Vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 [rekombinan] Fakta Seputar Vaksin

Click here to load reader

  • date post

    27-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 [rekombinan] Fakta Seputar Vaksin

Key Messages.cdrKejadian yang mungkin terjadi (berdasarkan frekuensi)
ÌÌ Adalah vaksin vektor adeno usnya tidak bereplikasi untuk melawan viral yang vir penyakit coronavirus 2019.
ÌÌ Bekerja dengan cara mengirim pesan kepada gen spike protein SARS-CoV-2 dan menginstruksikan sel inang untuk menghasilkan protein antigen S yang unik bagi SARS-CoV-2, sehingga memungkinkan tubuh menghasilkan respon imun dan menyimpan informasi tersebut dalam memori sel imun.
ÌÌ Tingkat ekasi yang ditunjukkan dalam uji klinis pada peserta yang menerima rangkaian lengkap (2 dosis) vaksin, terlepas dari interval waktu antardosis, adalah 63,1%, berdasarkan median follow up selama 80 hari, tetapi cenderung lebih tinggi bila intervalnya lebih lama.
ÌÌ Suhu penyimpanan vaksin: Simpan dalam karton asli di lemari es pada suhu +2 °C hingga . Jangan simpan di freezer.+8 °C
ÌÌ Vaksin tidak perlu diencerkan.
ÌÌ Vaksin diberikan dengan Injeksi intramuskular (i.m.), sebaiknya di otot deltoid.
ÌÌ Kebijakan vial multi dosis:
Setelah dosis pertama diambil, jaga suhunya antara hingga selama masa 2°C 8°C penggunaan, dan buang semua vaksin yang tidak digunakan di dalam vial setelah 6 jam, atau di akhir sesi imunisasi, yang mana yang lebih dulu. Simpan botol vaksin yang sudah dibuka di bantalan busa kotak vaksin (vaccine carrier).
ÌÌ Data yang ditinjau saat ini memperkuat kesimpulan bahwa manfaat yang diketahui dan manfaat potensial dari vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 [rekombinan] lebih besar daripada risiko yang diketahui dan risiko potensialnya.
ÌÌ 2 dosis (masing-masing 0,5 mL) dapat diberikan dengan selang waktu 4-12 minggu. WHO merekomendasikan selang waktu 8-12 minggu.
ÌÌ Jika dosis kedua diberikan secara tidak sengaja lebih awal dari 4 minggu setelah yang pertama, dosis tersebut tidak perlu diulang.
ÌÌ Jika dosis kedua tidak sengaja tertunda, dosis harus diberikan sedini mungkin.
ÌÌ Sangat umum (≥1/10): Nyeri saat ditekan, sakit, hangat, gatal atau memar di tempat suntikan, kelelahan, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, mialgia, artralgia.
ÌÌ Umum (≥1/100 hingga ≥1/10): Bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, demam (≥38°C).
ÌÌ Tidak umum (≥1/1000 hingga ≥1/100): Limfadenopati, nafsu makan berkurang, pusing, sakit perut, hiperhidrosis (berkeringat berlebihan), pruritus, ruam.
ÌÌ Sangat langka (≥1/10.000): Gangguan peradangan saraf (myelitis transversal) telah dilaporkan tetapi hubungan kausal dengan ChAdOx1-S/nCoV-19 [rekombinan] belum ditetapkan.
Fakta Seputar Vaksin AstraZeneca
Vaksin Vektor Adenoviral (Rekombinan)
Mengandung virus flu biasa yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat bereplikasi/berkembang di dalam tubuh manusia
tetapi dapat menimbulkan respon kekebalan terhadap COVID-19.
Vaksin bersifat sensitif beku (freeze sensitive). Harus disimpan pada suhu 2º s/d 8ºC.
Gunakan cool pack atau kotak dingin cair, jangan gunakan kotak dingin beku
8ºC
2ºC
setelah vial dibuka Diberikan kepada sasaran
dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis (@0,5 ml)
secara intramuscular dengan interval 12 minggu
dari dosis pertama
Berdasarkan rekomendasi WHO tanggal 16 Maret 2021 bahwa efikasi vaksin AstraZeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu (76%)
Kontraindikasi
Riwayat alergi berat/syok anafilaksis pada pemberian dosis pertama vaksin AstraZeneca1 2
Pusing Mual dan muntah
Nyeri Otot Nyeri Sendi
Info lainnya
Data menunjukan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risiko jika terinfeksi virus COVID-19.
Vaksin tersebut telah mendapatkan WHO Emergency Use Listing (EUL).
BPOM telah menerbitkan Izin Penggunaan pada Masa Darurat/Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin AstraZeneca pada tanggal 22 Februari 2021 dengan nomor EUA2158100143A1.
Petugas Kesehatan perlu memberikan informasi dan edukasi kepada sasaran sebelum divaksin tentang manfaat vaksin, keluhan yang mungkin muncul setelah vaksinasi dan apa yang harus dilakukan jika mengalami keluhan tersebut
Kejadian yang mungkin terjadi (menurut hasill uji klinis)
Nyeri, bengkak dan kemerahan di tempat suntikan
Lelah atau tidak enak badan
≤0ºC
Indonesia
Untuk informasi lebih rinci, kunjungi: https://www.who.int/publications/m/item/chadox1-s-recombinant-covid-19-vaccine ©Mei 2021
Saat ini terdapat total 165 negara yang sudah menyetujui penggunaan vaksin Astra Zeneca.
Vaksin ini paling banyak digunakan di seluruh dunia hingga lebih dari 1 milyar dosis.
Sangat umum (≥1/10): Nyeri saat ditekan, sakit, hangat, gatal atau memar di tempat suntikan,
kelelahan, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, mialgia, artralgia
Umum (≥1/100 hingga <1/10): Bengkak atau kemerahan di
tempat suntikan, demam (≥38 °C)
Tidak umum (≥1/1 000 hingga <1/100): Limfadenopati, nafsu makan berkurang, pusing,
sakit perut, hiperhidrosis (berkeringat berlebihan), pruritus, ruam.
Untuk Tenaga Kesehatan