Sistem Pengukur Daya Reaktor TRIGA 2000

of 49/49
Pengukur Daya Reaktor 1 Sistem Pengukur Daya Reaktor Contoh di Reaktor Triga 2000 Bandung Oleh: (Didi Gayani)
  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    2.078
  • download

    15

Embed Size (px)

Transcript of Sistem Pengukur Daya Reaktor TRIGA 2000

  • 1. Sistem Pengukur Daya ReaktorContoh di Reaktor Triga 2000 BandungOleh: (Didi Gayani)Pengukur Daya Reaktor 1

2. Perangkat Ukur Perangkat KeselamatanPerangkat Kendali Panel Kendali Indikator dan Layar PeragaSistem Pendingin & Lain-lain Teras ReaktorBlok Sistem Instrumentasi & Kendali ReaktorPengukur Daya Reaktor2 3. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor TRIGA Sistem terdiri : Pengukuran Neutronik : NM-1000, NP-1000, NPP-1000 Pengukuran Non Neutronik : Temperatur air pendingin Temperatur bahan bakar Konduktivitas air Flow-rate air pendingin Dll Pengatur Gerak Batang Kendali : Rangkaian lojik kontrol V/F Converter, Modul VEXTA Sistem Trip & Scram : analog input, digital input Tampilan & Indikator : DPM, Bargraph, MonitorPengukur Daya Reaktor 3 4. Instrumentasi Reaktor : Pengukuran NeutronikPada reaktor riset fluks neutron dimonitor secara bertahap. Fluks yang dideteksibiasanya dibagi dalam 3 tahap [1] : tahap sumber (kurang dari 104 nv), tahap daya menengah (103 nv s.d. 106 nv) tahap daya penuh (105 nv s.d. 1012 nv)Diagram Blok Sistem Instrumentasi & Kendali Reaktor TRIGA 2000, kanalpengukuran neutronik terdiri dari : NM-1000, yang mencakup pengukuran daya dengan jangkauan lebarmulai dari tahap sumber sampai daya 120 % daya penuh. NP-1000, yang dipasang untuk mencakup pengukuran daya 2 dekadeteratas NPP-1000, yang dipasang sama seperti NP-1000Pengukur Daya Reaktor 4 5. Gambar memperlihatkan diagram blok penempatan NM-1000dalam sistem instrumentasi reaktor TRIGA 2000. % power trip reactorcontrol roomhall scram loopHV tripNM-1000fission chamber pulsasub unitsub unitkomputer preamp. mikroprosesorHVmonitorbar graph linear% pwr.,chartper. recorderDiagram blok penempatan NM-1000 dalam sistem Pengukur Daya Reaktor 5 6. Bahasan : Detektor Neutron Mode PengukuranPengukur Daya Reaktor 6 7. Klasifikasi Detektor Nuklir :1. Detektor Isian Gas Kamar Ionisasi (Ionization Chamber) Proportional Counter Geiger Muller Counter2. Detektor Semikonduktor3. Detektor SintilasiEfek yang banyak digunakan dalam deteksi radiasiadalah : Ionisasi : Atom atom dari gas atau bahan solid (mis.semikonduktor) yang ditembus oleh radiasi terionisasi pada tingkat yang proporsional dengan intensitas radiasi. Eksitasi : Penyerapan radiasi menimbulkan kerlip cahaya atau sintilasi pada bahan tertentu. Pengukur Daya Reaktor 7 8. Klasififikasi radiasi pengion berdasarkan cara mengionisasi pada bahan : 1. Partikel Bermuatan (proton, elektron, positron, dll) 2. Photon (sinar gamma, sinar X) 3. Partikel Tak Bermuatan (neutron)Partikel Bermuatan mengionisasi lingkungannya danmelepaskan energinya ketika melalui bahanPhoton berinteraksi dengan bahan dengan cara :1. Efek Fotolistrik (Photoelectric effect)2. Hamburan Compton (Compton Scattering)3. Produksi Pasangan (Pair Production)Neutron tidak mengionisasi secara langsung, tetapi menembusbahan sampai menumbuk inti atom dan menghasilkan partikelbermuatan hasil reaksi dan kemudian