TULISAN BG 2010_076_100

download TULISAN BG 2010_076_100

of 83

  • date post

    28-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Kumpulan tulisan BG kelompok D 2010_076_100.

Transcript of TULISAN BG 2010_076_100

  • D TULISAN BG 2010_076_100

    076. SATU BULAN TERAKTIF077. BEDA 40 TAHUN YANG MENYENANGKAN078. PAK EDDY SUNARSO YANG AWET MUDA079. DUA TAHUN GURU TERBAIK DI IPEKA PLUIT080. 1975-1985 GURU FOTOGRAFI081. ISWANTO SURYANTO DAN KOTA BOGOR082. DUA TAHUN WEBMASTER PAHOA083. APAKAH BETUL WEBSITE DIBUTUHKAN SEKOLAH?084. KETEMU ISWANTO SURYANTO085. JANTUNG SEHAT DISELAMATKAN OLEH LINUX086. BUKU INDAH PADA WAKTUNYA MARYAM RUDYANTO 087. USIA 12 TAHUN TOP TEN SPORTSWOMEN OF THE YEAR 2000088. PERANAN OPA OMA RUBEN BUDHISETIAWAN YANG PUNYA CUCU TUNARUNGU089. TUNARUNGU ERIKA LEVI MEMANFAATKAN POWER POINT090. KEKUATIRAN DAN HARAPAN ERIKA LEVI091. SLIDE BERAKASARA (CAPTION) TAHUN 1979092. JUUL TAN JOE NIO BUKAN KEPALA TKK 2093. FOTO 1987 DARI PPPK PETRA SURABAYA094. ED VAN DEN BERG YANG KUKENAL SEJAK 1985095. PROYEKTOR 1993 BESAR, BERAT, MAHAL096. PROYEKTOR GAJAH 1994 DI PPPK PETRA SURABAYA097. INSTALL ULANG BUKAN KARENA VIRUS098. PENGUKUHAN GURU BESAR FRIEDA MARYAM MANGUNSONG-SIAHAAN099. VERSI E-BOOK INDAH PADA WAKTUNYA MARYAM RUDYANTO 100. HADIAH HUT 76 PAK SINGGIH

  • 076. SATU BULAN TERAKTIF

    Kaget dan surprise pada tanggal 14 Mei 2010 dapat score 90.00 jadi anggota TERAKTIF di http://b2w-indonesia.or.id/

    Satu bulan kemudian pada tanggal 14 Juni 2010 dapat score 198,90 masih jadi anggota TERAKTIF.

    Selasa, tanggal 15 Juni 2010, score telah berubah lagi menjadi 200,90 seperti terlihat di atas dan tetap masih jadi anggota TERAKTIF.

    Kalau di Canigowes penulis menjadi anggota tertua dan belum ada yang mengalahkan. Entahlah bagaimana kalau di http://b2w-indonesia.or.id/ ini ?

    Semoga bisa memotivasi yang muda-muda lebih aktif, hanya itu saja yang diharapkan.

    Apa manfaatnya kalau sudah lansia naik sepeda? Selain untuk sehat karena olah raga, ternyata ada keuntungan lain yang tidak diduga sebelumnya yaitu PENAMPILAN MENJADI LEBIH MUDA.

    Ini buktinya:

    1. Terjadi pada hari Senin pagi, tanggal 27 November 2006, baca laporannya pada: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/cerita_lucu_gara_gara_tukang_roti

    2. Terjadi pada tanggal 7 Juli 2007 atau terkenal dengan angka 07.07.07 ketika gowes bersama Menteri Lingkungan Hidup, silakan baca laporannya pada: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/foto_close_up_tante_nita_di_detik_com

    3. Pada hari Sabtu, 12 Juni 2010, ada dua foto menarik yang dibuat pada hari yang sama, hanya beda beberapa jam saja. Baca laporannya pada: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/berkat_sepeda_beda_penampilan_hanya_sehari

  • Pada saat kita sedih dan berduka karena Om Aga Tewas Saat Bersepeda, kampanye harus jalan terus bukan hanya untuk mengajak bersepeda tetapi kini sasarannya harus lebih luas yaitu kampanye untuk sopan berlalulintas bagi pengendara sepeda motor dan mobil. SELF DISIPLIN untuk para SOPIR adalah PENTING dan PERLU SEKALI.

