TAKHRIJ DAN PENJELASAN BULUGHUL MAROM nbsp; oleh Imam Al’ijli dalam kitab...

Click here to load reader

download TAKHRIJ DAN PENJELASAN BULUGHUL MAROM nbsp; oleh Imam Al’ijli dalam kitab ma’rifatus tsiqot (no. 762), Imam Mufadhol bin Ghosan Al Gholabi berkata : â€Ia (shofwan)

of 32

  • date post

    31-Jan-2018
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of TAKHRIJ DAN PENJELASAN BULUGHUL MAROM nbsp; oleh Imam Al’ijli dalam kitab...

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    1

    TAKHRIJ DAN

    PENJELASAN

    BULUGHUL

    MAROM

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    2

    KITAB THOHAROH (BERSUCI)

    :Syaroh

    Kitab : Masdar dari Kataba yaktubu Kitaban Kitabatan

    katban dan susunan hurufnya berkisar pada makna

    Pengumpulan. Dinamakan Al Kitab sebagai kitab

    dikarenakan ia mengumpulkan sesuatu yang diletakkan

    padanya (diringkas dari Kitab Fathul Majid)

    Thoharoh : Secara bahasa adalah ungkapan dari kebersihan,

    sedangkan menurut istilah Syari ungkapan dari mencuci

    anggota (tubuh) tertentu dengan sifat yang tertentu.

    (Tarifat Al Jurjani 1/45)

    Bab Miyah (Air-Air)

    Syaroh :

    Bab : Sesuatu yang keluar dan masuk darinya (Subulus Salam 1/18)

    Miyah : Jamak dari air, asalnya Mawahun, oleh karenanya

    dinampakkan huruf Ha pada jamaknya. Miyah yaitu jenis

    yang terdapat pada yang sedikit maupun yang banyak.

    Dan tidaklah ia dijamak melainkan karena terdapat

    perbedaan jenis-jenisnya ditinjau dari hukum syari

    padanya. Ada jenis (air) yang dilarang menggunakannya,

    ada pula yang dimakruhkan. dan mengenai perbedaan

    kesucian pada sebagian air, seperti air laut, telah dinukil

    oleh Pensyaroh tentang hal ini dari Ibnu Umar

    Rodhiyallohu anhu dan Ibnu Amr Rodhiyallohu anhu

    (Subulus Salam 1/18)

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    3

    1 : !" #$ %&

    '()$ ) :+,- &./0$ & , 22 - /3')$ (%567)$ 89 ,$ %:);#$ 5( < ,

    =2$ 5>?9 '@'"ABC- [pasal Tentang Air Laut]

    Terjemahan :

    1. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu anhu ia berkata : Rosululloh sholollohu alaihi

    wa salam bersabda tentang air laut : Ia suci airnya dan halal bangkainya.

    Dikeluarkan oleh imam yang empat, Ibnu Abi Syaibah dan lafadz hadist ini

    adalah dari beliau, dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi.

    Takhrij Hadits :

    Hadits Abu Huroiroh Rodhiyallohu anhu ini memiliki beberapa jalan dan

    memiliki beberapa syawahid dari para sahabat lainnya. Jalan-jalannya

    sebagai berikut :

