IMPLEMENTASI PROGRAM REMEDIAL TEACHING DIKELAS

Click here to load reader

download IMPLEMENTASI PROGRAM REMEDIAL TEACHING DIKELAS

of 17

  • date post

    19-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of IMPLEMENTASI PROGRAM REMEDIAL TEACHING DIKELAS

  • IMPLEMENTASIPROGRAMREMEDIAL TEACHING DIKELAS AKSELERASI

    SD MUHAMMADRfAH SAPEN YOGYAKARTA

    Oleh : Atikah Syamsi

    ABSTRACTThis research aims to shoat performance remedial teaching at SD Muhammadiyah

    Sapen. Except that, the reasons ofperformance this program at this scbool as excellent

    elementary school become important to doing research. Afler that, this research it means to

    know contribation of remedial teaching at the accekrated cU>ssfor their students.

    The research was carried out at SD Muhammadiyah Sapen and involved the PAI

    teacher, Head master, Students, Counsehr teacber fashycofagy team) and Parents as the

    research subjects. ln order to directly understand the remedial teacbingprogram, theparticipant

    observation is basis of indepth interview method is needed to expk>re the motive remedialteachingprogram at the accekrated class. Sampling was taken bypurposive sampling technique.

    Kriefjy, to colkct the data, the researcher used to observation method, interview, test method

    -such as oral test and writing-and the fast, documentation method.

    After ihat the researcher did data reduction, data presentation, data analjsis and

    conclusion with drawal. The vatidity of data was obtained through trianguUition technique

    using doubk method and doubk source.

    The conclusion ofthe researchfinding shows that: 1) The aimsperformance remedial

    teaching at the accelerated class for subject matter PAI especially is able to increase

    understanding ofthe students to subject matter that not understandingyet, and remedy to

    students aihom have learning difficulty with speafic procedure. 2) Technicalfy, performance

    remedial teaching-according to SD Muhammadiyah Sapen- shared ta>o models asfollovs :

    First, remedial teaching that doing by teacher individuallj with procedure based on them.

    Second, remedial teaching that doing organi%ed by school directly with scheduk on Monday,

    Tuesday, Thursday and Friday after school timefinished.

    Key words : Implementasi, iemediaI teaching, akseleiasi.

    lmplementasi ProgramRemeceo/recrchft .. 107

  • I. Pendahuluan

    Seiring dengan perubahan zarnan yang menginginkan kemajuan dalambetbagai hal maka diperlukan perubahan yang cukup signifikan pula daiam tubuhpendidikan baik itu dari segi konsep bahkan juga apUkasinya menuju arah gradasiintelektvuJ, niki serta teknologi. Sehingga meski perkembangan dan perubahanzaman terus-menerus beriangsung namun pendidikan tetap pada posisi tawamyayakni sebagai solusi dan |awaban atas tuntutan zaman serta kebutuhan hidup,dengan demikian sikap defensifterhadap pendidikan ini lebih mempunyai maknadan tujuan yang jehs. Untuk itulah pendidikan yang notabenenya bertujuanmencerdaskan kehidupan bangsa dapat terus kita pertahankan dabun berbagaisituasi'.

    Oleh karena itu, diperlukan kesiapan untuk melakukan perubahanparadigma dalam dunia pendidikan agar dapat mempersiapkan sumber dayamanusia yang mampu bersaing pada Ungkup global. Jika hal ini tidak dipersiapkansejak dini, maka sumber daya manusia kita akan semakin tertinggal. Sahh satuupaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah mengubah penyeleng-garaan pola layanan pendidikan yang mampu mengakomodasi keragamankemampuan peserta didik, mubi dari perbedaan fisik sampai perbedaan akanminat dan kebutuhan masing-masing individu dan terutama perbedaan dalamaspek kecerdasan, seperti yang disinyahr oleh pakar konseUng dengan hasiltemuan 14 macam kategori perbedaan individu*.

    Perbedaan kecerdasan yang dimih'ki masing-masing individu bisa ter-akomodir dengan baik manakak diberikan wadah yang sesuai porsinya. Denganmaksud, untuk dapat melayani peserta didik tersebut, ada program layananpendidikan khusus yakni program pengayaan (enricbment) dan program percepatanbelajar (amkration). Program pengayaan (enrichment) diberikan kepada pesertadidik cerdas istimewa yang bertipe "enriched learner". Sedangkan programpercepatan (accekration) diberikan kepada peserta didik yang bertipe "acceUmtedlearner". ^

    ' Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional daUm UUD 45 yang berbunyi : "pcndidikan nasionalberfungsi mengembangkan kcmampuan dan membentuk watak serta pcradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kchidupan bangsa. Lihat : UU No. 20 Tahun 2003 dalam Undang-UndangSISDIKNAS, 0akarta : Sinar Grafika, 2006), hal. 14.

    - Perbedaan itu ialah dari segi hasil bdajar, sikap, kcbiasaan, pengetahuan, bakat, kepribadian, cita-cita, kebutuhan, minat, pola perkembangan dan cu>ciri tisik/jasmani. Lihat: I IaUcn A., Bimbingan Komehng,Qakarta : Quantum Teaching, 2005), hal. 31

    ' Sutratinah Tirtoncgoro, Anak Supernormal dan Program Pendidikatinya, Qakarta : Bumi Aksara, 2001),hal. 108.

