Sejarah Tulisan Jawi

download Sejarah Tulisan Jawi

of 22

  • date post

    13-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    162
  • download

    6

Embed Size (px)

description

bmm

Transcript of Sejarah Tulisan Jawi

Sejarah Tulisan Jawi

SEJARAH TULISAN JAWITulisan Jawi Pada Zaman Kesultanan MelayuTulisan JawiManuskrip Melayu merupakan karya yang ditulis dengan tangan dalam tulisan Jawi yang dihasikan dalam kurun waktu Abad ke-15 Masehi sampai pada awal abad ke-20 Masehi. Dalam Manuksrip Melayu ini tercatat pelbagai bahan dan ilmu yang menjadi khazanah kebudayaan Bangsa Melayu pada masa dahulu. Bagi memahami manuskrip-manuskrip Melayu, sebelumnya kita harus memahami tulisan jawi, karena manuskrip-manuskrip Melayu itu di tulis dalam tulisan jawi.Terdapat banyak pendapat yang menyatakan berkenaan dengan makna Jawi.a. Jawi Berasal daripada Maksud Jawi peranakkanMarsden menyebutkan bahwa Raffles menerangkan kata Jawi bermaksud campuran dimana beliau telah merujuk kepada ungkapan anak Jawi yaitu anak campuran keling dan ibu Melayu (disinilah timbulnya istilah jawi peranakan); oleh sebab itu bahasa Jawi adalah bahasa Melayu yang ditulis dengan tulisan Arab sehingga dapat diartikan sebagai bahasa campuran.b. Jawi Berasal dari Perkataaan Jawa atau merujuk kepada Bangsa JawaHamdan Abdul Rahman dalam bukunya"Panduan Menulis dan Mengeja Jawi"terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia pada tahun 1999 mengatakan bahwa kata Jawi itu sendiri berasal dari nama suku Kaum Jawa. Artinya kata Jawi itu mengacu pada suku Jawa. Berikut adalah petikan daripada bukunyaberkaitan perkara tersebut. "Sudah ditakdirkan Allah bahwa di kalangan bangsa Melayu ini, suku yang lebih besar bilangannya adalah suku Jawa. Jadi merekalah yang membentuk kumpulan Melayu terbesar di tanah Arab pada zaman dahulu. Akibatnya orang-orang Arab menganggap semua manusia berkulit sawo matang dari Alam Melayu ini sebagai orang Jawa. Seterusnya segala yang bersangkutan dengan orang Melayu disifatkan sebagaiJawi.Orangnya dikenali sebagaiorang Jawi,Tanahnya dikenali sebagaitanah Jawidan bahasanya dinamakanbahasa Jawidan tulisan yang digunakan dalam media persuratannya dinamakantulisan Jawi.Kitab-kitab agama Islam yang diterjemahkan ke Bahasa Melayu terutamanya dalam abad ke-17 Masehi, semuanya mencatat bahwa penulisnya telah menerima titah raja, wasiat guru atau pesan ayah supaya dia menterjemahkan kitab tertentu ke dalambahasa Jawi;bukan bahasa Melayu. Secara berurutan perkataan Jawi ini awalnya merupakan nama tanah, yaitu Alam Melayu, kemudian menjadi nama bahasa, dan sekarang menjadi nama tulisan pula."c. Jawi Berasal daripada nama Sumatera Lama Al-JawahHashim Haji Musa dalam bukunya "Sejarah Perkembangan Tulisan Jawi" lebih setuju dengan pendapat Omar Awang yang menegaskan kemungkinan besar kata jawi berasal dari kata dalam bahasa Arab al-Jawah. Kata ini pernah digunakan dalam catatan Arab yang tertulis sebelum pertengahan Abad ke-14 M untuk menamakan Sumatera, misalnyaYaqut, dalamMujan al-Buldan,Abu Al-FidadalamTaqwim al-BuldandanIbn BatutahdalamRihllat Ibn Batutah. Fakta ini menunjukkan satu kemungkinan yang kuat bahwa tulisan Jawi itu dinamakan oleh orang Arab untuk merujuk tulisan ejaan yang digunakan oleh orang Sumatera yaitu penduduk Al-Jawah yang beragama Islam dan menggunakan bahasa Melayu. Hashim Haji Musa lebih lanjut menegaskan bahwa tidak logis bahwa Jawi yang dimaksud sebagai tulisan jawi adalah istilah yang berasal atau berakar dari kata Jawa. Sebuah kekeliruan bila tulisan jawi berasal dari kata Jawa yang merujuk pada suku Jawa, karena tulisan Jawi telah ada sebelum Jawa jatuh ke tangan orang Islam pada tahun 883 H atau pada tahun 1468 Md. Jawi Berasal dari Perkataan Al-JawahW. Marsden pula menyebut bahawa nama Jawi juga pernah menjadi tanda tanya kepada G.H Werndly ( yaitu ketua penterjemah Injil ke dalam bahasa Melayu pada tahun 1731 M tentang asal-usulnya dan menyimpulkan bahwa bahasa Jawi boleh dikaitkan dengan perkataan Jawah, yang disebut oleh Marco Polo sebagai nama lama bagi pulau Sumatera pada zaman itu, yang mungkin dihasilkan oleh orang Arab seperti yang disebut oleh Omar Awang di atas.e. Jawi berasal daripada Perkataan Java Dwipa yg juga dikenali sebagai Al-Jawah (sebuah daerah Asia Tenggara pada zaman purbakala)Amat Juhairi Moain pula lebih menyakini bahwa kata Jawi berasal Al-Jawah dimana dikatakan bahwa perkataan ini berasal daripada perkataan "Java dwipa" yaitu sebuah nama daerah Asia Tengara pada zaman Purba. Bukti yang digunakan adalah catatan Ibnu Batutah dalam bukunya al-Rihlah menggelar Sumatera sebagai al-Jawah. Bagi orang Arab bagian perkataan "Java" saja yang diambil, sedangkan "Dwipa" pula ditinggalkan. Kata "Java" ini digunakan untuk merujuk kepada keseluruhan daerah Asia Tenggara. Penduduknya juga dinamakan dengan kata adjektif " Jawi". Oleh karena itu "Jawah" dan "Jawi" merujuk kepada semua bangsa dan kaum yang menjadi pribumi di Asia Tenggara; bukan kepada suku Jawa yaitu penduduk yang berasal dari kepulauan Jawa.

