Terjemahan buku

download Terjemahan buku

of 63

  • date post

    08-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    175
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Terjemahan buku

9.3.3.2 Biopolimer Asal: Dibentuk oleh bakteri dari limbah pemurnian gula. Karakteristik: Viskositas menurun ketika shearing action Penurunan kehilangan tekanan Penetrasi meningkat Yield tinggi viskositas meningkat ketika garam khrom ditambahkan

Penggunaan: Solid rendah, densitas lumpur rendah Konsentrasi 3 kg/m3 Kg chromide chlorite

9.3.4 Thinner Fungsi: Menurunkan viskositas lumpur. 9.3.4.1 Air Selalu efisien tetapi meningkatkan volume dan menurunkan densitas, mengubah karakteristik fluida pemboran. 9.3.4.2 Fosfat Sampai 0,3 kg/m3 Reaksi sangat kuat Hancur pada temperatur 45oC

9.3.4.3 Tannin Telah digantikan oleh lignosulfonat. 9.3.4.4 Lignin Asal: Cairan hitam dari kertas kerja. Penggunaan:

Disperser menyukai kestabilan dari system persebaran Mengurangi filtrate Tidak sensitif pada kontaminan Stabil sampai pada 200oC Konsentarsi: 5 sampai 30 kg/m3. Selalu dengan kaustik soda (sekitar 5/1) Lignit: Dapat digunakan pada temperatur tinggi

9.3.5 Weighting Material Karakteristik: Densitas tinggi Tidak terlarut dan inert secara kimiawi Hancur secara sempurna Tidak abrasive

9.3.5.1 Kalsium karbonat d = 2,7 Memperbolehkan densitas lumpur 1,3 untuk dicapai Dapat diasamkan

9.3.5.2 Barite d = 4,2 Densitas lumpur mencapai 2,4

9.3.6 Produk Spesifik 9.3.6.1 Lost Circulation Material Masalah lost circulation dapat diturunkan. Tiga kategori: Granular (contoh: kulit kacang) Lamellar (kertas kaca) Fibrous (jerami)

Kita secara umum menggunakan campuran dari ketiganya.

9.3.6.2 Anti-foam Aluminium harus dilarutkan pada diesel (20 kg/100 liter) Anti-foam siap digunakan

Takaran: 0,1 sampai 0,3 liter per kubik meter. 9.3.6.3 Produk Kimia Kaustik Soda Mengontrol pH Meningkatkan yield dari clay Menurunkan kelarutan dari Ca dan Mg

Hati-hati dengan cipratan BERBAHAYA Sodium Karbonat (Soda Ash) Menurunkan kelarutan Ca2+ Bikarbonat Soda Untuk menurunkan kapur bebas ketika membor semen kita gunakan sekitar 400 kg per kubik meter semen keras untuk dibor. 9.3.7 Produk untuk Inverted Mud 9.3.7.1 Emulfor Emulfor ST: Emulsifier utama melapis solid dengan minyak 25 sampai 40 kg/m3. Emulfor ER: Emulsifier filtrate mengurangi agen sampai 30 sampai 50 kg/m3. Emulfor BE: Agen gel 0 sampai 2 kg/m3 Emulfor BH: Agen viscosity 0 sampai 5 kg/m3 meningkatkan efisiensi BE Emulfor MO: Agen oil wetting dari solid dan barite 0 sampai 5 kg/m3 Lime : Mengontrol kadar alkali lumpur 15 sampai 30 kg/m3.

9.3.8 Parameter Rheology Berhubungan dengan Viskositas fasa liquid Jumlah dan ukuran solid

Ketika membor peningkatan PV akan secara umum mengindikasikan peningkatan solid content. Yield point (lbs/ 100 ft) yield point adalah pengukuran energy antara partikel pada fluida di bawah kondisi aliran. Hal tersebut bergantung pada: Jumlah dan kualitas solid (clay, limestone) Kesetimbangan elektrokimia fluida

Peningkatan yield point disebabkan kontaminasi kimia (garam, kapur bata (gyps), semen, dll) atau pemboran menembus clay yang menyebar. Yield point menurun oleh: Menghilangkan kontaminan Penggunaan thinner untuk menetralkan energy diantara partikel.

