Sistem Kepercayaan Manusia Purba

download Sistem Kepercayaan Manusia Purba

If you can't read please download the document

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Education

  • view

    26.720
  • download

    2

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Sistem Kepercayaan Manusia Purba

  • 1. Kelompok 2 X MIPA 7 Oleh : Amalisa Annestasya (02) Dani Fajar (09) Fadilah Fikriyani (11) Fangga Hastalupi (13) Febrina Mulia N (14) Muhammad Ivan (27) Restyana Rachmawati (30)
  • 2. SEJARAH G. SISTEM KEPERCAYAAN Di Indonesia terdapat 6 macam agama yang diakui oleh pemerintah. Setiap agama memberi batasan mengenai perbuatan baik dan tidak baik, benar dan salah, serta perbuatan yang dianjurkan dan dilarang. Agama juga mengajarakan kepercayaan mengenai kehidupan setelah kematian. Munculnya kepercayaan dilatarbelakangi oleh kesadaran adanya jiwa yang abstrak. Dalam pemikiran manusia, jiwa ditransformasikan sebagai makhluk halus atau roh halus, yang biasa dijadikan objek pemujaan.
  • 3. Jenis-jenis Kepercayaan Kepercayaan pada masyarakat purba tumbuh dan berkembang sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Berdasarkan kepercayaan tersebut, masyarakat purba lalu mengenal kepercayaan animisme, dinamisme dan tetonisme.
  • 4. Animisme Adalah kepercayaan bahwa roh nenek moyang akan selalu mengawasi dan melindungi mereka. Roh tersebut akan menghukum manusia jika melakukan perbuatan yang melanggar adat. Orang yang tahu dan menguasai adat nenek moyang akan menjadi ketua adat atau pemimpin adat.
  • 5. Tetonisme Adalah kepercayaan terhadp inatangbinatang tertentu sebali lambing nenek moyang, yang setiap daerah berbedabeda. Sebagian masyarakat purba di Papua dan di Pulau Seram percaya bahwa kadal adalah binatang yang mwnjadi perwujudan dari nenek moyang. Sehingga binatang tersebut dikramatkan dan tidak boleh diburu kecuali untuk keperluan tertentu.
  • 6. Dinamisme Adalah kepercayaan bahwa bendabnda tertentu seperti batu, dan pohon besar mempunai kekuatan gaib. Bahkan benda yan dibuat manusia seperti tombak, cincin dan pedang dianggap berkekuaan gaib. Kekuatan abstrak atau gaib yang berdiam pada suatu benda disebut mana yang dipercaya dapat mendatangkan pengarugh baik dan buruk manusia.
  • 7. Cara Penguburan Kepercayaan animisme, dinamisme dan totenisme dalam perkembangana telah mempengaruhi pola hidup manusia. Selain itu, mayarakt juga mengenal 2 bentuk upacara penguburan bagi orang meninggal yaitu penguburan primer dan sekunder.
  • 8. PENGUBURAN PRIMER Penguburan primer biasanya disebut penguburan langsung.Dalam sistem ini, penguburan hanya dikubur sekali dalam tanah.Tetapi ada juga yang meletakkan mayat dalam wadah seperti gerabah dan Peti batu.Lalu dikuburkan dalam tanah dengan disertakan berbagai ritual penguburan. Posisi mayat dalam penguburan yaitu membujur atau meringkuk.Menghadap katempat yang menjadi kediaman roh leluhur seperti gunung atau bukit. Sebagai bekal perjalanan ke dunia roh,mayat dilengkapi bekal kubur yang terdiri atas :
  • 9. a) Perhiasan atau manik manik b) Seekor anjing dan unggas Yang diletakkan dalam wadah berbentuk periuk . Sistem penguburan ini biasanya ditemukan di Anyer,Plawangan,Rembang.
  • 10. PENGUBURAN SEKUNDER Penguburan sekunder biasa disebut penguburan tidak langsung.Prosesnya yaitu : a) Dikubur langsung tanpa upacara penguburan b) Setelah mayat menjadi kerangka,kuburannya digali c) Kerangka diambil dan dibersihkan d) Kerangka diletakkan di wadah (tempayan) atau sarkofagus e) Dikubur kembali,disertai upacara penguburan
  • 11. Penguburan sistem ini masih ditemukan di : a) Melolo b) Sumba (NTT) c) Gilimanuk (Bali) d) Lesung Batu (Sumbar)
  • 12. TINGKAT PERKEMBANGAN KEPERCAYAAN
  • 13. Sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering) sampai masa bercocok tanam (food producing) dan beternak.Melalui berbagai macam peninggalan ritual penguburan dan pemujaan roh nenek moyang , tingkat perkembangan kepercayaan manusia dapat diketahui sebagai berikut : a.Pemujaan terhadap jiwa atau roh yang telah meninggal Roh orang yang telah lepas dari tubuh jasmaninya dianggap telah merdeka.Merupakan bentuk awal dari animisme.Mulai berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan.Pada saat itu manusia sudah menganggap bahwa orang yang telah meninggal telah berpindah ke alam lain.
  • 14. b.Keyakinan terhadap adanya berbagai roh yang menempati sekeliling tempat tinggalnya.Kepercayaan ini disebut aanimisme.Berkempang pesat pada masa bercocok tanam dan beternak.Sudah mengembang kan kebudayaan megalitikum.Ditandai dengan pemujaan dari batu batu besar seperti menhir dolmen,sarkofagus,dll.
  • 15. 1) Menhir Bangunan ini merupakan tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang . Menhir dianggap sebagai lambang dan tahta persemayaman roh para leluhur.Bangunan Menhir ada yang berdiri tunggal,ada pula yang berkelompok sarta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain seperti punden berundak.Biasanya ditemukan di Pasemah (Sumatera Selatan),Sulawesi Tangah ,dan Kalimantan.
  • 16. 2)Punden Berundak Bangunan ini terbuat dari batu yang bertingkat tingkat.Berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang.Punden berundak dianggap sebagai bagunan suci yang dijadikan tempat upacara . Bangunan punden berundak merupakan cikal bakal dari candi candi pada masa Hindu Buddha . Pendirian punden berundak dilakukan berdasarkan arah mata angin yang diyakini memiliki kekuatan gaib atau ditempat tempat yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang seperti gunung atau bukit.
  • 17. Peninggalan punden berundak bisa ditemukan di Lebak Sibedug (Banten Selatan) dan puncak Gunung Argapura di Jawa Timur.
  • 18. 3) Dolmen Bangunan ini menyerupai meja dari batu, fungsinya sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan dan sebagai tempat duduk kepala suku.
  • 19. 4) Arca Batu Arca ini biasanya berbentuk binatang atau manusia, bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau, dan monyet.
  • 20. 5) Kubur Batu Kubur batu dibuat dari papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya berasal dari papan batu.
  • 21. 6) Sarkofagus Bangunan ini berupa keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup.
  • 22. c. Kepercayaan tentang adanya kekuatan gaib pada benda-benda tertentu. Kepercayaan ini disebut dinamisme. Kepercayaan ini berkembang pesat pada masa perundagian. Setelah pengaruh Hindu-Buddha masuk, keyakinan bahwa peristiwa alam diatur oleh makhluk halus dipersonifikasikan sebagai dewa alam. Kepercayaan tersebut dinamakan politeisme. Keyakinan tentang adanya Tuhan yang mengatur semua kejadian di alam semesta dikenal sebagai monoteisme.
  • 23. TERIMA KASIH