SISTEM PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN PENYAKIT …

Click here to load reader

  • date post

    09-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of SISTEM PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN PENYAKIT …

(Studi Sosiologi Kesehatan Pada Masyarakat Sinjai Timur Sulawesi Selatan)
Absrak
menggunakan pengobatan tradisional (Dukun) untuk mengobati penyakitnya.
Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan menjelaskan secara
ilmiah faktor yang melatar belakangi masyarakat dalam pemanfaat
pengobatan tradisional dan menjelaskan sistem pengobatan dan penyembuhan
penyakit secara tradisional (Dukun). Pendekatan yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif, sedangkan analisis data bersifat induktif dan
berkelanjutan.
tentang kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyaraat, tingkat pendidikan
masyarakat, dan tingkat penghasilan dan pekerjaan masyarakat. Adapun
alasan masyarakat dalam memanfaatkan Dukun sebagai pengobatan, di
antaranya adalah pengalaman negatif terhadap pengobatan modern,
pengobatan Dukun sebagai pelengkap pengobatan, pengaruh keluarga dan lay
rafeal group, dan pengobatan Dukun sebagai pengobatan yang unik, holistik
dan kesejajaran kedudukan. Proses pengobatan dukun dalam menyembuhkan
penyakit adalah penggunaan doa-doa atau bacaan-bacaan, air putih, dan
ramuan tradisional. Pengobatan maupun diagnosis yang dilakukan dukun
selalu identik dengan campur tangan kekuatan gaib ataupun yang memadukan
antara kekuatan rasio dan batin.
Pendahuluan
menjalankan serta mempertahankan
Oleh: Zulkifli Arifin
139
penyakit. Terkadang individu tidak
pergi berobat atau menggunakan
sarana kesehatan yang tersedia,
mampu mengusir makhluk halus
tersebut dari tubuhnya, sehingga
yang dikemukakan Alimul (2008),
bahwa “...perilaku masyarakat untuk
ekonomi, dan politik kebijakan
kepercayaan dan sistem pengetahuan
mereka. Pengetahuan tentang cara
dan bentuk pengobatan tradisional
turun temurun. Pengobatan yang
kapan bahwa “seribu penyakit,
sendiri menurut cara pengobatan
cara pengobatan tradisional. Apabila
hanya dilandasi pengetahuan tradi-
akibat fatal bagi kesehatan dan kese-
lamatan penderita.
kan bahwa, walaupun pengobatan
dokter telah banyak tersebar baik di
daerah perkotaan maupun pedesaan,
namun pengobatan secara masih
dimanfaatkan oleh masyarakat untuk
140
dorong melakukan penelitian untuk
menjelaskan secara mendalam ten-
buhan penyakit masyarakat Sinjai
adalah mengapa masyarakat Sinjai
tengah perkembangan medis yang
Masalah sehat, sakit dan
dakmampuan manusia beradaptasi
secara fisik, mental dan sosial serta
tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan”.
penyakit menahun (kronis), atau
gangguan kesehatan lain yang
atau tekanan dari lingkungan. Hal ini
berarti bahwa penyakit adalah feno-
mena objektif yang ditandai oleh
perubahan fungsi-fungsi tubuh seba-
matan secara langsung.
terhadap stimulus. Perilaku manusia
terjadi melalui proses Stimulus →
Berdasarkan teori S-O-R tersebut,
perilaku terbuka (over behavior),
(Notoatmodjo, 2010). Sejalan dengan
batasan perilaku menurut Skinner
maka, “...perilaku kesehatan (health
behavior) adalah respons seseorang
berkaitan dengan sehat-sakit, penya-
ngaruhi kesehatan seperti lingku-
141
yanan kesehatan.