    1. dari Imam Malik bin Anas dari Shofwaan bin Sulaim dari Said bin

    Salamah dari Al Mughiroh bin Abi Burdah Ia mendengar Abu

    Huroiroh Rodhiyallohu anhu berkata : Datang seorang laki-laki

    kepada Rosululloh sholollohu alaihi wa salam, lalu bertanya : Ya

    Rosululloh kami biasa mengarungi lautan dan kami membawa sedikit air,

    apabila kami berwudhu dengannya kami kehausan, apakah kami boleh

    berwudhu dengan (air laut), maka Rosululloh sholollohu alaihi wa salam

    menjawab : seperti hadits diatas

    Takhrij Hadits : Hadits ini dikeluarkan oleh, Imam Abu Dawud dalam

    Sunannya (no. 83), Imam Nasai dalam Sunan Kubronya (no. 58 &

    4862) dan Sunan Sughronya (no. 59 & 332), Imam Tirmidzi dalam

    Sunannya (no. 69), Imam Ibnu Majah dalam Sunannya (no. 386), Imam

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    4

    Ibnu Khuzaimah (no. 112), Imam Malik dalam Muwathonya (no. 42),

    Imam SyafiI dalam Musnadnya (no. 1), Imam Ahmad dalam Musnadnya

    (no. 7232, 8720, ), Imam Darimi dalam Sunannya (no. 754 & 2063),

    Imam Ibnu Abi Syaibah (1/154), Imam Ibnu Khuzaimah dalam

    shohihnya (no. 111), Imam Al Hakim dalam Mustadroknya (no. 448),

    Imam Ibnu Hibban dalam Shohihnya (no. 1269& 5348), Imam Al

    Baghowi dalam Tafsirnya (3/101) & Syarhus Sunnah (1/220), Imam Al

    Baihaqi dalam Sunannya (no. 1 & 19438) & Marifatul Atsar (no. 105

    &5820), Imam Thohawi dalam Musykilah atsar (no. 3397), Imam

    Daruquthni dalam Sunannya (no. 83), Imam Ibnul Jarud dalam

    Muntaqhonya (no. 43), Imam Ibnul Mundzir dalam Ausathnya (no.

    1550), Imam Al Uqoily dalam Ad Dhuafaaul Kabir (no. 701), Imam Al

    Qosim bin Salam dalam At Thohur (no. 210).

    Biografi Perowi Hadits : Imam Malik bin Anas (93-179 H) adalah

    Imam Darul Hijroh (kota Madinah), Imam yang sangat masyhur dengan

    agama dan haditsnya, memliki kitab Muwatho yang terkenal dalam

    bidang hadits. Abu Abdillah atau Abul Harits Shofwaan bin Sulaim

    (60-132 H), seorang ulama Madinah ditsiqohkan oleh Imam Ibnu

    Uyainah (Tarikh Kabir Bukhori no. 2930), ditsiqohkan Imam Abu Hatim dan

    Imam Ahmad bin Hambal, Imam Yahya bin Said Al Qothon berkata :

    Shofwaan bin Sulaim lebih saya sukai dari Zaid bin Aslam (Zaid ulama

    yang tsiqoh-pent) (lihat Jarh wa tadil Ibnu Abi Hatim no. 1858), ditsiqohkan

    oleh Imam Alijli dalam kitab marifatus tsiqot (no. 762), Imam Mufadhol

    bin Ghosan Al Gholabi berkata : Ia (shofwan) berkata dengan qodar

    (tertuduh memiliki pemikiran qodariyah) (lihat Tahdzibul Kamal Al Mizzi).

