Woc Tumor MedspiN

download Woc Tumor MedspiN

of 28

  • date post

    10-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    95
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Woc Tumor MedspiN

MAKALAHTUMOR MEDULA SPINALIS

Di susun Oleh Kelompok 9 :1.Ivon Machda Rosalia2.Nur Hanifah3.Zainur Romadhoni4.Anselmus Ananius Lako

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan(STIKES) Surabaya

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangTumor medula spinalis memang merupakan salah satu penyakit yang jarang terjadi dan karena itulah banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala-gejala serta bahaya dari penyakit ini. Pada umumnya, penderita yang datang berobat ke dokter atau ke rumah sakit sudah dalam keadaan parah (stadium lanjut) sehingga cara penanggulangannya hanya bersifat life-saving. ( Hakim, A.A. 2006)Jumah kasus tumor medula spinalis di Amerika Serikat mencapai 15% dari total jumlah tumor yang terjadi pada susunan saraf pusat dengan perkiraan insidensi sekitar 0,5-2,5 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Jumlah penderita pria hampir sama dengan wanita dengan sebaran usia antara 30 hingga 50 tahun. (Japardi, Iskandar. 2002)Diperkirakan 25% tumor terletak di segmen servikal, 55% di segmen thorakal dan 20% terletak di segmen lumbosakral. Sementara di Indonesia sendiri, belum ada .( Huff, J.S. 2010)Tumor medula spinalis terbagi menjadi dua, yaitu tumor primer dan tumor sekunder. Tumor primer merupakan tumor yang berasal dari medula spinalis itu sendiri sedangkan tumor sekunder merupakan anak sebar (mestastase) dari tumor di bagian tubuh lainnya. (Japardi, Iskandar. 2002)Tumor medula spinalis umumnya bersifat jinak (onset biasanya gradual) dan dua pertiga pasien dioperasi antara 1-2 tahun setelah onset gejala. Gejala pertama dari tumor medula spinocerebellar penting diketahui karena dengan tindakan operasi sedini mungkin, dapat mencegah kecacatan. ( Hakim, A.A. 2006)

1.2. Tujuan1. Untuk mengetahui Anatomi dan fisiologi Medula spinalis2. Untuk mengetaui definisi dari Tumor Medula spinalis3. Untuk mengetahui penyebab Tumor Medula spinalis4. Untuk mengetaui mekanisme perjalanan pathway pada Tumor Medula spinalis?5. Untuk mengetaui Penatalaksanaan pada pasien Tumor Medula Spinalis?

1.3. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Anatomi dan fisiologi Medula spinalis?2. Apa yang dimaksud dengan Tumor Medula spinalis?3. Apa penyebab Tumor Medula spinalis?4. Bagaimana mekanisme perjalanan pathway pada Tumor Medula spinalis?5. Bagaimana Penatalaksanaan pada pasien Tumor Medula Spinalis?

BAB IITUNJUNGAN PUSTAKA

2.1. Definisi2.1.1. Anatomi dan fisiologiMedula spinalis atau sumsum tulang belakang bermula pada medulla oblongata, menjulur kea rah kaudal melalui foramen magnum, dan berakhir di antara vertebra lumbalis pertama dan kedua. Pada sumsum tulang belakang terdapat dua penebalan, yaitu penebalan servikal dan penebalan lumbal. Dari penebalan ini pleksus-pleksus saraf bergerak guna melayani anggota badan atas dan bawah, dan pleksus dari daerah toraks membentuk saraf-saraf interkostalis. Sebuah irisan elintang pada sumsum tulang belakang memperlihatkan susunan substansi kelabu yang membentuk huruf H. Kanalis spinal berikut isinya, yaitucairan serebro spinal, melintas persis melintas persis di tengah-tengah huruf H tersebut.Kauda Ekuina , disebut dengan demikian karenma kemiripannya dengan ekor kuda; kauda = ekor, dan ekuina = kuda. Kauda ekuina ini merupakan berkas yang terdiri atas akar-akar saraf spinal yang brergerak turun dari dari tempat kaitannya pada sumsum tulang belakang, melalui kanalis spinalis, untuk kemudian muncul melalui foramina intervertebralis.Fungsi sumsum tulang belakang adalah:a) Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuhb) Gerak reflex(Evelyn C. Pearce.2009)

2.1.2. Definisi Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar saraf. (Price sylvia anderson, 1995).Tumor Medula Spinalis adalah massa pertumbuhan jaringan yang baru di dalam Medula spinalis, bisa bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna). (Satyanegara.1999)

2.1.3. Klasifikasi1. Berdasarkan asal dan sifat selnya tumor pada medula spinalis dapat dibagi menjadi:1) tumor primerTumor primer dapat bersifat jinak maupun ganas, contohnya neurinoma, glioma, dan ependimoma.2) tumor sekundertumor sekunder selalu bersifat ganas karena merupakan metastasis dari proses keganasan di tempat lain seperti kanker paru-paru, payudara, kelenjar prostat, ginjal, kelenjar tiroid atau limfoma. Tumor primer yang bersifat ganas contohnya adalah astrositoma, neuroblastoma, dan kordoma.(Hakim, A.A. 2006)

2. Klasifikasi tumor berdasarkan lokasi tumor terhadap dura dan medula spinalis: (Price, 2006 : 1190)a. Tumor IntraduralBerbeda dengan tumor ekstradural tumor intradural pada umumnya jinak.