Dari tulisan di atas sedikit banyak dapat dipahami bahwa tulisan jawi yang dipakai dalam berbagai manuskrip Melayu, merupakan karya kreatif dari para pendahulu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di tanah Melayu. Walaupun belum ada kepastian tentang asal usul tulisan jawi, hal ini memberikan isyarat bahwa masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang tulisan jawi dalam manuskrip Melayu.Sejarah Tulisan JawiTulisan jawi digunakan selepas kedatangan Islam ke Nusantara.Tulisan terawal yang digunakan adalah Pallava Grantha yang berasal dari India Selatan.Tulisan ini berkembang sejak zaman Kerajaan Pasai dan tersebar ke Kerajaan Melaka, Johor dan Acheh pada abad ke-17.Bukti yang jelas adalah penemuan Batu Bersurat Terengganu bertarikh 702H atau 1303M.Batu Bersurat Terengganu

Muka PertamaMuka KeduaMuka KetigaMuka KeempatKandungan BSTIsi teks batu bersurat ini mengenai undang-undang seorang raja. Catatan yang terkandung pada batu ini menyebutIslamsebagaiagama rasmidan menerangkan hukum-hukumIslamtentang maksiat dan segala kemungkaranMuka PertamaRasululLah dengan yang arwah santabi merekaAsa pada Dewata Mulia Raya beri hamba meneguhkan Agama IslamDengan benar bicara derma mereka bagi sekalian hamba Dewata Mulia RayaDi Benuaku ini penentu agama RasululLah sallallahi wassalama raja.Mandalika yang benar bicara sebelah Dewata Mulia Raya di dalamBumi penentu itu fardhu pada sekalian Raja Manda.Lika Islam menurut setitah Dewata Mulia Raya dengan benar.Bicara berbajiki benua penentuan itu maka titah Seri Paduka.Tuhan menduduki Tamra ini di Benua Terengganu adi pertama ada.Jumaat di bulan Rajab di tahun saratan disasanakala.Baginda RasululLah telah lalu tujuh ratus tua.Muka KeduaKeluarga di Benua jauh kanDatang berikan.keempat orang berpiutang.Jangan mengambil....(a)mbilhilangkanemas.Kelima derma barang orang....(mar)dika.Jangan mengmbil tugas buat temasnya.Jika ia ambil hilangkan emas.Keenam derma barang.Orang berbuat bala cara laki-laki perempuan satitah.Dewata Mulia Raya jika merdeka bujang palu.Seratus ratun jika merdeka beristeri.Atawa perempuan bersuami ditanam hinggakan.Pinggang dihambalang dengan batu matikan.Jika inkar (bala cara) hambalang jika anak mandalika....Muka KetigaBujang dandanya sepuluh tengan tiga jika ia.........Menteri Bujang dandanya tujuh tahil se (paha)....Tengah tiga, jika tetua bujang dandanya lima (tahil....Tujuh tahil sepaha masuk bandara, jika O (rang).....Merdeka. Ketujuh derma barang perempuaan hendaak..........Tiada dapat bersuami, jika ia berbuat balabicara...........Muka