laku pemeliharaan kesehatan (health
laku kesehatan lingkungan. Berikut
model-model perilaku kesehatan
a. Model Mechanic
Menurut Mechanic dalam
rapa jauh gejala-gejala penyakit
bulkan masalah dalam kehidupan
keluarga, pekerjaan, dan kegiatan-
dinya tanda-tanda penyimpangan
penyimpangan atau gejala penyakit,
tahuan, kebudayaan serta pandangan
tuhan pokok lain yang menimbulkan
pengabaian atau penolakan terhadap
melawan atau berkompetisi dengan
yang tersedia serta biaya yang harus
dikeluarkan.
gambarkan suatu sekuensi determi-
nan individu terhadap pemanfaatan
menggunakan jasa pelayanan keseha-
melaksanakannya, dan (3) kebutuhan
sebut (Andersen dalam Muzaham,
dalam perilaku sakit yaitu: (1) peri-
laku itu sendiri; (2) sekuensinya; (3)
tempat atau ruang lingkup; (4) vari-
asi perilaku selama tahap-tahap pera-
watan medis. Menurut paradigma
Suchman dalam Muzaham (1995),
142
pasien; dan (5) sembuh atau merasa
rehabilitasi.
han Penyakit (Sisitem Medis)
timbul sebagai respons terhadap
ancaman yang disebabkan oleh
Adaptasi Sosial Budaya
Dunn dalam Koentjaraningrat (1996)
bahwa pola-pola dari pranata-pranata
menyangkut perilaku yang sengaja
untuk meningkatkan kesehatan, mes-
tersebut belum tentu kesehatan yang
baik. Apa bila tiadak memiliki
keterampilan untuk menyembuhkan,
tina primitif mengurangi bahaya ter-
kenanya individu yang sehat oleh
kuman dan virus yang menular.
Setelah leluhur-leluhur kita
berupa fenomena biologis semata,
Penyakit-penyakit ini juga mem-
penyakit tersebut, manusia juga
mengikuti pola tingkah hewan
lari dari orang sakit.
senantiasa menaruh perhatian terha-
dap masalah-masalah kesehatan serta
pengetahuannya mencari penyelesai-
manusia untuk menaruh perhatian
batan penyakit. Dalam usahanya
143
saling berkaitan dan membentuk
dan saling membantu.
Adaptif Baru
usaha untuk menyembuhkan orang
tahankan kelangsungan hidup sejauh
batas pengetahuannya dan mencari
dalam kehidupannya, manusia memi-
dian melahirkan peranan. Terdapat
wajib dan peran yang diharapkan, di
mana dalam menjalankan peranan
terkait dalam hubungan dukung-
Medis
berikut:
dari kebudayaan
pencegahan dan pengobatan
fungsi
bungan dengan Kesehatan
adalah:
umur maka ada perbedaan pola
penyakit berdasarkan golongan
jenis pekerjaan dengan pola
mukan dikalangan masyarakat
rita kanker payudara, sedangkan
laki-laki banyak menderita kanker
144
perilaku dan status kesehatan.
kesehatan dan status kesehatan.
kesehatan dan pengobatan.
hadap perilaku kesehatan dan
laku kesehatan.
statusya terhadap perilaku kese-
dengan pengobatan tradisional ada-
yang diselenggarakan dengan cara
lazim dikenal mengacu kepada
pengetahuan, pengalaman, dan kete-
dikan baik asli maupun yang berasal
dari luar Indonesia, dan diterapkan
sesuai norma yang berlaku dalam
masyarakat.
pantangan-pantangan yang berarti
lankan oleh pasien.
batan tradisional dengan ramuan
obat; 2) pengobatan tradisional
spiritual; 3) pengobatan tradisional
pengobatan tradisional yang telah
mendapatkan pengarahan dan penga-
beranak, tukang gigi tradisional.
Definisi Dukun versi Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah:
“Orang yang pekerjaannya meno-
bati, memberi jampi-jampi dan man-
tra, dan konon, di antaranya mela-
kukan kegiatannya lewat kemampuan
tenaga gaib”. Pada umumnya,
pengobat tradisional bukanlah tenaga
medis yang berpendidikan formal
dibidang pengobatan, melainkan ada-
145
mampu mengembangkan bakat dan
keterampilannya dalam bidang peng-
obatan melalui cara-cara tradisional.
