RESEPTOR INDERA

download RESEPTOR INDERA

of 27

  • date post

    18-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    9

Embed Size (px)

description

Reseptor pada Indera Manusia

Transcript of RESEPTOR INDERA

RESEPTOR INDERA

PAGE 13

RESEPTOR INDERA

MENGHUBUNGKAN LINGKUNGAN LUAR DENGAN SISTEM SARAF

SEBAGAI TRANDUCER

MENGUBAH ENERGI STIMULUS MENJADI ENERGI LISTRIK

PEKA TERHADAP STIMULUS TERTENTU

DAPAT BEREAKSI, NAMUN SENSASI YANG MUNCUL SUDAH TERPOLA

WUJUD RESEPTOR :

1. BERUPA UJUNG-UJUNG SARAF YANG KHUSUS

CONTOH : RESEPTOR PADA KULIT

2. BERUPA SEL-SEL TERPISAH YANG KHUSUS, BERHUBUNGAN DENGAN NEURON SENSORIS MELALUI SINAPSIS.

CONTOH : - RESEPTOR PENGLIHATAN

- RESEPTOR PENDENGARAN

3. NEURON YANG TERMODIFIKASI; BAGIAN DENDRIT MEMBENTUK VILLI.

CONTOH : - RESEPTOR PENGECAP

RESEPTOR PENCIUM

MACAM RESEPTOR BERDASARKAN STIMULUS ADEKUAT :

1. MEKANORESEPTOR

2. TERMORESEPTOR

3. FOTORESEPTOR

4. CHEMORESEPTOR

INDERA PENDENGARAN

DAN

INDERA KESEIMBANGAN

PADA REPTIL MAMMALIA

RESEPTOR PENDENGARAN DAN KESEIMBANGAN

TERDAPAT DALAM :

AURIS INTERNA

EFEKTIVITAS PENERIMAAN STIMULUS.

PROTEKSI RESEPTOR TERHADAP KERUSAKANMEDIUM CAIR

MEDIUM PADAT

MEMUSAT

ENERGI GETARANAURIS MEDIA

AURIS EKSTERNA

LINGKUNGAN LUAR

HUBUNGAN TAK LANGSUNG ANTARA LINGKUNGAN LUAR DAN RESEPTOR

MEMBRAN TYMPANI

Otot sendi FENESTRA OVALIS

Cairan limfe

ikut teraduk

A E

M I S

A I

pada saat

mis. bergetar

Koklea

Vestibulum

ENERGI GETARAN

ENERGI MEKANIS

ENERGI LISTRIK

DALAM AURIS INTERNA TERDAPAT

1. VESTIBULUM (STATORESEPTOR)

2. KOKLEA (FONORESEPTOR)

STRUKTUR VESTIBULUM

DAN KOKLEA SECARA UMUM

PERILIMFE

ENDOLIMFE

TULANG CRANIUM

MEMBRAN

BERDINDING

TL. CRANIUM

FONORESEPTORBERUPA SEL RAMBUT, ADA 2 MACAM :

1. STEREOSILIA: BANYAK TEPI PENDEK

2. KINISILIUM

: SATU TAPI PANJANG

SETIAP FONORESEPTOR BERHUBUNGAN DENGAN SARAF MOTORIS DAN SARAF SENSORISSTIMULUS MEMPENGARUHI FONORESPTOR DENGAN DEFORMASI SEL RAMBUT :

1. JIKA DEFORMASI CONDONG KE ARAH KINISILIUM MAKA TERJADI DEPOLARISASI.

2. JIKA DEFORMASI CONDONG KE ARAH STEREOSILIA MAKA TERJADI HIPERPOLARISASI.

STRUKTUR KOKLEA

DAN

MEKANISME DEPOLARISASI HIPERPOLARISASI

KETERANGAN :

RUANG :

SV: SKALA VESTIBULI KANALIS KOKLEARIS

ST: SKALA TYMPANI ( BERDINDING TULANG)

SM: SKALA MEDIA

BERDINDING MEMBRAN

( DUKTUS KOKLEARIS)

mV: MEMBRANA VESTIBULARIS

mB: MEMBRANA BASILARIS

sV: STRIA VASKULARIS

( MELEKAT PADA TULANG)

FR: FONORESEPTOR

mT: MEMBRANA TEKTORIA

mR: MEMBRANA RETIKULARIS

SITUASI ELEKTROLIT PADA POTENSIAL

MEMBRAN FONORESEPTOR

K+

SM

K+ >

OC Na+ ST

DALAM ENDOLIMFE :

