Tutorial Gizi Buruk

Click here to load reader

  • date post

    20-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    76
  • download

    3

Embed Size (px)

description

nkn

Transcript of Tutorial Gizi Buruk

VJ

SMF/Lab Ilmu Kesehatan Anak

Tutorial Klinik

Fakultas Kedokteran Umum

Universitas Mulawarman

Gizi Buruk Tipe Marasmus dengan GEA Dehidrasi Ringan Sedang

Disusun Oleh:

Victor JuliusPembimbing:

dr. William, Sp.A

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik

SMF/Lab Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran Umum

Universitas Mulawarman

2014BAB I

PENDAHULUAN

Gastroenteritis akut adalah suatu sindroma akut berupa diare dan / atau muntah atau kembung disertai panas, keadaan umum yang terganggu, dan biasanya disebabkan oleh infeksi. Diare masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di negara berkembang. Diare pada anak menyebabkan kematian lebih dari 1,6-2,5 juta kematian pada anak tiap tahunnya, serta merupakan 1/5 dari seluruh penyebab kematian. Terdapat banyak penyebab diare pada anak. Survei kesehatan rumah tangga di Indonesia menunjukan penurunan angka kematian bayi akibat diare dari 15,5% pada tahun 1986 menjadi 13,95% pada 1995. Penurunan angka kematian akibat diare juga didapatkan pada kelompok balita berdasarkan survei serupa yaitu 40% pada 1972 menjadi 16% pada 1986 dan 7,5% pada 2001.

Diare juga erat kaitannya dengan kejadian kurang gizi. Setiap episode diare dapat menyebabkan kekurangan gizi oleh karena adanya anoreksia dan berkurangnya kemampuan menyerap sari makanan, sehingga apabila episodenya berkepanjangan akan berdampak terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak. Oleh karena itu penanganan diare memerlukan penanganan yang serius. Gizi buruk masih merupakan masalah serius di Indonesia, walaupun pemerintah Indonesia telah berupaya untuk menanggulanginya. Data Susenas menunjukkan bahwa jumlah balita yang BB/U < -3 SD Z-score WHO-NCHS sejak tahun 1989 meningkat dari 6,3% menjadi 7,2% pada tahun 1992 dan mencapai puncaknya 11,6% pada tahun 1995. Gizi buruk ini sering disebut juga kurang energi protein (KEP) berat. Terdapat 3 bentuk KEP berat secara klinis yaitu marasmus, kwashiorkor, dan marasmik-kwashiorkor. Hal ini dapat terjadi karena asupan kalori yang inadekuat (kurangnya asupan energi dan protein dalam makanan yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi). Data dari WHO menunjukkan bahwa 54% angka kesakitan pada balita disebabkan karena gizi buruk, 19% diare, 19% Infeksi Saluran Pernafasan Akut, 18% perinatal, 7% campak, 5% malaria dan 32% penyebab lain.BAB II

LAPORAN KASUS

Identitas pasien :

Nama

: An. HA

Umur: 1 Tahun 8 bulan

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat: Jl. Lambung Mangkurat RT 10

Anak : Tunggal

Identitas Orang Tua

Nama Ayah

: Tn. S

Umur

: 24 tahun

Pekerjaan

: Swasta

Pendidikan Terakhir

: SMP

Ayah perkawinan ke

: 1

Nama Ibu

: Ny. J

Umur

: 29 tahun Pekerjaan

: IRT

Pendidikan Terakhir

: SMP

Ibu perkawinan ke

: 1

Anamnesis

Alloanamnesis dilakukan terhadap ibu dan ayah pasien pada tanggal 18 Februari 2014 pukul 09.00 WITA. Pasien masuk RS tanggal 13 Februari 2014.