Istilah dukun pada hakekatnya
kan kepada seorang tokoh yang dapat
memberikan pertolongan kepada se-
ha penyembuhan penyakit (Yunus,
dkk.1992). Setiap dukun tentunya
memiliki kemampuan berbeda da-
mengupayakan penyembuhan terha-
timbul dalam kehidupan manusia.
Dari jenisnya, penelitian ini
adalah penelitian deskriptif, pende-
katan yang digunakan adalah
Jenis data yang digunakan
kualitatif dan data kualitatif. Ada dua
sumber data dalam penelitian ini,
yaitu data primer dan data sekunder.
3. Informan
peneliti siap melakukan penelitian
yang selanjutnya terjun kelapangan.
5. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dila-
kukan oleh peneliti menggunakan
beberapa teknik sebagai berikut:
a. Wawancara Mendalam (Indepth
Analisis data dalam penelitian
kelanjutan. Adapun tahap-tahap ana-
di Lapangan
ngan. Dalam analisis ini, langkah-
langkah yang dilakukan sebagai
2) Tahap Penyajian Data/Analisis
dengan teknik sampling purposive,
Kesimpulan
keabsahan data antara lain:
a. Derajat Kepercayaan (Credible-
penyakit merupakan rangkaian dari
proses kebudayaan, dilihat dari
diinternalisasikan dalam sistem
kepribadian merupakan perpaduan
masyarakat Sinjai Timur sebelum
adanya pengaruh Hindu-Budha), (2)
tradisi besar yaitu pandangan
masyarakat Sinaji Timur setelah
pengaruh tradisi modern.
Sistem personalistik mengata-
kan oleh orang misalnya tukang sihir
atau siluman yaitu sebagai sosok
makhluk jejadian yang dapat mem-
bunuh manusia sesama. Sistem
naturalistik mengatakan bahwa sakit
tara. Hal ini terjadi oleh sebab-sebab
alami dan tanpa adanya sebab dari
luar, lebih jauh lagi dikatakan bahwa
sakit disebabkan oleh suatu keadaan
seperti dingin, panas, angin, udara
lembab dan ketidak seimbangan an-
tara unsur-unsur yang ada dalam
tubuh. Sistem naturalistik mengenai
kesehatan dikaitkan dengan modal
Kebiasaan atau tradisi masya-
terpenting dalam membantu individu
terlembagakan dalam masyarakat
147
Masyarakat Sinjai Timur me-
cara berperilaku yang beriorentasi
yang berlaku pada masyarakat
adat dan tradisi hidup yang dipakai
turun-temurun merupakan kebiasaan
turun temurun.
rasional, aturan dalam mengeks-
presikan gejala, norma, interaksi,
strategi mencari pertolongan dan
menentukan hasil yang diinginkan
rima kepercayaan itu berdasarkan
buktian terlebih dahulu.
Model keyakinan kesehatan
kinan seseorang dengan perilaku
yang ditampilkan memberikan cara
bagaimana keluarga akan berperilaku
sehubungan dengan kesehatan mere-
pelayanan kesehatan yang diberikan.
3) Tingkat pendidikan masyarakat
sehatan biasanya merupakan kebutu-
yang menyatakan bahwa “...semakin
tinggi pendidikan maka semakin
mudah menerima penyuluhan yang
diberikan petugas kesehatan karena
meningkatkan kesehatanya”. Tingkat
makin tinggi pendidikan seseorang,
semakin banyak pengalaman hidup
siap dalam menghadapi masalah
kematangan intelektual seseorang
148
sehat dan pentingnya memanfaatkan
Karena penghasilan yang rendah
tidak aman yang besar terhadap
ketersediaan makanan, tempat ting-
gal, pelayanan kesehatan. Menurut
Sedarmayanti yang dikutip oleh
keterampilan akan mendorong kema-
meningkatkan pendapatan baik pen-
dapatan individu, kelompok maupun
Ongko (1998) dalam Tukiman,
(2001) tentang demand, masyarakat
dalam memanfaatkan layanan kese-
mudah memanfaatkan pelayanan
Giebing, 2001).
