terjemahan jurnal alergi

of 29/29
Obesitas sentral* dan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan asma tidak terkontrol pada wanita Albertina Varandas Capelo 1* , Vania Matos de Fonseca 2 , Maria Virgínia Marques Peixoto 2 , Sonia Regina de Carvalho 1 dan Larissa Garcia Guerino 1 Abstrak Latar Belakang: Asma tetap merupakan penyakit yang tidak terkontrol. Komorbiditas, terutama obesitas, dan beberapa faktor lainnya telah diidentifikasi secara tunggal terkait dengan pengendalian asma, dan faktor-faktor ini bervariasi antar negara dan jenis kelamin. Penelitian menunjukkan bahwa efek merugikan dari faktor-faktor ini paling besar berlaku untuk wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan asma yang tidak terkontrol pada wanita di klinik rawat jalan Rumah Sakit University Federal di Rio de Janeiro, Brasil. Metode: Penelitian cross-sectional pada wanita dengan asma, berusia lebih tua dari 18 tahun. Semua subjek diikutkan berdasarkan kriteria yang ketat. Penelitian ini menggunakan kuesioner terstruktur dengan data mengenai variabel demografis, tingkat pendidikan, kondisi komorbiditas, dan riwayat penyakit. Pengukuran antropometri dan spirometri dilakukan. Pengendalian asma dinilai dengan tiga metode yang berbeda: Uji Pengendalian Asma (Asthma Control Test/ACT), Kuesioner Pengendalian Asma (Asthma Control Questionnaire/ACQ) dan kriteria Inisiatif Global untuk Asma (Global Initiative fo Asthma/GINA). Hasil: Sebanyak 124 wanita dilibatkan, dan 57%, 38% dan 21% masing-masing dikontrol secara penuh sesuai dengan ACT, ACQ dan kriteria GINA. Sebanyak 31,5% mengalami obesitas. Menurut CI (Conicity Index/indeks konisitas) dan WC (waist circumference/lingkar pinggang) masing-masing, 84% dan 68% adalah obesitas sentral. Tidak terdapat hubungan antara pengendalian * Obesitas abdominal/perut yang terjadi akibat akumulasi lemak di perut
  • date post

    02-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    26
  • download

    0

Embed Size (px)

description

terjemahan

Transcript of terjemahan jurnal alergi

Obesitas sentral* dan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan asma tidak terkontrol pada wanitaAlbertina Varandas Capelo1*, Vania Matos de Fonseca2, Maria Virgnia Marques Peixoto2, Sonia Regina de Carvalho1 dan Larissa Garcia Guerino1

AbstrakLatar Belakang: Asma tetap merupakan penyakit yang tidak terkontrol. Komorbiditas, terutama obesitas, dan beberapa faktor lainnya telah diidentifikasi secara tunggal terkait dengan pengendalian asma, dan faktor-faktor ini bervariasi antar negara dan jenis kelamin. Penelitian menunjukkan bahwa efek merugikan dari faktor-faktor ini paling besar berlaku untuk wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan asma yang tidak terkontrol pada wanita di klinik rawat jalan Rumah Sakit University Federal di Rio de Janeiro, Brasil.Metode: Penelitian cross-sectional pada wanita dengan asma, berusia lebih tua dari 18 tahun. Semua subjek diikutkan berdasarkan kriteria yang ketat. Penelitian ini menggunakan kuesioner terstruktur dengan data mengenai variabel demografis, tingkat pendidikan, kondisi komorbiditas, dan riwayat penyakit. Pengukuran antropometri dan spirometri dilakukan. Pengendalian asma dinilai dengan tiga metode yang berbeda: Uji Pengendalian Asma (Asthma Control Test/ACT), Kuesioner Pengendalian Asma (Asthma Control Questionnaire/ACQ) dan kriteria Inisiatif Global untuk Asma (Global Initiative fo Asthma/GINA).Hasil: Sebanyak 124 wanita dilibatkan, dan 57%, 38% dan 21% masing-masing dikontrol secara penuh sesuai dengan ACT, ACQ dan kriteria GINA. Sebanyak 31,5% mengalami obesitas. Menurut CI (Conicity Index/indeks konisitas) dan WC (waist circumference/lingkar pinggang) masing-masing, 84% dan 68% adalah obesitas sentral. Tidak terdapat hubungan antara pengendalian asma dan usia, pendidikan, durasi penyakit atau BMI (Body Mass Index/Indeks Massa Tubuh) dalam tiga model, namun terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan pengendalian asma dengan metode penilaian ACQ dan GINA, mengontrol variabel penjelas seperti GERD (gastroesophageal reflux disease atau penyakit refluks gastroesofagus). Persen pre-bronkodilator prediksi volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1) dan kapasitas vital paksa (FVC) secara signifikan terkait dengan usia dan FVC juga terkait dengan obesitas sentral.Kesimpulan: Asma tetap tidak terkontrol pada wanita meskipun pengobatan, dan obesitas sentral tampaknya memiliki pengaruh negatif pada pengendalian penyakit. Kami percaya bahwa wanita harus dipelajari sebagai kelompok yang terpisah dan menyarankan studi prospektif dengan penilaian distribusi lemak dan biomarker, mengontrol kemungkinan komorbiditas terkait dengan pengendalian asma.Kata kunci: Pengendalian asma, Wanita, Obesitas sentral, komorbiditas

