Warta Bea Cukai Edisi 383

of 97 /97
OKTOBER 2006 TAHUN XXXVIII EDISI 383 PROFIL AHMAD MS “PERSONIL BARU HARUS TERUS DIBIMBING TIDAK BISA LENGSUNG DILEPAS” “... ATASAN HARUS MENERAPKAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE” WAWANCARA HARKRISTUTI HARKRISNOWO PENEGAKAN HUKUM Mensinergikan Pelayanan & Pengawasan

Transcript of Warta Bea Cukai Edisi 383

Page 1: Warta Bea Cukai Edisi 383

OKTOBER 2006TAHUN XXXVIII EDISI 383

MENUNGGU IMPLEMENTASIPROFILAHMAD MS“PERSONIL BARU HARUS TERUS DIBIMBINGTIDAK BISA LENGSUNG DILEPAS”

“... ATASAN HARUS MENERAPKAN PRINSIPGOOD GOVERNANCE”

WAWANCARAHARKRISTUTI HARKRISNOWO

PENEGAKANHUKUMMensinergikan Pelayanan& Pengawasan

Page 2: Warta Bea Cukai Edisi 383

1WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

DARI REDAKSI

IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

PELINDUNGDirektur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Drs. Anwar Suprijadi, MSc

PENASEHATDirektur Penerimaan & PeraturanKepabeanan dan Cukai:Drs. M. Wahyu Purnomo, MScDirektur Teknis KepabeananDrs. Teguh Indrayana, MADirektur Fasilitas KepabeananDrs. Ibrahim A. KarimDirektur CukaiDrs. Frans RupangDirektur Pencegahan & PenyidikanDrs. Endang TataDirektur Verifikasi & AuditDrs. Thomas Sugijata, Ak. MMDirektur Kepabeanan InternasionalDrs. Kamil Sjoeib, M.A.Direktur Informasi Kepabeanan & CukaiDrs. Jody KoesmendroKepala Pusat Pendidikan danPelatihan Bea dan CukaiDrs. Sofyan PermanaInspektur Bea dan CukaiDrs. Bambang Heryanto, Ak

KETUA DEWAN PENGARAHSekretaris Direktorat JenderalBea dan Cukai:Drs. Sjahrir Djamaluddin

WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/PENANGGUNG JAWAB

Kepala Bagian Umum:M. Sadiatmo S., SE

DEWAN PENGARAHDrs. Nofrial, M.A.,Drs. Hanafi Usman,Drs. Patarai Pabottinggi,Drs. Bachtiar, M.Si.,Dra. Cantyastuti Rahayu,Drs. Nasar Salim, M. Si.,Ir. Agung Kuswandono, M.A.,Drs. Ahmad Dimyati

PEMIMPIN REDAKSILucky R. Tangkulung

REDAKTURAris Suryantini, Supriyadi Widjaya,Ifah Margaretta Siahaan,Zulfril Adha Putra

FOTOGRAFERAndy Tria Saputra

KORESPONDEN DAERAHDonny Eriyanto (Balikpapan),Bendito Menezes (Denpasar),Bambang Wicaksono (Surabaya)

KOORDINATOR PRACETAKAsbial Nurdin

SEKRETARIS REDAKSIKitty Hutabarat

PIMPINAN USAHA/IKLANPiter Pasaribu

TATA USAHANiko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto

IKLANWirda Renata Pardede

SIRKULASIH. Hasyim, Amung Suryana

BAGIAN UMUMRony Wijaya

PERCETAKANPT. BDL Jakarta

ALAMAT REDAKSI/TATA USAHAKantor Pusat Direktorat JenderalBea dan Cukai,Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta TimurTelp. (021) 47865608, 47860504,4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353E-Mail : - [email protected]

- [email protected] GIRO WARTA BEA CUKAI

BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTANomor Rekening : 8910841

Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968MISI:MISI:MISI:MISI:MISI:Membimbing dan meningkatkan kecerdasan sertaMembimbing dan meningkatkan kecerdasan sertaMembimbing dan meningkatkan kecerdasan sertaMembimbing dan meningkatkan kecerdasan sertaMembimbing dan meningkatkan kecerdasan sertakesadaran karyawan Direktorat Jendkesadaran karyawan Direktorat Jendkesadaran karyawan Direktorat Jendkesadaran karyawan Direktorat Jendkesadaran karyawan Direktorat Jendeeeeeral Bea danral Bea danral Bea danral Bea danral Bea danCukai terhadap tugas negaraCukai terhadap tugas negaraCukai terhadap tugas negaraCukai terhadap tugas negaraCukai terhadap tugas negaraMendekatkan Hubungan antara atasan danMendekatkan Hubungan antara atasan danMendekatkan Hubungan antara atasan danMendekatkan Hubungan antara atasan danMendekatkan Hubungan antara atasan danbawahan serta antara karyawan Direktorat Jendbawahan serta antara karyawan Direktorat Jendbawahan serta antara karyawan Direktorat Jendbawahan serta antara karyawan Direktorat Jendbawahan serta antara karyawan Direktorat JendeeeeeralralralralralBea dan Cukai dengan masyarakatBea dan Cukai dengan masyarakatBea dan Cukai dengan masyarakatBea dan Cukai dengan masyarakatBea dan Cukai dengan masyarakat

1WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Selamat Hari RayaIdul Fitri 1427 H

Minal Aidin Wal FaidzinMohon Maaf Lahir dan Batin

Keluarga BesarWARTA BEA CUKAI

mengucapkan :

Page 3: Warta Bea Cukai Edisi 383

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Laporan Utama5

Wawancara12

Daerah ke Daerah30

Profil76

DAFTAR ISI

1 DARI REDAKSI3 SURAT PEMBACA4 KARIKATUR15 KEPABEANAN

INTERNASIONALKunjungan Delegasi Iran ke KPBCTanjung Priok

16 PUSDIKLATDiklat Kesamaptaan Untuk Fisikdan Mental Tangguh Bagi AparatDJBC

19 CUKAIKebijakan Baru Tentang RestitusiCukai

22 PENGAWASAN- Mengenal Anjing Pelacak

Narkotika- Pelatihan Ketangkasan

Menembak dan Menyelam28 PERISTIWA

- Inkado Korda DKI Jaya danJawa Barat IntensifkanPelatihan Untuk PegawaiDJBC

- Family Gathering and OutbondKeluarga Besar KPBC TanjungPriok II

44 SIAPA MENGAPA- Tommy Hutomo- Gustami- Kasmin

46 KONSULTASIKEPABEANAN DAN CUKAIKonsolidasi Barang Ekspor dariKB

47 INFO PEGAWAI- Pegawai Pensiun per 1

Oktober 2006- Mutasi dan Promosi Pejabat

Eselon II- Dirjen Bea dan Cukai Melantik

41 Pejabat Eselon III54 SEPUTAR BEACUKAI59 INFO PERATURAN60 KOLOM

“Pola Pembinaan SDM Bea danCukai“ yang Transparan

64 OPINI- Kawasan Berikat dan KITE- Dirjen Baru Semangat Baru

68 RENUNGAN ROHANIMenapaki Hari-hari PascaRamadhan

70 RUANG INTERAKSISumpah Serapah Amarah,Perlukah ?

72 RUANG KESEHATANKram dan terkilir Saat Olahraga

73 SELAKBerkunjung ke Akademi KastamDiraja Malaysia

80 APA KATA MEREKA- Butet Kartaredjasa- Indra Brasco dan Mona

Ratuliu

“Mensyukuri semuakesempatan dan berkahyang telah diberikanTuhan,” demikian yangdiucapkan oleh AhmadMS, Nakhoda KapalPatroli Kanwil II DJBCTBK. Ikuti perjalananhidupnya dalam rubrikprofil.

UU mengenai Kepabeanan danCukai dinilai sudah cukup untukmemberikan ruang bagi petugasuntuk menegakan hukum,Namun itu semua kembali padaSDM-nya. Untuk mengetahuilebih jauh mengenai penegakanhukum (khususnya di DJBC),simak liputan lengkapnya dalamlaporan utama kali ini.

Hukum di Indonesia tidakterlalu jelek, untuk itupemerintah harus bekerjakeras menegakan hukumtersebut. Demikianpenjelasan Dr. HarkristutiHarkrisnowo, Guru Besarhukum Pidana FakultasHukum Universitas Indone-sia, dalam wawancaranyadengan WBC.

Ikuti perjalanan WBCbeberapa waktu lalu keKPBC Belawan danKPBC PematangSiantar. Tak hanya iturubrik ini jugamenyajikan kisahPerayaan Ultah RI diKanwil X DJBCBalikpapan.

Page 4: Warta Bea Cukai Edisi 383

3WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Surat PembacaKirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamatsurat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapidengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.

KANTOR PELAYANAN UTAMA

Pada tanggal 29 Agustus 2006 telahterbit surat dengan Nomor 1033/BC.1/UP.10/2006 perihal PenawaranPengisian Jabatan Pada KantorPelayanan Utama (KPU). Kami dariKantor Pelayanan Bea dan CukaiKendari dan tentunya pegawai di KantorBea dan Cukai yang lain merasagembira membaca dan memahamisurat tersebut serta berbondong-bondong membuat formulir pendaftaransesuai lampiran 1 pada surat tersebut.

Kami gembira karena momen inimungkin adalah awal dari karir dan cita-cita untuk lebih baik dan jujur, namunkami harap kegembiraan kami tidakhapus sirna oleh oknum yangmemanfaatkan momen ini. Sebabmomen ini adalah dimana DJBCmempunyai peranan penting untukmemperbaiki citra yang selama inidisandang sebagai salah satu institusiyang korup.

Kami harapkan momen tersebutbetul-betul untuk merekrut pegawai-pegawai yang profesional, berdedikasitinggi, mempunyai visi dan misikebesaran institusi dan bukan untukmemperbesar diri pribadi. Karenabukan hal rahasia lagi bila perekrutan-perekrutan selama ini ada sebagianmempunyai unsur money politik,pertemanan (angkatan masing-masing/ keakraban), serta SKSD (Sok KenalSok dekat) meskipun sekarang sudahmulai berkurang, dan untukmengetahui hal tersebut kita tidakperlu susah-susah menggali lebihdalam, cukup perhatikan saja skepmutasi dan perekrutan peserta Diklatselama ini.

Kami bangga menjadi bagian dariinstitusi ini namun platform bila pegawaibea cukai itu kaya, kerjanya ‘mengambilbarang impor’ dan KKN, banyak istrinyabaik terlihat maupun tak terlihat, arogan,masih melekat pada kita semuadisebabkan mental orang pribadiditempat ‘Ramai’ maupun ‘Sepi’ yangmembuat imej semua pegawai DJBCmenjadi jelek di mata masyarakat.

Kami di daerah mengharapkanperekrutan-perekrutan baik untukpendidikan maupun mutasi harusberdasar keadilan bukan ataskepentingan oknum-oknum tertentu baikgolongan maupun pribadi. Untukmemperbaiki citra institusi kita inimarilah kita bersama-samamembangun DJBC agar besar danberwibawa serta bebas dari KKN.

Tidak lupa kami panjatkan sembahsyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

institusi DJBC yang kami cintai,disamping itu kami juga mengucapkanterima kasih kepada Bapak Ngadiman,SH, yang telah mengajarkan kami akankepemimpinan, Bapak J. Didit Krisnadi,SH, yang juga mengajarkan kami akanpentingnya hubungan baik antara atasandengan bawahan, Bapak Roebianto AS,yang mengajarkan tentang hubunganmanusia dan penciptanya, Bapak AtongSoekirman, SE, yang mengajarkan kamiakan hubungan pegawai Bea dan Cukaidengan masyarakat, serta saudara-saudara kami yang ikut andil dalampembelajaran kami sampai saat ini sertaistri tercinta yang selalu menemani danmemberi motivasi baik suka maupunduka.

Terima kasih juga kami ucapkanpada Warta Bea Cukai serta segenapRedaksi/Tata Usaha yang telah menjadimedia para pegawai DJBC di seluruhIndonesia.

AGUS BASUKI (ABAS)060101980

RALAT TARGET PENERIMAAN

Pada WBC edisi September 2006,telah terjadi kesalahan penulisan padarubrik Daerah ke Daerah Kantor WilayahI DJBC Medan. Pada hal 34, sub judul“Penerimaan paling banyak dari KPBCBelawan”, pada paragraf pertamadituliskan sebagai berikut :

Saat disinggung mengenai targetpenerimaan, Djasman mengatakanbahwa target penerimaan untukSemester I (hingga Juli 2006) telahmencapai target. Untuk Bea Masuk (BM)sebesar 345.282.430 rupiah atau 58,16persen dari target yang ditetapkan.Penerimaan BM tersebut paling banyakberasal dari KPBC Belawan yaknisebesar 303.260.920 rupiah. Sedangkanuntuk penerimaan dari sektor cukaijumlahnya adalah 284.643.590 rupiahatau 54,07 persen dari target yangditetapkan. Untuk cukai, penerimaanterbesar berasal dari KPBC PematangSiantar, sebesar 213.340.370 rupiah.

Seharusnya ditulis sebagai berikut :

Saat disinggung mengenai targetpenerimaan, Djasman mengatakanbahwa target penerimaan untukSemester I (hingga Juli 2006) telahmencapai target. Untuk Bea Masuk (BM)tahun 2006, Kanwil I DJBC Medanditargetkan sebesar Rp345.282.430.000. Hingga bulan Juli

2006, target yang telah terkumpul sebesarRp 216.904.321.284; atau 62,82 persen daritarget yang ditetapkan. Penerimaan BMtersebut paling banyak berasal dari KPBCBelawan yang hingga Juli 2006 berhasilmengumpulkan BM sebesar Rp197.801.745.305.

Sedangkan untuk penerimaan dari sektorcukai, target yang ditetapkan untuk Kanwil IDJBC Medan untuk tahun 2006 sebesar Rp284.643.590.000. Hingga bulan Juli 2006,telah terealisasi sebesar Rp160.344.670.000; atau 56,33 persen daritarget yang ditetapkan. Untuk cukai,penerimaan terbesar berasal dari KPBCPematang Siantar yang hingga Juli 2006telah berhasil mengumpulkan cukai sebesarRp 121.799.908.190.

Demikian kami perbaiki, mohon maafatas kesalahan penulisan yang terjadi. Atasperhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Redaksi

RALAT FOTO

Pada rubrik Daerah ke Daerah WBCedisi 382 September 2006, di halaman 37terjadi kesalahan pemuatan foto denganjudul foto Piala Bergilir. Foto besertaketerangan foto yang seharusnya dimuatadalah seperti tersebut di bawah ini :

PIALA BERGILIR. Dirjen Bea Cukai, AnwarSuprijadi, tampak sedang menyerahkanpiala bergilir kepada Kepala KPBC Bekasi,Istyastuti Wuwuh Asri, dimana KPBCBekasi terpilih sebagai pemenang pertamalomba Kantor Percontohan DJBC se-Indonesia TA 2006. (WBC/ATS)

Demikian kami perbaiki agar dapatdimaklumi, atas perhatiannya kami ucapkanterima kasih.

Redaksi

Page 5: Warta Bea Cukai Edisi 383

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 20064 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

KARIKATUR

Page 6: Warta Bea Cukai Edisi 383

5WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

al tersebut disampaikan HikmahantoJuwana, Dekan Fakultas HukumUniversitas Indonesia dalam orasi

ilmiahnya pada acara wisuda programDoktor, Magister dan Spesialis diBalairung Universitas Indonesia pada 4Februari 2006 bertepatan dengan acaradies natalis Universitas Indonesia ke 56.Dalam orasinya ia mengatakan, pada saatini masyarakat Indonesia masih pada taraftakut pada aparat hukum dan bukan padataraf taat hukum. Pada masyarakat yangtakut pada aparat penegak hukumlanjutnya, masyarakat tidak akan tundukpada hukum bila penegakannya lemah,inkonsisten, dan tidak dapat dipercaya.

Hikmahanto mencontohkan sikappengendara terhadap lampu lalu lintas dijalan raya pada saat jam menunjukkanpukul 1 dinihari. Bila lampu lalu lintasmenyala merah dan pengendara berhentimaka pengendara tersebut dikategorikansebagai taat pada hukum. Namun, bilapengendara tersebut tidak berhenti walau-pun lampu berwarna merah, maka pe-ngendara tersebut dikategorikan sebagaipengendara yang takut pada hukum.

Pada ilustrasi pertama ia menunjukan,bahwa pengendara tadi sudah taatkepada hukum. Pada ilustrasi keduamasih menurutnya menunjukan bahwa,pengendara tadi masih takut pada hukumkarena ia tahu bahwa pada pukul 1dinihari tersebut tidak ada polisi lalu lintasyang akan menegakan aturan atau palingtidak terbebas dari rasa khawatir untuk“berdamai” dengan polisi. “Bagi pengen-dara yang takut dengan hukum, lampu la-lu lintas dipersepsikan sebagai bukan hu-kum, melainkan sekedar benda mati,”ujarnya dihadapan para peserta wisuda.

ADA MASALAH AKUTHal yang disampaikannya tadi

merupakan salah satu contoh yang seringdijumpai dalam kehidupan sehari-hari,walaupun pada kenyataannya masih adabeberapa contoh lainnya. Hikmahantokembali mengatakan, kenyataan padasaat ini hukum berfungsi dan difungsikansebagai instrumen untuk membuatmasyarakat takut pada hukum, yang padasaatnya nantinya masyarakat yang takuttadi akan menjadi tunduk pada hukum.

Namun penegakan hukum sebagai in-strumen masih menurutnya, telah dihing-gapi berbagai problem yang akut. Ia me-ngatakan bahwa ada beberapa problemakut dalam proses penegakan hukum diIndonesia. Salah satunya problempenegakan hukum yang sudah ada sejakperaturan perundang-undangan dibuat,

dimana pembuat peraturan perundang-undangan tidak memperhatikan dengancukup baik apakah undang-undang yangdibuat tadi dapat dijalankan atau tidak.

Ia mencontohkan pada tingkat nasio-nal, undang-undang dibuat tanpa mem-perhatikan kemampuan suatu daerahuntuk melaksanakannya. Akibatnya ketikaada suatu daerah yang bisa menjalankansementara daerah lain tidak bisamenjalanakan, maka undang-undangtidak dapat ditegakan di beberapa daerahdan pada akhirnya undang-undang tadimenjadi undang-undang yang mati atautidak dapat dijalankan.

Pembuatan undang-undang yangsering tidak realistis adalah alasan keduayang disampaikan Hikmahanto. Hal inibisa terjadi karena karena undang-undangdibuat berdasarkan “pesanan” dan terka-dang dianggap sebagai komoditas. ”Pera-turan perundang-undangan yang menjadikomoditas, biasanya kurang memperha-tikan isu penegakan hukum, sepanjangtrade off telah didapat,”ujarnya kembali.

Tipologi masyarakat pencarikemenangan dan bukan pencari keadilanmenurutnya juga mempunyai andil dalamakutnya problem hukum di Indonesia, di-mana segala upaya baik yang sah mau-pun yang tidak sah akan dilakukan. Bagipenegakan hukum, jelas ini merupakanproblem, apabila penegak hukum kurangberintegritas dan rentan suap, makamasyarakat akan memanfaatkankekuasaan dan uang untuk memperolehkemenangan atau terhindar dari hukuman

Faktor lainnya adalah pengaruh uangyang menyebabkan penegakan hukummenjadi lemah, dimana disetiap linipenegakan hukum, aparat dan pendukungaparat penegak hukum sangat rentan danterbuka peluang untuk praktek korupsiatau suap.

PENEGAKAN

HUKUMMasih Ditakuti, Belum Untuk DitaatiLemah kuatnya penegakan hukum oleh aparat akan menentukan persepsi adatidaknya hukum. Bila penegakan hukum oleh aparat lemah, masyarakat akanmempersepsikan bahwa hukum dilingkungannya tidak ada atau seolah beradadalam hutan rimba yang tanpa aturan

H

HIKMAHANTO JUWANA. Penegakan hukum yangtegas oleh aparat menunjukan bahwa hukum itu ada

DOK. WBC

LAPORAN UTAMA

Page 7: Warta Bea Cukai Edisi 383

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Hukum yang dijadikan komoditas poli-tik juga menjadi penyebab problem akut-nya penegakan hukum. Pada masa ordebaru lanjut Hikmahanto, penegakan hukumbisa diatur jika kekuasaan yang mengke-hendakinya, bahkan pula bisa menginter-vensi dalam menegakan hukum.

“Ketika itu penegakan hukum akandilakukan secara tegas karena penguasamemerlukan alasan yang sah untukmelawan kekuatan yang membela rakyat,namun penegakan hukum akan dibuatlemah oleh kekuasaan bila pemerintahatau elit politik yang menjadi pesakitan,”tukas Hikmahanto.

Problem lain adalah penegakan hu-kum yang dilakukan secara diskriminatif.Ia kembali mencontohkan, mengenaitersangka koruptor dan tersangka pencurisandal yang mendapat perlakuan dansanksi yang berbeda. Tersangka yangmempunyai status sosial yang tinggi ditengah-tengah masyarakat akandiperlakukan secara istimewa. Dalamkasus ini terang Hikmahanto, menunjukanbahwa penegakan hukum seolah hanyaberpihak pada si kaya tetapi tidak pada simiskin. Bahkan hukum berpihak padamereka yang memiliki jabatan dan koneksidari para pejabat hukum atau juga aksesterhadap keadilan.

“Ini terjadi karena mentalitas aparatpenegak hukum yang lebih melihat kedu-dukan seseorang di masyarakat daripadaapa yang diperbuat,”paparnya kembali

LIBATKAN MASYARAKATBerbagai pihak yang berkompeten

lanjut Hikmahanto telah menyampaikansolusi kepada pemerintah mengenaiproblem penegakan hukum dan sebagiantelah diakomodasi pemerintah melaluiberbagai kebijakan pemerintah. Namunsolusi tersebut lanjutnya hanya memadaiuntuk sesaat saja tidak berorientasi padamasa depan. Kebijakan tersebut hanyasekedar memenuhi suatu kebutuhan saja,bahkan diadopsi agar pemerintahmendapat dukungan publik.

Ia kembali mengatakan bahwa adabeberapa fundamen yang terpenting da-

lam penegakan hukum. Fundamen utamaadalah agar para pengambil kebijakanharus dapat menerima bahwa berbagaiproblem penegakan hukum memang adaatau dengan kata lain tidak menutup mata.Seharusnya para pengambil kebijakantidak dalam posisi menyangkal berbagaiproblem yang ada. Penyangkalan lanjutHikmahanto, sama saja menjadikanberbagai solusi terhadap problempenegakan hukum menjadi tidak relevan.

Ia sepakat bahwa pembenahan terha-dap problem penegakan hukum memerlu-kan kesabaran yang tinggi, karenasifatnya yang tidak instant atau cepat,dimana saat ini diterapkan dan pada saatini pula problem tersebut terselesaikan. Iasangat menyayangkan pengambilkebijakan ataupun pakar hukum yangkerap menyederhanakan jalan keluar

terhadap berbagai probelem penegakanhukum. Penyederhanaan solusi dilakukandengan cara membuat peraturanperundang-undangan dengan substansi‘anti’ dari masalah yang dihadapi.

Dalam kenyataannya masih menurutHikmahanto, solusi demikian tidakmemberikan hasil, justru menjurus padapengambilan kebijakan yang tidakdibenarkan menurut hukum dan ilmupengetahuan hukum. Fundamenberikutnya adalah kesejahteraan aparatpenegak hukum, yang harus jugamendapat perhatian. Mengedepankankesejahteraan harus dilihat sebagaifundamen dari solusi tersebut dengantujuan, agar pengaruh uang dalampenegakan hukum dapat diperkecil

Kesan tebang pilih dalam prosespenegakan hukum menurut Himahantoharus dihilangkan, dan untuk itu perlumeletakkan fundamen yang kuat agaraparat penegak hukum dalammenjalankan tugasnya dapat menjagakonsistensi, paling tidak semua pihak,termasuk pemerintah, dapat menciptakansuasana kondusif agar penegakan hukumdilakukan secara konsisten.

Upaya membersihkan institusi hukumdari personil nakal dan bermasalah meru-pakan fundamen yang menurut Hikma-hanto harus dilaksanakan segera. Karenadalam konteks ini, para pengambil kebijak-an harus memahami bahwa mentalitasaparat penegak hukum di Indonesiaadalah takut pada hukum. Oleh karena itu,perlu diciptakan penegakan hukum yangtegas bagi para pejabat hukum yangmelakukan penyelewengan jabatandengan mekanisme yang dapat bekerjadan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Fundamen berikutnya adalahpembenahan pada institusi hukum, yangharus dipahami sebagai pembenahanyang terkait dengan manusia.Pembenahan terhadap manusia hukumharus dilakukan secara manusiawi yangsedapat mungkin tidak menyinggungharga diri, bahkan merendahkan dirimereka yang terkena kebijakan. Bila tidak,akan ada perlawanan. Perlawanan lanjutHikmahanto akan menjadikan prosespembenahan semakin rumit dan panjang.Oleh karenanya fundamen dari solusiyang dicari adalah pembenahan yangseminimal mungkin dapat menekan rasadendam atau perlawanan.

Dalam pembenahan penegakanhukum, penting untuk disadarkan dandiintensifkan partisipasi publik.Menurutnya fundamen yang melibatkanmasyarakat ini mempunyai peran dalampembenahan penegakan hukum.Partisipasi publik harus dilakukan secarabottom up, bila perlu dilakukan secaravirtual dan tidak dirasakan.

Penegakan hukum lanjut Hikmahantomerupakan faktor penting dalamkehidupan hukum di Indonesia. “Tanpapenegakan hukum yang kuat, masyarakatakan mempersepsikan bahwa hukum itutidak ada,”ujarnya kembali.

FAKTOR UANG. Menyebabkan penegakan hukum menjadi lemah.

LALU LINTAS. Pelanggaran lalu lintas seringterjadi karena menganggap rambu lalu lintasbukan hukum, namun hanya sebagai benda mati

LAPORAN UTAMA

zap

DOK. WBC

DOK. WBC

Page 8: Warta Bea Cukai Edisi 383

7WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

evenue collection, trade facilitation,dan community protection,merupakan tugas yang diemban

oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai(DJBC). Jika dijabarkan kedalam bahasayang sederhana dan lugas, maka tugasDJBC adalah melakukan pemungutanpajak dan melayani masyarakat industriatau usaha secara prima, tanpameninggalkan pengawasan dalam rangkamelindungi masyarakat. Semua kegiatantersebut telah diatur dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 1995 tentangKepabeanan dan Undang-Undang nomor11 tahun 1995 tentang Cukai, sehinggadalam menjalankan tugas tersebut baikstake holder maupun petugas selalumengacu pada kedua aturan tadi yangkemudian diperjelas melalui aturan-aturanseperti Surat Keputusam MenteriKeuangan sampai pada Surat EdaranDirjen Bea dan Cukai.

Pengamat Kepabeanan dan Cukai

yang juga mantan Dirjen Bea dan Cukai.Permana Agung mengatakan keduaundang-undang tadi merupakan alat yangdigunakan untuk memastikan prosespelayanan dan pengawasan Kepabeanandan Cukai berjalan lancar.Bukan hanyastake holder saja yang harus patuh padakedua aturan tadi tetapi juga petugasdilapangan, harus memberikan pelayanandan pengawasan kepada stake holderseperti yang diinginkan undang-undang.

Undang-undang tersebut lanjut Agung,masih memiliki celah yangkemungkinannya bisa disalahgunakanoleh pihak–pihak yang tidak bertanggungjawab.”Bukan cuma Undang-UndangKepabeanan dan Cukai (yang memilikicelah.red) tapi juga undang-undanglainnya,”terang Agung

Untuk memperkecil celah tersebut iamengatakan, harus ada kesamaan visiantara pimpinan dan para petugasdilapangan agar ruang tersebut tidakdisalahgunakan dengan menggunakaninterpretasi yang keliru, baik oleh petugasmaupun para stake holder. “Kalau adacelah, maka pastikan pimpinan mengam-bil langkah untuk memastikan bahwa yangbenar adalah benar dan yang salahadalah salah, ini untuk menyempitkanmisinterpretasi tersebut, kalau inidijalankan berarti Undang-Undang nomor10 dan nomor 11 ditegakan oleh petugaskita,”lanjutnya kembali.

Mengenai Undang-Undang Kepa-beanan dan Cukai yang saat ini dalamproses amandemen, Agung berpendapatbahwa itu sah-sah saja dilakukan, dan bu-kan berarti sebelum diamandemen keduaundang-undang tadi jelek. Disini Agungmenegaskan,tidak ada suatu undang-un-dang yang sempurna, namun yang mem-buat undang-undang itu berhasil ditegak-kan adalah Sumber Daya Manusia (SDM)yang melaksanakannya dilapangan,

”Di dunia tidak pernah ditemuicustoms yang ‘jempolan’ sebagai akibatundang-undangnya yang ‘jempolan’sementara SDM-nya kurang baik. Tapiyang selalu dijumpai adalah CustomsAdministration yang ‘ jempolan’ hasil dari

orang-orang dan pimpinannya yang’ jem-polan’ juga, walaupun undang-undangnyajelek,”ungkapnya kembali.

Direktur Verifikasi dan Audit ThomasSugijata juga mempunyai pendapatserupa dengan Agung. Menurutnyakualitas SDM yang baik di DJBC harusmemenuhi kriteria yang mencakupintegritas moral dan profesionalismeintelektual dalam penegakan hukumterutama Undang-Undang nomor 10 dan11 tahun 1995. Kualitas intelektual tanpadiimbangi dengan integritas moral akanmenimbulkan rekayasa yang tidakdilandasi moral. Sementara integritas sajatanpa diimbangi dengan profesionalismedapat mengakibatkan penerapan danpemahaman penegakan hukum yangkeliru dan menyimpang.

Setiap petugas DJBC, lanjut Thomasharus mentaati semua aturan yangtertuang dalam Undang-Undang nomor 10dan 11 tahun 1995 tentang Kepabeanan

DJBC Harus OptimalTegakan HukumUndang-undang mengenai Kepabeanan dan Cukai dinilai sudah cukup untukmemberikan ruang bagi petugas untuk menegakan hukum, namun itu semuakembali pada sumber daya manusianya

R

THOMAS SUGIJATA. Palayanan danpengawasan yang tepat dan akurat yang diikutidengan penegakan hukum, baik secara internalmaupun eksternal dapat meningkatkanefektifitas penegakan hukum.

PERMANA AGUNG. harus ada kesamaan visiantara pimpinan dan para petugas dilapangan agarruang tersebut tidak disalahgunakan denganmenggunakan interpretasi yang keliru, baik olehpetugas maupun para stake holder

DOK. WBC WBC/ATS

Page 9: Warta Bea Cukai Edisi 383

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

dan Cukai, tidak terkecuali, dimana selu-ruh pegawai harus menjalankan ketentuandalam undang-undang tadi sesuai denganwewenang dan kewajibannya.“Penegakan hukum di DJBC tidak menjadimonopoli direktorat tertentu, tetapi menjadikewajiban setiap pegawai yang tugasnyaterkait dengan pelaksanaan peraturanperundang-undangan di bidangkepabeanan dan cukai,”tegas Thomas.

Ia juga mencoba untuk meluruskanpendapat yang berkembang dimasyarakatdimana penegakan hukum identik denganpengawasan. Menurutnya pegawai yangsedang melakukan pelayanan dokumenjuga melakukan penegakan hukum meski-pun mereka tidak melakukan pengawasanatau bukan pengawas,”Pengurusandokumen itu khan untuk kelancaran arusbarang juga, berarti dia juga penegakhukum,’ujar Thomas. Penegakan hukumyang dilakukan oleh DJBC lanjutnya, telahbuild in proses pelayanan, dan didukungdengan instrumen lainnya yaitu intelejen,surveillance dan post clearence audit.

Untuk itu lanjut Thomas, kualitas SDMharus memadai dan harus pula didukungdengan tekad nyata dari pimpinan dalambentuk program yang jelas agar peraturanperundang-undangan dapat ditegakan.“Pelayanan dan pengawasan yang tepatdan akurat yang diikuti dengan penegakanhukum baik secara internal maupun eks-ternal dapat meningkatkan efektifitas pe-negakan hukum,”papar Thomas kembali.

HARUS SEIMBANGPelayanan dan pengawasan selalu

identik dengan DJBC dimana dengan duatugas dan fungsi tersebut maka DJBCdiharapkan dapat memberikan pelayananyang prima kepada masyarakat tanpamelupakan pengawasan yang berpotensipada kerugian negara seperti mencegahterjadinya penyelundupan. Thomasmenjelaskan bahwa ciri utama dari

pelayanan yang baik yaitu sederhana,cepat dan murah. Dan ketika berbicaramengenai pengawasan maka akandipastikan ada kegiatan pemeriksaanyang notabene akan menghambatkecepatan arus barang.

Untuk itu lanjutnya kembali, DJBCdengan konsep Kepabeanan yangmodern berupaya untuk mensinergikanpelayanan dan pengawasan sehinggapelayanan dan pengawasan dapatberjalan dengan efektif. Untuk itu dalampelaksanaannya lanjut Thomas, DJBCmenerapkan tiga pilar Kepabeanan yaituselektifitas, manajemen resiko dan auditpasca pengeluaran.

Selektifitas menurutnya, DJBC harusmenggunakan kewenangannya untukmenarget pengawasan terhadap barangsecara selektif dan tepat sehingga

kelancaran arus barang tidak terganggu.Manajemen resiko, masih menurutThomas merupakan kegiatan pabeanuntuk mengelola resiko dalam rangkamelakukan selektifitas walaupun interfensipabean berkurang pada tahap pelayanan,sehingga kelancaran terjaga, peranpabean untuk melakukan pengawasantetap dilakukan dengan menggunakanpengawasan pasca pengeluaran barangatau post clearence audit.

Pelayanan dan pengawasan menurutAgung merupakan dua hal penting dantidak dapat dipisahkan bagi Bea Cukaidalam menjalankan tugas. Menurutnyajika dulu pengawasan ditempatkandidepan dimana suatu barang tidak bisakeluar sampai dipastikan bahwa barangtersebut sesuai prosedur, maka sekarangditempatkan dibelakang, atau setelahbarang dikeluarkan dari kawasan pabean.

Dengan konsepsi itu yang kiniditerapkan DJBC, maka prosespengeluaran barang yang menjadi cepatdengan pengawasan yang dilakukan olehDirektorat Verifikasi dan Audit pada saatbarang telah keluar dari kawasan pabean,“Kita bisa mengaudit suatu perusahaanyang nakal jika mendapat laporan darimasyarakat, atau bahkan ada yang lolossekalipun,jadi disini pelayanan terhadapmasyarakat tetap berjalan baik tanpameninggalkan faktor pengawasan, ”ujarAgung.

Pengamat Kepabeanan dan Cukaiyang juga mantan Kepala KantorPelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe ABandung Abdurrahman mengatakan,mekanisme pengawasan yang dilakukanoleh DJBC sudah baik, apalagi denganpengawasan yang dilakukan menerapkanpost clearence audit. Ia mengusulkan agaralat yang digunakan oleh DJBC dalammelakukan pengawasan seperti verifikasidan audit, manejemen resiko maupunintelejen ditempatkan dalam satu unittugas tertentu sehingga bisamempercepat proses pengambilankeputusan demi lancarnya pelayanan danpengawasan, karena alat-alat tersebutsaat ini berada pada Direktorat yangberbeda seperti Direktorat Verifikasi danAudit, Direktorat Informasi Kepabeanandan Cukai untuk manajemen resiko danDirektorat P2 untuk intelejen.

Lain halnya dengan Abdurrahman,Agung merasa penempatan instrumenpengawasan pada beberapa Direktoratsudah tepat, mengingat konsep inimengacu pada konsep check andbalance. “Kalau semua dilakukan padasatu Direktorat tertentu, besarkemungkinan terjadi penyalahgunaankarena tidak ada yang melakukan checkand balance. Kalau sekarang khansetelah dilakukan pengawasan oleh ditP2, maka akan dicek kembali oleh dit.verifikasi dan audit, setelah itumenggunakan manajemen resiko untukpengambilan keputusan oleh pejabat yangberwenang, itu adalah konsep yang idealdi dunia saat ini,”papar Agung.

DRADJAT H. WIBOWO. Harus ada “Elliot Ness” diBea Cukai untuk bisa memerangi mafia tersebut.

DJBC. Dengan konsep Kepabeanan yang modern berupaya untuk mensinergikan pelayanan danpengawasan sehingga pelayanan dan pengawasan dapat berjalan dengan efektif

LAPORAN UTAMAWBC/ATS

DOK. WBC

Page 10: Warta Bea Cukai Edisi 383

9WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Ketika ditanya apakah denganadanya pemisahan ini akan menyulit-kan koordinasi? Agung menjawab,“Kalau masalah koordinasi dalam pe-ngambilan keputusan menjadi lambat,itu yang harus diatasi kenapa jadilambat .”

MASIH KURANGSementara itu anggota komisi XI

DPR-RI yang membawahi bidangperekonomian, Dradjat H. Wibowomengatakan, apa yang dilakukan olehDJBC dalam proses penegakanhukum masih kurang dan masih harusditingkatkan. Menurutnya saat inipenyelundupan masih terjadi dan itumelibatkan pegawai yang mempunyaiintegritas rendah dan juga pengusaha-pengusaha nakal. Sebenarnya lanjutDradjat Undang-Undang nomor 10dan 11 tahun 1995 sudah cukup mem-berikan ruang bagi DJBC untuk mene-gakan hukum, namun disini tinggalbagaimana SDM-nya yang menjalan-kan kedua undang-undang tadi.

“Dalam undang-undang sanksi ba-gi para pelanggar itu banyak, tapi tidakdijalankan dengan konsisten, dan inimembuka peluang untuk terjadinyanegosiasi. Sekarang diputuskan untukdiamandemen dan itu bagus sekalimenurut saya,”lanjut Dradjat.

Masalah permainan dan penye-lundupan tersebut lanjutnya, sempatmengalami masa-masa sepi atau me-nurut istilahnya “tiarap”. Hal ini terjadisetelah Presiden Susilo BambangYudhoyono melakukan kunjungan keDJBC. “Para pemain-pemain tersebutsempat menghilang beberapa mingguatau paling tidak dua bulan, setelah itukembali bermain,”ujar Dradjat. Untukbisa menekan para pemain-pemainyang ingin mengambil keuntunganuntuk kepentingan pribadi tadi lanjut-nya, harus diperlukan orang-orangyang berani dan mempunyai nyaliyang cukup besar untuk bisa mem-basmi mafia-mafia tersebut.

Dradjat mengatakan mafia karenapenyelewengan yang terjadi tersebutsudah terorganisir, sehinggamenempatkan orang-orang yangmempunyai integritas dan mampumelabrak sistem yang bobrok tersebutsangat dibutuhkan agar pendapatannegara tidak menguap begitu saja.“Harus ada “Elliot Ness” di Bea Cukaiuntuk bisa memerangi mafia tersebut,percuma kalau ganti pejabat tapi tidakmempunyai nyali untuk memerangipenyelewengan,”ujarnya kembali.

Untuk mengamankan penerima-an negara dari pajak dan Bea danCukai, Dradjat mengusulkan agarkedua instansi tadi pajak dan DJBCdigabung menjadi satu dalam badanpenerimaan negara yang kemudiandiisi oleh orang-orang yang barudan fresh, selain orang lama yangtrack record-nya bagus. zap

eiring dengan perkembangandunia dan juga tuntutanmasyarakat usaha akan

kecepatan pelayanan, DJBC telahmengambil beberapa langkah untukmenjawab keinginan masyarakattersebut. Keberadaan kawasan berikat,gudang berikat, sampai padapenyediaan jalur prioritas danpenerapan PDE manifest merupakanbeberapa fasilitas dari sekian banyakfasilitas yang disediakan DJBC kepadapara pengusaha sebagai jawaban dariperkembangan saat ini.

Tentunya DJBC tidak hanya

memprioritaskan pada pelayanan,namun faktor pengawasan tetapdiperhatikan tanpa harus menyebabkanadanya ketidaklancaran akibat daripengawasan yang dilakukan. PermanaAgung sebagai pengamat Kepabeanandan Cukai mengatakan, sepakat bahwapengawasan yang dilakukan oleh DJBCsemata-mata dilakukan agar kerugiannegara akibat dari proses kepabeananyang tidak benar atau penyelundupandapat ditekan semaksimal mungkin.

Kalau DJBC hanya berorientasipada penerimaan negara saja dimanasetiap sen dari penerimaan negara

PELAYANAN DAN PENGAWASAN,

Keterlambatan

Tidak SelaluIdentik Dengan

Pengawasan yang dilakukan tidak harus selalu mengakibatkanterjadinya ketidaklancaran arus barang keluar. Post ClearenceAudit (PCA) menjadikan pengawasan dan pelayanan berjalanbersama, dan kelancaran arus barang terjaga

S

TERMINAL KONTAINER. Pengawasan dan pelayanan kini berjalan bersamaan sehingga prosespengeluaran barang tidak selalu terganggu

DOK. WBC

Page 11: Warta Bea Cukai Edisi 383

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

tidak bocor, maka dalam prakteknyalanjut Agung, petugas harus melakukanpengecekan terhadap setiap barangyang masuk dengan cara membongkardan menelitinya, sementara jumlahbarang yang datang jumlahnya banyakbahkan sampai ratusan kontainer, dandibutuhkan waktu yang cukup banyakuntuk melakukan pemeriksaantersebut.

Hal ini lanjutnya, akan menimbulkanefek domino, dimana perusahaan yangmengimpor barang tersebut tidak bisaberproduksi, sementara sewa gudangdipelabuhan terus berjalan dan itu akanmenimbulkan biaya ekonomi tinggiakibat dari pemeriksaan tersebut.

Apabila kelancaran barang yangdimaksud tidak melalui prosespengawasan, Agung mengatakan,segala jenis barang dapat masuk keIndonesia tanpa bea masuk, sehinggaindustri dalam negeri akan tertekan.Barang-barang larangan sepertinarkoba dan lain sebagainya jugadapat masuk tanpa diawasi yang akanmenimbulkan pecandu narkoba baru.

Saat ini masyarakat tidak perlumerasa khawatir, karena pelayanan danpengawasan berjalan secara bersamaantanpa harus menimbulkan kelambatan.

DJBC lanjut Agung, dalam menja-lankan pelayanan dan pengawasanmenggunakan beberapa cara. Iamencontohkan, petugas menerapkanmanajemen resiko dimana petugasmenggunakan alat yang disebut profilseperti profil harga, profil importir danlain sebagainya, dan juga atas dasarinformasi yang diperoleh. Kalaupun adabarang yang tidak boleh masuk atautidak memenuhi prosedur kepabeananlolos dari pemeriksaan awal, hal itumasih bisa dilacak melalui proses audityang dilakukan setelah barang keluar.

“Audit itu post entry audit. Kalau adabarang yang sudah lolos suatu ketikadicurigai masyarakat, dilaporkan ke

Bea Cukai, bisa di audit, dan kita punyahak 10 tahun untuk (mengaudit)mereka. Tinggal bagaimana petugaskita menjalankan ketentuan yang adadalam proses pengawasan yang telahdiatur dalam undang-undang danaturan lainnya yang mendukungundang-undang tersebut,”tegas Agung.

Mantan Kasubdit PenyidikanDirektorat P2 yang kini menjabatsebagai Kepala Kantor Wilayah XIIDJBC Ambon CF. Sidjabat mengatakan,petugas DJBC yang berada di lapanganbaik itu yang melakukan pengawasandan pelayanan adalah para penegakhukum, karena mereka bekerjaberdasarkan Undang-Undang nomor 10dan 11 Tahun 1995 tentang kepabenandan cukai. Pada Direktorat P2,lanjutnya tugas yang dilakukan adalahmemastikan para stakeholdermematuhi ketentuan yang ada padakedua undang-undang tadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalausemua prosedur telah dilakukan, baikitu oleh petugas dan para stakeholder,maka bisa dikatakan undang-undangtersebut sudah ditegakkan. Untuk ituDit P2 selalu melakukan koordinasidengan direktorat lainnya sepertikoordinasi yang dilakukan denganDirektorat Verifikasi dan Audit maupunjuga Subdit Manajemen Resiko gunamemastikan penegakan hukum itudilakukan oleh para stakeholder.

Sidjabat lebih lanjut mencontohkan,pada suatu kasus Dit P2 bisa memintadilakukan audit investigasi kepada DitVera, atau bisa saja Dit P2 memintadilakukan penyidikan. Jadi hubungantersebut dilakukan dengan baik. Atauuntuk memastikan sesuatu hal lebihdetail, pihaknya berkoordinasi denganDirektorat Teknis Kepabeanan maupundirektorat lainnya.

TIGA TAHAPANDirektur Verifikasi dan Audit DJBC

Thomas Sugijata menjelaskan, DJBCdalam hal ini Direktorat Verifikasi danAudit melakukan tiga tahap dalamproses penegakan hukum yaitu tahappre clearance, clearence dan tahappost clearence. Pada tahap pertama inilanjutnya, pengawasan dilakukan olehunit pengawas dari Kantor Pusat,Kantor Wilayah dan Kantor PelayananBea Cukai, dan pelaksanaannya antaralain dengan kegiatan intelejen dansurveillance.

Pada tahap kedua yaitu tahapclearence, pengawasan dilakukan olehunit pengawasan yang ia sebutkan tadidengan melibatkan Pejabat FungsionalPemeriksa Barang (PFPB) dan pejabatFungsional Pemeriksa Dokumen(PFPD) yang dilaksanakan dengankegiatan intelejen, surveillance,pemeriksaan fisik dan penegahan danpencegahan oleh unit P2 dari KantorPusat, Kanwil dan KPBC. Cara lainyang digunakan pemeriksaan fisik yanglebih mendalam oleh PFPB bersamadengan P2 dan penelitian dokumenoleh PFPD

Lebih lanjut Thomas menjelaskanmengenai tahap post clearance.Penegakan hukum ini dilakukan olehunit verifikasi (yang ada di Kanwil),audit (yang ada di Kantor Pusat danKanwil) dan P2 (yang ada di KantorPusat, Kanwil dan KPBC). Inimerupakan pelaksanaan penegakanhukum dengan melakukan verifikasi,post clearence audit (PCA),penyelidikan dan penyidikan.

Kinerja petugas, lanjut Thomasakan meningkat apabila semua unit danelemen yang disebutkan tadi di atasdapat bekerjasama dengan sinergi ataudengan kata lain saling mendukung

SDM. Dit Verifikasi Audit selalu melakukan evaluasi guna menilai mutu serta profesionalismeauditor dengan menilai penerapan prosedur dan teknik audit.

CF. SIDJABAT. P2 selalu bekerjasama denganDirektorat terkait guna memastikan prosesKepabeanan dan Cukai dilakukan dengan benar.

DOK. WBC

DOK. WBC

LAPORAN UTAMA

Page 12: Warta Bea Cukai Edisi 383

11WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

satu sama lain sesuai dengankewenangan masing-masing.

“Kasus tambah bayar dan tindakpidana sering ditemui oleh petugasketika dilakukan audit olehpetugas,”ujar Thomas.

Keterlibatan beberapa unit daridirektorat lain dalam prosespengawasan, lanjut Thomas dapatberjalan sesuai dengan apa yangdiharapkan. Ia menjelaskan pihaknyamelakukan tukar menukar informasidan operasional dengan unit lainseperti dengan Subdit ManajemenResiko, yang berada pada DirektoratInformasi Kepabenan dan Cukai (IKC)dan subdit intelejen pada Direktorat P2seperti registrasi importir, dimanaDirektorat Verifikasi dan Auditmengkoordinasikan penangananregistrasi sesuai kriteria eksistensi ,pembukuan dan adminsitratif lainnya.

Sementara Direktorat P2mengkoordinasikan profil importir dankomoditi untuk penilaian skorpelayanan, sedangkan Direktorat IKCmengkoordinasikan Teknologi Informasi(TI) dalam pelayanan dan mendukungdata dan informasi yang dikelolanyadalam database. Mengenaipelaksanaan penelitian lapangan,dilakukan oleh kantor wilayah danpelaksanaan audit investigasi dilakukanantara Direktorat P2 dan DirektoratVerifikasi dan Audit

Thomas kembali menjelaskan, agarPCA dapat dilakukan dengan efektifdan efisien pihaknya memperhatikanbeberapa elemen infrastruktur baikdasar hukum maupun strukturorganisasi. Selanjutnya para auditordituntut harus memiliki kualitas berupakeahlian dan pengetahuan yang cukupyang tidak hanya sebatas pada prinsipdan prakatek akuntansi tetapi jugameliputi standard dan teknik audit,proses bisnis transaksi, peraturanperundang-undangan dibidangKepabeanan dan Cukai maupun jugaperaturan perundang-undangan yangdititipkan pada DJBC dan yang lebihutama lagi adalah memiliki kemampuanyang memadai dalam bidang komputer.

Elemen lainnya adalah programaudit yang terstandarisasi besertamanual yang jelas dan adanya suatusistem dan mekanisme pemilihan objekaudit yang jelas dan tepat sertamenghindari adanya objek audit yangdiperiksa berulang-ulang, adalahelemen yang terus terus diperhatikan.

Pihaknya, lanjut Thomas, jugamemperhatikan mekanisme audit yangjelas dan terencana sejak tahap awalhingga tahap pelaporan. Dalammekanisme audit lanjutnya, harusdisertai jadwal waktu yang diperlukanserta mekanisme pengawasan yangharus dilakukan kepada tim audit.

Selanjutnya, untuk mengukur ting-kat kesuksesan audit Direktorat Verifi-kasi dan Audit memberlakukan meka-

nisme evaluasi audit. Menurutnya halini dilakukan guna menilai mutu sertaprofesionalisme auditor dengan menilaipenerapan prosedur dan teknik audit.

BERHUBUNGAN DENGAN INSTANSITERKAIT

Kegiatan yang dilakukan oleh DJBCdalam rangka menegakan hukumtentunya akan berhubungan denganinstansi pemerintah lainnya. Jikadiambil contoh adalah keterlibatanlembaga Karantina dan Imigrasi diwilayah Kepabeanan. Dalam pasal 53(1) Undang-Undang nomor 10 tahun1995 tentang Kepabeanan disebutkan“Untuk kepentingan pengawasanterhadap pelaksanaan ketentuanlarangan dan pembatasan, instansiteknis yang menetapkan peraturanlarangan dan /atau pembatasan atasimpor atau ekspor barang tertentu wajibmemberitahukan kepada menteri”.

Dalam penjelasan pasal tersebutjuga disebutkan bahwa instansi terkaitharus menyampaikan peraturandimaksud kepada Menteri Keuanganuntuk ditetapkan dan dilaksanakan olehDJBC. Thomas menjelaskan, instansiterkait selalu memberitahukan kepadaMenteri Keuangan mengenairekomendasi barang yang harusdikeluarkan oleh DJBC, dan DJBC akanmengeluarkan seperti yangdiperintahkan Menteri Keuangan.