Apparent viscosity: Merupakan viskositas yang diukur pada harga shear rate yang diberikan dan berubah terhadap shear rate, tidak mempunyai makna kecuali pada shear rate ketika pengukuran. Gel strength thixotropy: Gel strength merupakan pengukuran tenaga pada kondisi di bawah static. Fluida disebut thixotropy jika, tipis ketika mengalirinya membentuk gel struktur ketika stationer dan menjadi tipis kembali energy yang cukup diaplikasikan. 9.4 Hidrolika Drill String Tujuan utama dari program hidrolika adalah untuk membor sumur pada bentuk yang paling efisien. Hal ini dilakukan dengan mensirkulasikan lumpur pada volume dan tekanan yang cukup untuk mendinginkan bit, membersihkan bawah lubang (untuk mencegah cutting dibor kembali), menyediakan aksi jetting untuk membantu membor lubang dengan erosi hidrolika dan mentransportasikan cutting keluar lubang. Ketika hidrolika bukan merupakan tanggung jawab utama DD, dia harus mengerti apa saja yang terlibat di dalamnya. Ada kesempatan-kesempatan (ketika menjalankan mud motor)

ketika DD harus menspesifikasi laju alir dan ukuran nozzle. Ada kesempatan lain (ketika menjalankan Andergauge stabilizer dan MWD dalam BHA) ketika drillstring ekstra penurunan tekanan yang terlibat harus dihitung dan dikomunikasikan dengan wakil perusahaan/mud engineer/tool pusher. Batasan hidrolika rig harus diketahui. 9.4.1 General Penurunan tekanan pada lintasan lumpur (untuk laju alir yang diberikan) adalah fungsi dari: 1. Berat lumpur dan rheology P2 = P1 W2 / W1 di mana W1 = berat lumpur lama (ppg) W2 = berat lumpur baru (ppg) P1 = penurunan tekanan (psi) menggunakan berat lumpur W1 P2 = penurunan tekanan (psi) menggunakan berat lumpur W2 2. Jenis aliran (laminar atau turbulen). Aliran laminar dikarakterisasi dengan pola aliran yang halus.

Aliran turbulen terjadi ketika kecepatan aliran meningkat disebabkan oleh gerakan aliran yang liar dan berlapis.

Kecepatan annular lumpur ke atas harus melampaui kecepatan slip cutting ke bawah. Secara umum, turbulen flow terjadi di surface lines, drill pipe, dan drill collar. Di dalam annulus, aliran laminar, transisional, dan turbulen dapat terjadi pada waktu yang bersamaan. Perlu dicatat bahwa aliran turbulen sangat baik untuk membersihkan cutting, juga untuk mengerosi lubang lebih dari aliran laminar. Pada turbulen flow, viskositas mempunyai efek yang kecil dalam penurunan tekanan ketika mengalir.

3. Dimensi pipa /collar dan geometri lubang. 9.4.2 Laju Alir Untuk tiap ukuran lubang, ada jarak laju alir yang mana operator sukai untuk membor (e.g. 600-700 gpm untuk lubang 12 menggunakan BHA rotary standar). Laju alir ini harus cukup untuk membersihkan lubang bor. Berat lumpur, yield point, dan rotasi pipa semuanya meningkatkan efisiensi transport cutting.

Sejak susunan BHA telah diputuskan sebelumnya, variabelnya menjadi ukuran nozzle. Kita akan melihat, penurunan tekanan menembus nozzle bit secara normal sangat signifikan dalam penurunan tekanan secara total. Semua komponen dari system penurunan tekanan dipengaruhi oleh laju alir. Laju alir (GPM) = Volume Discharge Pompa (Gal/stroke) . Laju pompa (Stroke/min) 9.4.3 Peralatan Permukaan Pada perhitungan hidrolika, hal ini terdiri dari standpipe, hose, swivel washpipe dan gooseneck, dan kelly. Empat kombinasi peralatan permukaan telah dipilih. Hal ini dikenal sebagai case 1, 2, 3, dan 4. Spesifikasi rig tiap case diberikan pada table di bawah.