PengantarAsma adalah penyakit pernapasan kronis yang tetap merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia [1,2]. Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa prevalensi asma mungkin stabil atau bahkan menurun di negara-negara Barat, telah digambarkan peningkatan prevalensi di Amerika Latin, Afrika dan Asia [3]. Brasil memiliki prevalensi asma tertinggi keenam, dengan 20 juta penderita asma, yang bertanggung jawab untuk keempat perawatan rumah sakit menurut database Sistem Kesehatan Brasil (Brazilian Health System database/DATASUL) [4]. Asma merupakan penyakit inflamasi dan kompleks dengan banyak mekanisme etiologi dan, sejarah alam yang kurang dipahami. Namun, terdapat upaya untuk meningkatkan karakterisasi fenotipe dan endotipe asma untuk mengurangi dampak pada kualitas hidup, fungsi paru-paru dan efek pengobatan negatif pada pasien dan untuk memberikan pengendalian yang lebih baik untuk penyakit [5]. Tiga puluh tahun setelah onset atau timbulnya pengobatan interkrisis dengan obat inhalasi, tingkat kematian dan pengendalian asma telah membaik. Namun, baik studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa jumlah pasien yang tidak terkontrol tetap tinggi [6,7]. Beberapa faktor telah diidentifikasi secara tunggal terkait dengan pengendalian asma [8] dan banyak komorbiditas, seperti obesitas, telah dikaitkan dengan efek negatif pengendalian [9]. Faktanya, sampai saat ini, tidak dipahami mengapa wanita tampak lebih gemuk, sangat terpengaruh, dan tidak atopik [10]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara faktor yang terkait, pengendalian asma dan fungsi paru-paru pada wanita dewasa dengan asma di klinik rawat jalan rumah sakit kami.Bahan dan MetodePopulasi penelitianPenelitian cross-sectional ini dilakukan di klinik asma rawat jalan di University Hospital Gaffre dan Guinle atau Rumah Sakit Universitas Gaffre dan Guinle (HUGG), Rio de Janeiro, dengan wanita asma yang didiagnosis dengan asma yang persisten dan dinilai dengan kriteria GINA (Global Initiative for Asthma) [11] antara bulan November 2013 dan Juli 2014. Subyek adalah pasien yang berusia lebih tua dari 18 tahun dan berada pada tindaklanjut rutin selama lebih dari satu tahun. Asma didiagnosis menurut kriteria GINA [11], menggunakan data klinis dan pengujian fungsi paru-paru. Pengobatan telah dimulai berdasarkan pedoman GINA [11], oleh dokter yang sama dengan dosis tetap setidaknya tiga bulan sebelum penelitian. Semua pasien memiliki BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh) antara 18,5 dan 39,9 kg/m2 (berat dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi dalam meter). Subyek dikeluarkan jika mereka saat ini perokok atau telah merokok dalam waktu 5 tahun terakhir, hamil atau menyusui, memiliki riwayat penyakit kejiwaan, aktif penyakit paru, penyakit ganas, immunodefisiensi, penyakit autoimun, penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif, atau disfungsi tiroid, pengguna kronis kortikosteroid sistemik atau obat imunosupresif atau mengalami infeksi saluran napas atau eksaserbasi selama empat minggu sebelum penelitian. Persetujuan informasi tertulis diperoleh dari semua subjek.Pengumpulan dataData demografi [usia dan pendidikan (kurang atau lebih dari pendidikan sekolah dasar)], durasi penyakit (kurang atau lebih dari 15 tahun), onset atau timbulnya penyakit (kurang atau lebih dari 12 tahun), onset setelah menopause, tingkat keparahan dan pengendalian asma, pengukuran antropometri (berat badan, tinggi, lingkar pinggang), penggunaan obat-obatan untuk pengobatan gastroesophageal reflux disease atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD), dan parameter fungsi paru-paru seperti persen pre-bronkodilator prediksi FEV1 (volume ekspirasi paksa dalam satu detik), FVC (kapasitas vital paksa) dan rasio FEV1/FVC diperoleh.Penilaian pengendalian asmaPengendalian asma didefinisikan sebagai pengendalian sepenuhnya, sebagian terkontrol dan tidak terkontrol sesuai dengan pedoman GINA [11]. Pasien menjawab dua kuesioner pelaporan pengendalian asma: Asthma Control Test atau Pengujian Pengendalian Asma (ACT) [12] dan Asthma Control Questionnaire atau Kuesioner Pengendalian Asma (ACQ) dalam versi penuh dengan tujuh pertanyaan [13] yang diizinkan untuk digunakan. Sebagai poin penting untuk mengidentifikasi pengendalian asma, kami menggunakan skor ACQ 0,75 dan ACT skor 20.

