· Web view Minyak bumi di daratan terdapat di daerah kabupaten Sorong, Fak-Fak dan Merauke,...

Click here to load reader

  • date post

    08-Dec-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of · Web view Minyak bumi di daratan terdapat di daerah kabupaten Sorong, Fak-Fak dan Merauke,...

Z

DAERAH TINGKAT I

Z. DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA

1. GAMBARAN UMUM

a. Penyebaran penduduk

Propinsi Irian Jaya merupakan propinsi yang terluas di Indonesia (410.660 km2), jumlah penduduknya 923.440 jiwa, kepadatan penduduknya + 2 jiwa/km2.

Penyebaran penduduk tidak merata. Kabupaten yang paling padat penduduknya ialah Kabupaten Teluk Cendrawasih (14 jiwa/km2) .

Penyebaran penduduk Irian Jaya adalah sebagai berikut :

1.

Kabupaten Jayapura

11%

2.

Kabupaten Teluk Cendrawasih

6%

3.

Kabupaten Yapen Waropen

6%

4.

Kabupaten Manokwari

7%

5.

Kabupaten Sorong

12%

6.

Kabupaten Fak-Fak

5%

7.

Kabupaten Merauke

17%

8.

Kabupaten Jayawijaya

19%

9.

Kabupaten Paniai

17%

Kenaikan penduduk selama lima tahun terakhir menunjuk-kan 2%/tahun dan diperkirakan laju pertumbuhan selama Repelita II 2,2%/tahun.

b. Perekonomian kegiatan perekonomian

Kegiatan perekonomian yang ada

Masyarakat pedalaman Irian Jaya pada umumnya masih dalam taraf kegiatan mencari/memenuhi kebutuhan makanan untuk sendiri/keluarga sendiri. Sebagai hasil dari berbagai aktivitas pembangunan yang dilaksanakan, maka banyak di antara penduduk pedalaman sudah mengenal uang sebagai alat

tukar ekonomis, meskipun barn pada tingkat pengenalan per​tama.

Penduduk kota di Irian Jaya makanan pokoknya adalah beras sedangkan penduduk pedalaman makanan pokoknya adalah sagu dan ubi-ubian. Penanaman padi baru dikenal di beberapa daerah, antara lain daerah Merauke dan Nabire.

Mata pencaharian utama lainnya ialah berkebun pala dan coklat terutama di daerah Fak-Fak, Manokwari dan Serui. Namun demikian hasil perkebunan ini belum dapat berkem-bang dengan baik karena sukarnya prasarana ke pusat-pusat kota dan terbatasnya sarana pemasaran.

Potensi daerah

Potensi di daerah Irian Jaya yang dapat diharapkan me​-rupakan potensi yang sangat menguntungkan pada pengem​bangan masa depan, antara lain ialah :

1. Minyak bumi di daratan terdapat di daerah kabupaten Sorong, Fak-Fak dan Merauke, sedangkan minyak bumi lepas pantai terdapat di sekitar Kepala Burung dan pantai selatan Irian Jaya.

2. Nikel di kepulauan sekitar Sarong, terutama di pulau Gag, Waigeo, serta di pegunungan Cyclop di Kabupaten Jaya- pura.

3. Tembaga di Kabupaten Fak-Fak.

4. Kayu pada umumnya semua daerah Irian Jaya.

5. Ikan tongkol dan udang di sekitar pantai utara dan selatan.

Pada umumnya potensi ini pada saat sekarang baru dalam taraf eksplorasi, kecuali tambang tembaga di daerah Kokonao Kabupaten Fak-Fak hasil pertambangan ini sudah di ekspor.

2. MASALAH.

Tingkat sosial budaya

Lebih 50% penduduk Irian Jaya berada di daerah peda​-laman yang terisolir dan hidup berkelompok kecil dan ter‑

pencar. Tingkat sosial budaya dan pendidikannya sangat se-derhana.

Prasarana perhubungan

Masalah perhubungan masih merupakan penghambat utama. Sebagian besar kota di Irian Jaya berada di daerah pantai dan tidak ada jaringan jalan antar kota. Angkutan hanya mungkin dengan melalui laut dan udara. Jaringan hubungan darat antara daerah perkotaan dan wilayah pedesaan masih terbatas. Sekalipun tiap kabupaten sudah memiliki lapangan terbang, tetapi beberapa di antaranya masih memerlukan reha​bilitasi dan peningkatan. Prasarana dan sarana pelabuhan se-perti listrik, air minum dan dermaga belum dapat dikatakan memadai. Hubungan telekomunikasi antarkota dilakukan dengan SSB.

Tingkat perekonomian daerah

Sebagian besar dari kebutuhan hidup rakyat Irian Jaya di​datangkan dari daerah luar seperti beras, gula, minyak goreng dan lain-lainnya. Neraca perdagangannya sejak tahun 1950 sampai tahun 1971 menunjukkan bahwa impor lebih besar dari ekspornya, akan tetapi sejak tahun 1972 berkat adanya ekspor konsentrat tembaga dan udang maka neraca perdagangannya sudah mulai menunjukkan adanya surplus. Dari luas tanah 41.000.000 ha baru 1.200.000 ha yang telah disurvey. Tingkat perkembangan pertanian masih jauh dari yang diharapkan, dan sekitar 144.000 ha ladang digarap secara berpindah-pindah oleh rakyat setempat. Di beberapa tempat terdapat beberapa tanaman bahan ekspor seperti pala, coklat dan kopra, tetapi masalah pemasaran masih merupakan masalah yang sulit karena sukarnya perhubungan ke daerah pemasaran di pusat​pusat kota.

