sistem saraf perifer, divisi aferen, nyeri dan indra

download sistem saraf perifer, divisi aferen, nyeri dan indra

of 47

  • date post

    03-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of sistem saraf perifer, divisi aferen, nyeri dan indra

Slide 1

Sekani niriyah, s.Kep., nersDivisi Aferen, Indera, dan NyeriDIVISI AFERENDivisi aferen sistem saraf perifer mendeteksi, mengkode, dan menyalurkan sinyal sinyal perifer ke SSP untuk diolah.Aferen viseral, jalur informasi dari dalam rongga tubuhAferen sensorik, jalur informasi dari permukaan tubuh

FISIOLOGI RESEPTORBerfungsi untuk memberitahukan SSP terhadap adanya rangsangan

Reseptor membangkitkan potensial aksi disalurkan melalui serat aferen SSP

Reseptor memiliki kepekaan berbeda terhadap berbagai rangsangan

Hukum Energi Saraf Spesifik yaitu perbedaan kepekaan respetor tergantung pada tempat terjadinya rangsangan.JENIS RESEPTOR BERDASARKAN STIMULUS ADEKUATNYAFotoreseptor ; peka terhadap gelombang cahaya tampakMekanoreseptor ; peka terhadap energi mekanisKemoreseptor ; peka terhadap bahan kimiaOsmoreseptor ; mendeteksi perubahan osmolalitas

Termoreseptor ; peka terhadap panas dan dinginNosiseptor atau respon nyeri ; peka terhadap kerusakan jaringan

Reseptor dapat beradaptasi secara cepat atau lambat terhadap rangsangan yang menetapReseptor Tonik ; beradaptasi secara lambat atau tidak beradaptasi sama sekali reseptor ini di perlukan saat adanya informasi terus menerus, contoh ; peregangan otot dan posisi sendiReseptor fasik ; reseptor yaang cepat beradaptasi

INDRA KHUSUS

INDERA PENGLIHATAN

Fisiologi MataSklera : lapisan terluar yang membentuk bagian putih mata, bagian anterior berbentuk transparan yang disebut dengan kornea yang berfungsi sebagai tempat lewatnya berkas cahayaKoroid : lapisan tengah yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh darah, bagian anterior membentuk badan korpus siliaris dan iris

Retina ; lapisan luar retina adalah lapisan berpigmen, lapisan dalam adalah jaringan saraf. retina mengandung sel batang dan sel kerucut sebagai fotoreseptor yang merubah energi cahaya menjadi impuls saraf

Sel kerucut bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan, warna, dan penglihatan siang hariSel batang bertanggung jawab untuk penglihatan dengan sensitivitas tinggi, hitam putih, dan penglihatan malam

Bagian dalam mata berisi cairan yang dipisahkan oleh lensa, aqueous humor adalah cairan encer jernih di bagian anterior lensa yang berfungsi mempertahankan bentuk bola mata sedangkan dibagian belakang lensa merupakan cairan semicair mirip gel yang disebut vitreous humor yang mengandung zat-zat gizi untuk kornea dan lensa.Glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokuler akibat penumpukan aqueous humor.Aqueous humor dibentuk 5ml/hari oleh jaringan kepiler di korpus siliaris, dan dikeluarkan pada lapisan koroid melalui tepi kornea yang kemudian masuk kedalam darah.Iris merupakan cincin otot berpigmen dan tampak di dalam aqueous humor yang berfungsi untuk mengubah ukuran pupil dan warna mata.

Pupil merupakan lubang bundar di bagian tengah iris yang berfungsi memungkinkan jumlah cahaya masuk berrvariasi.

Lensa ; berada diantara aqueous humor dan vitreous humor, melekat ke otot siliaris melalui ligamentum suspensorium yang berfungsi menghasilkan kemampuan reaktif yang bervariasi selama akomodasi.

Neurotransmitter ke lobus oksipitalRangsangan CahayaKorneaPupil Lensa mata menebal / menipisVitreous HumorBayangan benda jatuh di retina Sel batang dan sel kerucutSel bipolarPotensial aksiFotopigmenFoto-transduksiFOTORESEPTOR

Fotopigmen merupakan perubahan kimiawi yang dipicu oleh cahaya ini menyebabkan terjadinya potensial reseptor yang mengakibatkan potensial aksi yang menyalurkan informasi ke otak untuk pemrosesan visual.Fotopigmen terdiri dariOpsin; suatu protein yang merupakan bagian internal dari membran diskusRetinen; suatu turunan vitamin A yang terikat di bagian dalam molekul opsin yang berfungsi menyerap cahayaFOTOTRANSDUKSIProses perubahan rangsangan cahaya menjadi sinyal listrik.Gangguan pada mataKatarakMiopiaHiperopiaPresbiopiaAstigmatisma