Penilaian keparahan asmaUntuk mengidentifikasi tingkat keparahan penyakit, kami menggunakan klasifikasi GINA 2002, yang membagi pasien menjadi empat kategori: ringan, intermiten, ringan, sedang dan berat persisten, berdasarkan pada frekuensi gejala, hasil spirometri dan terapi farmakologi [14].Pengukuran antropometriBerat dan tinggi badan diukur dengan ketelitian 0,1 kg dan 0,1 cm, masing-masing, sesuai dengan protokol standar [15]. Waist circumference atau lingkar pinggang (WC) diukur dengan ketelitian 0,1 cm, menggunakan pita pengukur nonelastik, di titik tengah antara bagian bawah costal margin (tepi bawah dada (thoraks) yang dibentuk oleh tepi bawah tulang rusuk.) dan iliac crest (perbatasan atas sayap ilium dan margin superolateral panggul yang lebih besar), di akhir pernafasan normal pada posisi terlentang, tanpa busana di situs pengukuran, lengan dan kaki direntangkan ke samping bersama-sama [15]. Semua pengukuran dilakukan oleh dokter yang sama. BMI, lingkar pinggang (WC), waist-to-height ratio atau rasio pinggang-ke-tinggi (WHtR) dan conicity index atau indeks konisitas (CI) dihitung. BMI dikategorikan sebagai normal, kelebihan berat badan dan obesitas menurut kriteria WHO (World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia) [15]. Obesitas sentral didefinisikan menurut pengukuran WC, WHtR dan CI. WC lebih dari 88 cm didefinisikan sebagai obesitas sentral menurut kriteria WHO [15]. Obesitas sentral didefinisikan sebagai WHtR yang lebih besar dari 0,50 dan CI masing-masing lebih besar dari 1,18 dan 1,22 untuk wanita berumur 18-49 tahun dan lebih tua dari 50 tahun [16].Penilaian fungsi pernafasanTes fungsi paru-paru dilakukan oleh satu dokter berdasarkan pedoman American Thoracic Society/Perkumpulan Thoraks Amerika (ATS) [17] menggunakan spirometer Spiron 2 (Codax Corporation; So Paulo, Brasil), untuk menentukan parameter prebronkodilator prediksi FEV1% dan FVC% dan rasio FEV1/FVC. FEV1 yang direkam awal adalah yang terbaik di antara tiga nilai reproduksi pada kurva penerimaan, dengan kurang dari 5% amplitudo. Kami menggunakan nilai fungsi paru prediksi standar Knudson [18]. Studi ini disetujui oleh Research Ethics Commitee atau Komite Etik Riset HUGG pada 10 Oktober 2013.Analisis statistikAnalisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji t untuk variabel terus menerus dan uji chi-square untuk variabel kategoris untuk menyelidiki hubungan antara karakteristik klinis dan demografi dengan pengendalian asma. Variabel-variabel menunjukkan hubungan dengan nilai p hingga 0,20 pada analisis bivariat yang digunakan dalam model regresi. Dalam regresi logistik, variabel tergantung dikotomi adalah pengendalian asma (dikontrol dan sebagian/tidak terkontrol). Hasilnya dinyatakan sebagai odds ratio atau rasio peluang (OR) dan interval kepercayaan 95%. Ketika menganalisis hubungan parameter fungsi pernafasan, pre-bronkodilator prediksi FEV1%, FVC%, dan rasio FEV1/FVC didefinisikan sebagai variabel tergantung. Tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 5%. Semua analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS, versi 17.0.HasilKarakteristik demografi dan klinis dari subyek dengan pengendalian penuh dibandingkan dengan asma yang terkontrol sebagian dan tidak terkontrol ditunjukkan pada Tabel 1. Seratus dua puluh empat wanita dilibatkan, dari usia 19 sampai 82 tahun, dengan usia rata-rata 53,5 14,0 tahun. Sebanyak masing-masing 57%, 38% dan 21% wanita ditemukan terkontrol secara penuh menggunakan, ACT, ACQ dan kriteria GINA. Berdasarkan BMI, 72% kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas sentral terdeteksi pada 68% subyek menggunakan WC dan 84% menggunakan CI. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengendalian asma dan obesitas sentral menggunakan WC, keparahan asma dan parameter paru-paru dengan ACQ dan kriteria GINA. Umur, tingkat pendidikan, durasi penyakit, onset atau timbulnya asma, asma setelah menopause, dan pengobatan untuk GERD tidak berhubungan dengan pengendalian asma. Terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata FEV1 dan rasio FEV1/FVC berdasarkan pengendalian asma dengan ACQ dan kriteria GINA, dan pada FVC dengan ketiga metode penilaian pengendalian.Terdapat perbedaan yang signifikan antara obesitas sentral (WC) dan pengendalian asma menggunakan ACQ dan kriteria GINA. Kami juga menemukan hubungan antara obesitas sentral (WC) dan pengendalian asma dengan ACQ dan kriteria GINA setelah penyesuaian untuk pembaur (Tabel 2).Pada model regresi lain dengan variabel yang sama yaitu BMI bukannya WC, hanya terdapat korelasi yang kuat antara keparahan asma dan penilaian pengendalian menggunakan kriteria GINA (Tabel 3).Terdapat juga hubungan yang signifikan antara pengendalian asma, WC dan keparahan menggunakan kriteria GINA tetapi menggunakan ACQ hanya terdapat hubungan antara pengendalian asma dan WC setelah penyesuaian untuk variabel lain, termasuk GERD dalam model regresi logistik bertahap (Tabel 4).Pada model regresi linier, terdapat hubungan signifikan antara usia dan FEV1. Dalam model dengan FVC sebagai variabel tergantung, terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan usia, dan pada model dengan FEV1/FVC, hanya terdapat hubungan dengan durasi penyakit (Tabel 5).DiskusiKonsep asma dan heterogenitasnya baru-baru ini berubah karena karakterisasi fenotipe yang berbeda terkait dengan profil ekspresi yang berbeda, keparahan penyakit dan pengendalian penyakit [5,19]. Banyak fenotipe berhubungan dengan asma telah dijelaskan bahwa terdefinisikan oleh fitur multivariat, termasuk fitur klinis, genetik dan molekuler; fenotipe mampu berinteraksi, memiliki perilaku yang berbeda mengenai pengendalian dan respon terhadap pengobatan dan berhubungan dengan jenis kelamin [5,10,19]. Selama masa kanak-kanak, asma lebih umum pada laki-laki, setelah pubertas, bagaimanapun, insidensi meningkat pada wanita [20]. Selain lebih terpengaruh oleh asma, wanita berada pada risiko yang lebih besar dalam mengembangkan asma non-atopik, yang telah dikaitkan dengan keparahan yang lebih besar dan pengendalian yang buruk [21,22]. Namun, faktor-faktor penentu untuk risiko yang lebih besar ini di antara wanita belum diketahui. Oleh karena itu, kami menentukan untuk mempelajari wanita saja, yang, berbeda dari pria, dipengaruhi oleh perubahan hormonal selama seluruh hidup mereka, mengakibatkan memburuknya gejala, menurunnya fungsi paru-paru, dan disregulasi respon imun [22]. Kami percaya bahwa ini adalah studi pertama yang menghubungkan pengendalian asma dan komorbiditas, termasuk obesitas sentral, hanya pada wanita, menggunakan tiga metode penilaian kontrol yang berbeda.Meskipun banyak kemajuan dalam manajemen asma, mayoritas studi nasional dan internasional menunjukkan bahwa setidaknya 40% dari pasien tidak terkontrol secara penuh [6,7]. Dalam penelitian kami, kami juga mengamati bahwa terlepas dari metode penilaian pengendalian yang digunakan, lebih dari 40% dari peserta terkontrol sebagian dan tidak terkontrol; ini adalah yang paling terutama diamati dengan penilaian GINA, diikuti oleh ACQ. Kami percaya bahwa alasan untuk frekuensi tinggi ini adalah karena pasien dalam penelitian kami berasal dari referensi pusat kesehatan, yang kemungkinan besar memiliki lebih banyak jumlah pasien dengan penyakit berat.Kami percaya bahwa versi penuh ACQ adalah alat yang paling mirip dengan hasil kriteria GINA karena keduanya menawarkan penilaian yang lebih objektif dan komprehensif mengenai pengendalian penyakit, menggunakan komponen fungsional pernapasan, FEV1. Setidaknya terdapat 17 instrumen tervalidasi yang berbeda dengan skala penilaian untuk menilai pengendalian asma, dan ACT dan ACQ adalah yang paling sering digunakan dan tervalidasi [23]. Pemilihan metode penilaian pengendalian tergantung pada tujuan, preferensi pribadi, dan struktur dukungan. Klasifikasi GINA mungkin adalah alat penilai asma yang paling luas diakui dan direkomendasikan di seluruh dunia [11]. Meskipun klasifikasi GINA belum secara resmi divalidasi, baru-baru ini penelitian telah menunjukkan derajat kesamaan yang berbeda antara GINA dan metode lain [24-26]. Ketika Rodrigo et al. [25] menguji versi Spanyol dari ACT, mereka mengamati bahwa instrumen memiliki korelasi yang lemahTabel 1 Karakteristik demografi dan klinis pasien berdasarkan pengendalian asma; HUGG, 2013-2014ACT terkontrolACT sebagian/tidak terkontrolNilai pACQ terkontrolACQ sebagian/tidak terkontrolNilai pGINA terkontrolGINA sebagian/tidak terkontrolNilai p

