Struktur Dan Mekanisme Kerja Otot

Click here to load reader

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    104
  • download

    2

Embed Size (px)

description

thanks

Transcript of Struktur Dan Mekanisme Kerja Otot

Struktur dan Mekanisme Kerja Otot

Struktur dan Mekanisme Kerja Otot serta TulangPriskila Regina Maria

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana

102011281

Email : [email protected]

Pendahuluan

Kerangka manusia terdiri dari kedua tulang menyatu dan didukung oleh tendon, otot dan ligamen ( pita jaringan ikat dimana dua atau lebih tulang ditempatkan bersama-sama dengan satu sama lain pada sendi ). Tulang dan otot merupakan jaringan yang paling banyak mengisi tubuh manusia. Tulang merupakan jaringan tubuh yang berfungsi untuk menopang tubuh dan bagian-bagiannya. Otot berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Ada yang untuk menggerakkan tulang dan sendi, ada yang untuk menggerakkan organ tubuh, dan ada yang khusus untuk memompa darah di jantung.

Tungkai merupakan bagian dari anatomi dari kerangka tubuh manusia. Tungkai ( tungkai atas dan tungkai bawah ) terdiri dari beberapa tulang dan otot yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Apabila mekanisme kerja dari keduanya tidak berjalan dengan semestinya, dapat menimbulkan gangguan pada kinerja organ tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas struktur otot dan tulang pada tungkai, baik tungkai atas maupun tungkai bawah secara makroskopis dan mikroskopis. Selain itu, juga akan dibahas mekanisme kerja otot yang mencakup kontraksi otot, relaksasi otot, penyediaan energi, penimbunan asam laktat serta kelelahan otot.Diskusi

1. Struktur Tulang dan Otot pada TungkaiTungkai adalah bagian kaki yang memanjang dari bagian atas paha ke telapak kaki. Tungkai dibagi menjadi dua bagian, yaitu tungkai atas dan tungkai bawah. Tungkai atas adalah paha (dari sesudah lutut sampai pangkal paha). Sedangkan tungkai bawah adalah bagian kaki dari lutut ke bawah.A. Secara Makroskopis ( Anatomi )

Tungkai bawah secara anatomis, bagian proksimal dari tungkai bawah antara girdle pelvis dan lutut adalah paha: bagian antara lutut dan pergelangan kaki adalah tungkai.Tulang

a) Femur, bahasa latin yang berarti paha adalah tulang terpanjang, terkuat, dan terberat dari semua tulang pada rangka tubuh.

Ujung proksimal femur memiliki kepala yang membulat untuk berartikulasi dengan asetabulum. Permukaan lembut dari bagian kepala mengalami depresi. Fovea kapitis, untuk tempat perlekatan ligamen yang menyangga kepala tulang agar tetap di tempatnya dan membawa pembuluh darah ke kepala tersebut.

Femur tidak berada pada garis vertikal tubuh. Kepala femur masuk dengan pas ke asetabulum untuk membentuk sudut sekita 125o dari bagian leher femur; dengan demikian, batang tulang pada dapat bergerak bebas tanpa terhalang pelvis saat paha bergerak. Sudut femoral pada wanita biasanya lebih miring (kurang dari 125o) karena pelvis lebih lebar dan femur lebih pendek. Gambar 1. Femur tampak posterior. Sumber:Gambar 2. Femur tampak anterior. Sumber: www.doctorology.net

www.doctoroly.net Di bawah bagian kepala yang tirus adalah bagian leher yang tebal, yang terus memanjang sebagai batang. Garis interokanter pada permukaan anterior dan krista interokanter di permukaan posterior tulang membatasi bagian leher dan bagian batang. Ujung atas batang memiliki dua prossesus yang menonjol, trokanter besar dan trokanter kecil, sebagai tempat perlekatan otot untuk menggerakkan persendian panggul. Bagian batang permukaannya halus dan memiliki satu tanda saja, linea aspera yaitu lekuk kasar perlekatan beberapa otot. Ujung bawah batang melebar ke dalam kondilus medial dan kondilus lateral. Pada permukaan posterior, dua kondilus tersebut membesar dengan fosa interkondilar yang terletak di antara keduanya. Area tringular di atas fosa interkondilar disebut permukaan popliteal. Pada permukaan anterior, epikondilus medial dan lateral berada di atas dua kondilus besar. Permukaan artikular halus yang terdapat di antara kedua kondilus adalah permukaan patelar, yang berbentuk konkaf untuk menerima patela (tempurung lutut).

b) Tulang tungkai adalah tulang tibia medial dan fibula lateral.

Tibia adalah tulang medial yang besar; tulang ini membagi berat tubuh dari femur ke bagian kaki.

Bagian kepala tulang tibia melebar ke kondilus medial dan lateral, yang berbentuk konkaf untuk beratikulasi dengan kondilus femoral. Kartilago pipih berbentuk baji, kartilago semilunar (meniskus) medial dan lateral (meniskus), berada di pinggir kondilus untuk memperdalam permukaan artikular. Tonjolan interkondilar terletak antara dua kondilus. Kondilus lateral menonjol untuk membentuk faset fibular, yang menerima bagian kepala fibula. Tuberisitas tibial, yang berfungsi untuk tempat perletakan ligamen patela, menonjol pada permukaan anterior diantara dua kondilus. Krista tibial (anterior), lebih umum disebut tulang kering, adalah punggung batang tulang dengan permukaan anterior yang tajam dan melengkung ke bawah. Ujung bawah tibia melebar untuk berartikulasi dengan tulang talus pergelangan kaki. Maleolus medial adalan tonjolan yang membentuk benjolan (mata kaki) pada sisi medial pergelangan kaki.