    Said bin Salamah Al Makhzumi dari Bani Al Azroq, ditsiqohkan oleh

    Imam Ibnu Hibban dalam Ats-Tsiqot (6/364), begitu juga Imam NasaI

    mentsiqohkannya (lihat Tahdizbut Tahzdib no. 67), Imam SyafiI

    berkata : dalam sanad hadits ini ada orang yang saya tidak

    mengetahuinya, Imam Al Baihaqi berkata mungkin yang dimaksud

    adalah Said bin Salamah atau Al Mughiroh bin Abi Burdah atau

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    5

    keduanya (lihat sunan Baihaqi no. 2 dan Talkhisul khobir Ibnu Hajar no. 1), hal

    senada juga diungkapkan oleh Imam Dzahabi dalam taliq nya terhadap

    Mustadrok Hakim (no. 498). Beliau ditsiqohkan oleh Imam NasaI dan

    Imam Ibnu Hibban yang membuat rowi ini bisa dijadikan hujjah

    haditsnya (lihat tahdzibul kamal dan Tahdzibut tahdzib). Al Mughiroh bin Abi

    Burdah (w. >100 H) ada yang mengatakan namanya Ibnu Abdulloh

    bin Al Mughiroh bin Abi Burdah ada yang mengatakan lagi namanya

    adalah Abdulloh bin Al Mughiroh bin Abi Burdah, telah berlalu penilaian

    Majhul dari Imam SyafiI, dan yang benar beliau tidak majhul

    dikarenakan sejumlah rowi tsiqoh meriwayatkannya dan dalam Tarikh

    Yaqub bin Sufyan dari Yahya bin Bukair dari Al Laits ia berkata : pada

    tahun seratus Al Mughiroh bin Abi Burdah berangkat menjadi tentara

    perang ke Afrika, Berkata Abdulloh bin Abi Sholih : saya bersama Al

    Mughiroh pada peperangan di konstatinopel, dan beliau adalah seorang

    yang banyak shodaqoh, setiap orang yang meminta tidak pernah ditolak,

    Bahkan Imam Ali bin Madini memastikan bahwa Al Mughiroh bin Abi

    Burdah dari Bani Abdud Daar mendengar dari Abu Huroiroh dan tidaklah

    ia mendengar darinya kecuali hadits ini. Imam Abu Dawud pun

    menilainya : Maruf (dikenal), kemudian beliau juga mendapatkan

    penilaian tsiqoh dari Imam NasaI dan Imam Ibnu Hibban (lihat Tahdzibul

    kamal serta Tahdzibut Tahdzib). Abu Huroiroh Rodhiyallohu anhu (w. 57

    H atau 58 H atau 59 H dalam usia 78 th) salah seorang ulamanya

    Sahabat, para ulama berselisih tentang nama asli beliau, Imam

    Muhammad bin Saad meriwayatkan dari Ibnu Ishaq Ia berkata : Nama

    Abu Huroiroh adalah Abdurokhman bin Shokhr hal inilah yang dipegangi

    oleh beberapa ulama yang menulis kitab tentang nama-nama dan

    Kunyah. Sebab Beliau dikunyahi dengan Abu Huroiroh menurut

    penuturun beliau sendiri karena pada suatu hari beliau membawa seekor

    anak kucing (hirroh) di lengan bajunya, lalu Rosululloh sholollohu alaihi

    wa salam melihatnya dan berkata kepadanya : Apa itu? beliau

    Rodhiyallohu anhu pun menjawab : Hirroh, lalu Nabi sholollohu alaihi

  • Disusun : Abu Said Neno Triyono www.ikhwahmedia.wordpress.com

    Robiul Awal 1433 H Cetakan 1

    6

    wa salam berkata lagi : Ya Abu Huroiroh (lihat Al Isytiab ibnu Abdil Bar 2/70).

    Hal inilah yang menyebabkan beliau memakai nama kunyah ini, seorang

    Muslim manakah yang tidak bangga menggunakan nama yang diberikan

    oleh kekasihnya yang mulia Nabi sholollohu alaihi wa salam. Beliau

    Rodhiyallohu anhu masuk Islam pada peperangan Khoibar dan setelah

    masuk Islam senantiasa bersama Rosululloh sholollohu alaihi wa salam

    berguru kepadanya sampai Beliau sholollohu alaihi wa salam wafat, oleh

    karena itu tidak mengherankan kalau beliau adalah sahabat nomer satu

    yang paling banyak meriwayatkan hadits.

    Kedudukan Hadits : Hadits ini shohih dan dishohihkan oleh sejumlah

    ulama hadits diantaranya yaitu : Imam Bukhori sebagaimana diceritakan

    oleh Imam Tirmdzi, berkata Imam Tirmidzi : saya bertanya kepada

    Muhammad bin Ismail Al Bukhori tentang hadits ini, Beliau berkata :

    Hadits Shohih. (Subulus Salam 1/20). Kemudian Imam Tirmidzi sendiri

    setelah meriwayatkan hadits ini berkata : Ini adalah Hadits Hasan

    Shohih. Imam Ibnu Khuzaimah beliau memasukkan hadits ini dalam

    shohihnya, Imam Ibnu Abdil Bar, Imam Mundziri, Imam Ibnu Mandah,

    dan Imam Al Baghowi (lihat Talkhis Khabir 1/10), Syaikh Albani dalam

    beberapa kitabnya, Syaikh Musthofa Al Adzami dalam taliqnya terhadap

    Shohih Ibnu Khuzaimah, Syaikh Syuaib Arnauth dalam taliqnya

    terhadap Musnad Ahmad, dan sederet para ulama lainnya.

    Sebagian ulama menyebutkan bahwa hadits ini memiliki 2 illat (cacat)

    yaitu idhtirob (kegoncangan) pada sanadnya dan adanya rowi yang

    majhul pada sanad ini . adapun yang pertama yaitu kegoncangan sanad

    dapat kita lihat ketika kita kumpulkan jalan-jalan haditsnya sebaga