Jumlah (%)71(57.26)53(42.74)47(37.90)77(62.10)26(20.97)98(79.03)

Umur dalam tahun (SD)53.56(14.61)

53.53(13.28)0,8551.40(16.31)54.86(12.31)0.2148.31(16.27)

54.94(13.07)0,06

BMI (SD)27.69(4.64)28.43(4.77)0,3927.55(4.49)28.29(4.81)0,3926.77(5.02)28.33(4.57)0,16

Obesitas (BMI)0,06

Eutropi (%)20(28.1) 15(28.4)0.1715(32.0)20(26.0)0.7012(46.16)23(23.47)

Kelebihan berat badan (%)33(46.5) 17(32.0)19(10.4)31(40.2)7(26.92)43(43.88)

Obesitas (%)18(25.4) 21(39.6)13(27.6)26(33.8)7(26.92)32(32.65)

Obesitas sentral (WC)0,0086

Tanpa obesitas (%)25(35.2) 14(26.4)0.3321(44.5)18(23.4)0.0114(53.85)25(25.51)

Dengan obesitas (%)46(64.8) 39(73.6)26(55.5)59(76.6)12(46.15)73(74.49)

Obesitas sentral (WHtR)0,36

Tanpa obesitas (%)6(8.5) 2(3.8)0.464(8.5)4(5.0)0.473(11.54)5(5.11)

Dengan obesitas (%)65(91.5) 51(96.2)43(91.5)73(95.0)23(88.46)93(94.89)

Obesitas sentral (CI)0,090,000,0015

Tanpa obesitas (%)15(21.1) 5(9.5)14(29.8)6(8.0)10(38.46)10(10.20)

Dengan obesitas (%)56(78.9) 48(90.5)33(70.2)71(92.0)16(61.54)88(89.80)