mengionisasi atom Pengukur Daya Reaktor8 9. Metoda Pendeteksian Neutron(dari buku Radiation Detection & Measurement, Knoll hal481,chapter 14) Neutron dideteksi melalui reaksi nuklir yang menghasilkanpartikel bermuatan seperti proton, alpha dan sebagainya(termasuk fission products). Setiap jenis detektor neutron melibatkan kombinasi darimaterial target yang dirancang untuk melaksanakan konversi inibersama dengan detektor radiasi konvensional. Neutron lambat merupakan hal yang menonjol dalam reaktorsaat ini dan banyak peralatan yang dikembangkan untuk daerahenergi ini ditujukan pada pengukuran fluks neutron reaktor.Pengukur Daya Reaktor 9 10. Neutron Detectors Radiation detectors require ionizing radiationthat interact with atomic electrons and eitherionize or excite atoms Neutrons do not interact with electrons, onlynuclei Therefore must use nuclear reaction in adetector to detect neutronsPengukur Daya Reaktor 10 11. Reaksi Nuklir Dalam Deteksi Neutron Dalam mencari reaksi nuklir yang berguna dalam deteksineutron, beberapa faktor harus diperhatikan. Dalam banyakaplikasi, medan sinar gamma yang kuat banyak dijumpai bersamaneutron sehingga ada pilihan yang berhubungan dengankemampuan mendiskriminasi terhadap sinar gamma dalam prosespendeteksian neutron : Hal penting utama adalah nilai Q (Q value) dari reaksiyang menentukan energi yang dibebaskan dalam reaksiyang mengikuti penangkapan neutron. Makin tinggi nilai Q, makin besar energi yang diberikan kepada produk produk reaksi, lebih mudah tugas untuk mendiskriminasi terhadap kejadian sinar gamma dengan menggunakan diskriminasi amplituda.Pengukur Daya Reaktor11 12. A. Reaksi 10B(n,) / (The 10B(n, ) reaction) Q value10 B+ n 173 Li + 2 4 2,792 MeVground state 5 010 5 B+ 01n 73 Li * + 2 4 2,310 MeVexcited stateB. Reaksi 6Li(n, ) / (The 6Li(n, ) Reaction)Q value63 Li+ 01n 31 H +2 4 4,78 MeVC. Reaksi 3He(n,p) / (The 3He(n,p) Reaction) Q value3He+ n131 H +1 p 1 0,764 MeV20Pengukur Daya Reaktor12 13. D. Neutron-Induced Fission Reactions Cross section fisi dari 233U, 235U dan 239Pu relatif lebih besar pada energi neutron rendah dan material material ini dapat digunakan sebagai basis detektor neutron lambat. Satu karakteristik dari reaksi fisi adalah sangat besarnya nilai Q (kira kira 200 MeV) dibandingkan dengan reaksi nuklir lain. Sebagai hasilnya detektor yang didasarkan pada reaksi fisi memberikan luaran pulsa lebih besar dari pada yang disebabkan oleh sinar gamma dan diskriminasi dapat dilaksanakan dengan baik. Hampir semua nuklida fisil secara alamiah adalah radioaktif alpha dan konsekuensinya setiap detektor yang menggunakan material tersebut akan memperlihatkan sinyal luaran spontan yang disebabkan peluruhan alpha. Akan tetapi energi dari peluruhan alpha beberapa kali lebih kecil dari energi yang diberikan dalam reaksi fisi dan kejadian ini biasanya dapat didiskriminasi dengan mudah pada persoalan amplitude pulsa.Pengukur Daya Reaktor 13 14. Fission Reaction235U + n FF (165 MeV) + ns (5 MeV) + s (7 MeV) The fission reaction can be used to detect thermalenergy neutrons Fission fragments share approximately 165 MeVof energy and are highly ionizing particles Cross sections for U-235 are relatively large forthermal energy neutrons ~ 582 barnsPengukur Daya Reaktor 14 