Teknik Dan Keterampilan Bimbingan Dan Konseling

download Teknik Dan Keterampilan Bimbingan Dan Konseling

of 14

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    34
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Teknik Dan Keterampilan Bimbingan Dan Konseling

KETERAMPILAN DAN TEKNIK KONSELING TERAPI CLIENT-CENTEREDPresented by :

Eka susanti Nikmatusy Syatta Ibni katsir Jamaluddin Zakiaturrahmah

Bersifat

positif Dorongan untuk selalu bergerak ke depan Berjuang untuk berfungsi Kooperatif, konstruktif, dan memiliki kebaikan

B. Latar Belakang Historis Terapi Client-Centered

Dipelopori oleh Carl R. Roger sebagai reaksi terhadap apa yang disebut sebagai keterbatasanketerbatasan mendasar dari psikoanalisis.

Pada hakikatnya, Clien-Centered cabang khusus dari Humanistik yang mengarisbawahi tindakan mengalami dunia klien berikut dunia subjektif dan fenomenalnya

Individu memiliki kapasitas untuk membimbing, mengatur, mengarahkan & mengendalikan dirinya sendiri. Individu memiliki potensi untuk memahami apa yang terkait dengan tekanan & kecemasan yang ia rasakan. Individu memiliki potensi untuk mengatur ulang dirinya sehingga dapat menghilangkan tekanan & kecemasan yang ia rasakan dan juga memenuhi kebutuhan diri & mencapai kebahagian

D. PRINSIP-PRINSIP DALAM TERAPI CLIENTCENTEREDKita

berprilaku sesuai dengan persepsi kita terhadap realitas kita termotivasi dengan dorongan primer yang berupa dorongan untuk mengaktualisasi diri. Individu memiliki kebutuhan dasar akan cinta dan penerimaan. Hal ini diterjemahkan sebagai kebutuhan untuk fokus pada hubungan dan komunikasi empati, sikap menghargai dan ketulusan dari terapis. Konsep diri individu tergantung pada penerimaan dan penghargaan yang ia terima dari orang lain.

Tujuan Terapi Client Centered Membantu klien menjadi pribadi yang berfungsi penuh (aktualisasi diri).Mengusahakan

agar klien memahami hal-hal yang ada di balik topengnya

-- Terbuka pada pengalaman

-- Percaya pada diri sendiri -- Tempat evaluasi internal -- Kesediaan menjadi suatu proses

HUBUNGAN KONSELOR DAN KLIEN Dua orang berada dalam hubungan psikologis. Orang pertama disebut klien Orang kedua disebut konselor Terapis merasakan perhatian positif tak bersyarat dari klien Terapis merasakan empati terhadap kerangka internal client & berusaha mengkomunikasikan perasaannya ini kepada terapis.

TIGA CIRI/SIKAP TERAPIS DENGAN MEMBENTUKHUBUNGAN TERAPEUTIK :Keselarasan / kesejatian ; Terapis tampil nyata,utuh otentik dan tidak palsu serta terintegrasi selama pertemuan terapi. Perhatian Positif tak bersyarat ; Semakin besar derajat kesukaan, perhatian dan penerimaan hangat terhadap client,maka semakin besar pula peluang untuk menjunjung perubahan client. Pengertian empatik yang akurat ; Terapis benar-benar dituntut untuk menggunakan kemampuan inderanya dalam berempati guna mengenali dan menjelajah pengalaman subjektif dari client.

Inti teknik CCT ini adalah : Pengungkapan dan pengomunikasian penerimaan, respek, dan pengertian, serta berbagi upaya dengan klien

dalam mengembangkan kerangka acuaninternal dengan memikirkan, merasakan dan mengeksplorasi.

PERIODE PERKEMBANGAN TERAPI CLIENT CETEREDPeriode 1 (1940-1950) : Psikoterapi nondirektif Pendekatan ini menekankan penciptaan iklim permisif dan noninterventif. Melalui terapi non-direktif, klien akan mencapai pemahaman atas dirinya sendiri dan atas situasi kehidupannya. Periode 2 (1950-1957) : Psikoterapi reflektif Terapis terutama merefleksikan perasaan-perasaan klien dan menghindari ancaman dalam hubungan dengan kliennya. Melalui terapi reflektif, klien mampu mengembangkan keselarasan konsep diri dan diri idealnya. Periode 3 (1957-1970) : Terapi eksperiensial Terapi ini difokuskan pada apa yang sedang dialami oleh klien dan pada pengungkapan apa yang sedang di alami oleh terapis. Klien tumbuh pada suatu rangkaian keseluruhan dengan belajar menggunakan apa yang sedang dialami.

Taubah Puasa Muhasabah Dzikrullah

THANKS FOR ATTENTION