kasbes anak gizi buruk

Click here to load reader

  • date post

    17-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    48
  • download

    2

Embed Size (px)

description

gizi buruk undip

Transcript of kasbes anak gizi buruk

LAPORAN KASUS BESAR

SEORANG ANAK PEREMPUAN 12 TAHUN 11 BULANDENGAN DHF GRADE I DAN HEMOKONSENTRASI

Diajukan guna melengkapi tugas komprehensifFakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Oleh:ENDRIK BASKARA22010112210015

Pembimbing :dr. Noor Hidayati Sp.A

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAKFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2014HALAMAN PENGESAHAN

Nama Mahasiswa:Endrik Baskara

NIM:22010112210015

Bagian:Ilmu Kesehatan Anak

Judul kasus besar : Seorang anak perempuan 12 tahun 11 Bulan dengan DHF grade I dan Hemokonsentrasi

Pembimbing: dr. Noor Hidayati Sp.A

Jepara, 1 oktober 2014

Pembimbing

dr. Noor Hidayati

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangDemam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi akut oleh virus Dengue yang sering mematikan. Virus Dengue termasuk kelompok Arbovirus yang dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes albopictus, Aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain dapat juga menularkan virus ini, namun merupakan vector yang kurang berperan. Jenis nyamuk ini terdapat hampir diseluruh pelosok Indonesia, kecuali ditempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.1,2,3Penyakit Demam Berdarah Kasus DBD di dunia rata-rata setiap tahunnya dilaporkan ada 925.896 kasus.4 Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Surabaya tahun 1968. Dalam waktu relatif singkat DBD dilaporkan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga sampai tahun 1984 seluruh propinsi di Indonesia telah terjangkit penyakit ini. Menurut data dari Kementrian Kesehatan dari tahun 2009 hingga 2011, jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue adalah 126.908 sedangkan rata-rata kematian mencapai angka 1.125 kasus. Indonesia sendiri pada tahun 2012 menempati peringkat tertinggi ke 2 untuk kasus demam berdarah yang dilaporkan.5 Sementara di provinsi Jawa Tengah insidensi ratenya terus meningkat, Semarang sendiri termasuk dalam 10 kota dengan insidensi tinggi pada tahun 2009. 4Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Indonesia merupakan daerah endemis penyakit ini. Insidensinya cenderung meningkat dari tahun ke tahun dengan puncaknya pada bulan Desember sampai Februari, saat datangnya musim hujan.2,3Morbiditas dan mortalitas infeksi virus dengue dipengaruhi berbagai faktor antara lain status imunitas pejamu, kepadatan vektor nyamuk, transmisi virus dengue, virulensi virus dengue, prevalensi serotipe virus dengue, dan kondisi geografis setempat.3,6Keberhasilan dalam upaya penanganan kasus DBD ini terutama ditentukan oleh kecermatan dalam mendiagnosa secara dini, penatalaksanaan, dan perawatan termasuk keterampilan untuk dapat mengatasi masa peralihan dari fase demam ke fase penurunan suhu (fase krisis, fase syok) dengan baik. Tidak ada perawatan spesifik untuk penanganan DBD. Pengobatan DBD bersifat simptomatik dan suportif. Tatalaksana didasarkan atas adanya perubahan fisiologi berupa perembesan plasma dan perdarahan. Pemilihan jenis cairan dan jumlah yang akan diberikan merupakan kunci keberhasilan pengobatan.1,2,3

B. TujuanPada laporan kasus ini disajikan suatu kasus seorang anak dengan DBD derajat I yang dirawat di bangsal Melati RSU Kartini Jepara. Penyajian kasus ini bertujuan untuk mempelajari tentang cara mendiagnosis, mengelola, membandingkan penanganan DBD derajat I berdasarkan kepustakaan dan pelaksanaanya di Melati dan mengetahui prognosis penderita DBD derajat I.

C. ManfaatPenulisan laporan kasus ini diharapkan dapat membantu mahasiswa kedokteran untuk belajar menegakkan diagnosis, melakukan pengelolaan, dan mengetahui prognosis penderita DBD derajat I.