15. Example : Fission ChambernU-235Fission FragmentInsulator current or pulsesoutPengukur Daya Reaktor 15 16. Mode Operasi Detektor :1. Mode Arus2. Mode MSV (Mean Square Voltage)3. Mode PulsaPengukur Daya Reaktor 16 17. Mode Arus :detektor I i(t) I(t)Time1 t I (t ) =T t T i (t)dt Arus rerata :r = event rate EQ = Eq/w = charge produced foe each event I 0 = rQ = r q E = average energy deposited per event wW = average energy required to produce a unitcharge pair (e.g.electron-ion pair)q = 1.6 x 10-19 CPengukur Daya Reaktor17 18. Mode Arus :Untuk iradiasi atas detektor, arus rata-rata dapat ditulis kembali sebagaijumlah arus konstan Io ditambah komponen fluktuasi I(t) seperti pada sketsaberikut, I(t)Iot I(t) adalah variabel acak yang tergantung waktu sebagai konsekuensi sifat acakkejadian radiasi berinteraksi dalam detektor. Ukuran statistik dari komponen acak adalah varians atau nilai mean square,didefinisikan sebagai rata-rata dari kuadrat beda antara arus fluktuasi I(t) denganarus rata-rata Io . Nilai varians atau mean square diberikan dengan persamaan : t 1t 1 (t ) = t T [ I (t) I 0 ] dt= 2 (t)dt2 2 TT t TPengukur Daya Reaktor 18 19. t1 t 1 (t ) = [ I (t) I 0 ] dt= 2 (t)dt2 2T t TT t TStandard Deviation : (t ) = 2 (t )Statistik :n = nDeviasi Standar dalam jumlah event yang timbul pada kelajuan r dalam waktupengukuran efektif T, adalah : n = rTJadi fraksi standard deviation dalam sinyal terukur karena fluktuasi acakdalam waktu kedatangan pulsa : (t ) n 1== (t ) = deviasi standar dalam arus terukurI0nrTT= waktu respon picoammeterI0 = arus rerata terbaca pada meter Pengukur Daya Reaktor 19 20. Mode MSV :Sinyal melalui rangkaian yang menahan arus DC dan hanya melewatkankomponen fluktuasi I(t). Dengan menggunakan elemen pengolah sinyal,dihitung rata-rata dari kuadrat amplitudo dari I(t). Langkah proses tersebut :outputionsquaring Averagingchambercircuit t1 t 1 (t ) =t T [ I (t) I 0 ] dt= 2 (t)dt 22T T t T E I 0 = rQ = r q (Arus rerata pada mode arus) w (t ) n 1 rQ 2 I0 = n=rT(Fraksi standar deviasi) (t ) =2 TSinyal mean square secara langsung proporsional terhadap laju kejadian r dansebanding kepada kuadrat muatan Q yang dihasilkan dalam tiap kejadianinteraksi.Pengukur Daya Reaktor20 21. Mode Pulsa :Mode pulsa dapat memberikan informasi mengenai amplitudo dan pewaktuan darikejadian individu. Sinyal pulsa yang dihasilkan dari kejadian tunggal tergantungpada karakteristik rangkaian yang menghubungkan detektor (umumnya :preamplifier). Rangkaian penyederhanaan :detektorCR V(t) Jika suatu preamplifier dihubungkan ke detektor, maka R adalah resistansimasukannya dan C adalah jumlah kapasitansi dari detektor, kabel yangdigunakan untuk menghubungkan detektor ke rangkaian dan kapasitansimasukandari preamplifier-nya sendiri. Tegangan V(t), atas beban R adalah sinyal tegangan yang fundamental dari suatumode pulsa. Dua operasi terpisah dapat diindentifikasi tergantung pada nilairelatif dari konstanta waktu (time constant) dari rangkaian pengukur. Untukanalisis rangkaian sederhana, konstanta waktu ini diberikan sebagai hasil kali Rdan C; atau = R.C. Pengukur Daya Reaktor21 22. V (t)Q = i ( t ) dt(a ) tck a s u s 1 : R C < < tcV (t)(b ) V (t) =Ri( t ) k a s u s 2 : R C > > tcV (t) V m a x =Q / C(c )tG a m b a r 1 . (a ) L u a ra n a ru