SP RESPIRASI MODUL DASAR KELOMPOK 5 FIX.pptx

Click here to load reader

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of SP RESPIRASI MODUL DASAR KELOMPOK 5 FIX.pptx

Slide 1

Kelompok 5Tutor: dr. FannyMODUL DASARRESPIRASI

NAMA KELOMPOK

SKENARIONina, Perempuan berumur 20 tahun, bersama adiknya Tino, laki-laki berumur 17 tahun pergi ke Senayan untuk berolah raga lari pagi.Setelah berlari sekitar 200 langkah, Nina sudah lelah dan napasnya memburu (cepat dan dalam), sedangkan Tino masih dapat berlari dengan santai.Nina memang tidak biasa berolah raga dan kebetulan pagi itu ia sedang tidak enak badan, setelah beberapa hari ini banyak berkumpul dengan temannya yang menderita influenza.

KATA/KALIMAT KUNCI

Nina, perempuan 20 tahunTino, LK2 17 tahunBerolahraga lari pagiBerkumpul dengan temannya yang menderita influenzaSetelah berlari 200 langkah Nina sudah lelah dan nafasnya cepat dan dalamTino masih berlari dengan santaiNina tidak biasa berolahraga dan sedang tidak enak badanKATA SULITInfluenza adalah penyakit menular tergolong dalam kategori penyakit yang self limiting. Artinya jika tidak disertai komplikasi penyakit lain, setelah 4 - 7 hari flu akan sembuh, asalkan tubuh diberi kesempatan meningkatkan daya tahan terhadap pengaruh dari luar.

Influenza disebabkan oleh virus Influenza. Virus ini ditularkan oleh orang lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat penderita batuk atau bersin; atau melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan lendir) penderita.

PERTANYAANFisiologi dari pernapasan dan hubungannya dengan skenario?Apa hubungan keluhan pada skenario dengan berkumpul dengan temannya yang menderita influenza?Jelaskan anatomi dari pernapasan!Jelaskan histologi dari pernapasan!Mengapa setelah berlari 200 langkah Nina sudah lelah dan nafasnya cepat dan dalam?Jelaskan mengapa jarang berolah raga berhubungan dengan napasnya yang cepat dan dalam!Jelaskan fisilologi dari ventilasi, difusi, dan perfusi pada pernapasan!Jelaskan proses asam basa yang terjadi pada pernapasan!

ANATOMI PERNAFASAN

Anatomi Respiratorius

CAVUM PHARYNGISDibagi oleh palatum molle menjadi Nasopharynx Oropharynx laryngopharynx

Torus tubarius

LARYNGISCartilago thyreoidea (1)Cartilago cricoidea (1)Cartilago arytaenoidea(2)Cartilago epiglottica (1)Cartilago corniculata (2)Cartilago cuneiforme (2)

Cart.thyreoidea

Cart.cricoidea

Os hyoid

Cart.epiglottica

Cart.arytenoidea

Cart.corniculata

Cart.cricoidea

TRAKEAMerupakan pipa silider dengan panjang 11 cm, berbentuk cincin tulang rawanseperti huruf C.Bagian belakang dihubungkanolehmembran fibroelasticmenempel pada dinding depanusofagus.Dibentuk oleh cartilago & jaringan ikatTepi caudal cartilago cricoidea (setinggi VC -6) tepi cranial V Th-5Td 20 cincin cartilago, bentuk huruf U, membuka ke dorsalLumen selalu terbukaCARINA-Terletak di linea mediana kecuali bagian caudal terdesak ke kanan oleh arcus aorta-Sebelah dorsalnya terdapat oesophagus

Trakea

Bronkus

Merupakan percabangantrakheakanan dan kiri.Tempat percabangan disebutcarina.Brochuskanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengantrachea.Bronchuskanan bercabang menjadi: lobus superior, medius, inferior. Brochus kiri terdiri dari: lobus superiordaninferior