dalam Pemanfaatan Pengobatan
akan memperbesar pula dorongan
untuk melakukan tindakan penyem-
buhan. Tindakan penyembuhan tidak
hanya bersifat peningkatan frekwensi
kunjungan ke pengobatan medis
semata (profesional sector) maupun
tindakan pengobatan sendiri (self
medication), namun juga akan
memilih semua sistem pengobatan
kontradiktif dengan pengetahuan
hilangkan rasionalitas atau aspek
kognitif dari seseorang. Walaupun
seseorang memiliki pandangan sub-
penyakit maupun penyembuhan dan
149
dipertanggung jawabkan secara il-
munculnya ancaman yang besar dari
suatu penyakit. Seseorang yang
milih semua kemungkinan penyem-
tradisional merupakan tindakan yang
membawa hasil.
sistem pengobatan modern, sehingga
berpengaruh terhadap tindakan selan-
orang pasien.
adalah tindakan operasi (surgery).
perburuk keadaan. Hal-hal seperti
inilah yang menakutkan masyarakat,
tindakan operasi yang disertai
dengan pembiusan lokal maupun
yaitu dokter.
Rafeal Group
dan anak, mempunyai peran yang
vital, sebab merekalah yang paling
dekat jika anggota keluarga inti lain
yang sakit. Dalam hal ini kedekatan
seorang anggota keluarga yang sakit
dengan anggota keluarga yang lain
menentukan sikap dalam pengam-
bilan keputusan. Hubungan sosial
keluarga akan membawa pengaruh
dilakukan.
untuk melakukan tindakan kunju-
ngan maupun pilihan pengobatan
Jurnal Ilmiah Administrasita' ISSN 2301-7058
150
rujukan (referral group) juga
untuk mengobati penyakit. Untuk
Parahnya penyakit yang diderita
menjadi pengait kunjungan kerabat.
Artinya, perhatian, rasa hormat,
kasihan, kesopanan, kepantasan men-
sakit. Namun dalam hal ini pengaruh
kerabat tidaklah begitu mutlak,
khususnya dalam penentuan tin-
dakan. Pengaruh keluarga hanya
dijadikan referensi bagi menambah
alternatif tindakan pengobatan yang
Keseluruhan proses penyem-
tahap penyembuhan oleh pasien
ingin tahu. Keanehan-keanehan mau-
muti pandangan pasien merupakan
situasi yang mendukung ketertarikan.
sistem pengobatan ilmiah kedokteran
Manusia dianggap sebagai makhluk
biologik. Padahal dalam tubuh
selain fisik, mental dan sosial yaitu
spirit. Sehat secara spiritual sama
pentingnya dengan sehat secara fisik.
Seorang dukun begitu setara
kedudukannya dengan pasien. Dukun
seorang pasien dengan memperlihat-
mengerti akan segalanya. Kebanya-
kan praktisi pengobatan tradisional
takannya jarak membuat seorang
dukun atau praktisi tradisional
menarik dan dijadikan alternatif
Salah satu ciri pengobatan
dukun adalah penggunaan doa-doa
ramuan tradisional. Pengobatan
151
dulunya ahli mengobati (turun
temurun), dianggap sebagai “anak
semua anak mewarisi keahlian
moyangnya. Hal ini sejalan dengan
pendapat Koentjaraningrat (1984),
disebabkan dan atau diwariskan
kepada keturunannya. Namun, tidak
jika yang bersangkutan dianggap
tidak memiliki bakat menjadi
perkotaan, seperti selalu menyedia-
Bahkan, ketika ada pasien yang
membutuhkan pertolongannya pada
itu kondisinya memang sehat.