9.4.4 Mud Pump DD harus mengecek jenis pompa apa yang digunakan di rig (biasanya, tapi tidak selalu, triplex). Dia juga harus mengecek ukuran liner yang sedang digunakan. Hal ini akan menentukan laju discharge pompa (gal/stroke atau liter/stroke) untuk panjang stroke tertentu. Juga ditentukan batasan untuk efisiensi pompa (e.g. 97% untuk pompa lumpur pada keadaan bagus). Mud pump discharge pressure rating harus diketahui. Pada mud pump yang diberikan, hal ini akan ditentukan oleh ukuran liner. Batasan tekanan ini juga menentukan berapa tekanan maksimum standpipe dapat dicapai. Sebagian besar toolpusher lebih suka mengoperasikan sumur di bawah batasan tekanan untuk memperpanjang usia komponen pompa lumpur. Kecepatan operasi pompa (SPM) seharusnya tidak melebihi RPM operasi pada pompa atau prime mover. Tekanan mulai menurun pada mud pump discharge dan terus melewati sistem sirkulasi sampai tekanan 0 psi di mana lumpur kembali mencapi pit.

Kehilangan Tekanan Sistem Total = Kehilangan tekanan pada Peralatan Permukaan + Kehilangan tekanan pada Drillpipe + Kehilangan tekanan pada HWDP + Kehilangan tekanan pada Drill Collar (Steel + Magnetic) + Kehilangan tekanan pada MWD + Kehilangan teknan pada Mud Motor/Turbin + Kehilangan tekanan pada Bit + Kehilangan tekanan di Annulus dari Bit sampai atas Drill Collar + Kehilangan tekanan di Annulus sekeliling HWDP dan drillpipe

9.5 Perhitungan Tangan Hidrolika

Walaupun tersedia program computer yang cukup bagus (e.g. REED) untuk menampilkan perhitungan hidrolika, work sheet di atas berguna untuk mengetahui bagaimana melakukan perhitungan hidrolika dasar secara manual. Menggunakan Hydraulics Worksheet, prosedurnya sbb: Lines 1 dan 4: Didapat dari toolpusher atau wakil perusahaan.

Line 2: Biasanya range laju alir dari program pemboran. Line 3: Kecepatan annular (ft/min) AV = di mana Q = laju alir (GPM) Dh = diameter lubang (inc) Dp = OD dari drill string (inc) Catatan: Kita dapat menghitung kecepatan annular pada semua bagian dari drill string. Dan selalu didapat lebih rendah di sekeliling drillpipe daripada di sekeliling drill collar. Untuk suatu laju alir, kecepatan annular menurun saat ukuran lubang bertambah. Bagaimanapun, pada ukuran lubang yang lebih besar, volume cutting yang diangkat lumpur menjadi bertambah. Dua factor yang berkombinasi tersebut berarti bahwa sering terjadi pembersihan lubang yang kurang cukup pada lapisan dangkal, lubang permukaan dengan diameter besar (e.g. lubang 26). Pada situasi normal, kecepatan annular yang dua kali kecepatan slip cutting dianggap cukup. Diasumsikan rig mempunyai dua pompa lumpur. Jika satu pompa sedang diperbaiki, hal ini berarti bahwa ketika membor lubang besar (e.g 17 ) pada ROP tinggi, lebih baik untuk menghentikan pemboran dan sirkulasi dengan satu pompa. Tunggu sampai pompa lain diperbaiki sebelum melanjutkan pemboran. Jika tidak, pembersihan lubang tidak memadai yang mana menyebabkan hole problem di masa mendatang. Lines 5 9: Didapat dari table hidrolika. Line 10: Penjumlahan kehilangan tekanan dari langkah 5-9 (tidak termasuk bit) dalam system, dikoreksi untuk berat lumpur yang digunakan. Line 11: Kehilangan tekanan yang tersisa atau maximum allowable pressure drop pada bit. Line 12: Pilih kombinasi nozzle untuk lubang tersebut, misal nozzle 3x13/