semua hubungan antara unit-unit organisasi dan antara orang di dalam organisasi. 1.4 1. Jenis Evaluasi Evaluasi formatif, yaitu penilaian terhadap hasil-hasil yang telah dicapai selama proses kegiatan proyek dilaksanakan. Waktu pelaksanaan dilaksanakan secara rutin (per bulan, triwulan, semester dan atau tahunan) sesuai dengan kebutuhan informasi hasil penilaian. Manfaat : memberikan umpan balik kepada manager program tentang kemajuan hasil yang

dicapai, hambatan-hambatan yang dihadapi. Disebut evaluasi proses atau monitoring. 2. Evaluasi sumatif, yaitu penilaian hasil-hasil yang telah dicapai secara keseluruhan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Waktu pelaksanaan pada saat akhir proyek sesuai dengan jangka waktu proyek dilaksanakan. Untuk proyek yang memiliki jangka waktu enam bulan, maka evaluasi sumatif dilaksanakan menjelang akhir bulan keenam. Untuk evaluasi yang menilai dampak proyek, dapat dilaksanakan setelah proyek berakhir dan diperhitungkan dampaknya sudah terlihat nyata. 1.5 Manajemen Evaluasi Proses kegiatan evaluasi secara keseluruhan dapat disimpulkan atas empat dimensi atau langkah kegiatan: 1. Dimensi kegiatan berpikir secara konsepsual Kegiatan disini meliputi: 1) formulasi tujuan, sasaran, dan manfaat evaluasi. Manfaat hasil evaluasi tentunya akan berbeda menurut tingaktan organisasi tersebut. Keputusan yang diambil juga akan berbeda, tergantung tujuan dilaksanakan evaluasi. 2) formulasi sumber dan informasi yang dibutuhkan. Semua informasi yang masuk perlu dianalisis dan dipilih menurut kebutuhan dan tujuan dilaksanakan kegiatan evaluasi. Cara terbaik untuk memilih informasi yang dibutuhkan ialah dengan mempertimbangkan criteria yang digunakan. 3) formulasi criteria yang digunakan. Norms adalah terminology atau istilah umum yang digunakan sebagai pengganti goal, standard, kebijakan dan lain-lain. Apabila norm dijabarkan dalam bentuk yang lebih spesifik dan dapat digunakan sebagai alat evaluasi disebut criteria. Criteria yang dianjurkan WHO dalam evaluasi adalah: - relevansi, rasionalisasi keseuaian program dengan kebijakan umum yang dikaitkan kebijakan social dan ekonomi dengan kebutuhan prioritas kebijakan kesehatan untuk

masyarakat. Relevansi merupakan tingkat keterkaitan tujuan maupun hasil/keluaran program layanan dengan kebutuhan masyarakat di

lingkungannya, baik local maupun global. Adequacy off effort (Kecukupan). Kecukupan

menunjukkan seberapa besar perhatian yang diberikan dalam program kegiatan untuk mengatasi masalah. Kecukaupan program juga berhubugan dengansampai seberapa besar masalah yang dapat diatasi melalui program kegiatan yang dilaksanakan. Kecukupan menunjukkan tingkat ketercapaian persyaratan ambang yang diperlukan untuk penyelenggaraan suatu program untuk mengatasi masalah yang sebenarnya dimasyarakat. - Progres. Progress atau pengamatan kemajuan adalah perbandingan antara rencana dan kenyataan yang ada, perlu dilakukan dan sumber-sumber yang digunakan dalam pelaksanaan dibandingkan denganrencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan progress atau monitoring ialah pengawasan jalannya usaha kegiatan, atau melihat kemajuan yang telah dicapai. Progress dilakukan pada saat kegiatan program sedang berjalan, karena itu identitas dan tindakan koreksi terhadap penyebab hambatan akan seslalu dijumpai pada evaluasi progress. - Equity (keadilan). Equity adalah kemampuan akses dari organisasi bisnis dalam memberikan layanan baik dari aspek distribusi layanan, aspek sosio-ekonomi masyarakat maupun aspek epidemiologi penyakit. Equity banyak digunakan pada layanan social seperti kesehatan masyarakat. Karena itu, equity merupakan indicator kunci keberhasilan layanan kesehatan. - Efisiensi. Efisiensi menggambarkan hubungan antara hasil yang dicapai suatu program dengan usaha