SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah · PDF file B terapi yang disarankan yaitu obat-obatan ACE...

Click here to load reader

  • date post

    08-Aug-2020
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah · PDF file B terapi yang disarankan yaitu obat-obatan ACE...

  • SKRIPSI

    AULIA TAMARA

    STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI DIGOXIN

    DAN FUROSEMID PADA PASIEN GAGAL

    JANTUNG (Penelitian Dilakukan di Ruang Rawat

    Inap RSUD Kabupaten Kediri)

    PROGRAM STUDI FARMASI

    FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2018

  • ii

  • iii

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrahmanirrohim

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarakatuh

    Puji syukur tercurahkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam karena

    berkat rahmat serta ridlo-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

    ”STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI DIGOXIN DAN FUROSEMID

    PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian dilakukan di Ruang Rawat

    Inap RSUD Kabupaten Kediri”

    Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi

    pada program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam

    penyusunan skripsi ini penulis tidak lepas dari peran penting pembimbing dan

    bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis

    ingin mengucapkan terima kasih kepada :

    1. Allah SWT, Tuhan semesta alam yanng memberikan rahmat, nikmat dan

    hidayahNya kepada umatnya, Rosulullah SAW, yang sudah menuntun kita

    menuju jalan yang lurus.

    2. Bapak Faqih Ruhyanudin, M.Kep., Sp.Kep.KMB. selaku Dekan Fakultas

    Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan

    kesempatan kepada penulis belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

    Muhammadiyah Malang.

    3. Direktur RSUD Kabupaten Kediri beserta jajarannya yang telah memberikan

    kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian di RSUD Kabupaten

    Kediri.

    4. Staf pegawai Rekam Medik Kesehatan RSUD Kabupaten Kediri yang telah

    banyak membantu dalam proses pengambilan data skripsi.

    5. Bapak Drs. Didik Hasmono, Apt., Ms. selaku dosen pembimbing I, ibu Dra.

    Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS. selaku dosen pembimbing yang telah memberi

    pengarahan dan motivasi sampai terselesaikan skripsi ini.

    6. Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. selaku dosen penguji I dan ibu

    Dra. Uswatun Chasanah., M.Kes., Apt. selaku penguji II yang telah

    memberikan banyak saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini.

  • v

    7. Kedua orangtua saya tercinta, Bapak Drs. H. Ma’ruf Ach. Tadjuddin dan Ibu

    Hj. Nihayatus Sholiha yang selalu memberikan motivasi, doa, pengorbanan,

    serta kerja kerasnya demi keberhasilan dan kesuksesan putrinya. Serta adik

    saya M. Nashih Taufiqie.

    8. Sahabat terdekat saya Muhammad Ghozali, S.Pd. dan Kholidiyah Fadlillah,

    S.Psi. yang telah menjadi sahabat baik dan selalu memberikan motivasi dan

    dorongan hingga skripsi ini bisa selesai.

    9. Teman-teman ‘uye squad’ dan teman perjuangan skripsi anita hariati, jean

    mona, fitri arinda, Dwi Esti Vania, Alfira aryanti, Devi silvidia dan qardina

    annisa yang selalu memberikan semangat dalam pengerjaan skripsi ini.

    10. Teman-teman farmasi 2014 “OCTOPHAR”, khususnya farmasi C

    “FARMASI KECE” terima kasih atas 4 tahun yang kita lewati bersama di

    dalam menuntut ilmu dalam suka dan cita.

    11. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf

    dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan dalam

    penyelesaian skripsi ini tidak luput dari bantuan dan doa kalian semua.

    Semoga amalan kalian mendapat imbalan Allah SWT. Penulis juga

    menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis

    mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kebaikan

    skripsi ini, semoga hasil penulisan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan

    penelitian selanjutnya, aamiinn.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh

    Malang, 23 Juli 2018

    Penyusun

    (Aulia Tamara)

  • vi

    RINGKASAN

    STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI DIGOKSIN DAN FUROSEMID

    PADA PASIEN GAGAL JANTUNG

    (Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Inap RSUD Kabupaten Kediri)

    Gagal jantung (HF) adalah sindrom klinis progresif yang disebabkan oleh

    ketidakmampuan jantung memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan

    metabolisme tubuh. HF bisa dihasilkan dari apapun gangguan yang mengurangi

    pengisian ventrikel (disfungsi diastolik) dan / atau miokard kontraktilitas (disfungsi

    sistolik). Manifestasi klinis dari gagal jantung yaitu dispnea, ortopneu, Dispneu

