Anak Penyandang Disabilitas remaja penyandang disabilitas dan keluarga mereka. ... memberikan...

download Anak Penyandang Disabilitas remaja penyandang disabilitas dan keluarga mereka. ... memberikan pengaruh

of 28

  • date post

    11-Jul-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Anak Penyandang Disabilitas remaja penyandang disabilitas dan keluarga mereka. ... memberikan...

  • Anak Penyandang Disabilitas

    KEADAAN ANAK DI DUNIA 2013

    RANGKUMAN EKSEKUTIF

  • ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    RANGKUMAN EKSEKUTIF

    KEADAAN ANAK DI DUNIA 2013

    Rekomendasi UtamaKomitmen internasional untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif telah menghasilkan peningkatan situasi anak penyandang disabilitas dan keluarga mereka, tapi banyak dari mereka yang masih terus menghadapi rintangan untuk berpartisipasi dalam masalah-masalah sipil, sosial dan budaya di masyarakat

    mereka. Untuk mewujudkan janji kesetaraan melalui inklusi memerlukan aksi untuk:

    1 Meratifikasi dan mengimplementasikan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas dan Konvensi Hak Anak.

    2 Memerangi diskriminasi dan meningkatkan kesadaran akan disabilitas di kalangan masyarakat umum, para pembuat keputusan, dan mereka yang memberikan pelayanan penting bagi anak dan remaja dalam bidang-bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

    3 Menghilangkan rintangan-rintangan terhadap inklusi sehingga seluruh lingkungan anak sekolah, fasilitas kesehatan, transportasi publik, dan lain-lain bisa memfasilitasi akses dan mendorong partisipasi anak penyandang disabilitas bersama dengan rekan-rekan mereka.

    4 Mengakhiri institusionalisasi anak penyandang disabilitas, mulai dari moratorium untuk memasukkan anak-anak ke institusi. Ini harus diikuti dengan promosi dan peningkatan dukungan pengasuhan berbasis keluarga dan rehabilitasi berbasis masyarakat.

    5 Mendukung keluarga sehingga mereka bisa memenuhi biaya hidup yang tinggi dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang terkait dengan pengasuhan anak penyandang disabilitas.

    6 Bergerak melewati standar minimum dengan melihatkan anak-anak dan remaja penyandang disabilitas dan keluarga mereka dalam mengevaluasi dukungan dan pelayanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    7 Mengoordinasikan pelayanan di seluruh sektor guna menangani sejumlah tantangan yang dihadapi anak dan remaja penyandang disabilitas dan keluarga mereka.

    8 Melibatkan anak dan remaja penyandang disabilitas dalam membuat keputusan-keputusan yang memberikan pengaruh pada mereka tidak hanya sebagai penerima manfaat tapi sebagai agen perubahan.

    9 Mempromosikan agenda riset global bersama dengan disabilitas untuk menghasilkan data yang andal dan bisa diperbandingkan yang diperlukan untuk menuntut perencanaan dan alokasi sumber daya, dan

    untuk menempatkan anak-anak penyandang disabilitas secara lebih jelas dalam agenda pembangunan.

    Pembuktian akhir dari seluruh usaha nasional dan global akan bersifat lokal, yang bisa dibuktikan dengan apakah setiap anak penyandang disabilitas menikmati hak-hak mereka termasuk akses pada pelayanan, dukungan dan kesempatan sama seperti anak-anak lainnya, bahkan anak di tempat yang paling terpencil dan dalam lingkungan yang sangat tidak mendukung.

  • 1

    Victor, anak usia 13 tahun yang menderita cerebralpalsy sedang bermain air di Brazil AndreCastro/2012

    PENDAHULUAN

    Laporan semacam ini biasanya diawali dengan sebuah

    statistik yang menggambarkan sebuah persoalan. Anak-

    anak laki-laki dan perempuan untuk siapa edisi Keadaan

    Anak-anak di Dunia ini dipersembahkan bukan merupa-

    kan masalah. Masing-masing mereka malah merupakan

    saudara atau teman yang memiliki makanan, nyanyian,

    atau permainan yang sama; anak-anak yang memiliki

    mimpi dan keinginan yang akan dipenuhi; anak penyan-

    dang disabilitas yang memiliki hak yang sama dengan

    anak-anak lainnya.

    Dengan diberikan kesempatan yang sama untuk berkem-

    bang sebagaimana anak-anak lainnya, anak-anak penyan-

    dang disabilitas berpotensi untuk menjalani kehidupan

    secara penuh dan berkontribusi pada vitalitas sosial,

    budaya, dan ekonomi dari masyarakat mereka. Namun

    untuk tumbuh dan berkembang bisa jadi sulit bagi anak-

    anak penyandang disabilitas. Mereka menghadapi risiko

    yang lebih besar untuk menjadi miskin dengan diban-

    dingkan dengan rekan-rekan mereka yang tanpa disabili-

    tas. Bahkan bila anak-anak memiliki ketidakberuntungan

    yang sama, anak-anak penyandang disabilitas mengha-

    dapi tantangan-tantangan lain akibat ketidakmampuan

    mereka dan berbagai rintangan yang dihadirkan oleh

    masyarakat mereka sendiri. Anak-anak yang hidup dalam

    kemiskinan adalah mereka yang paling kecil kemung-

    kinannya untuk memperoleh manfaat dari pendidikan

    dan pelayanan kesehatan, misalnya, tapi anak-anak yang

    hidup dalam kemiskinan dan memiliki disabilitas lebih

    kecil lagi kemungkinannya untuk bisa bersekolah atau

    pergi ke klinik.