Tingkat pendidikan0,050,331,0

Kurang dari 4 tahun (%)31(43.6) 14(26.5)20(42.5)25(32.5)9(34.62)36(36.73)

Lebih dari 4 tahun (%)40(56.4) 39(73.5)27(57.5)52(67.5)17(65.38)62(63.27)

Durasi penyakit dalam tahun (SD)26.08(17.13) 27.43(17.44)0.6625.13(16.68)27(17.56)0.4321.61(15.44)28(17.47)0.07

Durasi penyakit0,690,640,06

Kurang dari 15 tahun23(32.4) 15(28.3)15(32.0)23(29.9)12(46.15)26(26.53)

Lebih dari 15 tahun48(67.6) 38(71.7)32(68.0)54(70.1)14(53.85)72(73.47)

Usia onset0,670,521,0

< 12 tahun (%)17(24.0) 15(28.3)14(29.8)18(23.4)7(26.92)25(25.51)

>12 tahun (%)54(76.0) 38(71.7)33(70.2)59(76.6)19(73.08)73(74.49)

Asma setelah menopause0,650,640,59

Ya (%)13(18.3) 12(22.6)8(17.0)17(22.0)4(15.38)21(21.43)

Tidak (%)58(81.7) 41(77.4)39(83.0)60(78.0)22(84.62)77(78.57)

Perawatan GERD0,060,850,65

Ya (%)23(32.4) 26(49.0)18(38.3)31(40.26)9(34.62)40(40.82)

Tidak (%)48(67.6) 27(51.0)29(61.7)46(59.74)17(65.38)58(59.18)

Keparahan asma0,500,040,00002

Ringan (%)10(14.0) 2(3.8)8(17.0)4(5.2)8(30.77)4(4.10)

Sedang (%)21(29.7) 11(20.7)14(29.8)18(23.4)6(23.08)26(26.52)

Parah (%)40(56.3) 40(75.5)25(53.2)55(71.4)12(46.15)68(69.38)

Prediksi FVC, % (SD)90.22(18.38) 82.67(19.79)0.0394.89(18.67)82.17(18.13)0.0003100.99(19.80)83.28(17.44)0.0002

Prediksi FEV1 % (SD)72.92(20.42) 65.36(21.99)0.0580.91(19.57)62.91(19.54) 4 tahunBaselineBaselineBaseline

4 tahun2,06 (0,69-6,12)2,09 (0,89-4,87)2,32 (0,97-5,53)

Durasi penyakitTahun1.01 (0,97-1,04)1.00 (0,97-1,02)0.99 (0,97-1,02)

Keparahan asmaRinganBaselineBaselineBaseline

Sedang / berat8,93 (2,23-35,71)3,31 (0,89-12,26)4,34 (0,87-21,59)

BMI NormalBaselineBaselineBaseline

Kegemukan / obesitas2,73 (0,97-7,68)1,05 (0,44-2,50)1.10 (0,47-2,59)

* Model 1: penilaian pengendalian asma menggunakan kriteria GINA.** Model 2: penilaian pengendalian asma dengan ACQ.*** Model 3: penilaian pengendalian asma dengan ACT.Tabel 4 Model regresi logistik bertahap menunjukkan odds ratio/rasio peluang (OR) dan interval kepercayaan (95% CI) untuk variabel pengendalian asma; HUGG, 2013-2014Pengendalian Asma

Variabel BebasKategoriModel 1*OR (95% CI)Model 2**OR (95% CI)

Obesitas sentral (WC)

Normal--

> 88 cm3,55 (1,34-9,37)2,55 (1,15-5,45)

AsmaRingan

--

KeparahanSedang / berat10,34 (2,56-41,76)