a) Tumor EkstramedularTerletak diantara durameter dan medula spinalis, sebagian besar tumor di daerah ini merupakan neurofibroma atau meningioma jinakTumor ini biasanya neurofibroma atau meningioma (tumor pada meningen). Neurofibroma berasal dari radiks saraf dorsal. Kadang-kadang neurofibroma tumbuh menyerupai jam pasir yang meluas kedalam ruang ekstradural. Sebagian kecil neurofibroma mengalami perubahan sarkomatosa dan menjadi infasis atau bermetastasis. Meningioma pada umunya melekat tidak begitu erat pada dura, kemungkinan berasal dari membran araknoid, dan sekitar 90% dijumpai di regio toraksika. Tumor ini lebih sering terjadi pada wanita usia separuh baya. Tempat tersering tumor ini adalah sisi posterolateral medula spinalis. Lesi medula spinalis ektramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf pada segmen yang terkena. (Price, 2006 : 1193)b) Tumor IntramedularBerasal dari dalam medula spinalis itu sendiri.Struktur histologi tumor intramedular pada dasarnya sama dengan tumor intrakranial. Lebih dari 95% tumor ini adalah glioma. Berbeda dengan tumor intrakranial, tumor intra medular cenderung lebih jinak secara histologis. Sekitar 50% dari tumor intramedular adalah ependimoma, 45% persenya adalah atrositoma dan sisanya adalah ologidendroglioma dan hemangioblastoma. Ependimoma dapat terjadi pada semua tingkat medula spinalis tetapi paling sering pada konus medularis kauda ekuina. Tumor-tumor intramedular ini tumbuh ke bagian tengah medula spinalis dan merusak serabut-serabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea. (Price, 2006 : 1193)

b. Tumor Ekstradural

a) Tumor ekstradural terutama merupakan metastase dari lesi primer di payudara, prostat, tiroid, paru-paru, ginjal, dan lambung.b) Tumor ekstradural pada umumnya berasal dari kolumna vertebralis atau dari dalam ruangan ekstradural. Neoplasma ekstradural dalam ruangan ekstradural biasanya karsinoma dan limfoma metastase.

2.2. Etiologi dan Patofisiologi2.2.1. EtiologiPenyebab tumor medula spinalis primer sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa penyebab yang mungkin dan hingga saat ini masih dalam tahap penelitian adalah virus, kelainan genetik, dan bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogenik. Adapun tumor sekunder (metastasis) disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain melalui aliran darah yang kemudian menembus dinding pembuluh darah, melekat pada jaringan medula spinalis yang normal dan membentuk jaringan tumor baru di daerah tersebut.( National Institute of Neurological Disorders and Stroke. 2005)

2.2.2. PatofisiologiKondisi patofisiologi akibat tumor medula spinalis disebabkan oleh kerusakan dan infiltrasi, pergeseran dan dekompresi medula spinalis dan terhentinya suplai darah atau cairan serebrospinal. Derajad gejala tergantung dari tingkat dekompresi dan kecepatan perkembangan, adaptasi bisa terjadi dengan tumor yang tumbuh lamban, 85 % tumor medula spinalis jinakTerutama tumor neoplasma baik yang timbul ekstramedula atau intra medula. Tumor sekunder atau tumor metastase dapat juga mengganggu medula spinalis dan lapisannya serta ruas tulang belakang.Tumor ekstramedular dari tepi tumor intramedural pada awalnya menyebabkan nyeri akar saraf subyektif. Dengan pertumbuhan tumor bisa muncul defisit motorik dan sensorik yang berhubungan dengan tingkat akar dan medula spinalis yang terserang. Karena tumor membesar terjadilah penekanan pada medula spinalis. Sejalan dengan itu pasien kehilangan fungsi semua motor dan sensori dibawah lesi/tumor. (Long C, Barbara, 1996)

Tanda dan gejala lesi akar syaraf:a. Lesi pada daerah servikal menyebabkan kelemahan dan atrofi lengan bahu,kelemahan sensoris dan motoris berupahiperestesia dalam dermatom vertebra servikalis (C2).Tumor pada servikal (C5, C6, C7) menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas, kompresi C6 menyebabkan defisit sensorik, pada C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengahb. Lesi pada daerah thorakal menyebabkan kelemahan spastik pada ekstremitas bagian bawah dan parestesia serta menyebabkan nyeri pada dada dan abdomenc. Lesi pada lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia, gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi pada sakral bagian bawahd. Lesi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tanda tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum, yang kadang-kadang menjalar ke tungkai (Price, 2006 : 1192)

Tumor medula spinalis, yang dimulai dari medula spinalis, sering menimbulkan gejala seperti pada sentral medula spinalis, termasuk hilang rasa nyeri segmental dan fungsi temperatur. Tambahan pula fungsi sel-sel tanduk anterior seringkali hilang, terutama pada tangan. Seluruh jalur sentral yang dekat benda kelabu menjadi disfungsi. Hilangnya rasa nyeri dan sensori suhu dan kelemahan motorik berlangsung sedikit demi sedikit, bertambah berat dan menurun. Motorik cauda dan fungsi sensorik yang terakhir akan hilang, termasuk hilang fungsi eliminasi fecal dan urine. (Long C, Barbara, 1996)2.3.