    1 gg Jurnal Pendidikan Agama lslam Vol. N, No. 1,2007

  • Dalam pioses pembelajaran akselerasi berikutnya, anak cerdas sekaLtpunakan tetap menjumpai pola kurva notmal dakm kelas yang cendetung memUikihomogenitas dalam intelektualnya dimana akan tetap ada kIasifikasi lambatsedang dan pintar*.Karena sesungguhnya pada ptoses bekjar mengajar, anakmengalami suatu tahapan terpennng yakni belajar, menurut Skinner seperti yangdikutip oleh Muhibbin* betpendapat bahwa bekjar adalah suatu proses adaptasiatau penyesuaian tingkah laku yang berkngsung secara progresif, dan ptosesadaptasi itu akan berhasil secara optimal bik diberi penguat (reinfomr). Sehinggaakan sangat lumrah sekaii manakala ditengah ptoses bekjat itu puk kadangkalaterjadi kesenjangan antata yang diharapkan dengan reaHtanya sehingga keinginanpendidik tidak selalu berjalan dengan mulus, dengan kata kin dalam prosespembelajaran efektif tetsebut tidak terjadi ptoses belajar atau lebih tepatnyapetubahan tingkah laku menuju arah lebih baik pada diri siswa tidak tetjadidikarenakan suatu masalah tertentu'.

    Masalah-masalah yang terjadi pada siswa tidak lantas kita abaikan dandibiarkan begitu saja, namun demi keberhasilan belajar secara optimal tadihendaknya guru memperhatikan masalah siswa sekecil apapun dan membimbingserta memberikan solusi yang pintar dan variatif serta cukup bijak bagi siswatersebut ', agar siswa dapat kembaii menjalani proses bekjat mengajar tanpakegakuan akan masakhnya. Fenomena karning difJkulty atau kesulitan dakmbekjar dapat dilUiat dari menurunnya kuaUtas prestasi hasil bekjar dan muncul-nya kekinan perilaku (misbehavior) yang ditandai dengan kesukaan berteriak-teriak dakm keks, mengganggu teman-temannya, berkekhi, sering bolos sekokhdan bahkan kabur dari sekokh.

    Secara garis besar faktor-faktor penyebab umbuhrya kesulitan bekjar adadua macam, yaitu :

    1. Faktor internal siswa, yakni hal-hal yang berasal dari dakm diri siswa sendiriyang meuputi gangguan psiko-fisik siswa yang bisa bersifat kognitif sepertirendahnya kapasitas intelektual siswa, yang kedua bersifat afektif sepertikbiraya emosi dan sikap, dan yang terakhir bersifat psikomotor sepertiterganggunya akt-akt indera.

    ' Anas Sudijono, PHgatorEmbaaPiuMkan, flakam : Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 37.' Muhibbin Syah, PMabff PniUkan tmffn TtnOtkatan Baa, (Bandung: Rosda Karya, 2000), hal. 90.' Karena pada dasarnya bela)ai adalah proses untuk memperoleh perubahan tingkah ]aku yang rclatifp, bA ying diMuti maupun ying tidik tliamati sccan bngsung, ymg tHJidi scbapi suatu hasil

    latihan atau pengalaman dalam interaksinya dcngan hngkungan. Lihat: Tim Penulis, Psikokg Prndititkati,C^ogyakarta : UPP Universitas Negeri Yogyakarta, 1993), hal. 59.

    ' Scperti pemyataan Langeveld bahwa peran guru yakni mcnjadi pembimbinj; anak agar menjadidcwasa. ],ihat : Abu Ahmadi & Nur Uhbiyati, Ihiu PencMkan, Qakarta : Rineka Cipta, 2001), hal. 70.

    lmplementasiProgramffemecta/reacfung... 109

  • Faktor eksternal siswa, yakni hal-hal yang datang dari luar siswa meUputilingkungan yang tidak mendukung aktifitas betajar siswa, antara lainUngkungan keluarga, Ungkungan rnasyarakat dan Ungkungan sekolah sendin

    Dalam perkembangannya anak-anak memiUki kesuUtan bekjar tersebutakan diberi suatu program khusus yang memang dirancang dan diperuntuk-kan bagi mereka yang mengakmi kesuUtan bebjar yang diindikasikan denganmenurunnya prestasi bekjar. Program khusus yang dimaksud iabh programperbaikan atau yang biasa dikenal dengan istilah rtmedial teaching, yaitukegiatan yang diberikan kepada siswa-siswa yang belum menguasai bahanpelajaran yang diberikan guru dengan maksud mempertinggi tingkatpenguasaan materi dan juga sebagai salah satu upaya bimbingan beIajaryang dilaksanakan oleh guru terhadap siswa yang mengalami kesuUtanbelajar di sekokhnya dan cenderung tertinggal dari teman sebayanya.

    Berdasarkan peneUtian Kirk seperti yang dikutip Cece Wijaya' terdapatUma kaU Upat jumIah siswa lamban belajar yang berasal dari keluargagolongan ekonomi rendah dibandingkan dengan keluarga yang berasal darikeluarga golongan ekonomi tinggi. Hal ini diindikasikan dengan anak darikeluarga rendah cenderung banyak menamprikan kesalahan-kesatahan disekohh dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga berpengaruh,sedangkan berdasar peneUtian Burt, keterbelakangan pendidikan ibu dapatmelahirkan anak lamban belajar.

    Dari berbagai hasil peneUtian diatas, para tokoh tersebut memiUkipandangan dalam satu titik temu, bahwasanya anak yang berasal darikeluarga kurang mampu ekonominya dan kuaUtas sekolah yang burukseringkaU menjadi penyebab anak cenderung memiUki kesuUtan belajar,karena anak tersebut berasal dari Ungkungan dengan latar belakang pendidik-an dan ekonomi lemah, yang disadari atau tidak Ungkungan tersebut akanmempengaruhi perkembangan anak begitu juga proses bekjarnya.

    Berkaitan dengan pernyataan tersebut, maka ada sisi yang menarikuntuk ditelaah lebih lanjut karena sejauh ini belum ada yang menguks secaramendalam tentang proses remedial teaching di kebs akselerasi. Apa yangmelatar