    Bambang Gunawan, 15 Juni 2010

  • 077. BEDA 40 TAHUN YANG MENYENANGKAN

    Menarik sekali komentar dari Henny Kurn untuk foto di bawah ini: Pak Bambang lagi reuni tapi masih tetap ngajar via laptop.

    Betul sekali dan hanya saya sendiri yang bawa netbook. Saya yakin di restoran tsb ada wifi dan benar saja ada. Saya sedang memperlihatkan foto Ibu Milly yang ada di FB Muljati. Hampir 40 tahun baru ketemu Ibu Milly lagi.

    Oh ya, sebaiknya hari itu bawa projector juga sehingga foto-foto jadul di FB Muljati bisa ditayangkan. Pasti akan ramai sekali deh melihat foto-foto yang lucu waktu SMP.

    Ibu Milly ketika ketemu saya, tidak kenal. Sama, saya juga kalau tidak diberitahu bahwa yang datang itu adalah Ibu Milly tentu tidak akan tahu. Masing-masing sudah berubah banyak. Inilah manfaatnya reuni dan kelihatannya reuni juga telah menjadi salah

  • satu kebutuhan hidup manusia. Bukan saja murid dengan murid yang kangen tetapi guru dengan guru juga bisa kangenan.

    Menyenangkan sekali kalau murid masih ingat dengan gurunya. Hal ini terjadi lagi pada hari Sabtu, 12 Juni 2010, walaupun cukup jauh mereka tetap mencari Pak Jahja. Kedua foto di bawah ini yang berbeda hampir 40 tahun, saya peroleh dari mereka.

  • Ketika saya mengajar keterampilan Fotografi untuk siswa-siswi SMAK1, 2 dan 3 pada tahun1975-1985 bisa dapat hadiah keliling Eropa pada tahun 1984, klik: http://issuu.com/bg440507/docs/bg-1984

    Ketika saya mengajar Ilmu Ukur untuk siswa-siswi SMPK 5 pada tahun 1970-1973 bisa dapat hadiah ikutan reuni pada tanggal 12 Juni 2010 oleh murid-muridku SMPK 5 angkatan tahun 1973. Terima kasih murid-muridku dan terima kasih kepada Muljati Setiawan yang menjadi coordinator.

  • Jangan lupa kalau sudah sempat tolong kirimkan softcopy dari daftar nama yang hadir karena saya lebih senang menyimpan dalam bentuk softcopy dari pada hard copy.

    Juga jangan lupa menuliskan di Facebook laporan ke rumah Pak Jahja yang dikirimkan via sms. Laporan tersebut bisa menjadi kenangan yang indah bukan saja untuk Pak Jahja tetapi juga untuk rekan guru lain serta murid-muridnya.

    Bambang Gunawan, 17 Juni 2010

  • 078. PAK EDDY SUNARSO YANG AWET MUDA

    Kalau melihat foto di atas, siapa yang lebih tua? Pak Bambang Gunawan yang sebelah kiri atau Pak Eddy Sunarso yang sebelah kanan? Kalau lihat wajah, jelas sekali Pak Eddy yang lebih muda tetapi kalau lihat pada umur ternyata Pak Eddy yang lebih tua karena sudah kepala 7 sedangkan Pak Bambang Gunawan baru 66 tahun.

    Berbeda dengan Ibu Milly Karmila Sareal SH yang baru ketemu kembali setelah hampir 40 tahun, dengan Pak Eddy, saya masih sering ketemu ketika sama-sama masih di BPK PENABUR. Jadi hanya baru beberapa tahun saja tidak ketemu setelah saya bebas tugas dari BPK PENABUR.

    Bapak Wage Eddy Soenarso, begitulah nama lengkapnya, pernah menjadi Kepala SLTPK I (SMPK1) di Jalan Pintu Air 11 dari tahun1992 s.d tahun 2000. Ada cerita menarik ketika saya membantu untuk akreditasi.

    Pada tanggal 25 November 1996 SLTPK I (SMPK1) diakreditasi ulang oleh tim akreditasi yang terdiri dari Dra. Siti Woeryan sebagai Ketua dan Drs. Subroto serta Bapak Komarudin sebagai Anggota. Ketika tim akreditasi datang saya sudah siap dengan computer berikut

  • projector. Segera data-data SMPK1 ditayangkan dan saya yang menerangkan.