s d a ri d e te k to r( b ) T e g a n g a n V ( t) d e n g a n r a n g k a ia n b e b a n k o n s ta n ta w a k tu k e c il( c ) T e g a n g a n V ( t) u n tu k r a n g k a ia n b e b a n k o n s ta n ta w a k tu b e s a rKarena kapasitansi biasanya tetap, amplitudo dari pulsa sinyal secara langsungproporsional terhadap muatan yang dihasilkan dalam detektor, dan diberikandengan pernyataan :QV max =C Pengukur Daya Reaktor22 23. Q V max = C Kesebandingan antara Vmax dan Q terpelihara hanjajika kapasitansi C tetap konstan. Dalam banyak detektor, kapasitansi yang melekat terbentuk oleh ukurandetektor dan bentuknya yang terjamin,. Dalam detektor jenis lain (detektor semikonduktor), kapasitansi dapatberubah dengan variasi parameter dalam operasi normal. Dalam hal ini,pulsa-pulsa tegangan dengan amplitudo berbeda dapat terhasilkan darikejadian-kejadian dengan nilai Q yang sama. Dalam usaha untuk menjaga informasi dasar yang dibawa oleh nilai Q, suatujenis rangkaian penguat awal (preamplifier) yang disebut sebagaicharge sensitive preamplifier telah banyak digunakan secara luas.Pengukur Daya Reaktor 23 24. Penguat awal ditempatkan sedekat mungkin dengan detektor, selaludiinginkan untuk meminimalkan beban kapasitif atas detektor, oleh karenaitu kabel penghubung yang panjang antara detektor dan penguat awal harusdihindarkan sedapat mungkin. Satu fungsi dari penguat awal adalahmengahiri kapasitansi secepat mungkin hal itu memaksimalkan signal tonoise ratio. Penguat awal juga sebagai penyepadan impedansi, memberikan impedansi masukan yang tinggi untuk detektor untuk meminimalkan pembebanan,disamping memberikan impedansi luaran yang rendah untuk mengemudikan komponen rangkaian selanjutnya. Penguat awal tidak memberikan pembentukan pulsa, dan luarannya pulsalinear. Rise time dari pulsa luaran dipelihara secepat mungkin, konsistendengan charge collection time dalam detektor sendiri. Decay time dari pulsa dibuat cukup besar biasanya 50 100 mikrodetik.Pengukur Daya Reaktor 24 25. Preamplifier : Voltage Sensitive Preamplifier Charge Sensitive AmplifierSecara historis jenis voltage sensitive lebih konvensional dalam banyakaplikasi elektronik dan merupakan konfigurasi sederhana yangmemberikan pulsa luaran yang amplitudonya sebanding denganamplituda tegangan pulsa yang diberikan sebagai masukannya.Jika time constant dari rangkaian masukan (kombinasi paralel darikapasitansi dan resistansi masukan) cukup besar dibandingkan dengancharge collection time maka pulsa masukan akan mempunyai amplitudosama dengan :QV max =C Pengukur Daya Reaktor25 26. Pengukuran Neutronik (NM-1000 & NP-1000)Dalam reaktor nuklir termal, kebanyakan daya dibangkitkanmelalui fisi yang disebabkan oleh neutron lambat. Oleh karenaitu sensor nuklir yang merupakan bagian dari kontrol reaktoratau sistem keselamatan umumnya didasarkan pada detektoryang respon utamanya pada neutron lambat.Kebanyakan sensor neutron untuk detektor adalah jenis isiangas. Keuntungan dalam aplikasi ini termasuk sifat diskriminasiterhadap sinar gamma yang melekat terdapat pada setiapdetektor isian gas, stabilitas jangka lama, dan ketahanannyaterhadap kerusakan radiasi.Pengukur Daya Reaktor 26 27. NM-1000 NM-1000 merupakan sistem berbasiskan mikroprosesor Z80, sistem terbagidalam 2 susunan sub