    Nokturnal Paroksimalis (PND), Edema perifer. Secara Umum, New York Heart

    Association (NYHA) mengklasifikasikan gagal jantung sesuai tingkat keparahan

    gejala untuk membatasi aktifitas fisik (NYHA, 2016). Kemudian American Heart

    Association (AHA) mengklasifikasikan sesuai kondisi untuk menyediakan

    kerangka kerja yang komprehensif, untuk mengevaluasi, mencegah dan mengobati

    gagal jantung. Ada beberapa macam gagal jantung yaitu Gagal jantung kiri, Gagal

    jantung kanan, gagal jantung kongestif, gagal jantung curah tinggi, gagal jantung

    curah rendah. Terdapat beberapa faktor risiko dari gagal jantung diantaranya

    hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, inaktifitas fisik, obesitas, merokok

    namun terdapat beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis

    kelamin, riwayat keluarga. Tujuan dari pengobatan gagal jantung adalah

    Meningkatkan kualitas hidup, mencegah memburuknya fungsi jantung

    (mengurangi beban kerja jantung) mengurangi gejala (pengurangan overload dan

    meningkatkan kontraktilitas miokard), mencegah atau meminimalkan rawat inap,

    memperlambat perkembangan penyakit, dan memperpanjang kelangsungan hidup.

    Sesuai dengan American Heart Association (AHA) pada kelas A terapi yang di

    sarankan adalah dengan melakukan kontrol terhadap faktor resiko dari gagal

    jantung, obat-obatan yang di sarankan yaitu golongan ACE (Angiotensin

    Converting Enzyne) inhibitor, dan ARB (Angiotensin Reseptor Blocker). Pada kelas

    B terapi yang disarankan yaitu obat-obatan ACE (Angiotensin Converting Enzyne)

    inhibitor, ARB (Angiotensin Reseptor Blocker), dan β-Blocker. Kemudian pada

    kelas C, terapi yang disarankan ACE (Angiotensin Converting Enzyne) inhibitor,

    ARB (Angiotensin Reseptor Blocker), β-Blocker, Digoksin, Diuretik, dan ISDN.

    Serta terapi pada kelas D yaitu adanya dukungan sirkulasi mekanik, IV (Intra Vena)

    Inotropik Positif, dan transplantasi jantung.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pola penggunaan kombinasi

    Digoksin dengan Furosemid terkait jenis sediaan, dosis, bentuk sediaan, interval

    pemberian, lama pemberian, frekuensi dan rute pemberian.

    Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan

    penelitian secara deskriptif dan metode pengambilan data secara retrospektif yang

    didasarkan pada rekam medik kesehatan pasien stroke iskemik yang diambil dan

    diolah dari Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri pada

    periode Januari hingga desember 2017. Diperoleh data sampel sesuai kriteria inklusi sebanyak 26 pasien.

    Hasil penelitian menunjukkan pasien gagal jantung lebih banyak laki-laki

    sebanyak 14 orang (54%) dibandingkan wanita sebanyak 12 orang (46%). Usia

    paling banyak terjadinya gagal jantung ada pada rentang 61-70 tahun sebanyak 12

  • vii

    orang (46%) dan usia >70 tahun sebanyak 9 orang (35%). Status penjaminan pasien

    paling banyak yaitu pasien BPJS sebanyak 19 orang (81%) sedangkan pasien umum

    sebanyak 5 orang (19%). Diagnosa lain pada pasien gagal jantung di RSUD

    Kabupaten kediri paling banyak adalah dyspnea sebanyak 10 orang (38%). Lama

    penggunaan kombinasi digoksin dan furosemid paling banyak adalah 2-3 hari

    sebanyak 12 orang (46%). Lama perawatan pasien gagal jantung di RSUD

    Kabupaten Kediri yang dirawat dengan waktu paling lama >9 hari ada 1 orang (4%).

    Kondisi keluar rumah sakit (KRS) pada pasien gagal jantung setelah dirawat di

    RSUD Kabupaten Kediri terbanyak adalah pulang dengan persetujuan dokter

    dimana terjadi perbaikan pada pasien (81%).

    Kesimpulan yang didapatkan yaitu, penggunaan terapi kombinasi digoxin dan

    furosemid di RSUD Kabupaten kediri umumnya dikombinasikan dengan diuretik

    lain yaitu Spironolakton. Pola kombinasi yang paling banyak digunakan adalah

    digoxin (1x0,25mg) po + furosemid (3x20mg) iv + spironolakton (1x25mg) po

    yaitu sebanyak 15 pasien (48%). Pola switching paling banyak adalah digoxin

    (1x0,25mg) po + furosemid (1x20mg) iv + spironolacton (1x25mg) po → digoxin

    (1x0,25mg) p0 + furosemid (1x40mg) po + spironolacton (1x25mg) po yaitu

    sebanyak 3 pasien (27%).

  • x

    DAFTAR ISI

    Halaman

    DAFTAR ISI ........................................................................................................... x

    DAFTAR TABEL ................................................................................................. xv

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi

    DAFTAR LAMPIRAN ..................