“Seperti masuknya mobil bekas dariluar negeri, itu DepartemenPerdagangan harus menyampaikanrekomendasi tersebut kepada MenteriKeuangan, dan DJBC baru bisamengeluarkan kalau sudah adaketetapan dari Menteri Keuangan,kalautidak ada rekomendasi dari sana kitatidak akan keluarkan,”ungkap Thomas.

Dalam prakteknya, lembaga

departemen atau non departemen akanmemberikan rekomendasi kepadaDJBC untuk mengeluarkan suatubarang, untuk itu, DJBC selalumelakukan konfirmasi kepada instansimengenai kebenaran dari rekomendasitersebut. Dan rekomendasi tersebutyang kemudian digunakan oleh DJBCuntuk mengeluarkan barang tersebut.

Hal senada juga disampaikanSidjabat, menurutnya dalam beberapapraktek di lapangan prosespermohonan kepada Menteri Keuangandari instansi terkait guna pengeluaranbarang jarang dilakukan mengingat halini terkait dengan masalah birokrasi,sementara kebutuhan agar barangtersebut sangat mendesak, sehinggainstansi terkait selalu memberikan suratpemberitahuan kepada pihak DJBCyang ada dilapangan dengan berbagaitembusan kepada direktorat terkaitmaupun juga kepada Kantor Pusat.

Hal ini masih menurut Sidjabat tidakmelanggar ketentuan karena segaladokumen sudah diikutsertakan dandilakukan pengecekan yang mendalam.

Untuk dapat menjalankan ketentuanpasal 53, Permana Agung mengatakan,akan sangat baik jika antar instansitersebut intens menjalin hubungandengan Departemen Keuangan yangmembawahi DJBC , sehingga pasal 53tersebut dapat dijalankan denganefektif oleh DJBC dalam hal ini petugasdilapangan. “Walaupun dalamprakteknya pasal 53 jarang digunakan,namun alangkah baiknya jika instansipemerintah baik itu departemen mau-pun non departemen dapat menjalinhubungan yang intens dengan Departe-men Keuangan untuk dapat menjalan-kan pasal 53 tersebut,sehingga pasaltersebut dapat dijalankan dengankonsekuen,”terang Agung.

TEGAHAN. Walaupun lolos pada pemeriksaan awal, jika kemudian ditemukan ada penyimpangan,makabisa diungkap melalui audit.

DOK. WBC

zap

Page 13: Warta Bea Cukai Edisi 383

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Bisa diceritakan kondisipenegakan hukum di Indonesiasaat ini?

Keadaanya saat ini adalah kitaharus bekerja keras untuk bisamenegakan hukum, karena hukumkita memang tidak terlalu jelek. Tapiketika pada tataran implementasi,disini ada kesulitan karena berbagaifaktor seperti Sumber Daya Manusia(SDM) kita memang belumsepenuhnya profesional. Selain itujuga sarana dan prasarana yangmasih terbatas. Mungkin kalau dikota-kota besar seperti Jakarta itusudah bagus tapi untuk daerah lainsaya rasa masih memerlukan banyakpeningkatan.

Kemudian juga sering kali policyberubah-ubah. Sehingga masyarakatmenjadi bingung. Kemudian jugauntuk adanya kepastian hukum ituharus ada informasi. Informasimengenai apa yang harus dilakukanoleh masyarakat untuk mendapatkansesuatu itu sering kali tidak jelas.Kemudian juga apa yang diperolehdilapangan tidak sesuai dengan apayang telah dirumuskan dalam satudokumen, misalnya. Itu yangmenyulitkan masyarakat. Kalau hal-hal yang saya sampaikan tadi sudahberes, maka diperlukan pimpinan-pimpinan yang memahami tugasnyasebagai penegak hukum

Terkadang intervensi seringdialami oleh para petugasdilapangan lalu apa yang harus

dilakukan agar bisa menghindariatau setidaknyameminimalisirnya?

Kuncinya ada pada pimpinan,dimana pimpinan harus menyadaribahwa sudah ada pembagiankewenangan. Kalau toh intervensitersebut tidak dapat dihindari, harusdilihat intervensi itu jelas atau tidak,karena tidak selalu intervensi itu

jelek menurut saya. Misalnya, adayang complain kepada petugasmengenai pelayanan yang lambat,maka pimpinan akan mengatakanjangan lambat dong. Hal itu bisadibilang intervensi. Jadi pimpinan ituharus mempunyai orientasi padapelayanan masyarakat.

Kalau dalam pelaksanaan tugasdilapangan, suatu instansi mendapatintervensi yang bisa mengakibatkan

adanya penyelewengan, disinipimpinan harus memiliki sikap yangtegas untuk bisa menghadapiintervensi yang bisa mengakibatkanpenyelewengan tersebut, jadinyadisini pimpinan harus memback-upanak buah dengan policy yang clear.

Ada wacana yang berkembang dimasyarakat yang mengatakanhukum kita sebenarnya sudahbagus, tapi pelaksanannya belumbagus, apakah anda setujudengan wacana yang berkembangseperti itu?

Seperti yang saya sampaikan diawal, hukum kita itu tidak jelek,walaupun masih ada isinya yangberkaitan dengan interpretasi.Misalnya ada satu pasal, sementarainterpretasinya berbeda-beda. Iniyang sering kali menimbulkanmasalah. Seperti misalnya konflikantara Mahkamah Agung (MA)Republik Indonesia, itu kan adalandasan hukumnya, kemudianinterpretasinya Mahkamah Konstitusi(MK) sudah tidak laku lagi.

Kalau terjadi kemungkinan multiinterpretasi, maka ketika orang inginpelayanan A misalnya, maka orangtersebut mendapatkan pelayanan B,padahal landasan hukumnya sama.Kemungkinan ada juga hal lain se-perti uang pelicin, kalau anda dikasihuang pelicin, maka anda akanmendapatkan urusan yang beres.Nah ini yang harus diperhatikan baik-baik oleh para pegawai negeri.

Hukum di Indonesia dinilai oleh pengamat hukum dan juga akademisi dari Fakultas Hukum Univer-sitas Indonesia Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA, sebenarnya tidak terlalu jelek, untuk itupemerintah harus bekerja keras menegakan hukum yang tidak terlalu jelek tersebut. Keenggananmasyarakat untuk mentaati hukum baik itu dalam kehidupan sehari-hari atau dalam suatupengurusan jangan dijadikan sebagai penyebab susahnya mengajak masyarakat untuk taat padahukum atau aturan yang berlaku, karena yang berkembang saat ini segala pengurusan tersebutterlalu rumit, sehingga masyarakat lebih memilih “jalan praktis”.Harkristuti menyempatkan waktu untuk berbincang dengan redaktur WBC Zulfril Adha Putra danFotografer Andy Tria Saputra mengenai perkembangan penegakan hukum di Indonesia danfenomena yang terjadi dalam penegakan hukum di Indonesia.

“…PENEGAKANHUKUM YANG IDEALITU ADALAHPELAYANAN HUKUMKEPADA MASYARAKATDENGANMENGEDEPANKANKEPENTINGANMASYARAKAT…”

Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MAGURU BESAR HUKUM PIDANA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

“...Harus Kerja KerasTegakkan Hukum...”

WAWANCARA

Page 14: Warta Bea Cukai Edisi 383

13WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006 13WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Page 15: Warta Bea Cukai Edisi 383

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Walaupun undang-undang kitasudah baik, pasti ditemui adanyacelah yang bisa digunakan olehpara petugas untuk mengambilkeuntungan, maupun juga olehmasyarakat, lalu apa yang sebaik-nya dilakukan oleh pemerintahdan masyarakat agar celah hukumini tidak disalahgunakan?

Nah untuk menghindari haltersebut, maka itu harus dimulai dariproses legislasi agar tidak membukacelah. Tapi harus diperhatikan jugabahwa hukum itu tidak bisadiperlakukan terlampau rigid apalagikalau yang ada di undang-undangdimana implementasinya tidak haruskaku. Nah ini yang menurut saya darimulai legislasi dengan melibatkanstakeholder sehingga kemudianrumusan yang ada dalam ketentuantersebut memang sudahmengantisipasi masalah-masalahyang ada dilapangan.

Disatu sisi kita harus ingat bahwaundang-undang itu perlu politik.Sehingga akibatnya ada kepentinganpolitik yang mungkin dimasukankesana, nah kalau ini sudah masukdan jadi suatu kepentingan, ini yangrepot.

Apakah sulit menghindarikepentingan yang masuk dalamperumusan tersebut?

Sebenarnya tidak sulit, kalau kitabenar-benar membuat undang-undang yang mengacu padakepentingan rakyat banyak. Apakahyang saya sampaikan itu sudah padatahap itu apa belum?

Apakah undang-undang yang adasaat ini sudah mengacu padakepentingan rakyat banyak?

Belum seluruhnya, dan menurutsaya kembali lagi pada interpretasipada peraturan. Jadi mungkin me-merlukan suatu perumusan yang de-tail semacam juklak yang memberi-kan informasi yang jelas kepadapetugas dilapangan. Petugas dalam

menjalankan tugasnya dilapangansering memiliki pertanyaan,”Apayang harus dilakukan?” Pertanyaantersebut akan terjawab melalui juklakyang menjadi panduan bagi petugasdalam menjalankan tugas.

Saat ini masyarakat kurangpercaya pada hukum dan jugaaparatnya, ketika petugasmenjalankan tugas dengan baik,masyarakat menilai petugas“mengada-ada”. Sedangkan ketikatidak menjalankan tugasnyadengan baik, masyarakat memberikritikan yang bertubi-tubi, kenapahal ini bisa terjadi?

Nah disini harus dilihat, kenapaada pendapat yang mengatakan“mengada-ada” tadi? Ini terjadikarena tidak ada keterangan jelas.Misalnya di kantor polisi ditempatkanpapan pengumuman yang jumlahnyasekian poin misalnya, yang harusdijalankan oleh masyarakat. Tapidalam prakteknya dilapangan lainlagi. Jadi disini sudah jelas janganada interpretasi lain selain juknis danjuklaknya. Disini pimpinan harusmengontrol anak buahnya supayamenjalankan tugas dengan aturanyang ada. Jadi jangan pakai jalanmasing-masing.

Apakah faktor masyarakat yangpermisif dengan cara mudahmemberi imbalan kepada petugasjuga mempengaruhi?

Tidak, masyarakat kita itusebenarnya tidak permisif, cumamereka tidak mau repot. Jadi kitatidak bisa menyalahkan masyarakat,sebab beberapa pengurusan adakeruwetan, jadi jangan membuatsuatu prosedur yang menyebabkansuatu keruwetan. Tapi yangdiperlukan adalah prosedur yangjelas. Ini akhirnya akan mendorongpelayanan masyarakat itu bisacepat,sederhana dan biaya ringan.

Sebenarnya siapa saja yang bisadisebut sebagai aparat penegakhukum?

Penegak hukum dalam prosesperadilan cuma polisi, jaksa, hakimdan petugas LP(LembagaPemasyarakatan.red). Nah kalauyang lainnya menurut saya lebihkepada penerap hukum. Merekamenerapkan hukum yang sudah ada.Sebenarnya semua orang yangmasuk jajaran pemerintahan khanmenerapkan hukum yang sudah ada.Kalau bicara mengenai penegakhukum ini adalah istilah yang sudahkita punya sejak lama dan aparathukum penegak hukum ini adalahlembaga yang terlibat dalam prosesperadilan.

Seperti halnya Bea Cukai dan juga

instansi lain, mereka memilikiPenyidik Pegawai Negeri Sipil(PPNS) apakah kemapuan merekacukup untuk menegakan hukum?

Saya kurang mendalamimengenai PPNS ini. Tapi harus kitaakui kemampuan aparat penegakhukum kita masih terbatas. Danmungkin di Bea Cukai sudah berbedadengan penegak hukum lainnya. Danuntuk itu pastinya Bea Cukai sudahmengantisipasi untuk meningkatkankemampuan PPNSnya melaluitraining dan lain sebagainya.

Untuk mengukur kepuasanmasyarakat akan kinerja lembagapenegakan hukum dalammelakukan penerapan hukum, apayang harus dilakukan?

Saya rasa harus ada assessment,saya rasa Bea Cukai harusmelakukan assessment mengenaipandangan masyarakat terhadapkinerja mereka. Saya tidak bisamengatakan Bea Cukai kinerjakurang memuaskan atau sudah baik.Tapi secara umum pelayanan publikkita masih jelek.

Nah untuk itu juga atasan jugaharus melakukan penerapan goodgovernace, harus ada transparansidan lain sebagainya, nah ini yangharus melekat pada fungsi seorangatasan. Kalau atasannya tidak bisamenerapkan ini maka atasannyasudah gagal.

Terkadang ada kesulitan untukmenghilangkan kultur negatifdalam suatu instansi sepertiseperti uang pelicin dan lainsebagainya, menurut anda apayang harus dilakukan?

Saya setuju kalau praktek sepertiitu masih ada saat ini dan kita tidakmenutup mata akan hal itu. Tapibisakah kita memulai untuk sesuatuyang baik? Kalau dulu suka terimasogokan, bagaimana kalau sekarangtidak lagi (terima sogokan).Bagaimana kalau pimpinan tidakmenerapkan waskat alias wajib setorke atas kepada anak buahnya lagi.

Kalau dia minta setoranakibatnya, anak buah yang haruskalang kabut mencari, akibatnya dianyeleweng. Nah disitu atasannyaharus menerapkan prinsip goodgovernance untuk menghindariadanya penyelewengan dan lainsebagainya.

Lalu bagaimana menurut andapenegakan hukum yang ideal?

Menurut saya, penegakan hukumyang ideal itu adalah pelayanan hu-kum kepada masyarakat dengan me-ngedepankan kepentingan masyara-kat yang didasarkan pada aturan-aturan yang memang sudah mengan-dung keadilan pada masyarakat.

“…PIMPINAN HARUSMENGONTROL ANAKBUAHNYA SUPAYAMENJALANKANTUGAS DENGANATURAN YANG ADA.”

“…HUKUM ITU TIDAKBISA DIPERLAKUKANTERLAMPAU RIGID.”

WAWANCARA

Page 16: Warta Bea Cukai Edisi 383

15WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

ada 14 September 2006, untukpertama kalinya sejumlah 10 orangdelegasi dari The Islamic Republic of

Iran, mengunjungi Direktorat Jenderal Beadan Cukai, tepatnya ke Kantor PelayananBea dan Cukai Tipe A Khusus TanjungPriok II. Kunjungan delegasi IslamicRepublic of Iran tersebut didampingi olehbeberapa orang pegawai dari DirektoratJenderal Pajak (DJP).

Dalam menyambut kunjungantersebut, DJBC diwakili oleh AgungKuswandono, Kasubdit KerjasamaInternasional I, Dit. KepabeananInternasional (yang juga memberikanpenjelasan pada delegasi Iranmengenai DJBC), serta didampingi olehKepala KPBC Tanjung Priok II (saat itumasih dijabat oleh Iwan Riswanto-red)dan Kepala Bagian Umum Kanwil IVDJBC Jakarta, Ganot Wibowo.

Kesepuluh delegasi dari IslamicRepublic of Iran tersebut adalahMahmoud R. Radboy, Head of theEconomic Section dari Embassy of TheIslamic Republic of Iran; H.E. GhasemAzizi, H.E. Mostafa Mohammadi danH.E.N. Ashoori Ghale’h (ketiganyamerupakan anggota parlemen Iran);H.E. Aliakbar Arabmazar, DeputyMinister of Economic Affairs andFinance dan juga sebagai President ofIranian National Tax Administration;H.E. Mahmoud Asgari Azad, DeputyHead of Management and PlanningOrganization for Social and JusticeAffairs; Mr. Ali Pourkargar Taff, Director

General of Major Tax Payers, Organi-zation of State Tax Affairs; Mr.Mohammad Mirtakhraei, SecretaryGeneral of Managing ComprehensiveTax Plan of Iran; Mr. Reza Kabari,Expert of VAT Plan Office; danMallanazar, Interpreter.

Dalam kunjungan singkat tersebut,selain medapatkan pemaparan di ruang

serba guna KPBC Tanjung Priok, dele-gasi Iran juga mengunjungi fasilitas-fasilitas yang ada di KPBC TanjungPriok, seperti fasilitas pengurusan do-kumen dan pusat data. Setelah kunju-ngan ke fasilitas tersebut, acara diakhiridengan penyerahan cenderamata daridelegasi Iran pada Iwan Riswanto danAgung Kuswandono.

Menurut Agung Kuswandono,tujuan dari delegasi Iran tersebutdatang ke KPBC Tanjung Priok adalahingin mengetahui lebih jauh mengenaitax system. Pasalnya, mereka inginmenyusun UU mengenai PPN (PajakPertambahan Nilai) di negaranya.Karena DJBC memungut Pajak DalamRangka Impor (PDRI) maka delegasiIran tersebut ingin melihat sistem yangdipakai oleh DJBC.

“Kita hanya menerangkan sebatasurusan Customs yang berkaitan denganPDRI, kita jelaskan kalau kita sudahpunya PDE, electronic payment, dansebagainya. Jadi mereka inginmempelajari sistem yang kita miliki,”imbuh Agung.

Hal senada juga disampaikan CaturRini Widosari, Kasubdit PPN Perda-gangan, DJP, delegasi Iran tersebutingin menerapkan PPN di negaranyasehingga mereka melakukan studibanding ke beberapa negara termasukIndonesia. Di mata Pemerintah Iran,Indonesia telah berkembang pesatdalam hal penerapan PPN, ditambahlagi beberapa negara juga telah belajar

KUNJUNGAN DELEGASI IRANKE KPBC TANJUNG PRIOKTahun depan Pemerintah Iran ingin mengimplementasikan VAT system (PajakPertambahan Nilai atau PPN-redredredredred) dinegaranya.

ALIAKBAR ARABMAZAR. Selama 20 tahunIndonesia telah berpengalamanmengimplementasikan VAT system. Sementaraselama ini Iran tidak memiliki VAT system.

KUNJUNGAN KE FASILITAS. Dalam kunjungan singkat tersebut, delegasiIran mengunjungi fasilitas pengurusan dokumen dan pusat data yang adadi KPBC Tanjung Priok.

CENDERAMATA. Delegasi Iran memberikancenderamata pada Iwan Riswanto dan Agung Kuswandonodari DJBC.

PWBC/ATS

WBC/ATS WBC/ATS

KEPABEANAN INTERNASIONAL

Page 17: Warta Bea Cukai Edisi 383

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

mengenai PPN dari Indonesia, se-perti Malaysia, Vietnam, India danPakistan.

Catur melanjutkan, delegasi Irantersebut ingin mempelajari PPNsecara lengkap, mulai dari UU, sistem,flow, bentuk organisasi yang bisamenunjang sistem PPN tersebut,termasuk kendala-kendala yangdihadapi Indonesia. “Kendala tersebutperlu diungkapkan karena dimanapunjuga kendala itu pasti ada, tapi untukmenghilangkan kendala tersebut kitakatakan bahwa kita terus melakukanperbaikan untuk menghilangkankendala tersebut,” jelasnya.

Dalam wawancaranya denganWBC, Aliakbar Arabmazarmengatakan, tujuannya datang keIndonesia adalah untuk mempelajaritax system dalam hal ini VATsystem (PPN-red) di Indonesia.Karena VAT system jugadikumpulkan oleh Bea dan Cukaimaka pihaknya sengaja datangmengunjungi KPBC Tanjung Priokuntuk mengetahui lebih jauhmengenai proses aplikasi yangdilakukan para importir, bagaimanapara importir tersebut melakukanpembayaran dan sebagainya.

Ia mengaku melakukan studibanding ke Indonesia karena selainIndonesia merupakan negarasahabat, Indonesia juga merupakannegara yang besar, memiliki wilayahpengawasan laut yang luas sertaberbatasan langsung dengannegara lain. Selain Indonesiapihaknya juga mengunjungi negara-negara lain (Moroko, Korea Selatan,Perancis, dan lainnya) untukmempelajari pengetahuan danpengalaman negara-negaratersebut dalam hal VAT system.

Dalam hal pajak, Indonesia danIran pada dasarnya tidak memilikiperbedaan karena memiliki standarsistem perpajakan yang sama.Tetapi, lanjut Arabmazar, dalam halpengalaman terdapat perbedaandan itu merupakan hal yang palingpenting. Selama 20 tahun Indonesiatelah berpengalaman dalammengimplementasikan VAT system.Sementara selama ini Iran tidakmemiliki dan belum pernahmengimplementasikan VAT system.Untuk itulah pihaknya melakukanstudi banding ke beberapa negaradengan harapan dapat menciptakanVAT system dengan tingkatkesalahan seminim mungkin.

“Saya sangat senang berada diIndonesia dan saya juga senang de-ngan keramahan tuan rumah (Beadan Cukai-red). Disini saya bisabelajar banyak mengenai sistemyang dipakai di Indonesia. Sebab,tahun depan Pemerintah Iran beren-cana ingin mengimplementasikanVAT system,” kata Arabmazar.

aktor ini mutlak dimiliki karenapetugas DJBC bukan hanyabekerja di belakang meja dengan

ruangan nyaman dan ber-AC, namunpada bidang-bidang tertentu petugaskerap kali turun ke lapangan danbekerja di bawah terik matahari, bahkanharus menghadapi tantangan kerja dilapangan. Karena itu, selainmemerlukan pemikiran yang cerdas,pegawai DJBC juga harus memilikikemampuan fisik dan mental yang baik

Seperti diungkapkan Kepala BidangPenyelenggaraan, Pusdiklat DJBC,Maruli Sitompul, alasan dikirimnya parasiswa untuk mengikuti diklatkesamaptaan adalah, aparat DJBCdalam melaksanakan tugasnyadiwajibkan untuk mengenakan bajuseragam seperti yang selama ini sudahberlaku.

Disamping itu berdasarkan UUNo.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanankhususnya pada pasal 74 ayat 2

disebutkan bahwa aparat DJBC didalam melaksanakan tugasnya dapatdilengkapi dengan senjata api baik didarat maupun di laut yang jenis dansyarat-syarat pengunaannya diaturdengan peraturan pemerintah, maka itudiperlukan latihan kemiliteran.Disamping juga diklat-diklat teknisfungsional maupun diklat teknispenjenjangan dan sebagainya sesuaidengan pola pendidikan dan pelatihanpegawai Departemen Keuangan.

Berdasarkan hal tadi maka dapatdipahami mengapa siswa ditugaskanuntuk mengikuti diklat kesamaptaan ini.Pemahaman ini, lanjut Maruli, akansemakin jelas setelah siswa mengikutidiklat yang dijadwalkan berjalan selamakurang lebih 2 minggu. Dan sasaranyang ingin dicapai pada diklat ini adalahmerupakan suatu upaya agar setelahlulus diklat siswa dapat terbentukdisiplinnya, akan terbiasamelaksanakan kegiatan dengan carabekerjasama dan saling menghormati.“Sikap penting yang diharapkan padadiri siswa adalah bagaimana merekaharus menghormati atasan, danbagaimana bersikap dengan bawahanatau teman sejawat.”

Untuk itu belum lama ini PusdiklatDJBC, pada 28 Agustus sampai 8September 2006, telahmenyelenggarakan Diklat Kesamaptaanbagi Prodip III Kepabeanan dan CukaiTahun Anggaran 2006. Para pesertamerupakan pegawai yang baru sajaditerima sebagai pegawai DJBC pada2005 lalu.

Dalam Diklat Kesamaptaan inimateri yang diajarkan tidak sekedarbaris berbaris dan olahraga saja. Tetapiada beberapa materi pokok dankurikulum yang lebih luas dari sekedarlatihan berbaris, antara lain; PeraturanBaris-Berbaris, PeraturanPenghormatan Militer, Tata UpacaraMiliter, Peraturan Umum Dinas Dalam,Beladiri dan Olahraga Umum,Penggunaan Senjata, Ceramah danEvaluasi yang semuanya berjumlah108 Jam Latihan.

DIKLATKESAMAPTAAN,Untuk Fisik dan Mental TangguhBagi Aparat DJBC Memiliki fisik dan mental tangguh, yang didasari oleh sikapdisiplin dan jiwa korsa (senasib sepenanggungan) wajib dimilikibagi para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

F

TRI EDI. Untuk menggunakan senjata,siswa harus tahu karakteristiknya,cara membersihkan senjata danmemperlakukannya.

WBC/ZAP

PUSDIKLAT

ifa

Page 18: Warta Bea Cukai Edisi 383

17WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Diklat Kesamaptaan merupakansuatu alat dan sarana untukmenciptakan kedisiplinan para pegawaiDJBC dan membentuk jiwa korsa.Selain itu juga menurut Maruli, manfaatlatihan ini adalah untuk menjaga sikap,tingkah laku dan tutur kata yang baik,meningkatkan ketahanan mental danfisik serta memberikan pemahamanolah persenjataan.

Namun kesamaptaan di DJBC tidakbisa disejajarkan seperti yangditerapkan di TNI, karena DJBCmemiliki kerangka dan tujuan yangberbeda. Jika tujuan kesamaptaan diTNI ditujukan untuk kepentingan

bertempur maka di DJBC lebih bersifatuntuk meningkatkan kedisiplinan danmembentuk jiwa korsa.

Maka itu, lanjut Maruli, diharapkandari semua pelatihan dalamkesamaptaan ini akan menumbuhkansikap menghormati, menghargai, danmembentuk kerjasama tim yangkompak. Sebab kerjasama merupakankeharusan dalam organisasi.

“Harapan kami kalau sudah ke unitorganisasi dimanapun dia ditempatkanharus menjadi cermin yang lain, tidakterkena erosi, mempunyai stamina yangbaik, tepat waktu, disiplin tinggi, mampumenghadapi segala macam bentukpekerjaan apapun,” tandas Maruli.

Pada diklat ini, tenaga pengajarmerupakan para pelatih dari TNI yangdidatangkan dari Rindam Jaya yangResimen Induknya adalah Kodam Jaya.Seperti diketahui Resimen IndukKodam Jaya adalah satu resimen yangbertanggung jawab di bidangpendidikan dan pelatihan.

Untuk kepentingan pelatihantersebut, maka didatangkan sebanyaktiga orang pelatih, masing-masingKapten Infantri Tri Edi untuk matapelajaran pengetahuan senjata dantehnik menembak, Pelda Leo untukmata pelajaran baris berbaris dan SertuFery untuk beladiri militer.

Mengenai materi yang diberikanselama mengikuti diklatkesamaptaan,menurut salah seorangpelatih, Kapten Infantri Tri Edi , sudahdisesuaikan dengan kurikulum yangada di Pusdiklat. Antara lain, untukpertama-tama adalah masa orientasisetelah pembukaan DiklatKesamaptaan, yaitu orientasi yangsifatnya mental dan fisik, kegiatannyaantara lain membawa beban dalam

ransel masing-masing 7 kilogram,masuk ke dalam parit, lari jalanan,tiarap, jongkok dan berdiri dan lari lagi.

PENGGUNAAN SENJATASelesai melakukan orientasi, materi

selanjutnya adalah Peraturan Baris-Berbaris . Tujuan dari PBB ini, lanjut Tri,adalah untuk membentuk sikap disiplin.Materi berikutnya adalah penghormatanmiliter, kemudian materi peraturan didalam, baik itu di dalam kesatrian mau-pun di barak. Dalam barak sendiri adaperaturan bagaimana cara melipat pa-kaian di dalam lemari, kerapihan barak,termasuk penempatan perlengkapan

MARULI SITOMPUL. “Sikap penting yangdiharapkan pada diri siswa adalah bagaimanamereka harus menghormati atasan, dan bersikapdengan bawahan atau teman sejawat.”

GUNTUR SETIONO. Selesai samaptabertekad ingin menjadi pegawai yang baikdan memberikan yang terbaik bagibangsa dan negara.

SISWA dan para pelatih usai menjalani latihan.

WBC/ZAP WBC/ZAP

WBC/ZAP

Page 19: Warta Bea Cukai Edisi 383

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

yang lain yang harus rapi dilakukan didalam barak, tujuannya adalah untukmembentuk mental disiplin.

Materi yang lain adalah TataUpacara Militer. Untuk mengetahuibagaimana cara melakukan upacarabaik itu upacara hari Senin maupunsetiap hari Kemerdekaan RI, termasukkelengkapan perangkatnya yangdisesuaikan dengan buku pedomandari Angkatan Darat.

Khusus mengenai materipengetahuan senjata. Pengetahuansenjata dalam hal ini mengenaikarakteristik senjata. Senjata yangdiajarkan adalah jenis Valmet kaliber0,22 MM buatan Finlandia yangdigunakan dalam demo senam senjata,kemudian jenis SKS kaliber 7,62buatan Rusia yang dipakai dalammateri pengetahuan dan bongkarpasang senjata, serta Taurus Kaliber0,32 MM yang digunakan untukpengenalan dan pengetahuan senjata.

Dalam mempelajari senjata ini,lanjut Tri Edi, selain menggunakansenjata, siswa juga harus mengetahuinama bagian senjata dan cara bongkarpasang senjata. “Jadi untukmenggunakan senjata harusmengetahui bagaima karakteristiknya,cara membersihkan senjata danmemperlakukannya.”

Untuk senjata, ungkap Tri Edipengadaannya dilakukan olehPusdiklat, hanya dalampelaksanaannya tidak ada dukunganamunisi, maka itu siswa melaksanakantehnik menembak kering. Jadi maksudtehnik menembak kering adalahsebelum menembak basah(menembak dengan peluru yangsebenarnya) diajarkan bagaimanasikap menembak yang baik, bagaimanasikap menembak duduk, sikapmenembak berdiri, dan sikap tiarap.Yang telah dipraktekkan pada siswa

adalah sikap menembak berdiri danduduk maupun bersila, sedangkanuntuk tehnik menembak keringdilakukan dengan cara tiarap denganjarak bidik 15 meter tanpamenggunakan peluru.

Tentunya untuk membentuk sikapdisiplin bagi para siswa, bagian yangpaling terkecil yang harus dibiasakanpada para siswa adalah sikap disiplin didalam barak. Tentunya ada aturan-aturan yang wajib dijalankan yang jikadilanggar akan mendapatkan hukumandisiplin. Hukuman ini tentu saja berlakubagi siswa yang membuat kesalahan.Hukuman yang diberikan adalah 15 kalipush up atau sit up.

Mengenai kesulitan yang dihadapiselama diklat, diakui Tri, karena siswaberasal dari umum dan dengan latarbelakang yang bukan dari militerditambah lagi dengan waktu latihanyang singkat bisa dikatakan belum terisi(terbentuk) badannya artinya belummemiliki power karena singkatnyawaktu latihan.

Namun sekali lagi ia menegaskan,yang paling utama adalahpembentukan disiplin, karena disiplinsudah mencakup keseluruhannya.Sikap disiplin dapat dilihat mulai daribangun tidur, waktu bekerja, sampaiselesai bekerja. Maka itu disiplin sudahmencakup keseluruhannya.

SELESAI DIKLAT SAMAPTAKetika WBC melakukan liputan ini di

Pusdiklat Bea dam Cukai, Bojana TirtaRawamangun Jakarta Timur, Kamis, 7September 2006 lalu, tampak 58 siswadengan pakaian ala militer melakukanpersiapan untuk upacara penutupansebagai tanda berakhirnya ke-58 siswaini menjalani diklat kesamaptaanselama dua minggu.

Tampak para siswa melakukanberbagai atraksi antara lain demo PBB

(Peraturan Baris Berbaris), demosenjata api, demo beladiri militer dansenam senjata yang akan disuguhkandalam upacara penutupan diklatkesamaptaan pada 8 September 2006di lapangan upacara Pusdiklat Bea danCukai.

Tampak ketiga pelatih yang selamapelatihan telah mendidik danmembimbing para siswamemperhatikan kemampuan danketrampilan para anak didiknyaterhadap materi yang telah merekaajarkan selama ini.

Usai gladiresik, WBC sempatkanuntuk berbincang dengan salahseorang siswa, Guntur Setiono yangmerupakan Komandan PletonDemonstrasi PBB. Ketika ditanyakanmengenai kesannya selama mengikutidiklat kesamaptaan, diakui Gunturbegitu ia disapa, awalnya saatmengikuti samapta dirasakan sangatberat, mengingat kehidupan anak kosyang mengatur sendiri jadwal dankegiataanya, tiba-tiba harus masukasrama, dengan kondisi yang penuhdisiplin, aturan ketat. Tetapi setelahbeberapa hari menjalaninya baru iamerasakan betapa penting dan baiknyaarti disiplin.

“Jadi sangat baik untuk membentukpribadi dan ketahanan mental kami.Bahkan yang semula saya mudah sakit,malah semakin fit begitu mengikutisamapta,” ujar Guntur.

Namun ada masukan dari Gunturterhadap waktu pelaksanaan diklatkesamaptaan supaya dapat ditambahlagi. Menurutnya antara 5-6 mingguadalah waktu yang ideal untukkesamaptaan sehingga benar-benarterbentuk fisik dan jiwa sesuai tujuandari samapta. “Kalau hanya dua minggurasanya kita baru mulai betah-betahnyaberlatih, tetapi tiba-tiba sudah harusselesai.”

Mengenai latihan fisik yangdilakukan, menurutnya, dirasakancukup berat. Siswa harus bangun pagipukul 3.30 WIB, sedangkan malambaru tidur pukul 22.00 WIB, setelahsebelumnya mempersiapkan segalakeperluan untuk latihan esok harinya,sehingga tidak banyak waktu untukberistirahat.

Diakui Guntur, sebagai pegawaibaru dilingkungan DJBC, sebelumnyaia tidak pernah terpikirkan jika harusmelalui Latihan Samapta. Dari itusetelah selesai samapta Gunturbertekad ingin menjadi pegawai yangbaik dan memberikan yang terbaik bagibangsa dan negara. “Insya Allahdengan samapta ini akan membentukdisiplin. Sebenarnya pendidikansamapta sangat baik untukmemperkuat mental. Memang untukpertama kali badan akan terasa sakitnamun seiring waktu maka kita jadikebal dari keluhan sakit, malah kita jadikuat dan tangguh,” tutur Guntur.

BELADIRI MILITER. Salah satu atraksi yang ditampilkan para siswa diklat kesamaptaan.

WBC/ZAP

PUSDIKLAT

ris

Page 20: Warta Bea Cukai Edisi 383

19WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

engembalian dan pemusnahanpita cukai, merupakan mekanismealamiah yang dapat terjadi pada

setiap pabrikan rokok. Pengembaliandan pemusnahan ini dapat dikarenakanadanya kenaikan harga jual eceran(HJE), atau juga dikarenakan masaberlaku pita tersebut telah habis karenaadanya perubahan disain maupuntahun pembuatan dan diharuskan untukdiganti.

Mekanisme pengembalian danpemusnahan ini, sejak diterbitkannyaUndang-Undang Nomor 11 Tahun 1995tentang Cukai, telah diatur dengan baik,bahkan keputusan Menteri Keuangan(Menkeu) dan peraturan DirekturJenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, jugatelah menatanya dengan sedemikianrupa. Hal ini tercermin dengandikeluarkannya keputusan MenteriKeuangan nomor 422/KMK.05/1996tentang pengembalian cukai, yangditindaklanjuti dengan keputusan Dirjennomor Kep-62/BC/1996 tentangtatacara pemasukan dan pemusnahanatau pengolahan kembali barang kenacukai yang telah dilunasi cukainya dariperedaran bebas untuk mendapatkanpengembalian cukai.

Selain itu dikeluarkan jugakeputusan Dirjen nomor Kep-67/BC/1996 tentang pengembalian cukai ataspita cukai yang rusak atau tidak dipakaidicabut dan dinyatakan tidak berlaku.Dengan ketiga ketetapan tersebut, jelastergambar kalau pengembalian pitacukai atau restitusi pita cukaimerupakan suatu hal yang pasti terjadidan akan dialami oleh semua pabrikrokok, khususnya pabrik rokok yangbesar.

KEBIJAKAN BARUDari semangat ketiga ketetapan

tersebut, hingga sepuluh tahun berjalanmemang hampir tidak terdapat kendalayang berarti, walaupun dari ketetapantersebut ada beberapa hal sepertiproses banding yang dilakukan olehpengusaha rokok kepada pengadilanpajak, namun semua itu hingga saat initidak pernah terjadi.

Menurut Kepala Seksi Perijinan danFasilitas Hasil Tembakau, TedyHimawan, proses yang berlangsungselama ini baik pengembalian pita cukaiataupun pemusnahan pita cukai,berjalan dengan baik sesuai yangdiamanatkan oleh ketiga ketetapantersebut, dan sesuai dengan kebijakanitu pengembalian pita cukai hasiltembakau pun dikenakan biaya cetakyang masing masing seri nilainyaberbeda. Untuk seri I dikenakan biayaRp 18, seri II Rp 35, dan seri III Rp18.

Namun demikian dengan adanyasemangat desentralisasi, maka ketigaketetapan tersebut kini telah digantidengan yang baru, yaitu Kep Menkeunomor 422 tahun 1996 diganti denganKeputusan Menteri Keuangan Nomor26/KMK.04/2006 tentang tatacara

pengembalian cukai dan/atau dendaadministrasi. Sedangkan untukperaturan Direktur Jenderal bea danCukai, secara otomatis juga telahdiganti, yaitu keputusan Dirjen nomor62/BC/1996 diganti dengan peraturanDirjen nomor 13/BC/2006, dankeputusan Dirjen nomor 67/BC/1996diganti dengan Peraturan Dirjen nomor14/BC/2006.

“Saat ini seiring dengan aturanpengelolaan keuangan yang baru,ketiga ketetapan tersebut telah dicabutdan diganti dengan yang baru, adapunkebijakan yang baru tersebut padadasarnya tidak berubah secara total,namun hanya pada poin tertentu, yaitutentang kewenangan KPBC yangtadinya dapat memerintahkan langsungbank untuk mencairkan uang, kini

Kebijakan Baru Tentang

Restitusi CukaiSaat ini Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC), tidak dapat secara langsungmengeluarkan surat perintah pencairan dana (SP2D) kepada Bank untuk mencaikanpengembalian cukai. Pencairan baru dapat dilakukan setelah Kantor PerbendaharaanNegara (KPN) menyerahkan SP2D kepada Bank.

PENGHITUNGAN. Tim KPBC Cirebon dan kantor wilayah Bandung, melakukan penghitungan terlebihdahulu sebelum proses pembakaran.

P

WBC/KY

CUKAI

Page 21: Warta Bea Cukai Edisi 383

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

kepala kantor pelayanan menerbitkansurat perintah membayar kembali cukai(SPMKC) dan menyerahkan kepadaKPN, baru KPN memerintahkan kepadaBank untuk mencairkan uang denganSP2D,” jelas Tedy Himawan.

Lebih lanjut Tedy menjelaskan,selain SP2D, hal lain yang juga dirubah

pada peraturan tersebut adalah padamasalah pemusnahan barang kenacukai, dimana untuk saat ini KantorPusat DJBC tidak lagi terlibat langsungdalam proses pemusnahan. Dengandemikian untuk jumlah nilai cukai yangtidak melebihi dari seratus juta rupiah,pengawasannya cukup dilakukan olehKepala KPBC yang beranggotakanpejabat dari kantor pelayanan.Sedangkan untuk nilai cukainya yangmelebihi seratus juta rupiah, makapengawasannya dilakukan oleh KepalaKantor Wilayah, yang beranggotakanpejabat dari Kantor Wilayah dan kantorpelayanan.

PEMUSNAHAN PITA CUKAIBerkaitan dengan pemusnahan

pita cukai tersebut, pada 13 Septem-ber 2006 lalu, WBC diberikesempatan untuk menyaksikanlangsung proses pemusnahan hasiltembakau yang dilakukan oleh PT.British American Tobacco (BAT) yangberada di Cirebon. Dalampemusnahakan ini PT.BAT yangmemproduksi rokok putih denganmerk Lucky Strike, Kansas, Ardath,Dunhill, Commodore, Mars BrandShaq, dan Benson & Hedges,memusnahkan lebih dari tujuh ratusribu karton rokok yang telah melebihibatas berlakunya pita cukai.

Menurut Supply Planning & Logis-

tics Manager PT.BAT Indonesia, PaulGanda Carter Panjaitan, pemusnah-an kali ini memang tertunda bebera-pa bulan terkait dengan dikeluarkan-nya peraturan baru, namun demikianhal ini tidak menjadi permasalahanyang berarti karena tetap dapatdilaksanakan. Sementara itu untukpemusnahan kali ini ada empat merkyang dimusnahkan dengan berbagaivariannya.

“Rokok yang kita musnahkanmerupakan rokok yang pita cukainyasudah melewati batas waktuperedarannya dan yang lainnyadikarenakan adanya kenaikan HJE.Selama ini setiap ada kenaikanataupun perubahan disain pada pitacukai, perusahaan rokok diberikantenggang waktu untuk menghabiskanstok yang ada ataupun menariknyadari peredaran, jadi untukpemusnahan kali ini adalah rokok-rokok yang telah habis masaberlakunya,” kata Paul

Sementara itu menurut KepalaKPBC Tipe B Cirebon, BambangWahyudi, pemusnahan yangdilakukan BAT untuk saat inipengawasannya cukup dilakukanoleh tim dari KPBC Cirebon danpejabat dari kantor wilayah Bandung.Hal ini tidak lain karena sesuaiperaturan yang baru tidak perlumelibatkan petugas dari KantorPusat, walaupun jumlahnya melebihiseratus juta rupiah.

“Proses pelayanan pemesananpita cukai yang diberikan KPBCCirebon kepada PT. BAT selama inimemang tidak pernah mengalamikendala, hal ini dikarenakan proseduryang dijalankan oleh merekapunselalu berjalan tanpa ada masalah.Terkait dengan pemusnahan ini,

TEDY HIMAWAN. Hanya dua poin penting yangberubah pada peraturan baru mengenai restitusidan pemusnahan pita cukai hasil tembakau.

BAMBANG WAHYUDI. Sesuai dengan kebijakanbaru pemusnahan kali ini hanya tim KPBC dankantor wilayah saja.

DIMUSNAHKAN. Sebanyak tujuh ratus ribu karton rokok yang telah habis masa berlakuknya danpita cukai yang sudah tidak berlaku lagi, dimusnahkan dengan cara dibakar. Tampak dalam gambarKepala KPBC Tipe B Cirebon Saat menyulutkan api ke ribuan karton rokok yang akan dimusnahkan

WBC/KY

WBC/ADI WBC/KY

CUKAI

Page 22: Warta Bea Cukai Edisi 383

21WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

iapapun pasti tahu kalau PT.British American Tobacco(BAT) adalah salah satu

perusahaan rokok putih terbesaryang ada di Indonesia. Perusahaanyang mulai beroperasi sejak tahun1924 di kota Cirebon, pada awalberdirinya hingga kini telahmenghasilkan triliunan batang rokokdan triliunan rupiah untuk pajakcukainya.

PT. BAT yang menjadi salah satu“Landmark” nya kota Cirebon, pem-bangunan pabriknya telah dimulaisejak tahun 1917 yang berlokasi dipingir pelabuhan Cirebon denganarsitektur kolonial Belanda. Padaawal berdirinya PT. BAT memiliki 18merk rokok yang banyak digemarioleh masyarakat Indonesia.

Seiring perkembangannya, PTBAT juga mendirikan pabrik di bebe-rapa kota lain di pulau Jawa, yaituSemarang dan Surabaya. Namununtuk kedua kota ini, saat ini sudahtidak beroperasi lagi seiring denganpenurunan produksi karena tingkatpersaingan yang semakin ketat.

Saat ini PT. BAT hanya memilikipabrik di kota Cirebon saja denganluas pabrik 1,1 hektar, dan 17bangunan gudang tembakau didaerah Pronggol Cirebon denganluas 4,7 hektar. Dengan pabriktersebut, kini PT. BAT yangmenggunakan middle technology,

mampu menghasilkan 8000 rokokpermenit dan 4000 kg tembakau perjamnya. Sehingga untuk per tahun-nya PT. BAT mampu menghasilkan20 milyar batang rokok. Dari jumlahtersebut kini PT.BAT hanyamempunyai tujuh merek rokokdengan berbagai macam variannya.

Dengan pengelolaan aset yangsangat transparan dan sangat sehatini, PT.BAT mampu memperkerja-kan 224 karyawan dengan statuspermanen, kontrak dan magang.Selain itu dengan manajemen yangbaik, PT. BAT pun telah berhasilmendapatkan ISO 9001, Zerro Acci-dent 6 kali dari BAT pusat, GoldenFlag 2 kali dari pemerintah pusat,LK3 Audit BAT internasional setiap 3tahun, dan K3 Audit pemerintah(Succofindo) setiap tiga tahun.

Sekilas TentangPT. BAT IndonesiaS

KPBC sesuai dengan peraturan yangbaru, diberikan kewenangan untukmengawasi langsung jalannyapemusnahan pita cukai, yangdidampingi oleh pejabat dari kantorwilayah,” kata Bambang Wahyudi.

Dalam proses pemusnahan itu,WBC menyaksikan secara langsungmulai dari proses pembukaan segeloleh tim KPBC dan kantor wilayah yangdilanjutkan dengan penghitunganjumlah pita cukai yang akandimusnahkan di gudang milik PT. BATyang terletak di daerah PronggolCirebon, hingga proses pemusnahanyang dilakukan dengan cara dibakar.

Untuk kali ini pemusnahan yang di-lakukan oleh PT.BAT dengan cara diba-kar, hal ini tidak lain karena rokok-rokoktersebut selain pita cukainya yang telahmelewati batas waktu, rokok-rokoknyapun juga telah kadaluarsa sehingga pe-musnahannya dibakar secara keselu-ruhan. Proses pembakarannya pundilakukan di luar pabrik, yaitu tepatnyadi lapangan milik TNI Angkatan Udaradi daerah Pilang Cirebon.

Menurut pihak BAT, pemilihan lokasiyang jauh dan milik TNI ini, selain faktorkeamanan juga faktor kesehatan.Dilokasi ini pemusnahan berjalandengan lancar tanpa adanya gangguandari masyarakat sekitar yang berpikiranrokok tersebut masih dapat digunakansehingga mereka berniat untukmenjarahnya, selain itu lokasi yangjauh dari pemukiman pendudukmenyebabkan polusi yangdihasilkannya pun tidak berdampakpada penduduk sekitar.

Proses pemusnahan yang berjalansatu hari ini, akhirnya berjalan denganlancar dan pada pagi harinya hanyatinggal terlihat gundukan abu saja sisapembakaran .

PAUL GANDA CARTER PANJAITAN.Keterlambatan pemusnahan lebih dikarenakanmenunggu efektifnya kebijakan yang baru.....

WBC/KY

WBC/KY

WBC/KY

adi

adi

Page 23: Warta Bea Cukai Edisi 383

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

njing merupakan salah satu makh-luk ciptaan Tuhan. Jika ia dilatih dandipelihara secara baik dan benar,

anjing sangat bermanfaat bagi kehidupanmanusia. Misalnya saja dalam berburubabi hutan (seperti yang dilakukan masya-rakat Minang-red), anjing dipergunakansebagai alat untuk menangkap babi hutan.Tak hanya itu, bagi penyandang tunanetra, anjing juga bisa dijadikan sebagaialat penuntun jalan. Bagi institusi penegakhukum, seperti kepolisian, anjingdipergunakan untuk menghalau pelakukriminal ataupun perusuh. Sementara bagiBea dan Cukai di Indonesia, anjingdipergunakan sebagai alat untukmendeteksi narkotika. Tak heran jikaanjing dikenal sebagai salah satu sahabatterbaik manusia.

Banyak orang maupun institusidibelahan dunia menggunakan anjingsebagai salah satu alat untuk membantumereka dalam kegiatannya sehari-hari.Untuk membuat anjing menjadi alat yangberguna bagi kehidupan manusia, perludilakukan pemilihan dan pelatihanterhadap anjing-anjing tersebut. Anjingdengan kualitas terbaik dan didukungdengan pelatihan yang baik akanmenghasilkan anjing yang bermutu tinggi.

Untuk melatih anjing, para pelatihanjing terlebih dahulu harus memahamikarakteristik anjing. Banyak unsur-unsuryang harus diperhatikan dalam melatihanjing diantaranya unsur keturunan, naluri,indra dasar, pengalaman, kemampuan sianjing dan sebagainya. Orang yangmelatih anjing harus paham bahwa anjingmemiliki kepribadian masing-masing,sama dengan manusia.

Dalam wacana mengenai tingkah laku,ada pendapat umum yang mengatakanbahwa “ anjing tidak berpikir, hanya berpe-rilaku”. Rasanya hal itu merupakan penda-pat yang salah sebab anjing dipandangsama dengan robot atau sama sepertimenilai sesuatu hanya dari luarnya saja.Padahal, anjing memiliki kemampuan un-tuk berpikir meskipun tidak sedetil manu-sia. Sebagai contoh, seekor anjing Herder(German Sheppard) membawa pulangdengan bangga seekor kelinci yang sudahputus kaki tangannya kerumahmajikannya. Namun sang majikan tidakmemujinya (karena ingin memperbaikikebiasaan buruk anjing tersebut-red).

Waktu berikutnya, pada saat anjingtersebut membawa pulang seekor kelinci,majikannya memarahinya habis-habisan.Dikesempatan lain, pada waktu

AnjingAnjingPelacakPelacakNarkotika

Mengenal

Setelah pada edisi Septemberlalu WBC menampilkanpelatihan anjing pelacaknarkotika di DJBC, edisi kali iniWBC mencoba mengungkaplebih jauh mengenai anjingpelacak narkotika yang ada diAustralia, Amerika dan Swedia.

WORLD’S BEST PRACTISE. ACS berkomitmenuntuk menjadi ‘world ’s best practice’ dalam halpengembangbiakan, pelatihan maupunpenyebaran anjing pelacak.

A

FOTO: ISTIMEWA

PENGAWASAN

Page 24: Warta Bea Cukai Edisi 383

23WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

membunuh kelinci lagi, anjing tersebutmenguburnya agar tidak ketahuanmajikannya. Hal itu dilakukan agar tidakdimarahi jika pulang membawa kelinciyang mati. Dengan demikian hal itu bisadianggap sebagai salah satu bukti bahwaanjing juga memiliki kemampuan berpikir.

PENCIUMAN YANG TAJAMNilai dasar anjing sebagai pelacak

narkotika adalah kemampuannya dalammenunjukan fungsi deteksi. Banyak yangtahu bahwa anjing memiliki hidung yanghebat yang dapat mendeteksi bau,bahkan bau yang sangat halus sekalipun.Anjing cukup mampu untuk mencari bautertentu diantara bau yang lain. Hal itudikenal dengan istilah ‘kemampuanmembedakan’. Untuk meningkatkan‘kemampuan membedakan’ tersebut,dibutuhkan pelatihan yang cukup.

