Struktur Dan Mekanisme Kerja Jantung

Click here to load reader

  • date post

    27-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ok

Transcript of Struktur Dan Mekanisme Kerja Jantung

Struktur dan Mekanisme Kerja JantungAlvin Setiawan102013364/ D2Email : [email protected] Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Arjuna Utara no.6 Jakarta Barat 11470

PENDAHULUAN

Pada setiap harinya darah mengalir dalam dalam tubuh kita dengan tidak hentinya meskipun ketika kita terdidur. Hal ini disebabkan karena adanya kerja jantung yang akan memompakan darah ke seluruh tubuh kita secara paralel dan continued, kecuali sepersekian detik untuk mengisi rongganya. Dikatakan juga bahwa rata-rata jantung manusia akan berkontraksi sekitar tiga miliar kali sepanjang hidup manusia. Jantung akan mempompa darah ke dalam dan melalui arteri, begitu pula dengan ventrikel ke paru, seluruh tubuh dengan melalui sistem sirkulasi pulmonalis dan sistemik.1 Tetapi jantung kiri dan kanan berfungsi secara terpisah. Jantung merupakan salah satu organ yang sangat vital bagi manusia. Karena jantung adalah awal dari manusia dapat hidup dan orang pun meyakini bahwa jantung adalah organ pertama yang berfungsi pada saat manusia dilahirkan. Beberapa faktor akan mempengaruhi kerja jantung yang salah satunya adalah tekanan. Pompa yang dilakukan jantung akan memberikan tekanan terhadap darah untuk menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan. Darah, seperti cairan lain, mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah sesuai dengan gradien tekanan yang terjadi.

Struktur Jantung Struktur makro jantung:Jantung normal dibungkus oleh perikardium terletak pada mediastinum medialis dan sebagian tertutup oleh jaringan paru. Bagian depan dibatasi oleh sternum dan iga 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga bagian jantung terletak di sebelah kiri garis media sternum. Jantung terletak diatas diafragma, miring ke depan kiri dan apeks kordis berada paling depan dari rongga dada. Apeks ini dapat diraba pada ruang sela iga 4 - 5 dekat garis medio- klavikuler kiri. Batas kranial dibentuk oleh aorta asendens, arteri pulmonal dan vena kava superior. Ukuran atrium kanan dan berat jantung tergantung pada umur, jenis kelamin, tinggi badan, lemak epikardium dan nutrisi seseorang.2Anatomi jantung dapat dibagi dalam 2 kategori, yaitu anatomi luar dan anatomi dalam (lihat gambar 1). Anatomi luar, atrium dipisahkan dari ventrikel oleh sulcus koronarius yang mengelilingi jantung. Pada sulcus ini berjalan arteri coroner kanan dan arteri cirkumflexa setelah dipercabangkan dari aorta. Bagian luar kedua ventrikel dipisahkan oleh sulcus interventrikuler anterior di sebelah depan, yang ditempati oleh arteri desendens anterior kiri, dan sulcus interventrikularis posterior disebelah belakang, yang dilewati oleh arteri desendens posterior.2,3Perikardium, adalah jaringan ikat tebal yang membungkus jantung. Perikardium terdiri dari 2 lapisan yaitu perikardium visceral (epikardium) dan perikardium parietal. Epikardium meluas sampai beberapa sentimeter di atas pangkal aorta dan arteri pulmonal. Selanjutnya jaringan ini akan berputar - lekuk (releksi) menjadi perikardium parietal, sehingga terbentuk ruang pemisah yang berisi cairan bening licin agar jantung mudah bergerak saat pemompaan darah.2,3 Kerangka jantung, jaringan ikat tersusun kompak pada bagian tengah jantung yang merupakan tempat pijakan atau landasan ventrikel, atrium dan katup - katup jantung. Bagian tengah badan jaringan ikat tersebut disebut trigonum fibrosa dekstra, yang mengikat bagian medial katup trikuspid, mitral, dan anulus aorta. Jaringan ikat padat ini meluas ke arah lateral kiri membentuk trigonum fibrosa sinistra. Perluasan kedua trigonum tersebut melingkari katup trikuspid dan mitral membentuk annuli fibrosa kordis sebagai tempat pertautan langsung otot ventrikel, atrium, katup trikuspid,dan mitral. Salah satu perluasan penting dari kerangka jantung ke dalam ventrikel adalah terbentuknya septum interventrikuler pars membranasea. Bagian septum ini juga meluas dan berhubungan dengan daun septal katup trikuspid dan sebagian dinding atrium kanan.2,3 Anatomi dalam, jantung terdiri dari empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri dipisahkan oleh septum. Atrium kanan, darah vena mengalir kedalam jantung melalui vena kava superior dan inferior masuk ke dalam atrium kanan, yang tertampung selama fase sistol ventrikel (lihat tabel 1). Secara anatomis atrium kanan terletak agak ke depan dibanding dengan ventrikel kanan atau atrium kiri. Pada bagian antero- superior atrium kanan terdapat lekukan ruang atau kantung berbentuk daun telinga disebut aurikula. Permukaan endokardium atrium kanan tidak sama; pada posterior dan septal licin dan rata, tetapi daerah lateral dan aurikula permukaannya kasar dan tersusun dari serabut - serabut otot yang berjalan paralel yang disebut otot pectinatus. Tebal rata - rata dinding atrium kanan adalah 2 mm.3 Ventrikel kanan, letak ruang ini paling depan di dalam rongga dada, yaitu tepat dibawah manubrium sterni. Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel kiri dan di medial atrium kiri. Perbedaan bentuk kedua ventrikel dapat dilihat pada potongan melintang.Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, berdinding tipis dengan tebal 4 -5 mm. Secara fungsional ventrikel kanan dapat dibagi dalam alur masuk dan alur keluar. Ruang alur masuk ventrikel kanan (right ventricular inflow tract) dibatasi oleh katup trikuspid, trabekula anterior dan dinding inferior ventrikel kanan. Sedangkan alur keluar ventrikel kanan (right ventricular outflow tract) berbentuk tabung atau corong, berdinding licin terletak dibagian superio ventrike kanan yang disebut infundibulum atau konus arteriosus. Alur masuk dan alur keluar dipisahkan oleh krista supraventrikuler yang terletak tepat di atas daun katup trikuspid.2,3 Atrium kiri, menerima darah dari empat vena pulmonal yang bermuara pada dinding postero - superior atau postero-lateral, masing-masing sepasang vena kanan dan kiri. Letak atrium kiri adalah di posterior-superior dari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus dada tidak tampak. Tebal dindingnya 3 mm, sedikit lebih tebal daripada dinding atrium kanan. Endokardiumnya licin dan otot pektinati hanya ada pada aurikelnya.2

