Hadits Dha'if dan Hadits Maudhu

download Hadits Dha'if dan Hadits Maudhu

of 19

  • date post

    21-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    3.137
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Hadits Dha'if dan Hadits Maudhu

  • 1. ASSALAMUALAIKUM

2. HADITS DHAIF DAN HADITS MAUDHU Maulani Cahyati Muhammad Khairuman Azam Nisfiatul Lailah Nurohmah 3. HADITS DHAIF Pengertian Hadits Dhaif Menurut lughat, dhaif adalah yang lemah, lawan Qawi yang kuat. sedangkan menurut istilah Hadits dhaif adalah :Hadits yang tidak sampai pada derajat hasan 4. Macam-macam Hadits Dhaif Dari segi rawi Matruk Munkar Muallal Mudraj Maqlub Mudhtharib SyadzDari segi sanad Muallaq Mursal Mudhal Munqathi MudallasDari segi matan Mauquf Maqthu 5. Hadis Mursal Hadits mursal yaitu hadits yang dimarfukan oleh seoarng tabiiy kepada Rasul SAW. baik berupa sabda, perbuatan maupun taqrir, dengan tidak menyebutkan orang yang menceritakan kepadanya. Hadits mursal ada tiga macam yaitu mursal jali, mursal shahabi dan mursal khafi. 6. Hadis Munqathi Setiap hadits yang sanadnya gugur satu orang perawi baik awal, ditengah ataupun diakhir (tidak berturut-turut). Hadits Mudhal yaitu hadits dari sanadnya gugur dua atau lebih perawinya secara berturutturut 7. Hadits Muallaq Yaitu hadits yang gugur pada sanad pertama (guru mudawin) , yakni rawi yang menyampaikan hadits kepada mudawin Hadits Syadz ialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi maqbul dalam keadaan menyimpang dari perawi lain yang lebih kuat darinya. 8. Hadits Munkar Hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi daif yang banyak kesalahannya, banyak kelengahannya, atau jelas kefasikannya Fatchur Rahman mengutip pendapat alIraqi, bahwa hadits daif bisa dibagi menjadi 42 bagian dan sebagian ulama mengatakan bahwa hadits daif terdiri atas 129 macam, bahkan bisa lebih dari itu. 9. Kehujjaan Hadits Daif M.Syuhudi Ismail mengemukakan bahwa ada dua pendapat tentang boleh tidaknya diamalkan atau dijadikan hujjah hadits dhaif, yaitu : Imam al-Bukhari, Muslim, Ibn Hazm dan AbBakr ibn al-Arabi, menyatakan bahwa hadits dhaif sama sekali tidak boleh diamalkan atau dijadikan hujjah, baik untuk masalah yang berhubungan dengan hukum maupun untuk keutamaan amal. 10. Imam Ahmad bin Hanbal, Abd al-Rahman dan Ibn Hajar al-Asqalani, menyatakan bahwa hadits dhaif dapat dijadikan hujjah atau diamalkan hanya untuk dasar keutamaan amal Dengan syarat : Para periwayat yang meriwayatkan hadits tersebut tidak terlalu lemah Masalah yang dikemukakan oleh hadits itu mempunyai dasar pokok yang ditetapkan oleh Alquran dan hadits sahih; Tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat. 11. Ciri-Ciri Hadits Dhaif Menurut ulama kedhaifan suatu hadits disebabkan karna beberapa faktor diantaranya: Apabila sanad tersebut tidak bersambung periwayatnya Rawi yang tidak adil dan dhabit Terdapat syadz pada sanad Terdapat illat pada sanad. Terdapat kejanggalan pada matan 12. HADITS MAUDHU Pengertian Hadits Maudhu Maudhu secara bahasa artinya yang dusta, dan menurut keterangan lain maudhu memiliki beberapa arti diantaranya menggugurkan ,meninggalkan, mengada-ada, membuat-buat dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah hadit maudhu adalah:Hadits yang diciptakan serta dibuat oleh seseorang (pendusta) yang iptaannya itu dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. Secara palsu dan dusta, baik hal itu disengaja atau tidak. 13. Munculnya Hadits Maudhu Menurut jumhur al muhaditsin, pemalsuan hadits sudah terjadi pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Alasannya adalah keadaan hadits sejak zaman Nabi saw hingga sebelum terjadinya pertentangan antara Ali dengan Muawiyah masih terhindar dari pemalsuan. Demikian pula pada masa Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman. Pemalsuan hadits pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib terjadi sebagai akibat dari perpecahan politik antara pendukung Ali dan pendukung Muawiyah 14. Motif membuat hadits palsu diantanya sebagai berikut: Pertentangan politik Fanatisme suku, negara dan lainnya Mempengaruhi masyarakat awam dengan isah dan nasihat Perbeaan madzhab dan theologi Menganjurkan kebaikan tanpa pengetahuan agama yang cukup Menjilat kepada penguasa. 15. Ciri-Ciri Hadits Maudhu Pengakuan perawi atas kedustaannya. Seperti yang dilakukan oleh Abd al-Karim alWadhdha. Adanya indikasi yang hampir sama dengan pengakuan. Masih kecil dan tidak mungkin mengambil haditas dari guru itu 16. Perawi yang dikenal sebagai pendusta dalam meriwayatkan suatu hadits seorang diri dan tidak ada perawi lain yang tsiqoh yang meriwayatkannya Susunan kalimatnya tidak luwes dan tidak teratur Bertentangan dengan ketentuan AlQuran dan tidak dapat ditakwilkan. 17. Upaya Ulama Melawan Hadits Maudhu Berpegang pada kesahihan sanad. Meningkatkan semangat ilmiah dan ketelitian dalam meriwayatkan hadits Memerangi para pendusta dan tukang cerita Menjelaskan hal-ihwal para perawi Meletakan kaidah-kaidah untuk mengetahui hadits maudhu 18. Tokoh-Tokoh Hadits Maudhu Dibawah ini adalah beberapa dari sekian banyak nama-nama pemalsu hadit: Ahmad Bin Abdillah Al-Juwaibari Abbas Bin Dlahhak Ali Bin Urwah Ad-Damisyqi Abu Sawud Al-Nakhi Al-Mughirah Bin Syubah Al-Kufi Al-Waqidi Ghiast Bin Ibrahim An-Nakhi 19. Syukran...