Struktur Dan Mekanisme Kerja Jantung

Click here to load reader

  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    410
  • download

    93

Embed Size (px)

description

pbl blok 8

Transcript of Struktur Dan Mekanisme Kerja Jantung

Struktur dan Mekanisme Kerja JantungReynaldi Sanjaya Iskandar102013274/B6Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna No.6 Kebon Jeruk Jakarta Barat(021-56942061)[email protected]

AbstrakJantung adalah organ pertama yang fungsional dalam perkembangan. Jantung merupakan organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga thorax, serta berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Dalam hal nyeri di bagian dada kiri hingga seseorang tidak bisa beraktivitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dengan mengetahui struktur jantung yang normal, menjadi dasar untuk mengetahui mekanisme kerja dari jantung. Mekanisme itu sendiri berkaitan dengan aktivitas kelistrikan yang terjadi di jantung dan bagaimana siklus jantung. Bila melihat seseorang yang mengalami pembengkakan pada tungkainya tersebut, berhubungan dengan edema yang terjadi di jantung itu sendiri.Kata Kunci: jantung, edema, enzim jantung.

AbstractThe heart is the first functional organ in the development. The heart is a hollow organ and have four spaces located between the lungs in the middle of the thoracic cavity, as well as the size of a fist owner. In the case of pain in the left chest until someone can not move, there are a few things to note. By knowing the structure of a normal heart is the basis to determine the mechanism of action of the heart. The mechanism itself is related to electrical activity that occurs in the heart and how the heart cycle. When you see someone who is swelling on their legs, associated with referred pain that occurs in the heart itself as well.Key Words: heart, edema, cardiac enzymes.

Pendahuluan Jantung adalah organ pertama yang fungsional dalam perkembangan. Jantung merupakan organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga thorax, serta berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Seperti yang kita ketahui, anatomi, histologi, fisiologi, dan biokimia merupakan cabang ilmu yang saling berkaitan mempelajari hubungan struktur, fungsi, dan mekanismenya. Dalam makalah ini, penulis akan membahas kaitan ilmu di atas dengan organ jantung (cor). Untuk memahaminya, perlu diketahui konsep dasar struktur dan mekanisme kerja jantung, serta enzim yang berperan dalam jantung.

Struktur Jantung MakroanatomiPericardium Pericardium terdiri dari komponen fibrosa dan serosa (lihat gambar 1). Pericardium fibrosa adalah lapisan kuat yang menyelimuti jantung. Lapisan ini bergabung dengan pangkal pembuluh besar di atasnya dan dengan tendon sentral diafragma di bawahnya. Sedangkan pericardium serosa merupakan permukaan halus sebagai bantalan bagi jantung. Pericardium serosa melapisi pericardium fibrosa (lapisan parietalis) dan pada pangkal pembuluh darah membalik untuk menutupi permukaan jantung (lapisan viseralis). Bangunan yang terdapat pada pericardium, yaitu:11. Sinus transversus pericardii: Terletak antara aorta ascendens dan truncus pulmonalis.2. Sinus obliquus pericardii: Terletak diantara v. cava superior, v. cava inferior, dan vv. pulmonalis.3. Cavitas pericardii: Merupakan ruangan yang berisi cairan dan terletak diantara pericardium parietalis dan pericardium viseralis.Perdarahan pericardium berasal dari cabang-cabang pericardiacophrenicus dan a. thoracica interna. Pericardium fibrosa dan lapisan parietalis dari pericardium serosa dipersarafi oleh n. phrenicus.1

Gambar 1. Pericardium2Dinding Jantung Dinding jantung tersusun atas epicardium yaitu otot di bagian luar yang terbungkus oleh pericardium serosum, miocardium, dan di bagian dalam yang diliputi oleh selapis endotel yang disebut endocardium.3 Lihat gambar 2.

Gambar 2. Dinding Jantung2 Bagian atrium relatif mempunyai dinding yang tipis dan dibagi dua oleh septum interatriale menjadi atrium dextrum dan atrium sinistrum. Septum berjalan dari dinding anterior jantung menuju ke belakang dan kanan. Bagian ventrikel jantung mempunyai dinding yang tebal dan dibagi dua oleh septum ventriculare (interventriculare) menjadi ventriculus dexter dan ventriculus sinister. Septum terletak miring, dengan satu permukaan menghadap ke depan dan kanan serta permukaan lainnya menghadap ke belakang dan kiri. Posisinya diidentifikasi pada permukaan jantung sebagai sulcus interventricularis anterior dan posterior. Bagian bawah septum tebal dan dibentuk oleh otot. Bagian atas septum lebih kecil, tipis, membranosa, dan terikat pada rangka fibrosa.3