Ventrikel kiri, berbentuk lonjong seperti telur, dimana bagian ujungnya mengarah ke antero- inferior kiri menjadi apeks kordis.Bagian dasar ventrikel tersebut adalah anulus mitral. Tebal dinding ventrikel kiri adalah 2- 3 kali lipat dinding ventrikel kanan. Tebal dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8 - 12 mm.2

Gambar 1. Struktur Makroskpois Jantung.4

Katup jantung terdiri atas 4 yaitu katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dengan ventrikel kanan, katup mitral atau bikuspid yang memisahkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri serta dua katup semilunar yaitu katup pulmonal dan katup aorta. Katup pulmonal adalah katup yang memisahkan ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis. Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta.2,3 Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom yaitu saraf simpatis dan parasimpatis. Serabut - serabut saraf simpatis mempersarafi daerah atrium dan ventrikel termasuk pembuluh darah koroner. Saraf parasimpatis terutam memberikan persarafan pada nodus sinoatrial,atrioventrikular dan serabut - serabut otot atrium, dapat pula menyebar ke ventrikel kiri.2,3

Persarafan simpatis eferen preganglionik berasal dari medulla spinalis thorakal atas, yaitu thorakal 3- 6, sebelum mencapai jantung akan melalui plexus cardialis kemudian berakhir pada ganglion servikalis superior, medial, atau inferior. Serabut post - ganglionik akan menjadi saraf cardialis untuk masuk ke dalam jantung. Persarafan parasimpatis berasal dari pusat nervus vagus di medulla oblongata; serabut - serabutnya akan bergabung dengan serabut simpatis di dalam plexus kardialis. Rangsang simpatis akan dihantar oleh asetilkolin.1,2,Pendarahan jantung, berasal dari aorta melalui dua pembuluh darah koroner utama yaitu arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri ini keluar dari sinus valsalva aorta. Arteri koroner kiri bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus sirkumflexus dan ramus interventrikularis anterior. Arteri koroner kanan bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus marginalis dan ramus interventrikularis posterior.2,3 Aliran balik dari otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner yang berjalan berdampingan dengan arteri koroner, akan masuk ke dalam atrium kanan melalui sinus koronarius. Selain itu terdapat juga vena - vena kecil yang disebut vena Thebesii, yang bermuara langsung ke dalam atrium kanan.2,3 Pembuluh limfe pada jantung terdiri dari 3 kelompok pleksus yaitu subendokardial, miokardial dan subepikardial. Penampungan cairan limfe dari kelompok pleksus yang paling besar adalah plexus subepikardial, dimana pembuluh - pembuluh limfe akan membentuk satu truncus yang berjalan sejajar dengan arteri koroner kemudian meninggalkan jantung di depan arteri pulmonal dan berakhir pada kelenjar limfe antara vena kava superior.2

Tabel 1. Perbedaan Antara Arteri, Vena, dan Kapiler.3

ARTERIVENAKAPILER

Dinding TebalTipissetebal lapisan 1 sel

Lapisan tisu ototTebalTipisTiada

LumenKecilBesarKecil

Injap TiadaAdaTiada

Arah bawah darahdari jantungke jantungMenghubungkanarteri dan vena

Jenis darahBeroksigen(kecuali arteripulmonari)Kurangoksigen(kecuali venapulmonari)Beroksigen &kurangoksigenbercampur

Tekanan darahTinggiRendahAntara arteri danvena3

Struktur Mikro Jantung

Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium dan epikardium. Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium homolog dengan tunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih dimana terdapat tight/occluding junction dan gap junc