Keluhan utama

BAB CairRiwayat Penyakit Sekarang

Pasien dibawa ke rumah sakit dikarenakan BAB cair yang sudah dialami sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Dalam sehari pasien bisa buang air besar sebanyak sepuluh kali dan dalam sekali buang air besar volumenya bisa mencapai 1/2 gelas aqua. Konsistensi cair disertai ampas, berwarna kuning, tidak ada lendir (-), darah (-), busa (-). Pasien sempat mengalami demam 2 hari SMRS yang menyertai timbulnya berak cair. Demam terus naik namun tidak disertai kejang. Dua hari sebelum pasien masuk rumah sakit, pasien mengalami penurunan nafsu makan, dan hanya mau minum susu sedikit.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien sudah sering masuk ke rumah sakit dikarenakan mencret. Sejak pasien lahir, pasien sudah keluar masuk rumah sakit dikarenakan mencret kurang lebih sudah 10 kali. Pasien juga memiliki riwayat kejang demam saat berusia 8 bulan. Kejang sebanyak 1 kali dengan durasi < jam dan tidak pernah dialami lagi.Riwayat Penyakit Keluarga :

Keluarga pasien tidak ada yang memiliki gejala serupa.

Riwayat Kebiasaan :

Pasien diberi ASI hanya selama 1 minggu kemudian diganti susu formula. Susu formula yang diberikan berganti-ganti.

Saat usis 6 bulan pasien diberi susu formula sekitar 10 kali dalam sehari dengan jumlah 50 cc setiap kali minum. Pasien minum susu formula hingga kini.

Pasien mulai makan bubur saat usia 6 bulan. Bubur yang diberi ibu pasien yaitu nasi yang dihancurkan ditambah wortel dan kentang. Dalam sehari pasien makan 3 kali dan dapat menghabiskan sekitar 1 piring setiap kali makan.

Riwayat Sosio-Ekonomi Keluarga :

Pasien tinggal dan dirawat oleh kedua orang tua.

Dalam satu rumah dihuni oleh 3 orang, yaitu: ayah, ibu, dan pasien

Sumber air: PDAM

Listrik: PLN

Pasien memiliki jaminan kesehatan BPJS.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak :

Berat badan lahir

: 2800 gr

Panjang badan lahir

: 48 cm

Berat badan sekarang

: 5,5 kg (Tanggal 13-02-2014)Berat badan sekarang

: 5,7 kg (Tanggal 18-02-2014)Tinggi badan sekarang

: 64 cm

Gigi keluar

: 1 Tahun

Tersenyum

: 5 Bulan

Miring

: 1 TahunTengkurap

: 1 Tahun 3 BulanDuduk

: Belum Bisa Duduk

Merangkak

: Belum Bisa Merangkak

Berdiri

: -

Berjalan

: -

Berbicara 2 suku kata

: -

Masuk TK

: -

Sekarang kelas

: -

Makan Minum anak :

ASI

: Diberikan sejak lahir

Dihentikan

: Sejak usia 1 Minggu

Alasan

: ASI tidak mau keluar lagi dan Ibu sakit

Susu sapi/buatan: Sejak usia 1 mingguJenis susu: Laktogen

Takaran:

Buah

: -

Bubur susu

: Bubur nasiTim saring

: -

Makanan padat, lauknya

: -

Pemeliharaan Prenatal

Pemerlihara Prenatal

: Bidan

Periksa di

: Praktek Bidan

Penyakit Kehamilan

: -

Obat-obatan yang sering diminum: Vitamin + AntibiotikRiwayat Kelahiran :

Lahir di

: RS Dirgahayu

Persalinan ditolong oleh

: Dokter Sp.OG

Berapa bulan dalam kandungan : 9 bulan

Jenis partus

: SC

Alasan

: Terlilit tali pusar

Pemeliharaan postnatal :

Periksa di

: Dokter anak

Keadaan anak

: Gizi BurukKeluarga berencana

: TidakIMUNISASI

ImunisasiUsia saat imunisasi

IIIIIIIVBooster IBooster II

BCG-////////////////////////////////////////////////////////////

Polio------

Campak --////////////////////////////////////////////////

DPT---////////////--

Hepatitis B---//////////--

PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pada tanggal 18 Februari 2014

