Tatalaksana Anak Gizi Buruk

Click here to load reader

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    287
  • download

    2

Embed Size (px)

description

lllllllllllllllllllll

Transcript of Tatalaksana Anak Gizi Buruk

Tatalaksana Anak Gizi Buruk

Tatalaksana Anak Gizi Buruk

HipoglikemiaKadar glukosa darah yang sangat rendah (< 3 mmol/liter atau < 54 mg/dl) Biasanya terjadi bersamaan dengan hipotermia Tanda lain : letargis, nadi lemah, kehilangan kesadaran

Gejala hipoglikemia berupa berkeringat dan pucat sangat jarang dijumpai pada balita gizi burukDi unit pelayanan kesehatan yang tidak ada fasilitas pemeriksaan kadar glukosa darah, setiap balita gizi buruk yang datang harus dianggap mengalami hipoglikemia segera rawat/tangani sesuai tatalaksana hipoglikemia(Buku II: Petunjuk Teknis Tatalaksana Gizi Buruk, tahun 2005, hal.3)4Atasi HipoglikemiaTANDAMENGATASISadar ( tidak letargi)Beri larutan glukosa 10% atau larutan gula pasir 10% secara oral atau NGT (bolus) sebanyak 50 mlTidak sadar (letargi)Beri larutan glukosa 10% scr iv (bolus) 5 ml/kgBB selanjutnya beri larutan glukosa 10% atau larutan gula pasir 10% scr oral/NGT(bolus) sebanyak 50 ml Renjatan (syok)Beri cairan iv berupa RL dan dextrose/glukosa 10% dengan perbandingan 1:1 sebanyak 15 ml/kgBB selama 1 jam pertama atau 5 tetes/menit/kgBB selanjutnya beri larutan glukosa 10% iv bolus sebanyak 5ml/kgBB *) 5 gram gula pasir (= 1 sendok teh munjung) + air matang s/d 50 ml (Buku II: Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, tahun 2005, hal. 3)HipotermiaSuhu aksiler < 36,5 C (ukur selama 5 menit) Biasanya terjadi bersama-sama dgn hipoglikemia Hipotermia + hipoglikemia : merupakan tanda dari adanya infeksi sistemik serius terapi u/ ketiganyaHipotermia + hipoglikemia + infeksi, Cadangan energi balita gizi buruk sangat terbatas tidak mampu memproduksi panas utk mempertahankan suhu tubuhPertahankan suhu tubuh balita gizi buruk dengan cara menyelimuti tubuhnya dengan baik. Tindakan menghangatkan tubuh = usaha penghematan penggunaan cadangan energi.

Buku II: Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, tahun 2005, hal. 4Atasi Hipotermia

Atasi Hipotermia

Dehidrasi

Atasi DehidrasiJangan gunakan infus untuk rehidrasi, kecuali pada kasus dehidrasi berat dengan syokBeri ReSoMal secara oral atau mll NGT, lakukan lebih lambatBeri 5 ml/kgBB tiap 30 menit untuk 2 jam pertamaStelah 2 jam, berikan ReSoMal 5-10 ml/kgBB/jam selang-seling dengan F-75 dengan jumlah yg sama, setiap jam selama 10 jamBeri ReSoMal secara teratur tiap 2 jamJika masih diare, bei ReSoMal tiap kali diare untuk usia < 1 tahun= 50- 100 ml tiap BAB, usia >=1 th : 100-200 ml tiap BAB Atasi Dehidrasi (pemantauan)Tiap jam selama 2 jam pertama, kemudian tiap jam sampai 10 jam berikutnyaPeriksa frekuensi napas, nadi, miksi, BAB, muntahSelama proses rehidrasi, frek napas dan nadi menurun dan kembalinya air mata, mulut basah, cekung mata berkurang, turgor kulit membaik, TAPI anak gizi buruk seringkali tidak memperlihatkan gejala tersebut sehingga PENTING untuk pantau BB.Jika ditemukan tanda kelebihan cairan hentikan pemberian ReSoMal, segera lakukan penilaian ulang setelah 1 jam. Memperbaiki Gangguan Keseimbangan Elektrolit

Atasi Infeksi

Atasi Defisiensi zat gizi mikro

TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT GANGGUAN PADA MATA AKIBAT DEFISIENSI VITAMIN A

SISTEM SKORING

Alur Tatalaksana TB Anak

Pemberian Makan Awal

F-75

F-100

Pemberian MakanKebutuhan energi : 80-220kkal/kgBB/hrKebutuhan protein : 1-4gr/kgBB/hrPemberian suplemen vitamin dan mineral khususJumlah cairan : 130-200ml/kgBB/hrBila edema berat (+++) cairan 100ml/kgBB/hrKriteria edema :+ : edema tangan dan kaki++ : edema tungkai dan lengan+++: edema seluruh tubuh (wajah dan perut)

34Pemberian dapat peroral atau mll pipa nasogastrikPorsi makanan kecil dg frekuensi seringMakanan fase stabilisasi harus hipoosmolar, rendah laktosa dan rendah serat ASI sampai umur 2 tahunMakanan padat diberikan pada fase rehabilitasi dan berdasrkan BB, yaitu :BB