BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIK 3.1 Tinjauan Teori 3.1 ... file3.1.1 Pengertian Prosedur...

Click here to load reader

  • date post

    06-Aug-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIK 3.1 Tinjauan Teori 3.1 ... file3.1.1 Pengertian Prosedur...

  • 27

    BAB III

    TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIK

    3.1 Tinjauan Teori

    3.1.1 Pengertian Prosedur Pencatatan Akuntansi Aset Tetap

    Menurut Mulyadi (2015: 5), Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal,

    biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang

    dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang

    terjadi berulang-ulang. Dari defenisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa

    prosedur adalah kegiatan klerikal (urutan) dari kegiatan sebagai berikut:

    1. Menulis

    2. Menggandakan

    3. Menghitung

    4. Memberi kode

    5. Mendaftar

    6. Memilih

    7. Memindah

    8. Membandingkan

    Menurut Hery (2013:1), Akuntansi adalah sebuah aktivitas jasa, dimana

    fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, terutama mengenai informasi

    posisi keuangan dan hasil kinerja perusahaan, yang dimaksudkan akan menjadi

    berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi (dalam membuat pilihan diantara

    berbagai alternatif yang ada).

    Sedangkan menurut Harisson (2012:3), Akuntansi (accounting) adalah suatu

    sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi

    laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pengambil keputusan yang

    akan membuat keputusan yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis.

  • 28

    Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh seorang penggunanya, adapun para

    pengguna informasi yaitu:

    1. Pengguna Internal

    Pengguna Internal yaitu para manager yang merencanakan, mengorganisasikan,

    dan mengelola suatu bisnis, misalnya: manajer pemasaran, supervisor produksi,

    direktur keuangan dan pejabat perusahaan.

    2. Pengguna Eksternal

    Pengguna eksternal adalah mereka yang menghasilkan keputusan terkait dengan

    hubungan mereka dengan perusahaan, misalnya invesrtor dan kreditor. Investor

    menggunakan informasi akuntansi untuk membuat keputusan saat akan membeli,

    menahan atau menjual saham. Sedangkan kreditor merupakan pemasok dan

    bankir menggunakan informasi akuntansi untuk digunakan mengevaluasi

    pemberian kreditor.

    3.1.2 Dasar- Dasar Aset Tetap

    1. Pengertian Aset Tetap

    Menurut IAI, PSAK No. 16 (2011:16.2) adalah aset berwujud yang dimiliki

    untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk

    disewakan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif dan diharapkan untuk

    digunakan selama lebih dari satu periode. Berdasarkan defenisi tersebut, aset tetap

    mencakup tujuan penggunaan dan masa penggunaannya. PSAK No. 16 diterapkan

    untuk pencatatan aset tetap yang tidak tergolong sebagai aset tidak lancar yang

    dimiliki untuk dijual kembali, penambangan dan cadangan mineral seperti

    minyak, gas alam, serta sumber daya.

  • 29

    2. Pengakuan Aset Tetap

    Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.16 tahun 2011 menyatakan

    bahwa biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika dan hanya jika:

    a. Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomis dari

    aset tersebut dimasa yang akan datang.

    b. Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

    Suatu aset diakui sebagai aset tetap jika perusahaan sudah memperkirakan

    akan menggunakan aset tersebut selama lebih dari satu periode, seperti suku

    cadang utama dan peralatan siap pakai yang dianggap sudah memenuhi

    kriteria aset tetap.

    3.1.3 Pengukuran Saat Pengakuan Aset Tetap

    Biaya perolehan aset tetap menurut PSAK No. 16 tahun 2011 meliputi:

    1. Harga perolehannya termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak

    boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan-potongan

    lain.

    2. Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset

    ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan

    yang diinginkan manajemen.

    3. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi

    lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut

    diperoleh atau karena perusahaan menggunakan aset tersebut selama periode

    tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

    Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:

    a. Biaya imbalan kerja yang timbul secara langsung dari pembangunan atau

    perolehan aset tetap.

    b. Biaya penyiapan lahan untuk pabrik.

  • 30

    c. Biaya handling dan penyerahan awal.

    d. Biaya perakitan dan instalasi.

    e. Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik, setelah dikurangi

    hasil bersih penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan

    pengujian tersebut (misalnya, contoh produk dihasilkan dari peralatan yang

    sedang diuji).

    f. Komisi profesional.