Dalam pelatihan anjing pelacaknarkotika, seleksi calon anjing narkotikayang bermutu adalah syarat paling utama.Metode pelatihan anjing pelacak narkotikapun berbeda dengan metode pelatihananjing untuk perekrutan umum. Karenaanjing pelacak narkotika dituntut untukmenangkap dalam sesaat bau jenisnarkotika yang terbawa angin dan segeramalacak asal bau tersebut dari tempat itu,maka diperlukan kemampuan anjing untukmencari berkeliling secara aktif.

Tak hanya itu, asal pasokan anjingmerupakan unsur yang sangat penting.Biasanya asal pasokan calon anjingpelacak narkotika adalah dari tempatpelatihan anjing polisi swasta atau breeder

(peternak anjing ras). Anjing yangbiasanya dipilih adalah German Shepparddan Labrador Retriever. Namun,belakangan ini seiring dengan pengenalananjing pasif, Golden Retriever dan CockerSpaniel juga mulai dipilih dan dilatih. Padadasarnya, tidak ada jenis anjing yangpaling cocok sebagai anjing pelacaknarkotika. Namun, selain jenis diatas,diluar negeri mulai direkrut Malinois dariras Sheppard dan berbagai ras lainnyaseperti Jack Russel.

MELIHAT ANJING PELACAK NARKOTIKA DIAUSTRALIA

Tak hanya Indonesia, negara-negarayang tergabung dalam World CustomsOrganization memiliki unit anjing pelacaknarkotika, seperti halnya AustralianCustoms Service (ACS). ACS memilikiDetector Dog Program yang telah menjadisuatu hal yang sangat vital bagi customsborder management.

Diawali pada 1969 dimana saat ituACS hanya memiliki 2 ekor anjingpelacak. Anjing tersebut direkrut daritempat penampungan hewan dan dariorang-orang yang tidak menyukaibinatang peliharaan. Dari situ ACS mulaimengembangkan program detector dog(anjing pelacak) secara berkelanjutan(1970-1980-an).

Awal 1990-an ACS mulai mengalamikesulitan dalam mencari sumber/pasokananjing yang berkualitas untuk mendukungprogram detector dog. Akhirnya,diputuskan untuk membangun customsdetector dog breeding program yangbertugas memproduksi anjing yang dapatdiandalkan dan berkualitas tinggi.Pembangunan tersebut juga termasukpenelitian untuk mendapatkan anjingdengan kualitas terbaik sesuai denganpersyaratan yang dibutuhkan oleh ACS.

Pengembangbiakan anjing jenisLabrador pun dipilih karena kefokusananjing tersebut, kepandaiannya dalambanyak hal, memiliki watak dan pemburuyang baik serta memiliki sifat retrieve(suka mengambil barang yang dilempardan mengembalikan pada tuannya-red).

Selama 3 tahun penelitiandilakukan secara intensif bersama-samadengan Universitas Melbourne dan TheRoyal Guide Dogs Association of Australiadi Customs National Breeding andDevelopment Centre di Melbourne. Awal1993, tepatnya bulan May, The RoyalGuide Dog Association of Australia Prog-ram berhasil mengembangbiakan jenisLabrador yang berkualitas tinggi, melewatistandar yang ditetapkan customs.

Saat ini, program pengembangbiakantersebut menjadi satu-satunya sumberpasokan anjing-anjing untuk customsdetector dog. Banyak instansi di Australiayang menggunakan anjing yang dikem-bangbiakan oleh ACS, termasuk dianta-ranya Australian Federal Police, AustralianArmy, Australian Quarantine and Inspec-tion Service, State and Territory Police.

Namun perlu diketahui, ACS melibat-

kan anggota masyarakat dalam melatihanjing pelacak tersebut. Hal itu bisa dilihatdari metode puppy foster care atau orangtua asuh. Jadi, masyarakat (sebagaiorangtua asuh-red) membantu merawatanak-anak anjing (hasil pengembang-biakan ACS-red) di rumah mereka selama12 bulan. Perkembangan anak-anakanjing tersebut di monitor oleh ACS untukmengetahui bagaimana cara mereka(anak anjing) bersosialisasi dalam ling-kungan yang berbeda. Semua biaya ma-kan, kesehatan dan biaya lain untuk pe-rawatan anak anjing tersebut ditanggungoleh ACS.

Setelah itu, anak-anak anjing tadidilatih di Customs Detector Dog TrainingCentre (DDTC) di Canberra, Australiauntuk mendeteksi secara spesifik bau-bauan yang menjadi target utama sepertinarkotika, senjata api dan bahan peledak.ACS melatih anjing-anjing untuk meres-pon secara pasif dengan metode MultiPurpose Response (MPR). Pasalnya,anjing-anjing pasif sangat berguna untuk

ANJING JENIS SPRINGER SPANIELS. Karenaukurannya kecil dan ringan, membuat sanghandler mudah mengangkat dan menurunkannyasehingga cocok untuk memeriksa kendaraan.

PUPPY FOSTER CARE. Masyarakat di Australiaikut membantu merawat anak-anak calonanjing pelacak dirumahnya hingga anak anjingtersebut kira-kira berusia 1 tahun.

FOTO: ISTIMEWA

FOTO: ISTIMEWA

Page 25: Warta Bea Cukai Edisi 383

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

mencari orang maupun cargo yang dicu-rigai dan bisa bekerja dalam lingkunganapapun.

Anjing-anjing MPR dilatih untuk mem-berikan respon pasif atau ‘duduk’ jika me-nemukan orang yang membawa atau me-nyembunyikan barang-barang terlarangditubuhnya. Anjing-anjing MPR tersebutjuga bisa mengais-ngaiskan kakinya untukmerespon jika ada kargo atau area yangmenjadi tempat kemungkinan barang-barang berbahaya/terlarang disembunyi-kan. Dua kemampuan tersebut (dudukdan mengais-red) sangat baik bagi ACSdalam mengembangkan detector dogs.

Kemampuan anjing pelacak narkotikatersebut dapat dibuktikan. Mereka mampumelacak ditempat-tempat yang tidak biasaseperti, cocaine yang disembunyikandidalam surat, ecstasy yangdisembunyikan lewat pengiriman udara,cocaine yang disembunyikan di dalamtubuh penumpang, heroin yang diikatditubuh penumpang, maupun heroin yangdisembunyikan dalam botol shampoo.

Tak hanya untuk mendeteksi narkoti-ka, sejak tahun 2003 ACS mengembang-kan Firearms/Explosive Detector Dogs(FEDD) atau pelatihan pada anjing untukmelacak berbagai tipe senjata api, kompo-nen senjata api dan bahan peledak. Kini,anjing-anjing pelacak tersebut mampumendeteksi berbagai hal, termasuk arsondetection (melacak pembakaran rumah

yang disengaja), food detection (mende-teksi bahan makanan) serta mendeteksisenjata api/bahan peledak.

MENJADI WORLD’S BEST PRACTICEUntuk menjadi seorang customs

detector dog handler, yang dibutuhkanadalah stamina yang fit dan prima.Seorang handler (pawang anjing-red)yang bagus juga harus memiliki kecepatanberpikir, cerdas dan memiliki etika kerjayang kuat dengan kemampuan untukbekerja dengan atau tanpa pengawasan.

Calon handler harus melalui kursustahap basic selama 13 minggu diCanberra tepatnya di customs DDTC.Setelah kursus tersebut berhasildiselesaikan, para handler kembali kedaerah mereka masing-masing, dimanamereka akan menerima pelatihan lebihlanjut dibawah pengawasan handlersenior yang sudah berpengalaman.

Setelah 3 bulan pelatihan di daerahmasing-masing, para handler kembali keCanberra untuk melakukan final assess-ment selama 2 minggu dan jika berhasilmereka lulus sebagai customs detectordog handlers. Para handler tersebutnantinya juga bertugas untuk selalu meng-update metode pelatihan dan teknik ope-rasional untuk meningkatkan kemampuananjing pelacak. Selain itu, setiap tahunanjing pelacak dan handlernya selaludievaluasi oleh Tim Evaluasi dari KantorPusat mereka di Canberra.

Kini ACS berkomitmen untuk menjadi‘world’s best practice’ dalam hal pengem-bangbiakan, pelatihan maupun penyebar-an anjing pelacak. ACS ingin dikenal diseluruh dunia sebagai pemimpin dalammemproduksi dan merawat anjing pelacakberkualitas tinggi. Sebagai bagian daricustoms dunia, ACS juga mempunyai visiuntuk mendirikan global gene bank untukpengembangbiakan anjing pelacakdimasa depan dengan menggunakanmodel anjing pelacak dari Australia.

Beberapa customs dan instansihukum di dunia telah merasakan bantuanyang diberikan ACS berupa pelatihanhandler, metode pelatihan maupun pem-berian anjing pelacak itu sendiri. Negara-negara yang telah menikmati bantuan dariACS tersebut antara lain Indonesia,Guam, Saipan, Papua New Guinea,China, Japan, New Zealand dan Thailand.Saat ini, lebih dari 40 anjing dan metodo-logi pengembangbiakan telah diberikanACS untuk Amerika Serikat (AS).

UNIT K-9 DI ASPada tahun 1969, U.S Customs

Service membuat suatu perencanaanuntuk mempelajari bagaimanamenggunakan anjing sebagai alat untukmendeteksi narkotika dan obat-obatanterlarang. Setelah studi dilakukan secaraintensif, perekrutan pelatih handler darimilitary service dimulai pada Januari 1970.

Dalam tempo singkat, Maret 1970,telah diperoleh kerjasama antaraDepartemen Pertahanan, training facilities

dan logistics yang berpusat di Lackland AirForce Base, San Antonio, Texas. April1970, eksperimen narcotic detector dogtraining program dimulai. Saat itu yangmenjadi titik berat pelatihan adalahpelacakan pada marijuana dan hashish.Namun pada Agustus 1970, U.S. CustomsService menambah eksperimennyadengan mencoba pelatihan untuk melacakheroin dan cocaine. Akhir September1970, telah terbukti bahwa satu ekoranjing yang sama dapat dilatih untukmendeteksi sekaligus 4 jenis narkotika.

Juli 1974, lokasi pelatihan dipindahdari San Antonio, Texas ke WashingtonD.C. pada saat itu lokasi pelatihanmenempati lahan seluas 240 hektar.Pada 1980, detector dog program diubahnamanya menjadi Canine EnforcementProgram (CEP) dan pusat pelatihannyadiberi nama Canine Enforcement TrainingCenter (CETC). Pada 1993, fasilitaspelatihan dibangun dengan menambah100 kandang baru, fasilitas laundry,gedung pelatihan, area pelacakankendaraan, gedung akademi, canineisolation dan fasilitas karantina.

CEP menggunakan beberapa variasianjing diantaranya Labrador Retrievers,Golden Retrievers, German Shepherds,Belgian Malinois dan beberapa anjingcampuran lainnya. Dalam memilih anjingpelacak yang paling penting bukanlah darijenis/keturunannya tetapi sifat retrievenya.Anjing yang dipilihpun bisa betina maupunjantan tetapi usianya harus diantara 1-3tahun.

Anjing-anjing yang dipilih untuk dilatihtersebut berasal dari tempat penampung-an hewan, LSM, maupun orang yangmemiliki anjing (tapi tidak menginginkananjing tersebut-red), yang tersebar di se-belah timur hingga barat AS. Bahkan, be-berapa anjing milik masyarakat ada yangdikontrak oleh CEP untuk menjadi bagiananjing pelacak U.S. Customs Service.

Untuk anjing pelacak yang memasukimasa pensiun karena usianya sudah tuaatau sakit atau kemampuannya berkurang(masa kerja anjing pelacak hingga 8tahun), biasanya sang handlerlah yangmengadopsi anjing pelacak tersebut ataudiberikan pada masyarakat yangmenginginkannya.

CETC memiliki jumlah staff lebih dari50 orang yang bertugas sebagaiinstruktur, pengurus binatang, ahlipenyimpanan dan petugas administrasi.Rata-rata, perharinya pusat pelatihantersebut diisi oleh 100-175 ekor anjing dantiap tahunnya sekitar 120 tim K-9 CBPberhasil menyelesaikan pelatihannya.

Maret 2003, Departement of Home-land Security dibentuk. Departementersebut menggabungkan antara unit K-9hasil U.S. Customs Service, U.S. BorderPatrol, U.S. Immigration and Naturaliza-tion Service dan The Animal Plant HealthInspection Service of the U.S.Departemen of Agriculture dibawahinstansi baru yang bernama U.S.Customs and Border Protection (CBP).

UNIT K-9 BC. Anjing pelacak narkotika dituntutuntuk menangkap dalam sesaat bau jenisnarkotika yang terbawa angin dan segera melacakasal bau tersebut dari tempat tersebut.

WBC/ATS

PENGAWASAN

Page 26: Warta Bea Cukai Edisi 383

25WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

CBP membagi dua program K-9, per-tama Office of Field Operation (OFO)canine program, yang meliputi lebih dari800 tim K-9 yang bertugas di bandara,pelabuhan dan perbatasan darat negara.Kemudian yang kedua, Office of BorderPatrol (OBP) canine program, yang me-miliki lebih dari 450 tim K-9 yang bertugasbertanggungjawab terhadap daerah yangberada diantara pelabuhan masuk.

TIM K-9 UNTUK MEMERANGI TERORISKini, CBP telah memiliki jumlah Tim K-

9 yang besar dan bertugas dibeberapaFederal Law Enforcement Agency. Tim K-9 tersebut telah ditugaskan di lebih dari 73pelabuhan masuk dan 69 perbatasan ne-gara AS. Petugas CBP Canine, juga meng-gunakan anjing pelacak yang terlatih untukmemerangi teroris yang mungkin masukke AS melalui perbatasan, pelabuhan, ban-dara maupun international mail facilities.Untuk menangkalnya, CBP CanineProgram membangun pelatihan denganspesialisasi pendeteksian yang meliputi:l chemical detector dogs, anjing dilatih

untuk mendeteksi senjata kimia yangmenjadi senjata pemusnah massal.

l explosive detector dogs, anjing dilatihuntuk mendeteksi bahan peledak yangdisembunyikan di cargo, kendaraan,pesawat terbang, bagasi dan padapenumpang.

l currency detector dogs, bertugasuntuk mendeteksi bau mata uang/jenis-jenis uang/jenis-jenis tinta, yanghendak diselundupkan keluar ASdimana kewajiban moneternya tidakdilaporkan.

l agriculture detector dogs, mendeteksibuah-buahan, sayuran, daging ataubahan pertanian dan peternakanlainnya, seperti membawa binatangatau tumbuhan yang dilarang olehpemerintah AS.

l concealed human/narcotic detectordogs, mendeteksi penumpang yangmembawa narkotika maupun imigrangelap yang masuk ke AS.

l borstar canines, melakukan patrolipada perbatasan, mencari orang yangterluka dan sebagai tim penyelamatpada situasi darurat. Anjing-anjing inidilatih untuk mencari orang hilang danmembantu handlernya menemukanlokasi orang hilang tersebut.

l narcotic detector dogs, melacak danmendeteksi narkotika seperti mari-juana, hashish, heroin, cocaine,ecstasy dan methamphetamine.

SEKILAS ANJING PELACAK NARKOTIKA DISWEDIA

Untuk mendukung pengawasan,selain dilengkapi dengan mobil danperalatan fixed X-ray, detector dan fibreoptics, salah satu alat yang terbaik yangdimiliki Swedish Customs adalah anjingpelacak narkotika (drug detector dogs).

Swedish Customs melatih tim K-9nyasendiri sejak 2003 di Customs TrainingCenter di Norrtalje. Selama tahun 2004,

13 ekor anjing baru telah berhasilmenyelesaikan latihannya. Tahun 2005,40 ekor tim K-9 juga telah berhasilmenyelesaikan latihan, 2 diantaranyaberasal dari Denmark.

Kini, Swedish Customs memilikisekitar 50 ekor anjing pelacak narkotika.Sebagian besar dari mereka merupakananjing pemburu seperti Springer Spaniels,Labradors, Golden dan Flat CoatedRetrievers. Tetapi keturunan lain juga ada,seperti jenis Alsatians. Anjing-anjingtersebut memiliki pekerjaan yang samatetapi khusus untuk anjing kecil jenisSpringer Spaniels, yang karena ukurannyakecil dan ringan, membuat sang handlermudah mengangkat dan menurunkannyasehingga cocok untuk melakukanpemeriksaan pada kendaraan (vehicle).

Anjing-anjing tersebut memiliki dayapenciuman yang tinggi. Sehingga, anjingyang didukung dengan handler yang ber-pengalaman dan kedekatan diantara me-reka (anjing pelacak dan handlernya-red),penyelundupan dan peredaran narkotika

bisa terungkap. Bersama-sama denganhandlernya, anjing-anjing tersebut mende-teksi hampir setengah dari jumlah seluruhdrugs yang berhasil ditemukan oleh Swe-dish Customs. Nilai narkotika yang berha-sil ditegah Swedish Customs pada tahun2005 sebesar SEK 1,7 miliar, sedangkanpada tahun 2004 sebesar SEK 1,3 miliar.

Di Swedia, terdapat lebih dari 50 tim penegakhukum yang bekerja mulai dari wilayah Karesuan-do (sebelah utara) hingga Trelleborg (se-belah selatan). Tim-tim tersebut diantara-nya terdiri dari tim ahli intelijen, pelacakan,penyeleksian, kontrol dan pemeriksaanterhadap komoditi, serta tim investigasi.Untuk beberapa pengecualian, tiap timdidukung oleh anjing pelacak narkotika.

Dalam jangka waktu sangat singkat(hanya 3 tahun-red), Unit K-9 di Swediasudah memiliki stuktur dan pelatihanyang handal, antara lain memiliki seki-tar 50 ekor anjing dan tim-tim ahli yangmendukung kegiatan oprasional anjingpelacak. Akankah Indonesia Customsmemiliki hal yang sama?

DIKONTRAK. Beberapa anjing milik masyarakat bahkan ada yang dikontrak oleh CEP untuk menjadibagian anjing pelacak U.S CBP.

FOTO: ISTIMEWA

ifa

Page 27: Warta Bea Cukai Edisi 383

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ekitar pkl. 08.15 WIB, kapal patroliBea Cukai yang WBC tumpangimelaju meninggalkan Pangkalan

Sarana Operasi (Pangsarop) TanjungPriok. Limabelas menit kemudian, kapaltiba di sebuah pulau yang bernama PulauPondok Dayung. Di pulau kecil yangmasih merupakan bagian dari kota Jakartatersebut, berdiri Markas Komando ArmadaRI Kawasan Barat Satuan Pasukan Katak(Kopaska) TNI-AL.

Hari itu (12/9) adalah hari pertamadimulainya pelatihan menembak danmenyelam bagi 21 orang pegawai beacukai yang bertugas di Pangkalan SaranaOperasi (Pangsarop) Tanjung Priok.Hingga 16 September 2006, merekamengikuti pelatihan yang diselenggarakanatas kerjasama Subdit P2 Kanwil IV DJBCJakarta dan Kopaska TNI-AL. Pelatihan itusendiri dibagi menjadi dua tahap, dimanatahap kedua dilaksanakan pada tanggal18 – 22 September 2006 dan diikuti oleh24 peserta

Para peserta pelatihan akan menetapdi Markas Kopaska selama 5 hari untukmengikuti pelatihan secara intensifdengan dilatih oleh 10 orang instruktur dariKopaska.

Acara pembukaan pelatihan tersebutdihadiri oleh para pejabat Kanwil IV danPangsarop Tanjung Priok, seperti Kabag

Umum Kanwil IV Ganot Wibowo, KabidP2 Kanwil IV Rahmat Subagjo, KepalaPangsarop Tj. Priok Pudjo Wibowo, KasiP2 Kanwil IV Gatot Hariyo Sutejo, KasiNautika Pangsarop Tj. Priok S.N. Parangan.

Usai penyematan tanda pesertapelatihan oleh Kapt. Agus Purwanto dariKopaska, Kabag Umum Kanwil IV GanotWibowo, memberikan pengarahan padapeserta pelatihan. Setelah itu, pelatihansecara resmi dibuka oleh Kapt. AgusPurwanto, yang mewakili KomandanSatuan Pasukan Armada Barat.

Menurut Pudjo Wibowo, pelatihantersebut sengaja dilakukan mengingatkapal patroli Bea Cukai selama inidilengkapi dengan senjata. Oleh sebab itu,seluruh ABK Pangsarop harus memilikikemampuan untuk mengelola senjata,bagaimana merawatnya dan bagaimanamenggunakannya.

Dalam latihan tersebut, senjata yangdigunakan adalah senjata yang dimilikidan dipergunakan oleh Bea dan Cukai,seperti valmet, Metraliur kaliber 12,7 danpistol kaliber 38. Selain latihan tembak,juga dilakukan latihan penyelaman. Haltersebut bertujuan jika pada suatu saatdalam perjalanan patroli terdapat troubledibawah air, maka para pegawai bisamengatasinya dengan segera.

Pudjo mengaku, pelatihan tembak dan selam itu sendiri baru pertama kalinyadilakukan oleh Pangsarop Tj. Priok secaraformal bersama Kopaska. Jika pelatihanini berhasil maka kemungkinan besarPangsarop yang berada di Pantoloan danTanjung Balai Karimun akan melakukanpelatihan serupa Ia juga mengaku senangdengan adanya pelatihan ini, sebab parapegawai nantinya akan tampil lebih gagah,berdisiplin tinggi dan memiliki rasakebersamaan.

Saat diwawancara WBC, GanotWibowo mengatakan, pelatihan tersebutsangat bermanfaat bagi para pegawaidalam kaitannya dengan patroli dankegiatan pengawasan laut ataupelabuhan. “Jadi, ini merupakan salahsatu sarana yang tepat untukmeningkatkan kemampuan kita, apalagidengan bimbingan dari pasukan yangprofesional, sehingga kedepannya sayaberharap hasilnya akan bermanfaat bagikita semua,” imbuhnya.

Ia berharap agar pelatihan tersebutbisa berlanjut, dengan anggota-anggotapeserta pelatihan yang diperluas, tidakhanya dari Pangsarop tapi juga meliputi

Pelatihan KetangkasanMenembak dan MenyelamUntuk meningkatkan fungsi pengawasan di Bea dan Cukai, diperlukan kemampuan yang lebih darisekedar kemampuan biasa. Kemampuan khusus seperti menembak dan menyelam misalnya,termasuk yang sangat diperlukan.

KERJASAMA DJBC dengan KOPASKA

S

SIAP-SIAP MENYELAM.

WBC/ATS

WBC/ATS

PENGAWASAN

Page 28: Warta Bea Cukai Edisi 383

27WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

anggota-anggota lain yang berhubungandengan pengawasan pelabuhan dan areasekitarnya.

Menurut Kapten Laut (S) AD.Louhenapessy, Komandan DatasemenKopaska TNI-AL, materi yang diajarkandalam pelatihan tersebut antara lain pela-tihan baris berbaris, teori kepemimpinan,teori menyelam dan pengenalan alatselam, praktek menyelam, teori danpraktek menembak serta praktek bongkarpasang senjata.

Saat ditanya kegunaan praktek bong-kar senjata, Louhenapessy mengatakan,hal tersebut diperlukan karena ada kala-nya senjata yang digunakan mengalamimalfunction (tidak berfungsi). Sehinggapetugas dapat memperbaiki senjatanyadalam situasi darurat.

Sedangkan untuk pelatihanmenyelam, peserta pelatihan diajarkanteknik menyelam biasa, tujuannya adalahagar personil bea cukai dapat melakukanpenyelamatan pada kapalnya sendiri.

Namun demikian, lanjutnya, untukpelatihan selam sebenarnya diperlukanwaktu 2 minggu secara full. Tetapi karenaketerbatasan waktu, pihaknya hanyamengenalkan secara umum mengenaiprosedur penyelaman internasionaldengan instruktur yang berpengalamandan pernah mengecap pendidikan selamdi luar negeri.

PRAKTEK DI PULAU DAMAR BESARPagi itu (16/9), usai mengambil senjata

valmet dan peluru, para peserta pelatihandan WBC meninggalkan Pangkalan SaropTj. Priok menuju Pulau Damar Besar yangterletak di gugusan Kepulauan Seribu,Jakarta. Di pulau yang juga dikenaldengan sebutan Pulau Edam ini, parapeserta pelatihan akan melakukan praktekmenembak dan menyelam.

Pulau Edam merupakan pulau keciltapi memilki peranan penting sebagainavigasi kapal. Pasalnya, dipulau tersebutterdapat sebuah menara mercusuarsetinggi 52 m dengan jarak tampak 20 millaut. Mercusuar itu sendiri dibangun pada1879 oleh Raja Willem III dari KerajaanBelanda. Saat WBC bersama dengananggota Kopaska menyusuri pulau

tersebut lebih dalam, kami menemukan 6benteng peninggalan Belanda, sertasebuah benteng yang berada dibawahtanah (tempat masuknya seperti mulutgua) tersembunyi diantara rimbunnyapepohonan.

Usai menyusuri hutan kecil P. Edam,kami pun kembali ke base camp. Tak lamakemudian, praktek pun segera dimulai,para instruktur membagi dua pesertapelatihan, regu pertama (9 orang) praktekmenembak dan regu kedua praktekmenyelam (12 orang) dimana kedua regutersebut selanjutnya ditukar.

Untuk praktek menyelam dilakukan dipinggir dermaga. Dengan menggunakanperalatan lengkap untuk menyelam (scubadiver) milik Kopaska, para pesertamenyelam berpasangan menyusuri taliyang berada dibawah laut sampaimencapai titik yang ditentukan.

Sedangkan untuk praktek menembakdilakukan di pinggir pantai yang lokasinyacukup jauh dari dermaga. Hal tersebutuntuk menghindari hal-hal yang tidakdiinginkan seperti peluru nyasar yangdapat melukai bahkan membunuhmanusia (sebab jarak jangkauan senapanmencapai 400 m-red).

Usai menancapkan target tembakan,peserta diberi pengarahan bagaimanateknik menembak dengan senjata valmetsambil duduk dan tiarap. Setelah itu tiappeserta dibekali 13 peluru (3 peluru untukpercobaan dan 10 peluru untuk penilaian-red) dan harus menembak dengan jaraktembak 50 m. Saat praktek, banyak peluruyang tidak dapat terlontar karena isi pelurutersebut lembab. Alhasil, peluru-pelurutersebut dijemur terlebih dahulu agar

dapat digunakan. Tak hanya peluru,senjata milik Bea Cukai yang digunakanpun terlihat sudah tua sehingga beberapakali mengalami kemacetan.

Setelah menyelesaikan seluruhtahapan pelatihan di P. Edam, rombonganmeninggalkan P. Edam untuk melakukanpraktek menembak denganmenggunakan senjata Metraliur kaliber12,7 dengan sasaran tong yang diarungditengah laut. Walaupun beberapa kalitembakan tersebut meleset, tong-tongyang diarung tersebut berhasil jugaditembak dan tenggelam.

Saat ditanya WBC mengenaikesannya selama mengikuti pelatihan,Wahyu Hadi, Kepala Kamar Mesin BC024, Pangsarop Tj. Priok mengatakan, iasangat terkesan dengan pelatihantersebut. Pasalnya, ia belum pernahmenggunakan senjata dan menyelam.Sehingga, lewat pelatihan tersebut iamendapat ilmu yang sangat berguna.Untuk itu ia menyarankan, agar pelatihanselanjutnya bisa lebih continue sehinggapenguasaan untuk pengoperasian patrolilebih baik lagi.

Dalam perjalanan pulang, LettuParwanto mengatakan bahwa sebagianilmu yang diberikan disesuaikan denganmisi bea cukai yang cenderung untukmelakukan pengawasan perdagangan. Iasendiri menilai bagus hasil dari pelatihantersebut, apalagi motivasi pegawai untukmengikuti pelatihan terlihat sangat tinggi.Untuk itu ia berharap agar ilmu-ilmu yangdiberikan nantinya akan banyak terpakaidilapangan.

Ifa/H. Edy Sudarnoto SH,Pelaksana P2 KPBC Tanjung Priok IIMEMBIDIK SENJATA

INSTRUKTUR DAN SELURUH PESERTA berpose bersama usai pelatihan.

WBC/IFA

WBC/ATS

Page 29: Warta Bea Cukai Edisi 383

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ndonesia karate-Do (Inkado) adalahperguruan karateka yang ada dilingkungan DJBC selain perguruan

karate Inkai. Dari beberapa koordinatordaerah yang ada, salah satunya jugadiketuai oleh pejabat di lingkungan DJBC.Akan hal tersebut kegiatan yang dilakukanjuga mengikut sertakan pegawai DJBCbaik yang mengikuti latihan secarakontinyu maupun yang duduk sebagaipengurusnya.

Untuk program pelatihan yang ada,kini telah dipusatkan di KantorWilayah IVDJBC Tanjung Priok dan Kantor WilayahV DJBC Bandung. Untuk Kantor Pusatyang pada beberapa waktu lalu jugamenjadi pusat pelatihan, untuk sementaraini dialihkan.

Adapun program lainnya selain pela-tihan tersebut, Inkado selalu aktif dalammengikuti setiap event kejuaran baik yangdilaksanakan secara lokal maupun yangdilaksanakan secara nasional. Untuk akhirtahun 2006 ini, event kejuaran yang baru

saja diikuti, yaitu kejuaran SIWO, InkadoKorda DKI berhasil keluar sebagai juaraumum dengan merebut 9 emas, 14 perak,dan 21 perunggu. Akan hasil ini berhakatas piala bergilir SIWO dan piala tetapdari ketua umum PB. Forki. Sementara ituInkado korda Jawa Barat berhasil merebut2 emas dan 4 perunggu.

Menurut Ketua Bidang PembinaanInkado sekaligus sebagai Pjs. KetuaKorda DKI Jaya dan juga Kepala KantorPelayanan Bea dan Cukai Tipe A Jambi,Maman Anurachman, program kejuaraanyang akan diikuti mendatang adalah keju-araan Mendagri Cup dan kejuaran Inkadowilayah Barat dan Jawa. Sementara ituberkaitan dengan program pelatihan, saatini untuk pelatihan di Kantor Pusat renca-nanya akan kembali diselenggarakan dankini lokasi pelatihan bertempat di halamanPusdiklat DJBC Jakarta.

“Kita masih akan mengupayakan agarpelatihan di Kantor Pusat dapat diseleng-garakan kembali, mengingat banyaknya

pegawai yang telah mengikuti dan kinivakum karena lokasi yang dialihkan keTanjung Priok. Selain itu, untuk ke depannanti kami juga akan memprogramkanpada event pertandingan yang melibatkanpara pegawai, hal ini tentunya bagimereka yang telah selesai mengikutiseleksi,” papar Maman Anurachman.

Sementara itu menurut Ketua KordaJawa Barat yang juga sekaligus sebagaiKepala Seksi Pencegahan danPenyidikan Kantor Pelayanan Bea danCukai (KPBC) Tipe A khusus Soekarno-Hatta, Agustinus Djoko Pinandojo, untukwilayah Jawa Barat juga sama halnyadengan DKI dimana program kedepanakan melibatkan secara langsungpegawai untuk turun dalam setiap eventpertandingan.

“Jawa Barat memang memusatkanpelatihan di Kanwil V Bandung, namundemikian Dojo kami yang terbesar adadilokasi Pondok Gede, sehingga parapegawai yang kemungkinan memilikitempat tinggal yang dekat dengan kamijuga dapat bergabung tidak hanya diKantor Pusat,” ujar Agustinus.

Baik Maman Anurachman maupunAgustinus berharap agar para pegawaiyang sebelumnya telah mengikutipelatihan di Kantor Pusat, dapatmeneruskan pelatihannya yang kini telahada di beberapa tempat, seperti untuk DKIada di KPBC Tanjung Priok, CempakaPutih, Cilandak, dan beberapa sekolahmenegah pertama dan atas di Jakarta.Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat jugadapat mengikuti di Pondok Gede, Bekasi,Cileungsi, Depok, dan Bandung.

GASHUKU DI PANGALENGANSeperti telah dijelaskan di atas bahwa

program kerja di Inkado yang kini akanlebih memfokuskan untuk pelatihankepada pegawai, program lainnya adalahujian ghasuku dan kyu yang dilaksanakansetiap setahun sekali. Untuk Korda JawaBarat belum lama ini telah melaksanakanujian tersebut pada 19 hingga 20 Agustus2006 yang dilaksanakan di PangalenganJawa Barat.

Adapun kegiatan ujian tersebut selaindiikuti oleh pegawai dilingkungan Kanwil VBandung, juga beberapa putra-putripegawai DJBC dan peserta non pegawai.Ujian yang kali ini berorientasi ke alamdiikuti kurang lebih 500 peserta. “Iniadalah program tahunan kita selainprogram lainnya, sedangkan untukprogram event pertandingan, korda JawaBarat akan memfokuskan pada kejuaranInkado wilayah Sumatera dan Jawa,dimana pada tahun lalu Jawa Barat keluarsebagai juara umum,” jelas Agustinus.

Dengan program-program tersebut,diharapkan Inkado dapat tetap eksis diDJBC karena saat ini kegiatan pelatihanyang diselenggarakan oleh DirektoratPencegahan dan Penyidikan untukbeberapa diklat juga telah menyertakanprogram bela diri karate sebagai dasardari keterampilan pegawai.

Inkado Korda DKI Jaya Dan Jawa Barat

Intensifkan PelatihanUntuk Pegawai DJBCWalau hanya sebagai kegiatan tambahan yang ada dilingkunganDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), namun eksistensinyakini cukup diperlukan karena banyak kegiatan diklat yang saat initelah menyertakan kemampuan bela diri dengan memberikanpelatihan karate kepada siswa diklat.

I

KETERAMPILAN PEGAWAI. Inkado sebagai perguruan karate yang ada di DJBC, kini memfokuskan padaperlatihan untuk pegawai sebagai dasar dari keterampilan pegawai. adi

WBC/ADI

PERISTIWA

Page 30: Warta Bea Cukai Edisi 383

29WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Pada 16 – 17 September 2006,Keluarga Besar KPBC Tanjung Priok IImelaksanakan kegiatan yang mengambiltema Family Gathering and Team BuildingActivities. Acara yang mengambil lokasi diKinasih Resort, Bogor tersebut, diikuti olehseluruh pegawai bea cukai KPBC TanjungPriok II beserta keluarganya.

Kegiatan family gathering dan outbondtersebut dimulai pada sabtu malam.Sambil bernyanyi, menari dansebagainya, para peserta dudukmengelilingi api unggun. Dalam acaratersebut, diselipkan juga perenungan dan

ungkapan saling memaafkan menjelangmasuknya bulan suci Ramadhan, sebagaitanda syukur menyambut bulan penuhberkah. Acara malam itu diakhiri denganpesta kembang api.

Paginya, kegiatan team buildingactivities atau yang sering pula disebutsebagai kegiatan outbond dimulai. Acaratersebut diawali dengan atraksi menarikterjun payung yang dilakukan oleh 5 orangpegawai bea cukai. Mereka adalah EdySudarnoto, Dirgantoro, Tiyono, Wisnu danTri Utomo. Kelima peterjun tersebutberangkat dari Bandara Halim PerdanaKusuma Jakarta dengan menggunakanpesawat Cesna 197. Dari ketinggian6000 kaki, kelima peterjun tersebut terjundan mendarat dengan mulus di tengah-tengah lapangan bumi perkemahanKinasih Resort.

Setelah aksi terjun payung yangmemukau para penonton tersebut, acaradilanjutkan dengan penyerahan kaos dantopi berlogo bea cukai secara simbolis daripara peterjun kepada Andhi Pramono,Korlak Patroli dan Operasi KPBC TanjungPriok II yang juga merupakan ketuapanitia. Kemudian, acara dilanjutkandengan kegiatan outbond, seperti spiderweb, flying fox dan sebagainya dengandidampingi oleh para fasilitator dariKinasih Resort.

Menurut Andhi Pramono, ada duatujuan utama diadakannya acara familygathering dan outbond tersebut. Pertama,untuk pekerjaan. Diharapkan acara inidapat menjaga kekompakan antarsesama pegawai sehingga pekerjaan dikantor bukan lagi suatu beban tetapi suatukeseharian yang menyenangkan. Kedua,

untuk kekeluargaan dimana menjelangbulan Ramadhan acara tersebut menjadiajang silaturahmi, saling bermaafan dansaling mengenal antar keluarga pegawai.

Sejak bekerja di Bagian Patroli Opera-si, Andhi mengaku kegiatan outbond danfamily gathering tersebut baru pertama kalidiselenggarakan. Pihaknya punberencana menyelenggarakan acaralanjutan yang lebih bagus setelah melihatacara tersebut sangat menyenangkan.

Saat ditanya ide untuk menampilkanatraksi terjun payung, Andhi mengatakan,karena dirinya juga merupakan seorangpeterjun, ia menghubungi sesama peter-jun yang secara kebetulan juga banyakbekerja di Bagian Patroli dan Operasi diKPBC Tanjung Priok II. “Jadi, sekalian sajakita adakan kegiatan terjun payung,”imbuhnya. Ia berharap dengan adanyakegiatan outbond tersebut, keakraban dankekompakan antar pegawai dan antarkeluarga dapat terjalin.

Family Gathering and OutbondKELUARGA BESAR KPBC TANJUNG PRIOK IIAcara puncak yang juga mengawali kegiatan outbond atau teambuilding adalah atraksi terjun payung yang dilakukan oleh limaorang pegawai bea cukai.

ANDHI PRAMONO. Diharapkan acara ini dapatmenjaga kekompakan antar sesama pegawai sehinggapekerjaan di kantor bukan lagi suatu beban tetapisuatu keseharian yang menyenangkan.

MENDARAT. Peterjun dari bea cukai mendaratmulus ditengah lapangan.

FOTO BERSAMA antara pegawai dan keluarga besar pegawai.

ifa

WBC/ATS

WBC/ATS

Page 31: Warta Bea Cukai Edisi 383

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

uaca di Medan hari itu (4/8) agakmendung. Hari itu WBC inginmenyambangi KPBC Tipe C

Pematang Siantar. Dengan diantar supirdan Lilik (pegawai Kanwil I Medan-red),mobil yang kami kendarai melaju menujukota Pematang Siantar yang terletak diKab. Simalungun, provinsi SumateraUtara. Jarak dari Medan ke PematangSiantar sendiri sekitar 120 km dan kamitempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Sekitar Pkl. 10.00 WIB, WBC tiba diKPBC Tipe C Pematang Siantar, sebuahkantor berlantai dua. Ketika berada didalam gedung, WBC sempat tertegun

dengan lorong-lorong dan taman yangterdapat di dalam gedung… mirip rumahsakit. Tak hanya itu, besarnya gedungdengan jumlah pegawai yang hanya 24orang, membuat beberapa ruangan dilantai dasar terlihat kosong, hal itu terjadikarena jumlah ruangan yg ada denganpegawai lebih banyak jumlah ruangan.

Kondisi tersebut wajar saja terjadi se-bab, menurut Putri Stellarina, yang sejakJanuari 2006 menjabat sebagai KepalaKPBC Tipe C Pematang Siantar, dari 24orang pegawai yang ada, 12 orang pega-wai diantaranya berdinas di Kawasan Be-rikat (KB) dan Gudang Berikat yang ada di

KPBC Pematang Siantar. Disamping itusebelum tahun 1998 KPBC PematangSiantar berstatus sebagai Kantor Tipe B,namun sejak reorganisasi DepartemenKeuangan sekitar tahun 1998 KPBCPematang Siantar berubah status menjaditipe C. Menurut cerita, sebelum krisismoneter pada tahun 1998, di wilayahKPBC Pematang Siantar banyak berdiripabrik hasil tembakau.

Oleh sebab itu, ketika pertama kaliditugaskan sebagai Kepala KPBC Pema-tang Siantar, yang pertama kali terbersitdipikiran Stella adalah bagaimana mem-pertahankan dan menaikan penerimaan

KPBC TIPE C PEMATANG SIANTAR

URUTAN TERATASDALAM PENERIMAAN CUKAIKecil-kecil cabe rawit... Ungkapan tersebut rasanya pantas disandang oleh KPBC Tipe CPematang Siantar. Pasalnya, walaupun hanya merupakan kantor Tipe C, namun untuk urusantarget penerimaan, KPBC Pematang Siantar menempati urutan kedua terbesar setelahKPBC Tipe A Belawan, bahkan untuk penerimaan cukai, KPBC Pematang Siantar menempatiurutan pertama terbesar se-Kanwil I DJBC Medan.

C

WBC/ATS

DAERAH KE DAERAH

Page 32: Warta Bea Cukai Edisi 383

31WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

cukai dan bea masuk (BM). Kedua, bagai-mana membina para pengusaha pabrikhasil tembakau, pengusaha GB/PPGBdan pengusaha KB agar tercipta kerjasa-ma yang baik antara market forcesdengan Bea Cukai.

KPBC Pematang Siantar sendiri me-miliki wilayah kerja yang sangat luas,meliputi Kota Pematang Siantar, Kab.Simalungun, Kab. Dairi, Kab. Kaban Jahedan Kab. Toba Samosir. KPBC PematangSiantar tidak memiliki Kantor Bantumaupun Pos Pengawasan. Namun begitu,KPBC Pematang Siantar mengawasi 4gudang berikat (PT. STTC, PT. Permona,PT. Sri Deli dan PT Sintong Sari Unionyang berlokasi di Pematang Siantar), 2kawasan berikat (PT. Toba Pulp Lestariyang terletak di Kab. Tobasa yangberoperasi sejak Januari 2005 dan PT.Nubika Jaya yang beroperasi sejak Sep-tember 2005), 1 KITE dan 6 perusahaanhasil tembakau.

PEMATANG SIANTAR POTENSIAL UNTUKBERKEMBANG

Diakui Stella, peluang berkembangnyakawasan berikat di wilayah Pematang Si-antar cukup tinggi. Perkebunan karet dankelapa sawit yang berorientasi eksporterbentang luas di wilayah kerja pematangsiantar. Stella memang sangat concerndengan perkembangan KB di wilayah Pe-matang Siantar. Ditambah lagi Presidentelah mengeluarkan Instruksi PresidenNomor 3 tahun 2006 tentang Paket Kebi-jakan Investasi yang menginstruksikanagar Kawasan Berikat menjadi salah satupaket kebijakan pemerintah untuk menarikinvestor.

Menurut Stella, dengan adanya KBdapat dipastikan ribuan tenaga kerja akanterserap. Sehingga, selain membantu pe-merintah menarik investor dan mencipta-kan lapangan kerja, pengusaha KB yangmelakukan kegiatan ekspor juga ikutmenyumbang devisa bagi negara. Untukmendukung perkembangan KB di wilayahPematang Siantar, program yang akandilakukan KPBC Pematang Siantar padasemester II ini adalah jemput bola,diantaranya dengan mendatangi KantorBupati Simalungun dan Kantor BupatiTobasa dan pemerintah daerah lainnyauntuk lebih memperkenalkan KB danfasilitas yang dimiliki KB.

Stella melanjutkan, yang perludiperhatikan pemerintah adalah masalahinfrastruktur berupa jalan raya. “Jarakantara pabrik yang berada di dalamperkebunan dengan jalan raya itu sekitar 8km dan masih berupa jalan tanah. Jadiseandainya pemerintah memperhatikaninfrastruktur tersebut, saya optimis banyakinvestor yang akan menginvestasikanmodalnya dibidang pengolahan kelapasawit,” tandas Stella yang mengungkap-kan bahwa kelapa sawit merupakan hasilalam yang sangat potensial untukberkembang di Sumatera Utara (Sumut).

Hubungan KPBC Pematang Siantarsendiri dengan pengusaha KB, pengusa-

ha GB maupun pabrikan BKC (Barang Ke-na Cukai), cukup baik selama ini. Setiapada peraturan baru yang menyangkutkerja perusahaan-perusahaan tersebutselalu disosialisasikan, seperti pada Peb-ruari lalu KPBC Pematang Siantar menga-dakan sosialisasi P-22/BC/2006 tentangpemesanan pita cukai dan HJE, sertasosialisasi tentang Tempat PenimbunanBerikat kepada PGB/PPGB dan PKB/PDKB. Rencananya, KPBC PematangSiantar juga akan mengadakan sosialisasitentang Fasilitas KB bagi eksportir yangada dalam wilayah kerja KPBC PematangSiantar dalam waktu dekat ini.

Stella mengaku, terkadang berbicaraperson to person lebih tepat sasaran daripada dalam suatu forum. “Untuk sementa-ra ini, saya sudah meloby person to per-

son dengan pengusaha, seperti dengansekretaris KADIN. Saya katakan, disinikami punya fasilitas KB dimana pengusa-ha diberikan fasilitas penundaan beamasuk dan PDRI untuk importasi barang,serta tidak dipungut PPN untuk barang-barang dari dalam negeri yang masuk kepabrik yang produksinya lebih banyakuntuk dijual ke luar negeri atau ekspor,”imbuh Stella.

Untuk itu ia berharap agar KPBCPematang Siantar tidak hanya dikenaldengan hasil cukainya saja tetapi jugadengan KB-nya. Ia juga optimis kalausosialisasi KB sudah menyeluruh diSumut, kemungkinan untukmembangun KBN (Kawasan BerikatNasional) di Sumut bisa terwujud.

Dengan berkembangnya KB, tentunyapegawai atau SDM yang ada juga harussiap dengan tantangan yang dihadapiseperti jauhnya wilayah pengawasan KBdari kantor dan masalah-masalah teknislainnya. Saat ini saja, karena lokasi KByang ada jauh dari kantor yaitu di Porseadan Kota Pinang maka pegawai harus relamenginap di mess yang disediakan olehpabrik/KB. Oleh sebab itu, untukmengurangi kejenuhan maka setiap bulanpegawai yang bertugas di KB dan GBdibuat bergantian atau dirolling.

“Menghadapi hal tersebut kami hanyamenghimbau kepada pegawai agarmenikmati pekerjaan sehingga tidakmerasa terbebani oleh pekerjaanwalaupun jauh dari keluarga selama satubulan penuh dan berada ditengah hutanatau kebun kelapa sawit,” imbuh Stella.

Stella juga menyarankan agar aturanmengenai fasilitas yang diterima olehpegawai Bea dan Cukai yang bertugasmenjaga KB harus jelas. Pasalnya, aturanyang ada hanya menyebutkan bahwapengusaha KB/GB memberikan fasilitasyang memadai bagi pegawai Bea danCukai yang bertugas di KB/GB tersebut.

PUTRI STELLARINA. Berharap agar KPBCPematang Siantar tidak hanya dikenal denganhasil cukainya saja tetapi juga dengan kawasanberikat-nya.

HASIL OPERASI CUKAI. Pita cukai yang dilekatkan berbeda personalisasi.

WBC/ATS

DOK. KPBC PEMATANG SIANTAR

Page 33: Warta Bea Cukai Edisi 383

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Menurutnya, kata ‘memadai’ itu maknanyarelatif (bermacam-macam). Sehingga, iaberharap ada kejelasan atas fasilitas yang‘memadai’ itu seperti apa. Sebab, parapegawai harus meninggalkan keluarganyadalam jangka waktu yang lama untukmengawasi KB/GB tersebut.

Ia menambahkan, pada dasarnyawilayah Pematang Siantar sangatpotensial untuk berkembang. Hal itu dapatdilihat dari rencana dibangunnyaperpanjangan landasan lapangan terbangSilangit (agar dapat didarati pesawat jenisBoeing-red), yang terletak di Siborong-borong, Kab. Taput (yang pada tahun laludiresmikan oleh Presiden SBY). Dengandemikian, bandara tersebut kedepannyabisa menampung kegiatan ekspor impor diSumut dan KPBC Pematang Siantar akanmempunyai pengawasan yang lebih luas.

TARGET PENERIMAAN TERUSMENINGKAT

Pada 2006, target penerimaan BeaMasuk (BM) untuk KPBC PematangSiantar sebesar Rp 859.230.000;. Hingga31 juli 2006, target BM yang sudahterealisasi sebesar Rp 269.388.047; atausebesar 31,35 persen dari target yangditetapkan. Sedangkan untuk cukai, targettahun 2006 sebesar Rp 213.340.370.000;.Hingga 31 Juli 2006, target cukai yangsudah terealisasi sebesar Rp121.799.908.190; atau sebesar 57,09persen dari target yang ditetapkan.

Jika dibandingkan dengan target pe-nerimaan tahun 2005, BM yang terealisasisebesar Rp 712.661.618; atau 150,06persen, melebihi target yang ditetapkanyakni sebesar Rp 474.920.000;.Sedangkan untuk cukai, terealisasisebesar Rp 171.818.794.896; atau 92,10persen dari target yang ditetapkan yaknisebesar Rp 186.564.770.000;.

Dengan demikian, target BM untukKPBC Pematang Siantar mengalami

kenaikan sebesar Rp 384.310.000 atau80,92 persen dibanding tahun 2005.Sementara untuk cukai mengalamikenaikan sebesar Rp 26.775.600.000 ataumengalami kenaikan sekitar 14,35 persendibanding tahun 2005.

“Dalam 3 tahun terakhir, baik targetmaupun realisasi penerimaan mengalamikecenderungan meningkat. Hasil daritarget tersebut paling banyak berasal daricukai hasil tembakau,” kata Stella.

Ia melanjutkan, pencapaian targettersebut merupakan salah satu tantangandan kebanggaan bagi KPBC Tipe C Pe-matang Siantar. Sebab, walaupun KPBCPematang Siantar merupakan kantor kecil(Tipe C) namun dalam hal penerimaan BMdan cukai merupakan peringkat 2 (dua)terbesar se-Kantor Wilayah I DJBCMedan (setelah KPBC Tipe A Belawan-red). Sementara itu, untuk penerima-an cukai, KPBC Pematang Siantar meru-pakan salah satu tumpuan penerimaancukai se-Kanwil I DJBC Medan.

Cukai memang menjadi primadonabagi KPBC Pematang Siantar. Komoditiandalan untuk ekspornya saja berupahasil tembakau (rokok) dan pulp.Sedangkan untuk impor berupa dauntembakau. Kalau dilihat dari jumlah CK-8(dokumen pelindung pengangkutan untukhasil tembakau tujuan ekspor), setiapbulannya KPBC Pematang Siantar rata-rata menerbitkan 20 dokumen dengandevisa ekspor berkisar USD 8 juta.

Sedangkan untuk PIB, KPBC Pema-tang Siantar rata-rata menerbitkan 25 do-kumen setiap bulannya dimana 95 per-sennya merupakan PIB dengan menggu-nakan fasilitas KITE yaitu PT. STTC (Su-matera Tobacco and Trading Company).PT. STTC merupakan pabrikan BKC terbe-sar di wilayah Pematang Siantar bahkandi P. Sumatera. “Kalau untuk PEB, me-mang tidak kami terbitkan karena ekspor-nya melalui KPBC Belawan,” ujar Stella.