* Model 1: penilaian pengendalian asma menggunakan kriteria GINA.** Model 2: penilaian pengendalian asma dengan ACQ.kanisme hubungan antara asma dan obesitas, GERD dan OSA tidak diketahui [9,31,33]. Temuan kami menunjukkan bahwa pengendalian asma dan obesitas berhubungan, tidak tergantung dari GERD; hal ini mirip dengan hasil studi Dixon et al. yang menemukan bahwa GERD tidak berhubungan dengan memburuknya pengendalian asma pada pasien dengan obesitas [34]. Beberapa penelitian hingga saat ini, sebagian besar studi crossover, telah menyelidiki hubungan antara obesitas sentral dan asma [35,36]. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa obesitas sentral dan lemak tubuh yang tidak berlebihan berhubungan dengan pengendalian asma pada wanita. BMI tidak dapat membedakan antara massa lemak dan massa otot [37]. Selain itu, BMI tidak memprediksi penumpukan lemak perut, yang berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru, sindrom metabolik, komplikasi kardiovaskular dan, mungkin, pengendalian asma yang buruk [37,38]. Sekelompok wanita asma yang terkontrol sebagian/tidak terkontrol berdasarkan penilaian GINA memiliki obesitas sentral dan penyakit yang lebih parah, meskipun mempertimbangkan usia, pendidikan, onset, dan durasi penyakit. Hasil ini serupa dengan penelitian lain yang telah mengelompokkan profil klinis, inflamasi dan fungsional yang menunjukkan bahwa asma dengan lebih banyak gejala berhubungan dengan obesitas pada wanita [5,19]. Namun, sampai saat ini, marker atau zat penanda inflamasi belum dikaitkan dengan fenotipe, dan beberapa studi memiliki hasil yang berbeda pada tingkat inflamasi eosinofil [5,19]. Perbedaan mekanisme patofisiologis, tingkat inflamasi dan disregulasi imun bisa saja dihasilkan dari perubahan hormonal dan konsentrasi tinggi leptin, dianggap sebagai adipokine inflamasi yang poten, yang berhubungan khususnya dengan distribusi lemak subkutan dan sentral dan ditemukan pada level yang lebih tinggi pada wanita dan individu yang obesitas [39].Selain itu, kami menyimpulkan bahwa selain hubungan terbalik dengan usia, terdapat hubungan negatif antara FVC dan obesitas sentral, independen dari usia onset dan durasi penyakit. Meskipun hubungan antara obesitas sentral dan fungsi paru-paru telah diteliti dalam populasi umum, beberapa penelitian telah dilakukan pada populasi penderita asma [33,40]. Selain ditentukan oleh usia, jenis kelamin, dan tinggi [18], volume paru-paru tampaknya akan terpengaruh lebih negatif oleh obesitas sentral daripada obesitas keseluruhan dan lemak perifer [41]. Hasil penelitian kami serupa dengan meta-analisis yang baru-baru ini diterbitkan yang menunjukkan hubungan negatif yang lebih signifikan antara obesitas sentral dan FVC dibandingkan dengan FEV1, baik pada wanita maupun lelaki, tanpa perubahan pada rasio FEV1/FVC [41]. Namun, penulis menyimpulkan bahwa obstruksi jalan napas tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan, bahkan bila dihubungkan dengan pola paru-paru yang restriktif [41]. Sampai saat ini, tidak diketahui apakah hubungan ini bersifat mekanik, berhubungan dengan mekanisme inflamasi asma akibat akumulasi lemak di perut yang membatasi gerakan diafragma [28,29] atau inflamasi terkait dengan aksi leptin dan sitokin lain seperti IL-6 dan TNF-alpha yang dihasilkan oleh lemak visceral [39], yang mungkin mampu meningkatkan hiperresponsivitas saluran napas pada penderita asma dengan obesitas [42]. Peneliti an ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti kemungkinanTabel 5 Model regresi linier pre-bronkodilator prediksi FEV1%, FVC% dan rasio FEV1/FVC pada wanita asma; HUGG, 2013-2014VariabelKategori atau tambahanPrediksi FEV1%Model 1* (95% CI)pPrediksi FVC%Model 2** (95% CI)pFEV1/FVCModel 3*** (95% CI)p

SentralNormalBaseline0,20Baseline0,02Baseline0.57

Obesitas> 88 cm-5,67 (-14,48 s/d 3.13)-8,98 (-16,75 s/d -1,20)1,51 (-3.82 s/d 6.85)

UmurTahun-0,39 (-0,73 s/d 0,60)0,02-0,43 (-0,73 s/d -0,14)0,00-0,03 (-0,23 s/d 0,17)0,75

Tingkat pendidikan> 4 tahunBaseline0,68Baseline0,46Baseline0.99

4 tahun-1,76 (-10,20 s/d 6.68)-2,72 (-10,14 s/d 4.69)-0,02 (-5,14 s/d 5.09)

Usia Onset12 tahunBaseline0,82Baseline0,43Baseline0,36

> 12 tahun1,46 (-11,42 s/d 14,36)4,46 (-6,89 s/d 15,81)-3,61 (-11,42 s/d 4.20)

DurasiPenyakitTahun-0,07 (-0,40 s/d 0,25)0,650,16 (-0,13 s/d 0,45)0,27-0,23 (-0,43 s/d -0,03)0,02