Pengobatan dukun juga terke-
nya berbicara di luar dari pembica-
raan penyakit. Karena itu, pasien
kadang tidak menyangka kalau diri-
nya sedang sakit dan diobati karena
dukun biasa menyelingi dengan ter-
tawa kecil atau tersenyum. Saat
mengobati pasien, yang terlihat ada-
Jurnal Ilmiah Administrasita' ISSN 2301-7058
maupun diagnosis yang dilakukan
memadukan antara kekuatan rasio
ada di Sinjai sama seperti yang
dikemukakan oleh Koentjaraningkat
menggunakan teknik-teknik ilmu
pasien dengan cara menekan-nekan
yang bertujuan untuk melancarkan
jalannya darah dan melonggarkan
pasien, sehingga pasien merasa
pengetahuan masyarakat tentang
masyaraat; 3) tingkat pendidikan;
pekerjaan. Alasan masyarakat memi-
lih pengobatan pengobatan dukun
pelengkapan pengobatan; 3) Penga-
dan 4) pengobatan tradisional seba-
gai pengobatan yang unik, holistik
dan kesejajaran kedudukan.
disional. Pengobatan maupun diag-
pasien dengan cara menekan-nekan
yang bertujuan untuk melancarkan
jalannya darah dan melonggarkan
Dalam pengobatannya, Dukun
bahwa, apabila mereka memasang
tan dengan cara apapun, maka jangan
lagi mempercayai dukun bersang-
ataupun hadiah-hadiah yang diberi-
berian hadiah lainnya bukan atas
permintaan dukun. Baginya, apapun
itu tidak mesti harus ditolak. Mereka
percaya, pasien memberikan uang
tanpa beban. Kalau pemberian itu
ditolak, dukun menganggap sama
menurutnya dilarang oleh agama.
Kesehatan Indonesia, Pengoba- tan Tradisional. Jilid I. Jakarta:
Buku Kedokteran EGC.
Tanaman Obat: Mengkudu (Mo- rinda Citrifolia L ). Sumatera
Selatan: Sentra Pengembangan
Anggorodi, Rina. 2009. Dukun Bayi
Dalam Persalinan Oleh Masya- rakat Indonesia. Jakarta: Fakul-
tas Kesehatan Masyarakat, UI.
Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba
Medika.
Praktek. Edisi Rev-IV. Jakarta:
Susenas. Jakarta: BPS.
Timur dalam Angka Tahun
2010. Sinjai: BPS Kabupaten
Point in Anthropology. New
Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional.
Pustaka.
(1994). Health Promotion Trho-
Ed).
Care.
New York & London: Harper
Grafiti.
Hafid, Yunus. 1992. Pengobatan
DEPDIKBUD.
disional Dalam Lontarak Pak- bura. Sul-Sel. Dinas Kebuda-
yaan dan Pariwisata.
eka Cipta.
Jurnal Ilmiah Administrasita' ISSN 2301-7058
Depkes RI. (1997). Pedoman Pelaya-
nan Antenatal Care di Tingkat
Dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
154
Marimbi, Hanum. 2009. Sosiologi
Muzaham, Fauzi. 1995. Memper-
Metode Penelitian. Jakarta:
Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi
tan dan Ilmu Perilaku. Yogya-
karta: Andi offset. ____. 2003. Pendidikan dan Perilaku
Kesehatan. Jakarta: Rineka
Nur Alia A, Mirna. 2010. Belian
Sasak Di Tengah Pengobatan Modern. Bandung: FPIPS UPI.
Sarwono, Solita. 1993. Sosiologi
Sudarti dkk. 1987. Persepsi Masya-
rakat Tentang Sakit-Sehat dan Posyandu. Depok: Pusat
Penelitian Kesehatan UI.
dari Orientasi Ekonomi dan
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian
Sukardi. 2007. Metodologi Peneli-
Syahrun. 2008. Pengobatan Tradisio-
dap Penyakit di Kecamatan
dari: Majalah LPM UNHALU.
1992.
WHO. 1986. The Otta wa Charter for Health Promotion. Geneva:
WHO
Inderalaya: FISIP Unsri.
Jurnal Ilmiah Administrasita' ISSN 2301-7058
____. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Edisi Ke-4.
Jakarta: Rineka Cipta.