Tenaga kerja

Masalah lain yang dihadapi oleh daerah ini ialah terbatasnya tenaga kerja. Tenaga-kasar sebagian besar datang dari luar

daerah, karena sebagian besar penduduk Irian Jaya belum mempunyai pengalaman kerja, untuk dapat diikutsertakan dalam pelaksanaan pembangunan.

Kesehatan

Rakyat pedalaman Irian Jaya pada umumnya belum me​-ngenal pemeliharaan kesehatan secara medis.

3. PENGARAHAN PEMBANGUNAN SELAMA REPE​LITA II.

a. Sektoral

Dalam Repelita II, kegiatan pembangunan akan diarahkan kepada usaha:

Meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi rakyat, agar dalam waktu yang singkat dapat meletakkan dasar ekonomi dan sosial yang kuat hingga setaraf dengan daerah lainnya sesuai dengan strategi wawasan Nusantara.

Membentuk suatu kesatuan ekonomi dan sosial daerah melalui pembukaan daerah pertanian baru dan lain-lainnya yang dapat menunjang masing-masing pusat pembangunan.

Meningkatkan produktivitas sehingga subsidi Pemerintah dalam bidang pangan lambat-laun dapat dikurangi/dihapus​kan.

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas maka pengarahan pembangunan ditujukan kepada peningkatan ekonomi dengan titik berat di bidang pertanian antara lain kehutanan dan perikanan laut, dan ditunjang oleh peningkatan prasarana perhubungan, terutama jalan-jalan ekonomi yang menghubung​kan daerah pedesaan ke pusat-pusat kota kabupaten. Pening​katan di bidang pengusahaan kehutanan, perikanan laut dan pertambangan, juga meningkatkan pendapatan daerah.

b. Wilayah pembangunan

Irian Jaya dapat dibagi dalam tiga daerah pembangunan yang mempunyai potensi dan masalah yang berbeda:

(1) Daerah pembangunan I (Jayapura dan sekitarnya)

Jayapura sebagai pusat administrasi pemerintahan mempu-​nyai fungsi yang panting dalam koordinasi segala kegiatan pemerintahan, kebudayaan, politik, dan pembangunan. Oleh karena itu prioritas pembangunan perlu diarahkan untuk pengembangan prasarana dan sarana perhubungan laut, darat, udara, dan telekomunikasi.

Peningkatan kapasitas produksi dan perluasan jaringan distribusi air minum, tenaga listrik, peningkatan sarana sosial budaya, antara lain kesehatan dan pendidikan.

(2) Daerah pembangunan II

Daerah pembangunan II meliputi daerah Sorong, Manokwari dan Fak-Fak (terkenal daerah Kepala Burung) dengan pusat utama Sorong. Potensi ekonomi di daerah ini sudah banyak diusahakan antara lain tambang minyak dan nikel, kayu, ikan laut, pala, coklat, kopra dan lain-lain. Pengarahan pembangun- an di daerah ini antara lain dilaksanakan untuk meningkatkan produksi perkebunan rakyat, hasil pertambangan, meningkat​-kan produksi ikan laut dan hasil hutan. Untuk menunjang kegiatan tersebut dibutuhkan peningkatan prasarana dan sarana perhubungan, air minum dan tenaga listrik.

(3) Daerah pembangunan III (Merauke)

Pertanian sudah dikenal oleh rakyat di daerah Merauke dan sekitarnya. Proyek padi Kumbe sebagai pilot proyek pertanian irigasi telah dikembangkan. Tetapi belum dapat berhasil dengan baik disebabkan faktor komunikasi dan pengangkutan, prasarana, serta sarana pemasaran yang belum baik. Hasil pertanian bahan ekspor seperti kopra dan karet belum diman​faatkan sebagaimana mestinya.

Pengarahan pembangunan wilayah ini antara lain :

Pembukaan daerah-daerah pertanian baru dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan di daerah selatan Irian Jaya,

termasuk pemukiman baru dalam rangka menunjang pengem​bangan daerah pertanian baru tersebut. Peningkatan prasarana dan sarana komunikasi pelayaran laut/sungai.

4. LANGKAH DAN KEBIJAKSANAAN

a. Kebijaksanaan umum

Untuk meningkatkan kehidupan sosial budaya dan ekonomi rakyat Irian Jaya, maka langkah dan kebijaksanaan diutama​-kan untuk peningkatan prasarana perhubungan darat, laut, sungai, dan udara.

Meningkatkan produksi, baik di bidang pertanian, perikanan laut, hasil hutan maupun di bidang pertambangan (minyak bumi, nikel, tembaga dan lain-lainnya).

Meningkatkan kehidupan sosial budaya antara lain kese​hatan dan pendidikan.

b. Program

Dalam rangka Pembangunan Daerah akan dilakukan kegiat-an sebagai berikut :

Program Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat I dapat dipergunakan untuk kegiatan pemeliharaan jalan propinsi, pemeliharaan pengairan, rehabilitasi pengairan, dan kegiatan lainnya.

Program Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat II untuk kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan kabupaten, rehabili​-tasi pengairan, pembangunan pasar, terminal bis, riol, dan usaha lainnya.

Program Bantuan Desa, meliputi kegiatan prasarana pro​-duksi desa seperti jalan dan jembatan desa, pengairan, lumbung dan pasar desa, prasarana sosial desa, dan usaha lainnya.

Program bantuan di bidang pendidikan dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan dasar dan pembangunan gedung-gedung SD serta perlengkapannya.

Program bantuan kesehatan, dapat dipergunakan untuk kegiatan peningkatan pelayanan kesehatan, antara lain PUS​KESMAS di setiap kecamatan serta BKIA dan Balai Pengobatan, pemberantasan penyakit menular, peningkatan kesehatan air minum pedesaan dan lain-lain.

Di bidang pertanian dilakukan kegiatan yang meliputi usaha p