Hingga kini, ada 6 perusahaan hasiltembakau yang beroperasi di PematangSiantar yakni, PT. STTC (gol. II), PT.Wongso Pawiro (SPM gol. II/SKM gol. IIIA), PT. Permona (gol. III A), PR. SenangJaya (gol. III A), CV. Surya Agam (gol. IIIB), CV. Mega Prima (gol. III B).

Stella menambahkan, saat ini perusa-haan-perusahaan BKC di KPBC Pema-tang Siantar sangat khawatir karena takutkalah bersaing dengan rokok-rokok dari P.Jawa yang sudah terkenal secara nasio-nal seperti Gudang Garam, Dji Sam Soe,Djarum, dan sebagainya. Untuk itu, mere-ka (perusahaan BKC-red) berharap agarHJE jangan terus dinaikan, mereka kha-watir perusahaan tidak mampu bersainguntuk meraih pasaran di dalam negeri.Saat ini saja, peredaran rokok-rokok dariP. Jawa sudah lebih banyak daripadarokok produksi lokal. Melalui iklan yangcukup gencar, rokok dari P. Jawa berhasilmerajai wilayah Pematang Siantar.

Untuk itu Stella berharap agarkebijakan pemerintah dalam hal HJEuntuk pabrikan BKC di PematangSiantar, sebaiknya ada dispensasi.Kalau pemerintah tidak memikirkanmasalah HJE ini, Stella pesimisdengan perkembangan pabrikan BKCtersebut.

PERKEMBANGAN ROKOK ILLEGAL TIDAKMERESAHKAN

Saat ditanya mengenai tingkatkepatuhan para pengusaha BKC terhadapperaturan cukai, Stella menerangkanbahwa para pengusaha tersebut cukuppatuh. Hingga saat ini, pihaknya belummenemukan pabrikan yang memasarkanrokok illegal. Ia juga menerangkan bahwaperkembangan rokok illegal di PematangSiantar dan sekitarnya tidak meresahkan.Pabrikan di Pematang Siantar juga tidakpernah mengeluhkan adanya rokok illegal

RUMAH DINAS. Kondisi rumah dinas tidak layak huni. Kalaupun bisa dihuni, itupun karenaperawatan ekstra yang diberikan oleh pegawai.

ABDUL AZIS HADY. Di Pematang Siantar belumditemukan pabrik rokok illegal.

WBC/ATS

WBC/ATS

DAERAH KE DAERAH

Page 34: Warta Bea Cukai Edisi 383

33WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

yang mengganggu pasaran produkmereka khususnya di wilayah PematangSiantar.

Menurut Abdul Azis Hady, Korlak P2KPBC Pematang Siantar, beberapa waktulalu (Juni 2006) dilakukan operasi cukaidibawah komando Kanwil I DJBC Medan.Hasilnya, di wilayah kerja KPBCPematang Siantar tidak ditemukan pabrikrokok illegal, yang ditemukan hanya hasiltembakau yang menggunakan pita cukaiyang bukan haknya. (berbedapersonalisasinya), itupun hasil tembakauyang berasal dari P. Jawa, bukan daripabrik yang ada di Pematang Siantar.

Sebagai antisipasi terhadap peredaranrokok illegal, selama ini KPBC PematangSiantar telah mengadakan operasi pasardengan menekankan pada pentingnyasosialisasi terhadap rokok illegal. Sosiali-sasi tersebut antara lain memberikangambaran bahwa menjual rokok illegaladalah tindakan pidana dan dapat dipen-jara. Himbauan tersebut ditujukan kepadadistributor, toko/warung dan pedagang.

“Untuk itu, upaya-upaya penyadaranpada masyarakat terus dilakukan.Operasi pasar rutin juga terus kamilakukan dan kami siap bertindak jikaada informasi adanya rokok illegal diwilayah kerja kami,” tandas Stella.

Azis menambahkan, operasi pasar se-

cara rutin dilakukan 3 bulan sekali. Setiapada kesempatan selalu dilakukan operasi,terutama operasi-operasi pembinaan danpenyadaran kepada penjual dan distribu-tor agar tidak menjual rokok illegal.

Dari operasi pasar yang dilakukan,temuan yang didapat adalah adanyapenggunaan pita cukai yang bukanhaknya atau beda personalisasi danadanya rokok-rokok dengan pita cukaiyang sudah kadaluarsa misalnya adanyahasil tembakau dengan pita cukai dibawahtahun 2006 yang masih di jual. Terhadaphal ini dilakukan pembinaan dansosialisasi kepada distributor dan penjual.

Pada dasarnya, pengetahuan parapenjual terhadap pita cukai atau merekamenyebutnya dengan istilah ‘bandrol’sudah cukup baik. Mereka tidak akan maumenjual rokok tanpa bandrol namun yangmereka tidak tahu adalah masalahpersonalisasi. Tetapi hal ini dinilai wajarkarena pita cukai dengan personalisasibaru diterapkan dua tahun ini, itupun tidaksemua rokok ada personalisasinya.

“Sehingga, jika produk hasil tembakaudengan beda personalisasi kami temukandi pasar maka kami membeli beberapabungkus rokok tersebut danmelaporkannya ke Kantor Pusat karenatemuan yang kami temukan biasanyahasil tembakau produksi pabrik yang ada

di Pulau Jawa” kata Azis. Azis juga meng-ungkapkan bahwa di Pematang Siantarbelum ditemukan pabrik rokok illegal.

Stella menambahkan, penyuluhan dansosialisasi tentang pendeteksian pita cukaipalsu di Kantor Pusat DJBC pada akhirJuni lalu, sangat berarti dalammelaksanakan pengawasan terhadap pitacukai palsu. Pihaknya sudah beberapakali melakukan tes kelapangan untukmencoba alat-alat pendeteksi pita cukaitersebut, terutama lampu sinar ultra violetdan kaca pembesar. Untuk pendeteksiandengan cairan aktivator baru sesekalidigunakan karena belum ada indikasiadanya pemalsuan pita cukai.

“Dengan cara kasat mata sudah bisadi identifikasi pita cukai tersebut aslisehingga cairan aktivator jarang diguna-kan, namun biasanya untuk meyakinkankami menggunakannya juga sesekali,”kata Azis.

Dalam melakukan pengawasan terha-dap peredaran pita cukai, Stella mengakutidak mengalami kendala yang signifikan.“Selama pendekatan kita diterima terha-dap objek yang diawasi maka bentrokatau konflik tidak terjadi,” jelas Stella.

Berbicara mengenai penyelundupan,Stella mengungkapkan bahwa penyelun-dupan secara langsung di PematangSiantar tidak ada karena tidak adanya

SELURUH PEGAWAI KPBC Pematang Siantar berpose bersama.

DOK. KPBC PEMATANG SIANTAR

Page 35: Warta Bea Cukai Edisi 383

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

abu (2/8), WBC tiba di Medan,Ibukota provinsi Sumatera Utara.Medan merupakan kota terbesar

yang ada di Sumatera Utara. Tak heranjika kemacetan lalu lintas menjadipemandangan sehari-hari kota tersebut.Walaupun macet, para pengendarasudah lebih tertib mematuhi peraturanlalu lintas, mereka tidak lagi meneroboslampu merah. Dengan demikian,umpatan Ini Medan bung, bukan Jakar-ta… (umpatan yang sering dikeluarkanjika ada pengemudi yang menghentikanmobilnya saat lampu lalu lintasberwarna merah-red), sepertinya sudahtidak berlaku lagi.

Ketika mobil yang ditumpangi WBCmulai meninggalkan Kota Medan menujuPelabuhan Belawan yang terletak diluarKota Medan, tampaknya peraturan tertiblampu lalu lintas tidak berlaku lagi. Disetiap persimpangan yang ada lampu lalulintasnya, para pengemudi tidakmengindahkan lampu lalu lintas tersebut.Mereka dengan seenaknya meneroboslampu merah. Alhasil umpatan tadi seper-tinya masih berlaku di luar kota Medan.

Sinar matahari masih terik ketikaWBC tiba di KPBC Tipe A Belawan(yang berada dalam satu gedungdengan Kanwil I DJBC Medan-red).Saat ditemui WBC di ruang kerjanya,Eddy Kusuma, Kepala KPBC Tipe ABelawan menyambut WBC denganramah. Dalam perbincangan kami,Eddy mengatakan bahwa beberapawaktu yang lalu, KPBC Belawan telahmenyelesaikan proses serah terimakendaraan bermotor (mobil-red) hasiltegahan yang telah ditetapkan sebagaibarang yang menjadi milik negara padabeberapa instansi pemerintah.

Sesuai nota dinas Ketua TimPengkajian Pemanfaatan Kendaraan-kendaraan Bermotor yang telahditetapkan sebagai barang yang menjadimilik negara No. ND-43/TPPKB/2006tanggal 25 Nopember 2005, sejumlah 32unit mobil hasil tegahan KPBC Belawan,1 unit mobil hasil tegahan KPBCPekanbaru, 5 unit mobil hasil tegahanKPBC Tanjung Pinang, disetujui untukdijadikan inventaris instansi pemerintah.

Sebanyak 32 unit mobil bekas jenissedan Toyota Corona berhasil ditegahKPBC Belawan pada tahun 2005.Menurut Eddy, mobil-mobil tersebutmenjadi barang milik negara karenadokumen impornya bermasalah.Diantaranya, importir yang mengimpormobil tersebut tidak bisa melengkapisurat rekomendasi impor dariDepartemen Perdagangan hinggabatas waktu yang ditentukan. Dengandemikian sesuai peraturan yang ada,jika importir melewati batas waktu yangditentukan maka mobil tersebut menjadimilik negara.

Terhadap 32 unit mobil tersebutdihibahkan ke beberapa instansipemerintah seperti BIN (4 unit), KantorPelayanan Piutang dan Lelang NegaraBanda Aceh, Kanwil I Medan (2 unit),Komisi Yudisial (4 unit), KPPN BandaAceh, Ditjen Perbendaharaan (1 unit),Kanwil DJP Sumatera Bagian Utara II(3 unit), Biro Hukum Depkeu (1 unit),Kanwil XIII Banda Aceh, DJBC (3 unit),KPBC Sabang (2 unit), KPBC UleeLheue (2 unit), KPBC Iskandar Muda (2unit), KPBC Meulaboh (1 unit), KPBC

KPBC Tipe A Belawan

Target penerimaan semester I (hingga Juli 2006) untuk KPBCTipe A Belawan, telah melampaui target semester I. Targettersebut berasal dari Bea Masuk.

R

MAKIN BERKURANGPENYELUNDUPAN

pelabuhan laut maupun udara. Namundemikian, dua tahun lalu KPBCPematang Siantar pernah dimintamenjadi saksi ahli dalam persidangankasus penyelundupan gula yangbarang buktinya ditangkap di wilayahPematang Siantar.

Azis menambahkan, bersama-sama dengan Pemerintah Kotasetempat dan jajaran intelijen lainnya,KPBC Pematang Siantar juga masukdalam Komunitas Intelijen Daerah(Kominda) dalam melakukan penga-wasan. Tak hanya itu, kerjasama jugadilakukan dengan para pengusahaBKC. Kerjasama tersebut berupapemberitahuan informasi kalau adapedagang yang menjual rokok illegal.

“Jadi ketika pengusaha BKCmenyetorkan rokoknya ke warung-warung, mereka juga mengecekapakah diwarung tersebut ada rokokyang diduga rokok illegal. Jika ada,mereka akan beli dan menyerah-kannya pada petugas bea cukai. Jadimereka sangat pro aktif,” ujar Azis.

SULIT MERUBAH PARADIGMASaat disinggung mengenai integri-

tas pegawai, Stella memberitahukanpada anggotanya agar paradigma Beadan Cukai sebagai birokrat yangberada diatas harus diubah, pasalnyapegawai bea cukai merupakanpelayan masyarakat. “Yang sulitadalah merubah paradigma dari yangtadinya sebagai birokrat menjadipelayan masyarakat,” katanya.

Ia juga berupaya menekankanpada anggotanya bahwa menjalinkomunikasi antar pegawai bea cukaisangat penting. Dalam menjalankantugas, Stella selalu melibatkan paraanggotanya untuk bersama-samaberpikir dan mencari solusi atas suatumasalah. Tak hanya itu, untuk mening-katkan keterampilan dan pemahamanpegawai terhadap peraturan, seba-nyak 2 kali tiap bulan diselenggarakanP2KP sebanyak dengan materi-materikepabenan dan cukai yang dibutuhkandalam tugas rutin sehari-hari.

Ia juga mengatakan, SDM yangdimiliki oleh KPBC Pematang Siantarsaat ini sudah memadai dengantingkat pendidikan yang cukupmemadai. Dari 24 pegawai, 5 pegawaidiantaranya adalah sarjana, 2 orangsedang menempuh S2 dan sisanyalulusan SMA/sederajat.

Mengenai permasalahan rumahdinas yang jumlahnya ada 29 rumah,Stella mengatakan bahwa semuanyadalam kondisi tidak layak. “Kalaupunsekarang bisa dihuni, itupun karenaperawatan ekstra yang diberikan olehpegawai,” tuturnya. Namun hal itu te-lah disampaikan ke Pusat dan telah men-dapat tanggapan. Lokasi perumahantersebut tersebar di beberapa tempatyakni, Meranti, Asahan, Kabu-Kabu,Tualang dan Surung Dayung.

DAERAH KE DAERAH

EDDY KUSUMA. Saat ini pihaknya juga lebihfokus pada upaya menertibkan para penggunajasa agar memberitahukan barangnya secarabenar dan jujur.

WBC/ATS

ifa

Page 36: Warta Bea Cukai Edisi 383

35WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Lhokseumawe (1 unit), Dit. TeknisKepabeanan DJBC (2 unit), Dit. P2DJBC (2 unit), Biro Hukum Depkeu (1unit), Kanwil I Banda Aceh, DitjenPerbendaharaan (1 unit).

Namun demikian, hingga berita iniditurunkan (31/8), 3 unit mobil yangakan dihibahkan ke Kanwil DJPSumatera Bagian Utara II belum diambiloleh pihak penerima. Eddymenambahkan, Kanwil I DJBC Medandan KPBC Belawan sendiri memangtidak mendapatkan mobil hibahtersebut dikarenakan tidak memintanya.

“Sebenarnya, tidak ada aturan yangmengharuskan pengajuan permohonanuntuk memperoleh barang hibah. Tapikebetulan kali ini ada beberapa instansiyang mengajukan permohonan. Danjika dilihat dari wilayah yang menerima,paling banyak dihibahkan ke instansiyang ada di Aceh karena disanakekurangan mobil akibat tsunami,” jelasEddy.

Tommy T.S. Kepala Seksi P2 KPBCBelawan menambahkan, yang memu-tuskan mobil-mobil tersebut dihibahkanke suatu instansi adalah Tim Pengkaji-

an Pemanfaatan Kendaraan-kendaraanBermotor yang Telah Ditetapkansebagai Barang Milik Negara, yang adadi Kantor Pusat DJBC (dalam hal ini Dit.P2-red). Jadi, setelah ada persetujuanMenteri Keuangan, mobil-mobil tersebutdihibahkan sesuai keputusan tim.KPBC Belawan hanya melakukan pro-ses administrasi terhadap mobil-mobiltersebut.

TARGET SEMESTER I TERLAMPAUIBerbicara mengenai target

penerimaan, yang terealisasi pada tahun2005 sebesar Rp 270.160.941.543; atau87,46 persen dari target yang ditetapkanyakni sebesar Rp 308.908.500.000;.Sedangkan target yang dibebankan padaKPBC Belawan untuk tahun 2006 adalahsebesar Rp 303.260.920.000;. Untuksemester I (hingga Juli 2006) target yangsudah dicapai sebesar Rp196.981.571.592; atau 111,92 persen daritarget semester I.

Menurut Eddy, target tersebutberasal dari Bea Masuk (BM) karena diBelawan tidak ada pemasukan cukai.Hal itu bisa dilihat dari komoditi imporyang paling banyak menyumbangpenerimaan diantaranya adalah beras,gula, tepung terigu, jagung dan pakanternak. Barang-barang tersebut dianta-ranya diimpor dari Eropa, Australia,Hongkong dan India.

Dalam hal pengawasan Tommymengatakan, saat ini tingkat penyelun-dupan di Belawan semakin menurun.Barang-barang selundupan yangditegahpun tidak dalam bentuk massal(banyak). Misalnya saja beberapa bulanyang lalu, KPBC Belawan menegahbeberapa buah televisi selundupanyang merupakan barang bawaan ABK.

“Jadi, sekarang ini yang kita tegahbiasanya hanya barang bawaan ABKyang berasal dari kapal-kapal yang rutinmelalui jalur Medan-Singapura. Barang-barang itu berupa televisi bekas, radiobekas dan jumlahnya tidak banyak,”imbuh Tommy.

Berkurangnya tingkat penyelundup-an di Belawan juga dikarenakan sejaktahun 2006 KPBC Belawan makinmengintensifkan pemeriksaan barang.Menurut Eddy, untuk importir yangterkena jalur merah, pemeriksaan fisikyang dilakukan rata-rata mencapai 100persen. “Makanya, sekarang kita tinggalmeluruskan saja agar para importir daneksportir yang nakal itu bisa kita ken-dalikan. Kita beritahukan pada merekabahwa sekarang bukan jamannya lagimelakukan penyelundupan,” imbuhEddy.

Tak hanya itu, saat ini pihaknya jugalebih fokus pada upaya menertibkanpara pengguna jasa agar memberitahu-kan barangnya secara benar dan jujur.Caranya, dengan mengadakanpertemuan setiap bulan dengan parapengguna jasa. Pertemuan tersebutdiharapkan dapat menjadi ajang

KPBC TIPE A BELAWAN

WB

C/A

TS

Page 37: Warta Bea Cukai Edisi 383

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

komunikasi antara KPBC Belawan danpengguna jasa. Pengguna jasa bisamemberitahukan kendala yang dialami-nya di lapangan dan memberikan inputpada Bea dan Cukai agar memperbaikikinerja Bea dan Cukai.

Tommy menambahkan, kendalayang kerap dihadapi adalah belum bisaditerimanya peraturan Bea dan Cukaisecara utuh oleh para pengguna jasa.Ia mencontohkan masalah impor pupukyang harus disertai dokumen dariinstansi lain dan wajib mengirimkansample pupuk tersebut ke Jakarta (wa-jib SNI-red). “Menunggu keluarnya su-rat dari SNI itu kan bisa memakan wak-tu 1-2 bulan dan pengguna jasa tidakmau tahu kenapa pupuknya kita timbun,tidak kita keluarkan,” kata Tommy.

Menurut Eddy, aturan titipan terse-but (wajib SNI-red) terlalu birokrasi danBea Cukai tidak bisa menyederhanakanproses wajib SNI tersebut. Padahal tu-gas Bea Cukai adalah menjaga kelan-caran arus barang baik ekspor maupunimpor tanpa melemahkan pengawasan.“Jadi, dengan tertimbunnya pupukterlalu lama secara otomatis kelancaranarus barang terganggu. Padahalidealnya antara pengawasan dan men-jaga kelancaran arus barang harusdilakukan secara seimbang,” tandasEddy.

Saat disinggung mengenai infra-struktur Pelabuhan Belawan, Tommymengatakan bahwa infrastrukturtersebut perlu ditingkatkan kembali.Pasalnya, panjang dermaga yangada saat ini tidak bisa menampungbanyaknya kapal yang akanbersandar. Akibatnya, antrian kapaluntuk sandar pun terjadi dan hal itumenimbulkan high cost economy.

Ditambah lagi masalah peralatanseperti pipa untuk mengangkut CPO(crude palm oil) yang akan dieksporke dalam kapal. Pipa tersebut beradadi pelabuhan lama dimana infrastruk-tur di pelabuhan lama tersebut masihminim. Kemudian mengenai crane(alat untuk menurunkan kontainerdari kapal ke darat dan sebaliknya-red) yang berada di Pelabuhan Bela-wan, kerap mengalami kerusakan.Dengan keadaan tersebut, Indonesiasulit untuk bersaing dengan negaratetangga seperti Malaysia danSingapura.

DISIPLIN PERLU DITINGKATKANUntuk meningkatkan SDM

pegawai KPBC Belawan, setiap bulansecara rutin dilakukan P2KP.

Kemudian, setiap ada ketentuan atauperaturan baru, peraturan tersebutdengan segera disosialisasikan padapara pegawai.

Sesuai anjuran Dirjen Bea danCukai, dalam rangka meningkatkanintegritas pegawai, upaya yang saatini dilakukan adalah meningkatkandisiplin pegawai diantaranya padasaat masuk maupun pulang kantor.Dengan meningkatnya disiplin pega-wai diharapkan integritas pegawaijuga akan meningkat. Namundemikian, lanjut Eddy, untuk melatihkedisiplinan pegawai bukanlahperkara yang mudah dan tidak bisaterwujud dalam waktu yang singkat,dibutuhkan kesabaran.

Saat ini Eddy melihat para pega-wai di lingkungan KPBC Belawansudah mulai sadar dan saling mema-hami dalam menjalankan kedisiplinantersebut. Apalagi belakangan iniKPBC Belawan sering dikunjungi pe-jabat negara. Seperti beberapa waktulalu (Juli), Menteri Perhubungandidampingi Dirjen Bea dan Cukai me-lakukan sidak ke KPBC Belawan danPelabuhan Belawan untuk memantaukelancaran arus barang ekspor danimpor.

Sedangkan kalau berbicaramengenai kualitas pegawai yang adadi KPBC Belawan, tentu berbedadengan kualitas pegawai yang ada diJakarta. Tommy mencontohkan,seorang pemeriksa yang bekerja diTanjung Priok, Jakarta, tentumenghadapi banyak tantangan,diantaranya barang yang diperiksalebih bervariasi. Hal itumenyebabkan pegawai di TanjungPriok memiliki pengalaman yanglebih banyak dibandingkan pegawaidi Belawan. Di Belawan, barang yangdiperiksa cenderung itu-itu saja ataukurang bervariasi.

“Tapi sebenarnya itu bukanalasan, karena pegawai juga harusbelajar. Tapi kenyataannya ya sepertiitu,” imbuh Eddy.

Di akhir wawancara Eddy meng-ungkapkan harapannya terhadapinstitusi Bea dan Cukai. Karena ke-depannya Bea dan Cukai berhadap-an dengan lalu lintas barang eskporimpor, ia berharap agar penyelundup-an dapat diminimalisasikan. “Kitatidak ingin yang muluk-muluk. Kitahanya ingin arus barang lancar,pengawasan juga berjalan lancar dansemua importir patuh memberitahu-kan apa adanya sehingga target ter-capai, itu tujuan kita,” tandas Eddy.

Tommy menambahkan, kalau adakebijakan atau keputusan barudiharapkan segera disosialisasikandan semua pegawai juga harusmengetahuinya. “Kita juga berharapagar perekonomian negara kita lebihmaju dan kegiatan ekspor impor ma-kin meningkat,” imbuh Tommy.

TOMMY T.S. Kendala yang kerap dihadapi adalahbelum bisa diterimanya peraturan Bea dan Cukaisecara utuh oleh para pengguna jasa.

MOBIL HIBAH. Sebanyak 32 unit mobil bekas jenis sedan Toyota Corona yang ditegah KPBCBelawan, telah ditetapkan sebagai barang yang menjadi milik negara dan dihibahkan ke beberapainstansi pemerintah.

WBC/ATS

WBC/ATS

DAERAH KE DAERAH

ifa

Page 38: Warta Bea Cukai Edisi 383

37WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

eperti yang diadakan di Kanwil XDJBC Balikpapan bekerjasamadengan KPBC Tipe A Balikpapan

menyelenggarakan berbagai perlombaanuntuk memperingati HUT KemerdekaanRI ke-61. Rangkaian perlombaan sudahdimulai sejak tanggal 19 Juli 2006 denganmenggelar lomba berbagai cabangolahraga, seperti bulutangkis, tennis, tenismeja, gaple, futsal, sepakbola, bola volidan tarik tambang.

Sejak semula panitia acara HUTKemerdekaan RI ke-61 Kanwil XBalikpapan yang diketuai olehSukawanto, Kasubbag Kepegawaian,berusaha untuk mengemas acarasemeriah mungkin. Keinginan panitia pun

disambut antusias dengan keikutsertaanpara pejabat dan pegawai di lingkunganKanwil X dan KPBC Balikpapan dalamberbagai ajang perlombaan.

Salah satu lomba yang paling meriahadalah sepakbola. Pertandingan sepak-bola mempertandingkan tim Kanwil X Ba-likpapan melawan tim KPBC Balikpapan dilapangan Gunung Pasir. Pertandinganyang ditandai dengan kick-off opening(tendangan bola pertama) oleh Rudy Her-nanto, Kabbag Umum Kanwil X Balikpa-pan, berlangsung cukup seru. Waktu 2 x35 menit cukup bagi tim Kanwil X untukmengalahkan tim KPBC Balikpapan de-ngan skor 3-1. Atas kemenangan itu, timKanwil X yang dikapteni oleh HeriSubagyo berhak menerima trophy danhadiah yang diserahkan langsung olehRudy Hernanto.

Puncak acara HUT Kemerdekaan RIke-61 di Kanwil X diadakan pada tanggal27 Agustus 2006 dengan menggelaracara semacam “Family day”. Acara yangdiadakan di halaman Kanwil X Balikpapanini khusus ditujukan kepada keluargapegawai khususnya anak-anak. Untuk itupanitia menggelar lomba yang bersifatringan dan lucu, seperti lomba makankerupuk, memasukkan pensil dalam botol,mewarnai dan berjalan dengan balon.

Acara tersebut dibuka oleh RudyHernanto mewakili Kakanwil X Balikpapanyang berhalangan hadir. “Harapan saya(acara ini) bisa menjalin silaturahmi bagi

Agustusandi Kanwil X DJBC BalikpapanBangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasapara pahlawannya. Untuk mengenang jasa para pahlawan danmengisi kemerdekaan RI, sudah menjadi tradisi kita untukmerayakannya dengan berbagai kegiatan termasuk menggelaraneka perlombaan.

warga Bea Cukai. Semoga keakraban dansituasi ini bisa dipertahankan dan malahditingkatkan,” kata Rudy yang jugabertindak sebagai penanggung jawabpanitia dalam sambutan pembukaannya.

Di sela-sela acara, ibu-ibu DharmaWanita memanfaatkan waktu denganmengadakan acara arisan di aula KanwilX Balikpapan. Selain arisan, DharmaWanita juga membagi-bagikan hadiahbagi ibu-ibu.

“Satu…dua…tiga!,” teriak panitia dananak-anak mulai berlari untuk menjadiyang pertama. Para orangtua turut berte-riak memberi semangat ank-anaknya.Anak-anak pun makin senang, pasalnyaselain hadiah lomba, panitia juga memba-gikan souvenir hadiah pada anak-anak.

Untuk kategori dewasa, digelar lombaberjalan di atas kardus dan sepakbolaterong. Sepakbola terong adalahmenggunakan terong sebagai pemukulyang digantung dibelakang tubuh untukmemukul jeruk sebagai bola sampai garisfinis. Lomba ini sangat diminati pegawaitermasuk pejabatnya, pasalnya hadiahyang diperebutkan adalah sebuah TV 14”.Akhirnya hadiah TV itu berhasil direbutoleh Andin dan diserahkan langsung olehRudy Hernanto.

Keakraban antar keluarga pegawaisemakin hangat seiring dengan acaramakan siang bersama dan dilajutkanpembagian doorprize. Dengan diiringi olehsajian musik dari Douane Band, panitiamembagikan berbagai macam doorprize,seperti kompor gas, rice cooker, VCD, danbanyak lainnya.

Menutup rangkaian acara HUT Ke-merdekaan RI ke-61 Kanwil X Balikpapan,pada tanggal 30 Agustus 2006 malam haridiadakan acara ramah tamah sekaliguspembubaran panitia di Tip Top restaurant.Acara dihadiri sebagian besar pegawaitermasuk para pejabat, termasuk diantara-nya Kakanwil X Balikpapan, Faried S.Barchia. Hadir pula Kepala KPBCSamarinda (sekarang menjabat Kabid diPusdiklat Bea Cukai), J. Didit Krisnadiyang turut menyumbangkan sebuah lagudi kesempatan itu.

JUARA SEPAKBOLA. Rudy Hernantomenyerahkan trophy kepada kapten sepakbolatim Kanwil X Balikpapan, Hery Subagyo. TIM SEPAKBOLA. Sebelum pertandingan, kedua tim saling berfoto bersama.

SEPAKBOLA TERONG. Saling adu cepat memukuljeruk dengan terong untuk dapat TV.

S

DAERAH KE DAERAH

dons, balikpapan

FOTO : DONS

FOTO : DONS FOTO : DONS

Page 39: Warta Bea Cukai Edisi 383

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Direkturdan Seluruh Staf

DIREKTORAT

TEKNIS KEPABEANANDirektur

dan Seluruh Staf

DIREKTORAT

FASILITAS KEPABEANANDirektur

dan Seluruh Staf

DIREKTORAT

CUKAIPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL I DJBC TIPE A

MEDANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

MEDANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

BELAWANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

TELUK NIBUNGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

RANAI

Page 40: Warta Bea Cukai Edisi 383

39WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

TANJUNG PINANGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

BANDAR LAMPUNGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

PANGKAL PINANGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

BENGKULUPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

JAKARTAPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PASAR BARUPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

MERAKPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

PURWAKARTA

Direktur Jenderal

BEA DANCUKAI

Sekretarisdan Seluruh Staf

SEKRETARIATDIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

Direkturdan Seluruh Staf

DIREKTORATPENCEGAHAN DAN

PENYIDIKAN

B A T A M

Page 41: Warta Bea Cukai Edisi 383

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

BOGORPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

CIREBONPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL VI DJBC TIPE A

SEMARANGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

KUDUSPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

TEGALPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PEKALONGANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

JUANDAPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

GRESIK

Page 42: Warta Bea Cukai Edisi 383

41WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Pimpinan dan Seluruh StafKPBC TIPE A

PEKAN BARU

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

BOJONEGOROPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

BLITARPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PANARUKANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PROBOLINGGOPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

BENOAPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

MAUMEREPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL IX DJBC TIPE B

PONTIANAKPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL VIII DJBC TIPE B

DENPASAR

Pimpinandan Seluruh Staf

KANWIL IV DJBC TIPE A

JAKARTAPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL VII DJBC TIPE A

SURABAYA

Pimpinan dan Seluruh StafKPBC TIPE A

TANJUNG BALAI KARIMUNPimpinan dan Seluruh Staf

KANWIL III DJBC TIPE B

PALEMBANGPimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A KHUSUS

TANJUNG PRIOK I

Page 43: Warta Bea Cukai Edisi 383

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

PONTIANAKPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

ENTIKONGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PULANG PISAUPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

KETAPANGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

BALIKPAPANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

SAMARINDAPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

KOTABARUPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

TARAKAN

Page 44: Warta Bea Cukai Edisi 383

43WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

MAKASSARPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

MANADOPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

BAJO`EPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PANTOLOANPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

P O S O

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

MERAUKEPimpinan

dan Seluruh Staf

KANWIL XIII DJBC TIPE B

BANDA ACEHPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

ULEELHEUEPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

SABANGPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

PANGKALAN BUN

Kepala KantorBeserta Jajaran &Pembina, KetuaBeserta JajaranDharma Wanita

Persatuan

KPBC TIPE A

BEKASIPimpinan

dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

KUALA LANGSAPimpinan

dan Seluruh StafPANGKALAN

SARANA OPERASI TIPE B

PANTOLOAN

Pimpinandan Seluruh Staf

BPIB TIPE A

JAKARTADirektur

dan Seluruh Staf

Pimpinandan Seluruh Staf

KPBC TIPE A KHUSUS

SOEKARNO HATTA

Pimpinan dan Seluruh StafKPBC TIPE A KHUSUS

TANJUNG PRIOK IIPimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

BANDUNGPimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

TANJUNG EMAS

Pimpinandan Seluruh Staf

PANGKALANSARANA OPERASI TIPE B

TANJUNG PRIOK

DIREKTORATPENERIMAAN & PERATURAN

KEPABEANAN DAN CUKAI

Page 45: Warta Bea Cukai Edisi 383

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

K A S M I NNamanya cukup singkat dan mudah diingat. Lahir di Kudus 15

September 1957. Awal penempatannya sebagai pegawai Bea danCukai, ia lalui di Tanjung Balai Karimun pada 1980 sebagai pelaksanabidang P2. Mutasi berikutnya pada 1983 pelaksana P2 di KPBCSemarang. 15 tahun di Semarang, tahun 1998 Kasmin mendapatkanpromosi sebagai Kasubsi Elektronik pada KPBC Pantoloan, tak lamakemudian Kasmin dipromosikan kembali menjadi Kepala KPBC BaganSiapi-api pada 2002.

Selama tiga tahun bertugas di Bagan Siapi-api, Kasmin merasapunya kesan tersendiri. Sebab selama penugasan dan memimpin iahampir tidak menemui kendala yang berarti.Tentu saja hal itu berkatdukungan segenap pegawai KPBC Bagan Siapi-api. Pengalamanbertugas yang juga sangat berkesan pada saat diperbantukan menjadiKomandan Patroli kapal pada 2000.

Ketika berpatroli di perairan Nunukan jam sepuluh malam, ia danrekan-rekannya berhasil menangkap kapal bermuatan kayu hitam tanpadilengkapi dengan surat / dokumen pelindung yang akan diselundupkanke Malaysia. Berkat kewaspadaan dan kesigapan anak buah kapalpatroli Bea dan Cukai, kapal dan muatannya dapat diamankan danditarik ke pangkalan.

Jabatan Kasmin saat ini sebagai Kepala KPBC Probolinggo. Ditanyamengenai kiat-kiatnya dalam memimpin KPBC Probolinggo iamengutarakan selalu fleksibel dalam menjalankan tugas, hal itu jugaditerapkan kepada anak buahnya.

G U S T A M IJalan hidup seseorang memang banyak misteri. Gustami yang

awalnya merantau dari kampungnya Teluk Pakadai untuk bekerjadi Perbatasan Entikong-Tebedu, kini menjadi seoarang pegawaiBea dan Cukai. “ Saya dulu bekerja serabutan membantu orang-orang yang lalu lalang di perbatasan seperti pengisian formulir,paspor, dan dokumen lainnya,” tutur pria yang murah senyum inimengawali ceritanya.

“Selanjutnya pada suatu saat saya dipanggil oleh seorangpegawai Bea dan Cukai bernama Sofyan Ahmadi untuk membantumengadministrasikan kendaraan yang keluar-masuk perbatasan.Sejak saat Januari 2001 itu saya menjadi pegawai honor lepasdalam artian tanpa ada skep pegawai honor dengan penghasilanlima belas ribu rupiah sehari, “ kenangnya.

Tidak lama kemudian ia diperbantukan di KPBC Entikong karenawaktu itu kekurangan pegawai dengan melakukan tugas membuatlaporan dan pengetikan.

Ketika ditanya mengenai suka duka berdinas di Bea dan Cukai,Gustami yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada

T O M M Y H U T O M O , S H.Mungkin tidak banyak pegawai Bea Cukai yang seberuntung

Tommy Hutomo dengan mendapat kesempatan mengikuti kursus diJepang. Bagi pria kelahiran Jakarta, 13 Juli 1973 ini, pengalamanselama 2 minggu di negeri matahari terbit untuk mengikuti “TrainingCourse for PCA” yang diadakan oleh Ministry of Finance Jepangmemberikan suatu pengalaman yang luar biasa.

”Orang Jepang punya pikiran dan teknologi maju, tetapi tetapmenjunjung nilai – nilai budaya mereka. Misalnya, kita yang belajardi Pusdiklat mereka ( BC Jepang ), kita lihat anak – anakPusdiklatnya itu juga diajari tata cara minum teh, merangkai bunga( ikebana ), menulis kaligrafi Jepang (Sodho). Jadi artinya seninyatetap ( diajari ), tapi di Pusdiklat kita belum (mengajarkan sepertiitu),”ceritanya sambil menambahkan bahwa peraturan kepabeanankita banyak yang hampir sama dengan Jepang.

Tommy yang lulus Prodip III tahun 1995 ( Angkatan VIII ),merasakan penempatan pertama kali di Polonia Medan sejakJanuari 1996. Menurutnya Medan mempunyai tipikal tersendiri,terutama makanannya.”Orang-orangnya ramah, makanannyamantap dan karena sering ada penempatan ( rolling ) jadi banyakpengalaman,”kesannya.

Pada Maret 2000, Tommy dimutasikan di Kanwil IV TanjungPriok sebagai auditor. Tiga tahun kemudian, tepatnya Maret 2003,kembali dia dipindahkan ke Kanwil X Balikpapan.“Di Balikpapan ini

SIAPA MENGAPA

Page 46: Warta Bea Cukai Edisi 383

45WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

“Fleksibel dalam artian meskipun serius dansantai tapi faktor kedisiplinan juga perlu menjadiperhatian,” ujar suami dari Widji Astuti, yang daripernikahannya telah dikaruniai dua orang anak, yaituEko Widjaja dan Dwi Widjaya.

Beberapa pendidikan kedinasan yang pernahdiikuti antara lain DPT II tahun 1991 di Jakarta, DiklatPemeriksa Barang angkatan V 1992 di Jakarta,Diklat PPNS tahun 1994 di Jakarta, dan DPT IIItahun 1998 di Jakarta.

Berpisah dengan anggota keluarga merupakanresiko yang harus ia jalani. Kebetulan istrinya bekerjasebagai perawat di Kudus, sehingga sulit untukmenemaninya pindah. Namun Kasmin bersyukurantara tugas dan keluarga keduanya bisa ia jalanitanpa rintangan. Hubungan dengan istri dan anak-anaknya yang berada di kota yang berbeda tidakpernah terputus. Setiap saat Kasmin menyem-patkan diri untuk berkomunikasi dengan keluargalewat telepon. Bahkan jika waktu memungkinkanbeberapa minggu sekali Kasmin pulang ke Kudusuntuk berakhir pekan. Ketika ditanya mengenai hobi,Kasmin mengaku bahwa ia tidak memiliki hobi yangspesial. Hanya terkadang melakukan jogging,bersepeda, dan renang.

saya ngerasain bahwa ternyata bisa mengunjungitempat-tempat yang tidak pernah terpikirsebelumnya, kayak ujung Nunukan, Tarakan,pedalaman Grogot dan Lawe – lawe. Kayaknyanggak akan terlaksana kalau nggak mengaudit (di Balikpapan ),”kata pria yang telah dikaruniaiseorang putri ( 6 tahun ) dari pernikahan denganEvie Rusmana. Di Balikpapan ini Tommy selaludipercaya untuk menangani semua acara yangdiadakan oleh Kanwil X Balikpapan, baik sebagaiMC maupun berbagai kepanitiaan.

Selama berkarier di Bea Cukai, berbagaipendidikan teknis telah didapatkan oleh pria yangjuga menjadi pengajar di Balai Diklat KeuanganBalikpapan, seperti Diklat Kontainer ( 1998 ),Diklat PKN dan Customs Valuation (1999) sertaBahasa Inggris (1999).

Kepada institusi DJBC, Tommy mempunyai suatuasa agar Bea Cukai harus benar-benar sejajardengan institusi kepabeanan lainnya. Bukan hanyakualitas pelayanan, tapi juga gaji (kesejahteraan).Diakhir wawancara Tommy berkesempatan menitipsalam.”Salam buat teman-teman di seluruh tanah airdimanapun ditempatkan…”

Desember 2004 ini mengatakan, “ Dulu ketika adaIbu Lili (mantan Kasi Pabean KPBC Entikong)satu-satunya wanita yang ada di KPBC Entikongterasa ada seorang ibu yang membimbing, danbanyak acara contoh makan bersama dan bukapuasa bersama. Karena beliau pindah terasa lain,perlu kiranya pegawai wanita di KPBC Entikonguntuk memberi warna bagi kantor”

Di usia yang menginjak 26 tahun ini Gustamimerasa bersyukur menjadi pegawai DJBC karenasudah memiliki masa depan yang jelas dan akanselalu berpikir dan berbuat yang tebaik bagiinstitusi yang dicintainya.Selain itu diaberkeinginan pula melanjutkan studi ke jenjangyang lebih tinggi.

Gustami memiliki suatu harapan kepada organi-sasi DJBC,”Saya harap Bea dan Cukai bisa diterimamasyarakat luas dengan citra yang baik ,” harap priakelahiran 9 Januari 1980.

info buku

CATATAN:Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000

Rp. 120.000

MAJALAH WARTA BEA CUKAIKantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan CukaiJl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230Telp.Telp.Telp.Telp.Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154Fax.Fax.Fax.Fax.Fax. (021) 4892353 / E-mail:E-mail:E-mail:E-mail:E-mail: wbc.cbn.net.iddengan Hasim / Kitty

MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKANBUKU SEBAGAI BERIKUT:

BILA ANDA BERMINAT,

LANGGANAN MAJALAHWARTA BEA CUKAI

No Lama Diskon Harga Harga luarBerlangganan Jabotabek Jabotabek

1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 40 40 40 40 40.....555550000000000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 43 43 43 43 43.....5555500000000002 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 78 78 78 78 78.....000000000000000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 84 84 84 84 84.....0000000000000003 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1Rp. 1Rp. 1Rp. 1Rp. 15050505050.000.000.000.000.000 Rp. 1Rp. 1Rp. 1Rp. 1Rp. 16262626262.000.000.000.000.000

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Sudah Termasuk Ongkos Kirim

BUNDEL WBC 2005Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (EdisiJanuari - Desember)

Bambang Wicaksono

Bambang Wicaksono

dons, balikpapan

Page 47: Warta Bea Cukai Edisi 383

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

KONSULTASIKEPABEANAN & CUKAI

Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos, fax ataupune-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukandengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

Memperhatikan Surat KeputusanDirektur Jenderal Bea dan CukaiNomor : KEP-151/BC/2003 tanggal28 Juli 2003 tentang Tata LaksanaKepabeanan di Bidang Ekspor danKep-63/BC/1997 tentang TataLaksana Pemasukan danPengeluaran Barang dari dan keKawasan Berikat, dengan ini mohondiberikan penjelasan tentang hal-halberikut :1. Apakah dapat diijinkan

dilakukannya Konsolidasi BarangEkspor barang jadi hasil olahanantar PDKB? Apakah harusdilakukan oleh perusahaanKonsolidator?

2. Apakah perusahaan PDKB diijinkanmembuat pemberitahuan PKBE ?

3. Bagaimana bila lokasinya tidakdalam satu Kawasan Berikat ?Misal PDKB di Semarang akanmengkonsolidasi barang eksporpada PDKB di Surabaya dan akandiekspor melalui Surabaya ?

4. Bagaimana apabila 2 atau lebihperusahaan dalam satu grup telahmemberitahukan perusahaanantar PDKB dalam grupnyakepada Direktur Jenderal ?

5. Apakah diijinkan Petugas/PejabatBea Cukai yang mengawasi PKBmerangkap PDKB melakukanpengawasan konsolidasitersebut? Apabila bolehbagaimanakah tata laksananya ?

FERRY INDRAJAYANIP. 060082369

Pegawai pada Kantor PelayananTipe A Juanda Surabaya

Jawaban :Sehubungan dengan pertanyaan

dimaksud, kiranya dapat kamisampaikan tanggapan/jawabansebagai berikut :1) Bahwa konsolidasi barang ekspor

barang jadi hasil olahan antaraPDKB dapat diijinkan denganpengawasan Bea dan Cukai.Konsolidasi dimaksud dilakukanoleh konsolidator yang telahmendapat persetujuan sebagaikonsolidator barang ekspor darikantor pabean yang mengawasi.

2) Pemberitahuan KonsolidasiBarang Ekspor (PKBE) diajukanoleh pengusaha konsolidasi/konsolidator. PKBE dapatdiajukan oleh PDKB dalam halPDKB dimaksud telahmendapatkan persetujuansebagai konsolidator barangekspor dari KPBC yangmengawasi PDKB dimaksud.

3) Konsolidasi barang ekspor asalKB dapat dilakukan di KB, TPS,atau Tempat Lain di LuarKawasan Pabean. Barang eksporyang akan dilakukan konsolidasidi KB dapat berasal dari PDKBdalam KB yang bersangkutan,dari DPIL, dan/atau dari PDKB diluar KB yang bersangkutan.Dengan demikian kasus sepertiyang Saudara pertanyakan dapatdiperbolehkan dengan tatacarasesuai ketentuan dalam lampiranXV Keputusan Dirjen BC NomorKep-63/BC/1997.

4) Maksud dari pertanyaan yangSaudara ajukan (nomor 4) kurang

jelas. Namun demikian apabilayang Saudara maksud daripertanyaan tersebut adalahketentuan pelaksanaankonsolidasi ekspor yangdilakukan oleh beberapa PDKByang tergabung dalam satu grupperusahaan, maka tatalaksanakonsolidasi barang ekspor tetapmengacu pada ketentuan dalamlampiran XV Keputusan Dirjen BCNomor Kep-63/BC/1997.

5) Bahwa yang melakukanpengawasan terhadappelaksanaan konsolidasi barangekspor adalah petugas bea dancukai di tempat konsolidasi.Dalam hal konsolidasi dilakukandi KB, maka dapat dimungkinkanpetugas yang mengawasi PKB/PDKB sekaligus merangkapsebagai petugas yang melakukanpengawasan konsolidasi.Ketentuan yang mengatur tentangkonsolidasi barang ekspor asalKB dapat Saudara pelajari lebihlanjut pada Keputusan DirekturJenderal Bea dan Cukai NomorKep-63/BC/1997 tanggal 25 Juli1997, pasal 49 dan lampiran XVserta pasal 16 Keputusan DirekturJenderal Bea dan Cukai NomorKep-151/BC/2003 tanggal 28 Juli2003.

Demikian untuk dimaklumi.

Direktur Teknis Kepabeanan

Teguh IndrayanaNIP 060054090

KONSOLIDASIBARANG EKSPOR DARI KB

Page 48: Warta Bea Cukai Edisi 383

47WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

NO

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

N A M A

Drs. Sjahrir Djamaluddin

Nanang Tadjudin, SH

Drs. Purwanto

Asan Sitanggang, SH

Edy Muljadi

Said Attamimi

Zulnaidi, SH

Jusuf Indharto

Toersilowati

Sri Redjeki

Djamnur

Sjamsul Bachri

Hatam Sadli

Giri Subagio

N I P

060034881

060034205

060060010

060034173

060034189

640009469

060034193

060045635

060040715

060032053

060040051

060052417

060032171

060045364

GOL

IV/e

IV/c

IV/c

IV/c

IV/a

IV/a

IV/a

III/c

III/d

III/c

III/b

III/a

II/b

II/b

J A B A T A N

Sekretaris Direktorat Jenderal

Kepala Bagian Umum

Kepala Bagian Perlengkapan

Kepala Perwakilan Bea dan

Cukai

Kepala Seksi Tempat

Penimbunan I

Kasubbag Umum

Kasubbag Umum

Korlak Adm. Pemeriksa

Dokumen

Pelaksana

Pelaksana

Pelaksana

Pelaksana

Pelaksana

Pelaksana

K E D U D U K A N

Sekretariat KP DJBC

Kanwil I DJBC Medan

Sekretariat KP DJBC

Kedubes RI di Hongkong

KPBC Tipe A Tg. Balai Karimun

KPBC Tipe A Bekasi

KPBC Tipe A Batam

KPBC Tipe A Tanjung Emas

Dit. IKC KP DJBC

KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok I

KPBC Tipe A Bekasi

KPBC Tipe A Tg. Pinang

KPBC Tipe C Bima

Pangsarop Tipe A Tg. Balai Karimun

PEGAWAI PENSIUNT.M.T 01 OKTOBER 2006 PERIODE T.A 2006

R A L A TPada rubrik Info Pegawai di WBC Edisi 382/September 2006 terdapat kesalahan penulisan pada nomor urut 7.Data yang sebenarnya adalah seperti tersebut di bawah ini ;Nama : Trisno Wardoyo, SHNIP : 060034199Gol : IV/aJabatan : Kepala Seksi Perbendaharaan KPBC Tipe A MalangDemikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

BERITA DUKA CITATelah meninggal dunia, SIMPLISIUS KALU (35), pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Atapupu,

pada hari Selasa, 15 Agustus 2006 di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.Jenazah telah dimakamkan di Atapupu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kantor dan seluruh karyawan serta keluarga besar Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Atapupumengucapkan turut belasungkawa.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang ditinggalkansemoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin

INFO PEGAWAI

Page 49: Warta Bea Cukai Edisi 383

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ertempat di Graha ShawalaDepartemen Keuangan (Depkeu),Menteri Keuangan Sri Mulyani

Indrawati, sesuai dengan KeputusanMenteri Keuangan Republik Indonesianomor 572/KMK.01/UP.11/2006 dannomor 573/KMK.01/UP.11/2006 tentangmutasi para pejabat eselon IIdilingkungan Departemen Keuangan,pada Jum’at 1 September 2006melantik tujuh pejabat eselon IIdilingkungan DJBC yang mendapatkanmutasi pada akhir tahun ini. Padamutasi kali ini satu pejabat eselon IIImendapatkan promosi menjadi eselonII untuk Kantor Wilayah XII DJBCAmbon dan satu pejabat dimutasikandilingkungan BPPK.

Selain melantik dan mengambilsumpah pejabat eselon II dilingkunganDJBC, Menteri Keuangan (Menkeu)juga melantik beberapa pejabat eselonII dilingkungan Depkeu, antara lainDirektorat Perbendaharaan, InspektoratJenderal, Badan Pengkajian Ekonomi,Keuangan dan KerjasamaInternasional, dan Badan Pendidikandan Pelatihan Keuangan.

Acara yang dihadiri oleh seluruhpejabat eselon I dan II dilingkunganDepkeu, juga disaksikan oleh mantanMenkeu Marie Muhamad yang juga

bertindak selalu tim pengawas kinerjaDepkeu dan beberapa pejabat timpengawas lainnya.

Dalam kata sambutannya Sri Mulya-

ni mengatakan, mutasi yang dilaksana-kan pada kali ini adalah suatu hal yangbiasa dalam organisasi, selain untukmengisi kekosongan jabatan juga seba-

Mutasi Dan PromosiPEJABAT ESELON II DILINGKUNGAN DJBCDILANTIK. Sebanyak enam pejabat eselon II dilingkungan DJBC mendapatkan mutasi untuk kesekian kalinya, dan satu pejabat eselon III mendapatpromosi menjadi eselon II.