K+= + 150

MUATAN LISTRIK + 80 mV

Na+= 1

DALAM FONORSEPTOR :

K+= + 15

MUATAN LISTRIK : - 70 mV s/d - 60 mV

Na+= + 135

KERJA ELEKTROLIT

DALAM

DEPOLARISASI HIPERPOLARISASI FONORESEPTOR

STATORESEPTOR

STRUKTUR UMUM :

STATOCYST

STATOLIT

STATOKONIA

STATOLIT

2 MACAM :

1. BERGERAK BEBAS MENDEKATI DINDING STATOCYST PADA

PADA :DAERAH TERENDAH (SESUAI GERAKAN TUBUH)

GASTROPODA

DINDING STATOCYST TERDAPAT SEL

PELECYPODA

RESEPTOR

2. TIDAK BERGERAK BEBAS

(TERIKAT PADA RAMBUT HALUS SEL RESEPTOR)

PADA :

DECAPODA

VERTEBRATA

STATOCYST PADA CRUSTACEA :

MASIH SEDERHANA

GELEMBUNG

TERBUKA

STATOLIT BERUPA BUTIR PASIR

(PADA KEADAAN KHUSUS STATOLIT BERUPA BUTIR BESI TERPENGARUH OLEH MAGNIT).

STATORESEPTOR PADA MAMALIA

TERDAPAT DALAM VESTIBULUM

TERDIRI DARI :

A. CRISTA AMPULARIS

B. MACULA UTRICULI

C. MACULA SACCULI

A. CRISTA AMPULARIS

BERUPA LIPATAN DINDING AMPULA MEMBRANOSA

SEL PENGHUBUNG

SEL INDERADIKELILINGI OLEH DENDRIT NERVUS VESTIBULARIS

DENDRIT DAN SEL INDERA DIHBUNGKAN MELALUI SINAPSIS.

PADA PERMUKAAN CRISTA AMPULARIS TERDAPAT CUPULA AMPULARIS YANG BERUPA RAMBUT-RAMBUT.

KEDUDUKAN CRISTA AMPULARIS ADA TIGA BIDANG SESUAI GERAKAN KEPALA :

JIKA ADA STIMULUS

REPLEK MEMPERBAIKI KEDUDUKAN/ POSISI TUBUH.

PENGARUH GERAKAN KEPALA

a. ROTASI KE KANAN

PADA BIDANG KANALIS SEMI SIRKULARIS LATERALIS TERJADI STIMULASI CRISTA AMPULARIS.

INERSIA ENDOLIMFE

ENDOLIMFE MENGALIR KE ARAH BERLAWANAN ( KE KIRI)

ENDOLIMFE MENDORONG CUPULA DENGAN MENGAYUN SEPERTI DAUN PINTU

SEL RAMBUT MEMBENGKOK/ CONDONG

IMPULS

REPLEKS :

- NISTAGMUS

STATOKINESIS

REAKSI TERHADAP CONDONGNYA CUPULA AMPULARIS

1. KE KIRI

GERAKAN MATA

KE KIRI : LAMBAT

KE KANAN : CEPAT DAN BERULANG

NISTAGMUS KANAN

JIKA GERAKAN ENDOLIMFE MENGALIR CEPAT CUPULA AMPULARIS TAK CONDONG

NISTAGMUS HILANG.

PUTARAN DIHENTIKAN

ENDOLIMFE MASIH MENGALIR KE KANAN

GERAKAN MATA :

KE KANAN : LAMBAT

KE KIRI : CEPAT

NISTAGMUS KIRI.

NISTAGMUS :

GERAKAN TERPUTUS-PUTUS YANG KHAS DARI MATA YANG TERLIHAT DARI PERMULAAN DAN AKHIR SUATU ROTASI

REPLEKS MEMPERLIHATKAN FIKSASI VISULA PADA TITIK TETAP SEDANGKAN TUBUH BERPUTAR.

DAPAT DIAWALI TANPA IMPULS PENGLIHATAN : PADA TUNA NETRA.

JALUR : IMPULS VISUAL

OTAK OTOT MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN

b. GERAKAN LINIER

HORISONTAL

ALIRAN ENDOLIMFE DALAM DUKTUS SEMI SIRKULARIS LATERAL

VERTIKAL

ALIRAN ENDOLIMFE DALAM DUKTUS SEMI SIRKULARIS POSTERIOR

KE MUKA DAN KE BELAKANG

ALIRAN ENDOLIMFE DALAM DUKTUS SEMI SIRKULARIS ANTERIOR.

