TUGAS KELOMPOK PENGETAHUAN BAHAN 2013. 11. 6.¢  dengan pencegahan proses penuaan, terutama...

download TUGAS KELOMPOK PENGETAHUAN BAHAN 2013. 11. 6.¢  dengan pencegahan proses penuaan, terutama pada sel

of 47

  • date post

    21-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS KELOMPOK PENGETAHUAN BAHAN 2013. 11. 6.¢  dengan pencegahan proses penuaan, terutama...

  • TUGAS KELOMPOK PENGETAHUAN BAHAN AGROINDUSTRI

    Dosen pengampu: Arie Febrianto Mulyadi, STP, MP.

    Oleh:

     Yazid F. Rohman 125100300111006 http://blog.ub.ac.id/yazidfr

     Johan Ade Putra 125100300111062 http://blog.ub.ac.id/johanade

     Fibriandra Oktasari 125100307111035 http://blog.ub.ac.id/fibiandraoktasari

     Rifka Septiani 125100300111066 http://blog.ub.ac.id/rifkaseptiani

    JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    2013

    http://blog.ub.ac.id/yazidfr http://blog.ub.ac.id/johanade http://blog.ub.ac.id/fibiandraoktasari http://blog.ub.ac.id/rifkaseptiani

  • 1. VITAMIN

    A. Vitamin A (Retinol)

    Vitamin A merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik. Terdapat beberapa senyawa yang digolongkan ke dalam kelompok vitamin A, antara lain retinol, retinil palmitat, dan retinil asetat. Akan tetapi, istilah vitamin A seringkali merujuk pada senyawa retinol dibandingkan dengan senyawa lain karena senyawa inilah yang paling banyak berperan aktif di dalam tubuh. Rumus kimia untuk Vitamin A adalah C20H30O.

    Sumber vitamin A dapat dibagi menjadi dua kelompok: dari hewan atau disebut retinil palmitat dan lainnya dari tumbuhan yaitu beta karoten. Vitamin A dalam bentuk retinil palmitat dapat ditemukan di daging sapi, hati ayam, telur, ikan, minyak hati, susu, yoghurt, mentega, dan keju. Vitamin A dari sayuran bebas dari lemak dan kolesterol. Tubuh mengubah beta karoten menjadi vitamin A sesuai dengan kebutuhan. Sumber beta karoten antara lain wortel, labu siam, ubi, apricot, brokoli, bayam, dan sayur dedaunan lain. Berikut adalah tabel kandungan vitamin A pada sayuran:

    http://alifkurniawan08.files.wordpress.com/2010/05/picture2.png

    Vitamin A banyak berperan dalam pembentukan indra penglihatan bagi manusia. Vitamin ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Senyawa yang berperan utama dalam hal ini adalah retinol. Bersama dengan rodopsin, senyawa retinol akan membentuk kompleks pigmen yang sensitif terhadap cahaya untuk

    http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak http://id.wikipedia.org/wiki/Retinol http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Retinil_palmitat&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Retinil_palmitat&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Retinil_asetat http://alifkurniawan08.files.wordpress.com/2010/05/picture2.png http://id.wikipedia.org/wiki/Indra http://id.wikipedia.org/wiki/Retina http://id.wikipedia.org/wiki/Otak http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rodopsin&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Pigmen

  • mentransmisikan sinyal cahaya ke otak. Oleh karena itu, kekurangan vitamin A di dalam tubuh seringkali berakibat fatal pada organ penglihatan (Blomhoff, 2006).

    Vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari infeksi organisme asing, seperti bakteri patogen. Mekanisme pertahanan ini termasuk ke dalam sistem imun eksternal, karena sistem imun ini berasal dari luar tubuh. Vitamin ini akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah putih dan antibodi di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih resisten terhadap senyawa toksin maupun terhadap serangan mikroorganisme parasit, seperti bakteri patogen dan virus.

    Beta karoten, salah satu bentuk vitamin A, merupakan senyawa dengan aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Senyawa radikal bebas ini banyak berasal dari reaksi oksidasi di dalam tubuh maupun dari polusi di lingkungan yang masuk ke dalam tubuh. Antioksidan di dalam tubuh dapat mencegah kerusakan pada materi genetik (DNA dan RNA) oleh radikal bebas sehingga laju mutasi dapat ditekan. Penurunan laju mutasi ini akan berujung pada penurunan risiko pembentukan sel kanker. Aktivitas antioksidan juga terkait erat dengan pencegahan proses penuaan, terutama pada sel kulit.

    Vitamin A diukur dalam retinol equilvalents (RE). Dua bentuk utama vitamin A yaitu retinil asetat dan retinil palmitat. Satu RE setara dengan 1mcg retinol atau 6mcg beta karoten. Vitamin A juga diukur dengan satuan internasional (IU) dengan 1mcg RE sama dengan 3,33 IU. Rekomendasi asupan harian (RDA) vitamin A adalah 2,670 IU (US National Institute of Child Health and Human Development), RDA untuk laki-laki umur 11+ adalah 1,000 RE; RDA untuk wanita umur 11+ adalah 800 RE. Dosis terapi untuk orang dewasa maksimal adalah 50,000 IU.Wanita hamil tidak boleh menginsumsi vitamin lebih dari 5000 IU/hari tanpa rekomnedasi ahli.