Tractus respiratorius

Otot-otot respirasi

Sistem saraf saluran nafas dan paruDilayani oleh sistem saraf otonom, 3 jalur: 1. Aferen otonomik 2. Eferen parasimpatik 3. Eferen simpatikSerabut aferen otonomik dari reseptor di alveoli, bronkioli & bronki menuju n. vagus melalui pleksus pulmonalis.Serabut Saraf dari reseptor iritan ditrakea & laring mencapai sistem saraf pusat melalui n. vagus

Saraf eferen parasimpatis bergabung di n.vagus & pleksus pulmonalis membawa impuls yg menuju otot polos & kelenjar impuls kolinergik menybabkan kontraksi otot polos bronkus, sekresi kelenjar, dilatasi peredaran darah

Saraf eferen Simpatis dari trunkus simpatis menuju toraks melalui ganglia toraks bersifat adrenergik. Rangsangan simpatis relaksasi otot polos bronkial, hambat sekresi kelenjar, vasokonstriksi peredaran darah

Sistem saraf otonompada otot polos sal.pernapasan:- saraf parasimpatis : bronkokonstriksi- saraf simpatis : bronkodilatasi

pada pembuluh darah paru:- saraf simpatis : vasokonstriksi- saraf parasimpatis : vasodilatasi

Sistem saraf motorikpada otot-otot pernapasan

BIOKIMIA

Proses Biokimia Respirasi

HCO3

PlasmaSel Darah Merah Kapiler Jaringan JaringanH2O +CO2CARBONIC ANHYDRASEH2CO3HHCO3HHbHbO2ClO2CO2Cl

CO2 dari reaksi dalam siklus asam sitratO2 ke dalam sel22

PlasmaSel Darah Merah Kapiler Paru JaringanHCO3ClH2O +CO2H2CO3HCO3ClHHb + O2HbO2HCO2O2CARBONIC ANHYDRASE

pH darah 7,4 dengan ratio NaHCO3 = 20 H2CO3 1

Asidosis : pH kurang dari 7,4Alkalosis : pH lebih dari 7,4

AsidosisAsidosis respiratorik: pneumonia, bronkopneumonia, emfisema, asma bronkial, dan depresi pernapasan. Agar ratio kembali normal maka dibutuhkan reabsorbsi NaHCO3 melaui tubuli ginjal.

Asidosis metabolik:Gagal ginjal kronik, diare berat, Diabetes melitus yang tidak terkontrol, dan konsumsi obat yang bersifat asam.Agar ratio kembali normal maka paru berusaha menurunkan kadar H2CO3 dengan cara melakukan pernapasan cepat dan dalam (pernapasan kuzmaul)

Upaya Ginjal dalam Mengatasi Asidosis Respiratorik

DarahLumen TubuliSel TubuliCO2CO2CO2H20H20H20H2CO3HCO3HCO3HCO3HHNaNaNaCARBONIC ANHYDRASEH2CO3

AlkalosisAlkalosis respiratorik:* Hiperventilasi: - Berada di tempat tinggi lebihdari 2.500 m - Penggunaan mesin respiratorik yang tidak proporsional *Reaksi histeris * Koma hepatik *Keracunan salisilat tahap awal

Alkalosis metabolik: * Muntah-muntah berkepanjangan * Konsumsi obat-obat yang bersifat alkalis seperti antasida

PENGANGKUTAN O2 DAN CO2 DALAM DARAH

Pengangkutan O2 dalam Darah Oksigen dari paru-paru disalurkan oleh hemoglobin ke seluruh tubuh.Oksigen diikat oleh hemoglobin dalam bentuk OksiHb/Hb.O2.Pada jaringan perifer, OksiHb melepaskan Oksigennya ke dalam sel dan tereduksi menjadi DeoksiHb.OksiHb dan DeoksiHb bersifat asam lemah.

ReaksiDeoksiHb = H+Hb- ; OksiHb = HbO2- + H+Pada paru-paru : H+Hb- + O2 HbO2- + H+Pada jaringan : HbO2- H+Hb-

O2

Pada jaringan perifer banyak terbentuk CO2 dan H2O sebagai hasil dari mekanisme siklus As.Sitrat.CO2 dan H2O akan membentuk asam Karbonat (H2CO3)Dalam 24 jam akan terbentuk 30 liter asam karbonat, yang akan menurunkan pH dalam.Hb akan berperan menjadi buffer dalam darah.

