08. kriteria investasi layak

download 08. kriteria investasi layak

of 43

Embed Size (px)

Transcript of 08. kriteria investasi layak

  • 1. KRITERIAKELAYAKAN INVESTASIRP09-1326 PembiayaanSESI-08Pembangunan

2. TUJUAN PERKULIAHANSetelah mempelajari Bab ini diharapkanmahasiswa dapat memahami: Apakah gagasan usaha (proyek) yangdirencanakan dapat memberikan manfaat(benefit), baik dilihat dari financial benefitmaupun social benefit. Penilaian rencana investasi melaluimetode NPV, IRR, PP, dan BEP. 3. Pendahuluan Hasil perhitungan kriteria investasi merupakan indikator darimodal yang diinvestasikan, yaitu perbandingan antara totalbenefit yang diterima dengan total biaya yang dikeluarkandalam bentuk present value selama umur ekonomis. Perkiraan benefit (cash in flows) dan perkiraan cost (Cash outflows) merupakan alat kontrol dalam pengendalian biaya untukmemudahkan dalam mencapai tujuan usaha/proyek. Hasil perhitungan kriteria investasi dapat digunakan sebagaibahan pertimbangan dalam mengambil keputusan penanamanmodal. Kriteria investasi yang dapat digunakan: NPV, IRR, Net B/C,Gross B/C, PR Keputusan yang timbul dari hasil analisis: menerima ataumenolak, memilih satu atau beberapa proyek, ataumenetapkan skala prioritas dari proyek yang layak. 4. Kriteria InvestasiDalam mengukur atau menilai adanya suatu proyek yang akan atau telah didirikan terdapat beberapa kriteria yang digunakan, yaitu :1. N (N t Pre s e nt va lue ) PV e2. N t B/C e3. G ro s s B/C4. I (I rna l Ra te o f Re turn) RR nte5. Pa y ba c k Pe rio d 5. Keputusan go/ go & Pengurutan noProyekMelelui penilaian proyek, kita dapat menarik 2 kesimpulan1. Go Proyek2. No Go ProyekJika suatu proyek menghasilkan Benefit nettoyang lebih besar daripada Benefit netto proyekmarginal, pelaksanaannya dapat disetujui, jikalebih kecil, pelaksanaannya harusnya ditolak.Hal ini yang mendasari keputusan g o /no g o . 6. Melalui evaluasi proyek kita dapat menentukanurutan berbagai proyek dalam serangkaianpeluang investasi yang lebih baik daripadaproyek marginal Proyek yang berada pada urutan teratas dalamsusunan proyek, berarti proyek tersebutmerupakan proyek yang mempunyai Benefitlebih besar. Kelompok proyek yang termasuk dalamsusunan proyek di atas dibagi menjadi duagolongan: 7. 1. NPV (Net Present Value) 1. NPV (N t Pre s e nt Va lue )e merupakan manfaat bersih tambahan (nilai kini bersih) yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat d is c o unt fa c to r tertentuBt Ctn NPV = t =1 (1 + i )t 8. NPV merupakan selisih antara p re s e ntva lue be ne fit dengan p re s e nt va luec o s t (Rp, Rp Jt, dll)Indikator NPV :Jika NPV > 0 (positif), maka proyek layak(go) utk dilaksanakanJika NPV < 0 (negatif), maka proyek tidaklayak (not go) utk dilaksanakan 9. 2. NET B/C2. NET B/CMerupakan manfaat bersih tambahan ygditerima proyek dari setiap 1 satuan biayayg dikeluarkan (tanpa satuan) Bt Ctn + t t= ( 1 i) NETB / C = n1 Ct Bt + t t= ( 11 i) 10. Dimana : (Bt-Ct)/(1+i)t, utk (Bt-Ct) > 0dan (Ct-Bt)/(1+i)t utk (Bt-Ct) < 0Net B/C rasio merupakanperbandingan antara p re s e nt va luepositif (sbg pembilang) dgn jumlahp re s e nt va lue negatif (sbg penyebut) 11. Indikator NET B/C adalah :- Jika Net B/C > 1, maka proyeklayak (go) utk dilaksanakan- Jika Net B/C < 1 , maka proyek tdk layak (not go) utkdilaksanakan 12. 