Menteri Keuangan melantik dan mengambil sumpah tujuh pejabat eselon II Direktorat JenderalBea dan Cukai (DJBC), yang mendapatkan mutasi untuk yang kesekian kainya, sementara itu satuorang pejabat eselon III di promosikan menjadi pejabat eselon II.

ESELON IV. Di hari yang sama Sekditjen juga melantik tujuh pejabat eselon IV dan 18 CNPSdilingkungan DJBC

B

INFO PEGAWAI

Page 50: Warta Bea Cukai Edisi 383

49WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

gai mata rantai dari rangkaian upayauntuk menata organisasi pemerintahankhususnya dilingkungan Depkeu.Selain itu hal ini juga sebagaipenugasan sekaligus untuk pemutaranatau mutasi dari berbagai posisi, sertapenyegaran bagi pejabat-pejabat yangdilantik maupun yang digantikan.

“Kegiatan yang dilakukan pada hariini tidak terlepas dari langkah awalpelaksanaan keputusan Presidennomor 66 tahun 2006 tentang unitorganisasi dan tugas dari eselon IKementerian negara Republik Indone-sia, serta keputusan Menkeu nomor466/KMK.01/2006 tentang organisasidan tata kerja Depkeu. Pelantikan inijuga sebagai langkah awal bagikelembagaan Depkeu yang bertujuanuntuk menciptakan suatu pembagiantugas yang makin jelas terutamadiantara unit eselon I dikaitkan dengantugas Depkeu,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu mengatakan,langkah awal akan menekankankepada seluruh unit dan jajaran yangada di Depkeu terutama kerjasama diantara masing-masing direktorat,karena Depkeu merupakan suatudepertemen yang luar biasa pesatbahkan di dalam satu unit eselon I,maupun antar eselon I menjadi sangatkritis untuk semakin diperbaiki danditingkatkan.

Yang kedua adalah, perbaikan darisisi kemampuan pegawai untukmelayani publik atau melayani

No.123456

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI N A M ADrs. Erlangga Mantik, M.A.Dr. Heri Kristiono, S.H.,M.A.Drs. Joko Wiyono, M.A.Heru Santoso, S.H.Drs. Jody KoesmendroCyrus Fidelis Sidjabat, S.H., MPA

J A B A T A NDiangkat sebagai Direktur Pencegahan dan Penidikan;Diangkat sebagai Pj. Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai;Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang;Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah IV DJBC Tipe A Jakarta;Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah V DJBC Tipe A Bandung;Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah XII DJBC Tipe B Ambon;

No.1

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN N A M ADrs. Endang Tata

J A B A T A NDiangkat sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai;

No.1234567

N A M ASari WulanNugroho Wahyu WidodoSugeng ApriyantoAgus YuliantoMochamad MulyonoEko Rudi HartonoDwijanto Wahyudi

N I P060040372060078254060079869060078080060078264060081790060078245

J A B A T A NPj. Kasubag Gaji dan Kesejahteraan Sekretariat DJBCPj. Kepala Seksi Intelijen II Direktorat Pencegahan dan PenyidikanPj. Kepala Seksi Pencegahan I Direktorat Pencegahan dan PenyidikanPj. Kepala Seksi Pencegahan III Direktorat Pencegahan dan PenyidikanPj. Kepala Seksi Lingkungan Hidup Direktorat Pencegahan dan PenyidikanPj. Kepala Seksi Barang Bukti Direktorat pencegahan dan PenyidikanPj. Kepala Seksi Verifikasi Ekspor Direktorat Verifikasi dan Audit.

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 243/BC/UP.9/2006TENTANG

MUTASI PEJABAT ESELON IV DILINGKUNGAN DJBC

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 572/KMK.01/UP.11/2006 TANGGAL 30 AGUSTUS 2006NOMOR 573/KMK.01/UP.11/2006 TANGGAL 30 AGUSTUS 2006

TENTANGMUTASI PARA PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN

lembaga-lembaga publik, karena Dep-keu adalah sumber sekaligus muaradari seluruh kegiatan pemerintahanyang berkaitan dengan keuangan nega-ra, karena itu kinerja maupun aktifitasdan kualitas pekerjaan pegawai akansangat langsung dirasakan oleh masya-rakat dan berkaitan dengan keuangannegara.

Sementara itu khusus untuk DJBC,Menkeu mengharapkan perbaikankinerja yang salah satu elemennya ada-lah pencapaian target yang adadidalam dokumen APBN tahun 2006,sebesar Rp 51,59 triliun dan untuktahun 2007 yang akan datang Rp.56,45triliun atau ada peningkatan sebesar6,9 persen.

“Peningkatan setoran maupuntarget penerimaan hanya satu halsaja, sisi lain DJBC juga memilikifungsi yang sangat penting untukmengemban suatu fungsi pelayananyang semakin hari semakin disorotoleh publik, ini yang perlu kitatingkatkan. Saya menggaris bawahikepada seluruh pejabat yang dilantikpada hari ini, fungsi pelayanan danmenumbuhkan kepercayaan publikmerupakan prioritas yang palingtinggi,” kata Menkeu

Selain itu Menkeu juga mengharap-kan pada DJBC karena masih adanyakeluhan maupun berbagai indikasikebocoran yang muncul, baik dari sisicukai maupun dari sisi kepabeanan.Bentuk kebocoran maupun pelanggar-

an peraturan merupakan salah satuyang menjadikan image buruk bagiDepkeu secara umum maupun DJBCsecara khususnya untuk bisa diperbaikisecara segera.

“Tentu saya mengharapkan jajaranDJBC mampu untuk menjalankan ataumemenuhi espektasi tersebut, sayaselalu tekankan, dari mulai Presidensampai dengan Menteri, kami tidakmemberikan beban apapun atau titipanmisi apapun, jadi kalau Dirjen BeaCukai beserta seluruh jajarannya tidakmampu memperbaiki diri, itu berartimemang kualitas hidup kita yang tidakmampu memperbaiki kualitas diri,karena kami tidak membebani denganmisi apapun kecuali memperbaiki citradari institusi. Oleh karena itu ini adalahsuatu tahapan atau waktu untuk mem-buktikan apakah Depkeu umumnyaatau DJBC khususnya memang patutmenjadi institusi yang masih bisadiharapkan menjadi institusi yang baik,”harap Menkeu.

Sedangkan untuk Badan Pendidi-kan dan Pelatihan Keuangan, Menkeujuga mengharapkan, sebagai unit yangmelaksanakan pembinaan koordinasi dibidang pendidikan dan penatarankeuangan negara, semakin dituntutuntuk mampu menjadi sentral efek danmenjadi suatu tempat untuk membuah-kan menjadi SDM yang diharapkansesuai dengan tantangan yangdihadapi. Untuk itu diharapkan seluruhjajaran BPPK untuk selalu mampu

Page 51: Warta Bea Cukai Edisi 383

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

mengadopsi berbagai tantangandan perubahan menjadi suatukegiatan pelatihan dan pendidikan,sehingga bisa mempersiapkan SDMdi lingkungan Depkeu secara baik.

Seusai acara pelantikanC.F.Sidjabat selaku pejabat yangmendapatkan promosi sebagaiKakanwil XII DJBC Ambon padapelantikan kali ini, ketikadiwawancarai WBC mengatakanlangkah awal yang akandilakukannya adalah denganmempelajari apa yang telahdijalankan selama ini dan melihathal-hal apa saja yang perludiperbaiki.”Kami akan mengevaluasitarget penerimaan sampai sejauh inibagaimana, dan bagaimanarealisasi yang akan kita dapatkannanti, selain itu kami juga akanmengevaluasi SDM yang adasehingga apa yang kita harapkandapat benar-benar terwujud,” jelasSidjabat.

Sementara itu menurut HeruSantoso yang kini menjabatsebagai Kakanwil IV DJBC Jakarta,langkah awal yang akandilakukannya adalah, denganmeningkatkan pelayanan disampingpengawasan dan integritas jugaakuntabilitas. ”Kemampuan pegawaijuga menjadi prioritas utamasehingga dalam pelaksanaan tugasdapat berjalan dengan baik,” ujatHeru Santoso.

PELANTIKAN ESOLON IV DAN CPNSSetelah pada pagi harinya di-

laksanakan pelantikan dan peng-ambilan sumpah jabatan eselonII, pada sore harinya SekretarisJenderal Bea dan Cukai, SjahrirDjamaluddin, melantik danmengambil sumpah tujuh pejabateselon IV dan 18 Calon PegawaiNegeri Sipil (CPNS) dilingkunganDJBC. Acara yang berlangsung diaula gedung B Kantor PusatDJBC ini, juga dihadiri oleh peja-bat eselon II, III dan IVdilingkungan Kantor Pusat DJBC.

Dalam kata sambutannyaSekditjen kembali menekankan apayang telah disampaikan olehMenkeu, bahwa mulai dari Presidenhingga Menteri tidak membebanitugas yang khusus kepada DJBC,untuk itu perbaikan kinerja dan citraharus dilaksanakan dengan baik,sehingga DJBC dapat menjadiinstitusi yang dapat diharapkan.

Sementara itu menurut TheoDorus H.Z, yang juga merupakansalah satu CPNS yang dilantikdan diambil sumpahnyamengatakan, dengan pelantikanini dirinya merasa benar-benarmenjadi pegawai DJBC dan akanmemberikan seluruh kemampuan-nya untuk DJBC.

INFO PEGAWAI

adi

erdasarkan Keputusan MenteriKeuangan Republik IndonesiaNomor 576/KMK.01/UP.11/2006

tentang mutasi para pejabat eselon IIIdi lingkungan Departemen Keuangan,Direktur Jenderal Bea dan Cukai,Anwar Suprijadi, melantik 41 pejabateselon III di lingkungan DJBC. Acarapengambilan sumpah dan pelantikanyang berlangsung di aula gedung BKantor Pusat DJBC, juga dihadiri olehseluruh pejabat eselon II dan IIIdilingkungan Kantor Pusat.

Pada acara pengambilan sumpahdan pelantikan ini, bertindak selakusaksi pejabat adalah Sekretaris DJBC,Sjahrir Djamaluddin dan Direktur Cukai,

Frans Rupang. Dalam pelantikan inisebanyak tiga pejabat eselon IIIbmendapat promosi menjadi pejabateselon IIIa, dan sebanyak tujuh pejabateselon IV mendapatkan promosimenjadi pejabat eselon IIIb.

Dalam kata sambutannya Dirjenmenjelaskan peran dan tugas yangdiemban oleh DJBC sebagai institusiglobal yang diharapkan mampumenangani aktifitas-aktifitas globaldengan biaya serendah mungkinsehingga mampu menciptakan com-petitive edge bagi perekonomiannasional.

“Berkaitan dengan peran yang lebihdiarahkan pada pelayanan terhadap

DIRJEN BEA DAN CUKAIMELANTIK 41 PEJABATESELON IIISebanyak 41 pejabat eselon III di lingkungan DirektoratJenderal Bea dan Cukai (DJBC) dilantik dan diambilsumpahnya pada 6 September 2006. Dari 41 pejabattersebut, sebanyak tiga pejabat mendapatkan promosimenjadi eselon IIIa dan sebanyak tujuh pejabat eselon IVmendapatkan promosi menjadi pejabat eselon IIIb.

DILANTIK. Untuk yang pertama kalinya Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi, melantik 41 pejabateselon III dilingkungan DJBC

B

WBC/ATS

Page 52: Warta Bea Cukai Edisi 383

51WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Keputusan Menteri Keuangan Republik IndonesiaNomor 576/KMK.01/UP.11/2006

TENTANGMUTASI PARA PEJABAT ESELON III DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN

No.

1

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

N A M A / N I P

2

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Sekretariat Direktorat JenderalM. Sadiatmo S., S.H060050123Direktorat Fasilitas KepabeananDrs. Gunawan060044473Direktorat Pencegahan dan PenyidikanMarisi Zainudin Sihotang.,S.H.,M.M060053452

Gusli M. Tambunan, S.H.,M.Hum060050131

Direktorat Verifikasi dan AuditIr. Aziz Syamsu Arifin.060079907

Direktorat Informasi Kepabeanan dan CukaiIr. Sucipto, M.M060079891

Susiwijono, S.E060078074

Kantor Wilayah I DJBC Tipe A MedanTambos Maringan Naiborhu, S.H.,L.L.M060040560Amrullah Saidi, S.H.060052370Kantor Wilayah II DJBC Tipe A Khusus Tanjung Balai KarimunDrs. Roeslan Montjo Soetedjo060044452Kantor Wilayah III DJBC Tipe B PalembangIr. Setioko, M.M060079906

Wahidin, S.E., M.Si.060079878Drs. Bambang Irawan Aribasar060045072Drs. Indra Buana, M.M060034185

Maman Anurachman, S.H., M.Si060051195

Kantor Wilayah IV DJBC Tipe A JakartaMulia Simandjuntak, S.H., M.Hum060034175

Drs. Ganjar Nugraha060059697

Sudi Rahardjo, S.IP.060035365

PangkatGolongan/

Ruang

3

Penata TK.IIII/d

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

PembinaIV/a

PembinaIV/a

Penata TK.IIII/d

Penata TK.IIII/d

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

Pembina TK.IIV/b

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

PembinaIVa

PembinaIVa

Pembina TK.IIV/b

Pembina TK.IIV/b

L A M A

4

Pj. Kepala Bagian Umum KantorWilayah XII DJBC Ambon

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Jakarta

Kepala Bidang Rencana dan ProgramPusat Pendidikan dan Pelatihan Beadan Cukai BPPKKepala Bidang Pencegahan danPenyidikan Kantor Wilayah IX DJBCTipe B Pontianak

Kepala Bidang Verifikasi dan AuditKantor Wilayah VIII DJBC Tipe BDenpasar

Kepala Seksi Tempat Penimbunan IIIKantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe APontianakPj. Kepala Subdirektorat ManajemenRisiko Direktorat Informasi Kepabeanandan Cukai

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A MerakKepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe B Pangkal Pinang

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Malang

Kepala Seksi Tempat Penimbunan IIKantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe ABelawanKepala Bidang Audit Kantor Wilayah VIIDJBC Tipe A SurabayaKepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Khusus Tanjung Priok IIIKepala Subbagian Evaluasi LaporanHasil Pemeriksaan Sekretariat DirektoratJenderalKepala Bidang Pencegahan danPenyidikan Kantor Wilayah V DJBC TipeA Bandung

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Jambi

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Purwakarta

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Teluk Bayur

B A R U

5

PJ. Kepala Bagian Umum

Kepala SubdirektoratPembebasan

Kepala SubdirektoratPencegahan

Kepala SubdirektoratPenyidikan

Kepala SubdirektoratPerencanaan dan EvaluasiAudit

Pj. Kepala SubdirektoratManajemen Risiko

Pj. Kepala SubdirektoratOtomasi Sistem dan ProsedurKepabeanan dan Cukai

Kepala Bidang Kepabeanandan CukaiKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Teluk Bayur

Kepala Bagian Umum

Kepala Bidang Kepabeanandan Cukai

Kepala Bidang Verifikasi danAuditKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A PalembangKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe B PangkalPinangKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Jambi

Kepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A KhususTanjung Priok IIKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A KhususTanjung Priok IIIKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Jakarta

Jabatan Dan Tempat Kedudukan

Page 53: Warta Bea Cukai Edisi 383

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

Kantor Wilayah V DJBC Tipe A BandungDrs. Nurkiswar Eddy, M.M.060040547Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc060079885

Iskandar, S.E., M.B.A060079965Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A SemarangIr. Iwan Riswanto060079936Ir. Purwidi, M.M060079875Kantor Wilayah VII DJBC Tipe A SurabayaSupriady, S.H., M.M060051365

Gamal Saktaji, S.E., M.Si060079948

Ngadiman, S.H.060041389Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B DenpasarDrs. Hansen Hutagalung060044468Drs. Eksi Nugroho Heru Prasatiyo060079881Kantor Wilayah IX DJBC Tipe B PontianakBudiman KaroKaro, S.E., M.M060056416

Nirwala Dwi Heryanto, S.E.060079963

Hisenhower060051278Guntur Cahyo Purnomo, S.H.060076049

Robert Darmadio Sadarpo, S.H.060066341Kantor Wilayah X DJBC Tipe B BalikpapanDrs. Zulfikri060044381Kantor Wilayah XI DJBC Tipe B MakassarIr. Hary Budi Wicaksono, M.Si060079883Alamsyah, S.H., M.Si060075091

Kantor Wilayah XII DJBC Tipe B AmbonNatal Siahaan, S.H., M.H060040269

Chairul Saleh, S.H., M.Si060076057

Kantor Wilaah XIII DJBC Tipe B Banda AcehDrs. Posman Pohan Siahaan060047795Badan Pendidikan Dan Pelatihan KeuanganJoseph Didit Krisnadi, S.H060035376

Diperbantukan Pada Departemen Luar NegeriIr. Decy Arifinsjah, M.A.060079896

Kepala Bidang Pencegahandan PenyidikanKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Merak

Kepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Purwakarta

Kepala Bidang Kepabeanandan CukaiPj. Kepala Bidang Audit

Kepala Bidang Pencegahandan Penyidikan

Kepala Bidang Audit

Kepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Malang

Kepala Bidang Kepabeanandan CukaiKepala Bidang Verifikasi danAudit

Kepala Bidang Pencegahandan Penyidikan

Kepala Bidang Verifikasi danAudit

PJ. Kepala Kantor PelayananBea dan Cukai Tipe A PontianakKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe B Entikong

Kepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe B Sampit

Kepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe A Samarinda

Kepala Bidang Kepabeanandan CukaiKepala Kantor Pelayanan Beadan Cukai Tipe B Gorontalo

Kepala Bagian Umum

Pj. Kepala Bidang Pencegahandan Penyidikan

Kepala Bidang Pencegahandan Penyidikan

Kepala Bidang Rencana danProgram Pusat Pendidikan danPelatihan Bea dan Cukai

Kepala Bidang Keuangan/Atase Keuangan pada KonsulatJenderal RI di Hongkong

Kepala Bidang Kepabeanan dan CukaiKantor Wilayah I DJBC Tipe A MedanKepala Subdirektorat Otomasi Sistemdan Prosedur Kepabeanan dan CukaiDirektorat Informasi Kepabeanan dan CukaiKepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe B Gorontalo

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Khusus Tanjung Priok IIPJ. Kepala Bidang Verifikasi dan AuditKantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang

Kepala Bidang Pencegahan danPenyidikan Kantor Wilayah XIII DJBCTipe B Banda AcehKepala Bidang Audit Kantor Wilayah VIDJBC Tipe A Semarang

Kepala Bidang Kepabeanan dan CukaiKantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar

Kepala Subdirektorat PencegahanDirektorat Pencegahan dan PenyidikanKepala Bidang verifikasi dan AuditKantor Wilayah IX DJBC Tipe B Pontianak

Kepala Bidang Pencegahan danPenyidikan Kantor Wilayah XII DJBCTipe B AmbonKepala Subdirektorat Perencanaan danEvaluasi Audit Direktorat Verifikasi danAuditKepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe B EntikongKepala Seksi Pencegahan danPenyidikan Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A BekasiKepala Seksi Kepabeanan IV KantorPelayanan Bea dan Cukai Tipe A Jakarta

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Palembang

Kepala Seksi Kerjasama WCO IIIDirektorat Kepabeanan InternasionalKepala Seksi Pencegahan danPenyidikan Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Purwakarta

Kepala Bidang Pencegahan DanPenyidikan Kantor Wilayah VII DJBCTipe A SurabayaKepala Seksi Tempat Penimbunan IVKantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe AJakarta

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Pontianak

Kepala Kantor Pelayanan Bea danCukai Tipe A Samarinda

Kepala Bidang Kepabeanan dan CukaiKantor Wilayah XI DJBC Tipe BMakassar

PembinaIV/a

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

PembinaIV/a

Penata TK.IIII/d

PembinaIV/a

PembinaIV/a

PembinaIV/a

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

PembinaIV/a

Pembina TK.IIV/b

Penata TK.IIII/d

Penata TK.IIII/d

Penata TK.IIII/d

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

Penata TK.IIII/d

PembinaIV/a

Penata TK.IIII/d

Pembina TK.IIV/b

PembinaIV/a

PembinaIV/a

INFO PEGAWAI

Page 54: Warta Bea Cukai Edisi 383

53WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

masyarakat dan dunia usaha, bea dancukai perlu didukung oleh SDM yangkompetitif dan memiliki integritas tinggisehingga bea dan cukai dapatmenyelenggarakan fungsipelayanannya dan masyarakat usahayang menjadi pengguna jasa dari beadan cukai merasakan suatu kepuasankarena lancarnya arus barang dandokumen dengan biaya yang minimal,”ujar Dirjen.

Selain hal tersebut Dirjen jugakembali mengingatkan apa yang telahdisampaikan oleh Menteri Keuangandalam kata sambutannya padapelatikan pejabat eselon II diDepartemen Keuangan pada 1 Septem-ber 2006 lalu, dimana untuk DJBC adatiga hal penting untuk dilaksanakansehingga apa yang selama inidikeluhkan oleh masyatakat dapatterjawab dan terlaksana dengan baik.

Adapun ketiga hal tersebut adalah,pencapaian target penerimaan, fungsipelayanan yang semakin baik, danmeminimalkan kebocoran-kebocoranyang selama ini menjadi sorotanmasyarakat.

“Dengan menjadi institusikepabeanan dan cukai yang efektif danefisien, maka bea dan cukai akan dapatmemulihkan kepercayaan marketforces untuk lebih memilih bea dancukai sebagai institusi yang menanganiadministrasi kepabeanan dan cukaidibandingkan dengan menggunakanPSI,” jelas Dirjen.

PENGARAHAN DIRJEN PADA SELURUHPEJABAT ESELON II DAN III

Seusai acara pengambilan sumpah

dan pelantikan pejabat eselon III, acarakembali dilanjutkan di ruang Loka Mudagedung B Kantor Pusat DJBC. Padakesempatan ini Dirjen menyaksikanserah terima jabatan pejabat eselon IIyang baru dilantik pada 1 September2006 lalu.

Seusai serah terima jabatan pejabateselon II, acara dilanjutkan denganpengarahan yang diberikan oleh Dirjenkepada seluruh pejabat eselon II danpejabat eselon III yang baru sajadilantik. Pada pengarahan itu kembaliDirjen mengingatkan pesan MenteriKeuangan yang ditujukan kepada DJBCagar terus berupaya kepada tiga halpokok yang tentunya diharapkan akandapat membangun kinerja dan citraDJBC.

“Kita cukup prihatin dengan targetpenerimaan bea masuk dan cukai yanghingga saat ini belum dapatterealisasikan dengan baik, untuk itulangkah-langkah yang kita jalankansudah jelas dengan menerapkan nilaipabean yang sesuai dengan nilaitransaksi. Dengan demikian diharapkanpada November nanti kita bisamengatasinya. Sedangkan khususuntuk nilai pabean, dari DirektoratPPKC, akan ada peraturan baru yangperlu kita sosialisasikan bersama,” kataDirjen.

Lebih lanjut Dirjen mengarahkan un-tuk lebih meningkatkan lagi post audit,sehingga akan membantu dalam pen-capaian target penerimaan. Sementarauntuk pencegahan penyelundupan,perlu ditingkatkan lagi khususnya padakantor-kantor dan pelabuhan-pelabuh-an utama. Untuk meningkatkan

kesejahteraan pegawai juga akan terusdiperhatikan, khususnya pada merekayang menjalankan tugas patroli lautdimana uang lauk pauk yang saat inisudah sangat tidak memungkinkan,akan lebih ditingkatkan lagi.

“Kepada seluruh pegawai danpejabat DJBC, saudara diharapkanuntuk dapat mengemban tugas institusiyang diemban oleh negara kepada beadan cukai. Jadikanlah diri saudaramenjadi pejabat yang selalu dapatmengemban amanat dengan baik yangdapat ditunjukan melalui prestasisaudara dalam bekerja. Bekerjalahdengan penuh integritas. Berbuat danberfikirlah yang terbaik untuk bea dancukai. Semoga niat baik kita semuauntuk bersama-sama membangunnegara dan membawa bangsa ini kemasa depan yang lebih baik melaluipelaksanaan tugas yang diamanatkankepada kita selalu dibimbing dandilindungi Tuhan yang Maha Kuasa,”harap Dirjen.

Pada akhir pengarahannya Dirjenjuga mengharapkan kepada seluruhpejabat untuk tidak segan-seganmemberikan koreksi kepada Dirjen jikaada hal-hal yang memang perludikoreksi, karena menurutnya prosespembelajaran kepabeanan dan cukaijuga memerlukan waktu sehingga akansangat berterimakasih sekali jikaterdapat saling koreksi dan pendapat.

“Saya berprinsip lebih baik digantiketimbang harus menyalahgunakanperaturan, dan saya harap ini jugadapat dijadikan prinsip oleh pejabatsekalian dalam menjalankan tugas,”tandas Dirjen.

PENGARAHAN. Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi, memberikan pengarahan kepada seluruh pejabat eselon II dan pejabat eselon III yang baru saja dilantik.

WBC/ATS

adi

Page 55: Warta Bea Cukai Edisi 383

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berserta staf eksekutif dilingkungan Departemen Keuangan melakukan pertandingan persahabatandengan tim voli Forkem (Forum Diskusi Wartawan Keuangan dan Moneter) pada 4 September 2006. Pertandingan persabatan ini dalam rangka memperingatiHari Keuangan ke-60. Tampak pada gambar kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melancarkan smash ke lawan, dan gambar kanan, Menteri Keuanganmemberi salam kepada kapten tim voli Forkem seusai pertandingan yang dimenangkan oleh tim pejabat Departemen Keuangan dengan skor 2 – 1.

JAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Keuangan ke-60, Departemen Keuangan (Depkeu) RI pada 10 September 2006 menyelenggarakan gerakjalan santai bagi keluarga besar di lingkungan Depkeu. Acara dibuka oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ditandai dengan pengangkatan benderastart (gambar kiri). Acara dimeriahkan juga dengan Tarian Gentong dari Kantor Perbendaharaan Negara Purwakarta. serta panggung gembira yangmenampilkan artis-artis Departemen Keuangan dengan diselingi penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yakni lomba voli, bilyard, dan tenis meja.DJBC tahun ini hanya meraih juara II dalam lomba voli putra dan putri dan bilyard. Tampak pada gambar kanan, Anggito Abimanyu menyerahkan pialajuara II voli yang diterima oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi.

JAKARTA. Usai penyambutan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di garis finish dengan tarian Gentong dalam acara gerak jalan santai pada 10September 2006, Marching Band Bea dan Cukai pimpinan Frans Rupang juga ikut tampil memeriahkan Hari Keuangan ke-60. Marching Band (gambar kiri)mendemontrasikan kebolehannya memainkan beberapa lagu diantaranya lagu karya band “Samson” (kenangan yang terindah). Dalam demo ini MenteriKeuangan ikut menyanyikan lagu tersebut beserta beberapa pejabat lain (gambar kanan).

WBC/ATS

WBC/ATS-SYS

WBC/ATS

SEPUTAR BEACUKAI

Page 56: Warta Bea Cukai Edisi 383

55WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

JAKARTA. Usai sholat Jumat pada 8 Oktober 2006 diAula Intelijen lantai 4 gedung B diselenggarakan acarapisah sambut Direktur P2 dari pejabat lama Endang Tatadan pejabat baru Erlangga Mantik. Setelah penyampaianpesan dan kesan dari pejabat lama dan baru. acaradilanjutkan dengan pembacaan doa serta diakhiri ucapanselamat dari seluruh pegawai kepada pejabat baru danlama, didampingi nyonya.

BANDUNG. Bertempat di kediaman Nisfu Chasbullah jalan Cilaki No. 22 Bandung pada 19Agustus 2006 diselenggarakan acara silaturahmi “Paguyuban Purna Bakti Bea dan CukaiBandung” yang dihadiri para mantan pejabat Bea dan Cukai. Paguyuban Purna Bakti Bea danCukai Bandung yang baru dibentuk Mei 2006 ini diketuai Soepardjo, Sekretarias Kristianto,bendahara Melva Marpaung dan sebagai penasehat Nisfu Chasbullah dan Noek Soefoeroh. Bagipara pensiunan Bea dan Cukai yang ingin ikut bergabung khususnya yang berdomisili di wilayahBandung dapat menghubungi sekretariat paguyuban Jl. Ciheulang No.4A Bandung, telp. (022)2511008, HP. 08122009673.

JAKARTA. Pada 6 September 2006 diselenggarakan final voli tim putra dan putri Bea dan Cukai dalam rangka Hari Keuangan ke-60 . Tampak pada gambar kanantim putra Bea dan Cukai (kostum kuning) melawan tim Direktorat Jenderal Pengelolaan Lelang Negara (DJPLN) dan pada gambar kiri tim putri Bea dan Cukai(kostum hitam) melawan tim Direktorat Pajak (DJP). Pertandingan yang diselenggarakan di lapangan voli Departemen Keuangan untuk tim putra dimenangkan olehtim DJPLN dengan skor 3 – 1 dan untuk putri dimenangkan oleh DJP juga dengan skor 3 – 1.

JAKARTA. BAPORS Kantor Pusat DJBC dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke-61 menyelenggarakan final voli antara tim Direktorat Teknis Kepabeanan melawanTim Sekretariat DJBC. Final yang diselenggarakan pada 4 Agustus 2006 ini dimenangkan tim voli Direktorat Teknis Kepabeanan dengan skor 3 – 1, dan memperolehpiala bergilir dari Dirjen yang diserahkan oleh Nirwansyah Rahim mewakili ketua BAPORS.

WBC/ATS WBC/ATS

WBC/ATS

FOTO : KIRIMAN

Page 57: Warta Bea Cukai Edisi 383

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

MEDAN. Workshop sehari tentang Peran dan Fungsi DJBC dalam Rezim Anti-Pencucian Uang di Indoneia diselenggarakan pada 15 Agustus 2006. Workshop yangmenghadirkan nara sumber dari PPATK, Bank Indonesia dan DJBC ini diperuntukanuntuk petugas dari Kanwil I DJBC Medan, Kanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun, KanwilIII DJBC Palembang dan Kanwil XIII DJBC Aceh. Penyelenggaraan workshop inimerupakan terakhir setelah sebelumnya diadakan di Jakarta, Bali dan Makassar,dengan tujuan untuk mensosialisasikan PBC 01/BC/2005 tentang TatalaksanaPengeluaran dan Pemasukan Uang Tunai sebagai peraturan pelaksanaan dariUUTPPU (Undang-undang Nomor 15 tahun 2002 sebagaimana telah diamandemenkandengan 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang) dan Peraturan BankIndonesia nomor : 4/8/2002 tentang Tata Cara Membawa Uang Rupiah Keluar atauMasuk wilayah Pabean RI. Kiriman Subdit PBLP Dit. P2 KP-DJBC

JAKARTA. Bertempat di gedung pertemuan kompleks perumahan BeaCukai Pasar Minggu Jakarta, dilakukan acara reuni sekaligusmemperingati ulang tahun Pusat Pelatihan DJBC (sekarang PusdiklatDJBC) ke 40 pada 20 Mei 2006. Acara yang diselenggarakan oleh alumniPuspla juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Drs. AnwarSuprijadi dan juga beberapa pejabat eselon II dilingkungan DJBC. AlumniPuspla yang masih aktif juga hadir diantaranya Drs. ZA. Likumahwa danDrs. Ibrahim Karim yang masing-masing menjabat sebagai Kakanwil VIIDJBC Surabaya dan Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC.

JAKARTA. Dharma Wanita Persatuan Kantor Pusat DJBC pada 24 Agustus 2006 menyelenggarakan acara dalam rangka Hari Anak Nasional di AuditoriumGedung Utama KP-DJBC. Acara dihadiri oleh sekolah taman kanak-kanak yang dibina oleh yayasan DJBC yakni TK Bahtera Cipta Pondok Bambu dan TK BahteraTrisna Pasar Minggu. Dalam acara tersebut dilakukan penyerahan cinderamata kepada empat guru pada TK tersebut yang telah lama mengabdi dan yang akanpensiun, yang dalam hal ini diserahkan oleh Ny. Anwar Suprijadi didampingi Ketua Panitia Ny. Teguh Indayana (foto kiri). Selain itu acara dimeriahkan oleh tarian-tarian yang dibawakan oleh anak-anak kedua TK tersebut, dan juga paduan suara Dharma Wanita KP-DJBC serta dimeriahkan pula oleh badut-badut lokal. Acaradiakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama (gambar kanan).

JAKARTA. Seluruh pejabat eselon III, IV dan para pegawai menghadiri acara pisah sambut Pejabat eselon II Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukaiyang diselenggarakan pada 7 September 2006 di Auditorium gedung B KP-DJBC. Pisah sambut dari pejabat lama Jody Koesmendro (sekarang Kakanwil VDJBC Bandung) kepada pejabat baru Heri Kristiono dan pelepasan Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur Kepabeanan dan Cukai Agus Sudarmadji(sekarang Kepala KPBC Merak). Acara diawali kesan dan pesan kedua pejabat serta dari pegawai yang diwakili oleh pegawai senior dan dilanjutkandengan penyerahan kenang-kenangan kepada Jody Koesmendro yang diserahkan oleh pejabat baru Heri Kristiono. Acara diakhiri ramah tamah denganmakan siang bersama diiringi dengan organ tunggal Alan Marton didampingi artis penyanyi ibukota.

FOTO : KIRIMAN WBC/ZAP

WBC/ATS

WBC/ATS

SEPUTAR BEACUKAI

Page 58: Warta Bea Cukai Edisi 383

57WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

JAKARTA. PT. Dwipa Manunggal Containa untuk pertama kali menyelenggarakan kegiatan lomba dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke-61dilingkungan pelabuhan Tanjung Priok yakni pertandingan Futsal, dorong forklift, bulutangkis dan voli. Dalam pertandingan tersebut Kepala Hanggar Bea dan Cukaiikut tiga kategori lomba yakni dorong forklift, bulutangkis dan voli. Tampak pada gambar kiri, foto bersama dua tim dalam final voli yang diselenggarakan pada 16Agustus 2006 antara Tim Kanwil IV DJBC Jakarta yang dimotori oleh Korlak Hanggar Tanjung Priok II Machmud Ali, melawan tim PT. Glorius Interbuana (Forwarder),yang berakhir dengan skor 3 – 2 dimenangkan tim PT. Glorius Interbuana. Dalam penyelenggaraan lomba ini dari seluruh hasil pertandingan tersebut Bea dan Cukaidinobatkan menjadi juara umum dan memegang piala bergilir dari PT. Dwipa Manunggal Containa yang dalam hal ini diserahkan langsung oleh Direktur Utamakepada Machmud Ali (mengangkat piala) pada 24 Agustus 2006 di Kelapa Gading Sport Club seperti tampak pada gambar.

DENPASAR. Jumat 15 September 2006, bertempat diaula Kanwil VIII DJBC Denpasar, berlangsung acara Sertijab dan Pisah Sambut Pejabat Eselon III di lingkunganKanwil VIII. Tampak dalam gambar, KakanwilVIII Heryanto Budi Santoso menyaksikan penandatanganan naskah serah terima jabatan dan menyerahkan cinderamatakepada kedua pejabat yang akan pindah ketempat tugas yang baru yaitu Aziz Syamsu Arifin dan Ngadiman. Adito, Denpasar

DENPASAR. Kamis 14 September 2006, KPBC Ngurah Rai menyelenggarakan Sosialisasi SAP PDE Manifes yang dihadiri oleh Agen Penerbangan, GroundHandling, BPS dan Bank Indonesia. Tampil sebagai pembicara pada kesempatan tersebut, Susiwijono Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur Direktorat IKC (padasaat sosialisasi menjabat sebagai Kasubdit Manejemen Resiko). Adito, Denpasar

WBC/ATS

FOTO : BENDITO

FOTO : BENDITO

Page 59: Warta Bea Cukai Edisi 383

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

DENPASAR. Dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan Ke-61 Republik Indonesia, Pemprov Bali menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang berlangsungmulai tanggal 14 – 23 Agustus 2006 di lapangan Kapten Japa Padanggalak Denpasar. Perwakilan Depkeu Propinsi Bali ikut ambil bagian dalam pameran kali ini. Tampakdalam gambar, Wagub Bali I Gusti Alit Kelakan menabuh kulkul sebagai tanda pembukaan pameran pembangunan, dan Kakanwil VIII DJBC Denpasar berfoto bersamadengan panitia di Stand Depkeu dengan latar belakang bahan display dari Direktorat Jenderal Bea Cukai. Adito, Denpasar

DENPASAR. Kamis 17 Agustus 2006, jajaranPerwakilan Departemen Keuangan Republik IndonesiaPropinsi Bali menggelar upacara bendera merayakanHUT Kemerdekaan ke-61 Republik Indonesia dihalaman Gedung Keuangan Negara I Niti MandalaRenon. Tampil sebagai Pembina Upacara adalahKepala Perwakilan Depkeu RI Propinsi Bali. Adito,Denpasar

DENPASAR. Rabu, 9 Agustus 2006, Kakanwil VIII DJBC Denpasar Heryanto Budi Santoso,dengan didampingi Kepala KPBC Atapupu Agung Saptono melakukan kunjungan kerja keMakodam IX/Udayana. Kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerjasama antaraDJBC, utamanya Kanwil VIII dengan TNI dalam melakukan pengawasan di wilayah perbatasanRI – Timor Leste. Dalam kunjungan kali ini Kakanwil VIII diterima oleh Pangdam IX / UdayanaMayjen TNI Zamroni diruang kerjanya. Diakhir kunjungan Kakanwil VIII menyerahkancinderamata berupa profil Kanwil VIII untuk lebih memperkenalkan Kanwil VIII khususnya KPBCAtapupu. Adito, Denpasar

SURABAYA. Pemotongan tumpeng oleh Kakanwil VII Surabaya ZethLikumahwa dalam rangka HUT RI ke-61 dilakukan usai upacara HUT RI yangdipimpin langsung oleh Kakanwil VII DJBC Surabaya. Upacara dan pemotongantumpeng diikuti oleh pagawai dan pejabat dilingkungan Kanwil VII DJBCSurabaya. Bambang Wicaksono, Surabaya

BEKASI. Poliklinik KPBC Bekasi bekerjasama dengan Laboratorium padatanggal 14 September 2006 menyelenggarakan pemeriksaan kesehatanlengkap bagi pegawai. Tampak pada gambar Kepala KPBC Bekasi IstyastutiWuwuh Asri didampingi dokter Victoria dan para pegawai sedang antri rontgendihalaman belakang kantor. Kiriman KPBC Bekasi

FOTO : BENDITO FOTO : BENDITO

FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : KIRIMAN

FOTO : BENDITO

SEPUTAR BEACUKAI

Page 60: Warta Bea Cukai Edisi 383

59WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAIPer Agustus 2006

PERATURAN PERIHALNo. Nomor Tanggal

1. P-11/BC/2006 08-08-2006 Perubahan Ketiga Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-205/BC/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kemudahan ImporTujuan Ekspor dan Pengawasannya

2. P-12/BC/2006 15-08-2006 Penyelesaian Jasa Layanan Pertukaran Data Elektronik (PDE) KepabeananDalam Rangka Penyerahan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP),Inward Manifest dan Outward Manifest

3. P-13/BC/2006 15-08-2006 Pengembalian Cukai Atas Barang Kena Cukai Yang Dimusnahkan Atau DiolahKembali

4. P-14/BC/2006 15-08-2006 Pengembalian Cukai Atas Pita Cukai Yang Rusak Atau Tidak Dipakai5. P-15/BC/2006 25-08-2006 Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-10/BC/2006

Tentang Tata Cara Penyerahan dan Penatausahaan Pemberitahuan RencanaKedatangan Sarana Pengangkut, Manifest Kedatangan Sarana Pengangkut, danManifest Keberangkatan Sarana Pengangkut.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAIPer Agustus 2006

SURAT EDARANNo. Nomor Tanggal PERIHAL

1 SE-27/BC/2006 15-08-2006 Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Biaya Pengganti, Pengembalian BerkasPbck-3 Dan Pengisian Formulir Ck-2 Dan Ck-3

INFO PERATURAN

BEKASI. Kepala KPBC Bekasi Istyastuti Wuwuh Asri (baju kuning) fotobersama dengan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KWBC VBandung Ibu Joko Wiyono (duduk nomor 4 dari kanan) beserta Ketua-ketua DWP Persatuan KPBC se-Jawa Barat beserta jajarannya dalamacara pertemuan tiga bulanan. KPBC Bekasi dalam pertemuan tersebutyang diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2006 menjadi tuan rumah.Acara diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya lomba kuis, Lombapengetahuan tentang wanita dan lain sebagainya. Selain itu acara jugadimeriahkan dengan pemberian door prize dan diakhiri dengan ramahtamah. Kiriman KPBC Bekasi

DENPASAR. Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-61,Keluarga Besar Kanwil VIII DJBC Denpasar mengelar perlombaan Catur, Tenis Meja,Bola Volley, serta Sepak bola terong yang bertujuan untuk semakin memperkuat rasakekeluargaan diantara pegawai dilingkungan Kanwil VIII dengan motto Sport ForTogetherness, sebagai Kordinator acara ini adalah Hanif AZ. Tampak dalam gambarKakanwil VIII Heryanto sedang mengikuti lomba sepakbola terong dan Kakanwil sedangmemotong tumpeng untuk merayakan HUT RI. Acara ini berlangsung dari tanggal 8-25Agustus 2006. Adito, Denpasar

BALIKPAPAN. Bertempat di Musholla Baitut Taqwim Kanwil XDJBC Balikpapan, pengurus masjid secara rutin setiap 2 minggusekali mengadakan pengajian. Kegiatan yang dimaksudkan sebagaisiraman rohani diikuti seluruh pegawai muslim di Kanwil XBalikpapan. Seperti tampak dalam gambar, Ust. Rahmat Abu Zahramenyampaikan ceramah bertema “Syukur Nikmat” pada tanggal 10Agustus 2006. Don’s, Balikpapan

FOTO : BENDITO

FOTO : DONNY ERIYANTO

FOTO : KIRIMAN

Page 61: Warta Bea Cukai Edisi 383

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ulisan ini hanyalah merupakantelaah untuk mencermati danmenggaris bawahi tulisan (Alm.)

Bp. Moerdoko berjudul “urun rembug”(sumbang saran) yang disampaikankepada (mantan) Dirjen BC BapakSoehardjo, tanggal 5 Oktober 1992(buku ini terdapat di Perpustakaan KPDJBC) , dikaitkan/dipadukan dengantulisan Sdri. Dian Jusriyati, SE, denganjudul “Promosi, Mutasi dan Koneksi”(Warta Bea dan Cukai edisi 375 BulanFebruari 2006)

ARTI PENTING POLA PEMBINAANSDMa.) Dari tulisan Bpk Moerdoko terdapat

pengakuan tentang pentingnya SDM:l …demikian pula sewaktu ditunjuk

menjabat Kepala Bagian Kepega-waian DJBC tahun 1983-1986,dibandingkan pengalaman TeknisKebeacukaian, ternyata masalahpersonalia lebih memerlukanketekunan sekaligus kecermatanyang berhati-hati dan adil, karenadisini terletak kekuatan…

l Masalah personalia adalah pen-ting, karena dalam setiap pelaksa-naan tugas, motto “the man behindthe gun” tetap berlaku walaupunteknologi semakin maju (kepega-waian merupakan garis depanorganisasi).

Maksud dari tulisan tersebut tidak lainbahwa akhirnya sumber daya manusialahsebagai “unsur penentu” dalam setiapupaya untuk mencapai tujuan. Kesadarantersebut telah diketahui dan menjadi pen-dapat umum, oleh karena itu tidak menjadipermasalahan lagi. Yang menjadi masalahadalah “manusia yang bagaimana” dan“bagaimana mengelola dan mendayagu-nakan SDM tersebut untuk mencapaitujuan”.

Kekurangan dalam hal perlakuan kea-dilan, ketekunan, kecermatan, dan kehati-hatian dalam kebijaksanaan pengelolaanSDM dapat menyebabkan timbulnya kera-wanan-kerawanan dan penyakit organisa-

si yang dapat menghambat tercapainyatujuan.

Dalam tulisan “urun rembug”tersebut, disebutkan kondisi teritorialintern Bea dan Cukai adalah bersifatmajemuk antara lain :

(a) tempat kerja dan jenis kerja yangmenyebabkan perbedaan dalammemperoleh dalam tambahan rejeki, baikdengan cara yang masih dipandangmemakai “irama” mapun dengan “mainkayu” (tempat enak dan tempat tidakenak). (b) masalah rekrutmen (pengadaanpegawai) yang berasal dari berbagaimacam latar belakang tingkat pendidikan.Kondisi tersebut mempunyai potensi untuktimbulnya kerawanan-kerawanan seperti :l Tumbuhnya isu-isu kelompok yang

menjurus kearah rivalitas/kompetisiyang tidak sehat dan tidak masuk akalyang berdampak muncul dansuburnya keresahan (kelompok TPdan TRIP; kelompok STIKN danPenilik; kelompok Pasar Minggu, IIK,Sarmud, dan Akuntan).

l Surat Kaleng dan Katebelecel Suburnya iri hati, pilih kasih, budaya

“ngatok”, setor “upeti”, dsb.

Dalam upaya untuk meminimalkanrisiko kerawanan-kerawanan tersebut dandi lain pihak untuk memacu tumbuhnyapartisipasi dan motivasi positif, perlu dipi-kirkan adanya Pola Jalur Karir Jabatan,Pola Mutasi, Pola Promosi, PersyaratanJabatan, Tolak Ukur Prestasi, dansebagainya. Singkatnya penyakit-penyakitorganisasi itu muncul antara laindisebabkan belum adanya Pola Pembi-naan SDM yang dibakukan dalam suatusistem menuju kearah PeningkatanProfesionalisme.

Dalam “urun rembug” tersebuttersirat petunjuk bahwa KebijaksanaanPersonalia harus berdasar dan meng-acu Undang-undang Nomor 8 Tahun1974 tentang Pokok-pokok Kepegawai-an; dan bahkan harus merupakanpenjabaran dan pelaksanaannya. Ada-pun asas-asas Undang-undang Nomor8 Tahun 1974 tersebut antara lain:

l Keselarasan antar kepentingan dinasdan perorangan.

l Ajang kompetisi positif.l Sejauh mungkin mengurangi

subyektifitas.l Sistem “karir” dan “merit”.

b.) Dari Tulisan Sdri. Dian Jusrijati,S.E. yang berjudul “Promosi, Mutasi danKoneksi”

Dalam tulisan Sdri. Dian Jusrijati, yangberjudul “Promosi, Mutasi dan Koneksi”,pada intinya juga mengulas kerawanan-kerawanan dan penyakit organisasi ditubuh Bea Cukai, sebagai akibat belumada tolak ukur yang baku, tertulis dantransparan khususnya dalamkebijaksanaan promosi dan mutasi.

“Kebijaksanaan yang cenderung subj-ektif dan tidak ada tolak ukur tertulis-nya, akan berakibat “bias”. Artinya darisudut pegawai, masing-masingmengambil langkah kompulsif, dandari sudut pemegang kebijaksanaanterbuka peluang adanya “koneksi”dalam arti negatif. Misalnya,pengertian “prestasi” bisa diartikandengan bermacam leksikal padahalprestasi adalah syarat untuk promosi,muncul isu adanya pilih kasih terhadappegawai atau sekelompok pegawaitertentu dengan julukan “orang kuat”sehingga hampir tak tersentuh olehsiapapun, karena sering nongol untukunjuk badan, unjuk kerja, unjuk gigi,dan yang paling menyesakkan unjukdana”. (ringkasan penulis)

Sangat yakin dan dapat memperkira-kan bahwa Sdri. Dian belum pernahmembaca bahkan melihat buku “urunrembug” tersebut, tapi terdapat “benangmerah” yang sejalan dalam alur pemikiran,solusi dan harapan akan perlunya dibuatPola Pembinaan SDM yang baku dalamsuatu sistem menuju ke arahpeningkatan profesionalisme dalamtubuh Bea Cukai.

Sehingga dapat disimpulkan bahwadambaan dan harapan akan terciptanyaPola Pembinaan SDM tersebut (untuk me-

“Pola Pembinaan SDM”Bea dan CukaiYANG TRANSPARAN

KOLOM

Oleh: (Alm.) Dibyosusilo*

T

Page 62: Warta Bea Cukai Edisi 383

61WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

minimalkan risiko kerawanan dan menja-ga sejauh mungkin tegaknya rasa keadil-an) adalah hal yang sangat wajar, alamidan manusiawi, karena bertumpu pada“akal sehat” (common sense) dan “nuranibening” yang bersemayam pada setiapmanusia. Walaupun terpaut jauh dalamukuran rentang generasi (Bpk. Moerdokotahun 1983 dan Sdri. Dian tahun 2006)pengamatan dan kesimpulannya, sejalan.

c.) Contoh-contoh permasalahanPromosi dan Mutasi (dalam buku “urunrembug”)Promosi

Sebagai akibat dari kemajemukandalam tubuh Bea Cukai, apabila darimasing-masing tingkat dan latar belakangpendidikan tersebut pada suatu saat yangsama dapat mencapai pangkat yangsama, sedangkan jumlah lowonganjabatan yang sesuai dengan pangkattersebut lebih kecil/lebih sedikit; timbulmasalah dalam memilih mana yang harusdipertimbangkan lebih dulu untuk mengisijabatan tersebut (promosi).

Misalnya :- SMA pangkat III/a masa kerja :

18 tahun.- Sarmud pangkat III/a masa kerja

: 13 tahun- Sarjana pangkat III/a masa kerja

: 4 tahun

Jumlah personil III/a : 90 orang,lowongan eselon IV : 40 orang. Memangsebagai pertimbangan menurut peraturankepegawaian dapat dipecahkan sesuaidengan daftar urut kepangkatan (DUK).Tetapi sering ada pemikiran oleh karenabelum seragam serta mantapnyapendidikan, dalam praktek pangkat/golongan belum tentu mencerminkantingkat kemampuan, atau kalau harus“urut kacang” kapan kesempatan majubagi generasi berikutnya, yang mungkinlebih baik kualitasnya, luntukmendapatkan giliran memberikansumbangsih kemampuannya (merit).

Pada saat itu di DJBC, selalukekurangan jatah baik Sespa, Sepadya,Sepala maupun Sepada. Sebagaiperbandingan dan terobosan apakahtidak mungkin diatur sebagai berikut :

Untuk jabatan eselon III, kecuali bagiyang telah lulus Sepadya atau punyakualifikasi Master di tentukan dengan tesdari Lembaga Manajemen Independenseperti LPEM UI (diumumkan dandisosialisasikan) dengan syarat : pangkatminimal III c eselon IV, umur maks. 50tahun, kesempatan tes 2 (dua) kali ataukalau perlu persyaratan lain sepertipenguasaan bahasa asing dan komputer.