unit yaitu sub-unit penguat awal (preamplifier) dansub-unit mikroprosesor yang dapat ditempatkan secara berjauhan. Komunikasi data dan sinyal kontrol di antaranya ditransmisikan melaluipasangan kabel terlindung. Informasi hasil pengamatan diolah untuk setiapbasis waktu 200 milidetik dan hasil olahan ditampilkan melalui tampilanlokaldari sub unit mikroprosesor. Selain itu NM-1000 dilengkapi dengan luaran serial dalam mode current loopdengan kecepatan 4800 baud untuk transmisi semua kanal pengukuranNM-1000 melalui pasangan kabel tunggal. Keseluruhan kanal pengukuran memberikan jangkauan lebar secara logaritmik dan linear, mencakup daerah pengukuran fluks neutron daritahap sumber sampai tahap daya penuh.Pengukur Daya Reaktor27 28. ACAC Power Modulefilter +15 V -15 Vfet switch preamp discrm.isolator Pwr Supp.Pwr Supp. filterdetector preamplifier (PA15)assy. HVPwr Supp.HV Pwr Distrr.band true RMS V/Fpreamppass detectorconverter filter Calibratelogic Campbell rectifier senselogicCounter #2 TSP UARTCounter #1comm TSPCalibrate Generator sub unitpreamplifiercounter / transmitterPengukur Daya Reaktor 28 29. Informasi sebagai luaran dari kanal pengamatan fluks neutronditampilkan secara simultan pada tampilan lokal pada sub unitmikroprosesor dan pada panel bar graph untuk jarak jauh (remote). Luaran analog dalam bentuk arus 4 20 mA untuk pengukuran NM-1000 terdiri dari : Luaran untuk laju cacah ( 1 s.d 106 cps) Luaran untuk daya jangkau lebar (2 X 10 -8 s.d. 120 %) Luaran untuk perioda, -30 s.d. 3 detik Luaran untuk daya dalam % Luaran untuk linear multirange (2 X 10-8 s.d. 120 %) - Mantissa- Exponent Pengukur Daya Reaktor29 30. NM1000 :Detektor fission chamber Reaksi fisi dapat juga disediakan sebagai cara konversi neutron lambatproduk reaksi pengion sehingga dapat dideteksi dengan cara konvensional. Satu karakteristik yang menonjol dari reaksi fisi adalah jumlah energi yangbesar (200 MeV) dibebaskan dalam reaksi, sekitar 160 MeV munculsebagai energi kinetik dari fragmen fisi. Oleh karena itu reaksi fisi yang disebabkan neutron dapat diharapkanmenjadi lebih besar dalam magnitude dari pada reaksi lainnya ataukejadianlain karena latar belakang atau kontaminasi detektor. Pada kondisi tersebutlaju latar belakang yang rendah bisa dicapai dan cacah neutron secarapraktis dapat dilaksanakan pada laju cacah yang rendah.Pengukur Daya Reaktor 30 31. Metoda mengurangi sensitivitas gamma, menggunakan mode MSV. Mode inidikenal dengan teknik Campbell, mendapatkan sinyal proporsional terhadap mean square dari fluktuasi arus ion chamber. Sinyal ini sebanding dengan laju pulsa rerata dan kuadrat dari muatan ionisasiyang terjadi tiap pulsa. Karena pulsa yang terjadi karena neutronmenghasilkan muatan lebih besar dari sinar gamma, sinyal mean square akanberbobot komponen neutron dengan kuadrat dari perbandingan muatanneutron terhadap gamma. Peningkatan sensitivitas terhadap neutron merupakan keuntungan dalamfission chamber. Operasi mode MSV berguna pada daya menengah reaktor dan dalam kontrolkanal jangkau lebar dimana satu detektor memberikan masukan kepadainstrumentasi yang beroperasi dalam mode pulsa, mode MSV atau mode arustergantung pada tingkat fluks neutron yang diukur.rQ 2 2 (t ) = TPengukur Daya Reaktor 31 32. Pengukuran daya dengan