3. GROSS B/C3. GROSS B/Cmerupakan manfaat yang diterima proyekdari setiap satu satuan biaya yangdikeluarkan (tanpa satuan)Kriteria ini hampir sama dengan Net B/C. 13. Perbedannya dalam perhitunganNet B/C, biaya tiap tahundikurangkan dari benefit tiap tahunutk mengetahui benefit netto ygpositif dan negatif. Kemudianjumlah present value positifdibandingkan dgn jumlah presentvalue yg negatif. 14. Sebaliknya, dlm perhitungan GrossB/C, pembilang adalah jumlah presentvalue arus benefit (bruto) dan penyebutadalah jumlah present value arus biaya(bruto).Semakin besar Gross B/C, semakinbesar perbandingan antara benefit dgnbiaya. Artinya proyek relatif semakinlayak 15. GROSS B/ Cn Bt +)t t= (1i GROSSB / C = n1Ct +)t t= ( 1 1iIndikator Gross B/C : Jika Gross B/C > 1, maka proyek layak (go) utkdilaksanakan Jika Gross B/C < 1, maka proyek tdk layak (notgo) utk dilaksanakan 16. 4. IRR (Internal Rate of Return)4. IRR (I rna l Ra te o f Re turn) ntemerupakan tingkat pengembalianinternal yaitu kemampuan suatu proyekmenghasilkan return (satuannya %)IRR ini merupakan tingkat discount rateyang membuat NPV proyek = 0 17. Indikator IRR :- Jika IRR > tk, discount rate yg berlakumaka proyek layak (go) utkdilaksanakan- Jika IRR < Tk. Discount rate ygberlaku, maka proyek tdk layak (not go)utk dilaksanakan 18. Perhitungan IRR dgn cara interpolasiJika diperoleh NPV +, maka carilahNPV dgn cara meningkatkandiscount factornyaNPV 1IRR = i1 + (i 2 i1) NPV 1 NPV 2 19. 4. PAYBACK PERIODS Merupakan jangka waktu /periode yangdiperlukan untuk membayar kembalisemua biaya-biaya yang telahdikeluarkan dalam investasi suatuproyek 20. Indikator Payback Periods :Semakin cepat kemampuan proyekmampu mengembalikan biaya-biayayang telah dikeluarkan dalam investasiproyek maka proyek semakin baik(satuan waktu) 21. Perhitungan payback belummemperhatikan time value of moneydimana : I = besarnya biaya investasiAb = benefit bersih yg diperoleh setiaptahunnyaIPP = Ab 22. Contoh KasusContoh Soal :Diketahui suatu proyek besar menghasilkanestimasi biaya dan manfaat sebagaiberikut :- Umur proyek 6 tahun- Tk. DF yg berlaku 10 %- Biaya yg dikeluarkan hanya pada tahunke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar Rp500 jt dan Rp 400 jt 23. - Manfaat yang diterima mulai tahunke-3 sampai tahun ke-6 masing-masingsebesar Rp 200 jt, Rp 300 jt, Rp 400 jt,dan Rp 500 jt- Hitunglah : Kriteria investasi proyektersebut dengan 4 kriteria NPV, NetB/C, Gross B/C dan PP- Bagaimana kesimpulannya ? 24. Thn CostBenefit NBDF 10% PV 10%(Rp) (Rp) 1500 (500) 0,909 (454,5) 2400 (400) 0,826 (330,4) 32002000,751150,2 43003000,683204,9 54004000,620248 65005000,564282,0TOTNPV 100,2 25. Jadi berdasarkan kriteria NPV,proyek tersebut mampu menghasilkannilai kini bersih selama 6 tahun padaTk, DF 10 % sebesar Rp 100,6 juta,sehingga layak untuk dilaksanakan 26. 2. Berdasarkan kriteria Net B/ C(perbandingan present value + dgnpresent value -) maka hasilnya :PV + = Rp 885,5PV- = Rp 784,9SHG Net B/C = (885,5/784,9)= 1,13Artinya, dari setiap satu satuan biaya ygdikeluarkan proyek mampumanghasilkan manfaat bersih sebesar1,13 27. Dgn demikian berdasarkan kriteria NetB/C proyek layak utk dilaksanakan3. Kriteria Gross B/C (perbandinganpresent value benefit dgn present valuebiaya) 28. Tahun Cost Biaya DF 10% PV Cost PVBNFT 1 500 0,909 454,5 2 400 0,826 330,4 3 200 0,751 150,2 4 300 0,683 204,9 5 400 0,620248 6 500 0,564282 784,9 885,1 29. Gross B/C = Rp 885,1/Rp 784,9= 1,127Artinya, dari setiap satua satuan biayayang dikeluarkan proyek mampumenghasilkan manfaat kotor sebesar1,127SHG berdasarkan kriteria gross B/Cproyek layak utk dilaksanakan 30. 