BAB IIPENYAJIAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITA Nama : An. FUmur : 12 tahun 11bulanJenis kelamin : PerempuanAgama : Islam Pendidikan :SDAlamat : Ngabul 1/1 Jepara

IDENTITAS ORANG TUA Nama Ayah : Tn. JUmur : 46 tahun Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Pendidikan : SMAAlamat : Ngabul 1/1 Jepara

Nama Ibu : Ny. KUmur : 43 tahun Agama : Islam Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pendidikan : SMP Alamat : Ngabul 1/1 Jepara Bangsal : Melati No. CM: 552531 Tanggal Masuk RS : 21 September 2014 Tanggal Keluar : 24 September 2014

B. ANAMNESISAnamnesis tanggal : Alloanamnesis dengan ibu penderita tanggal 20 September 2014, pukul 20.00 di UGD RSU Kartini dan data CMKeluhan utama: demam a. Riwayat penyakit sekarang :Sejak 4 hari SMRS pasien panas tinggi mendadak terus menerus. Anak dibawa berobat ke klinik umum dan diberi obat penurun panas, panas turun tapi kemudian naik lagi. Menggigil (-), kejang (-), mimisan (-), gusi berdarah (-), bintik merah seperti digigit nyamuk (-), batuk (-), pilek (-), nyeri ulu hati (-), mual (+), muntah (-), kepala pusing (+), nyeri otot (+), nyeri sendi (-), anak tampak lemah, nyeri saat BAK (-), BAK dan BAB tidak ada keluhan. Pada hari masuk rumah sakit, anak masih demam tinggi terus menerus. Panas turun dengan penurun panas, tetapi kemudian naik lagi. Mual (+), muntah (-), kepala pusing (+), nyeri ulu hati (+), mimisan (-), gusi berdarah (-), bintik merah seperti digigit nyamuk (-), nyeri otot (+), nyeri sendi (-), anak tampak lemah, nafsu makan menurun, BAK berkurang dibanding biasanya.

b. Riwayat Penyakit Dahulu Anak belum pernah sakit seperti ini sebelumnya.Faringitis (+) Varisela (+) diare (+)

c. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga lain yang sakit demam berdarah. Terdapat tetangga dan teman sekolah yang menderita demam berdarahd. Riwayat Sosial Ekonomi Ayah bekerja sebagai swasta dan ibu adalah ibu rumah tangga. Penghasilan per bulan Rp2.100.000. Menanggung 2 orang anak belum mandiri. Pembiayaan kesehatan menggunakan JKN.Kesan : sosial ekonomi cukup

e. Riwayat Pemeliharaan Prenatal Ibu 31 tahun, pemeriksaan kehamilan dilakukan di Puskesmas > 4x. Selama hamil ibu telah mendapatkan suntikan TT dua kali. Riwayat penyakit selama kehamilan disangkal. Obatobat yang diminum selama kehamilan adalah vitamin dan tablet tambah darah.

f. Riwayat Persalinan dan KehamilanAnak Perempuan lahir dari ibu G1 P0 A0 hamil aterm 37 minggu, lahir secara spontan di Puskesmas, ditolong oleh Bidan anak lahir langsung menangis, berat lahir 3200 gram, panjang badan saat lahir lupa.