NM-1000 terbagi dalam 10 dekade menggunakan 1buah detektor fission chamber. Tujuh dekade pertama menggunakan teknik laju cacah (count rate); Tiga dekade terakhir menggunakan teknik Campbell (MSV), yaitu dayareaktor berbanding dengan kuadrat nilai RMS (Root Mean Square) bagiansinyal AC dari luaran detektor fission chamber. Rangkaian Campbellmemroses sinyal RMS dari detektor dan mengubahnya menjadi untaianpulsa yang dihitung oleh pencacah (counter). Dengan menggabungkankedua teknik, NM-1000 dapat mencakup 10 dekade pengukuran.mode Campbell mode count rate7 dekade3 dekade -810% 10 -1% 10 2 %Range Pengukuran berdasarkan ModePengukur Daya Reaktor32 33. Untuk menghitung daya reaktor dua persamaan digunakan dalamNM-1000 :Daerah laju cacah :Daya dalam % =[Cacah/s] X Konstanta daya untuk laju cacahDaerah Campbell :Daya dalam % =[Cacah Campbell/s] X Fak. linearisasi X Konst.dayauntuk Campbell Pengukur Daya Reaktor 33 34. 1 x 100PercentPower 1 x 10-1 Count Rate region overlap Campbell region 1 x 10-2 1,2 x 106 Count Per Sec x 105Jangkau ukur NM-1000 Sekitar CrossOverPengukur Daya Reaktor34 35. Perioda reaktor menginformasikan waktu yang diperlukan oleh reaktorberubah dayanya sebesar e (2,718..) kali. Untuk penentuan perioda reaktor,perangkat lunak NM-1000 menggunakan laju perubahan daya dalam %(percent power rate of change) dalam satuan DPM (Decade Per Minute)dengan rumusan sebagai berikut[4] : Rate of change = log (% power) log (% power 200 msec ago) * 300Konstanta 300 digunakan untuk mengubah laju perubahan (rate of change) tiap200 milidetiik menjadi laju perubahan per menit.Untuk mengubah satuan laju perubahan menjadi perioda, digunakanpersamaan[4] : Period = 26,0576 / rate of change DPMPengukur Daya Reaktor35 36. Foto Fission Chamber Pengukur Daya Reaktor 36 37. Konektor pada FC yang dibongkar Pengukur Daya Reaktor 37 38. Pengkawatan Fission Chamber dengan preamp PA5Pengukur Daya Reaktor38 39. Preamp (PA15) untuk detektor FCPengukur Daya Reaktor 39 40. Mr. Didi Gayani,There is one more point I wish to make to you regarding the changes betweenyour original PA-15 and the new ones we have sent you. The DiscriminatorVoltage value is very different from PA-15 to PA-15, even in new onesmanufactured at the same time. Refer to the Schematic and you can see thateach PA-15 will require a true Discriminator Curve to be generated. To dothis you must attach the detector, and set the Discriminator voltage tovarious values and generate a curve. This procedure is outlined in yourNM-1000 manual. You must do this ANYTIME you change the PA-15.The Discriminator values set by us at the factory for the two new PA-15s wesent you are as follows:Serial Number T0105979 set at 0.689VDCSerial Number T0105980 set at 0.100VDCAlso, We would very much like to get our PA-15 sent back to us. This is theone we first shipped you in December. Please ship this PA-15 to usimmediately.