4. IRRkrn pada Tk DF 10% NPV +, makautk berikutnya carilah agar NPVbernilai negatif (+ & - salingmeniadakan) denganmeningkatkan DFnya (maks 5 %) 31. Thn CostBenefit NB DF PV 10% DF 15% PV 15%(Rp) (Rp) 10% 1500 (500) 0,909(454,5) 0,869 (434,5) 2400 (400) 0,826(330,4) 0,756 (302,4) 3 200 2000,751 150,20,657131,4 4 300 3000,683 204,90,572171,6 5 400 4000,620 284,40,497198,8 6 500 5000,564 282,00,432216TOTNPV100,6 -19,1 32. Krn pada Tk DF 15% NPV bernilainegatif (19,1) maka mulai masuk kerumus IRRIRR = 10 % +(15%-10%){(100,6)/(100,6-(-19,1)}= 14,20 % 33. Artinya, kemempuan proyekmenghasilkan return sebesar 14,20persen (> 10 %) SHG berdasarkankriteria IRR layak untuk dilaksanakan 34. 5. Pa y ba c k Pe rio d (PP) PP = 900/(200+300+400) = 5 tahun 35. Inflasi Harga Umum dan KriteriaInvestasi Dalam perhitungannya, seluruh benefit dan biaya yangdibandingkan dalam rangka kriteria investasi harus bersifatriil, yakni harus dinilai berdasar tingkat harga umum yangkonstan. Pemakaian uang sebagai dasar ukuran dimaksudkan untukmemudahkan analisis, yaitu dengan menyediakan suatudasar pembandingan antara berbagai benefit dan biaya.Semisal proyek A dan B mempunyai arus benefit nettomenurut harga konstan: NPVA= -1,0 + 0,8696 (0,5) = 304 jt NPV = -1,0 + 0,8696 (0,5) + 0,7561 (1,0) = 191 jt B Terlihat bahwa proyek A lebih menguntungkan. Namundengan adanya laju inflasi harga umum yang diramalkansebesar 25%, maka akan memberikan NPVA = 630jt dan NPVB= 725jt. Dari sini terlihat bahwa proyek B tampak lebihmenguntungkan 36. Akan tetapi tujuan analisis benefit Cost adalah memaksimalkan nilaisekarang dari suatu arus daya beli atau tuntutan akan barang danjasa riil. Semisal terdapat beras yang merupakan barang konsumsi,produksi dalam proyek A dan B sebagai berikut: Tahun KeProyek012A - 10.000 ton 15.000 ton -B - 10.000 ton5.000 ton 10.000 ton Proyek B yang lebih benefit, namun apabila kita mengalikan angkainflasi pada tiap tahun, maka harga tahun kedua akan meningkatsehingga proyek A yang dinilai lebih benefit dikarenakan mampumenyediakan beras lebih cepat 1 tahun. 37. Depresiasi dan Kriteria Inflasi Dalam analisis benefit cost, penyusutan tidakdimasukkan dalam arus biaya proyek. Hal inidikarenakan biaya modal sudah masuk dalamarus biaya, sehingga ketika ditambah biayapenyusutan malah akan menyebabkan doublecounting. Penyusutan adalah salah satu unsur cashflowyang masuk dalam benefit bruto, namundalam penghitungan benefit netto, penyusutantidak boleh dikurangkan dengan benefit bruto 38. Kesimpulan Evaluasi proyek mendasari dua keputusan yang akandiambil dalam investasi, yakni go project atau non goproject, dan perangkingan berbagai proyek atau alternatifproyek berdasarkan keuntungan yang didapat. Kriteria yang digunakan sebagai indeks untuk menentukankeputusan tersebut diantaranya : NPV : selisih present value dari arus benefit da biaya, dihitungdari discount rate IRR : tingkat discount rate yang menjadikan NPV suatu proyeksama dengna nol Net B/C : angka perbandingan present value dari arus benefitbruto yang positif terhadap arus benefi