g. Riwayat Kelahiran NoKehamilan dan kelahiranUmur/ tanggal lahir

12

aterm, spontan, bidan, 3200 gram aterm, spontan, bidan, 3000 gram12 tahun7 tahun

h. Riwayat Pemeliharaan PostnatalPemeliharaan postnatal di puskesmas, bayi sehat

i. Riwayat Perkembangan dan pertumbuhan Pertumbuhan :Berat badan lahir 3200 gram, panjang badan lahir lupa. Berat badan sekarang 33,5 kilogram. Berat badan bulan lalu tidak tahu. Perkembangan :Anak bisa senyum umur 2 bulan, miring 3 bulan, tengkurap 5 bulan, duduk 7 bulan, gigi keluar 7 bulan, merangkak 9 bulan, berdiri 11 bulan, berjalan 12 bulan. Anak bisa mengatakan 5-10 kata umur 16 bulan, belajar makan sendiri umur 2 tahun, belajar meloncat umur 3 tahun, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri umur 4 tahun, pandai bicara umur 5 tahun. Anak sekarang kelas 6 SD, tidak pernah tinggal kelas dan bergaul dengan teman sebayanyaKesan : pertumbuhan : Cross sectional gizi baik Longitudinal normogrowth, arah garis pertumbuhan tidak dapat dinilai perkembangan : baik sesuai usia

j. Riwayat Imunisasi BCG : 1 x (2 bln, scar lengan kanan atas(+))DPT : 3 x (2,3,4 bulan)Polio : 4 x (0,2,3.4 bulan)Campak : 1 x (9 bulan)Hepatitis B : 4 x (0,2,3,4 bulan)Kesan : imunisasi dasar lengkap sesuai usiak. Riwayat Pemberian Makanan 0-36 bulan: anak diberi ASI semau anak7 bulan 1 tahun : Anak diberikan ASI semau anak. Anak mendapat bubur nasi 3x/ hari dalam mangkok kecil, habis. Anak juga mendapat pisang lumat, potong, 2x/ hari, habis.Anak mendapat susu SGM semau anak @ 2-3 sendok takar dalam 60-80 cc air, pemberian dengan botol, habis.1 tahun-3 tahun: diberikan makanan keluarga 3xsehari @ 1 piring dengan sayur (bayam, wortel, kangkung, sawi, sup) dan lauk (tahu, tempe, kadang-kadang telur, ayam, atau ikan), habis. Anak mendapat susu SGM semau anak @ 2-3 sendok takar dalam 60-80 cc air, pemberian dengan botol, habis.3 tahun sekarang: diberikan makanan keluarga 3x sehari @ 1 piring dengan sayur (bayam, wortel, kangkung, sawi, sup) dan lauk (tahu, tempe, kadang-kadang telur, ayam, ati atau ikan), habis. Kadang-kadang mendapat buah buahan 2-3x/bulan, habisKesan : Asi eksklusifKualitas dan kuantitas makanan cukup.l. Riwayat Kontrasepsi Orang TuaIbu penderita saat ini menggunakan KB spiral.C. PEMERIKSAAN FISIKTanggal 21 September 2014 pukul 06.00 WIB di bangsal Melati.Seorang anak Perempuan, umur 12 tahun 11 bulan, berat badan 33,5 kg, panjang badan 145 cmKeadaan Umum : sadar, kurang aktif, tampak lemah, nafas spontan adekuat, perdarahan spontan (-), tampak pucat (-)Tanda Vital : TD : 110/70 mmHgN : 102x/ menit isi dan tegangan cukup RR : 28 x/mnt, regulert : 36,90c (axilla)

Keadaan Tubuh Turgor : kembali cepatTonus : normotonusEdema : (-)Serebral : kejang (-)Kulit : eritema (-) ptechiae (-) ikterik (-) sianosis (-)Kepala: mesosefalRambut : warna hitam, tidak mudah dicabutMata : conjungtiva palpebra anemis (-/-),udema palpebra (-/-) sklera ikterik(-/-),pupil isokor diameter 2 mm/ 2mm, refleks cahaya (+/+) Hidung : nafas cuping (-), epistaksis (-)Telinga : discharge (-) Mulut : sianosis (-), gusi berdarah (-)Tenggorok : T1-1 faring hiperemis (-)Gigi: karies (+)Leher : pembesaran nnll (-/-)Dada : Paru :I : simetris saat statis dan dinamis, retraksi (-) Pa : stem fremitus kanan = kiri Pe : sonor seluruh lapangan paru Aus : suara dasar : vesikuler +/+ normalSuara tambahan : ronkhi -/-Hantaran -/- vesikulerDepanBelakang