Bagi yang sudah 2 (dua) kali tidaklulus tidak dapat dipertimbangkan lagiuntuk menduduki jabatan eselon III.Demikian juga untuk menduduki jabataneselon II dan IV perlu ditentukanpersyaratannya sebagaimana diatas.

Secara filosofis hakekat “memilih” ada-lah menilai, inti menilai adalah mengukur,

untuk itu mutlak harus jelas alat ukurnya.Kalau untuk mengetahui “panjang” atau“jarak” dengan ukuran meter/mil. Kalauuntuk mengukur berat, ukurannya kg/ton.Demikian terhadap kemampuan manusia,manusia mempunyai kemampuan yang“terlihat” dan “tidak terlihat”. Untuk menilaikemampuan yang “terlihat” seperti kese-hatan, kecerdasan relatif lebih mudah de-ngan menggunakan tes fisik atau tes IQ.

Namun terhadap kemampuan “tidakterlihat” seperti kejujuran, integritas, komit-men ukurannya sangat sulit. Maksimalhanya dapat diamati dari indikator-indika-tornya. Padahal ini maha penting (Knowl-edge is Power, but Character is More)

MutasiDalam pembinaan personil diamanat-

kan oleh Undang-undang Nomor 8 Tahun1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaianuntuk “sejauh mungkin menyelaraskanantara kepentingan dinas dan kepenting-an perorangan”. Namun apabila terjadiperbenturan, kepentingan dinaslah yangharus didahulukan. Jangka waktu mutasiditentukan antara 2 (dua) sampai 5 (lima)

tahun disesuaikan dengan tersedianyaanggaran.

Demikian juga dalam pelaksanaanmutasi, secara sederhana dapat dikatakanpada dasarnya setiap pegawai perlu ataubutuh 3 (tiga) hal yang dalam bahasa jawadiringkas menjadi 3 J yaitu :l Jenang (rejeki) : sandang, pangan

dan papan.l Jeneng (jabatan, pangkat) : karier.l Jenak (ketenangan) : misal, dekat

keluarga.

Dalam memindahkan seseorang un-tuk kepentingan dinas, perlu diupayakansejauh mungkin agar minimal menda-patkan salah satu dari 3 (tiga) J terse-but, supaya timbul gairah dan motivasipostif dalam melaksanakan tugas.Manakala salah satu dari 3 (tiga) J tidakdidapatkan, berdasarkan pengalamanakan timbul perasaan negatif yang dapatdiringkas menjadi 2 (dua) J yaitu :l Jendhel (terpasung di suatu

tempat) : merasa dianaktirikan.l Jeleh (putus asa dan apatis) : tidak

bergairah, justru menjurus tidakproduktif dan bisa menjadi beban/merusak organisasi.

Sebagaimana dimaklumi bahwatujuan mutasi (tour of duty dan tour ofarea), antara lain :l untuk mengurangi potensi kolusi

antara pegawai dan market forcesl memberikan pengayaan

pengalaman dan pematangan sikapl serta memberikan pemerataan

dalam kesempatan memperolehkeadilan.

Tujuan tersebut harus selalu menjadipedoman atau acuan. Patut dicatat dalamtour of duty terdapat beberapa jenis penu-gasan, antara lain bidang Cukai, Pabean,Sarhub, Auditor, P-2, Sekretariat bahkanArsip dan Perpustakaan. Sedangkandalam tour of area dikenal adanyaWilayah Barat (Sumatra), Wilayah Tengah(Jawa), dan Wilayah Timur (Kalimantan,Sulawesi, Ambon, Irja, NTT/NTB).

Disini juga diingatkan adanya duafenomena yang menarik menurut MantanMendikbud Fuad Hasan yang dimuat diHarian Kompas tanggal 13 Januari 1987antara lain sebagai berikut :l Surat kaleng ; apakah isinya keluhan,

laporan atau fitnahan tempatnya tetapdisampah. Hanya pengecut, yangmelempar batu sembunyi tangan.Penulisnya biasanya menderitakekerdilan jiwa.

l Kalung kucing ; ini merupakanterjemahan keliru untuk cortabelleyang dikenal dengan kattabelletje.“Jadi tak ada sangkat pautnya dengankalung atau kucing,” kata Fuad.Secara bebas dan ilustratif Mendikbudmenerjemahkan dengan kalungkucing, karena genta mungil yangbergantung pada leher kucingmemang menjadi sinyal bagipenerimanya. “Tetapi kucing yangberkalung genta, tak akan pernahberhasil menangkap tikus”.

Barangkali Ditjen Bea dan Cukai padasaat ini masih menghadapi kasus-kasusserupa dalam promosi dan mutasi,paparan ini mungkin dapat dipergunakansebagai acuan.

Sebagai perbandingan, pembinaanpersonil dilingkungan TNI dan POLRIdapat terlaksana dengan baik oleh karenaadanya sistem yang relatif baku sejak“rekrutmen” sampai “pengakhiran tugas”.Walaupun tidak semua yang baik untukorganisasi TNI dan POLRI cocok diterap-kan di organisasi Pegawai Negeri Sipilkhususnya Ditjen Bea dan Cukai. Tetapitidak ada jeleknya memetik pengalamandan penerapan prinsip-prinsip pembinaanpersonil TNI dan POLRI yang dapatberlaku umum, disesuaikan dengankondisi dan situasi setempat.

Dalam hubungannya dengan artipenting dari Pola Pembinaan SDM yangtransparan, sebagai analog patut dicatattulisan Solahuddin Wahid yang berjudul“Sumber Manusia Tak Berdaya” (SuaraPembaruan, 21 Februari 2006) antara lain:”Tanpa upaya serius membenahi pendidik-

NAMUN TERHADAPKEMAMPUAN “TIDAKTERLIHAT” SEPERTIKEJUJURAN, INTEGRI-TAS, KOMITMENUKURANNYA SANGATSULIT.

Page 63: Warta Bea Cukai Edisi 383

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

an/pola pembinaan personil, maka tidakmungkin kita memiliki Sumber DayaManusia, kita hanya akan memilikiSumber Manusia Tak Berdaya”.

LANGKAH-LANGKAH DIREKTORATJENDERAL BEA DAN CUKAIKronologis Upaya

Sebenarnya pimpinan DJBC dariwaktu ke waktu juga sudah menaruhperhatian terhadap masalah PembinaanPersonil, terbukti :1. Pada tahun 1979, saat Dirjen dijabat

oleh Bpk. Tahir (Sekditjen. Bpk. Koes-mayadi, Kabag Kepeg. Bpk. Karyoso)pernah dibentuk Tim Kepegawaian.

2. Pada tahun 1982, saat Dirjen dijabatoleh Bpk. Wahono (Sekditjen. Bpk.Abdul Masis, Kabag Kepeg. Bpk. Kar-yoso) pernah diterbitkan Surat EdaranDirjen BC No. : SE-163/BC/1982tanggal 23 Agustus 1982, tentangPedoman Kebijaksanaan Kepegawai-an Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.Penerapan dan pelaksanaan SEtersebut terhambat, dengan terbitnyaINPRES No. 4 tahun 1985 yangakibatnya menggoyahkan sendi-senditubuh Direktorat Jenderal Bea danCukai, baik menyangkut kewenangan/jatidiri, organisasi tata kerja dan perso-nil. Sehingga seluruh potensi Bea danCukai pada saat itu terserap ke arahupaya untuk tetap “survive”.Keberanian dan keberhasilan mener-bitkan SE tersebut adalah merupakanupaya positif dan patut dicatat, bahkanprinsip-prinsip dan kearifan yangterkandung didalamnya mungkinmasih relevan dan berguna sebagaibahan untuk dikaji dan dikembangkansesuai dengan situasi dan kondisi.Dalam rangka alur rumusan :Kesinambungan, Peningkatan,Koreksi, dan Pembaharuan yangterus menerus tiada henti.

3. Pada tahun 1988, saat Dirjen dijabatoleh Bpk. Hardjono (Sekditjen. Bpk.Martono Sukastowo, Kabag Kepeg.Bpk. Ibrahim A. Karim) dibentuk TimKepegawaian dengan ketua Bpk.Ibrahim A. Karim, yang bertugas untukmembuat draft (rencana) :- Pola Jalur Karir Jabatan- Pola Mutasi dan Promosi- Ukuran Penilaian Keberhasilan

Tugas/Prestasi- Syarat-syarat Jabatan

Karena inilah masalah yang pentingdan mendesak, namun secara berta-hap akan disusul pembahasan pola-pola lainnya yang berhubungan de-ngan masalah SDM dari sejak prosesrekrutmen sampai pengakhiran tugas.Butir-butir pengarahan DirjenHardjono, antara lain :a. Anggota Tim terdiri dari semua

unsur kelompok yang ada, denganalasan karena ini masalah besar

dan masalah bersama yang harusdipecahkan secara bersama-sama, agar semua aliranpemikiran dapat tertampung danhasilnya adalah merupakan karya“kebersamaan”. Anggota tim terdiridari wakil : Penilik 1963, PusplaPasar Minggu 1968, IIK 1977, IIK(Umum) 1978, Sarmud 1973 danSarjana Akuntan 1979.

b. Draft dari rancangan tersebut, se-telah selesai dikirimkan ke seluruhwilayah untuk mendapatkantanggapan dan masukan.Selanjutnya disempurnakan dalampleno dengan mengikutsertakan/masukan dari : Pakar/Kampus,Biro Kepegawaian Depkeu, BAKN,Bagian Personalia TNI-Polri, ParaSenior/Pensiunan BC.

c. Setelah selesai, oleh Dirjen akandiajukan kepada Menteri Keuang-an untuk mendapatkan rekomen-dasi dengan maksud agar supayalebih mengikat walaupun jabatanDirjen setiap saat dapat berganti.

d. Pelaksanaan penyusunanrancangan tersebut sesederhanamungkin (baik tempat dan waktu),yang penting “semangatnya” .

4. Pada tahun 2002, saat Dirjen dijabatoleh Bpk. DR. R.B. Permana Agung/Eddy Abdurachman (Sekditjen. Bpk.Thomas Sugijata, Kabag Kepeg. Bpk.Oentarto Wibowo) dibentuk Tim Pra-karsa Peningkatan Integritas Pegawai.

KENDALA DAN HAMBATANMungkin muncul pertanyaan, menga-

pa sampai saat ini Bea Cukai belum jugaberhasil merealisasikannya? Untuk mem-buat Pola Pembinaan SDM yang baku,adil, seimbang, transparan, layak terap,berkesinambungan serta lestari ternyatamudah diucapkan tetapi sulit untuk mewu-judkannya. Merumuskan sesuatu yangberhubungan dengan manusia adalah halyang sangat pelik karenanya memerlukankajian yang mendalam, belum lagi me-nyangkut kelembagaan yang diserahi tu-gas sebagai perumus, pelaksana, penga-was, dan pengkaji agar selalu sesuai de-ngan tuntutan jaman dan tempat. Integri-tas dan komitmen menjadi persyaratanpokoknya. Disinilah perlunya dipertim-bangkan adanya “Dewan Jabatan”.

Patut disimak tulisan Bpk. DR. R.B.Permana Agung, yang berjudul BeberapaAspek “Makro” dari CFRS (WBC edisi 193bulan Desember 1990) yang pada intinyadikemukakan, bahwa suatu sistem dapatberjalan dan berhasil kalau ditopang oleh :a. Perangkat absolut adalah – Perangkat

lunak (software); – Perangkat keras(hardware)

b. Perangkat relatif adalah – PerangkatOtak (brain ware) yang bukan sajaberarti kecerdasan, kepintaran tetapijuga kekenyalan nalar ; - Tak kalahpentingnya adalah perangkat mental(mental ware).Gabungan perangkat keras (absolutware) dan perangkat relatif (relatifware) disebut sebagaiPRODUKTIFITAS MULTI FAKTOR.Setelah itu masih perlu :

c. Faktor-faktor budaya, kerja keras,disiplin, sifat inovatif dan lainsebagainya (CONDITIONAL WARE).Hasil interaksi dari Produktifitas MultiFaktor dengan Conditional Ware telahmengintroduksi satu konsep yangdisebut PRODUKTIFITAS PRESTASI.Padahal Pola Pembinaan SDM mung-kin hanya termasuk perangkat lunak(software) saja. Jadi bagian kecil darisyarat penopang keberhasilan sistem.

Demikian juga tulisan EnglishNainggolan dengan judul “PengangkatanPNS Dalam Jabatan Struktural” (SuaraKarya, Mei 1994) antara lain…”Obyektifitas akan terwujud apabilapejabat atau pimpinan instansi masing-masing dapat menghilangkan unsurkepentingan pribadi atau subyektifitasnya.Bagaimanapun bagusnya peraturanapabila tidak ada kemauan untukmenerapkan secara konsisten makaperaturan tersebut hanya merupakan ke-kuatan di atas kertas. Sebaliknya, sekali-pun suatu peraturan kurang mendukungatau banyak kelemahannya, akan tetapipejabat tersebut melaksanakannya secaraarif bijaksana, obyektif, maka peraturantersebut akan lebih sempurna”. (JustruPejabat dan Pimpinan Instansi lah yangpertama-tama harus terikat denganketentuan Pola Pembinaan SDM).

Sementara itu di lain pihak ada jugayang berpandangan skeptis, karenadengan adanya Pola Pembinaan SDMyang transparan justru akan menimbulkangejolak yang dapat mendorong maraknyaprotes-protes dan bermacam-macamtuntutan; lebih-lebih masalah “adil” adalahsulit dan sangat relatif.

Kekuatan manusia terletak pada“kebersamaan” dan “kerjasamanya”. Olehkarena itu semuanya diharapkan pedulidan turut bertanggung jawab mendorongterhadap terciptanya habitat/lingkunganyang nyaman, dimana dapat berlangsungajang kompetisi sehat dan fairplay. Ibaratpermainan sepak bola, tersedia arena/lapangan yang mulus, aturan mainyang jelas dan transparan, serta wasityang adil-tidak memihak.

PERANAN AGAMAT.B. Simatupang dalam tulisannya

yang berjudul “Persiapan Doktrin,Kader, dan Lembaga” (Kompas 26 April1985), menyatakan ”…tanpa kesadarantentang dimensi teologis, masalah

MASALAH “ADIL”ADALAH SULIT DANSANGAT RELATIF.

KOLOM

Page 64: Warta Bea Cukai Edisi 383

63WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

politik, ekonomi dan sosial akan diha-dapi secara dangkal…”

Demikian pula DR. Nurcholis Madjid,dalam bukunya “Islam, Doktrin danPeradaban” menulis antara lain, “Dan daripenuturan sekitar Adam (dan istrinya,Hawa) dapat disimpulkan bahwa agamaatau, lebih tepatnya, berbagai ajaran (kali-mat) dari Tuhan itu adalah untukmelengkapi manusia agar ilmu pengeta-huannya yang menjadikannya diangkatsebagai penguasa di bumi tidak justrumembuatnya sesat dan menjerumuskan-nya kepada kesengsaraan. Atau, sebut-kanlah dalam bahasa Kontemporer,orientasi ilmiah manusia dilengkapidengan, dan harus dibimbing oleh nilairohaniah”.

Makna Keadilan SosialAgama apapun pasti bermaksud me-

nuntun manusia ke arah “adil” dan “sejah-tera”. Dalam agama Islam makna “keadil-an sosial” menurut tafsir Quraish Shihabdalam bukunya Wawasan Al-Quran, hal.124 : Alquran menetapkan bahwa salahsatu sendi kehidupan masyarakatadalah keadilan. Tidak lebih dan tidakkurang.

Hal 125 : Setiap anggota masyarakatdituntut untuk Fastabiqul Khairat/berlomba-lomba dalam kebajikan (AlBaqarah (2):148). Setiap perlombaanmenjanjikan “hadiah”. Disini hadiahnyaadalah mendapatkan keistimewaan bagiyang berprestasi. Tentu akan tidak adil jikapeserta lomba dibedakan atau tidak diberikesempatan yang sama. Tetapi tidak adiljuga setelah berlomba dengan prestasiyang berbeda hadiahnya dipersamakan.Sebab akal maupun agama menolak halini. Keadilan sosial seperti terlihat di atas,bukan mempersamakan semua anggotamasyarakat, melainkan mempersamakandalam kesempatan mengukir prestasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indone-sia, Keadilan Sosial didefinisikan sebagai“kerjasama untuk mewujudkanmasyarakat yang bersatu secara organik,sehingga setiap anggota masyarakatmemiliki kesempatan yang sama dannyata untuk tumbuh berkembang sesuaikemampuan masing-masing”.

Kalau ada yang tidak dapat meraihprestasi, masyarakat berkeadilan sosialterpanggil membantu mereka agar dapatjuga menikmati kesejahteraan. Keadilanakan mengantarkan kesejahteraan.Dengan kata lain, bukti atau anak sahkeadilan adalah kesejahteraan sosial.

Jika memang demikian, asas-asasyang tersirat dalam Undang-undangNomor 8 tahun 1974 seperti dikemukakandiatas antara lain :- Keselarasan antar kepentingan dinas

dan perorangan.- Ajang kompetisi positif.- Sejauh mungkin mengurangi

subyektifitas.- Sistem “karir” dan “merit”.

Khusus asas “ajang” kompetisi positif

selaras dengan makna keadilan sosialdari tafsir Quraish Shihab terhadap AlBaqarah (2) :148, dan Al Zumar (39) :9yaitu : “mempersamakan dalam kesem-patan mengukir prestasi”.

Juga selaras definisi Kamus BesarBahasa Indonesia “…sehingga setiapanggota masyarakat memiliki kesem-patan yang sama dan nyata untuk tum-buh berkembang sesuai kemampuanmasing-masing”.

Dengan demikian dapat disimpulkanasas-asas yang tersirat dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dapatdikategorikan sebagai “keadilan sosial”.Selanjutnya Pola Pembinaan SDM yangmerupakan peraturan pelaksanaan danpenjabaran dari Undang-undang Nomor 8Tahun 1974 tersebut, kiranya juga dapatdikatakan sebagai salah satu usahasungguh-sungguh untuk menegakkankeadilan.

Makna Kesejahteraan SosialDari buku Wawasan Al-Quran,

karangan Quraish Shihab dikatakan,sejahtera menurut Kamus Besar BahasaIndonesia adalah aman, sentosa, makmur,selamat (terlepas) dari segala macamgangguan, kesukaran dan sebagainya.

Makna/gambaran kesejahteraan sosialmenurut tafsir Quraish Shihab tercantumdalam Al-Quran Surat : Thaha (20) :117-119; Al-Waqiah (56) :25-26; Ya Sin (36) :55-58, dan Al-Thur (52) : 21.

Untuk masa kini kita dapat berkatabahwa yang sejahtera adalah terhindardari rasa takut terhadap penindasan,kelaparan dan dahaga, penyakit,kebodohan, masa depan diri dan sanakkeluarga bahkan lingkungan.

Tafsir/makna keadilan sosial tersebutsenafas dengan tulisan Sdri. Dian Jusrijati,yang berbunyi antara lain : “Adalah suatukebutuhan yang mendasar bagi seorangpegawai untuk bisa merasakan kehidupanyang tenang, damai dan bahagia bersamaseluruh anggota keluarganya. Unsur dariadanya rasa tenang itu diantaranya ada-lah fungsi perencanaan hidup keluargadimasa depan serta kepastian akan apayang telah dan akan di perbuatdikemudian hari, tingkat pencapaian yangdiinginkan serta fungsi jaminan hidup bagikeluarganya”.

Hubungan Pola Pembinaan SDM –Keadilan – Kesejahteraan

Oleh karena dikatakan bahwa buktiatau anak sah keadilan adalahkesejahteraan sosial, maka apabila PolaPembinaan SDM (dapat ditafsirkansebagai usaha pelaksanaan asas

keadilan) dapat terwujud dan terlaksanadengan benar, diharapkan akan terciptakondisi yang dapat menuntun langkahkearah lajur dan jalur yang juga benar (onthe right track), menuju masyarakat Beadan Cukai yang aman sejahtera.

Upaya sungguh-sungguh untuk men-jabarkan, melaksanakan serta menegak-kan “keadilan” dalam konteks dan lingkupDitjen Bea dan Cukai, kiranya juga dapatdikatakan sebagai melaksanakan“amanah/amal”, “kebajikan” (kasihsayang), “dharma” atau ”laku”.

K.H. Mustofa Bisri mengingatkandalam tulisannya di harian Indo Postanggal 20 Februari 2006 sebagi berikut ;Adil : Sulit, Tapi Harus.

Berlaku Adillah !…itu dekat kepadatakwa…(QS Al Maidah (5) :8)

PENUTUPKorps kita, Direktorat Jenderal Bea

dan Cukai pernah merasakan pahit dansakitnya mendapatkan stigma darimasyakarat yang intinya : “Bea Cukaitelah menistakan dirinya sendiri, makapatut untuk dinistakan”. Mimpi buruk initerjadi pada tahun 1985 pada saatterbitnya Inpres Nomor 4 Tahun 1985. Dansampai saat ini kiranya sayup-sayupmasih terdengar suara-suara miring,bahkan Menkeu DR. Sri Mulyani Indrawatimemberikan sinyal dengan menyatakan :“Saya Rasa Tantangan Paling Besar DariBea Cukai Adalah Reputasi” dan “SayaRasa Masih Jauh Kita Mengatakan BahwaKita Merasa Cukup Puas Dan BanggaDengan Kinerja Bea dan Cukai SelamaIni…” (WBC Edisi 375 Februari 2006).

Adakah hubungannya denganPengelolaan dan Pembinaan SumberDaya Manusia?

Terlepas apakah suara-suara tersebutbenar atau salah, ada dua kata bijakyang perlu dicermati :1. George Santanaya (Filsuf Amerika) :

“those who cannot remember the past,are condemned to repeat it”. (Merekayang melupakan sejarah, akanterkutuk untuk mengulanginya)

2. Kearifan Cina Kuno : “Daripadatenggelam meratapi kegelapan, lebihbaik berusaha menyalakan lilin”.

Tulisan “urun rembug” Bpk. Moerdokoditutup dengan kiasan dalam bahasa jawa: “Klungsu-klungsu kenoa kanggosesawat”, yang artinya ibarat “biji buahasem” sudah barang tentu tidak menarik,tidak berbobot dan tidak bernilai ; gunanyahanya sebagai pelengkap kalau-kalauingin melempar. Demikian jugalah untuktulisan ini. Kalau tidak, anggap saja“ocehan” lansia yang sedang mengigau(jawa : wong tuwo kang lagi ngomyang,ngelindur lan ndleming). Mohon maaf,wassalam.

* Almarhum Dibyo Susilo adalah PensiunanPegawai Bea Cukai, terakhir menjabat sebagai

Manager Toko Kopesat DJBC. Almarhum tutup usiapada tanggal 2 Agustus 2006. Tulisan ini diserahkan

kepada WBC sebelum wafatnya almarhum.

DISINILAH PERLUNYADIPERTIMBANGKAN ADA-NYA “DEWAN JABATAN”

Page 65: Warta Bea Cukai Edisi 383

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ea Cukai memberikan kemudahanatau fasilitasi perdagangan kepadadunia usaha. Kemudahan dan

fasilitas perdagangan yang tersediaantara lain Kawasan Berikat (KB) danKITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).Banyak pengusaha yang masih belumjelas apa bedanya antara KawasanBerikat dan KITE karena kedua fasilitasini sama-sama memungkinkan pengusa-ha mengimpor bahan baku denganpembebasan bea masuk, PPN dan PPhkemudian mengolah dan mengeksporhasil olahannya.

PERBEDAANMeskipun kedua jenis fasilitas ini

mempunyai persamaan namun ada jugaperbedaannya yaitu :

Perusahaan KITE tidak perlu dijagaBea Cukai karena atas bahan bakuyang diimpor sudah dijamin bea masukdan PPN/PPh-nya. Sebaliknyaperusahaan KB harus dijaga Bea Cukaikarena tidak ada jaminan bea masuk /PPN/PPh atas impor bahan bakunya.

Jadi kontrol yang dilakukan Bea Cukaiterhadap perusahaan KITE ada padajaminan yang diserahkan, sedangkankontrol terhadap perusahaan KB adalahpenjagaan fisik oleh petugas Bea Cukaiterhadap bahan baku impor yang belumdibayar beanya yang ada didalam KB.

Saya pernah ditanya seorang peng-usaha yang akan memproduksi garmenuntuk diekspor, apakah sebaiknya mendi-rikan KB atau cukup memakai fasilitasKITE saja. Menurut hemat saya kalau

mayoritas kegiatannya impor / ekspor danpenjualan ke dalam negerinya kecilsebaiknya mendirikan KB saja. Sebaliknyakalau sebagian besar kegiatannya adalahpenjualan ke dalam negeri sedangkankegiatan ekspornya sekali sekali sajasebaiknya menggunakan fasilitas KITE.

Di lapangan sering saya temukanpengusaha KITE yang mayoritas bahanbakunya impor dan mayoritas produk-nya diekspor. Tentu ia sangat repot ka-rena misalnya setiap bulan harus meng-urus rata-rata 20 kali pengimporanbahan baku dan 30 kali pengeksporanbarang jadi. Untuk mengimpor bahanbaku ia harus mengurus Skep pembe-basan bea masuk. Kemudian setiappengimporan bahan baku ia harusmenyerahkan jaminan atas BM, PPN,

PPh dan membuat PIB. Setelah barangjadi diekspor ia harus menarik jaminan

Prosedur yang harus ditempuh dalampengimporan bahan baku pada fasilitasKITE lebih panjang dan lebih sulitdibandingkan pada fasilitas KB. Adanyakewajiban menyerahkan jaminan beamasuk/ PPN/PPh juga menjadikan fasilitasKITE memakan biaya yang lebih besardibandingkan fasilitas KB. Karena itu jikavolume dan frekuensi impor bahan bakucukup tinggi akan lebih murah dan mudahjika pengusaha yang bersangkutanmenggunakan KB.

Saya sering menasehati pengusahakelompok ini untuk berpindah ke fasilitasKB saja. Mereka ini pada umumnya belumtahu kemudahan dan keuntungan yangbisa dinikmati pengusaha KB. Hanya

karena mereka sudah biasa sejak dulumenggunakan fasilitas KITE dan olehorang-orang Bapeksta dulu selaludianjurkan untuk terus memakai fasilitasKITE tanpa tahu perbedaan dasarnya.

Sebaliknya ada juga pengusahayang kegiatan impor / ekspornya keciltetapi menggunakan fasilitas KB,mayoritas bahan bakunya dari dalamnegeri, demikian juga pemasaranbarang jadinya ke dalam negeri. Hanyasekali-sekali saja ia mendapat orderdari luar negeri dengan bahan bakuyang harus diimpor. Jadi fasilitas KB-nya kurang dimanfaatkan (idle).

Padahal KB tadi sudah memenuhipersyaratan lokasi yang harus di kawasanindustri, syarat bangunannya dan adapenjagaan dari Bea Cukai. Karena jarangada kegiatan impor / ekspor makapetugas Bea Cukai yang ada disitubanyak menganggur, jadi mubazir.

Petugas Bea Cukai di KB mestinyabertugas mengawasi barang imporyang belum dibayar beanya yang adadisitu tetapi karena mayoritas bahanbaku yang masuk kesitu adalah barangdalam negeri dan penjualan barang jadijuga ke dalam negeri sehingga kebera-daan Bea Cukai disitu kurang relevan.Terhadap pengusaha seperti ini biasa-nya saya sarankan untuk memakaifaslitas KITE saja.

TIDAK MUNGKIN DIGABUNGAda yang berpendapat bahwa karena

kedua jenis fasilitas ini (KB dan KITE)hampir sama sebaiknya digabung sajamenjadi satu sistem atau satu jenisfasilitas misalnya KITE dihapus dansemua KITE menjadi KB atau KB dihapusdan semua KB menjadi KITE. Kalau hal inikita jalankan tentu ada pihak yangdirugikan karena KITE dan KBmempunyai perbedaan dan masing-masing mempunyai karakteristik tertentuserta cocok untuk perusahaan tertentu.

Perusahaan yang mayoritasberoperasi di pasar domestik yanghanya kadang-kadang saja melayanipesanan dari luar negeri akan dirugikankalau harus menggunakan fasilitas KB.Karena perusahaannya (pabriknya)harus ditempatkan dibawahpengawasan pabean terus menerus

OPINI

Oleh: Wirawan Sahli

B

Kawasan Berikatdan KITE

No.1.

2.

3.

4.

Kawasan BerikatHarus berlokasi di kawasanindustri dan bangunannyaharus memenuhi syarat yangditentukan Menteri Keuangan.Dijaga petugas Bea Cukaikarena berstatus sebagaikawasan pabeanPengawasan Bea Cukai terusmenerus (full customs control)Tidak perlu jaminan beamasuk, PPN, PPh atas bahanbaku yang diimpor

No.1.

2.

3.

4.

KITETidak harus di kawasan industridan tidak harus memenuhipersyaratan bangunan yangditetapkan Menteri Keuangan.Tidak perlu dijaga Bea Cukaikarena berada di peredaranbebasPengawasan Pabean insidentil

Harus menaruh jaminan atasbea masuk, PPN, PPh atasbahan baku impor

Page 66: Warta Bea Cukai Edisi 383

65WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

(dijaga petugas) padahal hanya sekali-sekali saja ada bahan baku impordisitu. Seperti kita ketahui di KB yangdijaga Bea Cukai juga diwajibkanadanya pemberitahuan pemasukan danpengeluaran barang meskipun barangtersebut berasal dari dalam negeri yangtidak wajib bea. Jadi penjagaan BeaCukai tidak tepat guna atau bahkan mu-bazir terhadap perusahaan seperti ini.

Sebaliknya perusahaan yang mayori-tas operasinya adalah pasar luar negeriyang frekuensinya impor bahan bakunyatinggi (katakanlah 30 kali sebulan) tentuakan repot sekali jika harus memakai fasi-litas KITE karena setiap kali mengimporharus menaruh jaminan bea masuk,PPN/PPh dan setelah mengekspor harusmengurus penarikan jaminan tersebut.

Pengaturan dalam UU Kepabeananjuga dibuat terpisah antara KITE dan KB.KITE diatur dalam Pasal 25 tentangpembebasan Bea Masuk atas imporbarang dan bahan untuk diolah, dirakit,atau dipasang pada barang lain dengantujuan untuk diekspor. Bisa juga disebutsebagai prosedur impor untuk diolah dandiekspor kembali.

KB diatur dalam pasal 44 s.d 47Undang-undang Kepabeanan dalambagian tentang Tempat PenimbunanBerikat bersama-sama dengan GudangBerikat, Entrepot Partikelir untuk pamerandan Toko Bebas Bea.

KB dan KITE masing-masing adakeuntungan dan kerugiannya.Keuntungan sistem KB adalah tidak perlumenyerahkan jaminan BM, PPN dan PPhtetapi perusahaannya harus dijaga BeaCukai. Setiap pemasukan danpengeluaran barang harus mendapatpersetujuan dari petugas Bea Cukai, jadilaporan / pemberitahuan yang harusdibuat banyak sekali. Barang dalam negeripun keluar masuk KB harus diberitahukankepada Bea Cukai yang bertugas disitu.Sebaliknya KITE meskipun harusmenyerahkan jaminan BM, PPN, PPhtetapi pabriknya tidak perlu dijaga BeaCukai dan keluar / masuk barang kepabrik tidak perlu mendapat persetujuandari Bea Cukai.

Bahwa pada saat ini banyak orangbingung membedakan antara KITE danKB karena dalam peraturanpelaksanaannya ada prinsip-prinsip KITEyang diberlakukan untuk KB dansebaliknya ada prinsip KB yangdiberlakukan untuk KITE.

Contohnya adalah Bea Masuk yangharus dibayar untuk pengusaha KITEyang menjual hasil olahan ke peredaranbebas menurut Pasal 16 ayat (1)Keputusan Dirjen Bea dan Cukai No.KEP-205/BC/2003 tanggal 31 Desember 2003,berdasarkan tarif bea masuk barang jadi.Pengenaan bea masuk dengan tarifbarang jadi sebenarnya adalah prinsipuntuk Kawasan Berikat.

Dalam pasal 45 Undang-undangKepabeanan dinyatakan bahwa produkKB yang diimpor untuk dipakai dikenakan

tarif yang berlaku pada saat diimpor untukdipakai, jadi kalau pada saat diimpor untukdipakai sudah dalam keadaan barang jadiharus dikenakan tarif barang jadi.

Tetapi peraturan pelaksanaan untukKB yaitu Keputusan Menteri KeuanganNo. 291/KMK.05/1997 Tanggal 26 Juni1997 tentang Kawasan Berikat, malahmengenakan tarif bea masuk atas bahanbaku atas barang jadi yang diimpor keperedaran bebas. Sebenarnya pengenaantarif bea masuk bahan baku ini adalahprinsip untuk KITE. Mengapa demikian ?

Karena pada saat bahan baku masukke KITE pengusaha sudah mengajukanPemberitahuan Impor Barang (PIB)dengan perhitungan Bea Masuk danPajak atas bahan baku tersebut.Pengusaha KITE sudah menyerahkanjaminan bea masuk dan pajak menurutperhitungan tersebut. Pengusaha KITEjuga sudah menyerahkan perhitungankonversi bahan baku menjadi barang jadi.Berapa banyak bahan baku yangdiperlukan untuk membuat satu unitbarang jadi sudah diberitahukan kepadaBea Cukai. Karena itu apabila ada barangjadi yang diimpor ke peredaran bebasseharusnya perhitungan bea masuk

berdasarkan perhitungan pada saat bahanbaku masuk ke KITE.

Pada saat masuk ke KITE dengan PIByang tercantum adalah bahan bakudengan tarif bea masuknya. Karenaperhitungan bea masuk (duty assesment)sudah dilakukan dimuka pada saat PIBdiajukan, maka jika barang jadi di impor keperedaran bebas semestinya dikenakantarif bea masuk atas bahan baku.

Hal ini sesuai dengan Aneks Khusus FBab I butir 23 Konvensi InternasionalTentang Penyederhanaan danHarmonisasi Prosedur Pabean (yang telahdiamandemen) yang berbunyi :

“ Peraturan Perundang-undangannasional hendaknya menetapkanbahwa dalam hal produk kompensasitidak diekspor, jumlah bea masuk danpajak yang dikenakan tidak melebihijumlah bea masuk dan pajak yangberlaku terhadap barang impor yangdimasukkan untuk diolah “(“National legislation should providethat the amount of import duties andtaxes applicable in the case wherethe compensating products are notexported shall not exceed theamount of import duties and taxesapplicable to the imported goodsadmitted for inward processin” ).

Aneks Khusus F ini tentang imporuntuk diolah (Inward Processing) samadengan prosedur KITE kita.

Hal tersebut di atas berbeda denganKB yang pada pemasukan bahan bakuimpornya belum ada perhitungan bea ma-suk. Pada saat bahan baku impor masukke KB pengusaha harus mengajukanPemberitahuan Pengangkutan BarangDalam Pengawasan Pabean (BC 2.3)yang tidak ada / belum ada perhitunganbea masuk dan pajak sehingga kalau ba-rang jadi hasil olahan akan diimpor untukdipakai ( ke peredaran bebas ) harusdikenakan tarif bea masuk barang jadi.

Dalam Konvensi InternasionalTentang Penyederhanaan danHarmonisasi Prosedur Pabean (yangtelah diamandemen) kita tidakmenemukan Aneks tentang KawasanBerikat (KB). Aneks yang mendekatiatau bisa dirujuk untuk pengaturan KBadalah Aneks Khusus D Bab 2 tentangKawasan Bebas ( Free Zones ) karenaAneks ini mengatur pemasukan barangimpor tanpa dipungut bea masuk danpajak untuk diolah di tempat tersebut.

Dalam Aneks tersebut ada standarketentuan kalau barang yang sudah diolahdapat dipindahkan ke Kawasan Bebas lainatau dialihkan ke prosedur pabean lain.Dialihkan ke prosedur pabean lain iniberarti barang tersebut dapat dieksporatau diimpor untuk dipakai (ke dalamperedaran bebas). Jika diimpor untukdipakai harus memenuhi persyaratan danformalitas yang berlaku untuk prosedurimpor untuk dipakai.

Kalau prosedur impor untuk dipakaiberarti harus ada penelitian tentang jenisdan tarif bea masuknya. Karena barangsudah diolah dan waktu masuk bahanbakunya belum ada perhitungan beamasuknya, maka tentu tarif bea masuknyaadalah tarif bea masuk barang jadi.

KESIMPULAN1. KB dan KITE harus tetap dipertahan-

kan dan kedua-duanya harus tetapada karena memang diperlukan olehperusahaan-perusahaan yangberbeda tipe operasinya.

2. Perusahaan yang mayoritas bahanbakunya diimpor dan mayoritas pro-duknya diekspor dianjurkan memakaifasilitas KB, sebaliknya perusahaanyang mayoritas bahan bakunya dalamnegeri dan produknya dijual di dalamnegeri dan hanya kadang-kadang sajamendapat pesanan untuk ekspordengan bahan baku impor dianjurkanuntuk memakai fasilitas KITE.

3. Prinsip yang berlaku untuk KITEseyogyanya tidak diberlakukan untukKB dan sebaliknya prinsip KB tidakdiberlakukan untuk KITE. Untuk iniKonvensi Internasional TentangPenyederhanaan dan HarmonisasiProsedur Pabean ( yang telah diaman-demen ) dapat dijadikan rujukan.

Penulis adalah Kepala KantorPelayanan Bea dan Cukai Bandung

KB DAN KITE HARUSTETAPDIPERTAHANKAN DANKEDUA-DUANYAHARUS TETAP ADA...

Page 67: Warta Bea Cukai Edisi 383

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ini DJBC memiliki pemimpin baru,setumpuk harapan dipikul di pundakbeliau. Para pegawai DJBC pada

umumnya cukup surprise atas prosesisuksesi kali ini, tak lain karena yang men-jadi dirjen kali ini Bapak Anwar Supriyadibukan orang karir DJBC. Penunjukandirjen di luar kalangan DJBC hendaklahdisikapi dengan postif dan proporsional.Dirjen bukanlah jabatan politis, yang men-jadi pertimbangan mendasar penunjukandirjen semata-mata berdasarkan padakebutuhan dan kepentingan strategisinstansi yang bersangkutan.

Bagi DJBC menculnya Bapak AnwarSupriyadi dengan segudang pengalamandan latar belakang di bidang penataankelembagaan, manajemen administrasidan manajemen SDM memberikan ruhbaru untuk menuntaskan permasalahandan tantangan yang dihadapi DJBC.

Bagi kami para pegawai siapa punyang diberi amanah memimpin institusi iniadalah orang pilihan yang oleh Presidendianggap layak untuk membuat DJBC le-bih baik lagi. Arus besar reformasi di tubuhDJBC ini membutuhkan kepemimpinanyang mampu memecahkan kejumudankultural yang selama ini sulit diubah,kepemimpinan yang mampu menguraibenang kusut birokrasi yang menghambatperputaran roda organisasi DJBC,kepemimpinan yang bisa membuat DJBClebih responsif, dinamis, dan dapat berdiritegak memberikan pelayanan publik sertamemberikan kontribusi optimal bagipertumbuhan ekonomi dalam negeri,kepemimpinan yang mampu mengangkatreputasi DJBC dalam kinerja dan citra.

Kita semua percaya bahwa pendahu-lu-pendahulu sebelumnya pun telahbekerja keras membangun DJBC. BahkanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono punsangat memberi perhatian pada DJBC,hal ini terbukti ketika masa-masa awalkepemimpinan beliau DJBC mendapatprioritas untuk dikunjungi selian Polri, Ke-

jaksaan Agung dan DJP. Pada kunjungantersebut presiden sangat menaruhharapan terhadap peran strategis DJBCdalam menyukseskan pembangunan na-sional. Pada kesempatan tersebut presi-den bahkan memberikan garansi ‘kertasputih’ kepada DJBC untuk memulai per-baikan kinerjanya.

Kini tak terasa sudah satu setengahtahun berjalan sejak kunjungan mendadakpresiden tersebut. Apa yang berkembangdan terjadi di DJBC tentunya menjadicatatan dan evaluasi tersendiri pimpinan dinegeri ini. Banyak hal yang sudah terjadi,mulai dari reshuffle Kabinet Indonesia

Bersatu yang menempatkan Dr. Sri Mulya-ni Indrawati menjadi Menteri Keuangansampai pada pergantian eselon satu didepartemen keuangan. Hal ini menunjuk-kan pemerintah serius untuk mengadakanperubahan-perubahan, untuk setiapinstansi harus siap merespon dinamikaperubahan yang setiap saat bisa terjadi.

Yang menjadi pertanyaan sekarangadalah sudahkah ada perubahansignifikan pada DJBC ataukah kita malahberjalan di tempat? Inilah PR besar yangharus kita semua buktikan bersamadibawah kepemimpinan dirjen yang baru.

AGENDA INTERNALAgenda internal pertama adalah

penataan kelembagaan. Dualisme peranyang terkesan antagonistik seperti yangIbu Menteri Keuangan sampaikan padasaat pelantikan eselon satu dijalankansekaligus oleh institusi fiskal seperti DJBC.

DJBC memberikan pelayanan publiksekaligus melaksanakan pengawasanmelekat pada para pengguna jasa. Seba-gai institusi yang menetapkan kebijakan,pelaksana kebijakan sekaligus pengawaskebijakan jelas sangat membutuhkanstruktur kelembagaan yang kokoh, yangmenjamin berjalannya mekanisme cekand balance dan penilaian akuntabilitaskinerja yang memadai.

Dualisme peran di atas seringkalimenimbulkan monopoli kekuasaan danmenciptakan kewenangan diskresi yangterlau besar. Sehingga jalan keluarnyaadalah penataan struktur kelembagaanyang dapat mencegah penyalahgunaankewenangan tersebut.

Ibarat dua belah tangan pada orangIndonesia umumnya, tangan kanan biasa-nya merupakan simbul sopan santun,penghargaan dan keluhuran etika menja-lankan berfungsi dominan melayani aktifi-tas sehari-hari seperti makan, minum, me-nulis, berjabat tangan, inilah hakekatnyafungsi pelayanan yang bertujuan membe-rikan kepuasan kepada pengguna jasadengan pelayanan sepenuh hati denganmenjunjung tinggi etika dan kehormatan.

Sedangkan tangan kiri biasanyadisimbolkan sebagai ungkapan ketidakso-panan, tidak menghargai berfungsi ‘maaf’sebagai pembersih sama halnya denganfungsi pengawasan yang sama sekalitidak memberikan toleransi terhadap pe-langgaran, membersihkan berbagai pe-nyimpangan terhadap peraturan, menjagainstitusi tetap bersih. Kedua belah tanganitu saling bekerjasama dan melengkapi,ada pembagian tugas, pemisahan fungsisatu sama lain begitulah sejatinya fungsipelayanan dan pengawasan.

Agenda internal kedua adalah mana-jemen sumber daya manusia. Turunnyareputasi, kinerja dan citra DJBC penyebabutamanya adalah manajemen sumberdaya manusia yang tidak optimal sehing-ga terjadi penodaan terhadap karakter

MARI KITA BERSAMA-SAMA MEMBANGUNKEMBALI JATI DIRIDAN REPUTASI DJBC

K

DirjenBaru

OPINI

Oleh: Toupik Kurohman

SEMANGAT BARU

Page 68: Warta Bea Cukai Edisi 383

67WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

organisasi sebagai akibat berkembangnyabudaya kerja yang tidak sehat di tubuhorganisasi. Sistem dan struktur kelemba-gaan yang telah dirancang sedemikianrupa menjadi mandul oleh perilakupegawai yang menyimpang. Perilakudisintegritas pegawai menciptakan budayatidak sehat, berpengaruh destruktif danpembunuhan karakter organisasi.

Harus diakui perilaku disintegritasyang berkembang menjadi mata rantai takterputus di berbagai lini, sudah berlang-sung turun-temurun bahkan cenderungsistemik dan menjadi habit. Perilaku dis-integritas bentuk dan faktor penyebabnyabermacam-macam. Hal yang palingmengemuka adalah masalah disintegritasseperti misalnya masalah korupsi dilingkungan administrasi kepabeanan yangantara lain disebabkan oleh :1. Terdapatnya monopoli kekuasaan,

misalnya : keputusan clearancebarang di pelabuhan adalahkewenangan penuh DJBC, tidak dapatdilakukan oleh instansi lain.

2. Terdapatnya discretionary power(kewenangan diskresi) yang terlalubesar dimana dengan kekuasaan itudapat menentukan ”nasib” penggunajasa, misalnya: dengan dimilikinyakewenangan untuk membuat profes-sional judgement terhadap dokumenPIB ataupun barang penumpang.

3. Tidak terdapatnya penilaianakuntabilitas kinerja yang memadai.

Di negara berkembang seperti Indone-sia tindak korupsi dapat berkembang lebihdahsyat lagi karena faktor- faktor berikut :1. Tingginya tingkat toleransi terhadap

korupsi, ada anggapan kewajaran dansudah menjadi ’kebiasaan’ orang timuruntuk suatu tindakan korupsi.

2. Rendahnya law enforcement(penegakan hukum) yangmengakibatkan rendahnya hukumanyang dijatuhkan.

3. Rendahnya resiko yang ditanggungpelaku

4. Rendahnya gaji dan insentif yanglegitimate

5. Belum dipatuhinya kode etik danperilaku dengan baik.

Diperlukan komitmen dan political willyang kuat dari para pimpinan untukmenuntaskan masalah disintegritas.Gerakan peningkatan integritas pegawaihendaklah menjadi agenda prioritas.Dimulai dari pimpinan sampai ke pegawai-pegawai pelaksana di lapangan. Selamaini program peningkatan integritaspegawai belum menyeluruh, menyentuh,terhujam dalam diri setiap pegawai, dantidak dipahami secara utuh oleh pegawai.

Contohnya mengenai korupsi, diakuiatau tidak realitas di lapangan masihterjadi, disamping masih banyak pegawaiteknis di lapangan yang masih memilikipersepsi yang berbeda tentang tindakanyang termasuk korupsi, walaupunperingatan larangan korupsi terpampang

jelas di kantor-kantor. Perlu kiranya dibuatstandarisasi dan petunjuk teknis yangmemberikan ketegasan kepada pegawaiyang mudah dipahami dan ditindaklanjutiterkait dengan tindakan yang dikategori-kan korupsi dalam lingkungan dinas.

DJBC sebenarnya sudah memilikimodal dasar yang cukup bagus untukmenunjang berjalannya mekanismekelembagaan. Warna semi militer yangterbentuk pada para pegawai DJBCseharusnya menanamkan kedisplinan,jiwa pengabdian pada bangsa dannegara, semangat patriotik, dan jiwakorsat/korps yang tinggi, hal ini pula yangmenjadi karakter khas DJBC yangmembedakan dengan instansi lain didepartemen keuangan.

Keberhasilan kepemimpinan sebuahorganisasi ditentukan oleh sejauh manapara pengambil keputusan tersebut dapatmemahami betul karakteristik organisasiuntuk selanjutnya dapat mereduksikelemahan-kelemahan serta menyatukanseluruh potensi dan kekuatan yangdimiliki untuk bersama-sama mencapai

tujuan yang telah ditetapkan, disinilahtantangan bapak dirjen yang baru.

AGENDA EKSTERNALAgenda Eksternal DJBC berorentasi

pada fungsi DJBC sebagai public service.Arahnya sangat jelas yakni berusahamemberikan pelayanan terbaik dengantujuan pada kepuasan para penggunajasa. Ada beberapa keluhan stakeholderyang harus direspon secara postif olehDJBC sebagaimana dirilis oleh hasilpenelitian LP3M UI:1. Ketidakjelasan besarnya biaya

pengurusan kepabeanan yang dise-babkan banyaknya cost, baik yangresmi maupun tidak resmi yang harusdikeluarkan

2. Ketidakpastian waktu yang dibutuhkanuntuk menyelesaikan prosedurkepabeanan

3. Kegagalan DJBC dalam memberantaspenyeludupan dan mengatasi pelang-garan pabean lainnya di pelabuhan(misalnya praktek undervaluation)

4. Bocornya penerimaan negara

Terlepas dari masalah apakah tuntutantersebut lebih banyak dilatarbelakangi olehvasted interest (kepentingan tertentu) se-kelompok orang atau cerminan dari perfor-mance DJBC sesungguhnya, kita wajibmemberi perhatian serius. Bagaimanapunjuga opini masyarakat yang terlanjur

terbentuk selama ini memang pada intinyamenghendaki adanya perubahanmendasar dari behavior seluruh aparatDJBC. Untuk itu perlu dilakukan reformasisikap dan profesionalisme DJBC.

Tuntuan tersebut menjadi masalahyang cukup serius dengan turunnya misiInternational Monetary Fund (IMF) untukmemberikan bantuan teknis danmengidentifikasi permasalahan utamayang terjadi di DJBC serta merumuskanstrategi untuk mengatasi permasalahantersebut. Hasilnya tanggal 11 Februari2002 misi tersebut menyampaikan Aide-Memoire, Republic of Indonesia : CustomsAdministration At a Critical Juncture yangberisi 4 butir rekomendasi programreformasi DJBC, yaitu :1. Program pemberantasan

penyelundupan2. Program peningkatan pemberian

fasilitas perdagangan3. Program peningkatan integritas

pegawai4. Program koordinasi dengan

Stakeholders

Diperlukan perubahan paradigmapegawai untuk mengedepankan asekpelayanan kepada para pengguna jasa.DJBC ini adapun berfungsi untukmelayani para pengguna jasa tersebut.Perlu penataan dan polesan teknis untukbisa memberikan tampilan yang lebihramah, nyaman, mudah di unit-unitpelayanan terdepan. Perlu dibangunkomunikasi yang intensif dengan parapengguna jasa untuk menghindarikesalahpahaman dan cepat meresponkeinginan mereka.

Hal ini bukan berarti mengabaikanaspek pengawasan, karena standarperaturan kita jelas. Kita akan melayanidengan baik tentunya para pengguna jasayang patuh dan memenuhi persyaratansedangkan bagi mereka yang tidakmemenuhi persyaratan diberikan proseskomunikasi yang transparan sehinggamereka bisa memperbaiki dan bagi parapelanggar yang jelas-jelas melawan per-aturan tentunya kita tindak dengan tegas.

Pergantian pimpinan DJBC inihendaklah bisa menjadi momentum yangtepat untuk memantapkan kembali gaungperubahan yang selama ini didengung-kan. Mari kita bersama-sama membangunkembali jati diri dan reputasi DJBC. Komit-men dan itikad baik dari para pemimpinkita harus kita respon untuk mengembali-kan kepercayaan publik terhadap DJBC.