Ruang-ruang Jantung Jantung merupakan organ yang terletak diantara kedua paru dengan berat kurang lebih 230-350 gram. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang, yaitu atrium dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister. Atrium dextrum terletak anterior terhadap atrium sinistrum dan ventriculus dexter anterior terhadap ventriculus sinister.3 Atrium Dextrum Atrium dextrum terletak di bagian ventrosuperior dan terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil yaitu auricula. Pada permukaan jantung, di tempat pertemuan atrium kanan dan auricula kanan terdapat sebuah sulcus vertikal yaitu sulcus terminalis, yang pada permukaan dalamnya berbentuk rigi yang disebut crista terminalis. Bagian atrium di anterior rigi berdinding kasar atau trabekulasi oleh karena tersusun atas berkas serabut-serabut otot yaitu musculi pectinati, yang berjalan dari crista terminalis ke auricula dextra.3 Vena cava superior bermuara ke dalam bagian atas atrium dextrum, muara ini tidak mempunyai katup. Vena cava superior mengembalikan darah ke jantung dari setengah bagian atas tubuh. Vena cava inferior bermuara ke bagian bawah atrium dextrum. Vena cava inferior juga mengembalikan darah ke jantung dari setengah bagian bawah tubuh.3 Sinus coronarius yang mengalirkan sebagian besar darah dari dinding jantung bermuara ke dalam atrium dextrum, di antara vena cava inferior dan ostium atrioventriculare dextrum. Ostium atrioventriculare dextrum terletak anterior terhadap muara vena cava inferior dan dilindungi oleh valva tricuspidalis.3 Banyak vena-vena kecil yang juga mengalirkan darah dari dinding jantung yang bermuara langsung ke dalam atrium dextrum.3 Untuk lebih jelasnya bagian tersebut dapat kita lihat pada gambar 3 dibawah ini.

Gambar 3. Atrium Dextrum4

Ventriculus Dexter Ventriculus dexter berada pada sebagian besar facies sternocostalis dan berhubungan dengan atrium dexter melalui ostium atrioventriculare dextrum serta dengan truncus pulmonalis melalui ostium trunci pulmonalis. Waktu rongga mendekati ostium trunci pulmonalis bentuknya berubah menjadi seperti corong, tempat ini disebut infundibulum.3 Dinding ventriculus dexter jauh lebih tebal dibandingkan dengan atrium dextrum dan menunjukkan beberapa rigi menonjol ke dalam, yang dibentuk oleh berkas-berkas otot. Rigi-rigi yang menonjol ini menyebabkan dinding ventrikel terlihat seperti busa dan dikenal sebagai trabeculae carneae. Trabecula carneae terdiri atas tiga jenis. Jenis pertama terdiri atas musculi papillares, yang menonjol ke dalam, melekat melalui basisnya pada dinding ventrikel, dan bebas pada bagian tengahnya. Salah satu di antaranya adalah trabecula septomarginalis, menyilang rongga ventrikel dari septa ke dinding anterior. Trabecula septomarginalis ini membawa fasciculus atriventricularis crus dextrum yang merupakan bagian dari sistem konduksi jantung. Jenis ketiga hanya terdiri atas rigi-rigi yang menonjol.3 Bagian-bagian pada ventriculus dexter dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini.

Gambar 4. Ventriculus Dexter5

Atrium Sinistrum Atrium sinistrum letaknya pada dorsosuperior. Sama seperti atrium dextrum, atrium sinistrum terdiri atas rongga utama dan auricula sinistra. Di belakang atrium sinistrum terdapat sinus obliquus pericardii serosum dan pericardium fibrosum memisahkannya dari oesophagus. Bagian dalam atrium sinistrum licin, tetapi auricula sinistra mempunyai rigi-rigi otot seperti pada auricula dextra.3 Terdapat venae pulmonales dari paru-paru yang bermuara pada dinding posterior dan tidak mempunyai katup. Lihat gambar 5.

Gambar 5. Atrium Sinistrum6

Ventriculus Sinister Ventriculus sinister berhubungan dengan atrium sinistrum melalui ostium atrioventriculare sinistrum dan dengan aorta melalui ostium aortae. Dinding ventriculus sinister tiga kali lebih tebal daripada dinding ventriculus dexter. Pada penampang melintang, ventriculus sinister berbentuk sirkular, yaitu ventriculus dexter kresentik (bulan sabit) karena penonjolan septum interventriculare ke dalam rongga ventriculus dexter. Terdapat trabeculae carneae yang berkembang baik, dua buah musculi papillares yang besar, tetapi tidak terdapat trabecula septomarginalis. Bagian ventrikel di bawah ostium aortae disebut vestibulum aortae.3 Lihat gambar 6.

Gambar 6. Ventriculus Sinister5

Katup Jantung Valva tricuspidalis (lihat gambar 7) melindungi ostium atrioventriculare dan terdiri atas tiga cuspis yang dibentuk oleh lipatan endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa yang meliputinya: cuspis anterior, septalis, dan inferior (posterior) (lihat gambar 8). Cuspis anterior terletak di anterior, cuspis septalis terletak berhadapan dengan septum intraventriculare dan cuspis inferior atau posterior terletak di inferior. Basis cuspis melekat pada cincin fibrosa rangka jantung, sedangkan ujung bebas dan permukaan ventrikularnya dilekatkan pada chorda tendineae. Chorda tendineae menghubungkan cuspis dengan musculi papilares. Bila ventrikel berkontraksi, musculi papilares berkontraksi dan mencegah agar cuspis tidak terdorong masuk ke dalam atrium dan terbalik waktu tekanan intraventrikular meningkat. Untuk membantu proses ini, chordae tendineae dari satu musculus papilaris dihubungkan dengan dua cuspis yang berdekatan.3 Valva trunci pulmonalis (lihat gambar 7) m