Pengangkutan CO2 Dalam bentuk bikarbonat (CHO3-)CO2 yang berasal dari siklus As. Sitrat akan masuk ke dalam sel darah merah.CO2 dan H2O akan membentuk H2CO3. Reaksi ini dikatalis oleh enzim Carbonic Anhydrase yang selanjutnya akan terionisasi menjadi H+ dan HCO3- (ion karbonat). HCO3- keluar ke plasma, untuk memenuhi keseimbangan anion, Cl- masuk dari plasma ke dalam sel darah merah.

HCO3 mengalir bersama darah vena menuju ke paru. H+ diikat oleh deoksi Hb- menjadi H+Hb-.Di alveoli, HCO3- masuk ke dalam sel darah merah. Dan Cl- keluar dari sel darah merah ke plasma. Di dalam sel darah merah H+Hb- akan mengikat O2 dan melepaskan H+. H+ akan diikat oleh HCO3- menjadi H2CO3. Oleh Carbonic Anhydrase, H2CO3 akan dipecah menjadi H2O dan CO2.

Sebagai Karbamino Hb.Hemoglobin adalah protein yang mengandung gugus NH2. Gugus NH2 akan berikatan dengan CO2 membentuk senyawa karbamino. Di alveoli karbamino-Hb akan terurai menjadi CO2 dan Hb.CO2 keluar bersama udara ekspirasi.Sebagai CO2 terlarut di plasma dalam bentuk H2CO3

CO2H2OH2CO3H+Hb-H+HCO3-Cl-++IntraselEkstraselPada Jaringan Perifer

IntraselEkstraselPada AlveoliHCO3-H+Hb-Cl-O2O2Hb-H+H2CO3H2OCO2

PENGATURAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

Pengaturan Keseimbangan Asam Basa oleh ParuPeranan sistem respirasi dalam keseimbangan asam-basa adalah mempertahankan agar PCO2 selalu konstan walaupun terdapat perubahan kadar CO2 akibat proses metabolisme tubuh.Sistem pernapasan mengatur kadar karbon dioksida yaitu PCO2 darah arteri berkisar 40 mmHg. Ventilasi paru dikontrol oleh pH dan PaCO2 darah.

Reseptor yang mengatur fungsi ventilasiPusat pernapasan di medula oblongata yang merespon penurunan pH cairan serebrospinal dengan meningkatkan ventilasi alveolar.Carotid dan aortic bodies dekat bifurkasio arteri karotis interna dan eksterna dan pada arkus aorta. Penurunan pH meningkatkan aktivitas reseptor ini untuk meningkatkan aktivitas reseptor ini untuk meningkatkan ventilasi alveolar.

Keseimbangan asam basa respirasi sangat bergantung dari keseimbangan produksi dan ekskresi CO2Terdapat dua stimulus, yaitu CO2 dan O2Stimulasi CO2 terhadap ventilasi terjadi pada daerah kemosensitif di daerah pusat pernapasan di medula oblongata. CO2 merupakan stimulus utama pernapasan yang dapat terjadi walaupun terdapat peningkatan sedikit peningkatan PaCO2$

Stimulasi O2 terjadi melalui perantara kemoreseptor di badan karotis yang terletak di percabangan arteri karotis. Hipoksemia akan merangasang ventilasi apabila terjadi penurunan PaCO2 di bawah 50-60 mmHg.

KESIMPULANPengaturan asam basa dalam sistem pernapasan adalah dengan mengatur konsentrasi CO2 dalam tubuh, karena saat mengeluarakan CO2, H+ akan ikut keluar dari dalam tubuh dalam bentuk H2O.

RESPIRASI SEL

HISTOLOGI

Hidungjaringan tulang, cartilage, otot dan jaringan pengikat, epitel silindris semu berlapis bersilia dengan banyak kelenjar mucosa ( sel piala)-Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya-organ untuk membau kerana reseptor bau terletak di mukosa bahagian atas hidung-membantu menghasilkan dengungan (fonasi).Faring Berfungsi sebagai alat pernafasan, pencernaan dan ala