Gizi Buruk

Click here to load reader

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    199
  • download

    16

Embed Size (px)

description

gizi buruk

Transcript of Gizi Buruk

  • GIZI BURUKChristina K Nugrahani

  • Kurang Energi Protein

  • PengertianIstilah KEP (protein energy malnutrition) ada yang tidak setuju, karena menganggap bahwa penyebab langsung keadaan ini adalah defisiensi energi dan atau proteinIstilah yang lebih baik ialah: malnutrisi atau undernutrition

  • TerminologiPCM (protein calorie malnutrition)Sugar babySindrome pluricarencialCulebrillaBwakiEnfants rougesBouffisure dAnnamMEP (malnutrisi energi protein)

  • Penyebab KEPPenyebab langsung: asupan makanan kurang dan penyakitPenyebab tidak langsung: multifaktorial

  • EXCESS NUTRITION(Energy, fat, cholesterol, carbohydrate, salt, vitamins) NORMAL NUTRITION DEFICIENCY PRIMARY(Lack of food, poverty,ignorance, refusal totake food idiosyncrasy,fad diet, alcoholism,drug addiction,loneliness etc) SECONDARY(Malabsorption,defective metabolism,increased destruction,increased excretion) TISSUE DEPLETION BIOCHEMICAL LESION CLINICAL SIGNSBlood and urinestudies: reducednutrient levels,abnormal metabolites,enzyme changes)(Robinson & Weigley, 1984)

  • Tingkat I Kesenjangan Kekeringan Perang Tingkat IIKemiskinan dan masalah sosial Tingkat III Ketiadaan Infeksi Kurang makanan perhatian Tingkat IVAnoreksia

    Tingkat VMalnutrisi

    Penyebab Malnutrisi: Model menurut Waterlow (1992)

  • Lingkungan Perilaku Pera- Im. pasif Im. alam PPI Kesh. Kesh. Rumah anak watan (Prenatal /didapat modern tradisional anak & ASI Umur/ PengobatanJenis kelamin Pemaparan penyakit - Tipe Status imunitas - Frekuensi - Intensitas Antropometri dan survivalFaktor sosialekonomiKetersediaan energi dan nutrien pd. Tk selulerMusim Asupan Cadangan sekarang tubuh

    Penyebab Malnutrisi: Model menurut Pelletier (1994)

  • Malnutrisi Kekurangan Penyakit asupan makanan Perawatan ibu dan anak kurang baik Makanan tidak Pelayanan kes. dan tersedia di rumah sanitasi yg buruk Faktor politik, ekonomi dan budaya

    Penyebab Malnutrisi: Model menurut Kavishe (1996)

  • Anak terlambat disapih (prolonged breast-feeding): KEP pada tahun 2,3, atau 4 dengan bentuk kwashiokorAnak disapih terlalu muda tanpa MPASI yang memenuhi syarat: KEP pada umur < 1 tahun dengan bentuk marasmusPengaruh ASI

  • Sangat kurus dan atau terdapat edemaBB//PB atau BB//TB < - 3 SD atau kurang dari 70% median standar (NCHS)Diagnosis Gizi Buruk

  • MASALAH GIZI DI INDONESIAKEP (Kurang Energi Protein)Anemia defisiensi gizi (terutama defisiensi besi)GAKY (gangguan akibat kekurangan yodium)Kekurangan Vitamin A

  • MarasmusSangat kurus (pantat rata, baggy pants)Wajah orang tua (monkey facies)Kulit kering, dingin, kendorOtot mengecil, tulang terlihat jelas

  • EdemaKwashiorkor

  • GEJALA KLINIS KWASHIORKOREdemaOtot mengecil, anak berbaring terusAnoreksiaSering dengan diareRambut kusam, mudah dicabutDermatosisMata sayu

  • Anak marasmusdisertai dengan edemaedema

  • Rambut kering, kusam,tipis, dan kasartumbuh jarang, lurus, mudah dicabutWarna rambut lebihterang (dyschromotrichia)

    Selalu dijumpai padakwashiorkor tetapi bisa dijumpai pada marasmus

  • KWASHIORKOR

  • Rambut hipopigmentasiRambut pigmentasi normal

  • Sering dijumpai padakwashiorkorBerkurang denganterapi diitTerdapat juga pada ankilostomiasis kronis

  • Wajah sepertiorang tua, kulitberkerutPada marasmusyang lama

  • Konjungtivatampak kering,berkerutTanda defisiensivitamin A

  • Bitots spotberbusa, didugabusa terjadiakibat bakteriCorynebacteriumxerosis

  • Konjungtiva keringdan melipat-lipat

    Kornea juga keringtidak mengkilatstromanya diinfiltrasisel leukosit

  • Ada perlukaanpada sudut mulut(tunggal ataukeduanya)Pada penyembuhanterjadi jaringanparut

  • Papil lidahatrofi

  • Colloid goiter derajat 1Colloid goiter derajat 2

  • Kelenjar gondoktampak membesar,walaupun darijauh, dapat menim-bulkan kesulitanbernafas