Gambar 3. Tibia dan fibula. Sumber : http://homepage.mac.com

Fibula adalah tulang yang paling ramping dalam tubuh, panjangnya proporsional, dan tidak turut menopang berat tubuh, panjangnya tulang ini adalah untuk menambah area yang tersedia sebagai tempat perlekatan otot pada tungkai. Bagian kepala fibula berartikulasi dengan faset fibular di bawah bagian kondilus lateral tulang fibula. Ujung bawah batang beratikulasi secara medial dengan taktik fibular pada tulang tibia, dan memanjang ke arah lateral menjadi maleolus lateral, yang seperti maleolus tibia lateral, dapat diraba di pergelangan kaki. c) Pergelangan kaki dan kaki tersusun dari 26 tulang yang teratur dalam tiga rangkaian. Tulang tarsal menyerupai tulang karpal pergelangan tangan, tetapi berukuran lebih besar; tulang metatarsal juga menyerupai tulang metakarpal tangan, dan falang pada jari kaki juga menyerupai falang dari jari tangan.

Ada tujuh tulang tarsal

Tulang talus beratikulasi dengan maleolus media tibia dan maleolus lateral fibula untuk membentuk persendian pergelangan kaki. Oleh karena itu, bagian ini menopang seluruh berat tungkai, yang tersebar ke bawah ke arah tumit dan setengah lagi ke depan pada tulang-tulang pembentuk lengkung kaki.

Tulang kalkaneus terletak di bawah talus dan menonjol di belakang talus menjadi tulang utmit. Tulang ini menopang talusa dan merendam goncangan saat tumit menginjak tanah.

Tulang navikular memiliki permukaan posterior terbentuk konkaf untuk beratikulasi dengan talus dan permukaan anterior berbentuk konveks untuk berartikulasi dengan tiga tulang tarsal.

Ketiga tulang kuniform yang terbentuk baji, diberi nomor dari sisi medial ke sisi lateral, sebagai kuniform pertama, kedua dan ketiga. Masing-masing tulang berartikulasi dengan tulang tarsal bernomor sama; tulang kuniform ketiga juga berartikulasi dengan tulang tarsal ketujuh, yaitu tulang kuboid. Tulang kuniform ini membentuk arkus transversa yang terdapat di bawah permukaan kaki.

Tulang kuboid berartikulasi di sisi anterior dengan tulang metatarsal keempat dan kelima. Disisi posterior, tulang ini beratikulasi dengan kalkaneus.

Gambar 4. Anatomi kaki. Sumber : http://sasanachildcare.files.wordpress.com

Telapak kaki dan arkus longitudinal terbentuk dari lima tulang metatarsal yang ramping. Setiap metatarsal memiliki bagian dasar, batang, dan bagian kepala.

Tulang-tulang metatarsal dikenali dengan urutan nomor dari satu sampai lima, mulai dari sisi medial ke ibu jari kaki. Bagian dasar metatarsal berartikulasi dengan tarsal. Bagian kepalanya beratikulasi dengan falang. Bagian kepala dari dua metatarsal pertama membentuk tumit kaki. Bagian kepala metatarsal pertama memiliki dua tulang sesamoid yang melekat pada permukaan planarnya. Ke-14 falang pada jari-jari kaki, seperti halnya jari tangan, tersusun dalam barisan proksimal, medial, dan distal, ibu jari kaki hanya memiliki falang proksimal dan distal. 2Otot

Otot tungkai semuanya melekat pada kaki dan jari-jari kaki dengan perantara tendon (urat-urat panjang), yang semuanya diikat didaerah pergelangan kaki. Terdapat tendo yang terbesar yaitu tendo akhiles. Otot yang terdapat di tungkai :

Otot tungkai atas (paha) adalah otot yang menggerakkan tungkai dan persendian lutut, terdiri dari :

a) Otot anterior

Kuadriseps tungkai adalah otot berdaging yang sangat besar yang melapisi bagian depan dan samping paha serta tersusun dari empat otot terpisah (rektus tungkai, vastus lateralis, vastus medialis, dan vastus intermedius) yang sama-sama memiliki tendon insersi besar, tendon patelar, yang terdiri dari patela (tempurung lutut yang memanjang sampai ke tibia. Kuadriseps tungkai adalah otot ekstensor yang besar pada tungkai dan penting untuk memanjat dan berlari.

Rektus tungkai : bagian tengah di depan paha anterior; merentang dari pelvis bagaian bawah melewati persendian femur dan panggul menuju tibia anterior. Vastus lateralis : Otot terbesar dari keempat vastus lainnya, terletak di sisi lateral paha; merentang dari sisi proksimal paha ke sisi superior tibia. Vastus medialis : Otot tebal yang terletak pada permukaan medial paha; membentuk tonjolan yang besar di sisi inferior medial paha. Vastus intermedius : Terletak pada bagian anterior tulang femur di antara vastus lateralis dan vastus medialis, lebih dalam dari rektus tungkai. Sartorius : Otot superfisial yang panjang berbentuk pita yang berasal dari bagian atas sisi lateral pelvis, melewati paha secara melintang dan berdesenden ke lutut; otot terpanjang dalam tubuh. Grasilis : Otot superfisial tipis yang panjang pada paha bagian dalam, terletak di antara sisi medial bawah pelvis dan sisi medial atas (tibia).b) Otot posterior

Urat paha adalah tiga otot di bagian belakang paha : biseps fem