* Model 1: model regresi linier prediksi pre-bronkodilator FEV1%.R2: 0,075.** Model 2: model regresi linier prediksi pre-bronkodilator FVC%.R2: 0,107.*** Model 3: Model regresi linier pre-bronkodilator rasio FEV1/FVC.R2: 0,032.Obesitas sentral didefinisikan menurut WC.menyertakan pasien yang terpengaruh lebih parah dan kurang terkontrol, karena rumah sakit kami adalah pusat rujukan untuk pengobatan asma. Selain itu, tidak mungkin untuk menjelaskan hubungan kausal karena sifat alami penelitian.KesimpulanKesimpulannya, penelitian kami menunjukkan bahwa wanita dengan asma yang kurang terkontrol memiliki penyakit yang lebih parah dan obesitas yang meningkat. Selain itu, studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara obesitas sentral dan pengendalian asma yang dinilai dengan menggunakan kriteria GINA dan ACQ mengontrol variabel bebas lainnya. Selanjutnya, dibandingkan dengan klasifikasi GINA, ACT tampaknya bukan merupakan metode yang baik untuk menilai wanita dengan asma yang tidak terkontrol dengan baik. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dan kompleksitas pendefinisian pengendalian asma secara tepat, dan kami menyarankan studi prospektif lebih lanjut untuk mengontrol kemungkinan intervensi komorbiditas yang dapat muncul selama penyakit berlangsung. Kami juga percaya bahwa wanita seharusnya dipelajari sebagai kelompok yang terpisah, karena mereka dipengaruhi oleh variasi hormonal yang terus menerus dan dipengaruhi oleh asma dengan inflamasi yang lebih parah. Akhirnya, kami merekomendasikan studi yang menyelidiki marker atau zat penanda inflamasi, seperti sitokin, dan distribusi lemak untuk mendefinisikan fenotipe yang dapat dikaitkan dengan obesitas sentral dan pengendalian asma.SingkatanACT: Asthma control test/Pengujian Pengendalian Asma; ACQ: Asthma control questionnaire/Kuesioner Pengendalian Asma; ATS: American thoracic society/Perkumpulan thoraks Amerika; BMI: Body Mass Index/Indeks Massa Tubuh; CI: Conicity index/Indeks Konisitas; DATASUL: National Health System data/data Sistem Kesehatan Nasional; FEV1%: Forced expiratory volume percentage in one second/Volume pernafasan paksa dalam satu detik; FVC%: Forced vital capacity percentage/Persentase kapasitas vital paksa; GINA: The global initiative for asthma/Inisiatif global untuk asma; GERD: Gastroesophageal reflux disease/penyakit refluks gastroesofagus; HUGG: University Hospital Gaffre and Guinle/Rumah Sakit Universitas Gaffre and Guinle; WC: Waist circumference/Lingkaran pinggang; WHO: World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia; WHtR: Waist-to-height ratio/Rasio pinggang-ke-tinggi. Persaingan kepentinganPara penulis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan yang bersaing.Kontribusi penulisAVC penulis ini bertanggung jawab untuk konsepsi, desain dan pengumpulan data. VdMF penulis ini bertanggung jawab untuk analisis dan interpretasi data. MVMP penulis ini bertanggung jawab untuk merevisi artikel dengan kritis. SRdC penulis ini bertanggung jawab untuk persetujuan versi yang akan diterbitkan. LGG penulis ini bertanggung jawab untuk pengumpulan data. Semua penulis membaca dan menyetujui naskah akhir.Rincian penulis1Rumah Sakit Universitas Gaffre dan Guinle di Universitas Federal Negara Bagian Rio de Janeiro, Rio de Janeiro, Brasil. 2Institute wanita, anak-anak dan remaja Health Fernandes Figueira - IFF-Fiocruz, Rio de Janeiro, Brasil.Diterima: 31 Oktober 2014 Diluluskan: 3 Maret 2015Dipublikasi online: 31 Maret 2015Referensi1. Virtual Health Library. Ministry of Health. Chronic Respiratory Diseases. Braslia. 2010. http://bvsms.saude.gov.br/. Accessed 8 August 2014.2. Masoli M, Fabian D, Holt S, Beasley R. The global burden of asthma: executive summary of the GINA dissemination committee report. Allergy. 2004;59(5):46978.3. Centers for Disease Control and Prevention Program: Asthma impact on the Nation. Available from: http://www.cdc.gov/asthma. Accessed 8 August 2014.4. DATASUS. Ministry of Health. http://tabnet.datasus.gov.br. Accessed 8 August 2014.5. Wenzel SE. Asthma phenotypes: the evolution from clinical to molecular approaches. Nat Med. 2012;18(5):71625.6. Stanford RH, Gilsenan AW, Ziemiecki R, Zhou X, Lincourt WR, Ortega H, et al. Predictors of uncontrolled asthma in adult and pediatric patients: analysis of the Asthma Control Characteristics and Prevalence Survey Studies (ACCESS). J Asthma. 2010;47(3):25762.7. Gazzotti MR, Nascimento OA, Montealegre F, Fish J, Jardim JR. Level of asthma control and its impact on activities of daily living in asthma patients in Brazil. J Bras Pneumol. 2013;39(5):5328.8. Bel EH, Sousa A, Fleming L, Bush A, Chung KF, Versnel J, et al. Unbiased biomarkers for the prediction of respiratory disease outcome (U-BIOPRED) consortium, consensus generation. Diagnosis and definition of severe refractory asthma: an international consensus statement from the innovative medicine initiative (IMI). Thorax. 2011;66(10):9107.9. Ali Z, Ulrik CS. Obesity and asthma: a coincidence or a causal relationship? a systematic review. Respir Med. 2013;107(9):1287300.10. Leynaert B, Sunyer J, Garcia-Esteban R, Svanes C, Jarvis D, Cerveri I, et al. Gender differences in prevalence, diagnosis and incidence of allergic and nonallergic asthma: a population-based cohort. Thorax. 2012;67(7):62531.11. Global Initiative for Asthma, 2012. GINA report: Global Strategy for Asthma Management and Prevention. http://www.ginasthma.org. Accessed 10 August 2014.12. Roxo JP, Ponte EV, Ramos DC, Pimentel L, DOliveira Jnior A, Cruz AA. Portuguese-language version of the asthma control test. J Bras Pneumol. 