  • Kretin pada bayi:lidah tampakmenonjol

  • Ibu: menderita gondok, lain-lainnya normal

    Anak wanita:menderita gondok, retardasi mental,bisu tuli, TB normal

  • Kulit kering, ada fisura,kulit tipis, berkerut tidakelastis Pada kurang gizi lama

  • Kulit menebal, keringada hubungannyadengan defisiensivitamin A

  • kuku bentuk sendok

  • PERUBAHAN PATOLOGISPerlemakan hatiAtrofi pankreasAtrofi mukosa usus halusKelainan sistem saraf pusat

  • PERUBAHAN BIOKIMIAWIPenurunan kadar protein total dan albumin (kwashiokor)Penurunan kadar transferin dan transthyretin)Penurunan kadar glukose darah (hipoglikemia)

  • KOMPLIKASIHipotermiaHipoglikemiaGagal jantungInfeksi

  • TatalaksanaTujuan tatalaksana:Identifikasi dan mengobati keadaan yang membahayakan jiwaMemberi makan sehingga ada kenaikan berat badan yang baik dan mampu mengejar ketinggalan (catch up)Stimulasi mental (perkembangan)Mencegah relapsMempertahankan perkembangan normal setelah pulang dari RS

  • TatalaksanaFase tatalaksana:Fase akut: 1-2 hari, menangani keadaan yang mengancam Fase antara: 1minggu, metabolisme dikembalikan menjadi normal kembaliFase rehabilitasi: 4-6 minggu, memberikan makanan intensif sehingga komposisi tubuh kembali normal, mempersiapkan pulang ke rumahFase follow up

  • Tatalaksana rutin: 10 langkah FaseStabilisasiRehabilitasiHr 1 22 7Mgg 2 6

    HipoglikemiaHipotermiaDehidrasiElektrolitInfeksiMikronutrienMakanan awalCatch up growthStimulasi sensorikPersiapan follow up

    Tanpa FeDengan Fe

  • Tatalaksana HipoglikemiaTerjadi bersama-sama dengan hipotermiaDengan Dextrostix, bila < 3 mmol/l, berikan: 50 ml glukose 10% i.v. (bolus) atau 50 ml sukrose 10% (1 sdt gula pasir + 3,5 sdm air) oral atau dengan pipa nasogastrik, diulang setiap 30 menit sampai 2 jam

  • Tatalaksana HipotermiaBila temperatur aksilar < 35C, ukur suhu rektal dengan termometer rendahBila suhu rektal < 35C: hangatkan anak dengan selimut, lampu (jangan memanasi dengan botol air panas), didekap ibu (skin to skin contact)Pantau sampai suhu > 36,5C setiap 2 jam (atau jam bila dengan penghangat)

  • Tatalaksana dehidrasitanda dehidrasi seperti mata cekung, elastisitas kulit kurang baik, mulut kering, air mata berkurang juga merupakan tanda gizi burukobservasi kehilangan cairan sangat pentingkandungan natrium dalam sel lebih tinggi dibanding normal, kalau ada edema natrium ekstraselular juga meningkat

  • Tatalaksana dehidrasiPada anak normal yang dehidrasi kandungan Na tubuh berkurang, K & Mg dalam sel jauh berkurangPasien mudah fatal bila ada over- hidrasi karena gagal jantungMudah terjadi toxic shock karena infeksi

  • Tatalaksana dehidrasiKarena jantung anak gizi buruk lebih kecil dan tipis, maka cardiac output dan isi sekuncup berkurang, infus NaCl fisiologis menyebabkan kenaikan tekanan vena, overload menyebabkan gagal jantungTekanan darah rendah, perfusi ginjal berkurang, volume plasma normal, volume sel darah merah berkurang

  • Tatalaksana dehidrasiInfus hanya diberikan kalau ada shockTransfusi darah dibatasi 10 ml/ kg/hari, disertai diuretikDiit rendah garamCairan rehidrasi oral rendah Na (45 mmol/l), tinggi K (40 mmol/l) oralit WHO tidak bisa digunakan

  • Tatalaksana dehidrasiReSoMal (rehydration solution for malnutrition): 5 ml/kg setiap 30 menit selama 2 jam oral atau dengan pipa nasogastrik kemudian 5-10 ml/kg/jam selama 4-10 jam kemudianDipantau balance cairan setiap jam (2 jam I) kemudian setiap jam sampai 6 12 jam

  • Tatalaksana dehidrasiReSoMal (rehydration solution for malnutrition):Air: 2 literOralit WHO: 1 sachet 1 literan (5 sachet 200 ml)Sukrose: 50 gLarutan mineral: 40 ml

  • Tatalaksana dehidrasiLarutan mineral:KCl: 224 gTrikalium sitrat: 81 gMgCl2.6H2O: 76 gZn asetat: 8,2 gCuprum sulfat: 1,4 gAir sampai 2500 ml(Kalau ada dapat ditambah Se 0,028 g dan KJ 0,012 g)

  • Koreksi elektrolitEdema terjadi karena tidak seimbangnya elektrolitJangan memberikan diuretik untuk menghilangkan edemaBerikan ekstra kalium 2-4 mmol/kg/hariEkstra Mg 0,3 0,6 mmol/kg/hari

  • Tatalaksana infeksiSemua pasien diberi antibiotik spektrum luasBila umur >