Keempat..........tiada benar dendanya setahil sepaha kesembilan derma...........Seri Paduka Tuhan (Tuan) siapa tiada harta dendanya...........Ke sepuluh derma jika anakku, atawa pemaainku atawa cucuku atawa keluarga ku atawa anak...........tamra ini segala isi tamra barang siapa tiada menurut tamra ini laknat Dewata Mulia raya............di jadikan Dewata Mulia Raya bagi yang langgar acara tamra ini.Penggunaan Tulisan JawiKelahiran Sistem Tulisan Jawi yang berasal dari tulisan dan pengaruh Arab terbukti sejarah kewujudannya dalam tamadun Melayu melalui beberapa sumber khazanah dan bahan-bahan bertulis yang ditemui seperti; dari batu bersurat, manuskrip lama, kertas lama, majalah, batu nisan, bahan-bahan yang dibuat daripada logam, kulit, alat senjata, duit syiling, batu lontar, tembikar, ukiran-ukiran pada masjid, istana, termasuk sumber penemuan pada azimat dan tangkal.Penemuan Tulisan JawiSebagai contohnya, penemuan pertama pada batu nisan Syeikh Nuruddin Al-Raniri di Barus, Sumatera Utara yang tercatat dalam bahasa Arab bertarikh 48 Hijrah.Diikuti pula batu nisan seorang puteri raja di Pekan, Pahang Darul Makmur pada 419 Hijrah. Kemudiannya batu nisan Syeikh Abdul Qadir Ibn Husin Syah Alam di Langgar, Kedah bertarikh 290 Hijrah.Batu nisan Fatimah binti Maymun bin Hibatullah yang dijumpai di Leram, Grisek, Jawa Timur tanggal 475 Hijrah bersamaan 1082 Masihi; yang menunjukkan tulisan Jawi berasal dari orang Arab.Penemuan prasasti di Kuala Berang, Terengganu pada 702 Hijrah bersamaan 1303 Masihi. Mata Wang Jawi

Mata wang lama yang ditemui di Langkawi terukir nama "Muhammad Shah" dan sebelah lagi terukir perkataan "Al-Sultan Al-Adil".Sultan Muhammad Shah adalah Sultan Kedah yang ketiga (1201-1236).WANG Sultan muhammad shah

Mata Wang JawiMata wang Emas Sultan Muhammad Jiwa Zainal Adilin Muazzam Shah II (1710-1778) tertera tarikh "1141" Hijrah (1728 Masihi) dan sebelahnya terdapat nama "Sultan Muhammad Jiwa".

WANG EMAS SULTAN MUHAMMAD JIWA

Mata Wang JawiMata wang perak terukir perkataan Sultan Muhammad Jiwa Khalifatul Rahman dan muka sebelahnya terukir perkataan "Dibalad Kedah Darul Aman dan sanat hijraj 1147" (1735 Masihi).

DUIT PERAK SULTAN MUHAMMAD JIWA

Mata Wang Jawi

Mata wang Emas Sultan Sulaiman Shah II (1602-1619) yang dijumpai di Siputeh, Daerah Kubang Pasu, Kedah Darul Aman. Mata wang ini tertera "Sultan Sulaiman Shah".Hal ini membuktikan tulisan jawi digunakan secara meluas semasa zaman pemerintahan kesultanan Melayu.

WANG EMAS SULTAN SULAIMAN SHAH I

KesimpulannyaSistem Tulisan Jawi yang terkandung didalamnya sistem ejaan da