Kesan umum

: Sakit RinganKesadaran

: E4M6V5 Tanda Vital

Frekuensi nadi

: 102 x/menit Frekuensi napas: 51 x/menit Temperatur

: 36,2o CBerat badan

: 5,7 kg

Panjang Badan

: 64 cm

Lingkar kepala

: 35 cm

Status Gizi

: Gizi BurukRumus Behrman

: BB ideal 11,2 Kg (Status gizinya 49,1% ( Gizi Buruk

Lingkar Kepala

: 35 cm Lingkar Lengan Atas

: 9,5 cm

Status Gizi:

Gizi Buruk: BB/PB, Z-score:

PB: 64 cm; BB: 5,7 kg, standar deviasi (SD) = -3 ( 6x, batuk (+), pilek (-)

O: CM, N 148 x/I, RR 42 x/It: 37,3oC, Anemis (-/-) Ikterik (-/-) Mata Cowong (+/+) Sianosis (-) Rhonki (-/-) Whz (-/-) BU (+) Kesan Normal Akral hangatA: Gizi buruk + Dehidrasi ringan sedang IVFD RL 75 cc/KgBB/5 jam 21 tpm

IVFD RL 100 cc/KgBB/24 jam 7 tpm

Inj. Cefotaxime 3 X 150 mg

Interzinc Syr 1X1

PCT 3 X 1/2 cth

Vitamin A 100.000 IU 1 X 1

Susu F 75

15-2-2014S: BAB cair > 3x, batuk (+), pilek (-)

O: CM, N 148 x/I, RR 42 x/It: 37,3oC, Anemis (-/-) Ikterik (-/-) Mata Cowong (+/+) Sianosis (-) Rhonki (-/-) Whz (-/-) BU (+) Kesan Normal Akral hangatA: Gizi buruk + Dehidrasi ringan sedang IVFD RL 100 cc/KgBB/24 jam 7 tpm

Inj. Cefotaxime 3 X 150 mg

Interzinc 1X1

PCT 3 X 1/2 cth

Vitamin A 100.000 IU 1 X 1

Ambroxol Syrp 3 X 1/2 cth

Susu F 75

17-2-2014S: BAB cair (+), batuk (+), pilek (-)

O: CM, N 138 x/I, RR 41 x/It: 37,1oC, Anemis (-/-) Ikterik (-/-) Mata Cowong (+/+) Sianosis (-) Rhonki (-/-) Whz (-/-) BU (+) Kesan Normal Akral hangatA: Marasmus + GEA IVFD RL 100 cc/KgBB/24 jam 7 tpm

Inj. Cefotaxime 3 X 150 mg

Interzinc 1X1

PCT 3 X 1/2 cth

Vitamin A 100.000 IU 1 X 1

Ambroxol Syrp 3 X 1/2 cth

Susu F 75

18-2-1-2014

BB : 5,7 kg

PB : 64S: Diare (-), Demam (-), Batuk (+), berdahak, Pilek (-),

O: CM, N 128 x/I, RR 36 x/It: 37,1oC, Anemis (-/-) Ikterik (-/-) Mata Cowong (+/+) Sianosis (-) Rhonki (-/-) Whz (-/-) BU (+) Kesan Normal Akral hangatA: Gizi buruk + Dehidrasi ringan sedang IVFD RL 75 cc/KgBB/5 jam

Inj. Cefotaxime 3 X 150 mg

Interzinc 1X1

PCT 3 X 1/2 cth

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

GASTROENTERITIS AKUT

DEFINISI

Gastroenteritis akut adalah suatu sindroma akut berupa diare dan / atau muntah atau kembung disertai panas, keadaan umum yang terganggu, dan biasanya disebabkan oleh infeksi. Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari dise