    Kemungkinan kehilangan vitamin A saat pemansan, pengalengan, dan

    pendinginan sangat kecil. Yang menyebabkan kerusakan pada vitamin A adalah

    oksidator.

    B. Vitamin B1 (Thiamin)

    Tiamina, vitamin B1, adalah vitamin yang terlarut dalam air. Tiamina terdiri

    atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang

    dihubungkan oleh jembatan metilen. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak

    proses sel. Tiamina disintesis dalam bakteri, fungi dan tanaman.

    Thiamin dapat ditemukan dalam roti, sereal, pasta, gandum, daging (terutama

    babi), ikan, kacang kering, dan kedelai. Sumber makanan yang paling kaya thiamin

    adalah beras hitam, kuning telur, ikan, hati, kacang, polong, spirulina, dan gandum.

    Sumber thiamin yang paling baik adalah kacang kering, polong, sereal dan roti yang

    diperkaya, pasta, kacang, telur dan sayuran.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_imun http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih http://id.wikipedia.org/wiki/Antibodi http://id.wikipedia.org/wiki/Toksin http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme http://id.wikipedia.org/wiki/Virus http://id.wikipedia.org/wiki/Beta_karoten http://id.wikipedia.org/wiki/Antioksidan http://id.wikipedia.org/wiki/Radikal_bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Oksidasi http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Materi_genetik&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/DNA http://id.wikipedia.org/wiki/RNA http://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi http://id.wikipedia.org/wiki/Sel http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker http://id.wikipedia.org/wiki/Penuaan http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sel_kulit&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pirimidina&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thiazola&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metilen&action=edit&redlink=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman

  • http://alifkurniawan08.files.wordpress.com/2010/05/picture2.png

    http://1.bp.blogspot.com/_5c5kwI1Um-U/TKvqBUEKwHI/AAAAAAAAAGQ/yxNU- dVq8IA/s1600/Tabel+Kandungan+Gizi+Daging.jpg

    Tiamin bekerja dengan vitamin B lain untuk mengubah protein, karbohidrat, dan

    lemak menjadi energi. Hal ini terutama penting untuk mengubah karbohidrat menjadi

    energi. Ini merupakan faktor kunci dalam fungsi kesehatan dari semua sel tubuh,

    khususnya saraf. Vitamin B1 membantu sel-sel tubuh mengubah karbohidrat

    menjadi energi. Hal ini juga penting untuk fungsi jantung, otot, dan sistem saraf.

    Sebagai koenzim, thiamin memainkan peran penting dalam produksi energi,

    konversi glukosa menjadi lemak. Setiap sel tubuh membutuhkan vitamin B1 untuk

    membentuk bahan bakar tubuh - ATP. Sel-sel saraf memerlukan vitamin B1 untuk

    berfungsi secara normal.

    http://alifkurniawan08.files.wordpress.com/2010/05/picture2.png http://1.bp.blogspot.com/_5c5kwI1Um-U/TKvqBUEKwHI/AAAAAAAAAGQ/yxNU-dVq8IA/s1600/Tabel+Kandungan+Gizi+Daging.jpg http://1.bp.blogspot.com/_5c5kwI1Um-U/TKvqBUEKwHI/AAAAAAAAAGQ/yxNU-dVq8IA/s1600/Tabel+Kandungan+Gizi+Daging.jpg

  • Bentuk aktif, TPP, berfungsi sebagai co-karboksilase. Hal ini diperlukan untuk

    dekarboksilasi oksidatif piruvat untuk membentuk asetat aktif dan asetil co-enzim A.

    Hal ini juga diperlukan untuk dekarboksilasi oksidatif asam alfa-keto lain seperti

    asam alfa-ketoglutarat dan 2 keto-karboksilat yang berasal dari amino asam

    metionin, treonin, leusin, isoleusin, dan valin. TPP memiliki peran tertentu dalam

    neurofisiologi terpisah dari fungsi co-enzim tersebut. Ia bekerja pada membran sel

    saraf untuk memungkinkan perpindahan sehingga ion natrium dapat dengan bebas

    melintasi membran. Thiamin dibutuhkan untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan

    protein. Hal ini terutama terlibat dalam metabolisme karbohidrat di otak.

    Tambahan thiamin dapat membantu melindungi terhadap beberapa

    ketidakseimbangan metabolisme yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berat. Ini

    dapat membantu melindungi terhadap ensefalopati Wernicke dan beberapa bentuk

    lain dari kerusakan otak yang terlihat pada beberapa pecandu alkohol, beberapa

    dengan penyakit HIV, beberapa dengan anoreksia nervosa dan lain-lain. Thiamin

    dapat meningkatkan toleransi glukosa dan dapat membantu mencegah

    aterosklerosis, terutama pada penderita diabetes. Telah digunakan pada gagal

    jantung kongestif dengan manfaat dalam keadaan tertentu dan dapat membantu

    dalam beberapa bentuk lain dari penyakit jantung. Ada bukti awal bahwa thimain

    d