Dirjen kita yang baru sudah berupayamenampilkan citra dan sosok baru wajahkepemimpinan di DJBC, beliau mengata-kan akan memulai dari dirinya sendiridengan harapan mudah-mudahan arus ituterus berkembang sampai ke pegawai-pegawai di bawah. Kita juga harusmemulai dari diri kita, sedikit atau banyakkita juga berkontribusi atas keadaan DJBCsekarang ini. Wallahu a’lam

Penulis adalah Pelaksana pada BidangVerifikasi dan Audit Kanwil III DJBC Palembang

...SUDAHKAH ADAPERUBAHAN SIGNIFI-KAN PADA DJBC ATAU-KAH KITA MALAH BER-JALAN DI TEMPAT?

Page 69: Warta Bea Cukai Edisi 383

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

KONDISI KEHIDUPAN DI DUNIAasulullah SAW menggambarkankehidupan ini denganmensitirkan pernyataan Lukman

al-Hakim, seorang yang zuhud, alimdan namanya terpatri di dalam al-Quran. Katanya, hidup di dunia itubagaikan kita hidup di atas perahuyang sedang mengapung di atasgelombang besar dan diterjang anginkencang. Lautnya sangat dalam danbanyak orang yang menjadi korban.Dalam keadaan itu, dipesankanbahwa dalam bahtera yang penuhgelombang, perahu yang dipakaihendaknya perahu taqwa kepadaAllah dan penumpangnya agar tetapberiman kepada Allah SWT.

Berkaitan dengan ini, Allah SWTberfirman, “Barangsiapa yangbertaqwa kepada Allah niscaya Diaakan mengadakan baginya jalankeluar. Dan memberinya rezki dariarah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. al-Thalaq (65):2-3).

PASCA RAMADHANRamadhan telah kita lalui, selama

Ramadhan itu kita telah dididik,dibina dan ditempa oleh Allah SWTyang tujuannya adalah agar kitamenjadi orang yang bertaqwa.Selama bulan Ramadhan itu kitamenikmati aroma yangmengasyikkan, tenang, indah,bahagia dan khusyu beribadahkepada Allah SWT. Maka, setelahRamadhan berlalu, kita berhadapandengan aroma yang pengak dangersang.

Rasulullah SAW berpesan kepadasahabatnya yang wara’, Abu Dzar al-Ghifari. Ada empat point pentinguntuk dibawa oleh manusia, terutamauntuk menghadapi pasca Ramadhan.Pertama, kencangilah; kuasai danteliti perahu kehidupan kamu dengantaqwa. Meskipun menjadi orang yangsangat senior dalam kezuhudan, AbuDzarat al-Ghifari tetap diberi pesanuntuk menjaga ketaqwaannya olehNabi SAW. Oleh karena itu, apalagikita yang tidak sebanding dengankezuhudan Abu Dzar al-Ghifari.Kedua, banyak-banyaklah mencaribekal untuk masa kemudian agarmendapatkan rida Allah SWT. Bekalitu adalah petunjuk Allah SWT.

Agaknya tidaklah berlebihanjika dikatakan orang-orangyang beriman itu sungguh

beruntung. Disamping termberiman itu merupakan

predikat yang luhur dari AllahSWT, juga bagi orang-orang

yang beriman mendapatjaminan dari Allah yaitu akan

mendapatkan ketenangandalam hidupnya. Hal ini

dinyatakan oleh Allah SWTdalam firman-Nya (Artinya)

“Sesungguhnya beruntunglahorang-orang yang beriman:(QS. al- Mukminun (23) :1)

Mengapa orang yang berimanitu beruntung, dijawab oleh

Allah dalam firman-Nya yanglain (artinya) “Mereka itulah

yang tetap mendapat petunjukdari Tuhan mereka, dan

merekalah orang-orang yangberuntung” (QS. al-Bawarah(2):5). Yakni, sebab mereka

mau menuruti dan diatur olehAllah SWT. Dan firman Allah

yang lain menyatakan (Artinya)“Maka barangsiapa yang

mengikuti petunjuk-Ku,niscaya tidak ada

kekhawatiran atas mereka dantidak (pula) mereka bersedihhati” (QS. al-Baqarah(2):38).

Ketiga, sebagai orang yang sedangmengadakan perjalanan, janganmembawa barang-barang yang tidakberguna. Sebab, perjalananmu itupanjang dan berliku-liku. Untuk itu,hendaknya sisa umur itudimanfaatkan untuk hal-hal yangberguna, jangan disia-siakan.

Dalam kaitan ini, Allah SWTmemberikan kesempatan yangsangat luas bagi umat Islam untuksegera bertaubat. Selagi ruh itubelum kembali kepada Allah, pintutaubat senantiasa terbuka lebar.Diantara ayat al-Quran yangmembimbing agar bertaubat adalahQS.al-Baqarah (2):286 “Ya Tuhankami, janganlah Engkau hukum kamijika lupa atau bersalah. Ya Tuhankami, janganlah Engkau bebankankepada kami beban yang beratsebagaimana Engkau bebankankepada orang-orang sebelum kami.Ya Tuhan kami, janganlah Engkaupikulkan kepada kami apa yang taksanggup kami memikulnya. Berimaaflah kami, ampunilah kami danrahmatilah kami. EngkaulahPenolong kami, maka tolonglah kamiterhadap kaum yang kafir.”

Keempat, hendaklah menanamsegala aktivitas kita, baik aktivitasdalam konteks horizontal maupunvertikal dengan penuh keikhlasan.Sebab, Allah SWT senantiasa me-mantau segala aktivitas kita. Empatpesat tersebut, menurut pengakuanAbu Dzar al-Ghifari , sangat baik dankebaikannya itu melebihi daripadakebaikan kehidupan dunia ini. Dan,empat pesan di atas jika diterapkandalam kehidupan pasca Ramadhanagaknya sangat tepat.

DZUL HIJJAHSebagai bulan setelah Ramadhan,

bulan Dzul Hijjah merupakan bulanyang memiliki kelebihan tersendiri, diantaranya adalah adanya kewajibanhaji dan dianjurkannya untukberkurban.

Pertama, ibadah haji. Hajimerupakan salah satu ketentuanagama yang telah disyariatkan sejakzaman Nabi Ibrahim AS. Firman AllahSWT menyatakan “Dan berserulahkepada manusia untuk mengerjakanhaji, niscaya mereka akan datang

R

Pasca RMenapaki Hari-hari

RENUNGAN ROHANI

Page 70: Warta Bea Cukai Edisi 383

69WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

PESAN RASULULLAHSAW, ADA EMPATPOINT PENTINGUNTUK DIBAWA OLEHMANUSIA, TERUTAMAUNTUK MENGHADAPIPASCA RAMADHAN.PERTAMA,KENCANGILAH;KUASAI DAN TELITIPERAHU KEHIDUPANKAMU DENGANTAQWA. KEDUA,BANYAK-BANYAKLAHMENCARI BEKALUNTUK MASAKEMUDIAN AGARMENDAPATKAN RIDAALLAH SWT....”

kepadamu dengan berjalan kaki, danmengendarai unta yang kurus yangdatang dari segenap penjuru yangjauh. Supaya mereka menyaksikanberbagai manfaat bagi mereka dansupaya mereka menyebut nama Allahpada hari yang telah ditentukan atasrezki yang Allah telah berikan kepadamereka berupa binatang ternak.Maka makanlah sebahagiandaripadanya dan (sebahagian lagi)berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. (QS.al-Hajj (22):27-28).

Ibadah haji sesungguhnyabukanlah rekayasa penguasa ataupemerintah Arab Saudi. Akan tetapi,itu merupakan kewajiban yangditetapkan oleh Allah SWT. Ibadah initidak diwajibkan semua umat Islam,tetapi hanya kepada orang-orangIslam yang memiliki kemampuan danbekal untuk pergi berhaji. Allah SWTberfirman, “Mengerjakan haji adalahkewajiban manusia terhadap Allah,yaitu (bagi) orang yang sanggupmengadakan perjalanan keBaitullah”. (QS. Ali Imran (3):97).

Kedua, ibadah kurban. Ibadahkurban disebut oleh oleh Al-Qurandalam tiga kurun waktu : masa NabiAdam, Nabi Ibrahim dan NabiMuhammad. Ibadah kurban masaNabi Adam diceritakan oleh FirmanAllah SWT yang menyatakan,“Ceritakanlah kepada mereka kisahkedua putera Adam (Habil dan Qabil)menurut yang sebenarnya, ketikakeduanya mempersembahkankorban, maka diterima dari salahseorang dari mereka berdua (Habil)dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pastimembunuhmu !”. Berkata Habil :”Se-sungguhnya Allah hanya menerima(korban) dari orang-orang yangbertaqwa”. (QS. al-Maidah) (5):27).

Pada masa Ibrahim, ibadahkurban juga pernah disyariatkan.Diceritakan bahwa dalam usia 96tahun lebih, Nabi Ibrahim belumdikaruniai anak. Ketika itu NabiIbrahim berdoa “Ya Allah,anugerahkanlah kepadaku (seoranganak) yang termasuk orang-orangsaleh)” (QS. al-Shafat (37):100). Laluia dan isteri Ibrahim yang bernamaSiti Hajar, lahirlah seorang anak yang

diberi nama Ismail. Ketika Ismailmenginjak usia remaja, Nabi Ibrahimbermimpi menyembelihnya. Mimpiituterulang tida kali. Mimpi pertamaterjadi ketika Ibrahim berangkatuntuk menunaikan ibadah jai. Besokmalamnya di Mina, Nabi Ibrahimbermimpi yang sama. Berangkat keArafah pada malah ke-9 Dzul Hijjah,Nabi Ibrahim mimpi menyembelih

Ismail juga. Meninggalkan Arafahmenuju Muzdalifah, Ibrahim mimpiyang sama juga.

Nabi Ibrahim belum tegamenyampaikan mimpinya itu kepadaIsmail. Ketika di Mina, Ibrahim memilikikeberanian untuk memberitahukanmimpinya itu. Dalam firman Allah SWT,dialog antara ayah dan anaknya itudiabadikan. “Maka tatkala anak itusampai (pada umur sanggup) berusahabersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata

“Hai anakku sesungguhnya aku melihatdalam mimpi bahwa aku menyembelih-mu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu”Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakan-lah apa yang diperintahkan kepadamu;Insya Allah kamu akan mendapatikutermasuk orang-orang yang sabar”.(QS, al-Shafat(37):102).

Oleh karena keikhlasan keduaorang itu, kurban yang pada awalnyaberbentuk manusia itu kemudiandiganti oleh Allah SWT dengan se-ekor gibas. Hal ini diterangkan olehal-Quran. Atkala keduanya telah ber-serah diri dan Ibrahim membaringkananaknya di atas pelipis(nya),(nyatalah kesabaran keduanya). Dankami panggillah dia, “Hai Ibrahimsesungguhnya kamu telah membe-narkan mimpi itu”, Sesungguhnyademikianlah Kami memberi balasankepada orang-orang yang berbuatbaik. Sesungguhnya ini benar-benarsuatu ujian yang nyata. Dan kamitebus anak itu dengan seekorsembelihan yang besar.” (QS. al-Shafat (37): 103-107).

Pada zaman Nabi MuhammadSAW, ibadah kurban disyariatkanoleh Allah SWT dengan firman-Nya,“Sesungguhnya Kami telahmemberikan kepadamu ni’mat yangbanyak. Maka dirikanlah shalatkarena Tuhanmu dan berkorbanlah.Sesungguhnya orang-orang yangmembenci kamu dialah yangterputus”. (QS. al-Kautsar (108):1-3).

Dengan uraian di atas, ibadahkurban merupakan ibadah yangmemiliki akar histories yang panjang.Oleh karena itu, hendaknya kitadapat melaksanakan ibadah ini.Sebab, ibadah kurban merupakanibadah yang banyak imbalannya.Disebutkan setiap tetesan darahyang mengalir dari hewan kurban itumenjadi saksi di hadapan Allahbahwa seseorang telah melakukankurban. Dan setiap bulu dari hewanitu dapat menghapus kesalahan yangpernah dilakukan oleh orang yangberkurban. Semoga Allah senantiasamemberikan kekuatan kepada kitasemua. Amin. Minal AidzinWalfaidzin. Mohon Maaf Lahir danBatin. Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1Syawal 1427 Hijriah.

KH. Masyuri Syahid, MA. Titian Dakwah

Ramadhan

Page 71: Warta Bea Cukai Edisi 383

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Oleh: Ratna Sugeng

RUANG INTERAKSI

SUMPAH SERAPAH AMARAH

PERLUKAH ?Mereka yang mudah marah dalam psikologi disebut ambangtoleransi marahnya rendah, mudah frustasi, mudah merasatak nyaman, atau mengomel. Mereka tak dapat berpikir positif,dengan sedikit koreksi untuk kesalahan kecil saja merekamerasa sangat tersinggung dan marah besar.

alam tayangan televisi dan media cetak, nampak kema-rahan kerap tak terbendung, diluapkan dengan akibatkematian anak atau orang, perlukaan, kecacatan, dan

kerugian masa depan lainnya. Inikah kesan masa modern di-mana isi hati boleh tertuang dalam bentuk bebas dan merugi-kan tanpa rasa sungkan ?

Marah merupakan bagian hidup manusia, tidak berbedadengan rasa senang, namun dampak keduanya seringkaliamat berbeda. Apakah marah perlu ditampilkan atau dikenda-likan ? Atau biarkan marah berbuah kekerasan ?

MARAH, MENGAPA TERJADI ?“Marah merupakan keadaan emosi dengan berbagai tahap

intensitas mulai dari tersinggung ringan sam-pai marah besar dengan kekerasan,” kataCharles Spielberger, PhD, seorang psikologyang ahli dalam psikologi marah. Sepertiemosi lainnya, ia juga menyertakan tanda fi-sik, seperti denyut jantung, nadi dan tekanandarah yang meningkat, akibat peningkatanhormon adrenalin dan noradrenalin.

Kemarahan dapat dibangkitkan olehsuasana diluar diri atau dari dalam diri.Boleh jadi kita marah pada seseorangtertentu, seperti isteri/suami, teman kerja,atau oleh situasi seperti kemacetan lalulintas, tertundanya penerbangan, ataumarah yang disebabkan kecemasan ataumasalah pribadi. Teringat akan kejadian traumatik dan kejadi-an yang membangkitkan emosi kemarahan dimasa lalu akandapat memicu perasaan marah sekarang.

MENGEKSPRESIKAN KEMARAHANKetika orang marah, wajah sebenarnya telah menampil-

kannya, meski kadangkala diingkari. Marah dilampiaskan se-cara agresif. Marah adalah respon dari sebuah kondisi atausituasi yang dianggap mencemaskan, tenaga menjadidemikian besar, garang, seringkali agresif , perasaan danperilaku menggambarkan seorang yang sangat bertenagadan menakutkan, seperti menyerang musuh agar diriterlindungi dari bahaya, semacam menyelamatkan diri darikehancuran.

Kehidupan bermasyarakat kita, membuat kemarahan tidakbisa diledakkan pada setiap orang dan obyek, terutama secarafisik. Pada sekelompok masyarakat, marah tak boleh ditampilkan,terutama pada orang yang berarti dalam hidup. Pada budayatertentu, sampai suatu batas, marah boleh diekspresikan .

Kebanyakan orang dapat mengendali kan kemarahan, baik

secara sadar dan nirsadar. Ada tiga pendekatan terhadap marah,yakni mengekspresikan, meredam, dan menenangkan.Mengekspresikan kemarahan dengan mengungkapkan perasaanasertif -bukan agresif - adalah cara yang paling baik. Untuk dapatmelakukannya diperlukan proses pembelajaran diri. Mulailahdengan menegaskan pada diri apa sebenarnya yang diinginkandan bagaimana meraihnya, tanpa melukai orang lain. Menjadiasertif bukan berarti menekan atau menuntut, tetapi menghargaidiri sendiri dan orang lain.

Kemarahan dapat disupresi, diredam, dan kemudian diputararah tujuannya. Caranya dengan menangkap kemarahan anda,berhenti memikirkan kemarahan tersebut, dan fokus pada sesu-atu yang positif. Tujuannya adalah menghambat atau meredam

kemarahan dan membalik arahkan keperilaku lebih konstruktif. Keburukan daricara ini adalah ketika anda membalikkanarahnya, masuk ke diri sendiri tanpa digeserke pemikiran positif. Kemarahan yangdiputarbalikkan ke diri sendiri akan membuattekanan darah meningkat, atau asamlambung meninggi, atau depresi.

Kemarahan yang tidak diekspresikanakan membuat masalah, seperti perilakupasif-agresif (ngambek dan berpura-puratak marah tetapi tak mau melakukan apayang seharusnya dilakukan), disini dapatjuga dicerminkan dengan tindakan yangsenantiasa bermusuhan atau sinis.

Orang-orang yang kerapkali dan hampir selalu merendahkanorang lain, mengkritik segala sesuatu, dan berkomentar sinisadalah mereka yang belum belajar mengekspresikankemarahan secara konstruktif. Tipe kepribadian seperti inibiasanya tidak disukai lingkungan, dan sulit mencapaikeberhasilan dalam berelasi.

Anda dapat menenangkan diri, artinya mengendalikanamarah keluar, dengan mengontrol respon internal, sepertimenarik nafas dalam menurunkan debar jantung yangmeninggi akibat marah, dan merelakan perasaan meredupdari kemarahan. Dr. Spielberger mengatakan, “Jika tiga teknikmengekspresikan marah dapat dilakukan, maka akan adaorang yang terluka, termasuk diri sendiri.”

MENGELOLA AMARAHTujuan mengelola amarah adalah menurunkan perasaan

emosional dan bangkitan fisiologik yang ditimbulkan olehnya.Anda dapat menghindar, atau lari dari orang atau obyekpembangkit amarah, namun kita tak dapat mengubahnya,dan kita dapat mengendalikan reaksi emosi kita.

D

APA YANG ME-NYEBABKAN ORANGMUDAH MARAH?BEBERAPA HALSEPERTI GENETIK,FISIOLOGIK, SANGATMEMPENGARUHI.

Page 72: Warta Bea Cukai Edisi 383

71WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

APAKAH ANDA TERLALU MARAH?Ada beberapa tes psikologi yang mengukur intensitas

perasaan marah, seberapa mudah anda menjadi marah, danseberapa kuat anda mengelolanya. Sekarang anda dapatmencoba mengenali diri bahwa amarah sudah menyentuhperasaan anda. Jika sudah kenal tanda-tanda bahwa diri andamarah, cobalah berpikir positif tentang sebab marah anda marahdan apa sebenarnya yang anda mau dari marah ini. Bila amarahdiluar kendali anda dan anda juga takut menghadapinya, carilahbantuan untuk mengelola emosi ini.

MENGAPA SESEORANG MUDAH MARAH SEMENTARA LAINNYATIDAK?

Menurut Jerry Deffenbacher, PhD, seorang ahli manajemenmarah, beberapa orang gampang naik darah daripada lainnya;mereka mudah tersinggung dan marahnya berat dari orang rata-rata. Juga ada orang yang tak menunjukkan kemarahannyasecara spektakuler akan tetapi mudah tersinggung kronis dangalak. Mudahnya mereka menjadi marah bukan berarti merekasecara nyata menunjukkan kemarahan di depan umum danbertindak kasar, kadang mereka menarik diri dari pergaulan,merajuk atau secara fisik sakit.

Mereka yang mudah marah dalam psikologi disebut ambangtoleransi marahnya rendah, mudah frustasi, mudah merasa taknyaman, atau mengomel. Mereka tak dapat berpikir positif,dengan sedikit koreksi untuk kesalahan kecil saja mereka merasasangat tersinggung dan marah besar.

Apa yang menyebabkan orang mudah marah? Beberapa halseperti genetik, fisiologik, sangat mempengaruhi. Beberapa anakdilahirkan mudah marah, tersinggung, merajuk, dan ini sudahdapat dilihat sejak umur muda sekali. Lainnya mungkinsosial budaya. Marah merupakan hal yang olehbanyak budaya dianggap negatif, karena itukita seringkali tak dibekali keterampilanmengelola amarah.

Riset membuktikan bahwa perankeluarga cukup besar. Dalam keluargayang kacau dan mudah marah maka caraini telah terpolakan pada anak-anak.

BIARKAN WAKTU YANG MEMBERESKAN?Mitos ini menyesatkan, beberapa orang menggunakan

cara ini untuk menyakiti orang lain. Riset psikolologimembuktikan bahwa membiarkan kemarahan tertelan waktu,sebenarnya makin menggunungkan kemarahan. Kemarahandemi kemarahan ditimbun sampai pada suatu saat ledakanagresif meledak tanpa dapat dikendalikan. Keadaan menjadisemakin buruk.

Cobalah untuk menelusuri apa pemicu kemarahan, kemudiansusun strategi agar penyebab marah tidak menggiring andakepada suatu ledakan.

STRATEGI MEMBUAT KEMARAHAN TETAP DALAM KENDALIRelaksasiRelaksasi sederhana seperti menarik nafas panjang dan

membuat bayangan dalam kepala bahwa kita sedang beradadi ruang/situasi menyenangkan dan santai. Relaksasi demiki-an akan menurunkan ketegangan perasaan marah. Jikaanda dan pasangan keduanya orang yang mudah ‘mendi-dih’, maka keduanya akan menolong jika belajar relaksasi.

Langkah mudah relaksasi :l Tarik nafas panjang dari dada, keluarkan nafas dari

perut. Mengeluarkan nafas dari dada tak akanmembuat anda rileks

l Ulangi perlahan kata-kata menenangkan :rileks.. rileks .. ketika anda sedangbernafas dalam.

l Berkhayalah seolah anda berada ditempat tenang, danau yang sejuk,gunung yang biru, air terjun yangmengalir mendinginkan diri.

l Jika anda pandai yoga, lakukanlah

Lakukanlah teknik ini setiap saat anda punya waktu. Jika telahterampil, dapat dilakukan setiap anda menghadapi ketegangan.

MENYUSUN KEMBALI KOGNITIFKata ringkasnya adalah mengubah cara berpikir. Orang

yang marah cenderung berkata berapi-api semua isipikirannya. Jika marah, maka orang akan mengucapkan kata-kata dramatik seperti : ”Gila, Mati, Kiamat”. Cobalahmengubah kata-kata tersebut lebih rasional, misalnya : “bikinfrustrasi, kecewa“. Dengan kata frustasi atau kecewa orangdapat memahami kemarahan anda. Dan marah bukanlahkiamat dan bukan pula menyelesaikan masalah.

Berhati-hatilah dalam mengucapkan “selalu, tak pernah“ bilamembicarakan perilaku seseorang. Misalnya : ”Kamu selalu sajamembuat saya sakit hati“, “Ini orang tak pernah bikin senangorang” atau “Dasar kamu selalu lupa“. Dengan kata-kata ini kitaberasumsi tak akan pernah ada suatu perbaikan, tak ada solusi.

Ingatkan diri sendiri bahwa marah bukanlahuntuk memastikan segala sesuatu, sehinggatak dapat lagi diperbaiki, dan tentu sajakeadaan akan makin buruk.

Kemarahan seringkali menga-caukan pikiran rasional. Dapatkahkita membuat otak kita berpikirdingin dan logik, sehingga tak perludididihkan oleh amarah ? Dunia tidakakan seburuk yang anda bayangkan,atau marah akan membuatpenyelesaian menjadi lebih baik. Ketikamenjumpai seseorang marah, refleksikanperasaannya dan pahami bahwa ia marah.Kebanyakan orang yang marah menuntutperhatian, dipahami, dikenali, dan jikaini didapatkan, kemarahannyaakan menurun.

Lakukan penyusunkognitif kembali

dengan

mem-pelajarikeinginandibalik kemarahan, lalu tuntundiri bahwa sekarang sedangkecewa, dan kita dapat me-ngatakan : ”saya mengingin-kan ..... dan sekarang tak sayadapatkan, saya kecewa ....”.

Dengan demikiankemarahan telah di-

gantikan cerminankeinginan akansesuatu yang be-lum terpenuhi.Pernyataan kece-wa telah mengu-bah kognitif kita, ka-

rena kita telah men-coba tahu apayang kita ke-hendaki danapa yangtidak kita da-patkan, danberpikir ulangmenyusun stra-tegi ke depan.

Page 73: Warta Bea Cukai Edisi 383

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

etiap kali saya berolahraga saya sering khawatir kalau-kalau saya mengalami terkilir atau kram. Padahal sayasangat menyenangi olah raga seperti fitness, marathon

dan sepeda. Untuk menghindari kram dan terkilir tadi,pemanasan apa saja yang harus dilakukan dokter ?

ANDRI - BatamJAWAB :

Terkilir dan kram adalah dua gangguan yang berbeda tapisama-sama sering timbul pada saat melakukan kegiatanfisik atau olahraga (cedera olahraga). Terkilir ada duajenis, yaitu terkilir otot dan terkilir ligamen. Terkilir ototterjadi pada saat mengerut secara kuat dengan tiba-tibaseperti pada saat terpeleset, salah angkat, sehinggamenimbulkan rasa sakit dan kaku bila digerakkan.

Sedangkan terkilir ligamen yang sering disebuto r a n g keseleo, timbul karena sendikita ber-gerakmelebihik i s a r a n geraknyayang normal biasanya disebabkan olehkarena gerakan pemutaran. Sering terjadi pada per-gelangan kaki, lulut, atau lengkungan telapak kaki.

Terkilir menyebabkan terjadinya pembengkakandengan cepat. Umumnya, semakin hebat rasa sakit-nya, semakin berat cederanya. Kram dapat terjadipada semua otot terutama pada otot kaki. Timbulpada saat olahraga akibat penumpukan sisa pem-bakaran kimia di otot. Penyebab lain kram adalahkehilangan air dan garam dari tubuh secaraberlebihan, misalnya karena berkeringat terlalubanyak.Gejala pada otot yang kram terasa sakitdan terasa lebih keras dan kaku. Dapat berlang-sung dalam beberapa menit.

Ada banyak cedera yang dapat dicegah de-ngan pemanasan sebelum olahraga. Pemanasanyang baik akan meningkatkan fleksibilitas danmenurunkan kekakuan di otot dan persendian.Contoh pada olah raga lari, mulailah secara perla-han dan ditingkatkan secara bertahap untuk meng-hindari penekanan terlalu banyak dan mendadakpada tubuh. Gunakan pakaian, sepatu olah raga danperalatan lain sesuai dengan rekomendasi untuk olah-raga tersebut.

MENCEGAH CEDERA OLAH RAGA :l Pilih olah raga secara seksama misalnya jangan

melakukan jogging bila menderita sakit punggung kronisatau nyeri di lutut

l Lakukan pemanasan, kendurkan, regangkan dan secaraperlahan tambahkan kegiatan 5-10 menit

l Setelah olah raga lakukan pendinginan denganmeregangkan otot

l Bila melakukan jenis olah raga baru, lakukan secarabertahap. Tingkatkan intensitas dalam beberapaminggu

l Hati-hati menggunakan obat penghilang rasa sakit, ka-rena kita cenderung lebih mudah melakukan gerakanberlebihan dan merusak jaringan tanpa menyadarinyaatau kehilangan kesadaran meskipun sebentar.

l Bila sudah cedera, lakukan kegiatan olahraga se-cara bertahap atau ganti jenis olah raga lain sam-pai cedera itu sembuh.

Pemanasan biasanya melibatkan latihan yang sifatnyaaerobik yang kemudian diikuti peregangan. Aerobikmeningkatkan aliran darah melalui jaringan tubuh. Hal ini akanmeningkatkan aliran darah melalui jaringan tubuh. Hal ini akanmeningkatkan temperatur tubuh dan membuat jaringan tubuh/otot lebih flesibel (lakukan selama 8-10 menit), setelah puncakolah raga turunkan intensitas olah raga supaya tubuh masih

dalam keadaan panas, sementara dilakukan regangan padaotot. Ulangi peregangan pada kedua sisi tubuh dan

pertahankan regangan kurang lebih 10 detik. Ini yangdisebut pendinginan.

CONTOH-CONTOH PEMANASAN DAN PENDINGINANl Latihan aerobik seperti jogging dan sepeda statisadalah latihan yang cukup baik dimana dapat

meningkatkan denyut jantung secara bertahap.l Peregangan bagian tubuh atas yaitu bagiandada dan leher. Latihan ini dapat mengurangiketegangan di bagian atas punggung. Contohperegangan dada dengan tangan digenggam dibelakang tubuh. Dalam keadaan posisi pundaktetap, tangan perlahan dibawa menjauhi sumbutubuh. Peregangan leher salah satu dengan

membiarkan kepala jauh ke arah sisi kiri, kanan,depan dan belakang atau memutarkan kepala 360

derajat ke arah kiri kana bergantian.l Peregangan otot lengan dan pundak, terutama

dilakukan pada olah raga yang menggunakan raketatau tangan. Salah satunya dengan cara menyilanglengan kanan kiri dan ke dua telapak tanganberhadapan. Angkat lengan tersebut ke atas kepalaterus ke belakang telinga dan regangkan ke atas.l Peregangan otot kaki. Banyak cedera olah ragayang terjadi di daerah kaki, karena itu pereganganotot kaki sangat penting. Contoh peregangan ototkaki bagian bawah, salah satu kaki berada diposisi depan dan kedua tangan menempel dipermukaan dinding, kemudian berat badan

dijatuhkan ke kaki depan, tumit kaki belakangmenekan ke bawah. Peregangan otot dalam paha

dengan regangkan kedua kaki lebar. Berat badanditumpukan ke salah satu kaki dengan menekukkanpunggung dalam keadaan tegak. Lakukan peregang-an juga pada otot panggul dan otot paha belakang.l Peregangan otot punggung dan otot sampingtubuh. Bila peregangan ini dilakukan akan membantumencegah sakit pinggang. Contoh peregangan otot

punggung bawah dengan berlutut, kepala di depanlutut lengan disamping kepala,kemudian regangkanlengan menjauh dari tubuh. Peregangan sisi tubuhdengan membuka kedua kaki selebar pundak.Berdiri tegak, kemudian salah satu lengandiayunkan ke atas kepala, berat badang ditumpu

ke panggul sisi lainnya. Rasakan regangandisisi tersebut.

Masih banyak contoh-contoh pemanas-an dan pendinginan yang dapat dilaku-kan. Yang penting lakukan pemanasan

dan pendinginan secara benar sebe-lum dan sesudah olah raga. Mudah-

mudahan dapat meminimalkanterjadinya cidera olah raga.

DIASUH OLEH PARA DOKTERDI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

Anda BertanyaDokter Menjawab

RUANG KESEHATAN

KRAM DAN TERKILIRSAAT OLAHRAGAS

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Page 74: Warta Bea Cukai Edisi 383

73WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

ni adalah perjalanan pertama saya keluar negeri dalam rangka tugasbelajar yang diselenggarakan oleh

Akademi Kastam Diraja Malaysia(AKMAL), namun sewaktu saya masihtinggal di Tarakan Kalimantan Timur,setiap liburan saya pasti pergi ke Tawau- Sabah, karena kota saya dan salahsatu kota di Malaysia tersebut sangatdekat yang hanya memakan waktusekitar 4 jam dengan menggunakanspeed boat.

Perjalanan ini adalah untuk memenuhiundangan dalam mengikuti The MalaysianTechnical Coorperation Programme(MTCP) di Akademi Kastam DirajaMalaysia dengan tema Commercial FraudCourse yang di selenggarakan 27 Maretsampai 8 April 2006.

KEBERANGKATANWaktu menunjukkan pukul 13.05 WIB,

saya berpamitan dengan keluarga sayauntuk berangkat menuju bandara

Soekarno-Hatta dengan menggunakan bisDamri yang berangkat dari terminalRawamangun menuju bandara. Jadwalflight saya pukul 15.45 WIB denganmenggunakan maskapai nasional negerijiran yaitu MAS. Tepat pukul 15.30 WIB,saya boarding dan duduk pada kursinomor 21d, di sebelah saya seorangbapak dan anaknya yang berwajah Indiayang setelah berkenalan ternyata orangMalaysia.

Jakarta ke Kuala Lumpur menempuhwaktu kurang lebih dua jam, selama diperjalanan saya habiskan waktumembaca koran tempatan (Malaysia) danngobrol dengan orang Malaysia yangduduk di sebelah saya, dia banyakbertanya tentang Indonesia terutamaJakarta karena dia berkeinginan untukpindah kerja di Jakarta. Dari masalahtempat tinggal, sekolah dan hargakebutuhan sehari-hari, dia menyimpulkanbahwa di Jakarta sangat murahdibandingkan dengan Kuala Lumpur.

KUALA LUMPUR INTERNATIONALAIRPORT SEPANG

“Beberapa saat lagi kita akan tiba diKuala Lumpur Internatioanal Airport(KLIA) Sepang dan silakan untukmenggunakan sabuk pengaman, lipatmeja di depan dan luruskan sandarankursi, waktu sekarang menunjukkan6.40 waktu Kuala Lumpur lebih cepat 1jam dari waktu di Jakarta,” itulah kata-kata yang disampaikan oleh kru.

Segera saya pasang sabuk pengamandan berdoa dalam hati agar pendaratanini berjalan lancar. Beberapa saatkemudian pesawat mendarat denganlancar dan hati saya merasa lega danbahagia. Begitu pesawat berhenti segerasaya ambil ransel saya dan keluar daripesawat melalui belalai gajah. Di luar pintubelalai gajah saya melihat seseorangdengan membawa secarik kertasbertuliskan nama dan asal saya. Sayahampiri orang tersebut dan memperkenal-kan diri saya begitu pula sebaliknya.

AKADEMI KASTAM DIRAJA MALAYSIABERKUNJUNG KE

Selama di Kuala Lumpur diisi dengan kegiatan kunjungan ke Akademi Tax Malaysia, kantor yangmengolah Anggaran dan Kantor Pusat Kastam Diraja Malaysia.

AKMAL MELAKA. Seluruh peserta, pejabat danpegawai AKMAL berpose bersama di dalam areaAKMAL Melaka.

I

SELAKDOK. PRIBADI

Page 75: Warta Bea Cukai Edisi 383

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Dia bernama Zul, Zul adalah pegawaidari agen travel yang ditunjuk langsung o-leh AKMAL untuk mengantar jemput saya.Dia berkata pada saya agar menuju coun-ter imigrasi dan mengambil barang bawa-an dan tunggu di counter kastam (beacukai Malaysia) karena dia harus menjem-put peserta dari Myanmar dulu. Saya punmenuju ke counter imigrasi, antrian cukuppanjang tapi hanya beberapa menit sajasudah selesai urusan imigrasi saya, ke-mudian saya menuju tempat pengambilanbagasi, saya melihat sekeliling bandaradan saya merasa takjub karena bandaraSepang sangat bagus jauh dibandingkandengan bandara Soekarno-Hatta.

Setelah mengambil bagasi, saya me-nuju counter Kastam dekat pintu keluar.Sesampainya di counter kastam sayabertemu dengan petugas dan memberita-hukan bahwa saya dari Customs Indone-sia, dan dia langsung bereaksi senangdan berkata, “Bea Cukai ya, sila masukbapak, tunggu di dalam saja”. Saya punmengucapkan terima kasih dan sayabilang, “Saya duduk di luar saja cik”.

Di pikiran saya saat itu, saya inginmenelpon keluarga saya dan segera sayamenuju ke telepon umum karena hand-phone tidak ada sinyal. Di telepon umumtersebut dapat menggunakan kartu kredittapi setelah dicoba berkali-kali selalugagal, saya berpikir untuk menelepon dariMalaka saja. Menunggu hampir 30 menit,Zul dan peserta dari Myanmar mengham-piri saya dan kami bersama-sama menujuke pintu keluar. Dengan menggunakanmobil sedan nasional Malaysia yaituProton yang saya lihat agak mewah juga.

AKADEMI KASTAM DIRAJA MALAYSIAMELAKA

Sekitar pukul 21.45 waktu Melaka atau

pukul 20.45 WIB, kami tiba di Melaka. Per-jalanan dari bandara Sepang ke Melakamemakan waktu kurang lebih dua jam,namun perjalanan tersebut tidak melelah-kan bagi saya karena jalanan yang sangatbagus. Setibanya di Melaka atau tepatnyaseperti Asrama di AKMAL, saya disambutoleh petugas atau pegawai AKMAL yangmemberikan perlengkapan alat tulis danyang lainnya serta kunci kamar.

Di depan ruangan kantor ada bebera-pa peserta yang telah dahulu datang danmenghampiri saya. Kami berkenalan, adayang dari Sudan, Malaysia, Brunei, TimorLeste dan Kamboja. Lalu saya menuju kekamar untuk menaruh barang-barangbawaan saya dan melihat betapamenyenangkan tinggal di kamar tersebutkarena kamar tersebut seperti hotelbintang 4 dimana sudah tersedia AC, TVsatelit dan air panas untuk mandi.Kemudian saya kembali ke lobby asrama(dekat dengan ruang komputer dimanakita bisa akses internet selama 24 jamdengan gratis) untuk menemui rekan tadi.

Saya berbincang-bincang denganpeserta dari Malaysia yang bernama cikRameli pegawai Kastam Kuala Lumpur.Tidak berapa lama kemudian cik Ramelimengajak saya keluar asrama untuk pergimencari minum. Sekembalinya dari men-cari minum kami masih ngobrol sampaisekitar pukul 23.50 waktu setempat.

Malam itu saya susah tidur karenaterlalu banyak pikiran terutamamemikirkan keluarga. Sekitar pukul 5.55terdengar azan subuh, saya pun shalatdan setelah shalat saya keluar kamarbermaksud berolahraga dengan berlaridan berjalan. Suasana di sekitar asramapada pukul 6.15 masih gelap sekali, hal iniberbeda dengan di Jakarta karena padajam tersebut suasana sudah mulai cerah.

MINGGU PERTAMA DENGAN 25 NEGARAWaktu menunjukkan pukul 7.50, saya

turun menuju ke ruang makan untuk sara-pan dengan berpakaian jas. Sesampainyadi ruang makan sudah banyak pesertayang sedang sarapan dan sambil meng-ucapkan kata “Good Morning” semua pe-serta yang ada di ruangan tersebutmembalasnya dengan “Good Morning”.

Pukul 8.30 kami semua memasukiruang kelas yang dekat dengan ruangmakan. Pada hari pertama di ruang kelaskami memperkenakan diri masing-masing,seluruhnya ada 30 peserta dari 25 negaraseperti negara Asean, Asia, KepulauanKaribia, Afrika, Amerika Llatin dan Osea-nia. Setelah “coffe break” kami bergantipakaian sport untuk dinamik program yaituseperti outbound. Tujuannya adalah untukmengakrabkan sesama peserta agar lebihmengenal lebih dekat lagi.

Hari berikutnya diisi dengan presentasicountry report dari masing-masing peser-ta. Di AKMAL juga tersedia bagi yang sukamenyanyi yaitu ruangan khusus untuk ka-raoke yang cukup lumayan bagus, ketikamalam tiba dan waktu ada kami pergi keruangan tersebut untuk bernyanyi bersa-ma dan sudah pasti peserta dari Indonesiawajib menyanyi dan berjoget dangdut.

Setiap ada kesempatan waktu, di sorehari diisi dengan acara jalan-jalanmengunjungi tempat-tempat bersejarah(Melaka Kota Sejarah) dan sudah pastimall-mall yang ada di Melaka baik secararombongan atau perorangan. Kadangjuga diselingi dengan bermain sepakbola.

Yang paling berkesan sewaktu kamimengunjungi tempat yang bernama ChinaTown di mana disana disajikan atraksikhas dari china dan pedagang kaki limayang menjajakan barang dagangannyakhas Malaysia. Disana juga ada panggung

FOTO BERSAMA. Di kantor pusat Kastam Diraja Malaysia Kuala Lumpur, penulis paling kanan.

SELAKDOK. PRIBADI

Page 76: Warta Bea Cukai Edisi 383

75WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

terbuka dimana kita dapat menyumbang-kan lagu dengan menyanyi secarakaraoke.

Saya berbincang-bincang denganpanitia panggung dan dia menawarkansaya untuk menyanyi di panggung dengansyarat harus membayar 2 ringgit (sekitar5000 rupiah). Saya memberanikan diriuntuk menyanyi, dan saya menanyakanlagu Indonesia apa yang tersedia, merekamenyodorkan 1 VCD lagu keroncongyang salah satu lagunya saya tahu yaitu“Bengawan Solo”.

Dengan hati deg-degan karena iniadalah pertama kalinya saya tampil di ataspanggung untuk menyanyi. Kenapa sayanekat untuk berani tampil menyanyi dipanggung tersebut karena saya pikir “Tohtidak ada yang mengenal saya dan sayaingin menampilkan kepada teman-temansaya bahwa inilah Indonesia dan inilahlagu Indonesia”.

Begitu saya mulai bernyanyi, penontondan terutama teman-teman peserta lainyamemberikan tepuk tangan yang begitumeriah. Setelah selesai bernyanyi kembalitepuk tangan saya terima dan turun kepanggung, seluruh teman-teman sayamemberikan ucapan selamat. Sayasempat bingung, apa karena lagu dansuaranya bagus atau karena lucunya sayamenyanyi.

Namun kata panitia baru kali ini adapeserta yang mau menyanyi di ataspanggung tersebut. Setelah saya amatirata-rata penonton panggung tersebutorang-orang yang sudah tua yangkebanyakan berwajah cina. Temanpeserta dari Malaysia nyeletuk mereka itu“Cina Senyap”, maksudnya adalah orangcina kaya yang pura-pura miskin.

PULAU PENANGDi Minggu pagi kami menuju Pulau

Penang salah satu kota besar di Malaysiasetelah Kuala Lumpur. Perjalanan dariMelaka ke Pulau Penang menempuh wak-tu sekitar delapan jam dengan mengguna-kan bis yang dimiliki AKMAL. Perjalanan

ini cukup melelahkan tapi menyenangkankarena kita berada di suasana yangsangat baru dan di negara orang lain.

Sepanjang perjalanan kami beberapakali berhenti untuk beristirahat sejenak ditempat peristirahatan yang tersedia tem-pat makan. Kebanyakan pegawai tempatmakan tersebut berasal dari Indonesiakarena kebetulan saya memakai kaosyang bertuliskan Indonesia. Sekitar pukul4.30 kami harus melewati jembatansepanjang 5 km yang akan mengantarkankita ke Pulau Penang. Dari jembatantersebut kita dapat melihat kota PulauPenang yang begitu indah dan cantik.Tepat jam 5 sore hari kami tiba di sebuahhotel di dekat pantai, hotel tersebut sangatbagus dimana di belakangnya pantai yangcantik dan indah.

Kegiatan selama di Pulau Penangadalah mengunjungi Kastam Pulau Pe-nang dan selebihnya diisi dengan melihat-lihat keindahan Pulau Penang seperti keBukit Bendera dimana untuk menuju kepuncak bukit tersebut kita hanya dapatmenggunakan kereta listrik yang menggu-nakan rel dengan membayar 4 ringgit (10ribu rupiah). Dari atas bukit tersebut kitadapat menyaksikan kota Pulau Penangyang begitu indah dan cantik. Di bukittersebut juga ada penduduknya.

KUALA LUMPURSetelah dua hari di Pulau Penang, te-

pat selasa pagi kami menuju Kuala Lum-pur. Perjalanan ditempuh sekitar 6 jam.Pada pukul 15.15 kami memasuki kotaKuala Lumpur, saya tertegun dalam hati,begitu cantik, rapi, teratur dan megah kotaKuala Lumpur. Dari dalam bis kita jugadapat melihat di kejauhan Menara Kembaryang menjadi kebanggaan Malaysia.

Tepat pukul 16.00 kami tiba di hotelyang tepat di tengah kota Kuala Lumpur.Setelah mandi saya diajak cik Rameli dancik Ibnul dari Brunei untuk berkeliling kotadengan menggunakan kereta listrik danmonorel, sekali lagi saya tertegun.Monorel tersebut hanya melewati di

tengah kota dan stasiun yang disinggahihanya dari mall ke mall.

Saya sempat pergi ke suatu tempatyang di sebut “Little India” karena disanaadalah pertokoan yang rata-rata pemilikdan pegawainya orang yang berwajahIndia. Selama di Kuala Lumpur diisidengan kegiatan kunjungan ke AkademiTax Malaysia, kantor yang mengolahAnggaran dan Kantor Pusat KastamDiraja Malaysia. Sewaktu kami berkunjungke Akademi Tax Malaysia, saya melihatbetapa majunya negeri jiran kita ini dalamhal membangun prasarana pendidikan.

Dan sewaktu berkunjung ke KantorAnggaran dan Kantor Pusat KastamDiraja Malaysia yang kebetulan satu lokasiyaitu Putra Jaya. Putra Jaya adalah suatukota mandiri dimana disana berdirigedung-gedung megah untuk perkantoranpejabat pemerintahan Malaysia. Darisalah seorang rekan peserta dari Malay-sia, gedung tersebut disewa (leasing) olehKerajaan Malaysia kepada donator yangmembangun kota tersebut yaitu Petronas.Selebihnya kami juga mengunjungiMenara Kembar Petronas dan KualaLumpur Tower.

BACK TO MELAKA DAN JAKARTADua hari di Kuala Lumpur cukup

menyenangkan dan tepat di sore Kamiskami kembali ke Melaka. Di hari Jum’atkami melakukan kegiatan di kelas berupapresentasi kelompok mengenai ilmu danpengalaman yang diperoleh selamamengikuti kursus ini. Dan malam harinya,bertempat di sebuah hotel di Melakadiadakan acara penutupan. Acara penu-tupan tersebut dihadiri seluruh pejabattinggi dan pegawai AKMAL.

Di acara tersebut kita bersuka cita danbersedih karena harus berpisah dan lagi-lagi saya didaulat untuk menyanyi danberjoget dangdut yang diikuti seluruh pe-serta. Keesokan harinya saya menujubandara Sepang untuk kembali ke Jakar-ta. Malaysia pengalaman yang tak terlupa-kan.

GEREJA TUA. Penulis ketika sedang berposedi sebuah gereja tua di kota Melaka yang dikenaldengan kota sejarah.

PETRONAS. Dari atas Kuala Lumpur Tower kita dapat melihat seluruh kotaKuala Lumpur, tampak dibelakang menara kembar Petronas yang menjadikebanggaan rakyat Malaysia.

Ade, SE. Kasi Verifikasi Ekspor Dit. VeraDOK. PRIBADI DOK. PRIBADI

Page 77: Warta Bea Cukai Edisi 383

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

ama halnya dengan kita kalauberlayar pakai perahu, pakaikapal, atau pakai apa sajalah, itu

adalah sarana. Kapal, perahu, atau yanglain-lainnya sebagai sarana itu haruslahdipelihara dengan baik. Kalau perahu ataukapal itu sudah bocor, harus didempul;kalau catnya sudah luntur, supayakayunya bisa tahan lama, harus dicatkembali dan mesin-mesinnya harusdirawat kembali, dengan demikian kapalini bisa berlayar mengarungi lautan yangluas sekali untuk mencapai tujuan daratanyang akan kita tuju,” demikian baitungkapan dari salah seorang nakhodakapal patroli yang dimiliki DirektoratJenderal Bea dan Cukai (DJBC) saat ini,khususnya di Kanwil II DJBC TanjungBalai Karimun (TBK).

Ahmad MS, demikian nama yangmelantunkan bait tersebut. Pria kelahiranTanjung Balai Karimun pada 22 Mei 1957ini, biasa disapa oleh rekan-rekannyadengan panggilan Abbas. Panggilan itulebih familiar di telinga rekan-rekannyaketimbang nama aslinya. Usut punya usut,ternyata nama panggilan itu memilikisejarah. Alkisah dari cerita orang tuanya,Akhmad adalah nama pemberian keduaorang tuanya sejak dilahirkan. Namunkarena Akhmad kecil saat itu seringmenderita sakit, maka digantilah namaAkhmad menjadi Abbas. Boleh percayaatau tidak, ternyata setelah namanyadiganti dengan Abbas, ia pun jarangmenderita sakit. Hingga kini pun oranglebih sering memanggilnya dengansebutan Abbas.

“Sayapun sempat bingung, ketikamasih kecil saya tanyakan pada mamak,mengapa bisa memiliki dua nama… ohternyata saat menyandang namapanggilan Ahmad saya sering sakit.Bahkan setiap ada pejabat yang barudatang memanggil saya dengan sebutanAhmad dari buku absen, selang setelahbeberapa lama mulai tahu panggilan sayaAbbas dan dijelaskan kisahnya, taksampai seharipun mereka panggil sayaAbbas,” demikian ungkap Abbas denganlogat melayunya.

Begitu juga dengan menuliskan namaAhmad MS pada daftar nama pegawai.Dikarenakan di kantornya tempat bekerjalebih dari 10 orang bernama Ahmad,

akhirnya ia menambahkan nama MS yangmerupakan nama orang tuanya yaituMaksum untuk membedakan denganAhmad yang lainnya. Jadi nama yangtertera dalam daftar nama pegawai adalahAhmad Maksum.

Abbas merupakan anak ketiga darienam bersaudara, pasangan alm Maksumdan almarhumah Fatimah. Ayahnya jugaseorang pegawai bea cukai di TBK eratahun 1950-an. Unik memang kisahnyahingga menjadi pegawai bea cukai.Mungkin karena ayahnya berada dilingkungan bea cukai maka ia pun tertarikmengikuti jejak ayahnya untukberkecimpung di lingkungan bea cukai.

Hanya berbekal ijasah Sekolah Dasar(SD), Abbas melamar ke Bea dan Cukai.Ia tamat SD tahun 1971. Almarhumayahnya sebenarnya sangat meninginkansupaya Abbas mau melanjutkan sekolah,namun dengan alasan dirinya malu disekolah karena hanya dapat menulisdengan tangan kiri (kidal), Abbas punenggan melanjutkan sekolahnya setamatSD. Ia meminta pada ayahnya untukmengijinkan dirinya bekerja dan tidak lagimelanjutkan sekolah.

Tahun 1972 mulailah Abbas mengenallingkungan bea cukai dengan bekerja dibagian bengkel mobil milik Bea CukaiTBK. Kemudian pada tahun 1979 adapenerimaan pegawai bea cukai di TBKdengan persyaratan ijasah SD untukditempatkan dibagian kapal. Kesempatanyang ia idam-idamkan itupun tidak iasiakan-siakan. Abbas akhirnyamendaftarkan diri dan menjalani test danhasilnya ia dinyatakann lulus.

Akhirnya Abbas mengawalipengabdiannya menjadi pegawai beacukai pada tahun 1979. Awalpenempatannya tahun 1980 iaditempatkan di bengkel, bagian perbaikandinamo. Kira-kira satu tahun, barukemudian ia ditempatkan di kapal sebagaijuru masak. “Pengalaman saya mengenallaut, dimulai dengan menjadi tukangmasak, waktu itu ditugaskan berlayar keJakarta, naik kapal patroli BC 2002, tujuanTBK-Tanjung Priok selama satu bulan.Tahun 1983 saya pindah kapal ke BC5001 tugas ke Belawan selama satubulan, kembali lagi ke TBK.”