    Berdasarkan PSAK No. 16 terdapat beberapa cara untuk memperoleh aset tetap

    diantaranya:

    1. Pembelian Tunai

    Aset tetap yang diperoleh dengan pembelian tunai dicatat sebesar jumlah

    uang yang dikeluarkan, yang termasuk didalamnya adalah harga faktur

    ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan

    pembelian aset biaya angkut, premi asuransi dalam perjalanan, biaya balik

    nama, biaya pemasangan dan biaya percobaan.

    Contoh jurnal pada saat pembelian aset:

    Komputer XX

    Kas XX

    2. Pembelian Angsuran

    Apabila aset tetap yang dibeli dengan cara pembayaran yang ditangguhkan

    hingga melampaui jangka waktu kredit normal, maka selisih antara harga

    tunai dan total pembayaran diakui sebagai beban bunga selama periode

    kredit.

  • 31

    Contoh jurnal pada saat pembelian:

    Lori XX

    Kas XX

    Hutang XX

    Contoh jurnal pada saat pembayaran angsuran:

    Hurang XX

    Bunga XX

    Kas XX

    3. Perolehan melalui pertukaran

    Aset tetap dapat ditukarkan dengan tiga cara, diantaranya:

    1. Ditukar dengan surat berharga.

    2. Ditukar dengan aset tetap tidak sejenis.

    3. Ditukar dengan aset tetap sejenis.

    4. Diperoleh dari donasi atau hibah

    Biaya perolehan aset tetap yang diperoleh dari donasi dicatat sebesar harga

    pasar aset pada saat itu.

    5. Aset yang dibuat sendiri

    Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia tentang perolehan aset tetap dengan

    dibuat sendiri PSAK (IAI, 2011:16.8):

    Biaya perolehan suatu aset yang dibangun sendiri ditentukan dengan

    menggunakan prinsip yang sama sebagaimana perolehan aset dengan

    pembelian. Jika perusahaan membuat aset serupa untuk dijual dalam usaha

    normal, biaya perolehan aset biasanya sama dengan biaya pembangunan aset.

    Oleh karena itu, dalam menetepkan biaya perolehan maka setiap laba internal

    dieliminasi. Demikian pula biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian

    bahan baku, tenaga kerja, atau sumber daya lain dalam proses konstruksi aset

    yang dibangun sendiri tidak termasuk biaya perolehan aset.

  • 32

    3.1.4 Pengukuran Setelah Pengakuan aset Tetap

    Menurut PSAK (IAI, 2011:16.11): Perusahaan dapat memilik model biaya

    atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan

    tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. Berdasarkan

    uraian diatas dapat disimpulkan bahwa didalam menetapkan kebijakan akuntansi

    terhadap aset tetap yang diakui sebagai aset, perusahaan dapat memilih dua model

    yang sesuai keinginan perusahaan. Dua model tersebut diantaranya:

    1. Model Biaya

    Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan

    dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai aset.

    2. Model revaluasi

    Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur

    secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal

    revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai

    setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan teratur dan cukup

    umum agar dapat dipastikan bahwa jumlah yang tercatat tidak berbeda secara

    meterial dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar

    secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai

    wajar pada akhir periode pelaporan.

    Untuk tanah dan bangunan nilai wajar ditentukan melalui penilaian yang

    dilakukan oleh penilai yang sudah profesiobal berdasarkan bukti pasar. Sedangkan

    untuk pabrik dan peralatan biasanya dicatat sebesar nilai pasar yang ditentukan

    oleh penilai. Dalam PSAK (IAI, 2011:16.13) disebutkan bahwa suatu kelompok

    aset tetap adalah pengelompokan aset yang dimiliki sifat dan kegunaan yang

    serupa dalam operasi normal entitas. Berikut contoh dari kelompok aset tersendiri:

    a. Tanah

    b. Tanah dan bangunan

    c. Mesin

    d. Kapal

    e. Pesawat udara

  • 33

    f. Kendaraan bermotor

    g. Perabot

    h. Peralatan kantor

    Aset-aset dalam suatu kelompok aset tetap harus direvaluasi secara

    bersamaan untuk menghindari revaluasi aset secara terpilih dan bercampurnya

    biaya perolehan dan nilai lainnya pada saat yang berbeda-beda. Namun, suatu

    kelompok aset dapat direvaluasi secara bergantian sepanjang revaluasi dari

    kelompok aset tersebut dapat diselesaikan secara lengkap dalam waktu yang

    singkat dan sepanjang revaluasi terus diperbaharui.

    3.1.5 Penyusutan Aset Tetap

    Pengertian penyusutan menurut Ikatan Akuntan Indonesia yaitu: alokasi

    sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur

    manfaatnya(IAI