    Begitu selesai ditayangkan lalu tim akreditasi bilang: Sudah selesai akreditasinya karena semua sudah ada di situ. Sambil menunjuk ke layar. Ternyata peristiwa ini masih diingat oleh Pak Eddy dan Pak Eddy menceritakannya kembali pada waktu reuni hari Sabtu, 12 Juni 2010. Jadi setelah 14 tahun berlalu masih diingat oleh Pak Eddy. Luar biasa !

    Yang saya masih ingat ada seorang guru guyonan: Ini yang jadi kepala sekolah siapa ya, Pak Bambang atau Pak Eddy?.

    Inilah nikmatnya reuni, semua peristiwa lama keluar kembali dan selalu menjadi kenangan manis baik untuk guru-guru maupun untuk murid-murid.

    Lena Santosa sudah menuliskan kesan-kesannya dengan judul MENGAGUMKAN. Siapa lagi menyusul? Ditunggu ya.

    Bambang Gunawan, 18 Juni 2010

  • 079. DUA TAHUN GURU TERBAIK DI IPEKA PLUIT

    Kalau dua kali bikin kesalahan yang sama namanya BODOH, kalau dua kali dapat penghargaan yang sama namanya HEBAT. Moga-moga demikian dan menjadi kebanggaan untuk ortu, suami dan anak.

  • Terus terang, mula-mula saya kaget dan tidak percaya. Maka jadi teringat ketika pada tahun pertama Sophia menjadi guru di TK IPEKA Pluit. Waktu itu Sophia masih kuliah S2 Teknologi Pendidikan di UPH dan saya menemaninya ketika harus belajar bersama dengan temannya di Apartemen MGR1 Tanjung Duren.

    Besok paginya ketika sedang menunggu jemputan cicinya Alvina, ada dua guru melihat kami menunggu di persimpangan Tanjung Duren. Yang seorang guru IPEKA Pluit teman anak saya, Sophia dan seorang lagi adalah guru BPK PENABUR Muara Karang. Bagaimana dialog mereka berdua?

    Guru BPK PENABUR tersebut kaget dan heran kenapa anaknya Pak Bambang Gunawan menjadi guru di IPEKA. Tentu saja tidak logis karena Pak Bambang Gunawan dengan istrinya Ibu Nita sudah puluhan tahun di BPK PENABUR, kenapa anaknya tidak demikian?

    Memang banyak kejadian ortu yang jadi guru di BPK PENABUR kemudian anaknya juga jadi guru di BPK PENABUR.

    Yang menarik ialah waktu proses melamar. Saat yang sama, Sophia, melamar baik di BPK PENABUR maupun di IPEKA. Ketika belum ada

  • kepastian dari keduanya, tiba-tiba bentrok hari yang sama harus ikutan training di IPEKA dan psikotes untuk BPK PENABUR.

    Sophia lebih memilih psikotes di BPK PENABUR. Kemudian ada telepon dari IPEKA menanyakan, kenapa tidak datang training? Terus terang istri saya, Ibu Nita, bingung juga menjawab dan menerangkannya. Tetapi dari pihak IPEKA dengan penuh simpatik menawarkan untuk datang esok harinya. Training belum selesai, Sophia sudah disodorkan tanda tangan surat perjanjian kerja di IPEKA. Maka terpaksa BPK PENABUR ditinggalkan.

    Saya salut dengan IPEKA mengenai personal approachnya yang manis sekali. Selamat untuk Sophia dan selamat untuk IPEKA.

    Bambang Gunawan, 22 Juni 2010

  • 080. 1975-1985 GURU FOTOGRAFI

    Pada tahun 1975 berlaku kurikulum 1975 yang mewajibkan SMA memberikan pelajaran keterampilan. Di BPK PENABUR salah satu yang diajarkan adalah Fotografi.

    Kebetulan penulis pada tahun 1966 ketika ikut demontrasi mahasiswa selalu bersama dengan D.A. Peransi, seorang fotografer yang cukup terkenal waktu itu. Dengan beliau belajar fotografi sambil ikut demo.

    Karena kegiatan fotografi ini membutuhkan waktu banyak tetapi menyenangkan apalagi kalau harus bekerja di kamar gelap maka diusulkan sebagai kegiatan positif kepada siswa-siswi SMA yang umumnya banyak waktu luang.

    Syukurlah peminatnya cukup banyak dari SMAK 1, 2 dan 3 serta bersedia datang ke Jalan Pembangunan III/1A belajar Fotografi.

    Foto di atas memperlihatkan guru-guru PPPK Petra Surabaya khusus datang meninjau pelajaran keterampilan Fotografi. Semua pelajar