2010;36(2):15966.13. Leite M, Ponte EV, Petroni J, DOliveira Jnior A, Pizzichini E, Cruz AA. Evaluation of the asthma control questionnaire validated for use in Brazil. J Bras Pneumol. 2008;34(10):75663.14. Global Initiative for Asthma, 2002. GINA report revised: Global Strategy for Asthma Management and Prevention. http://www.ginasthma.org. Accessed 10 August 2014.15. World Health Organization. Waist circumference and waist Rip ratio report of a world health organization expert consultation. Geneva: World Health Organization, 2011; 2008.16. Pintanga FJG. Anthropometry for the assessment of abdominal obesity and coronary risk. Rev Bras Cineantropom Desempenho Hum. 2011;13(3):23841.17. American Thoracic Society. Proceedings of the ATS workshop on refractory asthma. Current understanding, recommendations, and unanswered questions. Am J REspir Crit Care Med. 2000;162:234151.18. Knudson RJ, Lebowitz MD, Holdberg CJ, Burrows B. Changes in normal maximal expiratory flow-volume curve with growth and aging. Am Rev Respir Dis. 1983;127:72534.19. Moore WC, Meyers DA, Wenzel SE, Teague WG, Li H, Li X, et al. National heart, lung, and blood Institutes severe asthma research program identification of asthma phenotypes using cluster analysis in the severe asthma research program. Am J Respir Crit Care Med. 2010;181(4):31523.20. Akinbami L, Moorman J, Liu X. Asthma prevalence, healthcare use, and mortality: United States, 20052009. Natl Health Stat Report. 2011;12(32):114.21. Nieves A, Magnan A, Boniface S, Proudhon H, Lanteaume A, Romanet S, et al. ARIA. Phenotypes of asthma revisited upon the presence of atopy. Respir Med. 2005;99(3):34754.22. Van den Berge M, Heijink HI, van Oosterhout AJ, Postma DS. The role of female sex hormones in the development and severity of allergic and non-allergic asthma. Clin Exp Allergy. 2009;39(10):147781.23. Cloutier MM, Schatz M, Castro M, Clark N, Kelly HW, Mangione-Smith R, et al. Asthma outcomes: composite scores of asthma control. J Allergy Clin Immunol. 2012;129:S2433.24. Dostaler SM, Olajos-Clow JG, Sands TW, Licskai CJ, Minard JP, Lougheed MD. Comparison of asthma control criteria: importance of spirometry. J Asthma. 2011;48(10):106975.25. Rodrigo GJ, Arcos JP, Nannini LJ, Neffen H, Broin MG, Contrera M, et al. Reliability and factor analysis of the Spanish version of the asthma control test. Ann Allergy Asthma Immunol. 2008;100(1):1722.26. Jia CE, Zhang HP, Lv Y, Liang R, Jiang YQ, Powell H, et al. The asthma control test and asthma control questionnaire for assessing asthma control: systematic review and meta-analysis. J Allergy Clin Immunol. 2013;131(3):695703.27. Taylor DR, Bateman ED, Boulet LP, Boushey HA, Busse WW. A new perspective on concepts of asthma severity and control. Eur Respir J. 2008;32(3):54554.28. Biring MS, Lewis MI, Liu JT, Mohsenifar Z. Pulmonary physiologic changes of morbid obesity. Am J Med Sci. 1999;318(5):2937.29. Naimark A, Cherniack RM. Compliance of the respiratory system and its components in health and obesity. J Appl Physiol. 1960;15:37782.30. Cournand A, Richards Jr DW, Bader RA, Bader ME, Fishman AP. The oxygen cost of breathing. Trans Assoc Am Physicians. 1954;67:16273.31. Jacobson BC, Somers SC, Fuchs CS, Kelly CP, Camargo Jr CA. Body mass index and symptoms of gastroesophageal reflux in women. N Engl J Med. 2006;354(22):23408.32. Aaron SD, Vandemheen KL, Boulet LP, McIvor RA, Fitzgerald JM, Hernandez P, et al. Canadian respiratory clinical research consortium. Overdiagnosis of asthma in obese and nonobese adults. CMAJ. 2008;179(11):112131.33. Novosad S, Khan S, Wolfe B, Khan A. Role of obesity in asthma control, the obesity-asthma phenotype. J Allergy (Cairo). 2013;2013:538642.34. Dixon AE, Clerisme-Beaty EM, Sugar EA, Cohen RI, Lang JE, Brown ED, et al. Effects of obstructive sleep apnea and gastroesophageal reflux disease on asthma control in obesity. J Asthma. 2011;48(7):70713.35. Camargo Jr CA, Weiss ST, Zhang S, Willett WC, Speizer FE. Prospective study of body mass index, weight change, and risk of adult onset asthma in women. Arch Intern Med. 1999;159(21):25828.36. Appleton SL, Adams RJ, Wilson DH, Taylor AW, Ruffin RE. North west adelaide health study team central obesity is associated with nonatopic but not atopic asthma in a representative population sample. J Allergy Clin Immun. 2006;118(6):128491.37. Ness-Abramof R, Apovian CM. Waist circumference measurement in clinical practice. Nutr Clin Pract. 2008;23(4):397404.38. Janssen I, Katzmarzyk PT, Ross R. Waist circumference and not body mass index explains obesity-related health risk. Am J Clin Nutr. 2004;79(3):37984.39. Sood A, Ford ES, Camargo Jr CA. Association between leptin and asthma in adults. Thorax. 2006;61(4):3005.40. Grammatopoulou E, Haniotou A, Douka A, Koutsouki D. Factors associated with BMI in Greek adults with asthma. J Asthma. 2010;47(3):27680.41. Wehrmeister FC, Menezes AM, Muniz LC, Martnez-Mesa J, Domingues MR, Horta BL. Waist circumference and pulmonary function: a systematic review and meta-analysis. Syst Rev. 2012;16:155.42. Sharma S, Tailor A, Warrington R, Cheang M. Is obesity associated with an increased risk for airway hyperresponsiveness and development of asthma? Allergy Asthma Clin Immunol. 2008;4(2):518.* Obesitas abdominal/perut yang terjadi akibat akumulasi lemak di perut