Lensa terdiri dari serat-serat transparan yang berubah menjadi keruh sehingga berkas cahaayaa tidak dapat menembusnya, keadaan ini disebut dengan katarak

Miopia adalah keadaan dimana bola mata terlalu panjang atau lensa terlalu kuat, maka sumber cahaya dekat jatuh di retina tanpa akomodasi sementara sumber cahaya jauh terfokus di depan retinaHiperopia adalah keadaan bola mata terlalu pendek atau lensa terlalu lemah, sehingga sumber cahaya jauh difokuskan di retina tanpa akomodasi sementara sumber cahaya dekat terfokus di belakang retina

Presbiop merupakan penurunan kemampuan akomodasi berkaitan dengan usia, INDERA PENDENGARAN

Anatomi Fisiologi

Telinga LuarTelinga TengahTelinga DalamGelombang suaraPinnaMeatus Auditorius eksternusMembran TimpanyGerakan cairan dialam kokhleaGetaran jendela ovalGetaran membran basalisGetaran OSIKULUS(Maleus, Inkus dan Stapes)Menekuknya sel rambut didalam organ cortiPotensial reseptor di sel reseptorPotensial aksi di saraf auditoriusPerambatan ke korteks auditorius di lobus temporalis otak untuk mempersepsikan suaraMerupakan mekanoreseptorPinna ; lipatan menonjol tulang rawan berlapis kulit berfungsi mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke saluran telingaMeatus auditorius eksternus ; terdiri dari kulit, serabut rambut dan kelenjar keringat yang menghasilkan serumenMembran timpany ; membentang merintangi pintu masuk telinga tengah, bergetar ketika terkena gelombang suaraOsikulus (maleus, inkus dan stapes) ; pemindahan getaran dari membran timpani masuk ke jendela oval (pintu masuk ke kokhlea)Kokhlea ; berisi cairan dalam duktus kokhlearis (endolimfe)

Keseimbangan pada telingaKanalis semisirkularis mendeteksi akselerasi atau deselerasi kepala rotasional atau angular. Berisi cairan dan sel-sel rambut yang bila terjadi ketidakseimbangan cairan tersebut menyebabkan mabuk perjalanan,vertigo.INDERA KIMIAWI : PENGECAPAN DAN PENCIUMAN

Reseptor untuk penciuman dan pengecapan adalah kemoreseptor yang menghasilkan sinyal saraf bila berikatan dengan bahan kimia tertentu.Selnya berganti setiap 10 hari

Pengecapan

rangsanganPori kecapMembran plasma mikrovilusSel reseptorBerikatan (Tastan)Depolarisasi potensial reseptorPotensial aksi di ujung serat saraf aferenBatang otakThalamusDaerah gustatorik kortek di bagian lobus parietalhipotalamusSistem limbikSensasi rasa menyenangkan atau tidak

PenciumanMukosa olfaktorius , suatu bercak mukosa 3 cm di atap rongga hidung, mengandung tiga jenis sel:Sel reseptor olfaktorius ; Sel penunjang ; mengeluarkan mukus yang melapisi saluran hidungSel basal ; prekusor untuk sel reseptor olfaktorius baru, diganti setiap bulan.

Bau / odoranDiikat oleh silia pada tombol sel reseptor olfaktoriusAkson sel reseptorSaraf olfaktoriusBulbus olfaktoriusSel mitral untuk mendeteksi komponen bauSerat aferenThalamus Persepsi sadar dan diskriminasi halus bau Sistem limbikSisi medial bawah lobus temporalishipotalamusRekasi perilakuNYERI

Fisiologi NyeriKerusakan mekanisSuhu yang berlebihanransangan yg merusak,(tusukan, benturan, cubitan)(Panas)jar yang merusakNosiseptor mekanikN. termalN. Polimodaljar yg rusakBradikininProstaglandinmenyebabkan ggn potensial membran reseptor nyeriImplus dihantarkan cepet melaluidan lambat melalui serat Cserat A-delta, bermilientidak bermilienMenuju Spinal cord dalam Subtansi GelatinosaDalam SG, serabut C melepaskan subtansi P vasodilatasi, p aliran darah dan edemabeberapa impuls dihantarkan ke anterior horndihantakan ke thalamusmenstimulasi saraf simpatisdiantarkan ke korteks serebri dan system limbikmemproduksi refleksdiiterprestasikan : dipengaruhi oleh faktor fisik, emosi lingkungan unik pada setiap individu2/23/2015PSIK Hang Tuah PekanbaruProstaglandin meningkan sensivitas reseptor nyeri terhadap beradikinin yaitu zat kimia penghasil nyeri yang kuatNosiseptor/reseptor nyeri peka trhdp kerusakan atau terhadap distorsi jaringan46TERIMA KASIH