____________________________John FairclothElectrical EngineerGeneral Atomics TRIGA Reactors(858) 455-2898(858) 455-3170 fax Pengukur Daya Reaktor40 41. Initambahandan NPP-1000 NP-1000 : NPP-1000 dan NPP-1000 merupakan electrometer yang mengukur arus keluar dari detektor kamar ionisasi (Ion Chamber) sebagai detektor fluks neutron, hanya saja NPP-1000 dilengkapi dengan fasilitas pengukuran total fluks yang biasa dimanfaatkan dalam instrumentasi reaktor yang mempunyai fasilitas pulsing [3]. Instrumentasi TRIGA 2000 memiliki kedua unit tersebut tetapi keduanya identik digunakan sebagai pengukur daya linear untuk tahap daya tinggi. Operasi dengan mode arus dilakukan dalam penggunaan ionization chamber. Jangkau ukur arus untuk NP-1000 adalah dari 10-9 A sampai dengan 10-3 A. NP-1000 dan NPP-1000 dilengkapi dengan fasilitas luaran trip dan relai manakala pengukuran daya lebih besar dari 110 % atau tegangan tinggi detektor menjadi lebih rendah dari batas yang ditentukan. Pengukur Daya Reaktor41 42. Blok Pengukuran Dengan DetektorIC (Mode Arus)IonizationPengolah 10 Penampil0ChamberSinyal 0arusluaranPico meter / AmmeterDPMarus , tegangan888 Rangkaian TripHigh Voltage Rangkaian TripPengukur Daya Reaktor42 43. Gambar memperlihatkan diagram blok penempatan NP-1000 atau NPP-1000dalam sistem. Luaran dari NP-1000 dapat diakuisisi oleh komputer melaluiperangkat interface.% power tripscram loopHV trip ionization chamberarus DCNP-1000 komputer monitor Teg. Tinggibar graph % powerDiagram blok penempatan NP-1000 dalam sistemPengukur Daya Reaktor43 44. Compensated Ion Chamber (CIC). Untuk menekan sinyal radiasi gamma adalah menggunakan kompensasi sinargamma secara langsung. Dalam detektor yang khusus dikenal sebagaiCompensated Ion Chamber (CIC). Detektor CIC secara tipikal menggunakan boron-lined ion chamberberoperasi dalam mode arus. Karena nilai Q yang jauh lebih rendah darireaksi yang disebabkan neutron, interaksi neutron dalam boron-linedchamber menghasilkan besarnya satu tingkat lebih rendah dari kejadiansebab neutron dalam fission chamber (uranium-lined chamber). Oleh karena itu efektifitas operasi mode MSV untuk boron lined chamberdalam mendiskriminasi sinar gamma menjadi berkurang. Pendekatan alternatif dalam penggunaan CIC diketahui akan lebih efektifdalam mengurangi kontribusi gamma dalam boron-lined chamber daripadamenggunakan mode operasi MSV.Pengukur Daya Reaktor44 45. Boron-linedIdentical unlined ion chamber chamber I1I2current differencesignal = I 1 - I2Prinsip kerja CICMenggunakan ion chamber ganda dengan arus ion bebas diambil secaraterpisah. Satu chamber berlapis boron, sedangkan satu lagi chamber tanpalapisan boron. Arus I1 dari chamber berlapis boron terdiri dari jumlah aruskarena interaksi neutron dan interaksi sinar gamma dalam dindingchamber. Arus I2 dari chamber yang tak berlapis boron hanya menunjukkandari kontribusi sinar gamma. Dengan mengambil selisih antara 2 arustersebut, maka sinyal arus yang terjadi secara prinsip hanya sebanding dengankontribusi neutron. Pengukur Daya Reaktor 45 46. Compensated Ion Chambern+ voltage +-e0 voltageCurrent oute +-- voltage Current out = i+n + i+ + i- = i+ nPengukur Daya Reaktor46 47. Kegiatan Perbaikan Detektor Sintilasi Di Ruangan Dengan Humiditas RendahPengukur Daya Reaktor47 48. Ini juga tambahan :Prinsip Dasar Scram untuk Proteksi KeselamatanMotor Penggerak BatangKendali Sinyal SinyalRangkaian KontrolScramScramarus listrik+ PowerElectromagnet -Supply arus listrik Sinyal Sinyal ScramScramdiaktifkan sinyal Batang Kendaliscram( control rod)Gambar terlihat ketika elektromagnet diaktifkan Pengukur Daya Reaktor48 49. SelesaiPengukur Daya Reaktor 49