    Di banyak negara, respons terhadap situasi anak penyan-

    dang disabilitas umumnya terbatas pada institusionali-

    sasi, ditinggalkan atau ditelantarkan. Respons respons

    semacam ini merupakan masalah, dan itu sudah menga-

    kar dalam asumsi-asumsi negatif atau paternalistik ten-

    tang ketidakmampuan, ketergantungan dan perbedaan

    yang muncul karena ketidaktahuan. Yang dibutuhkan

    sekarang adalah komitmen terhadap hak-hak anak ini dan

    masa depan mereka, dengan memprioritaskan anak yang

    paling tidak beruntung sebagai masalah kesetaraan dan

    manfaat bagi semua.

    Anak-anak penyandang disabilitas menghadapi berbagai

    bentuk pengucilan dan itu mempengaruhi mereka dalam

    berbagai tingkatan tergantung dari jenis disabilitas yang

    mereka alami, di mana mereka tinggal dan budaya serta

    kelas sosial mereka. Gender juga merupakan sebuah

    faktor penting. Anak-anak perempuan penyandang disa-

    bilitas juga kecil kemungkinan untuk mendapatkan pen-

    didikan, mendapatkan pelatihan kerja atau mendapatkan

    pekerjaan dibandingkan dengan anak laki-laki dengan

    disabilitas atau anak perempuan tanpa disabilitas.

    Anak-anak penyandang disabilitas seringkali dianggap

    rendah, dan ini menyebabkan mereka menjadi lebih

    rentan. Diskriminasi karena disabilitas berujung pada

    marginalisasi dari sumber daya dan pembuatan kepu-

    tusan, dan bahkan pada kematian anak. Pengucilan

    seringkali muncul dari invisibilitas. Tidak banyak negara

    yang memiliki informasi yang bisa diandalkan tentang

    berapa banyak warganya yang merupakan anak-anak

    penyandang disabilitas, disabilitas macam apa yang

    mereka alami atau bagaimana disabilitas ini mempe-

    ngaruhi kehidupan mereka. Dengan demikian, anak-anak

    yang dikucilkan tidak tahu dan oleh sebab itu terputus

    RANGKUMAN EKSEKUTIF

  • KEADAAN ANAK DI DUNIA 2013: Anak Penyandang Disabilitas2

    Mengenai angka-angka

    Menurut sebuah perkiraan yang banyak digunakan, sekitar 93 juta anak atau 1 dari 20 anak usia 14 tahun atau kurang

    hidup dalam semacam disabilitas yang sedang atau parah.

    Estimasi global semacam itu sangat bersifat spekulatif. Estimasi itu yang ini telah beredar sejak tahun 204 berasal

    dari data yang kualitasnya sangat bervariasi dan metodenya sangat tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan. Guna

    memberikan sebuah konteks dan ilustrasi isu-isu yang dibicarakan, buku Keadaan Anak-anak di Dunia 2013 ini

    mengetengahkan hasil survei nasional dan kajian-kajian independen, tapi ini masih harus diinterpretasikan dengan

    hati-hati dan tidak boleh dibandingkan satu sama lain. Ini karena definisi dari disabilitas itu berbeda menurut tempat

    dan waktu, sebagaimana juga halnya rancangan, metodologi dan analisisnya.

    dari pelayanan publik yang sebenarnya mereka ber-

    hak untuk mendapatkannya. Pembatasan ini bisa

    memiliki efek yang panjang yang membatasi akses

    mereka ada pekerjaan atau partisipasi mereka dalam

    masalah-masalah kemasyarakatan di kemudian hari,

    misalnya. Tapi akses pada pelayanan dan teknologi

    bisa memosisikan anak penyandang disabilitas untuk

    mengambil tempat di dalam masyarakat dan mem-

    berikan kontribusinya.

    Masa depan sama sekali tidak suram. Dengan adanya

    komitmen untuk menegakkan Konvensi Hak Anak

    (KHA) dan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas

    (KHPD), pemerintah di seluruh dunia telah mengambil

    tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh

    anak, baik itu penyandang disabilitas atau bukan, bisa

    menikmati hak-hak mereka tanpa diskriminasi apa

    pun. Kedua konvensi itu menjadi saksi atas mening-

    katnya pergerakan global yang didedikasikan untuk

    inklusi anak penyandang disabilitas dalam kehidupan

    masyarakat. Kedua konvensi itu menyatakan bahwa

    anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama

    seperti anak-anak lainnya.

    Inklusi lebih dari sekedar integrasi. Sebagai bisa dicon-

    tohkan dari bidang pendidikan, integrasi bisa dicoba

    hanya dengan merancang dan melaksanakan bahwa

    seluruh anak bisa belajar dan bermain bersama. Ini

    berarti memberikan akomodasi yang diperlukan untuk

    mengakses Braille, bahasa isyarat dan kurikulum yang

    diadaptasi.

    Inklusi akan menguntungkan semua orang. Masih

    mengambil contoh dari bidang pendidikan, landaian

    (ramp) dan pintu masuk yang lebar dapat meningkat-

    kan akses dan keselamatan bagi seluruh anak, guru,

    orang tua dan pengunjung, bukan hanya mereka yang

    menggunakan kursi roda.

    Dalam usaha untuk mempromosikan inklusi dan

    keadilan, anak penyandang disabilitas harus bisa

    mendapatkan dukungan dari keluarga mereka,

    organisasi penyandang cacat, asosiasi orang tua

    dan kelompok-kelompok masyarakat. Mereka harus

    bisa mengandalkan persekutuan lebih jauh lagi.

    Pemerintah bisa membantu dengan menyelaraskan

    kebijakan-kebijakan