Trigger 3 Modul Respirasi

download Trigger 3 Modul Respirasi

of 22

  • date post

    03-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    249
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Trigger 3 Modul Respirasi

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    1/22

    LAPORAN TUTORIAL XV RESPIRASI TRIGGER 3

    OLEH : Kelompok Tutorial XV

    Fasilitator : dr. Yuliza BirmanKetua: Rico Afriyanto (10-115)Sekretaris: Selva Juwita (10-135)

    Notulen : Yelsa Norita (10-125) Anggota : Ariza Esakti Rahmi (10-105)

    Rahma Mulyani (10-145)Olin Olina (10-155)Widya Sasmita Sari (10-165)

    Marlina T. Hastuti (10-175)Rully Ryandika (10-185)

    Setiowati (10-195)

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH

    PADANG 2011

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    2/22

    TRIGGER 3 :

    Manifestasi klinis penyakit paru bisa berupa batuk dengan produksi

    sputum, hemaptoe, dan dyspnoe. Mekanisme batuk yang normal dapat

    terganggu akibat kelemahan otot pernafasan. Hemaptoe harus

    dianggap serius terutama bila karena ca Paru dan Tuberkulosis (TB).

    Dyspnoe juga dapat disebabkan oleh kelainan paru dan merupakan

    gejala paling sering membawa penderita ke dokter.

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    3/22

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    4/22

    STEP II DEFINE THE PROBLEMS

    1. Mengapa manifestasi klinik dari penyakit paru menimbulkan sputum,hemaptoe dan dyspnoe?

    2. Apa akibat dari kelemahan otot pernafasan terhadap mekanismebatuk?

    3. Apa yang menyebabkan otot pernafasan lemah?4. Bagaimana membedakan batuk yang fisiologis dan non-fisiologis?5. Mengapa pada TB dan Ca Paru sering ditemukan hemaptoe?6. Bagaimana membedakan hemaptoe dan hematemesis?7. Kelainan paru seperti apa yang menyebabkan seseorang dikatakan

    dyspnoe?8. Mengapa hemaptoe dianggap serius pada TB dan Ca Paru?9. Apa penyebab lain dari hemaptoe selain adanya kelainan paru?

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    5/22

    STEP III BRAINSTORMS POSSIBLE HYPOTHESIS OR

    EXPLANATION

    1. Sputum disebabkan oleh produksi secret sel goblet meningkat,Hemaptoe disebabkan oleh kerusakan jaringan serta pecahnya pembuluh

    darah,Dyspnoe disebabkan oleh :

    Tersumbatnya saluran nafasPenyempitan saluran nafasKelemahan otot pernafasanGangguan SSPNarkotika

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    6/22

    STEP III BRAINSTORMS POSSIBLE HYPOTHESIS OR

    EXPLANATION

    2. Akibat kelemahan otot pernafasan yaitu batuk menjadi tidak efektif dan

    terjadi penumpukan sputum karena sulit dikeluarkan

    3. PENYEBAB OTOT PERNAFASAN LEMAH YAITU:

    Factor usiaTerjadi gangguan pada neuromuscular junctionTerjadi gangguan pada SSP di Medulla Oblongata dan Pons

    4. BATUK FISIOLOGIS: Berlangsung sesaat jika ada Corpus Allienum masuk/karenarangsangan suhu Produksi sputum normal (bening,agak encer,sedikit)Batuk Non-fisiologis: Berlangsung lama bisa sampai bertahun-tahun

    Produksi sputum banyak, kental, dan berwarna

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    7/22

    STEP III BRAINSTORMS POSSIBLE HYPOTHESIS OR

    EXPLANATION

    5. Sering ditemukan hemaptoe pada TB dan ca paru karena telah terjadi

    kerusakan jaringan paru sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh

    darah di paru.

    6. Hemaptoe:- Dari kelainan paru- Sputum berwarna merah cerah

    Hematemesis:Dari kelainan saluran pencernaanSputum berwarna seperti endapan kopi

    7. Kelainan paru yg menyebabkan dyspnoe seperti pneumonia,

    tuberculosis, dan ca paru

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    8/22

    STEP III BRAINSTORMS POSSIBLE HYPOTHESIS OR

    EXPLANATION

    8. Karena telah terjadi kerusakan jaringan yang kronis9. Penyebab lain dari hemaptoe misalnya kelainan kardiovaskuler

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    9/22

    STEP IV ARRANGE EXPLANATION INTO A TENTATIVE SOLUTION

    ManifestasiKlinis

    BATUKSPUTUM

    HEMAPTOE

    DYSPNOE

    Pertahanan SaluranNafas

    MekanismePembentukan

    GangguanVascularisasi

    GangguanOtotPernafasan

    Sel Goblet&

    Sel Dust

    SaluranNafas

    Atas

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    10/22

    STEP V DEFINE LEARNING OBJECTIVE

    Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan menjelaskan :1. Anatomi ( Vascularisasi Paru dan Saluran Nafas)2. Histologi (Sel Goblet dan Sel Dust)3. Mekanisme Pertahanan Paru & Saluran Nafas4. Gejala dari kelainan saluran nafas dan paru :