B. MACULA UTRICULI TERDAPAT DI DALAM UTRICULUS TERDIRI DARI SEL RAMBUT YANG DITUTUPI OLEH ZAT YANG HOMOGEN

DI ATAS RAMBUT TERDAPAT CRISTAL CaCO3 (OTOCONIA)

PADA SAAT BERDIRI

MENGHADAP KE MUKA (SEIMBANG)

POSISI MACULA UTRICULI HORISONTAL.

PADA SAAT TIDAK SEIMBANG MACULA UTRICULI MIRING; SUPAYA KEMBALI SEIMBANG OTOCONIA DITARIK PADA RAMBUT IMPULS REPLEKS STATOTONU KEPALA HORISONTAL MACULA UTRICULI MENGHADAP KE ATAS.C. MACULA SACULI PADA MANUSIA

FUNGSI : SERUPA DENGAN MACULA UTRICULI

TERLETAK VERTIKAL

JIKA POSISI MIRING

a. SACULUS MAKIN KE BAWAH

IMPULS BERTAMBAH

b. SACULUS MAKIN KE ATAS

IMPULS BERKURANG

JIKA KEPALA MIRING KE KANAN

IMPULS KANAN > IMPULS KIRI

REPLEK STATOTONUS

FOTORESEPTOR2 JENIS :

1. SEL BATANG (BACILLUS) UNTUK PENGLIHATAN SKOTOP (REMANG) CAHAYA BIRU

2. SEL KERUCUT (CONUS) UNTUK PENGLIHATAN FOTOP (INTENSITAS CAHAYA TINGGI)

CAHAYA MERAH

ADA 2 SEGMEN PADA FOTORESEPTOR

1. SEGMEN DALAM

SEPERTI SEL PADA UMUMNYA

2. SEGMEN LUAR : MEMBRAN MENGALAMI INVAGINASI SEPERTI TUMPUKAN DISCUS.

GB. SEL FUNGSIONAL PADA FOTORESEPTOR

SEL-SEL FUNGSIONAL RETINA

+ MAKIN KE TEPI JUMLAH SEL BATANG MAKIN BERKURANG

EPITHEL (NEUROEPITHEL)

PIGMEN MELANIN

+

SEL PENOPANG

PADA RETINA TERDAPAT DUA BAGIAN PENTING :

1. FOVEA SENTRALIS

BAYANGAN PALING TAJAM

CEKUNGAN BERWARNA KUNING (BINTIK KUNING) = MACULA LUTEA

TIDAK ADA SEL BATANG

2. BINTIK BUTA

TAK ADA SEL BATANG MAUPUN SEL KERUCUT

JALAN MASUK :

BERKAS SARAF

PEMBULUH DARAH

PEMBULUH LIMFE

SEL BATANG

ADA PIGMEN PENGLIHATAN (RHODOPSIN)

MERUPAKAN DERIVAT VITAMIN A

DIIKAT OLEH PROTEIN YANG TERDAPAT PADA MEMBRAN YANG MEMBENTUK DISCUS

PROTEIN GDEPOLARISASI HYPERPOLARISASI

PADA SEL BATANG

GELAP

TERANG

(CAHAYA 1 FOTON)

HIPERPOLARISASI SEL BATANG

+

SEL BIPOLAR

DEPOLARISASI SEL GANGLION

KONFIGURASI

TRANS

Rh RH T-GDP

KONFIGURASI 2

CIS Rh *-T-GDP

6 3 GTP

GDP

Rh*-T-GTP

4

PDEt

7 Rh*

GELAP

CGMP

(DAUR ULANG) PDE AKTIF

(PDE*-T-GTP)

Rh 5

KONFIGURASI CIS

5 GMP

MENUTUP KANAL

Na+MEKANISME PENUTUPAN KANAL Na+PADA HYPERPOLARISASI

SEL BATANG

Ket :

Rh (Cis) Rh (Trans)

T = Transdusin = Protein G

PDEt= FOSFODIESTERASE TAK AKTIF

SEL KERUCUT

KEPEKAAN RENDAH

PADA PRIMATA

ADA 3 MACAM DENGAN ABSORBSI SPEKTRUM MAKSIMUM YANG BERBEDA :

1. ABSORBSI SPEKTRUM PADA PANJANG