Tahun 1990, Abbas diperintahkan

untuk mengikuti pendidikan MualimPelayaran Terbatas (MPT) di TanjungPinang, selama tiga bulan. Lulus daripendidikan tersebut pada tahun 1993Abbas diangkat menjadi juru mudi.Selanjutnya tahun 1999, Abbas diangkatmenjadi Mualim Satu dan langsungdiperintahkan mengambil kapal yangwaktu itu sedang ada pengadaan kapalbaru jenis VSP.

“Ketika saya diangkat menjadi mualimsatu, kepala pangkalannya saat itu BapakHarry Wahyudi. Tahun 2001 sayadipanggil lagi oleh Pak Harry, beliaumenyampaikan bahwa saya diangkatmenjadi nahkoda, wah senang sekali sayadan sejak saat itu saya menjadi nakhodakapal patroli,” ujar Abbas yang telah empatkali mengikut Patkor Kastima, tepatnyamulai tahun 2001.

MENGARUNGI LAUTAN SEBAGAINAKHODA KAPAL

Sejak 2001, Abbas resmi menjadinakhoda kapal patroli Bea dan Cukai.Berbagai pengalaman telah ia rasakan,mulai dari yang menyenangkan danmenegangkan menghadapi ganasnyagelombang lautan. Pengalaman itu pun iarasakan bukan saja sejak diangkatmenjadi nakhoda, tetapi sejak dipercayamenjadi juru masak kapal patroli.

Seperti kisah yang yang dialaminyapada tahun 1987 saat ke Ujung Pandang.Dengan kapal patroli BC 8004, tim yangada di kapal tersebut harus terombang-ambing karena kuatnya gelombang lautansampai ketinggian tiga meter. Tujuannyaketika itu dari Ujung Pandang ke Kendari.Sambil bergumul melawan ombak-ombakyang kuat dan kapal yang terombang-ambing dimainkan gelombang, ia hanyapasrah dengan nasib yang akanditerimanya. Abbas baru kali itumerasakan ketakutan yang luar biasa.Apalagi ombak yang kuat itu hampirmematahkan kapal yang ditumpanginya.

“Saya hanya termenung dan sangatpasrah karena ombak begitu besarnya.Saya terus berdoa, Tuhan kasihanilahkami, tolonglah kami Tuhan, selamatkankami dari badai ini,” begitu doanya saat itu,lebih lanjut Abbas menceritakan, setelahmelewati waktu yang lumayan lama,akhirnya laut kembali tenang, dan ombak

Ahmad MSNAKHODA KAPAL PATROLI KANWIL II DJBC TBK

Mensyukuri Semua Kesempatan danBerkah yang Telah Diberikan TuhanNama baik dan kepercayaan yang diberikan pada diri seseorang haruslah utuh dijaga.

“S

PROFIL

Page 78: Warta Bea Cukai Edisi 383

77WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006 77WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

Page 79: Warta Bea Cukai Edisi 383

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

badai yang menyerang kapal patroli yangditumpanginya telah berlalu.

Dari sekian banyak nakhoda yangdimiliki DJBC, Abbas memiliki keunikan,tanpa membandingkan dengan nakhodayang lain, dari beberapa pendapat yangterlontar mengenai Abbas, ia merupakansalah satu nakhoda yang handal. Sepertidisampaikan Septia Atma, Kabid P2Kanwil II DJBC TBK. Menurut Atma,Abbas memiliki satu kelebihan, ia tidakpernah meleset dalam mencapai suatutempat tujuan jika mendapat perintahuntuk melakukan patroli di satu wilayahperairan.

“Boleh dikatakan seluruh perairan diTanjung Balai Karimun telah ia kuasai,bahkan bukan di TBK saja, melainkan dariSabang sampai Merauke karenapengalamannya mengarungi lautansampai ke ujung Indonesia. Kalaudiperintahkan untuk patroli dia tidakpernah terdampar. Kalau dikasih perintahcegat kapal penyelundup di posisi lintangdan bujur yang telah disebutkan selalutepat dan menemukan obyek sasaran.Itulah salah satu kelebihan yang dimilikiAbbas,” demikian pendapat Atmamengenai Abbas.

Menanggapi pendapat Atma, Abbasdengan rendah hati menyatakan, bahwadirinya hanya menjalan tugas yangdiberikan atasan. “Setiap diberi informasioleh Pak Atma alhamdulillah saya pastidapat menangkap kapalnya. Saya tidaktahulah mengapa Pak Atmamempercayakan saya, kalau beliaumendapat informasi, pasti saya yangdipanggilnya, yang jelas saya senang

menjalani tugas ini, ” begitu ucappenerima penghargaan sebagai pegawaiberprestasi luar biasa sebanyak dua kaliini, yaitu tahun 2002 dan 2003.

Pengalaman menangkap kapalpenyelundup tidak dapat dihitung lagiyang otomatis dilakukannya sejakmengenal laut dan berkecimpung denganpatroli laut. Ia akui, ia sangat mencintaipekerjaannya ini. Bahkan tidak jarang

baru satu jam di darat bertemu istri sudahharus berangkat lagi kalau ada perintahpatroli, dan bersyukur istrinya sangatmengerti tugasnya. Kalau sedangbernasib, Abbas bisa berhasil menangkapenam buah kapal tanker dalam waktu duabulan saja.

SUKA DUKA HADAPI PENYELUNDUPBelajar mengemudikan kapal,

sebenarnya tidak pernah ia pelajari secarakhusus. Abbas memperolehnya secaraotodidak karena terbiasa dengan bidangperkapalan selama menjadi pegawai beacukai. Jadi ibarat pepatah asa bisa karenabiasa, mungkin ungkapan itu tepatditujukan padanya.

Sebagai juru mudi yang menangpengalaman, Abbas merupakan nakhodayang sangat profesional membawa kapal.Dan memang kemahiran bermanuver danmengolah gerak kapal namun tetapwaspada menjadi syarat utama menjadinakhoda kapal patroli bea cukai, karenadiketahui jalur pelayaran yang akandilewati banyak kayu mengapung dantentunya berisiko bagi kapal.

“Berdasarkan pengalaman saya, darimana kapal itu keluar, saya tahu akanketemu dengan kapal itu di wilayah yangsudah saya tentukan karena kitamenggunakan radar, satelit dan GPS,kalau tidak ada radar susah juga,” ujarnya.

Ketika matahari mulai menapak tinggi,jika musim badai tiba, maka cuaca sangatburuk karena hujan deras yang disertaiangin bertiup kencang. Dan kalau cuacaburuk seperti ini biasanya dimanfaatkanoleh penyelundup untuk melakukanaksinya.

Hal ini dapat dimengerti karenawilayah perairan Tanjung Balai Karimunterkenal sebagai surga bagi penyelundup,

SAAT MENIKAHKAN ANAK YANG PERTAMA. (Dari kiri ke kanan.) Riki Sirajudin (anak kedua)Mahrani (istri), menantu, Mardiana (anak pertama), Abbas, Rini Mailani (anak ketiga), (barisandepan) Poppy Juwita (anak keempat) dengan seorang keponakannya.

PADA ACARA PENUTUPAN PATKOR KASTIMA ke-12 Tahun 2006 di Hotel Novotel, Batam.

DOK. PRIBADI

WBC/RIS

PROFIL

Page 80: Warta Bea Cukai Edisi 383

79WARTA BEA CUKAIEDISI 383 OKTOBER 2006

diantaranya sembako, bahan bakarminyak dan kayu bahkan terdapatbeberapa kasus penyelundupan bayi. Takjarang jika akan ditangkap, penyelundupmelakukan berbagai macam perlawanan.

Pengalaman seperti itupun pernahAbbas alami tepatnya pada 2003 bersamatim patroli bea cukai. Suatu ketika timnyayang akan menangkap kapal bermuatankayu sudah jadi (furniture) di sekitarPerairan Changi, dekat Singapuramendapat perlawanan yang bisamembahayakan awak kapal patroli beacukai. Kapal pengangkut kayu itu berasaldari Dabo Singkep dengan tujuanSingapura. Saat kapal patroli mendekatuntuk menangkap kapal, tiba-tiba orangdari dalam kapal kayu itu menyiram kapalpatroli dengan bensin dan segera akanmembakarnya. Sebagai pengemudi kapaldengan sigap Abbas memutar haluan danterpaksa melarikan kapal untuk menjauh,setelah keadaan kapal sudah aman danbersih dari siraman bensin, akhirnya kapalsandar lagi dan menangkap kapalpenyelundupn tersebut.

Diakui Abbas, jika ia mendapatinformasi dari atasan mengenai adanyaupaya penyelundupan, di perairanmanapun pasti dapat diketemukannya.Namun untuk saat ini sudah sangat sulit.Kondisi ini dikarenakan semakin majunyateknologi informasi. “Oke, disatu sisikemajuan teknologi informasi memberimanfaat bagi kita, namun disisi lainmemberi kesulitan dan kendala, sepertiyang saat ini kami alami. Karenacanggihnya teknologi, kadangkalainformasi bocor sehingga menemuikegagalan. Saat akan berangkatberdasarkan informasi ternyata sudah adayang membocorkan dengan teleponseluler atau telepon satelit. Beda seperti

dulu, mungkin orang baru sedikit yangmemiliki telepon satelit. Sekarang,teknologi yang makin canggih ini justrujadi menyulitkan kami.”

Lancar menjalankan pekerjaan, tetapsehat hingga mendekati usia 50 tahun ini,merupakan karunia bagi Abbas. Setiaprezeki dan berkah yang diberikan Tuhanselalu ia syukuri. Hal itu seiring denganmotto hidup yang dijalaninya. Tidak ngoyoapa adanya saja, begitu ia menjalanihidup ini. Ia sangat sadar bahwa dirinyatidak memiliki banyak pilihan untuk pindahke tempat tugas di wilayah lain karenapendidikan formalnya. Dengan polos danrendah hati Abbas mengutarakan isihatinya, bahwa apa yang telahdiperolehnya saat ini sudah lebih daricukup. Penghargaan dari DJBC yang iaterima atas jasa-jasanya, ia rasakansudah sangat cukup, karena itu ia sangatmensyukuri semua kesempatan danberkah yang telah diberikan Tuhan.

Ibarat kapal, Abbas mengumpamakan,panjang sekali perjalanan kapal kehidupanini. Maka karena itu, sarana-sarana sepertijasmani, pikiran, dan kesadaran yang kitapunyai itu harus dirawat dengan baiksekali, digunakan sebagai alat untukmencapai tujuan akhir. Supaya badanjasmani ini, yang diumpamakan sebagaikapal yang mengarungi kehidupan yangmaha luas ini, bisa dipakai terus sampaitujuan tercapai. Jadi harus kita rawat.Merawat jasmani dan pikiran ini.

MENULARKAN ILMU KEPADA JUNIORSebagai orang yang berpengalaman

dibidang perkapalan, Abbas tak segan-segan selalu memberikan tips danmasukan kepada pegawai-pegawai beacukai di TBK yang baru masuk. Kepadamereka, berdasarkan pengalamannya,

Abbas menunjukkan bagaimana caramengemudikan kapal yang baik.Termasuk karakteristik perairan di TBKyang banyak batunya sehingga harussangat berhati-hati membawa kapalnya.

“Saya pesankan kepada kapten kapal,seandainya kalian ragu membawa kapalini, berhentilah dulu jangan dipaksa,sebab kapal yang kita bawa ini sangatmahal sparepart-nya termasuk propeller-nya. Jadi berhati-hatilah karena itu daripengalaman saya. Jadi nakhoda harustahu kondisi kapal, apalagi daerah Batamini banyak daerah batu, kalau kita tidakhati-hati kapal akan tertumbuk batu.”

“Syukurlah mereka mau menerimamasukan saya, sebab kapal yang selamaini saya bawa tidak pakai peta,hanya berdasarkan GPS dan radar, makakalau tidak berdasarkan pengalaman kitabisa kandas.Maka itu anak baru harusterus dibimbing, tidak bisa langsung dilepas,” ungkap ayah dari empat oranganak ini.

Status Abbas saat ini, tercatat sebagainakhoda di bagian P2 Kanwil II DJBCTBK. Saat ini ia ditugaskan sebagainakhoda kapal patroli jenis speed. Namunia akui terkadang keberadaannya tidaktetap. Terkadang atas permintaan KabidP2, mengharuskan ia membawa kapalpatroli jenis VSP, tidak lama kemudianjenis boat. Namun secara resmi ia tercatatanggota P2 Kanwil TBK.

Abbas yang menikah dengan Mahranipada tahun 1982 di Medan ini telahdikaruniai empat orang anak. Anakpertama, Mardiana telah berumahtangga,anak kedua, Riki Sirajudin dan ketiga, RiniMailani saat ini berkuliah di SumateraUtara sedangkan anak keempat PopyJuwita masih duduk di bangku sekolahmenengah pertama.

BERPOSE DI ATAS KAPAL PATROLI BC 9004 sebelum berangkat tugaspatroli laut.

ABBAS, siap menjalankan tugas berlayardimanapun ia ditugaskan.

WBC/RIS WBC/RIS

ris

Page 81: Warta Bea Cukai Edisi 383

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

Wajah dan namanya sangat popular setelah ia berhasil tampil sebagai aktor monolog yang mampu meni-rukan suara “mantan orang nomor satu dinegeri ini”. Sejak tahun 1978, anak kelima seniman tari Alm. BagongKusudiardja ini memang giat berteater. Kini Butet Kartaredjasa banyak memiliki kegiatan kesenian, sejumlahsinetron dan film (Petualangan Sherina) pernah dibintangi. Akhir-akhir ini pun anda pasti sering melihat wajahseniman panggung asal Jogjakarta ini sebagai bintang iklan ditelevisi untuk produk kendaraan bermotor.

Ditemui WBC saat lunch disebuah hotel berbintang dibilangan Jakarta Pusat, Butet mengaku tidak pernahmendapat masalah dengan petugas bea cukai saat pulang dari luar negeri. “Malah mereka sangat membantumisalnya dengan tidak memeriksa barang-barang saya, sampai saya jadi rikuh karena tidak diperiksa,” ujarnya.

Kejadian tersebut (tidak diperiksa-red) kerap ia alami sepulangnya dari luar negeri. “Mereka percaya bahwasaya orang baik-baik, tapi kan tidak enak sama penumpang lainnya, meskipun saya senang karena tidak repot,”imbuh Butet yang kerap keluar negeri untuk melakukan performace musik Djaduk Ferianto, adik kandungnya.

Tetapi hal yang tidak menyenangkan dengan petugas bea cukai pernah ia alami sewaktu menemanisang ayah saat pulang performace pameran lukisan dari Singapura. Kejadian tersebut terjadi sekitar awal 1990-an. Dalam pamerantersebut, tidak seluruh lukisan ayahnya laku terjual. Lukisan yang tidak laku dibawa pulang kembali ke Indonesia. Setibanya diBandara Soekarno Hatta, lukisan tersebut ditahan karena dianggap barang impor sehingga harus membayar tax.

“Kan aneh, itu kan barang kami sendiri kenapa kami harus bayar. Ujung-ujungnya mereka minta duit dan saya tidak mau ngasih,” kataButet. Tetapi karena tidak ingin lukisannya ditahan, akhirnya sang ayahpun membayar sejumlah uang.

Butet menambahkan, kejadian tersebut tak hanya dialami oleh ayahnya, tetapi teman-temannya yang berprofesi sebagai pelukis, jugakerap mengalami hal yang sama. “Jadi, saat mereka diundang untuk pameran keluar negeri, pada saat balik lagi itu biasanya ujung-ujungnyaduit. Padahal lukisan itu koleksi pribadi, tidak dijual. Nah, saya tidak mengerti peraturannya bagaimana,” ujarnya.

Butet merasa bahwa ketidaktahuan masyarakat terhadap peraturan di Indonesia, khususnya, Bea Cukai, selalu dimanfaatkan oleh oknumbirokrasi untuk mengadali rakyat. Untuk itu ia berharap agar aparat birokrat tidak membodohi rakyatnya. Kalau memang rakyat tidak mengetahuiperaturan tertentu, hendaknya diberikan pengarahan supaya rakyat mendapatkan rasa aman dan tidak terperangkap dalam sebuah permainan.

“Jadi, jangan mentang-mentang Bea Cukai itu suatu institusi yang mempunyai kekuasaan malah justru memainkan kekuasaannya untukmempermainkan rakyat kecil,” tandas Butet yang mengaku tidak tahu tugas dan fungsi institusi Bea dan Cukai.

Selain itu, Butet melihat para pegawai bea cukai yang bertugas dibandara kurang ramah. Sering ia melihat para TKI, TKW maupunmasyarakat keturunan diperlakukan dan diperiksa secara ‘over’, dicari-cari kesalahannya. Ia melihat masih ada perlakuan diskriminatif antarpenumpang. Untuk itu ia menyarankan agar petugas jangan diskriminatif, sebab semua adalah sama-sama orang Indonesia.

Saat ditemui WBC di sebuah acara yang menyajikan permainan tradisional untuk anak-anak, pasangan selebritis muda Indra Brasco danistrinya, Mona Ratuliu yang datang ke acara tersebut bersama putri mereka, mengaku sangat senang dengan acara yang disponsori oleh salahsatu produsen deterjen itu. Menurut Mona, tempat bermain di Jakarta sangat sedikit sehingga, anak-anak kekurangan tempat untuk bermain.

“Makanya, setelah melihat disini ada sarana permainan tradisional, saya jadi inget kalau dulu suka bangetmainan kotor-kotoran kaya gini. Sekarang kan permainan tradisional itu sudah jarang banget ya,” ujar Mona.Untuk itu ibu satu anak ini menyarankan agar pemerintah membuat taman kota dan taman bermain untukanak-anak. Tak hanya membuat, ia juga berharap agar pemerintah juga merawattaman tersebut agar keberadaannya tetap terjaga.

Ketika ditanya apakah pasutri ini pernah berurusan dengan petugasbea cukai di Bandara Soekarno Hatta, Indra menjawab cepat, “Pernah…waktu Mona belanja lumayan banyak dari luar negeri, dari Singapura.”

Mona pun langsung nyeletuk, “Soalnya keluarga aku dan dia(Indra-red) banyak yang suka nitip barang-barang kalo kita lagipergi keluar negeri. Jadi waktu itu aku bawa pulang sepatu duakardus besar. Eh dicurigai sama petugas bea cukai, disangkanyasaya mau jualan.”

Namun, persoalan tersebut bisa diatasi setelah Indra dan Monamenjelaskan bahwa mereka tidak hendak berjualan dan sepatu ituadalah barang titipan dari keluarganya. Indra mengaku biasanya ke-luarga mereka pergi ke luar negeri dalam rangka liburan. Dalam seta-hun, mereka bisa 2-3 kali pergi keluar negeri. Tempat favorit merekaselama berwisata masih diseputar Asia, seperti Singapura dan Malaysia.

Ketika ditanya Mona apakah ia tahu tugas dari institusi Bea danCukai, Mona langsung menjawab tidak. Namun Indra buru-buru menga-takan bahwa sepanjang pengetahuannya, tugas Bea dan Cukaiadalah memeriksa semua barang yang keluar masuk dari luardan dalam negeri. Bea dan Cukai juga mengatur pajak-pajak pembelian barang-barang tersebut.

“Terus terang saya kurang mengerti dengan tugas-tugas Bea Cukai, jadi kalau ditanya saran untuk Bea Cu-kai, paling yang perlu diperbarui adalah SDM Bea Cukai,”kata Indra. Menurutnya, terkadang orang memikirkan BeaCukai secara negatif, misalnya gampang disuap dansebagainya. Oleh karena itu, SDM yang berkualitas harusdimiliki oleh Bea dan Cukai.

“Dan yang pasti, pemerintah harus memberikan gajiyang besar pada pegawai Bea Cukai dan pegawai negerilainnya karena kalau gaji pegawainya kecil kadang jadigampang disuap,” tambah Indra.

INDRA BRASCO DAN MONA RATULIU

BUTET KARTAREDJASA

“Rikuh Karena Tidak Diperiksa...”

“Disangka Jualan...”

APA KATA MEREKA

ifa

ifa

Page 82: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN IPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAANPEMBERITAHUAN RKSP/JKSP SECARA MANUAL

A. Pengangkut :1. Menyerahkan RKSP/JKSP kepada Pejabat yang mengelola manifes di Kantor

Pabean yang disinggahi dalam rangkap 2 (dua), dengan elemen datasekurangkurangnya :a) nama Sarana Pengangkut;b) nomor pengangkutan (voyage/flight number);c) nama pengangkut;d) pelabuhan asal;e) pelabuhan tujuan/bongkar;f) perkiraan tempat sandar/kade/parkir;g) perkiraan tanggal dan jam kedatangan Sarana Pengangkut;h) jumlah kemasan, petikemas, atau barang curah yang diangkut;i) perkiraan tanggal dan jam keberangkatan Sarana Pengangkut;

2. Menerima kembali RKSP/JKSP lembar kedua setelah diberi nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.0 dari Pejabat yang mengelola manifes, sebagai tanda buktipenerimaan;

3. Memberitahukan kepada Pejabat yang mengelola manifes, apabila ada perubahanRKSP/JKSP;

4. Menerima tanda bukti penerimaan perubahan RKSP/JKSP dari Pejabat yangmengelola manifes.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima RKSP/JKSP dalam rangkap 2 (dua) dari Pengangkut;2. Meneliti kelengkapan data isian pada RKSP/JKSP;3. Memberikan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.0 serta membukukannya ke dalam

Buku Catatan Pabean (BCP BC 1.0);4. Menyerahkan RKSP/JKSP lembar kedua setelah diberi nomor dan tanggal

pendaftaran BC 1.0 kepada Pengangkut sebagai tanda bukti penerimaan;5. Menerima pemberitahuan perubahan RKSP/JKSP dari Pengangkut, dalam hal ada

perubahan;6. Menyerahkan tanda bukti penerimaan perubahan RKSP/JKSP kepada Pengangkut.

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

1

Page 83: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN IIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUANRKSP/JKSP MELALUI MEDIA PENYIMPAN DATA ELEKTRONIK

A. Pengangkut:1. Menyiapkan RKSP/JKSP dengan menggunakan program aplikasi manifes/ modul

pengangkut dengan elemen data:a) nama Sarana Pengangkut;b) nomor pengangkutan (voyage/flight number);c) nama pengangkut;d) pelabuhan asal;e) pelabuhan tujuan/bongkar;f) perkiraan tempat sandar/kade/parkir;g) perkiraan tanggal dan jam kedatangan Sarana Pengangkut;h) jumlah kemasan, petikemas, atau barang curah yang diangkut;i) perkiraan tanggal dan jam keberangkatan Sarana Pengangkut;

2. Mencetak RKSP/JKSP dan melakukan transfer data RKSP/JKSP ke MediaPenyimpan Data Elektronik;

3. Menyerahkan hasil cetak RKSP/JKSP dan Media Penyimpan Data Elektronik kepadaPejabat yang mengelola manifes di Kantor Pabean yang disinggahi;

4. Menerima kembali RKSP/JKSP setelah diberi nomor dan tanggal pendaftaran BC1.0 dari Pejabat yang mengelola manifes, sebagai tanda bukti penerimaan;

5. Memberitahukan kepada Pejabat yang mengelola manifes, apabila ada perubahanRKSP/JKSP;

6. Menerima bukti penerimaan perubahan RKSP/JKSP dari Pejabat yang mengelolamanifes.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima hasil cetak RKSP/JKSP dan Media Penyimpan Data Elektronik dari

Pengangkut;2. Memeriksa kondisi Media Penyimpan Data Elektronik dan data yang ada di

dalamnya;3. Melakukan transfer data RKSP/JKSP dari Media Penyimpan Data Elektronik ke

dalam Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean;4. Menyerahkan RKSP/JKSP yang telah diberi nomor dan tanggal pendaftaran BC

1.0 dan Media Penyimpan Data Elektronik kepada Pengangkut sebagai tanda buktipenerimaan;

5. Menerima pemberitahuan perubahan RKSP/JKSP dari Pengangkut, dalam hal adaperubahan;

6. Menyerahkan tanda bukti penerimaan perubahan RKSP/JKSP kepada Pengangkut.C. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) RKSP/JKSP;2. Memberikan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.0;3. Mengubah data RKSP/JKSP, dalam hal ada perubahan.

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

2

Page 84: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN IIIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DANPENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RKSP/JKSP

MELALUI SISTEM PDE

A. Pengangkut :

1. Menyiapkan RKSP/JKSP dengan menggunakan program aplikasi manifes/ modulpengangkut dengan elemen data:a) nama Sarana Pengangkut;b) nomor pengangkutan (voyage/flight number);c) nama pengangkut;d) pelabuhan asal;e) pelabuhan tujuan/bongkar;f) perkiraan tempat sandar/kade/parkir;g) perkiraan tanggal dan jam kedatangan Sarana Pengangkut;h) jumlah kemasan, petikemas, atau barang curah yang diangkut;i) perkiraan tanggal dan jam keberangkatan Sarana Pengangkut;

2. Mengirimkan data RKSP/JKSP melalui sistem PDE ke Kantor Pabean yangdisinggahi;

3. Menerima respon dan mencetak bukti penerimaan berupa nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.0;

4. Mengirimkan data perubahan RKSP/JKSP, dalam hal ada perubahan;5. Menerima respon dan mencetak bukti penerimaan perubahan RKSP/JKSP.

B. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :

1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) RKSP/JKSP yang dikirim melaluisistem PDE oleh Pengangkut;

2. Mengirimkan respon penerimaan RKSP/JKSP yang berupa nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.0 kepada pengangkut apabila RKSP/JKSP telah diisi denganlengkap;

3. Menerima dan meneliti perubahan data (validasi) RKSP/JKSP, dalam hal adaperubahan;

4. Mengirimkan respon penerimaan perubahan data RKSP/JKSP.

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

3

Page 85: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN IVPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

CONTOH PENULISAN URAIAN BARANG PADAINWARD MANIFEST DAN OUTWARD MANIFEST

No Tidak Sesuai Ketentuan Sesuai Ketentuan

1. Spare parts, auto parts Gear, Nut, Bolt, Chain, Camshaft2. Electronic parts, Electric parts Diode, transistor, LED, IC, PCB, cable3. Foodstuff Noodle, Candy, Tea, Coffee4. Stationery Books, pencil, pen, ink5. Household Refrigerator, Washing machine, Chair,

Television6. Chemical product, chemicals, Dyestuff, Surfactant, Soap, Toothpaste

chemical goods7. Fabrics, textile Jeans, T-shirt, underwear, socks,

sweater, hat8. Plastic products Toys, Tooth brass9. Electrical goods, Electronics Television, Radio, Video player, CD

player, magic jar10. Machinery Drilling machine, sewing machine, knitting

machine, printing machine11. Tools Screwdriver, hammer, saw, drill12. Home appliances Blender, Juicer, Mixer, Stove, Microwave

oven13. Various goods Diuraikan sesuai jenis barang14. Sundry goods Diuraikan sesuai jenis barang15. General cargo, general Diuraikan sesuai jenis barang

merchandise16. Personal effect Diuraikan sesuai jenis barang17. Raw Material Diuraikan sesuai jenis barang

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

4

Page 86: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN VPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAANPEMBERITAHUAN INWARD MANIFEST SECARA MANUAL

A. Pengangkut :1. Menyiapkan Inward Manifest dengan elemen data sekurang-kurangnya :

a) Bagi Sarana Pengangkut melalui laut :1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran(voyage number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan muat;6) pelabuhan tujuan/bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Bill of Lading;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan/petikemas;15)nomor segel kemasan/petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;17)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;18)uraian barang;19)berat kotor (brutto);20)ukuran/volume barang;21)mother vessel, apabila ada;22)keterangan;23) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

b) Bagi Sarana Pengangkut melalui udara :1) nama Sarana Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) nomor penerbangan (flight number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal / pelabuhan muat);6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Airway Bill;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan;15) jumlah dan jenis kemasan;16)uraian barang;17)berat kotor (brutto);

5

Page 87: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

18)ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20)keterangan;21) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Pengangkut melalui darat :1) nomor tanda kendaraan (car registration number);2) nama pengangkut;3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan alamat pengirim (supplier);8) nama dan alamat penerima barang;9) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;10)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;11) uraian barang;12)berat kotor (brutto);13)ukuran/volume barang;14)keterangan;15) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

2. Melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai tarif yangditetapkan atas pelayanan manifes melalui Bank Devisa Persepsi atau KantorPabean dan menerima tanda bukti pembayaran;

3. Menyerahkan Inward Manifest dengan dilampiri bukti pembayaran PNBP kepadaPejabat yang mengelola manifes di Kantor Pabean yang disinggahi;

4. Menerima tanda bukti penerimaan berupa BCF 1.1 yang berisi nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.1.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima Manifes Inward Manifest dari Pengangkut beserta bukti pembayaran

PNBP dari Pengangkut;2. Meneliti kelengkapan dan kebenaran elemen data Inward Manifest;3. Membukukan Inward Manifest ke dalam Buku Catatan Pabean (BCP BC 1.1) dan

mencantumkan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1 pada Inward Manifestbersangkutan;

4. Memberikan bukti penerimaan berupa BCF 1.1 dengan mencantumkan nomor dantanggal BC 1.1 dan menyerahkan kepada Pengangkut;

5. Meneliti uraian barang dalam BC 1.1 dan mencatat nomor pos BC 1.1 yang uraianbarangnya kurang jelas;

6. Melakukan penutupan pos BC 1.1;7. Meneliti dan memproses pos-pos BC 1.1 yang masih terbuka serta memindahkan

pos BC 1.1 yang masih terbuka kedalam BCF 1.5 apabila jangka waktupenimbunannya sudah melebihi:a) 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal BC 1.1, bagi barang yang ditimbun di TPS

dalam area pelabuhan; ataub) 60 (enam puluh) hari sejak tanggal BC 1.1, bagi barang yang ditimbun di TPS di

luar area pelabuhan;8. Menyerahkan BCF 1.5 kepada Pejabat yang mengelola Tempat Penimbunan Pabean

(TPP).DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

6

Page 88: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN VIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUANINWARD MANIFEST MELALUI MEDIA PENYIMPAN DATA ELEKTRONIKA. Pengangkut:

1. Menyiapkan Inward Manifest menggunakan program aplikasi manifes/modulpengangkut dengan elemen data sekurang-kurangnya :a) Bagi Sarana Pengangkut melalui laut:

1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran (voyage number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Bill of Lading;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan/petikemas;15)nomor segel kemasan/petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;17)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;18)uraian barang;19)berat kotor (brutto);20)ukuran/volume barang;21)mother vessel, apabila ada;22)keterangan;23) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

b) Bagi Sarana Pengangkut melalui udara:1) nama Sarana Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) nomor penerbangan (flight number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal / pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Airway Bill;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan;15) jumlah dan jenis kemasan;16)uraian barang;17)berat kotor (brutto);18)ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20)keterangan;21) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Pengangkut melalui darat:

7

Page 89: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

1) nomor tanda kendaraan (car registration number);2) nama pengangkut;3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan alamat pengirim (supplier);8) nama dan alamat penerima barang;9) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;10)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;11) uraian barang;12)berat kotor (brutto);13)ukuran/volume barang;14)keterangan;15) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

2. Melakukan pembayaran PNBP sesuai tarif yang ditetapkan atas pelayananmanifes melalui Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pabean dan menerima tandabukti pembayaran;

3. Mencetak lembar pengantar Inward Manifest serta melakukan transfer data In-ward Manifest ke Media Penyimpan Data Elektronik;

4. Menyerahkan Media Penyimpan Data Elektronik yang berisi data InwardManifest dan lembar pengantarnya dengan dilampiri bukti pembayaran PNBPkepada Pejabat yang mengelola manifes di Kantor Pabean yang disinggahi;

5. Menerima tanda bukti penerimaan berupa BCF 1.1 yang berisi nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.1.

A. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima Media Penyimpan Data Elektronik yang berisi data Inward Manifest

beserta bukti pembayaran PNBP dari Pengangkut;2. Memeriksa kondisi Media Penyimpan Data Elektronik dan data yang ada di

dalamnya;3. Melakukan transfer data Inward Manifest dari Media Penyimpan Data Elektronik

ke dalam Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean;4. Memberikan bukti penerimaan berupa BCF 1.1 dengan mencantumkan nomor

dan tanggal BC 1.1 dan menyerahkan kepada Pengangkut;5. Meneliti uraian barang dalam BC 1.1 dan mencatat nomor pos BC 1.1 yang

uraian barangnya kurang jelas;6. Melakukan penutupan pos BC 1.1 dengan dokumen penyelesaian kewajiban

pabean dalam hal penutupan pos masih dilakukan secara manual (entry data);7. Menyerahkan BCF 1.5 kepada Pejabat yang mengelola Tempat Penimbunan

Pabean (TPP).C. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :

1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) Inward Manifest;2. Memberikan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1;3. Mencetak tanda terima pendaftaran dengan mencantumkan nomor dan tanggal

pendaftaran BC 1.1;4. Melakukan penutupan pos BC 1.1;5. Meneliti dan memproses pos-pos BC 1.1 yang masih terbuka serta memindahkan

pos BC 1.1 yang masih terbuka kedalam BCF 1.5 apabila jangka waktupenimbunannya sudah melebihi:a) 30 (tiga puluh) hari sejak ditimbun, bagi barang yang ditimbun di TPS dalam

area pelabuhan; ataub) 60 (enam puluh) hari sejak ditimbun, bagi barang yang ditimbun di TPS di

luar area pelabuhan.DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

8

Page 90: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN VIIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAANPEMBERITAHUAN INWARD MANIFEST MELALUI SISTEM PDE

A. Pengangkut :1. Menyiapkan Inward Manifest menggunakan program aplikasi manifes/modul

pengangkut, dengan elemen data sekurang-kurangnya:a) Bagi Sarana Pengangkut melalui laut:

1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran (voyage number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Bill of Lading;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan/petikemas;15)nomor segel kemasan/petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;17)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;18)uraian barang;19)berat kotor (brutto);20)ukuran/volume barang;21)mother vessel, apabila ada;22)keterangan;23) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

b) Bagi Sarana Pengangkut melalui udara :1) nama Sarana Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) Nomor penerbangan (flight number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal / pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Airway Bill;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan;15) jumlah dan jenis kemasan;16)uraian barang;17)berat kotor (brutto);

9

Page 91: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

18)ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20)keterangan;21) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Pengangkut melalui darat:1) nomor tanda kendaraan (car registration number);2) nama pengangkut;3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan alamat pengirim (supplier);8) nama dan alamat penerima barang;9) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;10)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;11) uraian barang;12)berat kotor (brutto);13)ukuran/volume barang;14)keterangan;15) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

2. Melakukan pembayaran PNBP sesuai tarif yang ditetapkan atas pelayananmanifes melalui Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pabean dan menerima tandabukti pembayaran;

3. Mengirim Inward Manifest ke Kantor Pabean yang disinggahi melalui sistemPDE;

4. Menyerahkan tanda bukti pembayaran PNBP kepada Pejabat yang mengelolamanifes di Kantor Pabean;

5. Menerima respon bukti penerimaan Inward Manifest yang telah diberi nomordan tanggal pendaftaran BC 1.1.

B. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) Inward Manifest yang dikirim

melalui sistem PDE oleh Pengangkut;2. Mengirim respon bukti penerimaan Inward Manifest yang dengan memberi nomor

dan tanggal pendaftaran BC 1.1;3. Melakukan penutupan pos BC 1.1;4. Meneliti dan memproses pos-pos BC 1.1 yang masih terbuka serta memindahkan

pos BC 1.1 yang masih terbuka kedalam BCF 1.5 apabila jangka waktupenimbunannya sudah melebihi:a) 30 (tiga puluh) hari sejak ditimbun, bagi barang yang ditimbun di TPS dalam

area pelabuhan; ataub) 60 (enam puluh) hari sejak ditimbun, bagi barang yang ditimbun di TPS di

luar area pelabuhan.C. Pejabat yang Mengelola Manifes :

1. Meneliti uraian barang dalam BC 1.1 dan mencatat nomor pos BC 1.1 yanguraian barangnya kurang jelas;

2. Melakukan penutupan pos BC 1.1 dengan dokumen penyelesaian kewajibanpabean dalam hal penutupan pos masih dilakukan secara manual (entry data);

3. Menyerahkan BCF 1.5 kepada Pejabat yang mengelola Tempat PenimbunanPabean (TPP).

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

10

Page 92: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN VIIIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUTTATA CARA PERBAIKAN TERHADAP BC1.1

A. Pengangkut atau Pihak-pihak Lain yang Bertanggung Jawab Atas Barang:1. Menyiapkan permohonan perbaikan BC 1.1 mengenai:

1) nomor, merek, ukuran dan jenis kemasan dan/atau petikemas;2) jumlah kemasan dan/ atau peti kemas serta jumlah barang curah;3) consignee dan/atau notify party;4) penggabungan pos BC 1.1;5) kesalahan data lainnya atau perubahan pos BC 1.1;

2. Menyiapkan permohonan untuk perbaikan BC 1.1 mengenai perincian lebih lanjut atas pos BC 1.1 dariBarang impor yang dikirim secara konsolidasi;

3. Melakukan pembayaran PNBP atas pelayanan Inward manifest melalui Bank Devisa Persepsi atauKantor Pabean dan menerima tanda bukti pembayaran;

4. Menyerahkan permohonan perbaikan BC 1.1 sebagaimana dimaksud pada angka 1, kepada KepalaKantor Pabean disertai bukti pembayaran PNBP dan dokumen pendukung sebagai lampiran permohonanperbaikan BC 1.1 berupa :a) Bill of Lading/Airway Bill;b) lembaran Inward manifest perbaikan, untuk Kantor Pabean yang menerapkan penyerahan data

secara manual;c) soft copy Inward manifest perbaikan, untuk Kantor Pabean yang menerapkan sistem PDE atau

sistem pertukaran data dengan Media Penyimpan Data Elektronik;d) Invoice dan/atau Packing List, dalam hal perbaikan BC 1.1 berupa perubahan Consignee dan/atau

Notify Party;e) dokumen pendukung lainnya;

5. Menyerahkan permohonan perbaikan BC 1.1 sebagaimana dimaksud pada angka 2, kepada Pejabatyang mengelola manifes;

6. Menerima pemberitahuan persetujuan atau penolakan perbaikan BC 1.1 dari Pejabat yang mengelolamanifes;

7. Menerima Surat Penetapan Sanksi Administrasi (SPSA) dan/atau penetapan kekurangan pembayaranBea Masuk, Cukai dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), dalam hal perbaikan BC 1.1 dilakukankarena adanya kelebihan bongkar atau kekurangan bongkar yang wajib membayar Bea Masuk, Cukai,PDRI dan/atau sanksi administrasi berupa denda;

8. Membayar Bea Masuk, Cukai, PDRI dan/atau sanksi administrasi berupa denda berdasarkan SuratPemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk (SPKPBM) dan/atau SPSA yang telah diterbitkan.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima permohonan perbaikan BC 1.1 disertai bukti pembayaran PNBP dan dokumen pendukung

dari Pengangkut atau pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas barang;2. Melakukan penelitian terhadap permohonan perbaikan BC 1.1 dan dokumen pendukung serta

mencocokkannya dengan BC 1.1 yang bersangkutan, sedangkan untuk Kantor Pabean yang menerapkansistem PDE atau sistem pertukaran data dengan Media Penyimpan Data Elektronik, dilakukan jugapencocokkan antara permohonan dan dokumen pendukung dengan data BC 1.1 di Sistem AplikasiPelayanan Manifes;

3. Menerbitkan SPSA, dalam hal perbaikan BC 1.1 disebabkan adanya kelebihan bongkar yangmengakibatkan dikenakannya sanksi administrasi berupa denda;

4. Menerbitkan SPSA dan penetapan kekurangan pembayaran Bea Masuk, Cukai dan PDRI dalam halperbaikan BC 1.1 disebabkan adanya kekurangan bongkar yang mengakibatkan dikenakannya BeaMasuk, Cukai, PDRI dan/ atau sanksi administrasi berupa denda;

5. Apabila permohonan perbaikan BC 1.1 disetujui :a) melakukan perbaikan pada pos BC 1.1 atau menggabungkan lembaran Inward Manifest perbaikan

pada BC 1.1, untuk Kantor Pabean yang menerapkan penyerahan data secara manual;b) merekam atau melakukan transfer data perbaikan BC 1.1 ke Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes,

untuk Kantor Pabean yang menerapkan sistem PDE atau sistem pertukaran data dengan MediaPenyimpan Data Elektronik;

c) menyerahkan pemberitahuan persetujuan atas permohonan perbaikan BC 1.1;6. Apabila permohonan perbaikan BC 1.1 ditolak, menyerahkan pemberitahuan penolakan atas permohonan

perbaikan BC 1.1.C. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :

1. Menerima dan memproses perbaikan BC 1.1 yang telah diberikan persetujuan untuk dilakukan perbaikan;2. Mengirimkan respon elektronik berupa pemberitahuan mengenai persetujuan perbaikan BC 1.1.

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

11

Page 93: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN IXPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG TATA CARA

PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANA KEDATANGAN SARANAPENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, DAN MANIFES KEBERANGKATAN

SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUANOUTWARD MANIFEST SECARA MANUAL

A. Pengangkut:1. Menyiapkan Outward Manifest dengan

elemen data sekurang-kurangnya :a) Bagi Sarana Pengangkut

melalui laut :1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran (voyage

number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan

muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10) nomor dan tanggal Bill of

Lading;11) nama dan alamat pengirim

(shipper/supplier);12) nama dan alamat penerima

(consignee);13) nama dan alamat pemberitahu

(notify address/notify party);14) nomor dan merek kemasan/

petikemas;15) nomor segel kemasan/

petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/

petikemas;17) ukuran dan tipe kemasan/

petikemas;18) uraian barang;19) berat kotor (brutto);20) ukuran/volume barang;21) mother vessel, apabila ada;22) keterangan (nomor dan

tanggal PEB/PemberitahuanPabean lainnya);

23) tanda tangan dan nama jelaspengangkut.

2. Melakukan pembayaran PNBP sesuai tarif yang ditetapkan atas pelayanan manifes melalui BankDevisa Persepsi atau Kantor Pabean dan menerima tanda bukti pembayaran;

3. Menyerahkan Outward Manifest dengan dilampiri bukti pembayaran PNBP kepada Pejabat yangmengelola manifes di Kantor Pabean;

4. Menerima tanda bukti penerimaan yang telah diberi nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima Outward Manifest dari Pengangkut beserta bukti pembayaran PNBP dari Pengangkut;2. Meneliti kelengkapan dan kebenaran elemen data Outward Manifest;3. Membukukan Outward Manifest ke dalam Buku Catatan Pabean (BCP BC 1.1) dan memberikan

nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1 pada Outward Manifest bersangkutan;4. Memberikan bukti penerimaan dengan mencantumkan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1 dan

menyerahkan kepada Pengangkut;5. Meneliti uraian barang dalam BC 1.1 dan mencatat nomor pos BC 1.1 yang uraian barangnya kurang jelas;6. Menyampaikan data pos BC 1.1 kepada Pejabat yang memeriksa dokumen ekspor barang untuk

dilakukan rekonsiliasi.DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

b) Bagi Sarana Pengangkutmelalui udara :1) nama Sarana

Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) nomor penerbangan;4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal /

pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam

kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10) nomor dan tanggal

Airway Bill;11) nama dan alamat

pengirim (shipper/supplier);

12) nama dan alamatpenerima (consignee);

13) nama dan alamatpemberitahu (notifyaddress/notify party);

14) nomor dan merekkemasan;

15) jumlah dan jeniskemasan;

16) uraian barang;17) berat kotor (brutto);18) ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20) keterangan (nomor dan

tanggal PEB/PemberitahuanPabean lainnya);

21) tanda tangan dan na-ma jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Peng-angkut melalui darat:1) nomor tanda

kendaraan (carregistrationnumber);

2) namapengangkut;

3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal

kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan

alamat pengirim(supplier);

8) nama danalamat penerimabarang;

9) jumlah dan jeniskemasan/petikemas;

10) ukuran dan tipekemasan/petikemas;

11) uraian barang;12) berat kotor

(brutto);13) ukuran/volume

barang;14) keterangan

(nomor dantanggal PEB/PemberitahuanPabean lainnya);

15) tanda tangandan nama jelaspengangkut.

12

Page 94: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN XPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAANPEMBERITAHUAN OUTWARD MANIFEST MELALUI MEDIA

PENYIMPAN DATA ELEKTRONIK

A. Pengangkut :1. Menyiapkan Outward Manifest menggunakan program aplikasi manifes/modul

pengangkut dengan elemen data sekurang-kurangnya :a) Bagi Sarana Pengangkut melalui laut :

1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran (voyage number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Bill of Lading;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan/petikemas;15)nomor segel kemasan/petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;17)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;18)uraian barang;19)berat kotor (brutto);20)ukuran/volume barang;21)mother vessel, apabila ada;22)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);23) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

b) Bagi Sarana Pengangkut melalui udara :1) nama Sarana Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) nomor penerbangan (flight number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal / pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Airway Bill;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan;15) jumlah dan jenis kemasan;16)uraian barang;

13

Page 95: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

17)berat kotor (brutto);18)ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);21) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Pengangkut melalui darat:1) nomor tanda kendaraan (car registration number);2) nama pengangkut;3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan alamat pengirim (supplier);8) nama dan alamat penerima barang;9) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;10)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;11) uraian barang;12)berat kotor (brutto);13)ukuran/volume barang;14)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);15) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

2. Melakukan pembayaran PNBP sesuai tarif yang ditetapkan atas pelayananmanifes melalui Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pabean dan menerima tandabukti pembayaran;

3. Mencetak lembar pengantar Outward Manifest serta melakukan transfer dataOutward Manifest ke Media Penyimpan Data Elektronik;

4. Menyerahkan Media Penyimpan Data Elektronik yang berisi data Outward Mani-fest dan lembar pengantarnya dengan dilampiri bukti pembayaran PNBP kepadaPejabat yang mengelola manifes di Kantor Pabean;

5. Menerima tanda bukti penerimaan yang telah diberi nomor dan tanggalpendaftaran BC 1.1.

B. Pejabat yang Mengelola Manifes :1. Menerima Media Penyimpan Data Elektronik yang berisi data Outward Mani-

fest beserta bukti pembayaran PNBP dari pengangkut;2. Memeriksa kondisi Media Penyimpan Data Elektronik dan data yang ada di

dalamnya;3. Melakukan transfer data Outward Manifest dari Media Penyimpan Data Elektronik

ke dalam Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean;4. Menyerahkan tanda bukti penerimaan yang telah diberi nomor dan tanggal

pendaftaran BC 1.1 kepada Pengangkut;5. Meneliti uraian barang dalam BC 1.1dan mencatat nomor pos BC 1.1 yang

uraian barangnya kurang jelas.C. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :

1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) Outward Manifest;2. Memberikan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1;3. Mencetak tanda bukti penerimaan dengan mencantumkan nomor dan tanggal

BC 1.1;4. Melakukan rekonsiliasi PEB dan Pemberitahuan Pabean lainnya dengan pos

BC 1.1.DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

14

Page 96: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

LAMPIRAN XIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-10/BC/2006 TENTANG

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERITAHUAN RENCANAKEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, MANIFES KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT,

DAN MANIFES KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT

TATA CARA PENYERAHAN DAN PENATAUSAHAANPEMBERITAHUAN OUTWARD MANIFEST

MELALUI SISTEM PDE

A. Pengangkut :1. Menyiapkan Outward Manifest menggunakan program aplikasi manifes/Modul

Pengangkut, dengan elemen data sekurang-kurangnya :a) Bagi Sarana Pengangkut melalui laut :

1) nama Sarana Pengangkut;2) bendera/kebangsaan;3) nomor pelayaran (voyage number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal/ pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Bill of Lading;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Bill of Lading;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan/petikemas;15)nomor segel kemasan/petikemas;16) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;17)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;18)uraian barang;19)berat kotor (brutto);20)ukuran/volume barang;21)mother vessel, apabila ada;22)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);23) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

b) Bagi Sarana Pengangkut melalui udara :1) nama Sarana Pengangkut;2) Bendera/Kebangsaan;3) nomor penerbangan (flight number);4) nama pengangkut;5) pelabuhan asal / pelabuhan muat;6) pelabuhan bongkar;7) tanggal dan jam kedatangan;8) jumlah Airway Bill;9) nomor urut;10)nomor dan tanggal Airway Bill;11) nama dan alamat pengirim (shipper/supplier);12)nama dan alamat penerima (consignee);

15

Page 97: Warta Bea Cukai Edisi 383

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 383 OKTOBER 2006

13)nama dan alamat pemberitahu (notify address/notify party);14)nomor dan merek kemasan;15) jumlah dan jenis kemasan;16)uraian barang;17)berat kotor (brutto);18)ukuran/volume barang;19) first carrier, apabila ada;20)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);21) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

c) Bagi Sarana Pengangkut melalui darat:1) nomor tanda kendaraan (car registration number);2) nama pengangkut;3) tempat asal;4) tempat tujuan;5) tanggal kedatangan;6) nomor urut;7) nama dan alamat pengirim (supplier);8) nama dan alamat penerima barang;9) jumlah dan jenis kemasan/petikemas;10)ukuran dan tipe kemasan/petikemas;11) uraian barang;12)berat kotor (brutto);13)ukuran/volume barang;14)keterangan (nomor dan tanggal PEB/Pemberitahuan Pabean lainnya);15) tanda tangan dan nama jelas pengangkut.

2. Melakukan pembayaran PNBP sesuai tarif yang ditetapkan atas pelayananmanifes melalui Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pabean dan menerimatanda bukti pembayaran;

3. Mengirimkan Outward Manifest ke Kantor Pabean melalui sistem PDE;4. Menyerahkan tanda bukti pembayaran PNBP kepada Pejabat yang

mengelola Manifes;5. Menerima respon bukti penerimaan Outward Manifest yang telah diberi

nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1.

B. Sistem Aplikasi Pelayanan Manifes di Kantor Pabean :1. Menerima dan meneliti kelengkapan data (validasi) Outward Manifest yang

dikirim melalui sistem PDE oleh Pengangkut;2. Mengir imkan respon bukti penerimaan Outward Manifest kepada

Pengangkut yang telah diberikan nomor dan tanggal pendaftaran BC 1.1;3. Melakukan rekonsiliasi PEB dan Pemberitahuan Pabean lainnya dengan

pos BC 1.1.

C. Pejabat yang Mengelola Manifes:Meneliti uraian barang dalam BC 1.1 dan mencatat nomor pos BC 1.1 yang uraianbarangnya kurang jelas.

DIREKTUR JENDERAL,ttdANWAR SUPRIJADINIP 120050332

16