    -Batuk - Hemaptoe-Sputum - Dyspnoe

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    11/22

    STEP VI GHATER INFORMATION AND PRIVATE STUDY

    B E L A J A R M A N D I R I

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    12/22

    STEP VII SHARE THE RESULTS OF INFORMATION GATHERING AND

    PRIVATE STUDY

    1. Anatomi vascularisasi saluran nafas & paru A. Vascularisasi Cavum Nasi :

    Septum Nasi :Diperdarahi dari 3 cabang arteri besar, yaitu:

    A. maxillaries - A. sphenopalatina A. fascialis -A. ethmoidalis anterior & posterior A. ophtalmicus -A. laialis superior

    -A.palatina major

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    13/22

    b. Dinding Lateral:Diperdarahi dari cabang arteri besar:Cabang A.OphtalmicaCabang A.Fascialis & A.maxillaris

    Cabang A.Infraorbitalisc. Vascularisasi Larynx:

    A.Laringea Superior A.Thyroidea Superior A.Laringea Inferior A.Thyroidea Inferior

    d. Vascularisasi Pulmo:Fungsionil : Vasa Pulmo/ vasa publicaNutrisionil : Vasa Bronchialis/ vasa private

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    14/22

    Susunan Struktur Hilus Pulmo:- Pulmo Dextra :*Bronchus Lobaris Superior (Eparterial)*Arteri Pulmo

    *Bronchus Lobaris Media*Bronchus Lobaris Inferior (Hyparterial)*V.Pulmo- Pulmo Sinistra:*Arteri Pulmo*Bronchus Lobaris Superior*Bronchus Lobaris Inferior*Vena Pulmo

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    15/22

    2. Histologi sel pembentuk mucus

    A. Sel Dust atau Sel Debu (Mikrofag Alveolar) :Lokasi :

    -Bergerak bebas pada permukaan daerah respirasi-Jaringan ikat interstitial Septa Alveolaris-berjalan dari alveoli ke bronkiolus

    Fungsi:Membersihkan atau fagositosis partikel atau debu yang dihirup pada

    bagian respirasiB. Sel Goblet :Lokasi: di permukaan epitel, semakin ke bawah semakin sedikit.Fungsi : untuk membersihkan saluran napas terutama membersihkan

    saluran nafas bagian atas bersama dengan silia.

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    16/22

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    17/22

    2. Mekanisme di respiratory exchange airway meliputi:

    -cairan yang melapisi alveolar termasuka. surfaktan = suatu glikoprotein yang kaya lemak yang berfungsi

    memperkuat fagositosis dan killing terhadap bakteri dan makrofag

    b. aktifiti anti bakteri (non spesifik) : FFA, Lisozim, iron binding protein-system kekebalan humoral local Ig G-makrofag alveolar & mediator inflamasi-penarikan netrofil

    3. Mekanisme pembersihan di saluran udara subglotik :-Anatomic-Mekanik-Humoral-Komponen seluler

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    18/22

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    19/22

    c. Sekresi oleh humoral localDilakukan oleh zat-zat yang melapisi permukan bronkus:

    Lisozim dapat melisis bakteriLaktoferon suatu zat yang dapat mengikat ferrum & bersifat

    bakteriostatikInterferon suatu protein dengan berat molekul rendah mempunyaikemampuan dalam membunuh virus

    d. FagositosisSel fagosit berperan dalam memfagositosis mikroorganisme &

    kemudian menghancurkannya. Cth: Makrofag alveolar (merupakanpertahanan terakhir dan terpenting untuk melawan invasi bakteri kedalam paru)

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    20/22

    4. GEJALA KELAINAN PARU & SALURAN PERNAFASAN

    BATUK

    Definisi :

    Batuk merupakan reflex fisiologis kompleks yang melindungi paru dari trauma

    mekanik, kimia dan suhu serta merupakan gejala penyakit pernafasan yang

    paling umum. Bisa terjadi dengan disadari (volunter) dari respon terhadap

    perasaan adanya sesuatu dalam saluran nafas maupun tidak disadari

    (involunter) dipicu oleh rangsangan laring,trachea, atau bronkus besar

    karena hilangnya compliance paru.Batuk dapat bersifat produktif, pendek, tidak produktif, keras atau parau

    (seperti ada tekanan pada trakea), sering, jarang, atau paroksismal

    (serangan batuk yang intermiten).

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    21/22

    Fungsi : Membersihkan jalan nafas dari secretMencegah benda asing atau zat irritan masuk dalam jalan nafasPenyebab : 1. Meningkatnya kepekaan reseptor batuk disaluran nafas karena proses

    inflamasi dan meningkatnya konsentrasi mediator batuk di sekitarreseptor batuk.

    2. Rangsangan inflamasi seperti edema mukosa dengan secrettrakeobronkial yang banyak

    3. Rangsangan mekanik seperti benda asing dalam saluran nafas,

    aspirasi, post nasal drip, retensi secret bronco pulmoner4. Rangsangan suhu dan asap rokok, udara panas/dingin, inhalasi gas5. Rangsangan psikogenik misalnya pada perokok yang menyebabkan

    batuk kronis

  • 8/11/2019 Trigger 3 Modul Respirasi

    22/22